43 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data yang berasal dari skor angket pembelajaran berbasis Whatsapp dan skor hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III yang berupa tes. Berikut adalah deskripsi data hasil penelitian yang telah dilakukan.
a. Variabel Pembelajaran Berbasis Whatsapp
Data angket yang telah didapatkan pada penelitian ini ditabulasi dengan bantuan Ms. Excel. Setelah itu, data ordinal dikonversi menjadi data interval yang kemudian diolah menggunakan aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25 untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil konversi data ordinal menjadi data interval dapat dilihat pada lampiran 14. Sebelum dianalisis secara deskriptif, berikut adalah data penelitian yang diperoleh dalam tabel distribusi frekuensi.
Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Variabel Pembelajaran Berbasis Whatsapp No Pembelajaran Berbasis Whatsapp
Interval Frekuensi
1 95 - 97 2
2 98 - 100 7
3 101 - 103 22
4 104 - 106 47
5 107 - 109 71
6 110 - 112 79
7 113 - 115 58
8 116 - 118 24
9 119 - 121 5
Jumlah 315
commit to user
Tabel 4.2. Hasil Analisis Deskriptif Data Pembelajaran Berbasis Whatsapp
Gambar 4.1. Histogram Data Pembelajaran Berbasis Whatsapp
Berdasarkan tabel 4.2 analisis deskriptif data pembelajaran berbasis Whatsapp dapat dilihat bahwa jumlah data valid yaitu 315 dan tidak ada data yang hilang (missing). Nilai rata-rata (mean) dari data pembelajaran berbasis Whatsapp yaitu 110,0495. Nilai tengah atau median data pembelajaran berbasis Whatsapp yaitu 110,261. Modus atau nilai yang sering muncul pada data pembelajaran berbasis Whatsapp yaitu 111,243. Data pembelajaran
Statistics PembelajaranBerbasisWhatsapp
N Valid 315
Missing 0
Mean 110.0495
Std. Error of Mean 259.101
Median 110.261a
Mode 111.243
Std. Deviation 4.59858
Variance 21.49
Skewness -.256
Std. Error of Skewness .137
Kurtosis .083
Std. Error of Kurtosis .274
Range 25.830
Minimum 95.657
Maximum 121.487
Sum 34665.59
a. Calculated from grouped data.
commit to user
berbasis Whatsapp memiliki nilai rata-rata (mean), median, dan modus hampir sama, maka kurva dari data tersebut akan mendekati simetri.
Simpangan baku (standard deviation) sebesar 4,5985. Ragam (variance) data pembelajaran berbasis Whatsapp yaitu 21,49. Rasio kemencengan (skewness) kurvanya yaitu -0,256. Rasio keruncingan (kurtosis) kurvanya yaitu 0,083. Kisaran (range) data pembelajaran berbasis Whatsapp yaitu 25,83. Nilai minimum yang didapatkan dari hasil penelitian untuk pembelajaran berbasis Whatsapp yaitu 95,657, sedangkan nilai maksimumnya yaitu 121,487. Jumlah skor seluruh data pembelajaran berbasis Whatsapp yaitu 34665,59.
Berdasarkan gambar 4.1 data pembelajaran berbasis Whatsapp memiliki kurva yang simetris dan berdistribusi normal karena memiliki nilai mean, median, dan modus yang hampir sama. Rasio kemencengan (skewness) kurvanya memiliki distribusi data miring ke kiri karena nilai kemencengan kurva bertanda negatif tidak terlalu jauh dari nol, maka data cenderung condong ke kiri. Rasio keruncingan (kurtosis) kurvanya memiliki koefisien keruncingan <3 sehingga bentuk distribusi frekuensinya adalah platikurtis atau tumpul. Selain itu jika dilihat dari perhitungan rasio skewness yaitu - 0,256 dan rasio kurtosis yaitu 0,083, maka data pembelajaran berbasis Whatsapp berdistribusi normal karena berada di antara nilai -2.00 sampai 2.00.
b. Variabel Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas III
Data hasil belajar Bahasa Indonesia diperoleh dari skor tes Bahasa Indonesia semester 1 yang dapat dilihat pada lampiran 15. Data penelitian yang diperoleh, kemudian ditabulasi dengan bantuan Ms. Excel yang kemudian diolah menggunakan aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25 untuk dianalisis secara deskriptif. Sebelum dianalisis secara deskriptif, berikut adalah data penelitian yang diperoleh dalam tabel distribusi frekuensi.
commit to user
Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Variabel Hasil Belajar Bahasa Indonesia No Hasil Belajar Bahasa Indonesia
Interval Frekuensi
1 9 - 10 3
2 11 - 12 12
3 13 - 14 41
4 15 - 16 78
5 17 - 18 88
6 19 - 20 60
7 21 - 22 25
8 23 - 24 7
9 25 - 26 1
Jumlah 315
Tabel 4.4. Hasil Analisis Deskriptif Hasil Belajar Bahasa Indonesia Statistics
HasilBelajarBahasaIndonesia
N Valid 315
Missing 0
Mean 17.03
Std. Error of Mean .156
Median 17.02a
Mode 17.00
Std. Deviation 2.765
Variance 7.645
Skewness .014
Std. Error of Skewness .137
Kurtosis -.057
Std. Error of Kurtosis .274
Range 16.00
Minimum 9.00
Maximum 25.00
Sum 5366.00
a. Calculated from grouped data.
commit to user
Gambar 4.2. Histogram Data Hasil Belajar Bahasa Indonesia
Berdasarkan tabel 4.4 analisis deskriptif data hasil belajar Bahasa Indonesia dapat dilihat bahwa jumlah data valid yaitu 315 dan tidak ada data yang hilang (missing). Nilai rata-rata (mean) dari data hasil belajar Bahasa Indonesia yaitu 17,03. Nilai tengah atau median data hasil belajar Bahasa Indonesia yaitu 17,02. Modus atau nilai yang sering muncul pada data hasil belajar Bahasa Indonesia yaitu 17,00. Kecenderungan nilai yang hampir sama antara nilai rata-rata (mean), median, dan modus menandakan bahwa data hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III memiliki kurva yang simetris dan berdistribusi normal. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Abdurahman, Muhidin, dan Somantri (2011: 120) bahwa apabila suatu data memiliki nilai rata-rata, nilai tengah dan nilai yang sering muncul yang sama maka data tersebut berdistribusi normal.
Simpangan baku (standard deviation) sebesar 2,765. Ragam (variance) data hasil belajar Bahasa Indonesia yaitu 7,645. Kemiringan (skewness) kurva yaitu 0,014. Kemudian untuk nilai keruncingan kurva (kurtosis) yaitu - 0,057. Kisaran (range) data hasil belajar Bahasa Indonesia yaitu 16,00. Nilai minimum yang didapatkan dari hasil belajar Bahasa Indonesia yaitu 9,00, sedangkan nilai maksimum yaitu 25,00. Jumlah skor seluruh data hasil belajar Bahasa Indonesia yaitu 5366,00.
Berdasarkan gambar 4.2 data hasil belajar Bahasa Indonesia memiliki kurva yang simetris dan berdistribusi normal karena memiliki nilai mean, median, dan modus yang hampir sama. Rasio kemencengan (skewness) commit to user
kurvanya memiliki distribusi data miring ke kanan karena nilai skewness kurva tersebut bertanda positif tidak terlalu jauh dari nol, maka data cenderung condong ke kanan. Rasio keruncingan (kurtosis) kurvanya memiliki koefisien keruncingan <3 sehingga bentuk distribusi frekuensinya adalah platikurtis atau tumpul. Selain itu jika dilihat dari perhitungan kemiringan (skewness) yaitu 0,014 dan keruncingan kurva (kurtosis) yaitu - 0,057, maka data hasil belajar Bahasa Indonesia berdistribusi normal karena berada di antara nilai -2.00 sampai 2.00.
2. Hasil Uji Prasyarat a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh pada penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak normal. Pada analisis ini, peneliti menggunakan bantuan aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25. Bentuk hipotesis uji normalitas pada penelitian ini yaitu:
Ho : populasi berdistribusi normal H1 : populasi tidak berdistribusi normal
Kriteria pengujian (berdasar signifikansi) dalam uji normalitas yaitu:
Jika Sig. > 0,05 maka terima Ho Jika Sig. ≤ 0,05 maka tolak Ho
1) Uji Normalitas Pembelajaran Berbasis Whatsapp
Uji normalitas pada data pembelajaran berbasis Whatsapp menggunakan data interval yang dapat dilihat pada lampiran 14. Hasil uji normalitas data pembelajaran berbasis Whatsapp dapat dilihat pada tabel berikut.
commit to user
Tabel 4.5. Hasil Analisis Uji Normalitas Pembelajaran Berbasis Whatsapp
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
PembelajaranBerbasisWhatsapp
N 315
Normal Parametersa,b
Mean 110.0495
Std. Deviation 4.59858
Most Extreme Differences
Absolute .036
Positive .030
Negative -.036
Kolmogorov-Smirnov Z .036
Asymp. Sig. (2-tailed) .200
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui nilai signifikansi metode Kolmogorov-Smirnov untuk data pembelajaran berbasis Whatsapp sebesar 0,200 sehingga dapat diketahui bahwa signifikansi 0,200 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Ho diterima atau data pembelajaran berbasis Whatsapp berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
2) Uji Normalitas Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas III Hasil uji normalitas data hasil belajar Bahasa Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.6. Hasil Analisis Uji Normalitas Hasil Belajar Bahasa Indonesia One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
HasilBelajarBahasaIndonesia
N 315
Normal Parametersa,b Mean 17.0349
Std. Deviation 2.76501
Most Extreme Differences
Absolute .073
Positive .073
Negative -.070
Kolmogorov-Smirnov Z 1.301
Asymp. Sig. (2-tailed) .068
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
commit to user
Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui nilai signifikansi metode Kolmogorov-Smirnov untuk data hasil belajar Bahasa Indonesia sebesar 0,068 sehingga dapat diketahui bahwa signifikansi 0,068 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Ho diterima atau data hasil belajar Bahasa Indonesia berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
b. Uji Linieritas
Linieritas adalah asumsi adanya hubungan dalam bentuk garis lurus antara variabel. Pada analisis ini, peneliti menggunakan bantuan aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25. Bentuk hipotesis uji linieritas dalam penelitian ini yaitu:
Ho : terdapat hubungan linear antara variabel pembelajaran berbasis Whatsapp dan variabel hasil belajar Bahasa Indonesia.
H1 : tidak terdapat hubungan linear antara variabel pembelajaran berbasis Whatsapp dan variabel hasil belajar Bahasa Indonesia.
Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas yaitu:
Jika Sig. Deviation from Linierity > 0,05, maka Ho diterima Jika Sig. Deviation from Linierity ≤ 0,05, maka Ho ditolak
Hasil uji linieritas data hasil belajar Bahasa Indonesia dan pembelajaran berbasis Whatsapp dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.7. Hasil Uji Linieritas Data Hasil Belajar Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Berbasis Whatsapp
ANOVA Table Sum of Squares df
Mean
Square F Sig.
HasilBel ajarBaha saIndone sia * Pembelaj aranBerb asisWha stapp
Between Groups
(Combined) 1708.289 25 68.332 28.524 .000 Linearity 1648.012 1 1648.012 687.935 .000 Deviation
from Linearity
60.278 24 2.512 1.048 .404
Within Groups 692.326 289 2.396
Total 2400.616 314
commit to user
Berdasarkan tabel 4.7 dapat diketahui bahwa nilai Sig. Deviation from Linearity sebesar 0,404, sehingga dapat diketahui bahwa signifikansi 0,404 >
0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Ho diterima atau terdapat hubungan linier antara pembelajaran berbasis Whatsapp dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III.
3. Hasil Uji Hipotesis
a. Analisis Korelasi Sederhana
Korelasi antara pembelajaran berbasis Whatsapp dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa diuji menggunakan korelasi Pearson Product Moment.
Korelasi ini di analisis menggunakan aplikasi SPSS versi 25.
Bentuk hipotesis untuk analisis korelasi penelitian ini yaitu:
Ho : Tidak ada korelasi positif antara pembelajaran berbasis Whatsapp dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SDN se-Kecamatan Kebumen
Ha : Ada korelasi positif antara pembelajaran berbasis Whatsapp dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SDN se-Kecamatan Kebumen Kriteria pengujian (berdasar signifikansi) yaitu :
Jika Sig. ≥ 0,05, maka terima Ho, artinya tidak ada korelasi positif Jika Sig. < 0,05, maka tolak Ho, artinya ada korelasi positif
Tabel 4.8. Hasil Analisis Uji Korelasi Pembelajaran Berbasis Whatsapp dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia
Correlations
PembelajaranBe rbasisWhatsapp
HasilBelajarBa hasaIndonesia PembelajaranBerbasis
Pearson Correlation
1 .829
Sig. (1-tailed) .000
N 315 315
HasilBelajarBahasaInd onesia
Pearson Correlation
.829 1
Sig. (1-tailed) .000
N 315 315
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). commit to user
Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi (1-tailed) penelitian ini sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa Ho ditolak, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada korelasi positif antara pembelajaran berbasis Whatsapp dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SDN se-Kecamatan Kebumen. Sedangkan untuk hasil analisis korelasi antara variabel pembelajaran berbasis Whatsapp dan hasil belajar Bahasa Indonesia didapatkan r hitung sebesar 0,829 dengan r tabel sebesar 0,113. Oleh karena itu, nilai r hitung (0,829) > r tabel (0,113) artinya terdapat korelasi positif antara pembelajaran berbasis Whatsapp terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi tersebut berada pada tingkat korelasi sangat kuat. Tingkat korelasi sangat kuat diartikan sebagai jika pembelajaran berbasis Whatsapp baik maka hasil belajar Bahasa Indonesia yang diperoleh siswa akan semakin baik.
Sesuai dengan hasil dari uji korelasi di atas, maka hipotesis yang menyatakan bahwa ada korelasi positif dan signifikan antara pembelajaran berbasis Whatsapp dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021 dapat diterima.
b. Analisis Regresi Sederhana
Analisis regresi sederhana dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi Statistical Product and Service (SPSS) versi 25 (Priyatno, 2012: 74).
Hasil perhitungan ∑xy dapat dilihat pada lampiran 24. Berikut merupakan hasil analisis regresi variabel pembelajaran berbasis Whatsapp dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III.
Tabel 4.9. Hasil Analisis Regresi Sederhana Model Summary
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .829a .686 .685 1.551
a. Predictors: (Constant), PembelajaranBerbasisWhatsapp
commit to user
Tabel 4.10. Hasil Analisis Nilai JK reg pada Uji Regresi ANOVAb
Model Sum of
Squares Df
Mean
Square F Sig.
1 Regression 1648.012 1 1648.012 685.390 .000b
Residual 752.604 313 2.404
Total 2400.616 314
a. Predictors: (Constant), PembelajaranBerbasisWhatsapp b. Dependent Variable: HasilBelajarBahasaIndonesia
Tabel 4.11. Hasil Analisis Nilai b pada Uji Regresi Coefficientsa Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -37.998 2.104 -18.061 .000
PembelajaranBer basisWhatsapp
.499 .019 .829 26.180 .000 a. Dependent Variable: HasilBelajarBahasaIndonesia
c. Sumbangan Efektif (SE)
Sebelum melakukan perhitungan sumbangan efektif, peneliti terlebih dahulu mencari nilai koefisien determinasi dan sumbangan relatif. Koefesien determinasi pada penelitian ini menggunakan rumus menurut Riduwan (2019: 224) dengan perhitungan sebagai berikut :
Dimana nilai r telah diketahui yaitu r = 0,438 KP = (0,829)2 x 100%
= 0,687 x 100%
= 68,7 %
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, didapatkan nilai koefisien determinasi dalam persen yaitu 68,7% dengan koefisien determinasi sebesar 0,687. Setelah diketahui analisis koefisien determinasi dalam persen (KP), analisis selanjutnya yaitu mencari sumbangan relatif. Berdasarkan tabel 4.10 dan 4.11 dihasilkan nilai JK reg sebesar 1648,012 dan b sebesar 0,499.
KP = r2 x 100 %
commit to user
Sumbangan relatif pada penelitian ini menggunakan rumus menurut Winarsunu (2017: 185) sebagai berikut.
SR = b (∑xy) x 100%
JK reg
SR = b (∑xy) x 100%
JK reg
SR = 0,499 (3309,13) x 100%
1648,012 SR = 1,0019 x 100 % SR = 100,19 %
Analisis selanjutnya yaitu mencari sumbangan efektif. Dari perhitungan diatas didapatkan nilai SR sebesar 100% dan R2 sebesar 0,687. Maka SE dapat dicari menggunakan rumus sebagai berikut:
SE = (SR) x (R2) SE = 100,19 % x 0,687 SE = 68,83 %
Untuk pengaruh per indikator dapat dihitung menggunakan persaman berikut.
persentasi = skor jawaban responden
skor ideal 𝑥 100%
Berikut merupakan tabel rangkuman hasil pengaruh per-indikator pembelajaran berbasis Whatsapp terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SDN se-Kecamatan Kebumen.
Tabel 4.12. Hasil Pengaruh Indikator Pembelajaran Berbasis Whatsapp
No Indikator Persentase (%)
1. Karakteristik tampilan 74,08 %
2. Fungsi dan manfaat 85,07 %
3. Materi pembelajaran 78,32 %
commit to user
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa pengaruh per-indikator pembelajaran berbasis Whatsapp yaitu (1) indikator karakteristik tampilan sebesar 74,08%, (2) indikator fungsi dan manfaat sebesar 85,07%, dan (3) indikator materi pembelajaran sebesar 78,32%.
Sumbangan efektif dari pembelajaran berbasis Whatsapp berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III sebesar 68,83%, sedangkan sisanya sebesar 31,17% dipengaruhi oleh faktor lain seperti faktor internal berupa kesehatan, sikap, minat, motivasi, bakat, fisik, kebiasaan belajar, dan konsentrasi, sedangkan faktor eksternal berupa lingkungan keluarga (suasana rumah, relasi, cara mendidik), sekolah (metode belajar mengajar), dan masyarakat sekitar.
B. Pembahasan
1. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Whatsapp terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas III
Korelasi antara pembelajaran berbasis Whatsapp dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III dicari menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Peneliti menggunakan bantuan aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25 dalam menguji hipotesis penelitian. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh positif pembelajaran berbasis Whatsapp terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Sig. (1-tailed) yaitu 0,000. Nilai Sig. tersebut < α (0,05), artinya hipotesis penelitian ini dapat diterima atau terdapat pengaruh positif pembelajaran berbasis Whatsapp terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
Hasil analisis koefisien korelasi antara variabel pembelajaran berbasis Whatsapp dan hasil belajar Bahasa Indonesia yaitu sebesar 0,829 artinya koefisien korelasi tersebut berada pada tingkat korelasi sangat kuat. Berdasarkan pendapat Sugiyono (2013: 250) mengenai pedoman interpretasi koefisien korelasi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis Whatsapp memiliki commit to user
pengaruh sangat kuat terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Tingkat korelasi sangat kuat diartikan sebagai jika pembelajaran berbasis Whatsapp baik maka hasil belajar Bahasa Indonesia yang diperoleh siswa akan semakin baik.
Tingkat pengaruh yang sangat kuat ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya pemberian media penyampaian materi pembelajaran yang unggul.
Whatsapp termasuk kedalam salah satu alat pembelajaran yang digunakan oleh sekolah dasar sebagai sarana penyampaian materi karena karakteristik tampilan whatsapp sangat sederhana sehingga mudah digunakan dan cepat dipahami.
Selain itu pembelajaran berbasis Whatsapp saat pandemi Covid-19 memiliki fungsi dan manfaat yang banyak, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia jenjang C1 (mengingat), C2 (memahami), dan C3 (menrapkan) yaitu dapat menghemat penggunaan kertas karena peserta didik tidak diwajibkan mencetak tugas yang diberikan, memiliki waktu yang banyak untuk memeroleh pelajaran, belajar menjadi lebih rileks dan fleksibel, dan tentunya dapat mengurangi jumlah penyebaran Covid-19. Pemberian pemahaman, bimbingan, arahan, dan komunikasi setiap saat untuk mendapatkan gagasan, jawaban, atau mengajukan pertanyaan dalam proses memahami materi ajar juga turut berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia yang optimal.
Apabila semua indikator tersebut dapat dilaksanakan secara optimal maka akan tercipta pembelajaran berbasis Whatsapp yang baik sehingga hasil belajar Bahasa Indonesia dapat meningkat. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitri (2020: 75) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media sosial Whatsapp terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia anak dengan hambatan pendengaran SMPLB.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini telah sesuai dengan teori yang ada dan didukung pula dengan penelitian yang relevan, maka hasil penelitian ini adalah ada pengaruh positif antara pembelajaran berbasis Whatsapp dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021.
commit to user
2. Sumbangan Pembelajaran Berbasis Whatsapp terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia
Sebelum melakukan perhitungan sumbangan efektif, peneliti mencari nilai koefisien determinasi dan mencari nilai sumbangan relatif terlebih dahulu.
Mencari nilai sumbangan relatif memerlukan nilai JK reg, b, dan ∑xy.
Penggunaan aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25 digunakan untuk mencari nilai JK reg, nilai b dengan menggunakan analisis regresi, sedangkan aplikasi MS. Excel digunakan untuk mencari jumlah ∑xy.
Hasil perhitungan sumbangan efektif variabel pembelajaran berbasis Whatsapp terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia didapatkan hasil sebesar 68,83%, artinya pembelajaran berbasis Whatsapp dapat berperan dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia sebesar 68,83% dan sisanya sebesar 31,17% dipengaruhi oleh faktor lain. Menurut Susanto (2016: 12) faktor lain yang dapat memengaruhi hasil belajar khususnya hasil belajar Bahasa Indonesia, terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa kesehatan, sikap, minat, motivasi, bakat, fisik, kebiasaan belajar, dan konsentrasi, sedangkan faktor eksternal berupa lingkungan keluarga (suasana rumah, relasi, cara mendidik), sekolah (metode belajar mengajar), dan masyarakat sekitar.
Dari uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh per-indikator pembelajaran berbasis Whatsapp yaitu (1) indikator karakteristik tampilan sebesar 74,08%, (2) indikator fungsi dan manfaat sebesar 85,07%, dan (3) indikator materi pembelajaran sebesar 78,32%. Sedangkan untuk besarnya sumbangan efektif variabel pembelajaran berbasis Whatsapp terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia yaitu sebesar 68,83% dan sisanya 31,17% dipengaruhi oleh faktor lain seperti faktor internal berupa kesehatan, sikap, minat, motivasi, bakat, fisik, kebiasaan belajar, dan konsentrasi, sedangkan faktor eksternal berupa lingkungan keluarga (suasana rumah, relasi, cara mendidik), sekolah (metode belajar mengajar), dan masyarakat sekitar.
commit to user