• Tidak ada hasil yang ditemukan

Landasan teori BAB II. A..Pembiayaan murabahah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Landasan teori BAB II. A..Pembiayaan murabahah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

4 BAB II Landasan teori A..Pembiayaan murabahah

1. Pengertian pembiayaan murabahah

Pembiayaan murabahah adalah salah satu fiqih yang biasa digunakan oleh perbankan syariah. Murabahah itu sendiri yaitu akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yaitu antara penjual dan pembeli. Murabahah dapat dilakukan secara tunai dan juga bisa dilakukan dengan membayar secara mengangsurnya.(Ismail,2011:139) Kredit yang diberikan oleh bank konvensional berbeda dengan pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah. Pengembalian atas pembiayaan bank syariah tidak berbentuk bunga melainkan berbentuk lain yang telah sesuai pada akad yang telah tersedia di bank syariah. Pembiayaan berdasarkan bentuk persetujuan undang-undang perbankan no 10 tahun 1998, yang berisi tentang penyediaan dana (tagihan) uantuk dapat disetarakan dengan itu dalam dasar kesetaraan atau keputusan kedua belah pihak bank dan pihak lainnya bahwa pembiayaan ini untuk memulihkan dana atau mengembalikan (tagihan) yang sudah diberikan waktu yang sudah disepakati dalam bentuk bagi hasil.(Ismail,2011:106).

2. Tujuan dan fungsi pembiayaan

Tujuan utama dari pembiayaan antara lain adalah:

a. Yaitu itu mencari keuntungan (profitability) dengan tujuan untuk memperoleh hasil dari pembiayaan yang-disalurkan berupa keuntungan yang diraih dari bagi hasil yang diperoleh diri hasil usaha yang di kelola oleh nasabah.

b. Membantu usaha nasabah. Yaitu membantu nasabah yang memerlukan dana untuk melakukan usahanya.

c. Membantu pemerintah,yaitu semakin banyak pembiayaan yang disalurkan oleh bank maka pemerintah maka semakin banyakpeningkatan pembangunan diberbagai sektor.

(2)

Berfungsi untuk melancarkan usaha masyarakat yang ekonomi dalam keadaan melemah.

Di dalam pembiayaan terdapat beberapa manfaat antara lain sebagai berikut:

a. Memberikan pembiayaan dengan prinsip syariah yang menerapkan system bagi hasil yang tidak memberatkan debitur.

b. Membantu kaum dhuafa yang tidak tersentuh oleh bank konvensional karena tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank konvensional.

c. Membantu masyarakat ekonomi lemah yang selalu dipermainkan oleh rentenir dengan membantu melalui pendanaan untuk usaha yang dilakukan.

3. Unsur – unsur pembiayaan

Menurut kasmir (2008:98) Pembiayaan pada umumnya diberikan atas dasar kepercayaan.

1. Adanya kedua belah pihak,yaitu pemberi pembiayaan dan penerima pembiayaan.

2. Kepercayaan, yaitu keyakinan dari pemberi pembiayaan bahwa penerima pembiayaan dapat mengembalikan pembiayaan tersebut dengan jangka waktu tertentu dan syarat-syarat yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.

3. Kesepakatan.yaitu kesepakatan antara pemberi pembiayaan dengan penerima pembiayaan.

4. Jangka waktu.yaitu masa pengembalian pembiayaan yang telah disepakati.

5. Resiko. yaitu adanya tenggang waktu pengembalian yang akan menyebabkan suatu resiko tidak kembalinya dana atau tidak tertagihnya pembiayaan.

6. Balas jasa. Merupakan suatu keuntungan atas pemberian suatu pembiayan jasa tersebut yang biasa dikenal sebagai bagi hasil atau margin.

4. Manfaat pembiayaan

Menurut kasmir (2014) Pembiayaan memiliki manfaat yang disalurkan oleh bank syariah terhadap nasabah usaha antaranya sebagai berikut:

a. Manfaat terhadap bank syariah

Hasil manfaat pembiayaan yang telah diberikan bank terhadap nasabah mendapatkan balas jasa yaitu berupa nagi hasil, Margin keuntungan dan

(3)

pendapatan sewa. Tergantung terhadap akad pembiayaan sesuai dengan perjanjiam antara bank syariah dan nasabah/mitra usaha. Dengan ini dapat berefek terhadap kenaikan profitabilitas bank. Sehingga hal ini menjadi pandangan memperoleh keuntungan. Peningkatan keuntungan usaha bank sehingga dapat menyebabkan kenaikan tingkat profitabilitas bank.

b. Manfaat terhadap nasabah

Dengan meningkatkan pembiayaan usaha nasabah setelah diberikan dari bank terhadap nasabah dapat memberikan manfaat besar dalam meningkatkan peluang usahanya. Dana pembiayaan ini sebagai alat beli untuk memperoleh bahan baku, pengandaan mesin dan peralatan yang diperlukan , dan dapat menolong nasabah dalam menaikan jumlah produksi penjualan.

c. Manfaat terhadap pemerintah

Untuk mendorong pertumbuhan sektor rill sehingga bank melakukan pembiayaan sebagai alat. Sehingga uang dapat tersalurkan untuk nasabah/mitra usaha. Diberikan investasi atau modal kinerja ,dapat menaikan jumlah produksi dan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan yang secara nasional.

d. Manfaat bagi masyarakat luas

Dapat membuka lapangan pekerjaan dalam usaha, sehingga bank syariah menyalurkan dana dalam bentuk pembiayaan yang diberikan untuk perusahaan sehingga bertambahnya tenaga kerja karena kenaikan jumlah produksi yang besar, tentunya memerlukan jumlah tenaga kerja,karena itu dapat melibatkan masyarakat yang tentunya mempunyai profesi masing- masing, guna untuk mendukung proses kelancaran dalam pembiayaan.

5. Bentuk – bentuk pembiayaan

Menurut karim (2010:87) Dalam perbankan syariah ada beberapa bentuk pembiayaan yang diterapkan dalam bank syariah yaitu :

a. Pembiayaan murabahah dan isthisna

Murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Akad ini

(4)

merupakan salah satu bentuk natural certainty contracts, karena dalam murabahah ditentukan berapa required rate of profit-nya (keuntungan yang ingin diperoleh). Murabahah dapat dilakukan berdasarkan pesanan atau tampa pesanan.

Dalam murabahah berdasarkan pesanan, bank melakukan pembelian barang setelah ada pemesanan nasabah dan dapat bersifat mengikat atau tidak mengikat nasabah untuk membeli barang yang dipesannya (bank dapat meminta uang muka pembelian kepada nasabah). Dalam murabahah berdasarkan pesanan yang bersifat mengikat, pembeli tidak dapat membatalkan pesanannya. Berdasarkan sumber dana yang digunakan,menurut karim (2004:117) pembiayaan murabahah secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu:

a. Pembiayaan murabahah yang didanai dengan URIA( Unrestricted investment account =investasi tidak terikat).

b. Pembiayaan murabahah yang didanai dengan RIA (Restricted investmen account=investasi terikat)

c. Pembiayaan murabahah yang didanai dengan modal bank.

Menurut kasmir (2016:182) Istishna adalah akad jual beli dengan spesifikasi tertentu dimana pembayarannya dapat dilakukan dimuka, cicil, dan di akhir akad. Namun,berbeda dengan jual beli murabahah dimana barang diserahkan dimuka sedangkan uangnya dibayar cicilan dalam jual-beli istishna’ barang diserahkan belakangan walaupun uangnya juga sama-sama dibayar secara cicilan. Dengan demikian metode pembayaran jual-beli murabahah mu’ajjal sama persis dengan metode angsuran (installment). Satu-satunya hal yang membedakan antara keduanya adalah waktu penyerahan barangnya. Dalam murabahah mu’ajjal barang diserahkan dimuka, sedangkan dalam istishna’

barang diserahkan belakangan yakni akhir periode pembiayaan. Hal ini terjadi,karena biasanya barangnya belum dibuat/belum wujud.

(5)

b. Pembiayaan mudharabah

Menurut Ismail (2016:140) pembiayaan mudharabah merupakan akad pembiayaan antara bank syariah sebagai shahibul maal dan nasabah sebagai mudharib untuk melaksanakan kegiatan usaha, dimana bank syariah memberikan modal sebanyak 100% dan nasabah menjalankan usahanya. Faktor – faktor yang harus ada dalam akad mudharabah adalah :

a. Pelaku (pemilik modal ataupun pelakasanaan) b. Objek mudharabah (modal dari kerja)

c. Persetujuan dari kedua belah pihak (ijab-qobul) d. Nisbah- keuntungan

B. Sistem pembiayaan bank syariah

Pembiayaan merupakan salah satu tugas pokok bank syariah ,yaitu pemberian fasilitas penyediaan dana untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang merupakan deficit unit.menurut sifat penggunaannya pembiayaan dapat dibagi menjadi dua hal sebagai berikut.

a. Pembiayaan produktif yaitu pembiayaan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam arti luas, yaitu untuk peningkatan usaha,baik usaha produksi,perdagangan,maupun investasi.

b. Pembiayaan konsumtif yaitu pembiayaan yangdigunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi,yang akan habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Menurut keperluannya,pembiayaan produktif dapat dibagi menjadi dua hal yaitu sebagai berikut:

1. Pembiayaan modal kerja.yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan produksi dan bentuk keperluan perdagangan atau peningkatan utility of place dari suatu barang.

2. Pembiayaan investasi yaitu untuk memenuhi kebutuhan barang-barang modal (capital doods) serta fasilitas-fasilitas yang erat kaitannya.

(6)

1. Jenis - jenis rukun pembiayaan murabahah Jenis – jenis rukun pembiayaan murabahah

a. Ba’i(penjual) b. Musytari(pembeli)

c. Mabi’(barang yang diperjual belikan) d. Tsama (harga atau plafond).

e. Akad perjanjian (ijab dan qobul)

f. Kategori barang yang diharamkan itu barang yang diperjual belikan 2. Bentuk persyaratan pembiayaan murabahah

Ada beberapa bentuk persyaratan sebagai berikut:

a. Bahwa dari pihak penjual akan memberikan informasi kepada nasabah yang dikeluarkan (modal)

b. Penetapan dan menentukan perjanjian awal sesuai dengan rukun c. Tidak diperbolehkan perjanjian riba.

d. Dari pihak penjual akan memberi kejelasan mengenai kerusaka atau tidak sesuai dengan pembeli

Dari pihak penjual akan menjelaskan keseluruhan yang berhubungan dengan pembelian dengan cara hutang terhadap pembeli.

3. Bentuk tujuan pembiayaan murabahah

Menurut Rohman (2014) Ada beberapa tujuannya pembiayaan murabahah sebagai berikut:

a. Mencapai tujuan para nasabah dalam mendapatkan yang berbentuk alat bain berbentuk suatu produktif atau suatu konsumtif.

b. Memberi suatu biaya yang berbentuk suatu barang yang diinginkan nasabah sebagai alat usaha dengan melakukan pembayaran anggsuran dengan bentuk bentuk kredit

c. Memberi biaya tehadap masyarakat dalam bentuk nasabah perorangan,perusahaan dan lembaga

(7)

4. Sistem pengendalian intern

Dalam sistem pengendalian intern merupakan pengawasan dari bank yang telah disesuaikan pada setiap unit-unit keja sehingga dapat saling melengkapi.

Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, mengecek ketelitian, dan kebenaran data akuntansi, serta mendorong efiensi dan mendorong efisiensi dan mendorong di patuhinya kebijakan manejemen “Mulyadi, 2001:163”

Beberapa poin pokok utama dalam pengendalian intern terhadap proses pembiayaan sebagai berikut:

a. Mempunyai pembagian fungsi antara pejabat bank sebagai persetujuan pembiayaan melakukan pembayaran terhadap debitur sebagai pelaksana penagihan, analisis, administrasi pembiayaan dan anggunan.

b. Mempunyai ketentuan/kebijakan pembiayaan yang secara tertulis telah disetujui oleh direksi.

c. Melakukan rapat membahas tentang proses pembiayaan.

d. Mempunyai hasil survei terhadap pembiayaan yang telah diberikan dan pihak bank tetap memantau pelaksanaan survei pembiayaan.

Beberapa proses pengendali terhadap pembiayaan murabahah didalam bank syariah yaitu :

1. Proses pengendalian terhadap rancangan

Proses pengendalian terhadap rancangan dijalankan pada saat nasabah telah mengajukan permohonan pembiayaan terhadap bank informasi yang telah diterima oleh pihak bank perlu melakukan penelitian data data, dalam bentuk kebenaran dan kejelasannya.

2. Proses pengendalian terhadap pelaksanaan

Dalam unit pembiayaan akan memberikan keputusan pemohon pembiayaan bertuliskan dinota analisa pembiayaan bahwa proses dalam ketentuan yang dipenuhi pihak pemohon berbentuk angunan pembiayaan.

3. Proses pengendalian terhadap pengendalian

Dalam tujuan pengendalian ini agar target pembiayaan tercapai untuk bank dan nasabah, sehingga masalah-masalah dapat ditangani dari awal supaya tidak menyebar.

Referensi

Dokumen terkait

Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk

In Yakima, both the Northwest =pat a- (examples 210 and 211) and Columbia River pata- (example 212) forms are used, within and across speakers.. I refer to the variations as the

V3 beradaptasi secara spesifik pada lingkungan tumbuh yang sama dengan lokasi penanaman kencur di Cileungsi, Cijeruk dan lokasi asalnya di Sumedang dengan rata-rata produksi

Yanuardi dalam penelitiannya menghasilkan sistem informasi penelitian dan pengabdian masyarakat dengan menggunakan Visual Foxpro yang memiliki input berupa pengajuan

Pelaksanaan lingkungan belajar di sekolah dalam mengembangkan daya eksploratif, kreatif dan integral peserta didik SD Kanisius Eksperimental Mangunan dilakukan dengan

Pada tabel di atas diketahui keuntungan yang diharapkan (Expected Return) terbesar adalah E(R) Reksadana PUAS, tetapi ini bukan berarti menim- bulkan kesimpulan

Hasil penelitian pada indicator penggunaan kalimat dalam berita, sebanyak 96% siswa termasuk dalam kategori kurang baik, para siswa belum mampu menggunakan kalimat yang

Karena terdapat perbedaan rata-rata ketiga kelas tersebut, maka dilakukan uji hipotesis 2, 3, dan 4 dengan menggunakan uji scheefe’ pada hasil belajar siswa