• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembangunan Perumahan Melalui Partisipasi Masyarakat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembangunan Perumahan Melalui Partisipasi Masyarakat"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Pembangunan Perumahan Melalui Partisipasi Masyarakat

Sukawi [email protected]

Pengajar Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang

Perumahan merupakan kebutuhan dasar yang sifatnya struktural, yaitu sebagai bagian dari peningkatan kualitas kehidupan dan kesejakteraan rakyat. Oleh karena itu pembangunan perumahan bukan hanya berupaya untuk mencapai sasaran kuantitatif saja, tetapi adalah juga sangat penting untuk memperhatikan pencapaian sasaran kualitatif agar dapat dimungkinkan perumahan yang sesuai dengan hakekat dan fungsinya.

Perumahan yang merupakan sarana tempat tinggal dapat dikatakan sebagai wadah kehidupan manusia yang bukan hanya menyangkut aspek fisik dan teknis saja tetapi juga aspek sosial, ekonomi dan budaya dari para penghuninya, tidak hanya menyangkut kuantitas melainkan kualitas. Tidak hanya menyangkut tempat hunian atau rumah, tetapi juga tempat kerja, berbelanja, bersantai, dan wahana untuk berpergian (singkatnya meliputi Wisma, Karya, Marga, Suka) (Budiharjo, 1997).

Kementerian Negara Perumahan Rakyat pernah mencatat bahwa jumlah keluarga Indonesia yang belum memiliki rumah di Indonesia sebanyak 9,6 juta sampai dengan tahun 2007. Sementara itu pertumbuhan kebutuhan rumah bagi keluarga baru mencapai 800.000 unit per tahun. Kebutuhan rumah tersebut sangat sulit dipenuhi karena permintaan dan pasokan yang lemah. Dari sisi permintaan, misalnya, walaupun masyarakat sangat membutuhkan rumah, tetapi daya beli kebanyakan masyarakat Indonesia masih sangat rendah karena rendahnya penghasilan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Untuk itu perlu pengalihan orientasi dari membangun rumah ke membangun permukiman. Pengelolaan pembangunan permukiman harus memungkinkan berkembangnya prakarsa membangun dari masyarakat sendiri melalui mekanisme yang dipilihnya sendiri. Di pihak lain kemampuan membangun permukiman secara komunitas harus direspon secara tepat oleh pemerintah, sehingga kebutuhan akan identitas tetap terjaga dalam kerangka pembangunan permukiman. Kelangkaan prasarana dasar dan ketidakmampuan memelihara serta memperbaiki permukiman merupakan masalah utama dari perumahan dan permukiman yang ada.

Masyarakat perlu diikutsertakan secara aktif dalam proses pembangunan permukiman. Berdasarkan hal tersebut, maka upaya memperkuat kedudukan masyarakat guna mendampingi proses pembangunan yang disusun pemerintah menjadi suatu agenda yang penting untuk dilakukan. Dengan memberdayakan masyarakat untuk turun langsung membangun lingkungannya, maka masyarakat bisa merasakan langsung hasil yang telah dibangunnya.

Referensi

Dokumen terkait

KESESUAIAN PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA SUKOHARJO TERHADAP STANDAR PERUMAHAN IDEAL.. Diajukan Sebagai Syarat untuk Mencapai Jenjang Strata-1 Perencanaan Wilayah

Khusus area Poboya, nilai jual lahan pada saat ini yang masih terjangkau untuk dijadikan perumahan menjadi faktor lainnya yang menyebabkan para pebisnis perumahan

Dokumen ini memuat rumusan rencana, strategi dan target pencapaian yang bersifat kuantitatif dan operasional dari masing- masing indikator kinerja untuk mencapai tujuan dan

Muktiharjo Kidul dan Tlumpak merupakan dua lokasi perumahan di Kota Semarang yang melaksanakan program partisipasi masyarakat dengan mem- bentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)

Untuk mencapai tujuan tersebut maka sasaran yang harus dicapai meliputi analisis karakteristik masyarakat yang berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur perdesaaan,

Dari gambaran tersebut jelas bahwa dalam membangun perumahan untuk masyarakat yang dilakukan bukan secara swadaya, Pemerintah Daerah bertugas memastikan ketersediaan lahan,

Southeast Asian Journal of Islamic Education 123 mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan, pemanfaatan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan program atau proyek,

Rencana Program Bertitik tolak pada tujuan pendidikan Nasional serta dengan memperhatikan kendala yang dihadapi untuk mencapai tujuan, kami berupaya untuk mengotimalkan program