Ditujukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Informatika
Disusun oleh: Tadea Satya Pasatrina
035314031
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
i
to Obtain the Sarjana Teknik Degree in Department of Informatics Engineering
Created by
Tadea Satya Pasatrina
035314031
DEPARTMENT OF INFORMATICS ENGINEERING
FACULTY OF SCIENCE AND TECHNOLOGY
SANATA DHARMA UNIVERSITY
YOGYAKARTA
v
,
yang senantiasa membimbingku serta menemaniku dalam setiap
kesulitan yang harus kulewati dalam hidup.
,
yang telah rela memberikan hidup kalian untuk kehidupanku menjadi
lebih baik dan berarti.
,
yang tidak pernah bosan untuk selalu mendorongku menyelesaikan ini.
,
yang telah setia menemaniku dalam setiap proses jatuh bangunku.
vii
yaitu dengan cara pencatatan dalam buku. Hal tersebut menyebabkan masalah
seperti kesulitan dalam pengelolaan data dan pembuatan laporan. Kadang-kadang
bahkan harus dilakukan pendataan ulang ketika berkas yang diperlukan tidak pada
tempatnya. Dengan cara seperti itu pelayanan memang masih bisa berjalan namun
dirasa kurang efektif, oleh karena itu dibutuhkan sistem informasi asrama ibu
hamil yang memuat informasi terperinci dari masing-masing ibu hamil berikut
pengeluarannya maupun pelunasan piutangnya untuk meningkatkan efektivitas
layanan di asrama tersebut.
Sistem informasi ini memiliki fasilitas untuk melakukan pendataan
identitas ibu hamil beserta keluarga yang terkait, pencatatan transaksi keuangan
untuk kas masuk, kas keluar dan pelunasan piutang, pencatatan kejadian serah
terima ibu hamil maupun bayinya, laporan keuangan dan laporan status penghuni
asrama, serta pencatatan donatur bagi asrama.
Sistem ini dibuat sebagai aplikasi desktop dengan menggunakan Java
sebagai bahasa pemrograman dan didukung oleh MySQL5.0 dalam segi sistem
manajemen basisdatanya. Pembuatan antarmuka dibuat sesederhana mungkin
sehingga mudah dipahami oleh pengurus asrama dan mendukung kinerja mereka
viii
manually written in the book. It causes some problems such as the difficulties in
managing the data and generating reports. Sometime, it is necessary to reentry and
rearrange the data since it is not properly recorded. Eventhough, the service can
still be given, but it is not effective. Therefore, an information system of
pregnant-women shelter which contains detailed data for each woman including their
expenditures is needed to improve the effectivenes of the service in the shelter.
This information system provides facilities to record the identity of
pregnant-women of income transaction, total cost, data of maternity affair, finance
report, status report of dormitory occupant, and donation report.
This sytem was developed as desktop application using Java as
programming language and supported by MySQL5.0 as the database management
system. The user interface was designed as simple as possible such that it is easy
ix
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena dengan rahmatNya akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini
dengan baik. Dan di kesempatan ini pula, penulis ingin menyampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan
tugas akhir ini terutama kepada :
1. Ibu Ridowati Gunawan, S Kom., M.T., selaku dosen pembimbing
penulis yang telah banyak membantu, membimbing dan meluangkan
waktu untuk mendukung penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
2. Ibu Paulina Heruningsih Prima Rosa, S.Si.,M.Sc., dan Ibu Sri Hartati
Wijono, S.Si., M.Kom., selaku panitia penguji yang telah banyak
memberikan kritik dan saran terhadap kesempurnaan tugas akhir ini.
3. Bapak Puspaningtyas Sanjaya Adi, S.T., M.T., selaku Kaprodi Teknik
Informatika, yang telah memberi kesempatan dan kepercayaan sekali lagi
kepada penulis untuk menyelesaikan tugas akhir ini.
4. Keluarga tercinta, yang senantiasa memberikan doa, motivasi dan kasih
sayang kepada penulis untuk selalu berjuang dan optimis dalam
menyelesaikan tugas akhir ini.
5. Arkadius Anggalih dan Yuche Gita Magdalena, yang telah bersedia
bersusah payah memperbaiki hardisk-ku, tanpa bantuan kalian pastilah
masalah itu membutuhkan banyak biaya. Terima kasih kalian sudah
x
motor dan barang-barang pribadi lainnya demi mendukung kelancaran
penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
Dengan rendah hati saya menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu berbagai kritik dan saran untuk perbaikan tugas
akhir ini sangat saya harapkan. Akhir kata, semoga tugas akhir ini dapat
memberikan manfaat bagi semua pihak dengan segala kelebihan dan
kekurangannya.
Yogyakarta, 15 Oktober 2010
xi
HALAMAN PERSETUJUAN ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ... v
2.2. Analisis Dan Desain Berorientasi Objek ... 7
2.2.1. Analisis Berorientasi Objek (Object-Oriented Analysis/OOA) 7 2.2.2. Desain Berorientasi Objek (Object-Oriented Design/OOD) ... 8
2.3. UML (Unified Modelling Language)... 10
2.4. Java ... 13
xii
3.1.1. Gambaran Umum Sistem Yang Lama ... 22
3.1.2. Gambaran Umum Sistem Yang Baru ... 22
3.1.3. Orang Yang Terlibat Dalam Sistem ... 23
3.1.4. Diagram Blok Proses. ... 24
3.2.1. Perancangan Database ... 53
3.2.2. Perancangan User Interface... 60
3.2.3. Perancangan Halaman Output ... 65
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM ... 72
4.1. Pembuatan Database ... 72
4.2. Pembuatan Antarmuka ... 91
4.2.1. Tampilan Halaman Input ... 91
4.2.2. Tampilan Halaman Output ... 118
BAB V ANALISIS HASIL ... 125
5.1. Manfaat Dan Kemudahan Dari Sistem ... 125
5.2. Kelebihan Dan Kekurangan Dari Sistem ... 125
BAB VI PENUTUP ... 116
6.1. Kesimpulan ... 116
6.2. Saran ... 116
xiii
Gambar 3.1 Diagram Blok Proses ... 24
Gambar 3.2 Diagram Use Case Aplikasi X ... 25
Gambar 3.3 Gambar use case naratif update ibu hamil ... 26
Gambar 3.4 Gambar use case naratif update pihakL ... 26
Gambar 3.5 Gambar use case naratif update bayi ... 27
Gambar 3.6 Gambar use case naratif update dataortup... 27
Gambar 3.7 Gambar use case naratif update dataortuL ... 28
Gambar 3.8 Gambar use case naratif update laporan piutang ... 28
Gambar 3.9 Gambar use case naratif update rekapan piutang ... 29
Gambar 3.10 Gambar use case naratif update pengurus ... 29
Gambar 3.11 Gambar use case naratif update serah terima bayi ... 30
Gambar 3.12 Gambar use case naratif update serah terima ibu hamil ... 31
Gambar 3.13 Gambar use case naratif tambah biaya ... 31
Gambar 3.14 Gambar use case naratif update donatur ... 32
Gambar 3.15 Gambar use case naratif update kas masuk ... 32
Gambar 3.16 Gambar use case naratif update kas keluar ... 33
Gambar 3.17 Gambar use case naratif update pelunasan piutang ... 33
Gambar 3.18 Diagram sequence untuk memasukkan data ibu hamil ... 34
Gambar 3.19 Diagram sequence untuk mengubah data ibu hamil... 34
Gambar 3.20 Diagram sequence untuk menghapus data ibu hamil ... 35
xiv
Gambar 3.25 Diagram sequence untuk memasukkan dataortuP ... 37
Gambar 3 26 Diagram sequence untuk mengubah dataortuP ... 38
Gambar 3.27 Diagram sequence untuk memasukkan dataortuL ... 38
Gambar 3.28 Diagram sequence untuk mengubah dataortuL ... 39
Gambar 3.29 Diagram sequence untuk memasukkan data donatur ... 39
Gambar 3.30 Diagram sequence untuk mengubah data donatur... 40
Gambar 3.31 Diagram sequence untuk menghapus data donatur ... 40
Gambar 3.32 Diagram sequence untuk penerimaan titipan bayi ... 41
Gambar 3.33 Diagram sequence untuk pengambilan bayi titipan ... 41
Gambar 3.34 Diagram sequence untuk penerimaan ibu hamil ... 42
Gambar 3.35 Diagram sequence untuk pengambilan ibu hamil ... 42
Gambar 3.36 Diagram sequence untuk mencatat kas masuk ... 43
Gambar 3.37 Diagram sequence untuk mengubah data kas masuk ... 43
Gambar 3.38 Diagram sequence untuk mencetak transaksi kas masuk ... 44
Gambar 3.39 Diagram sequence untuk mencatat kas keluar ... 44
Gambar 3.40 Diagram sequence untuk mengubah data kas keluar ... 45
Gambar 3.41 Diagram sequence untuk mencetak transaksi kas keluar ... 45
Gambar 3.42 Diagram sequence untuk tambah transaksi pelunasan piutang . 46 Gambar 3.43 Diagram sequence untuk ubah transaksi pelunasan piutang ... 46
xv
Gambar 3.48 Diagram sequence untuk cetak rekapan piutang ... 49
Gambar 3.49 Diagram sequence untuk tambah data pengurus ... 49
Gambar 3.50 Diagram sequence untuk ubah data pengurus ... 50
Gambar 3.51 Diagram sequence untuk hapus data pengurus ... 50
Gambar 3.52 Diagram sequence untuk tambah biaya ... 51
Gambar 3.53 Gambar Diagram Kelas ... 52
Gambar 3.54 Gambar Perancangan Halaman Pendaftaran Penitipan Ibu Hamil ... 60
Gambar 3.55 Gambar Perancangan Halaman Cetak Serah-Terima Bayi ... 60
Gambar 3.56 Gambar Perancangan Halaman Cetak Serah-Terima Ibu Hamil 61 Gambar 3.57 Gambar Perancangan Halaman Donatur ... 61
Gambar 3.58 Gambar Perancangan Halaman Kas Masuk ... 62
Gambar 3.59 Gambar Perancangan Halaman Kas Keluar ... 62
Gambar 3.60 Gambar Perancangan Halaman Laporan Piutang Ibu ... 63
Gambar 3.61 Gambar Perancangan Halaman Pelunasan Piutang ... 63
Gambar 3.62 Gambar Perancangan Halaman Rekapan Piutang ... 64
Gambar 3.63 Gambar Perancangan Halaman Pengurus ... 64
Gambar 3.64 Gambar Perancangan Halaman Olah Biaya ... 65
xvi
Gambar 3.68 Gambar Perancangan Bukti Pengambilan Ibu yang Telah
Melahirkan ... 67
Gambar 3.69 Gambar Perancangan Bukti Penitipan Bayi ... 67
Gambar 3.70 Gambar Perancangan Bukti Perjanjian Pernyataan Penitipan Bayi ... 68
Gambar 3.71 Gambar Perancangan Bukti Penitipan Ibu Dan Anak Terlantar ... 68
Gambar 3.72 Gambar Perancangan Bukti Pengambilan Bayi Titipan ... 69
Gambar 3.73 Gambar Perancangan Bukti Penerimaan Kas Masuk ... 69
Gambar 3.74 Gambar Perancangan Bukti Kas Keluar... 70
Gambar 3.75 Gambar Perancangan Bukti Pelunasan Piutang ... 70
Gambar 3.76 Gambar Perancangan Bukti Laporan Piutang ... 71
Gambar 3.77 Gambar Perancangan Bukti Rekapan Piutang ... 71
Gambar 4.1 Gambar Tabel biaya ... 73
Gambar 4.2 Gambar Tabel cetakbayi... 74
Gambar 4.3 Gambar Tabel cetakibuhamil ... 75
Gambar 4.4 Gambar Tabel dataanakortu ... 76
Gambar 4.5 Gambar Tabel datadonatur ... 77
Gambar 4.6 Gambar Tabel dataortul ... 78
xvii
Gambar 4.11 Gambar Tabel kasgldetail_temp... 85
Gambar 4.12 Gambar Tabel laporanpiutang ... 86
Gambar 4.13 Gambar Tabel nourutkas ... 86
Gambar 4.15 Gambar Tabel pegawai... 87
Gambar 4.16 Gambar Tabel pelunasan ... 88
Gambar 4.17 Gambar Tabel pelunasandetail ... 88
Gambar 4.18 Gambar Tabel pelunasandetail_temp ... 89
Gambar 4.19 Gambar Tabel t_akunutama ... 90
Gambar 4.21 Gambar Tabel user_table ... 91
Gambar 4.22 Gambar Halaman Menu Utama... 92
Gambar 4.23 Gambar Halaman Menu Master Data... 92
Gambar 4.24 Gambar Halaman Menu Data Ibu Hamil ... 95
Gambar 4.25 Gambar Informasi Simpan Data Ibu Hamil ... 96
Gambar 4.26 Gambar Informasi Update Data Ibu Hamil ... 97
Gambar 4.27 Gambar Halaman Menu Data Donatur... 97
Gambar 4.28 Gambar Halaman Menu Data Pengurus ... 98
Gambar 4.29 Gambar Halaman Menu Data Biaya ... 99
Gambar 4.30 Gambar Halaman Menu Serah Terima Ibu Hamil ... 102
Gambar 4.31 Gambar Informasi Data Bayi ... 103
xviii
Gambar 4.36 Gambar Halaman Menu Edit Kas Masuk ... 107
Gambar 4.37 Gambar Halaman Menu Kas Keluar ... 108
Gambar 4.38 Gambar Pesan Total Tagihan Piutang Belum Terbayar ... 109
Gambar 4.39 Gambar Pesan Pembayaran Piutang ... 112
Gambar 4.40 Gambar Halaman Menu Pelunasan Piutang Ibu ... 112
Gambar 4.41 Gambar Halaman Menu Pelunasan Piutang Ibu ... 114
Gambar 4.42 Gambar Halaman Menu Rekap Piutang Ibu Hamil ... 115
xix
Tabel 2.1 Operator Assignment ... 14
Tabel 2.2 Penggunaan Operator Logika... 16
Tabel 3.1 Tabel data pihak perempuan ... 53
Tabel 3.2 Tabel data orang tua perempuan dan laki-laki ... 55
Tabel 3.3 Tabel data anak orang tua ... 56
Tabel 3.4 Tabel data donatur ... 57
Tabel 3.5 Tabel data cetak bayi... 57
Tabel 3.6 Tabel data cetak ibu hamil ... 57
Tabel 3.7 Tabel data kas... 58
Tabel 3.8 Tabel detil data kas ... 58
Tabel 3.9 Tabel data pelunasan ... 59
Tabel 3.10 Tabel detil data pelunasan ... 59
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Fenomena pergaulan bebas di masyarakat kita terlebih di kalangan kaum
muda usia produktif tidak dipungkiri keberadaannya, hingga timbul masalah
seperti perempuan hamil di luar nikah ataupun bayi lahir di luar status pernikahan,
kasus pengguguran janin secara ilegal, penyebaran penyakit seperti HIV yang
semakin meningkat, kekerasan terhadap perempuan hingga pada permasalahan
moral masyarakat. Banyaknya kasus yang timbul seiring waktu semakin menjadi
sorotan banyak pihak, baik dari lembaga agama, pemerintah, ataupun dari
lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Kepedulian tersebut tak terkecuali juga
datang dari salah satu konggregasi besar yang berkembang di Indonesia, yaitu
konggregasi C, yang terpanggil untuk ikut serta membantu dengan mendirikan
suatu tempat dinamakan K, yaitu sebuah lokasi yang menyediakan tempat tinggal
sementara yang menyerupai asrama bagi ibu hamil di luar nikah sampai mereka
melahirkan, yang masih mempunyai masalah yang belum terselesaikan berkaitan
tentang kejelasan status kehamilannya.
Asrama untuk ibu hamil ini dikepalai oleh seorang suster kepala dan dibantu
beberapa orang dalam mengurusnya. Namun dengan melihat kondisi pelayanan
yang selama ini masih dilakukan secara manual, timbul masalah seperti lamanya
waktu dalam pengumpulan data lengkap untuk identitas tiap ibu hamil yang
ditampung maupun untuk perincian pemasukan dan biaya yang terpakai maupun
saat pelunasan biaya seringkali terbengkalai. Terkadang dilakukan pendataan
ulang ketika berkas penting tidak pada tempatnya atau mungkin kelupaan dari
pengurus asrama yang menyimpannya. Dengan cara seperti itu pelayanan
memang masih bisa berjalan namun dirasa kurang efektif dan efisien, untuk itu
dengan pembangunan sistem ini diharapkan mampu mengatasi masalah tersebut
di atas sehingga lebih mendukung pengurus asrama dalam melakukan
pelayanannya terhadap ibu hamil yang mereka terima di lokasi.
1.2 Rumusan Masalah
Inti dari penulisan tugas akhir ini adalah bagaimana membangun sistem
informasi untuk asrama ibu hamil yang memuat informasi terperinci dari
masing-masing ibu hamil berikut pengeluaran dan pada saat pembayarannya dengan
menggunakan Java sebagai bahasa pemrograman yang didukung oleh MySQL
dalam segi basis data.
1.3 Batasan Masalah
Penulisan tugas akhir ini memiliki batasan masalah yang meliputi hal-hal
sebagai berikut :
1. Aplikasi yang dibuat tidak termasuk sebuah rekam medis bagi ibu
hamil maupun bayi yang nantinya lahir.
2. Aplikasi yang dibuat bukanlah sebuah aplikasi berbasis web.
3. Aplikasi tidak menangani seandainya terjadi proses adopsi bayi yang
lahir dari ibu hamil yang pernah tinggal di lokasi.
5. Aplikasi belum mendukung keamanan sistem baik dalam hal pertukaran
data maupun administrasi sistem.
6. Aplikasi tidak menangani data para pengurus lokasi secara mendetail.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan
Adalah untuk membangun sebuah aplikasi berbasis java yang dapat
memberikan informasi terperinci mengenai ibu hamil beserta latar
belakang masalah maupun keluarganya, juga kepentingan yang
menyangkut pengeluaran ibu hamil tersebut beserta saat
pembayarannya.
2. Manfaat
Memberikan kemudahan kepada para pengelola karya sosial dalam
melakukan pelayanan secara lebih intensif dan efektif terhadap
penanganan kasus perempuan hamil, serta kemudahan dalam
pengelolaan data yang ada.
1.5 Metode Penelitian
1. Studi Literatur
Mempelajari dan memahami konsep-konsep tentang sistem informasi
yang diimplementasikan dalam sebuah asrama ibu hamil serta mempelajari
terapan dari perangkat lunak Java dan MySQL. Bahan referensi diperoleh
2. Analisis Sistem
Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis berorientasi
objek (Object Oriented Analysis) dengan menggunakan UML (Unified
Modelling Language). Pada tahap ini dilakukan pengumpulan
kebutuhan-kebutuhan dan penentuan bagian-bagian informasi mana yang diperlukan
oleh aktor atau pengguna sistem. Pemodelan kebutuhan ini
direpresentasikan dengan use case diagram. Kemudian untuk pemodelan
proses dibuat dengan menggunakan sequence diagram.
3. Desain Sistem
Merancang sistem berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan.
Desain sistem yang digunakan merupakan perancangan berorientasi objek
(Object Oriented Design) yang terdiri dari class diagram serta perancangan
antarmuka.
4. Implementasi
Mengimplementasikan hasil rancangan ke dalam bentuk program.
Hasil tahap ini adalah sebuah sistem yang dapat dioperasikan.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam penyusunan laporan tugas akhir ini sebagai
berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Memberikan gambaran umum tentang keseluruhan sistem yang
dan manfaat penulisan, metode penulisan serta sistematika
penulisan tugas akhir ini.
BAB II LANDASAN TEORI
Menjelaskan teori-teori mengenai sistem informasi, analisis
berorientasi objek, perancangan berorientasi objek, bahasa
pemrograman Java dan MySql secara singkat.
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
Menjelaskan secara rinci tentang analisa dan desain sistem yang
akan dibangun.
BAB IV IMPLEMENTASI
Menjelaskan proses pembuatan atau implementasi sistem sesuai
dengan desain yang telah dibuat. Proses mengubah analisis dan
perancangan ke dalam bentuk kode program.
BAB V ANALISIS HASIL
Memuat analisa terhadap sistem yang dibuat, apa yang menjadi
kelemahan-kelemahan sistem.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Memuat kesimpulan dari hasil pembangunan sistem dan saran
untuk pengembangan sistem lebih lanjut berdasarkan pada analisa
6 2.1. Sistem Informasi
“Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu
kegiatan atau untuk menyelasaikan suatu sasaran tertentu “ (Jogiyanto,
1995).
Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut : “Informasi adalah data
yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya” (Jogiyanto, 1995).
“Sistem Informasi merupakan pengaturan orang, data, proses dan
teknologi informasi yang berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses,
menyimpan dan menyediakan sebagai output informasi yang diperlukan
untuk mendukung sebuah organisasi” (Whitten, 2004).
Penjelasan mengenai arti kata asrama berarti bangunan tempat tinggal
bagi kelompok orang untuk sementara waktu, terdiri dari sejumlah kamar
2.2. Analisis Dan Desain Berorientasi Objek
2.2.1 Analisis Berorientasi Objek (Object-Oriented Analysis/OOA)
Analisis berorientasi objek, merupakan suatu pendekatan yang
digunakan untuk mempelajari objek yang sudah ada untuk
mengetahui apakah mereka dapat digunakan kembali atau diadaptasi
untuk pemakaian baru, atau menentukan satu objek baru atau yang
dimodifikasi yang akan digabung dengan objek yang sudah ada ke
dalam suatu aplikasi komputasi bisnis yang sangat berharga
(Whitten, 2004).
Teknik analisis berorientasi objek merupakan alat terbaik yang
dapat digunakan untuk sebuah proyek yang akan
mengimplementasikan sistem yang menggunakan teknologi objek
untuk membangun, mengelola, dan merakit objek-objek itu menjadi
aplikasi komputer yang berguna.
Sementara itu, arti objek (object) sendiri adalah sesuatu yang
dapat dilihat, disentuh, atau dirasakan dan user menyimpan data serta
mencatat perilaku mengenai sesuatu itu.
Ada 3 kegiatan umum dalam melakukan analisis berorientasi
objek, yaitu :
1. Memodelkan fungsi sistem.
2. Menemukan dan mengidentifikasi objek bisnis.
3. Mengorganisir objek dan mengidentifikasi hubungan
2.2.2 Desain Berorientasi Objek (Object-Oriented Design/OOD)
Desain berorientasi objek, merupakan sebuah pendekatan yang
digunakan untuk menentukan solusi perangkat lunak khususnya pada
objek yang berkolaborasi, atribut mereka, dan metode mereka
(Whitten, 2004). Desain berorientasi objek merupakan kelanjutan
dari proses analisis berorientasi objek. Terdapat tiga jenis objek,
yaitu :
1. Objek Entiti (Entity Object), adalah sebuah objek yang berisi
informasi yang berhubungan dengan bisnis yang bersifat
menetap dan disimpan pada sebuah database. Biasanya berkaitan
dengan item-item pada kehidupan nyata dan memuat informasi,
biasa disebut atribut, yang menjelaskan contoh-contoh yang
berbeda dari entiti.
Simbol :
2. Objek Antarmuka (Interface Object), adalah sebuah objek yang
menyediakan peralatan di mana pengguna dapat mengantarmuka
dengan sistem tersebut. Pengguna berkomunikasi dengan sistem
melalui objek antarmuka. Tanggung jawab objek antarmuka
a. Menerjemahkan input pengguna ke dalam informasi yang
dapat dipahami oleh sistem dan digunakan untuk
memproses peristiwa bisnis.
b. Mengambil data yang berkaitan dengan peristiwa bisnis dan
menerjemahkan data tersebut untuk memberikan presentasi
yang tepat kepada pengguna.
Simbol :
3. Objek Kontrol (Control Object), adalah objek yang berisi logika
aplikasi yang bukan merupakan tanggung jawab entity objek.
Objek kontrol (control object) mengkoordinasi pesan antara
objek antarmuka dan objek entiti dan sekuensi di mana pesan
terjadi. Dengan mengelola atau mengarahkan interaksi antara
objek, maka objek kontrol memperbolehkan skenario untuk
menjadi tangguh dan menyederhanakan tugas pemeliharaan
proses sekali proses tersebut diimplementasikan. Aturan utama
adalah, dalam sebuah use case, sebuah objek kontrol harus
digabungkan dengan sebuah dan hanya sebuah aktor.
2.3. UML (Unified Modelling Language)
UML menawarkan diagram yang dikelompokkan menjadi 5 perspektif
berbeda untuk memodelkan suatu sistem. Berikut menjelaskan berbagai
diagram UML serta tujuannya :
1. Diagram Model Use-Case
Diagram use-case secara grafis menggambarkan interaksi antara sistem,
sistem eksternal, dan pengguna. Dengan kata lain, secara grafis
mendeskripsikan siapa yang akan menggunakan sistem dan dalam cara
apa pengguna mengharapkan interaksi dengan sistem itu. Use-case
naratif digunakan untuk secara tekstual menggambarkan sekuensi
langkah-langkah dari setiap interaksi.
2. Diagram Struktur Statis
UML menawarkan 2 diagram untuk memodelkan struktur sistem
informasi statis, yaitu :
a. Diagram kelas, menggambarkan struktur objek sistem. Diagram ini
menunjukkan kelas objek yang menyusun sistem dan juga
hubungan antara kelas objek tersebut.
b. Diagram objek, serupa dengan diagram kelas, tetapi daripada
menggambarkan kelas objek, diagram objek malahan memodelkan
atribut instance. Diagram ini tidak digunakan sesering diagram
kelas, tetapi saat digunakan, dapat membantu seorang developer
untuk memahami struktur sistem secara lebih baik.
3. Diagram Interaksi
Diagram interaksi memodelkan sebuah interaksi, terdiri dari satu set
objek, hubungan-hubungannya, dan pesan yang terkirim di antara
objek. Model diagram ini memodelkan behavior sistem yang dinamis
dan UML memiliki dua diagram untuk tujuan ini, yaitu :
a. Diagram rangkaian/sekuensi, secara grafis menggambarkan
bagaimana objek berinteraksi dengan satu sama lain melalui pesan
pada eksekusi sebuah use case atau operasi. Diagram ini
mengilustrasikan bagaimana pesan terkirim dan diterima di antara
objek dan dalam sekuensi apa.
b. Diagram kolaborasi, serupa dengan diagram rangkaian/sekuensi,
tetapi tidak fokus pada timing atau “sekuensi” pesan. Diagram ini
malahan menggambarkan interaksi (atau kolaborasi) antara objek
dalam sebuah format jaringan.
4. Diagram State (State Diagram)
Diagram bagian ini juga memodelkan behaviour dinamis dari sistem.
UML memiliki sebuah diagram untuk memodelkan behavior objek
khusus yang kompleks (diagram statechart) dan sebuah diagram untuk
a. Diagram statechart, digunakan untuk memodelkan behavior objek
khusus yang dinamis. Diagram ini mengilustrasikan siklus hidup
objek-berbagai keadaan yang dapat diasumsikan oleh objek dan
event-event yang menyebabkan objek beralih dari satu state ke
state lain.
b. Diagram aktivitas, secara grafis digunakan untuk menggambarkan
rangkaian aliran aktifitas baik proses bisnis atau use case. Diagram
ini juga dapat digunakan untuk memodelkan action yang dilakukan
saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action
tersebut.
5. Diagram Implementasi
Diagram implementasi juga memodelkan struktur sistem informasi,
yakni :
a. Diagram komponen, digunakan untuk menggambarkan organisasi
dan ketergantungan komponen-komponen software sistem.
Diagram ini dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana kode
pemrograman dibagi menjadi modul-modul (atau komponen).
b. Diagram penguraian/deployment, mendeskripsikan arsitektur fisik
dalam istilah “node” untuk hardware dan software dalam sistem.
Diagram ini menggambarkan konfigurasi komponen-komponen
software run-time, prosesor, dan peralatan yang membentuk
2.4. Java
Java adalah bahasa pemrograman serbaguna. Dikembangkan oleh
Sun Microsystems pada Agustus 1991, dengan nama semula Oak. Konon
Oak adalah pohon semacam jati yang terlihat dari jendela tempat
pembuatnya, James osling, bekerja. Ada yang mengatakan bahwa Oak
adalah singkatan dari “Object Application Kernel”, tetapi ada yang
menyatakan hal itu muncul setelah nama Oak diberikan. Pada Januari 1995,
karena nama Oak dianggap kurang komersial, maka diganti dengan Java.
Salah satu sifat Java adalah tidak bergantung pada platform, artinya dapat
dijalankan pada sembarang komputer dan bahkan sembarang sistem operasi.
Ketidakbergantungan terhadap platform sering dinyatakan dengan istilah
portabilitas, yang tidak hanya sebatas pada program sumber (source code),
melainkan juga pada tingkat kode biner yang disebut bytecode.
Tipe dan variabel merupakan salah satu elemen yang sangat
penting dalam pemrograman, tak terkecuali dalam Java. Variabel dalam
Java harus didefinisikan dulu tipe datanya secara eksplisit. Berikut adalah
beberapa tipe data :
1. Tipe data integer, ada 4 tipe data integer dalam Java yaitu byte, short,
int dan long.
2. Floating point, merupakan tipe data primitif dalam Java dan digunakan
untuk menangani bilangan floating point. Ada dua macam floating
menempati 4 bytes di memori, dan double, yang memiliki nilai -1.7 x
10308 sampai +1.7 x 10308.
3. Boolean, dalam java dikenal tipe data boolean yang terdiri atas dua nilai
saja, yaitu true atau false. Pendeklarasian tipe data boolean bisa tanpa
nilai awal dan bisa dengan nilai awal.
4. String, dalam Java String sebenarnya adalah objek dari class String
yang merupakan class standar dalam java, yang digunakan untuk
menangani string.
5. Array, array bukan tipe data melainkan struktur data yaitu suatu
kesatuan variabel dengan tipe yang sama dan yang dapat menyimpan
data lebih dari satu dengan menggunakan indeks angka integer.
Dalam bahasa pemrograman Java, biasanya menggunakan
beberapa operator dalam penulisannya, operator-operator tersebut antara
lain :
1. Operator Aritmetika
Dalam Java, kita menggunakan tanda (+) untuk penjumlahan, (-)
untuk pengurangan, (*) untuk perkalian, (/) untuk pembagian, dan (%)
untuk mendapatkan hasil sisa pembagian.
2. Operator Assignment
Berikut adalah contoh dari operator assignment :
Tabel 2.1 Operator Assignment
X / = Y X = X / Y X % = Y X = X % Y
3. Operator Increament dan Decrement
Operator increament adalah ++ yang berarti naik satu unit.
Apabila int, ++a memiliki nilai yang sama dengan a=a+1. ada dua versi
operator ini yaitu, prefix yang berarti operator digunakan sebelum
variabel atau ekpresi, dan postfix yang berarti operator digunakan
sesudah variabel atau ekpresi.
4. Operator Relasi
Operator ini menghasilkan nilai boolean dan menggunakan
operator berikut :
> : lebih dari
< : kurang dari
>= : lebih dari atau sama dengan
<= : kurang dari atau sama dengan
= = : sama dengan
!= : tidak sama dengan
Operator ini sering digunakan untuk kontrol program, misalnya
pada pengkondisian if. Untuk String, dapat digunakan metode equals
5. Operator Logical
Operator ini digunakan untuk ekspresi logikal yang menghasilkan nilai
boolean, yaitu AND (&&), OR (||) dan NOT (!). berikut adalah tabel
penggunaan dari operator logika :
Tabel 2.2 Penggunaan Operator Logika
A B A || B A && B
program yaitu pengkondisian dan looping.
1. Pengkondisian
Pengkondisian mengatur alur program berdasarkan pada kondisi
tertentu yang didefinisikan. Untuk masalah dengan satu atau dua
percabangan dapat digunakan statement if dan else, untuk multiple
alternatif dapat digunakan if...elseif dan switch.
a. Statement if
Digunakan jika satu atau lebih operasi akan dilaksanakan apabila
syaratnya (kondisinya) terpenuhi atau bernilai true. Sintaks-nya
adalah :
if (kondisi)
{
operasi program;
b. Statement if....else
Pada statement if....else ditemui adanya dua alternatif operasi
program yang akan dijalankan. Apabila operasi pertama memenuhi
kondisi maka akan dijalankan, tetapi bila tidak memenuhi kondisi
maka operasi kedua akan dijalankan. Sintaks-nya adalah :
if (kondisi)
Statement elseif digunakan apabila terdapat beberapa kondisi
yang berbeda-beda yang masing-masing kondisi memiliki operasi
program yang akan dijalankan apabila kondisi tersebut terpenuhi.
else
{
Operasi program 4;
}
d. Statement switch
Seperti halnya if..elseif, switch juga digunakan untuk memilih
berdasar banyak pilihan (kondisi) dimana masing-masing pilihan akan
menghasilkan pernyataan atau aksi yang berlainan sesuai dengan
pilihan yang dilakukan. Biasanya penggunaan switch berkaitan
dengan menu dimana apabila menu pertama dipilih maka switch akan
menjalankan blok dari case 1, lalu apabila menu kedua dipilih maka
switch akan menjalankan blok dari case 2, demikian seterusnya.
Sintaks-nya adalah :
switch(ekspresi)
{
case <ekspresi konstanta>; <pernyataan>...
break;
case yang lain...
default: <pernyataan>...
}
2. Looping
Kontrol looping atau pengulangan dalam program Java dapat
menggunakan while, do-while atau for.
a. while
Selama ekspresi boolean bernilai benar/true, blok pernyataan akan
dijalankan terus menerus. Sintaks-nya adalah :
while(kondisi)
{ blok pernyataan }
b. do-while
Perbedaan utama antara while dan do-while adalah pada do-while
pernyataan dijalankan terlebih dahulu minimal satu kali sedangkan
pada while memungkinkan pernyataan sama sekali tidak dijalankan
apabila kondisi boolean pada saat pertama kali sudah salah.
Sintaks-nya adalah :
do {
blok pernyataan
} while(kondisi);
c. for
Loop dengan for melakukan inisialisasi sebelum iterasi/loop
pertama, kemudian melakukan test kondisional dan pada akhir dari tiap
iterasi melakukan penambahan atau pengurangan pada variabel yang
digunakan sebagai basis pengkondisian untuk perulangan. Sintaks-nya
adalah :
for (inisialisasi;kondisi;penaikan_penurunan) {
pernyataan_pernyataan;
}
Setiap program pasti tidak akan bebas dari bug atau kesalahan.
Dalam bahasa pemrograman Java digunakan exception handling untuk
penanganan/penelusuran kesalahan. Untuk menangkap exception, digunakan
try
{
Blok yang akan ditangkap sekiranya terjadi
eksepsi
} catch (Exception e) {
Blok yang akan dijalankan jika terjadi eksepsi
}
Selain dengan cara menambahkan blok try/catch, cara yang lain
dalam menangkap eksepsi adalah dengan melemparkan eksepsi (throw
exception) pada suatu fungsi yang mempunyai eksepsi.
2.5. MySQL 5.0
MySQL merupakan database yang dikembangkan dari bahasa SQL
(Structured Query Language) yang digunakan untuk berkomunikasi dengan
suatu database. Berdasarkan ANSI (American National Standard Institute), SQL
merupakan bahasa standar untuk relational database management systems.
Pernyataan-pernyataan SQL digunakan untuk melakukan fungsi-fungsi seperti
update data pada database, atau pengambilan data dari database.
Pernyataan-pernyataan SQL dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu :
1. Data Manipulation Languange (DML)
Pernyataan DML berkaitan dengan data, baik pengambilan atau
pemodifikasian data supaya tetap up-to-date. Berikut pernyataan DML,
antara lain:
a. SELECT, pernyataan ini digunakan untuk query dan menampilkan
data dari sebuah database. Pernyataan select menspesifikasikan kolom
b. INSERT, pernyataan ini digunakan untuk mengisi tabel yang baru
dibuat atau menambahkan baris/record baru pada tabel yang sudah
dibuat.
c. DELETE, pernyataan ini digunakan untuk menghapus sebuah baris
tertentu atau sekumpulan baris dari sebuah tabel.
d. UPDATE, pernyataan ini digunakan untuk mengubah nilai dari suatu
kolom atau sekumpulan kolom pada suatu tabel.
2. Data Definition Language (DDL)
Sedangkan pernyataan DDL berkaitan dengan pembuatan atau pengubahan
tabel dan objek-objek database lainnya seperti view dan index. Berikut
pernyataan DDL, di antaranya:
a. CREATE TABLE
Pernyataan ini digunakan untuk membuat tabel dengan nama kolom
yang ditentukan oleh pengguna.
b. DROP TABLE
Pernyataan ini digunakan untuk menghapus semua baris/record dan
menghapus definisi tabel dari database.
c. ALTER TABLE
Pernyataan ini digunakan untuk menambah atau menghapus sebuah
22 3.1. Analisis Sistem
3.1.1. Gambaran Umum Sistem Yang Lama
Sistem yang selama ini berjalan masih manual dalam semua
kegiatannya, baik pencatatan data identitas dari perempuan hamil yang akan
masuk, pengurusan identitas bayi, maupun pembuatan laporan ketika
perempuan tersebut akan keluar dari lokasi. Form diketik dengan mesin tik
kemudian diberikan kepada calon anggota asrama ibu hamil untuk
kemudian diisi. Setelah berkas lengkap, kemudian diambil lagi oleh
pengurus karya sosial dan kemudian disimpan dan disatukan dengan berkas
yang lain di kantor. Kadangkala pengurus membutuhkan waktu agak lama
ketika akan memproses suatu berkas karena untuk dapat menemukan berkas
yang dimaksud membutuhkan waktu tersendiri, apalagi ketika pengurus
tersebut kelupaan meninggalkan berkas yang dimaksud sebelumnya.
Kegiatan pencarian berkas seringkali membutuhkan tenaga tersendiri.
Selama ini pengelolaan karya sosial dipegang oleh beberapa orang saja.
Sehingga dengan proses yang masih manual itu sedikit sulit jika diinginkan
pergantian pengurus.
3.1.2. Gambaran Umum Sistem Yang Baru
Sistem yang baru berusaha memperbaiki kelemahan dari sistem yang
mampu menangani banyak kegiatan baik pengarsipan maupun pengolahan
data hingga pencetakan laporan, sangat membantu para pengurus dalam
menjalankan keseharian karya sosial tersebut. Aplikasi ini dibangun dengan
menggunakan bahasa pemrograman Java yang dikombinasikan dengan
teknologi MySql dari sisi basis data. Aplikasi ini akan berada di kantor
pengurus, sehingga mempermudah pengurus menangani sirkulasi kegiatan
yang ada, apalagi ketika ada anggota asrama ibu hamil yang baru masuk.
Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan nantinya ketika terjadi pergantian
pengurus tidak mengalami kesulitan dalam penyesuaian pengarsipan yang
telah dilakukan oleh pengurus sebelumnya dan segala informasi dari
anggota asrama yang sudah keluar tetap tersimpan dengan aman.
3.1.3. Orang Yang Terlibat Dalam Sistem
Adapun aktor yang terlibat dalam sistem ini adalah pengurus, aktor
ini bertugas melakukan semua kegiatan seperti update, seperti tambah data
(input), ubah data (edit), dan menghapus data yang ada (delete) maupun
pencetakan.
3.1.4. Diagram Blok Proses
Gambaran sistem baru yang nantinya akan dibangun, secara garis
24
3.1.5. Use Case Diagram
Diagram use case aplikasi karya sosial dapat dilihat pada gambar 3.2
di bawah ini :
3.1.6. Use Case Naratif
3.1.6.1. Use Case Naratif Update Ibu Hamil
Nama Use Case Update Ibu Hamil
Tipe Use Case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi
Sumber Kartu keluarga, surat nikah, KTP
Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -
Stakeholder yang
berminat lain -
Deskripsi
Use case ini mendeskripsikan kegiatan memasukkan identitas ibu hamil yang masuk ke asrama. Selain itu disertakan juga identitas pelengkapnya meliputi data mengenai kehamilan dan status pernikahannya. Kegiatan tersebut dilakukan oleh pengurus dan selain berupa proses tambah, edit, hapus, juga terdapat proses pencarian data serta pencetakan dokumen keluarga.
Gambar 3.3 Gambar use case naratif update ibu hamil
3.1.6.2. Use Case Naratif Update PihakL
Nama Use Case Update pihakL
Tipe Use Case
Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -
Stakeholder yang berminat lain
-
Deskripsi Use case ini mendiskripsikan kegiatan memasukkan identitas calon ayah bayi/pihakL sebagai pelengkap identitas ibu hamil. Berupa data identitas diri dan status pernikahannya. Use case ini dapat dieksekusi setelah update ibu hamil dijalankan.
3.1.6.3. Use Case Naratif Update Bayi
Nama Use Case Update bayi
Tipe Use Case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi
Sumber Surat keterangan lahir Pelaku Bisnis Utama Pengurus
Pelaku Partisipan Lain - Stakeholder yang berminat lain
-
Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan memasukkan data bayi ketika ibu sudah melahirkan. Data berupa identitas diri bayi disertai keterangan yang menjelaskan saat bayi tersebut lahir. Kegiatan ini dilakukan oleh pengurus dan setelah data bayi terisi baru bisa dilakukan use case serah terima bayi.
Gambar 3.5 Gambar use case naratif update bayi
3.1.6.4. Use Case Naratif Update DataortuP
Nama Use Case Update dataortuP
Tipe Use Case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi
Sumber Kartu keluarga Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -
Stakeholder yang berminat lain
-
Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan memasukkan data keluarga kandung si ibu hamil. Data yang dimasukkan harus sesuai dengan data yang tertera dalam kartu keluarga. Selain itu juga terdapat fasilitas pencetakan data keluarga.
Gambar 3.6 Gambar use case naratif update dataortup
3.1.6.5. Use Case Naratif Update DataortuL
Nama Use Case Update dataortuL
Tipe Use Case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi
Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -
Stakeholder yang berminat lain
-
Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan memasukkan data keluarga dari si calon ayah bayi. Data yang dimasukkan harus sesuai dengan yang tertera di kartu keluarga. Selain itu juga terdapat fasilitas pencetakan berkas tersebut.
Gambar 3.7 Gambar use case naratif update dataortuL
3.1.6.6. Use Case Naratif Update Laporan Piutang
Nama Use Case Update Laporan Piutang
Tipe Use Case
Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -
Stakeholder yang berminat lain
-
Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan menampilkan catatan piutang yang dimiliki oleh masing-masing ibu hamil secara terperinci. Masukan yang diminta berupa no registrasi ibu hamil dan rentang tanggal yang diinginkan. Detil piutang ditampilkan berurutan sesuai dengan tanggal kejadian disertai dengan keterangan penggunaannya juga besaran nominal yang terpakai. Pengurus juga dapat melakukan pencetakan berkas ini, dan juga terdapat fasilitas pencarian data ibu hamil. Use case ini tidak dapat dijalankan apabila ibu hamil belum terdaftar.
Gambar 3.8 Gambar use case naratif update laporan piutang
3.1.6.7. Use Case Naratif Update Rekapan Piutang
Nama Use Case Update Rekapan Piutang
Tipe Use case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi
pelunasan piutang Pelaku Bisnis Utama Pengurus
Pelaku Partisipan Lain - Stakeholder yang
berminat lain
-
Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan menampilkan catatan piutang seluruh ibu hamil yang pernah tinggal di lokasi asrama. Detil piutang yang ditampilkan hanya berupa nominal keseluruhan piutang, kemudian nominal yang sudah terlunasi dan selisih antara keduanya, dari masing-masing no registrasi. Selain itu disertakan informasi mengenai status masing-masing ibu hamil tersebut apakah masih aktif, yang berarti ibu hamil tersebut masih berada di asrama, atau sudah keluar. Kegiatan lain dari use case ini yaitu pencetakan berkas laporan rekap piutang.
Gambar 3.9 Gambar use case naratif update rekapan piutang
3.1.6.8. Use Case Naratif Update Pengurus
Nama Use Case Update pengurus
Tipe Use Case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi
Sumber Data pengurus asrama Pelaku Bisnis Utama Pengurus
Pelaku Partisipan Lain - Stakeholder yang
berminat lain
-
Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan memasukkan data pengurus asrama. Data pengurus ini nantinya akan digunakan ketika use case lainnya dilakukan, seperti use case kas keluar, kas masuk, pelunasan piutang, serah terima ibu hamil, dan serah terima bayi. Data yang dimasukkan tidak terperinci seperti data ibu hamil, hanya berupa nama saja, sedangkan pemberian kode pengurus dilakukan secara otomatis. Dalam use case ini tidak ada fasilitas pencetakan berkas pengurus, karena dianggap tidak terlalu dibutuhkan berkas tersebut untuk dicetak.
3.1.6.9. Use Case Naratif Update Serah Terima Bayi
Nama Use Case Update Serah Terima Bayi
Tipe Use Case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi
Sumber Data bayi
Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -
Stakeholder yang berminat lain
-
Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan pencatatan kejadian saat terjadi proses penitipan bayi dan pengambilan bayi titipan oleh keluarga. Pencatatan yang dilakukan meliputi kedua belah pihak, yaitu pihak pengurus yang menerima dan pihak keluarga yang menitipkan bayi beserta lokasi yang dipilih sebagai tempat tinggal selanjutnya bagi bayi tersebut apabila dalam waktu yang telah disepakati ternyata pihak keluarga belum juga membawa pulang bayi tersebut. Ada 4 berkas yang dapat dicetak dalam use case ini, meliputi berkas bukti penitipan bayi, bukti kepulangan bayi, bukti perjanjian penitipan, dan bukti penitipan ibu dan anak terlantar.
Gambar 3.11 Gambar use case naratif update serah terima bayi
3.1.6.10. Use Case Naratif Update Serah Terima Ibu Hamil
Nama Use Case Update serah terima ibu hamil
Tipe Use Case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi
Sumber Data ibu hamil Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -
Stakeholder yang berminat lain
-
dicetak dalam use case ini, meliputi berkas bukti penitipan ibu hamil dan bukti kepulangan ibu.
Gambar 3.12 Gambar use case naratif update serah terima ibu hamil
3.1.6.11. Use Case Naratif Tambah Biaya
Nama Use Case Tambah Biaya
Tipe Use Case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi
Sumber Peraturan asrama Pelaku Bisnis Utama Pengurus
Pelaku Partisipan Lain - Stakeholder yang
berminat lain -
Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan pengaturan biaya yang berlaku, meliputi biaya asrama ibu hamil dan biaya perawatan bayi per hari. Use case ini digunakan untuk menimimalisasi kesalahan yang terjadi saat pemasukan data transaksi keuangan seperti dalam kas keluar, sehingga pengurus hanya memasukkan data tanggal saja, kemudian sistem akan mengkalkulasi biaya yang dibutuhkan secara otomatis dan menampilkan kembali hasilnya di antarmuka.
Gambar 3.13 Gambar use case naratif tambah biaya
3.1.6.12. Use Case Naratif Update Donatur
Nama Use Case Update Donatur
Tipe Use Case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi
Sumber Buku tamu donatur Pelaku Bisnis Utama Pengurus
Pelaku Partisipan Lain - Stakeholder yang
berminat lain -
dilakukan oleh pengurus.
Gambar 3.14 Gambar use case naratif update donatur
3.1.6.13. Use Case Naratif Update Kas Masuk
Nama Use Case Update Kas Masuk
Tipe Use Case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi Sumber
Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -
Stakeholder yang
berminat lain -
Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan pengurus dalam mencatat data transaksi kas masuk. Pengurus dapat menambah, mengubah, serta mencetak data transaksi kas masuk yang telah tersimpan. Sebelum proses pengubahan data transaksi dilakukan, pengurus harus memasukkan kata kunci yang sesuai terlebih dahulu. Pengurus dapat memasukkan transaksi kas masuk beserta perinciannya dan nominal dalam tabel perincian dan yang tertera di luar tabel haruslah sama, sehingga sistem akan mengijinkan proses penyimpanan dilakukan.
Gambar 3.15 Gambar use case naratif update kas masuk
3.1.6.14. Use Case Naratif Update Kas Keluar
Nama Use Case Update Kas Keluar
Tipe Use Case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi Sumber
Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -
Stakeholder yang
berminat lain -
memasukkan kata kunci yang sesuai terlebih dahulu. Pengurus dapat memasukkan transaksi kas masuk beserta perinciannya dan nominal dalam tabel perincian dan yang tertera di luar tabel haruslah sama, sehingga sistem akan mengijinkan proses penyimpanan dilakukan.
Gambar 3.16 Gambar use case naratif update kas keluar
3.1.6.15. Use Case Naratif Update Pelunasan Piutang
Nama Use Case Update Pelunasan Piutang
Tipe Use Case
Persyaratan Bisnis : ID Use Case -
Prioritas Tinggi Sumber Kas Keluar Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -
Stakeholder yang
berminat lain -
Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan pengurus dalam mencatat transaksi pelunasan piutang ibu hamil. Pengurus memilih data ibu hamil terlebih dahulu, kemudian sistem akan merespon dengan mengkalkulasi dan menampilkan jumlah semua piutang yang belum terbayar. Kemudian pengurus bisa memasukkan data transaksi, dan setelah angka yang tertera di luar tabel telah sesuai dengan perinciannya yang tertampil di dalam tabel, maka sistem dapat melakukan proses penyimpanan. Proses pengubahan data dapat dilakukan oleh pengurus dengan memasukkan kata kunci terlebih dahulu. Selain itu, pengurus juga dapat melakukan proses pencetakan berkas transaksi tersebut.
3.1.7. Sequence Diagram
3.1.7.1. Proses update ibu hamil
1. Proses memasukkan data ibu hamil
Gambar 3.18 Diagram sequence untuk memasukkan data ibu hamil
2. Proses mengubah data ibu hamil
3. Proses menghapus data ibu hamil
Gambar 3.20 Diagram sequence untuk menghapus data ibu hamil
3.1.7.2. Proses update bayi
1. Proses memasukkan data bayi
2. Proses mengubah data bayi
Gambar 3.22 Diagram sequence untuk mengubah data bayi
3.1.7.3. Proses update pihakL
1. Proses memasukkan data pihakL
2. Proses mengubah data pihakL
Gambar 3.24 Diagram sequence untuk mengubah data pihakL
3.1.7.4. Proses update dataortup
1. Proses memasukkan dataortuP
2. Proses mengubah dataortuP
Gambar 3 26 Diagram sequence untuk mengubah dataortuP
3.1.7.5. Proses update dataortul
1. Proses memasukkan dataortuL
2. Proses mengubah dataortuL
Gambar 3.28 Diagram sequence untuk mengubah dataortuL
3.1.7.6. Proses update donatur
1. Proses memasukkan data donatur
2. Proses mengubah data donatur
Gambar 3.30 Diagram sequence untuk mengubah data donatur
3. Proses menghapus data donatur
3.1.7.7. Proses update serah terima bayi
1. Proses penerimaan titipan bayi
Gambar 3.32 Diagram sequence untuk penerimaan titipan bayi
2. Proses pengambilan bayi titipan
3.1.7.8. Proses update serah terima ibu hamil
1. Proses penerimaan ibu hamil
Gambar 3.34 Diagram sequence untuk penerimaan ibu hamil
2. Proses pengambilan ibu hamil
3.1.7.9. Proses update kas masuk
1. Proses mencatat kas masuk
Gambar 3.36 Diagram sequence untuk mencatat kas masuk
2. Proses mengubah data kas masuk
3. Proses mencetak transaksi kas masuk
Gambar 3.38 Diagram sequence untuk mencetak transaksi kas masuk
3.1.7.10. Proses update kas keluar
1. Proses mencatat kas keluar
2. Proses mengubah data kas keluar
Gambar 3.40 Diagram sequence untuk mengubah data kas keluar
3. Proses mencetak transaksi kas keluar
3.1.7.11. Proses update pelunasan piutang
1. Proses tambah transaksi pelunasan piutang
Gambar 3.42 Diagram sequence untuk tambah transaksi pelunasan piutang
2. Proses ubah transaksi pelunasan piutang
3. Proses cetak transaksi pelunasan piutang
Gambar 3.44 Diagram sequence untuk cetak transaksi pelunasan piutang
3.1.7.12. Proses update laporan piutang
1. Proses lihat laporan piutang
2. Proses cetak laporan piutang
Gambar 3.46 Diagram sequence untuk cetak laporan piutang
3.1.7.13. Proses update rekapan piutang
1. Proses lihat rekapan piutang
2. Proses cetak rekapan piutang
Gambar 3.48 Diagram sequence untuk cetak rekapan piutang
3.1.7.14. Proses update pengurus
1. Proses tambah data pengurus
2. Proses ubah data pengurus
Gambar 3.50 Diagram sequence untuk ubah data pengurus
3. Proses hapus data pengurus
3.1.7.15. Proses tambah biaya
3.1.8. Class Diagram
3.2. Perancangan Sistem
3.2.1. Perancangan Database
Tabel – tabel yang dibutuhkan antara lain :
a. Tabel datapihakperempuan
Tabel 3.1 Tabel data pihak perempuan
Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key
keteranganMedisAB varchar 255
kartuIdentitasL varchar 255
lokasiSuratNikahL varchar 255
noIndukBayi varchar 20
tglBerlakuAWP date -
kartuIdentitasIWP varchar 255
tglBerlakuIWP date -
b. Tabel dataortup & tabel dataortul
Tabel 3.2 Tabel data orang tua perempuan dan laki-laki
noTlpAyah varchar 255
Tabel 3.3 Tabel data anak orang tua
d. Tabel donatur
Tabel 3.3 Tabel data donatur
Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key
Tabel 3.4 Tabel data cetak bayi
Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key
Tabel 3.5 Tabel data cetak ibu hamil
Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key
noRegIbu varchar 20 PK
tanggal date -
Tabel 3.6 Tabel data kas
jumlah double -
i. Tabel pelunasan
Tabel 3.8 Tabel data pelunasan
Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key
Tabel 3.9 Tabel detil data pelunasan
Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key
Tabel 3.10 Tabel data pegawai
Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key
kodePegawai varchar 10
3.2.2. Perancangan User Interface
a. Halaman Pendaftaran Penitipan Ibu Hamil
Gambar 3.54 Gambar Perancangan Halaman Pendaftaran Penitipan Ibu Hamil
b. Halaman Cetak Serah-Terima Bayi
c. Halaman Cetak Serah-Terima Ibu Hamil
Gambar 3.56 Gambar Perancangan Halaman Cetak Serah-Terima Ibu Hamil
d. Halaman Donatur
e. Halaman Kas Masuk
Gambar 3.58 Gambar Perancangan Halaman Kas Masuk
f. Halaman Kas Keluar
g. Halaman Laporan Piutang Ibu
Gambar 3.60 Gambar Perancangan Halaman Laporan Piutang Ibu
h. Halaman Pelunasan Piutang
i. Halaman Rekapan Piutang
Gambar 3.62 Gambar Perancangan Halaman Rekapan Piutang
j. Halaman Pengurus
k. Halaman Olah Biaya
Gambar 3.64 Gambar Perancangan Halaman Olah Biaya
3.2.3. Perancangan Halaman Output
3.2.3.1. Perancangan Berkas Identitas Keluarga dari Calon Ibu
3.2.3.2. Perancangan Berkas Identitas Keluarga dari Calon Ayah
Gambar 3.66 Gambar Perancangan Berkas Identitas Keluarga dari Calon Ayah
3.2.3.3. Perancangan Bukti Penitipan Ibu Hamil
3.2.3.4. Perancangan Bukti Pengambilan Ibu yang Telah Melahirkan
Gambar 3.68 Gambar Perancangan Bukti Pengambilan Ibu yang Telah Melahirkan
3.2.3.5. Perancangan Bukti Penitipan Bayi
3.2.3.6. Perancangan Bukti Perjanjian Pernyataan Penitipan Bayi
Gambar 3.70 Gambar Perancangan Bukti Perjanjian Pernyataan Penitipan Bayi
3.2.3.7. Perancangan Bukti Penitipan Ibu Dan Anak Terlantar
3.2.3.8. Perancangan Bukti Pengambilan Bayi Titipan
Gambar 3.72 Gambar Perancangan Bukti Pengambilan Bayi Titipan
3.2.3.9. Perancangan Bukti Penerimaan Kas Masuk
3.2.3.10. Perancangan Bukti Kas Keluar
Gambar 3.74 Gambar Perancangan Bukti Kas Keluar
3.2.3.11. Perancangan Bukti Pelunasan Piutang
3.2.3.12. Perancangan Bukti Laporan Piutang
Gambar 3.76 Gambar Perancangan Bukti Laporan Piutang
3.2.3.13. Perancangan Bukti Rekapan Piutang
72
BAB IV
IMPLEMENTASI SISTEM
Pada bab ini membahas tentang implementasi sistem berdasarkan pada
analisa dan perancangan yang telah dibuat pada bab sebelumnya. Adapun
perangkat lunak yang digunakan untuk sistem informasi asrama ibu hamil ini
antara lain :
1. Sistem operasi Windows XP
2. J2SDK 1.7.0
3. J2RE 7.0
4. Java Netbeans IDE 6.7.1
5. Database MYSQL 5
6. SQLyog 5.14
7. iReport 3.7.1
Selain itu, spesifikasi perangkat keras yang digunakan adalah prosesor Intel
Pentium IV 2,66 GHz dengan harddisk 80GB dan memori 2GB.
4.1. Pembuatan Database
Pada tahap ini dilakukan pembuatan database baru pada MySQL, yang
di dalamnya berisi semua tabel yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem
informasi asrama ibu hamil ini. Database yang digunakan nantinya diberi
1. Tabel biaya, yang digunakan untuk menyimpan data tarif untuk asrama
ibu hamil dan data tarif untuk perawatan bayi, seperti gambar di bawah
ini :
Gambar 4.1 Gambar Tabel biaya
Tabel biaya dibuat dengan sintak SQL sebagai berikut :
DROP TABLE IF EXISTS `biaya`;
CREATE TABLE `biaya` (
`keterangan` varchar(255) default ' ',
`biaya` double default '0',
`statusAktif` varchar(5) default ' ',
`pengurus` varchar(255) default ' ',
`tglInput` timestamp NULL default CURRENT_TIMESTAMP
) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;
2. Tabel cetakbayi, yang digunakan untuk menyimpan data yang berkaitan
kejadian keluarnya bayi dari lokasi penitipan, seperti gambar di bawah
ini :
Gambar 4.2 Gambar Tabel cetakbayi
Tabel cetakbayi dibuat dengan sintak SQL sebagai berikut :
DROP TABLE IF EXISTS `cetakbayi`; CREATE TABLE `cetakbayi` (
`noRegIbu` varchar(20) default ' ', `statusBayi` varchar(7) default ' ', `tanggal` date default '2010-01-01',
`statusPengantar` varchar(17) default ' ', `infoPengantar` varchar(15) default ' ', `namaPengantar1` varchar(255) default ' ', `namaPengantar2` varchar(255) default ' ', `statusPenerima` varchar(17) default ' ', `infoPenerima` varchar(15) default ' ', `namaPenerima1` varchar(255) default ' ', `namaPenerima2` varchar(255) default ' ', `keterangan` varchar(255) default 'OK', `lokasiPindah` varchar(255) default ' ' ) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;
3. Tabel cetakibuhamil, yang digunakan untuk menyimpan data yang
sementara selama kehamilan sampai masa melahirkan dan kejadian
keluarnya ibu yang telah melahirkan tersebut dari lokasi K, seperti
gambar di bawah ini :
Gambar 4.3 Gambar Tabel cetakibuhamil
Tabel cetakibuhamil dibuat dengan sintak SQL sebagai berikut :
/*Table structure for table `cetakibuhamil` */ DROP TABLE IF EXISTS `cetakibuhamil`;
CREATE TABLE `cetakibuhamil` (
`noRegIbu` varchar(20) default ' ', `statusIbu` varchar(30) default ' ', `tanggal` date default '2010-01-01',
`statusPengantar` varchar(20) default ' ', `infoPengantar` varchar(10) default ' ', `namaPengantar1` varchar(255) default ' ', `namaPengantar2` varchar(255) default ' ', `statusPenerima` varchar(20) default ' ', `infoPenerima` varchar(10) default ' ', `namaPenerima1` varchar(255) default ' ', `namaPenerima2` varchar(255) default ' ', `keterangan` varchar(255) default ' ' ) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;
4. Tabel dataanakortu, yang digunakan untuk menyimpan data anak dari
orang tua pihak perempuan/ibu kandung bayi/ibu hamil, seperti gambar
di bawah ini :
Gambar 4.4 Gambar Tabel dataanakortu
Tabel dataanakortu dibuat dengan sintak SQL sebagai berikut :
/*Table structure for table `dataanakortu` */
DROP TABLE IF EXISTS `dataanakortu`;
CREATE TABLE `dataanakortu` (
`kodeOrtu` varchar(20) default ' ',
`noUrut` int(3) default '0',
`namaLengkap` varchar(50) default ' ',
`umur` int(3) default '1',
`agamaAnak` varchar(20) default 'KATOLIK',
`pendidikanAnak` varchar(100) default ' ',
`pekerjaanAnak` varchar(100) default ' ',
`statusAnak` varchar(30) default ' ',
`keterangan` varchar(100) default ' ',
`kodeAnak` int(3) default '0'
5. Tabel datadonatur, yang digunakan untuk menyimpan data identitas
setiap donatur yang masuk ke lokasi K, seperti gambar di bawah ini :
Gambar 4.5 Gambar Tabel datadonatur
Tabel datadonatur dibuat dengan sintak SQL sebagai berikut :
/*Table structure for table `datadonatur` */
DROP TABLE IF EXISTS `datadonatur`;
CREATE TABLE `datadonatur` (
`noD` varchar(7) NOT NULL,
`namaD` varchar(255) NOT NULL default ' ',
`kontakD` varchar(255) default ' ',
`alamatD` varchar(255) default ' ',
`noTlpD` varchar(20) default ' ',
PRIMARY KEY (`noD`)
) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;
6. Tabel dataortul, yang digunakan untuk menyimpan data orang tua dari