• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM INFORMASI ASRAMA IBU HAMIL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "SISTEM INFORMASI ASRAMA IBU HAMIL"

Copied!
149
0
0

Teks penuh

(1)

Ditujukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Informatika

Disusun oleh: Tadea Satya Pasatrina

035314031

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)

i

to Obtain the Sarjana Teknik Degree in Department of Informatics Engineering

Created by

Tadea Satya Pasatrina

035314031

DEPARTMENT OF INFORMATICS ENGINEERING

FACULTY OF SCIENCE AND TECHNOLOGY

SANATA DHARMA UNIVERSITY

YOGYAKARTA

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

v

,

yang senantiasa membimbingku serta menemaniku dalam setiap

kesulitan yang harus kulewati dalam hidup.

,

yang telah rela memberikan hidup kalian untuk kehidupanku menjadi

lebih baik dan berarti.

,

yang tidak pernah bosan untuk selalu mendorongku menyelesaikan ini.

,

yang telah setia menemaniku dalam setiap proses jatuh bangunku.

(8)
(9)

vii

yaitu dengan cara pencatatan dalam buku. Hal tersebut menyebabkan masalah

seperti kesulitan dalam pengelolaan data dan pembuatan laporan. Kadang-kadang

bahkan harus dilakukan pendataan ulang ketika berkas yang diperlukan tidak pada

tempatnya. Dengan cara seperti itu pelayanan memang masih bisa berjalan namun

dirasa kurang efektif, oleh karena itu dibutuhkan sistem informasi asrama ibu

hamil yang memuat informasi terperinci dari masing-masing ibu hamil berikut

pengeluarannya maupun pelunasan piutangnya untuk meningkatkan efektivitas

layanan di asrama tersebut.

Sistem informasi ini memiliki fasilitas untuk melakukan pendataan

identitas ibu hamil beserta keluarga yang terkait, pencatatan transaksi keuangan

untuk kas masuk, kas keluar dan pelunasan piutang, pencatatan kejadian serah

terima ibu hamil maupun bayinya, laporan keuangan dan laporan status penghuni

asrama, serta pencatatan donatur bagi asrama.

Sistem ini dibuat sebagai aplikasi desktop dengan menggunakan Java

sebagai bahasa pemrograman dan didukung oleh MySQL5.0 dalam segi sistem

manajemen basisdatanya. Pembuatan antarmuka dibuat sesederhana mungkin

sehingga mudah dipahami oleh pengurus asrama dan mendukung kinerja mereka

(10)

viii

manually written in the book. It causes some problems such as the difficulties in

managing the data and generating reports. Sometime, it is necessary to reentry and

rearrange the data since it is not properly recorded. Eventhough, the service can

still be given, but it is not effective. Therefore, an information system of

pregnant-women shelter which contains detailed data for each woman including their

expenditures is needed to improve the effectivenes of the service in the shelter.

This information system provides facilities to record the identity of

pregnant-women of income transaction, total cost, data of maternity affair, finance

report, status report of dormitory occupant, and donation report.

This sytem was developed as desktop application using Java as

programming language and supported by MySQL5.0 as the database management

system. The user interface was designed as simple as possible such that it is easy

(11)

ix

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,

karena dengan rahmatNya akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini

dengan baik. Dan di kesempatan ini pula, penulis ingin menyampaikan terima

kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan

tugas akhir ini terutama kepada :

1. Ibu Ridowati Gunawan, S Kom., M.T., selaku dosen pembimbing

penulis yang telah banyak membantu, membimbing dan meluangkan

waktu untuk mendukung penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

2. Ibu Paulina Heruningsih Prima Rosa, S.Si.,M.Sc., dan Ibu Sri Hartati

Wijono, S.Si., M.Kom., selaku panitia penguji yang telah banyak

memberikan kritik dan saran terhadap kesempurnaan tugas akhir ini.

3. Bapak Puspaningtyas Sanjaya Adi, S.T., M.T., selaku Kaprodi Teknik

Informatika, yang telah memberi kesempatan dan kepercayaan sekali lagi

kepada penulis untuk menyelesaikan tugas akhir ini.

4. Keluarga tercinta, yang senantiasa memberikan doa, motivasi dan kasih

sayang kepada penulis untuk selalu berjuang dan optimis dalam

menyelesaikan tugas akhir ini.

5. Arkadius Anggalih dan Yuche Gita Magdalena, yang telah bersedia

bersusah payah memperbaiki hardisk-ku, tanpa bantuan kalian pastilah

masalah itu membutuhkan banyak biaya. Terima kasih kalian sudah

(12)

x

motor dan barang-barang pribadi lainnya demi mendukung kelancaran

penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

Dengan rendah hati saya menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh

dari sempurna, oleh karena itu berbagai kritik dan saran untuk perbaikan tugas

akhir ini sangat saya harapkan. Akhir kata, semoga tugas akhir ini dapat

memberikan manfaat bagi semua pihak dengan segala kelebihan dan

kekurangannya.

Yogyakarta, 15 Oktober 2010

(13)

xi

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

2.2. Analisis Dan Desain Berorientasi Objek ... 7

2.2.1. Analisis Berorientasi Objek (Object-Oriented Analysis/OOA) 7 2.2.2. Desain Berorientasi Objek (Object-Oriented Design/OOD) ... 8

2.3. UML (Unified Modelling Language)... 10

2.4. Java ... 13

(14)

xii

3.1.1. Gambaran Umum Sistem Yang Lama ... 22

3.1.2. Gambaran Umum Sistem Yang Baru ... 22

3.1.3. Orang Yang Terlibat Dalam Sistem ... 23

3.1.4. Diagram Blok Proses. ... 24

3.2.1. Perancangan Database ... 53

3.2.2. Perancangan User Interface... 60

3.2.3. Perancangan Halaman Output ... 65

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM ... 72

4.1. Pembuatan Database ... 72

4.2. Pembuatan Antarmuka ... 91

4.2.1. Tampilan Halaman Input ... 91

4.2.2. Tampilan Halaman Output ... 118

BAB V ANALISIS HASIL ... 125

5.1. Manfaat Dan Kemudahan Dari Sistem ... 125

5.2. Kelebihan Dan Kekurangan Dari Sistem ... 125

BAB VI PENUTUP ... 116

6.1. Kesimpulan ... 116

6.2. Saran ... 116

(15)

xiii

Gambar 3.1 Diagram Blok Proses ... 24

Gambar 3.2 Diagram Use Case Aplikasi X ... 25

Gambar 3.3 Gambar use case naratif update ibu hamil ... 26

Gambar 3.4 Gambar use case naratif update pihakL ... 26

Gambar 3.5 Gambar use case naratif update bayi ... 27

Gambar 3.6 Gambar use case naratif update dataortup... 27

Gambar 3.7 Gambar use case naratif update dataortuL ... 28

Gambar 3.8 Gambar use case naratif update laporan piutang ... 28

Gambar 3.9 Gambar use case naratif update rekapan piutang ... 29

Gambar 3.10 Gambar use case naratif update pengurus ... 29

Gambar 3.11 Gambar use case naratif update serah terima bayi ... 30

Gambar 3.12 Gambar use case naratif update serah terima ibu hamil ... 31

Gambar 3.13 Gambar use case naratif tambah biaya ... 31

Gambar 3.14 Gambar use case naratif update donatur ... 32

Gambar 3.15 Gambar use case naratif update kas masuk ... 32

Gambar 3.16 Gambar use case naratif update kas keluar ... 33

Gambar 3.17 Gambar use case naratif update pelunasan piutang ... 33

Gambar 3.18 Diagram sequence untuk memasukkan data ibu hamil ... 34

Gambar 3.19 Diagram sequence untuk mengubah data ibu hamil... 34

Gambar 3.20 Diagram sequence untuk menghapus data ibu hamil ... 35

(16)

xiv

Gambar 3.25 Diagram sequence untuk memasukkan dataortuP ... 37

Gambar 3 26 Diagram sequence untuk mengubah dataortuP ... 38

Gambar 3.27 Diagram sequence untuk memasukkan dataortuL ... 38

Gambar 3.28 Diagram sequence untuk mengubah dataortuL ... 39

Gambar 3.29 Diagram sequence untuk memasukkan data donatur ... 39

Gambar 3.30 Diagram sequence untuk mengubah data donatur... 40

Gambar 3.31 Diagram sequence untuk menghapus data donatur ... 40

Gambar 3.32 Diagram sequence untuk penerimaan titipan bayi ... 41

Gambar 3.33 Diagram sequence untuk pengambilan bayi titipan ... 41

Gambar 3.34 Diagram sequence untuk penerimaan ibu hamil ... 42

Gambar 3.35 Diagram sequence untuk pengambilan ibu hamil ... 42

Gambar 3.36 Diagram sequence untuk mencatat kas masuk ... 43

Gambar 3.37 Diagram sequence untuk mengubah data kas masuk ... 43

Gambar 3.38 Diagram sequence untuk mencetak transaksi kas masuk ... 44

Gambar 3.39 Diagram sequence untuk mencatat kas keluar ... 44

Gambar 3.40 Diagram sequence untuk mengubah data kas keluar ... 45

Gambar 3.41 Diagram sequence untuk mencetak transaksi kas keluar ... 45

Gambar 3.42 Diagram sequence untuk tambah transaksi pelunasan piutang . 46 Gambar 3.43 Diagram sequence untuk ubah transaksi pelunasan piutang ... 46

(17)

xv

Gambar 3.48 Diagram sequence untuk cetak rekapan piutang ... 49

Gambar 3.49 Diagram sequence untuk tambah data pengurus ... 49

Gambar 3.50 Diagram sequence untuk ubah data pengurus ... 50

Gambar 3.51 Diagram sequence untuk hapus data pengurus ... 50

Gambar 3.52 Diagram sequence untuk tambah biaya ... 51

Gambar 3.53 Gambar Diagram Kelas ... 52

Gambar 3.54 Gambar Perancangan Halaman Pendaftaran Penitipan Ibu Hamil ... 60

Gambar 3.55 Gambar Perancangan Halaman Cetak Serah-Terima Bayi ... 60

Gambar 3.56 Gambar Perancangan Halaman Cetak Serah-Terima Ibu Hamil 61 Gambar 3.57 Gambar Perancangan Halaman Donatur ... 61

Gambar 3.58 Gambar Perancangan Halaman Kas Masuk ... 62

Gambar 3.59 Gambar Perancangan Halaman Kas Keluar ... 62

Gambar 3.60 Gambar Perancangan Halaman Laporan Piutang Ibu ... 63

Gambar 3.61 Gambar Perancangan Halaman Pelunasan Piutang ... 63

Gambar 3.62 Gambar Perancangan Halaman Rekapan Piutang ... 64

Gambar 3.63 Gambar Perancangan Halaman Pengurus ... 64

Gambar 3.64 Gambar Perancangan Halaman Olah Biaya ... 65

(18)

xvi

Gambar 3.68 Gambar Perancangan Bukti Pengambilan Ibu yang Telah

Melahirkan ... 67

Gambar 3.69 Gambar Perancangan Bukti Penitipan Bayi ... 67

Gambar 3.70 Gambar Perancangan Bukti Perjanjian Pernyataan Penitipan Bayi ... 68

Gambar 3.71 Gambar Perancangan Bukti Penitipan Ibu Dan Anak Terlantar ... 68

Gambar 3.72 Gambar Perancangan Bukti Pengambilan Bayi Titipan ... 69

Gambar 3.73 Gambar Perancangan Bukti Penerimaan Kas Masuk ... 69

Gambar 3.74 Gambar Perancangan Bukti Kas Keluar... 70

Gambar 3.75 Gambar Perancangan Bukti Pelunasan Piutang ... 70

Gambar 3.76 Gambar Perancangan Bukti Laporan Piutang ... 71

Gambar 3.77 Gambar Perancangan Bukti Rekapan Piutang ... 71

Gambar 4.1 Gambar Tabel biaya ... 73

Gambar 4.2 Gambar Tabel cetakbayi... 74

Gambar 4.3 Gambar Tabel cetakibuhamil ... 75

Gambar 4.4 Gambar Tabel dataanakortu ... 76

Gambar 4.5 Gambar Tabel datadonatur ... 77

Gambar 4.6 Gambar Tabel dataortul ... 78

(19)

xvii

Gambar 4.11 Gambar Tabel kasgldetail_temp... 85

Gambar 4.12 Gambar Tabel laporanpiutang ... 86

Gambar 4.13 Gambar Tabel nourutkas ... 86

Gambar 4.15 Gambar Tabel pegawai... 87

Gambar 4.16 Gambar Tabel pelunasan ... 88

Gambar 4.17 Gambar Tabel pelunasandetail ... 88

Gambar 4.18 Gambar Tabel pelunasandetail_temp ... 89

Gambar 4.19 Gambar Tabel t_akunutama ... 90

Gambar 4.21 Gambar Tabel user_table ... 91

Gambar 4.22 Gambar Halaman Menu Utama... 92

Gambar 4.23 Gambar Halaman Menu Master Data... 92

Gambar 4.24 Gambar Halaman Menu Data Ibu Hamil ... 95

Gambar 4.25 Gambar Informasi Simpan Data Ibu Hamil ... 96

Gambar 4.26 Gambar Informasi Update Data Ibu Hamil ... 97

Gambar 4.27 Gambar Halaman Menu Data Donatur... 97

Gambar 4.28 Gambar Halaman Menu Data Pengurus ... 98

Gambar 4.29 Gambar Halaman Menu Data Biaya ... 99

Gambar 4.30 Gambar Halaman Menu Serah Terima Ibu Hamil ... 102

Gambar 4.31 Gambar Informasi Data Bayi ... 103

(20)

xviii

Gambar 4.36 Gambar Halaman Menu Edit Kas Masuk ... 107

Gambar 4.37 Gambar Halaman Menu Kas Keluar ... 108

Gambar 4.38 Gambar Pesan Total Tagihan Piutang Belum Terbayar ... 109

Gambar 4.39 Gambar Pesan Pembayaran Piutang ... 112

Gambar 4.40 Gambar Halaman Menu Pelunasan Piutang Ibu ... 112

Gambar 4.41 Gambar Halaman Menu Pelunasan Piutang Ibu ... 114

Gambar 4.42 Gambar Halaman Menu Rekap Piutang Ibu Hamil ... 115

(21)

xix

Tabel 2.1 Operator Assignment ... 14

Tabel 2.2 Penggunaan Operator Logika... 16

Tabel 3.1 Tabel data pihak perempuan ... 53

Tabel 3.2 Tabel data orang tua perempuan dan laki-laki ... 55

Tabel 3.3 Tabel data anak orang tua ... 56

Tabel 3.4 Tabel data donatur ... 57

Tabel 3.5 Tabel data cetak bayi... 57

Tabel 3.6 Tabel data cetak ibu hamil ... 57

Tabel 3.7 Tabel data kas... 58

Tabel 3.8 Tabel detil data kas ... 58

Tabel 3.9 Tabel data pelunasan ... 59

Tabel 3.10 Tabel detil data pelunasan ... 59

(22)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Fenomena pergaulan bebas di masyarakat kita terlebih di kalangan kaum

muda usia produktif tidak dipungkiri keberadaannya, hingga timbul masalah

seperti perempuan hamil di luar nikah ataupun bayi lahir di luar status pernikahan,

kasus pengguguran janin secara ilegal, penyebaran penyakit seperti HIV yang

semakin meningkat, kekerasan terhadap perempuan hingga pada permasalahan

moral masyarakat. Banyaknya kasus yang timbul seiring waktu semakin menjadi

sorotan banyak pihak, baik dari lembaga agama, pemerintah, ataupun dari

lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Kepedulian tersebut tak terkecuali juga

datang dari salah satu konggregasi besar yang berkembang di Indonesia, yaitu

konggregasi C, yang terpanggil untuk ikut serta membantu dengan mendirikan

suatu tempat dinamakan K, yaitu sebuah lokasi yang menyediakan tempat tinggal

sementara yang menyerupai asrama bagi ibu hamil di luar nikah sampai mereka

melahirkan, yang masih mempunyai masalah yang belum terselesaikan berkaitan

tentang kejelasan status kehamilannya.

Asrama untuk ibu hamil ini dikepalai oleh seorang suster kepala dan dibantu

beberapa orang dalam mengurusnya. Namun dengan melihat kondisi pelayanan

yang selama ini masih dilakukan secara manual, timbul masalah seperti lamanya

waktu dalam pengumpulan data lengkap untuk identitas tiap ibu hamil yang

ditampung maupun untuk perincian pemasukan dan biaya yang terpakai maupun

saat pelunasan biaya seringkali terbengkalai. Terkadang dilakukan pendataan

(23)

ulang ketika berkas penting tidak pada tempatnya atau mungkin kelupaan dari

pengurus asrama yang menyimpannya. Dengan cara seperti itu pelayanan

memang masih bisa berjalan namun dirasa kurang efektif dan efisien, untuk itu

dengan pembangunan sistem ini diharapkan mampu mengatasi masalah tersebut

di atas sehingga lebih mendukung pengurus asrama dalam melakukan

pelayanannya terhadap ibu hamil yang mereka terima di lokasi.

1.2 Rumusan Masalah

Inti dari penulisan tugas akhir ini adalah bagaimana membangun sistem

informasi untuk asrama ibu hamil yang memuat informasi terperinci dari

masing-masing ibu hamil berikut pengeluaran dan pada saat pembayarannya dengan

menggunakan Java sebagai bahasa pemrograman yang didukung oleh MySQL

dalam segi basis data.

1.3 Batasan Masalah

Penulisan tugas akhir ini memiliki batasan masalah yang meliputi hal-hal

sebagai berikut :

1. Aplikasi yang dibuat tidak termasuk sebuah rekam medis bagi ibu

hamil maupun bayi yang nantinya lahir.

2. Aplikasi yang dibuat bukanlah sebuah aplikasi berbasis web.

3. Aplikasi tidak menangani seandainya terjadi proses adopsi bayi yang

lahir dari ibu hamil yang pernah tinggal di lokasi.

(24)

5. Aplikasi belum mendukung keamanan sistem baik dalam hal pertukaran

data maupun administrasi sistem.

6. Aplikasi tidak menangani data para pengurus lokasi secara mendetail.

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan

Adalah untuk membangun sebuah aplikasi berbasis java yang dapat

memberikan informasi terperinci mengenai ibu hamil beserta latar

belakang masalah maupun keluarganya, juga kepentingan yang

menyangkut pengeluaran ibu hamil tersebut beserta saat

pembayarannya.

2. Manfaat

Memberikan kemudahan kepada para pengelola karya sosial dalam

melakukan pelayanan secara lebih intensif dan efektif terhadap

penanganan kasus perempuan hamil, serta kemudahan dalam

pengelolaan data yang ada.

1.5 Metode Penelitian

1. Studi Literatur

Mempelajari dan memahami konsep-konsep tentang sistem informasi

yang diimplementasikan dalam sebuah asrama ibu hamil serta mempelajari

terapan dari perangkat lunak Java dan MySQL. Bahan referensi diperoleh

(25)

2. Analisis Sistem

Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis berorientasi

objek (Object Oriented Analysis) dengan menggunakan UML (Unified

Modelling Language). Pada tahap ini dilakukan pengumpulan

kebutuhan-kebutuhan dan penentuan bagian-bagian informasi mana yang diperlukan

oleh aktor atau pengguna sistem. Pemodelan kebutuhan ini

direpresentasikan dengan use case diagram. Kemudian untuk pemodelan

proses dibuat dengan menggunakan sequence diagram.

3. Desain Sistem

Merancang sistem berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan.

Desain sistem yang digunakan merupakan perancangan berorientasi objek

(Object Oriented Design) yang terdiri dari class diagram serta perancangan

antarmuka.

4. Implementasi

Mengimplementasikan hasil rancangan ke dalam bentuk program.

Hasil tahap ini adalah sebuah sistem yang dapat dioperasikan.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam penyusunan laporan tugas akhir ini sebagai

berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Memberikan gambaran umum tentang keseluruhan sistem yang

(26)

dan manfaat penulisan, metode penulisan serta sistematika

penulisan tugas akhir ini.

BAB II LANDASAN TEORI

Menjelaskan teori-teori mengenai sistem informasi, analisis

berorientasi objek, perancangan berorientasi objek, bahasa

pemrograman Java dan MySql secara singkat.

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Menjelaskan secara rinci tentang analisa dan desain sistem yang

akan dibangun.

BAB IV IMPLEMENTASI

Menjelaskan proses pembuatan atau implementasi sistem sesuai

dengan desain yang telah dibuat. Proses mengubah analisis dan

perancangan ke dalam bentuk kode program.

BAB V ANALISIS HASIL

Memuat analisa terhadap sistem yang dibuat, apa yang menjadi

kelemahan-kelemahan sistem.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Memuat kesimpulan dari hasil pembangunan sistem dan saran

untuk pengembangan sistem lebih lanjut berdasarkan pada analisa

(27)

6 2.1. Sistem Informasi

“Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang

saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu

kegiatan atau untuk menyelasaikan suatu sasaran tertentu “ (Jogiyanto,

1995).

Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut : “Informasi adalah data

yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang

menerimanya” (Jogiyanto, 1995).

“Sistem Informasi merupakan pengaturan orang, data, proses dan

teknologi informasi yang berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses,

menyimpan dan menyediakan sebagai output informasi yang diperlukan

untuk mendukung sebuah organisasi” (Whitten, 2004).

Penjelasan mengenai arti kata asrama berarti bangunan tempat tinggal

bagi kelompok orang untuk sementara waktu, terdiri dari sejumlah kamar

(28)

2.2. Analisis Dan Desain Berorientasi Objek

2.2.1 Analisis Berorientasi Objek (Object-Oriented Analysis/OOA)

Analisis berorientasi objek, merupakan suatu pendekatan yang

digunakan untuk mempelajari objek yang sudah ada untuk

mengetahui apakah mereka dapat digunakan kembali atau diadaptasi

untuk pemakaian baru, atau menentukan satu objek baru atau yang

dimodifikasi yang akan digabung dengan objek yang sudah ada ke

dalam suatu aplikasi komputasi bisnis yang sangat berharga

(Whitten, 2004).

Teknik analisis berorientasi objek merupakan alat terbaik yang

dapat digunakan untuk sebuah proyek yang akan

mengimplementasikan sistem yang menggunakan teknologi objek

untuk membangun, mengelola, dan merakit objek-objek itu menjadi

aplikasi komputer yang berguna.

Sementara itu, arti objek (object) sendiri adalah sesuatu yang

dapat dilihat, disentuh, atau dirasakan dan user menyimpan data serta

mencatat perilaku mengenai sesuatu itu.

Ada 3 kegiatan umum dalam melakukan analisis berorientasi

objek, yaitu :

1. Memodelkan fungsi sistem.

2. Menemukan dan mengidentifikasi objek bisnis.

3. Mengorganisir objek dan mengidentifikasi hubungan

(29)

2.2.2 Desain Berorientasi Objek (Object-Oriented Design/OOD)

Desain berorientasi objek, merupakan sebuah pendekatan yang

digunakan untuk menentukan solusi perangkat lunak khususnya pada

objek yang berkolaborasi, atribut mereka, dan metode mereka

(Whitten, 2004). Desain berorientasi objek merupakan kelanjutan

dari proses analisis berorientasi objek. Terdapat tiga jenis objek,

yaitu :

1. Objek Entiti (Entity Object), adalah sebuah objek yang berisi

informasi yang berhubungan dengan bisnis yang bersifat

menetap dan disimpan pada sebuah database. Biasanya berkaitan

dengan item-item pada kehidupan nyata dan memuat informasi,

biasa disebut atribut, yang menjelaskan contoh-contoh yang

berbeda dari entiti.

Simbol :

2. Objek Antarmuka (Interface Object), adalah sebuah objek yang

menyediakan peralatan di mana pengguna dapat mengantarmuka

dengan sistem tersebut. Pengguna berkomunikasi dengan sistem

melalui objek antarmuka. Tanggung jawab objek antarmuka

(30)

a. Menerjemahkan input pengguna ke dalam informasi yang

dapat dipahami oleh sistem dan digunakan untuk

memproses peristiwa bisnis.

b. Mengambil data yang berkaitan dengan peristiwa bisnis dan

menerjemahkan data tersebut untuk memberikan presentasi

yang tepat kepada pengguna.

Simbol :

3. Objek Kontrol (Control Object), adalah objek yang berisi logika

aplikasi yang bukan merupakan tanggung jawab entity objek.

Objek kontrol (control object) mengkoordinasi pesan antara

objek antarmuka dan objek entiti dan sekuensi di mana pesan

terjadi. Dengan mengelola atau mengarahkan interaksi antara

objek, maka objek kontrol memperbolehkan skenario untuk

menjadi tangguh dan menyederhanakan tugas pemeliharaan

proses sekali proses tersebut diimplementasikan. Aturan utama

adalah, dalam sebuah use case, sebuah objek kontrol harus

digabungkan dengan sebuah dan hanya sebuah aktor.

(31)

2.3. UML (Unified Modelling Language)

UML menawarkan diagram yang dikelompokkan menjadi 5 perspektif

berbeda untuk memodelkan suatu sistem. Berikut menjelaskan berbagai

diagram UML serta tujuannya :

1. Diagram Model Use-Case

Diagram use-case secara grafis menggambarkan interaksi antara sistem,

sistem eksternal, dan pengguna. Dengan kata lain, secara grafis

mendeskripsikan siapa yang akan menggunakan sistem dan dalam cara

apa pengguna mengharapkan interaksi dengan sistem itu. Use-case

naratif digunakan untuk secara tekstual menggambarkan sekuensi

langkah-langkah dari setiap interaksi.

2. Diagram Struktur Statis

UML menawarkan 2 diagram untuk memodelkan struktur sistem

informasi statis, yaitu :

a. Diagram kelas, menggambarkan struktur objek sistem. Diagram ini

menunjukkan kelas objek yang menyusun sistem dan juga

hubungan antara kelas objek tersebut.

b. Diagram objek, serupa dengan diagram kelas, tetapi daripada

menggambarkan kelas objek, diagram objek malahan memodelkan

(32)

atribut instance. Diagram ini tidak digunakan sesering diagram

kelas, tetapi saat digunakan, dapat membantu seorang developer

untuk memahami struktur sistem secara lebih baik.

3. Diagram Interaksi

Diagram interaksi memodelkan sebuah interaksi, terdiri dari satu set

objek, hubungan-hubungannya, dan pesan yang terkirim di antara

objek. Model diagram ini memodelkan behavior sistem yang dinamis

dan UML memiliki dua diagram untuk tujuan ini, yaitu :

a. Diagram rangkaian/sekuensi, secara grafis menggambarkan

bagaimana objek berinteraksi dengan satu sama lain melalui pesan

pada eksekusi sebuah use case atau operasi. Diagram ini

mengilustrasikan bagaimana pesan terkirim dan diterima di antara

objek dan dalam sekuensi apa.

b. Diagram kolaborasi, serupa dengan diagram rangkaian/sekuensi,

tetapi tidak fokus pada timing atau “sekuensi” pesan. Diagram ini

malahan menggambarkan interaksi (atau kolaborasi) antara objek

dalam sebuah format jaringan.

4. Diagram State (State Diagram)

Diagram bagian ini juga memodelkan behaviour dinamis dari sistem.

UML memiliki sebuah diagram untuk memodelkan behavior objek

khusus yang kompleks (diagram statechart) dan sebuah diagram untuk

(33)

a. Diagram statechart, digunakan untuk memodelkan behavior objek

khusus yang dinamis. Diagram ini mengilustrasikan siklus hidup

objek-berbagai keadaan yang dapat diasumsikan oleh objek dan

event-event yang menyebabkan objek beralih dari satu state ke

state lain.

b. Diagram aktivitas, secara grafis digunakan untuk menggambarkan

rangkaian aliran aktifitas baik proses bisnis atau use case. Diagram

ini juga dapat digunakan untuk memodelkan action yang dilakukan

saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action

tersebut.

5. Diagram Implementasi

Diagram implementasi juga memodelkan struktur sistem informasi,

yakni :

a. Diagram komponen, digunakan untuk menggambarkan organisasi

dan ketergantungan komponen-komponen software sistem.

Diagram ini dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana kode

pemrograman dibagi menjadi modul-modul (atau komponen).

b. Diagram penguraian/deployment, mendeskripsikan arsitektur fisik

dalam istilah “node” untuk hardware dan software dalam sistem.

Diagram ini menggambarkan konfigurasi komponen-komponen

software run-time, prosesor, dan peralatan yang membentuk

(34)

2.4. Java

Java adalah bahasa pemrograman serbaguna. Dikembangkan oleh

Sun Microsystems pada Agustus 1991, dengan nama semula Oak. Konon

Oak adalah pohon semacam jati yang terlihat dari jendela tempat

pembuatnya, James osling, bekerja. Ada yang mengatakan bahwa Oak

adalah singkatan dari “Object Application Kernel”, tetapi ada yang

menyatakan hal itu muncul setelah nama Oak diberikan. Pada Januari 1995,

karena nama Oak dianggap kurang komersial, maka diganti dengan Java.

Salah satu sifat Java adalah tidak bergantung pada platform, artinya dapat

dijalankan pada sembarang komputer dan bahkan sembarang sistem operasi.

Ketidakbergantungan terhadap platform sering dinyatakan dengan istilah

portabilitas, yang tidak hanya sebatas pada program sumber (source code),

melainkan juga pada tingkat kode biner yang disebut bytecode.

Tipe dan variabel merupakan salah satu elemen yang sangat

penting dalam pemrograman, tak terkecuali dalam Java. Variabel dalam

Java harus didefinisikan dulu tipe datanya secara eksplisit. Berikut adalah

beberapa tipe data :

1. Tipe data integer, ada 4 tipe data integer dalam Java yaitu byte, short,

int dan long.

2. Floating point, merupakan tipe data primitif dalam Java dan digunakan

untuk menangani bilangan floating point. Ada dua macam floating

(35)

menempati 4 bytes di memori, dan double, yang memiliki nilai -1.7 x

10308 sampai +1.7 x 10308.

3. Boolean, dalam java dikenal tipe data boolean yang terdiri atas dua nilai

saja, yaitu true atau false. Pendeklarasian tipe data boolean bisa tanpa

nilai awal dan bisa dengan nilai awal.

4. String, dalam Java String sebenarnya adalah objek dari class String

yang merupakan class standar dalam java, yang digunakan untuk

menangani string.

5. Array, array bukan tipe data melainkan struktur data yaitu suatu

kesatuan variabel dengan tipe yang sama dan yang dapat menyimpan

data lebih dari satu dengan menggunakan indeks angka integer.

Dalam bahasa pemrograman Java, biasanya menggunakan

beberapa operator dalam penulisannya, operator-operator tersebut antara

lain :

1. Operator Aritmetika

Dalam Java, kita menggunakan tanda (+) untuk penjumlahan, (-)

untuk pengurangan, (*) untuk perkalian, (/) untuk pembagian, dan (%)

untuk mendapatkan hasil sisa pembagian.

2. Operator Assignment

Berikut adalah contoh dari operator assignment :

Tabel 2.1 Operator Assignment

(36)

X / = Y X = X / Y X % = Y X = X % Y

3. Operator Increament dan Decrement

Operator increament adalah ++ yang berarti naik satu unit.

Apabila int, ++a memiliki nilai yang sama dengan a=a+1. ada dua versi

operator ini yaitu, prefix yang berarti operator digunakan sebelum

variabel atau ekpresi, dan postfix yang berarti operator digunakan

sesudah variabel atau ekpresi.

4. Operator Relasi

Operator ini menghasilkan nilai boolean dan menggunakan

operator berikut :

> : lebih dari

< : kurang dari

>= : lebih dari atau sama dengan

<= : kurang dari atau sama dengan

= = : sama dengan

!= : tidak sama dengan

Operator ini sering digunakan untuk kontrol program, misalnya

pada pengkondisian if. Untuk String, dapat digunakan metode equals

(37)

5. Operator Logical

Operator ini digunakan untuk ekspresi logikal yang menghasilkan nilai

boolean, yaitu AND (&&), OR (||) dan NOT (!). berikut adalah tabel

penggunaan dari operator logika :

Tabel 2.2 Penggunaan Operator Logika

A B A || B A && B

program yaitu pengkondisian dan looping.

1. Pengkondisian

Pengkondisian mengatur alur program berdasarkan pada kondisi

tertentu yang didefinisikan. Untuk masalah dengan satu atau dua

percabangan dapat digunakan statement if dan else, untuk multiple

alternatif dapat digunakan if...elseif dan switch.

a. Statement if

Digunakan jika satu atau lebih operasi akan dilaksanakan apabila

syaratnya (kondisinya) terpenuhi atau bernilai true. Sintaks-nya

adalah :

if (kondisi)

{

operasi program;

(38)

b. Statement if....else

Pada statement if....else ditemui adanya dua alternatif operasi

program yang akan dijalankan. Apabila operasi pertama memenuhi

kondisi maka akan dijalankan, tetapi bila tidak memenuhi kondisi

maka operasi kedua akan dijalankan. Sintaks-nya adalah :

if (kondisi)

Statement elseif digunakan apabila terdapat beberapa kondisi

yang berbeda-beda yang masing-masing kondisi memiliki operasi

program yang akan dijalankan apabila kondisi tersebut terpenuhi.

(39)

else

{

Operasi program 4;

}

d. Statement switch

Seperti halnya if..elseif, switch juga digunakan untuk memilih

berdasar banyak pilihan (kondisi) dimana masing-masing pilihan akan

menghasilkan pernyataan atau aksi yang berlainan sesuai dengan

pilihan yang dilakukan. Biasanya penggunaan switch berkaitan

dengan menu dimana apabila menu pertama dipilih maka switch akan

menjalankan blok dari case 1, lalu apabila menu kedua dipilih maka

switch akan menjalankan blok dari case 2, demikian seterusnya.

Sintaks-nya adalah :

switch(ekspresi)

{

case <ekspresi konstanta>; <pernyataan>...

break;

case yang lain...

default: <pernyataan>...

}

2. Looping

Kontrol looping atau pengulangan dalam program Java dapat

menggunakan while, do-while atau for.

a. while

Selama ekspresi boolean bernilai benar/true, blok pernyataan akan

dijalankan terus menerus. Sintaks-nya adalah :

(40)

while(kondisi)

{ blok pernyataan }

b. do-while

Perbedaan utama antara while dan do-while adalah pada do-while

pernyataan dijalankan terlebih dahulu minimal satu kali sedangkan

pada while memungkinkan pernyataan sama sekali tidak dijalankan

apabila kondisi boolean pada saat pertama kali sudah salah.

Sintaks-nya adalah :

do {

blok pernyataan

} while(kondisi);

c. for

Loop dengan for melakukan inisialisasi sebelum iterasi/loop

pertama, kemudian melakukan test kondisional dan pada akhir dari tiap

iterasi melakukan penambahan atau pengurangan pada variabel yang

digunakan sebagai basis pengkondisian untuk perulangan. Sintaks-nya

adalah :

for (inisialisasi;kondisi;penaikan_penurunan) {

pernyataan_pernyataan;

}

Setiap program pasti tidak akan bebas dari bug atau kesalahan.

Dalam bahasa pemrograman Java digunakan exception handling untuk

penanganan/penelusuran kesalahan. Untuk menangkap exception, digunakan

(41)

try

{

Blok yang akan ditangkap sekiranya terjadi

eksepsi

} catch (Exception e) {

Blok yang akan dijalankan jika terjadi eksepsi

}

Selain dengan cara menambahkan blok try/catch, cara yang lain

dalam menangkap eksepsi adalah dengan melemparkan eksepsi (throw

exception) pada suatu fungsi yang mempunyai eksepsi.

2.5. MySQL 5.0

MySQL merupakan database yang dikembangkan dari bahasa SQL

(Structured Query Language) yang digunakan untuk berkomunikasi dengan

suatu database. Berdasarkan ANSI (American National Standard Institute), SQL

merupakan bahasa standar untuk relational database management systems.

Pernyataan-pernyataan SQL digunakan untuk melakukan fungsi-fungsi seperti

update data pada database, atau pengambilan data dari database.

Pernyataan-pernyataan SQL dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu :

1. Data Manipulation Languange (DML)

Pernyataan DML berkaitan dengan data, baik pengambilan atau

pemodifikasian data supaya tetap up-to-date. Berikut pernyataan DML,

antara lain:

a. SELECT, pernyataan ini digunakan untuk query dan menampilkan

data dari sebuah database. Pernyataan select menspesifikasikan kolom

(42)

b. INSERT, pernyataan ini digunakan untuk mengisi tabel yang baru

dibuat atau menambahkan baris/record baru pada tabel yang sudah

dibuat.

c. DELETE, pernyataan ini digunakan untuk menghapus sebuah baris

tertentu atau sekumpulan baris dari sebuah tabel.

d. UPDATE, pernyataan ini digunakan untuk mengubah nilai dari suatu

kolom atau sekumpulan kolom pada suatu tabel.

2. Data Definition Language (DDL)

Sedangkan pernyataan DDL berkaitan dengan pembuatan atau pengubahan

tabel dan objek-objek database lainnya seperti view dan index. Berikut

pernyataan DDL, di antaranya:

a. CREATE TABLE

Pernyataan ini digunakan untuk membuat tabel dengan nama kolom

yang ditentukan oleh pengguna.

b. DROP TABLE

Pernyataan ini digunakan untuk menghapus semua baris/record dan

menghapus definisi tabel dari database.

c. ALTER TABLE

Pernyataan ini digunakan untuk menambah atau menghapus sebuah

(43)

22 3.1. Analisis Sistem

3.1.1. Gambaran Umum Sistem Yang Lama

Sistem yang selama ini berjalan masih manual dalam semua

kegiatannya, baik pencatatan data identitas dari perempuan hamil yang akan

masuk, pengurusan identitas bayi, maupun pembuatan laporan ketika

perempuan tersebut akan keluar dari lokasi. Form diketik dengan mesin tik

kemudian diberikan kepada calon anggota asrama ibu hamil untuk

kemudian diisi. Setelah berkas lengkap, kemudian diambil lagi oleh

pengurus karya sosial dan kemudian disimpan dan disatukan dengan berkas

yang lain di kantor. Kadangkala pengurus membutuhkan waktu agak lama

ketika akan memproses suatu berkas karena untuk dapat menemukan berkas

yang dimaksud membutuhkan waktu tersendiri, apalagi ketika pengurus

tersebut kelupaan meninggalkan berkas yang dimaksud sebelumnya.

Kegiatan pencarian berkas seringkali membutuhkan tenaga tersendiri.

Selama ini pengelolaan karya sosial dipegang oleh beberapa orang saja.

Sehingga dengan proses yang masih manual itu sedikit sulit jika diinginkan

pergantian pengurus.

3.1.2. Gambaran Umum Sistem Yang Baru

Sistem yang baru berusaha memperbaiki kelemahan dari sistem yang

(44)

mampu menangani banyak kegiatan baik pengarsipan maupun pengolahan

data hingga pencetakan laporan, sangat membantu para pengurus dalam

menjalankan keseharian karya sosial tersebut. Aplikasi ini dibangun dengan

menggunakan bahasa pemrograman Java yang dikombinasikan dengan

teknologi MySql dari sisi basis data. Aplikasi ini akan berada di kantor

pengurus, sehingga mempermudah pengurus menangani sirkulasi kegiatan

yang ada, apalagi ketika ada anggota asrama ibu hamil yang baru masuk.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan nantinya ketika terjadi pergantian

pengurus tidak mengalami kesulitan dalam penyesuaian pengarsipan yang

telah dilakukan oleh pengurus sebelumnya dan segala informasi dari

anggota asrama yang sudah keluar tetap tersimpan dengan aman.

3.1.3. Orang Yang Terlibat Dalam Sistem

Adapun aktor yang terlibat dalam sistem ini adalah pengurus, aktor

ini bertugas melakukan semua kegiatan seperti update, seperti tambah data

(input), ubah data (edit), dan menghapus data yang ada (delete) maupun

pencetakan.

3.1.4. Diagram Blok Proses

Gambaran sistem baru yang nantinya akan dibangun, secara garis

(45)

24

(46)

3.1.5. Use Case Diagram

Diagram use case aplikasi karya sosial dapat dilihat pada gambar 3.2

di bawah ini :

(47)

3.1.6. Use Case Naratif

3.1.6.1. Use Case Naratif Update Ibu Hamil

Nama Use Case Update Ibu Hamil

Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi

Sumber Kartu keluarga, surat nikah, KTP

Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -

Stakeholder yang

berminat lain -

Deskripsi

Use case ini mendeskripsikan kegiatan memasukkan identitas ibu hamil yang masuk ke asrama. Selain itu disertakan juga identitas pelengkapnya meliputi data mengenai kehamilan dan status pernikahannya. Kegiatan tersebut dilakukan oleh pengurus dan selain berupa proses tambah, edit, hapus, juga terdapat proses pencarian data serta pencetakan dokumen keluarga.

Gambar 3.3 Gambar use case naratif update ibu hamil

3.1.6.2. Use Case Naratif Update PihakL

Nama Use Case Update pihakL

Tipe Use Case

Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -

Stakeholder yang berminat lain

-

Deskripsi Use case ini mendiskripsikan kegiatan memasukkan identitas calon ayah bayi/pihakL sebagai pelengkap identitas ibu hamil. Berupa data identitas diri dan status pernikahannya. Use case ini dapat dieksekusi setelah update ibu hamil dijalankan.

(48)

3.1.6.3. Use Case Naratif Update Bayi

Nama Use Case Update bayi

Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi

Sumber Surat keterangan lahir Pelaku Bisnis Utama Pengurus

Pelaku Partisipan Lain - Stakeholder yang berminat lain

-

Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan memasukkan data bayi ketika ibu sudah melahirkan. Data berupa identitas diri bayi disertai keterangan yang menjelaskan saat bayi tersebut lahir. Kegiatan ini dilakukan oleh pengurus dan setelah data bayi terisi baru bisa dilakukan use case serah terima bayi.

Gambar 3.5 Gambar use case naratif update bayi

3.1.6.4. Use Case Naratif Update DataortuP

Nama Use Case Update dataortuP

Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi

Sumber Kartu keluarga Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -

Stakeholder yang berminat lain

-

Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan memasukkan data keluarga kandung si ibu hamil. Data yang dimasukkan harus sesuai dengan data yang tertera dalam kartu keluarga. Selain itu juga terdapat fasilitas pencetakan data keluarga.

Gambar 3.6 Gambar use case naratif update dataortup

3.1.6.5. Use Case Naratif Update DataortuL

Nama Use Case Update dataortuL

Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi

(49)

Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -

Stakeholder yang berminat lain

-

Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan memasukkan data keluarga dari si calon ayah bayi. Data yang dimasukkan harus sesuai dengan yang tertera di kartu keluarga. Selain itu juga terdapat fasilitas pencetakan berkas tersebut.

Gambar 3.7 Gambar use case naratif update dataortuL

3.1.6.6. Use Case Naratif Update Laporan Piutang

Nama Use Case Update Laporan Piutang

Tipe Use Case

Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -

Stakeholder yang berminat lain

-

Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan menampilkan catatan piutang yang dimiliki oleh masing-masing ibu hamil secara terperinci. Masukan yang diminta berupa no registrasi ibu hamil dan rentang tanggal yang diinginkan. Detil piutang ditampilkan berurutan sesuai dengan tanggal kejadian disertai dengan keterangan penggunaannya juga besaran nominal yang terpakai. Pengurus juga dapat melakukan pencetakan berkas ini, dan juga terdapat fasilitas pencarian data ibu hamil. Use case ini tidak dapat dijalankan apabila ibu hamil belum terdaftar.

Gambar 3.8 Gambar use case naratif update laporan piutang

3.1.6.7. Use Case Naratif Update Rekapan Piutang

Nama Use Case Update Rekapan Piutang

Tipe Use case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi

(50)

pelunasan piutang Pelaku Bisnis Utama Pengurus

Pelaku Partisipan Lain - Stakeholder yang

berminat lain

-

Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan menampilkan catatan piutang seluruh ibu hamil yang pernah tinggal di lokasi asrama. Detil piutang yang ditampilkan hanya berupa nominal keseluruhan piutang, kemudian nominal yang sudah terlunasi dan selisih antara keduanya, dari masing-masing no registrasi. Selain itu disertakan informasi mengenai status masing-masing ibu hamil tersebut apakah masih aktif, yang berarti ibu hamil tersebut masih berada di asrama, atau sudah keluar. Kegiatan lain dari use case ini yaitu pencetakan berkas laporan rekap piutang.

Gambar 3.9 Gambar use case naratif update rekapan piutang

3.1.6.8. Use Case Naratif Update Pengurus

Nama Use Case Update pengurus

Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi

Sumber Data pengurus asrama Pelaku Bisnis Utama Pengurus

Pelaku Partisipan Lain - Stakeholder yang

berminat lain

-

Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan memasukkan data pengurus asrama. Data pengurus ini nantinya akan digunakan ketika use case lainnya dilakukan, seperti use case kas keluar, kas masuk, pelunasan piutang, serah terima ibu hamil, dan serah terima bayi. Data yang dimasukkan tidak terperinci seperti data ibu hamil, hanya berupa nama saja, sedangkan pemberian kode pengurus dilakukan secara otomatis. Dalam use case ini tidak ada fasilitas pencetakan berkas pengurus, karena dianggap tidak terlalu dibutuhkan berkas tersebut untuk dicetak.

(51)

3.1.6.9. Use Case Naratif Update Serah Terima Bayi

Nama Use Case Update Serah Terima Bayi

Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi

Sumber Data bayi

Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -

Stakeholder yang berminat lain

-

Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan pencatatan kejadian saat terjadi proses penitipan bayi dan pengambilan bayi titipan oleh keluarga. Pencatatan yang dilakukan meliputi kedua belah pihak, yaitu pihak pengurus yang menerima dan pihak keluarga yang menitipkan bayi beserta lokasi yang dipilih sebagai tempat tinggal selanjutnya bagi bayi tersebut apabila dalam waktu yang telah disepakati ternyata pihak keluarga belum juga membawa pulang bayi tersebut. Ada 4 berkas yang dapat dicetak dalam use case ini, meliputi berkas bukti penitipan bayi, bukti kepulangan bayi, bukti perjanjian penitipan, dan bukti penitipan ibu dan anak terlantar.

Gambar 3.11 Gambar use case naratif update serah terima bayi

3.1.6.10. Use Case Naratif Update Serah Terima Ibu Hamil

Nama Use Case Update serah terima ibu hamil

Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi

Sumber Data ibu hamil Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -

Stakeholder yang berminat lain

-

(52)

dicetak dalam use case ini, meliputi berkas bukti penitipan ibu hamil dan bukti kepulangan ibu.

Gambar 3.12 Gambar use case naratif update serah terima ibu hamil

3.1.6.11. Use Case Naratif Tambah Biaya

Nama Use Case Tambah Biaya

Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi

Sumber Peraturan asrama Pelaku Bisnis Utama Pengurus

Pelaku Partisipan Lain - Stakeholder yang

berminat lain -

Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan pengaturan biaya yang berlaku, meliputi biaya asrama ibu hamil dan biaya perawatan bayi per hari. Use case ini digunakan untuk menimimalisasi kesalahan yang terjadi saat pemasukan data transaksi keuangan seperti dalam kas keluar, sehingga pengurus hanya memasukkan data tanggal saja, kemudian sistem akan mengkalkulasi biaya yang dibutuhkan secara otomatis dan menampilkan kembali hasilnya di antarmuka.

Gambar 3.13 Gambar use case naratif tambah biaya

3.1.6.12. Use Case Naratif Update Donatur

Nama Use Case Update Donatur

Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi

Sumber Buku tamu donatur Pelaku Bisnis Utama Pengurus

Pelaku Partisipan Lain - Stakeholder yang

berminat lain -

(53)

dilakukan oleh pengurus.

Gambar 3.14 Gambar use case naratif update donatur

3.1.6.13. Use Case Naratif Update Kas Masuk

Nama Use Case Update Kas Masuk

Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi Sumber

Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -

Stakeholder yang

berminat lain -

Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan pengurus dalam mencatat data transaksi kas masuk. Pengurus dapat menambah, mengubah, serta mencetak data transaksi kas masuk yang telah tersimpan. Sebelum proses pengubahan data transaksi dilakukan, pengurus harus memasukkan kata kunci yang sesuai terlebih dahulu. Pengurus dapat memasukkan transaksi kas masuk beserta perinciannya dan nominal dalam tabel perincian dan yang tertera di luar tabel haruslah sama, sehingga sistem akan mengijinkan proses penyimpanan dilakukan.

Gambar 3.15 Gambar use case naratif update kas masuk

3.1.6.14. Use Case Naratif Update Kas Keluar

Nama Use Case Update Kas Keluar

Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi Sumber

Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -

Stakeholder yang

berminat lain -

(54)

memasukkan kata kunci yang sesuai terlebih dahulu. Pengurus dapat memasukkan transaksi kas masuk beserta perinciannya dan nominal dalam tabel perincian dan yang tertera di luar tabel haruslah sama, sehingga sistem akan mengijinkan proses penyimpanan dilakukan.

Gambar 3.16 Gambar use case naratif update kas keluar

3.1.6.15. Use Case Naratif Update Pelunasan Piutang

Nama Use Case Update Pelunasan Piutang

Tipe Use Case

Persyaratan Bisnis : ID Use Case -

Prioritas Tinggi Sumber Kas Keluar Pelaku Bisnis Utama Pengurus Pelaku Partisipan Lain -

Stakeholder yang

berminat lain -

Deskripsi Use case ini mendeskripsikan kegiatan pengurus dalam mencatat transaksi pelunasan piutang ibu hamil. Pengurus memilih data ibu hamil terlebih dahulu, kemudian sistem akan merespon dengan mengkalkulasi dan menampilkan jumlah semua piutang yang belum terbayar. Kemudian pengurus bisa memasukkan data transaksi, dan setelah angka yang tertera di luar tabel telah sesuai dengan perinciannya yang tertampil di dalam tabel, maka sistem dapat melakukan proses penyimpanan. Proses pengubahan data dapat dilakukan oleh pengurus dengan memasukkan kata kunci terlebih dahulu. Selain itu, pengurus juga dapat melakukan proses pencetakan berkas transaksi tersebut.

(55)

3.1.7. Sequence Diagram

3.1.7.1. Proses update ibu hamil

1. Proses memasukkan data ibu hamil

Gambar 3.18 Diagram sequence untuk memasukkan data ibu hamil

2. Proses mengubah data ibu hamil

(56)

3. Proses menghapus data ibu hamil

Gambar 3.20 Diagram sequence untuk menghapus data ibu hamil

3.1.7.2. Proses update bayi

1. Proses memasukkan data bayi

(57)

2. Proses mengubah data bayi

Gambar 3.22 Diagram sequence untuk mengubah data bayi

3.1.7.3. Proses update pihakL

1. Proses memasukkan data pihakL

(58)

2. Proses mengubah data pihakL

Gambar 3.24 Diagram sequence untuk mengubah data pihakL

3.1.7.4. Proses update dataortup

1. Proses memasukkan dataortuP

(59)

2. Proses mengubah dataortuP

Gambar 3 26 Diagram sequence untuk mengubah dataortuP

3.1.7.5. Proses update dataortul

1. Proses memasukkan dataortuL

(60)

2. Proses mengubah dataortuL

Gambar 3.28 Diagram sequence untuk mengubah dataortuL

3.1.7.6. Proses update donatur

1. Proses memasukkan data donatur

(61)

2. Proses mengubah data donatur

Gambar 3.30 Diagram sequence untuk mengubah data donatur

3. Proses menghapus data donatur

(62)

3.1.7.7. Proses update serah terima bayi

1. Proses penerimaan titipan bayi

Gambar 3.32 Diagram sequence untuk penerimaan titipan bayi

2. Proses pengambilan bayi titipan

(63)

3.1.7.8. Proses update serah terima ibu hamil

1. Proses penerimaan ibu hamil

Gambar 3.34 Diagram sequence untuk penerimaan ibu hamil

2. Proses pengambilan ibu hamil

(64)

3.1.7.9. Proses update kas masuk

1. Proses mencatat kas masuk

Gambar 3.36 Diagram sequence untuk mencatat kas masuk

2. Proses mengubah data kas masuk

(65)

3. Proses mencetak transaksi kas masuk

Gambar 3.38 Diagram sequence untuk mencetak transaksi kas masuk

3.1.7.10. Proses update kas keluar

1. Proses mencatat kas keluar

(66)

2. Proses mengubah data kas keluar

Gambar 3.40 Diagram sequence untuk mengubah data kas keluar

3. Proses mencetak transaksi kas keluar

(67)

3.1.7.11. Proses update pelunasan piutang

1. Proses tambah transaksi pelunasan piutang

Gambar 3.42 Diagram sequence untuk tambah transaksi pelunasan piutang

2. Proses ubah transaksi pelunasan piutang

(68)

3. Proses cetak transaksi pelunasan piutang

Gambar 3.44 Diagram sequence untuk cetak transaksi pelunasan piutang

3.1.7.12. Proses update laporan piutang

1. Proses lihat laporan piutang

(69)

2. Proses cetak laporan piutang

Gambar 3.46 Diagram sequence untuk cetak laporan piutang

3.1.7.13. Proses update rekapan piutang

1. Proses lihat rekapan piutang

(70)

2. Proses cetak rekapan piutang

Gambar 3.48 Diagram sequence untuk cetak rekapan piutang

3.1.7.14. Proses update pengurus

1. Proses tambah data pengurus

(71)

2. Proses ubah data pengurus

Gambar 3.50 Diagram sequence untuk ubah data pengurus

3. Proses hapus data pengurus

(72)

3.1.7.15. Proses tambah biaya

(73)

3.1.8. Class Diagram

(74)

3.2. Perancangan Sistem

3.2.1. Perancangan Database

Tabel – tabel yang dibutuhkan antara lain :

a. Tabel datapihakperempuan

Tabel 3.1 Tabel data pihak perempuan

Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key

keteranganMedisAB varchar 255

(75)

kartuIdentitasL varchar 255

lokasiSuratNikahL varchar 255

noIndukBayi varchar 20

(76)

tglBerlakuAWP date -

kartuIdentitasIWP varchar 255

tglBerlakuIWP date -

b. Tabel dataortup & tabel dataortul

Tabel 3.2 Tabel data orang tua perempuan dan laki-laki

(77)

noTlpAyah varchar 255

Tabel 3.3 Tabel data anak orang tua

(78)

d. Tabel donatur

Tabel 3.3 Tabel data donatur

Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key

Tabel 3.4 Tabel data cetak bayi

Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key

Tabel 3.5 Tabel data cetak ibu hamil

Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key

noRegIbu varchar 20 PK

(79)

tanggal date -

Tabel 3.6 Tabel data kas

(80)

jumlah double -

i. Tabel pelunasan

Tabel 3.8 Tabel data pelunasan

Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key

Tabel 3.9 Tabel detil data pelunasan

Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key

Tabel 3.10 Tabel data pegawai

Nama Atribut Tipe Data Ukuran Key

kodePegawai varchar 10

(81)

3.2.2. Perancangan User Interface

a. Halaman Pendaftaran Penitipan Ibu Hamil

Gambar 3.54 Gambar Perancangan Halaman Pendaftaran Penitipan Ibu Hamil

b. Halaman Cetak Serah-Terima Bayi

(82)

c. Halaman Cetak Serah-Terima Ibu Hamil

Gambar 3.56 Gambar Perancangan Halaman Cetak Serah-Terima Ibu Hamil

d. Halaman Donatur

(83)

e. Halaman Kas Masuk

Gambar 3.58 Gambar Perancangan Halaman Kas Masuk

f. Halaman Kas Keluar

(84)

g. Halaman Laporan Piutang Ibu

Gambar 3.60 Gambar Perancangan Halaman Laporan Piutang Ibu

h. Halaman Pelunasan Piutang

(85)

i. Halaman Rekapan Piutang

Gambar 3.62 Gambar Perancangan Halaman Rekapan Piutang

j. Halaman Pengurus

(86)

k. Halaman Olah Biaya

Gambar 3.64 Gambar Perancangan Halaman Olah Biaya

3.2.3. Perancangan Halaman Output

3.2.3.1. Perancangan Berkas Identitas Keluarga dari Calon Ibu

(87)

3.2.3.2. Perancangan Berkas Identitas Keluarga dari Calon Ayah

Gambar 3.66 Gambar Perancangan Berkas Identitas Keluarga dari Calon Ayah

3.2.3.3. Perancangan Bukti Penitipan Ibu Hamil

(88)

3.2.3.4. Perancangan Bukti Pengambilan Ibu yang Telah Melahirkan

Gambar 3.68 Gambar Perancangan Bukti Pengambilan Ibu yang Telah Melahirkan

3.2.3.5. Perancangan Bukti Penitipan Bayi

(89)

3.2.3.6. Perancangan Bukti Perjanjian Pernyataan Penitipan Bayi

Gambar 3.70 Gambar Perancangan Bukti Perjanjian Pernyataan Penitipan Bayi

3.2.3.7. Perancangan Bukti Penitipan Ibu Dan Anak Terlantar

(90)

3.2.3.8. Perancangan Bukti Pengambilan Bayi Titipan

Gambar 3.72 Gambar Perancangan Bukti Pengambilan Bayi Titipan

3.2.3.9. Perancangan Bukti Penerimaan Kas Masuk

(91)

3.2.3.10. Perancangan Bukti Kas Keluar

Gambar 3.74 Gambar Perancangan Bukti Kas Keluar

3.2.3.11. Perancangan Bukti Pelunasan Piutang

(92)

3.2.3.12. Perancangan Bukti Laporan Piutang

Gambar 3.76 Gambar Perancangan Bukti Laporan Piutang

3.2.3.13. Perancangan Bukti Rekapan Piutang

(93)

72

BAB IV

IMPLEMENTASI SISTEM

Pada bab ini membahas tentang implementasi sistem berdasarkan pada

analisa dan perancangan yang telah dibuat pada bab sebelumnya. Adapun

perangkat lunak yang digunakan untuk sistem informasi asrama ibu hamil ini

antara lain :

1. Sistem operasi Windows XP

2. J2SDK 1.7.0

3. J2RE 7.0

4. Java Netbeans IDE 6.7.1

5. Database MYSQL 5

6. SQLyog 5.14

7. iReport 3.7.1

Selain itu, spesifikasi perangkat keras yang digunakan adalah prosesor Intel

Pentium IV 2,66 GHz dengan harddisk 80GB dan memori 2GB.

4.1. Pembuatan Database

Pada tahap ini dilakukan pembuatan database baru pada MySQL, yang

di dalamnya berisi semua tabel yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem

informasi asrama ibu hamil ini. Database yang digunakan nantinya diberi

(94)

1. Tabel biaya, yang digunakan untuk menyimpan data tarif untuk asrama

ibu hamil dan data tarif untuk perawatan bayi, seperti gambar di bawah

ini :

Gambar 4.1 Gambar Tabel biaya

Tabel biaya dibuat dengan sintak SQL sebagai berikut :

DROP TABLE IF EXISTS `biaya`;

CREATE TABLE `biaya` (

`keterangan` varchar(255) default ' ',

`biaya` double default '0',

`statusAktif` varchar(5) default ' ',

`pengurus` varchar(255) default ' ',

`tglInput` timestamp NULL default CURRENT_TIMESTAMP

) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;

2. Tabel cetakbayi, yang digunakan untuk menyimpan data yang berkaitan

(95)

kejadian keluarnya bayi dari lokasi penitipan, seperti gambar di bawah

ini :

Gambar 4.2 Gambar Tabel cetakbayi

Tabel cetakbayi dibuat dengan sintak SQL sebagai berikut :

DROP TABLE IF EXISTS `cetakbayi`; CREATE TABLE `cetakbayi` (

`noRegIbu` varchar(20) default ' ', `statusBayi` varchar(7) default ' ', `tanggal` date default '2010-01-01',

`statusPengantar` varchar(17) default ' ', `infoPengantar` varchar(15) default ' ', `namaPengantar1` varchar(255) default ' ', `namaPengantar2` varchar(255) default ' ', `statusPenerima` varchar(17) default ' ', `infoPenerima` varchar(15) default ' ', `namaPenerima1` varchar(255) default ' ', `namaPenerima2` varchar(255) default ' ', `keterangan` varchar(255) default 'OK', `lokasiPindah` varchar(255) default ' ' ) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;

3. Tabel cetakibuhamil, yang digunakan untuk menyimpan data yang

(96)

sementara selama kehamilan sampai masa melahirkan dan kejadian

keluarnya ibu yang telah melahirkan tersebut dari lokasi K, seperti

gambar di bawah ini :

Gambar 4.3 Gambar Tabel cetakibuhamil

Tabel cetakibuhamil dibuat dengan sintak SQL sebagai berikut :

/*Table structure for table `cetakibuhamil` */ DROP TABLE IF EXISTS `cetakibuhamil`;

CREATE TABLE `cetakibuhamil` (

`noRegIbu` varchar(20) default ' ', `statusIbu` varchar(30) default ' ', `tanggal` date default '2010-01-01',

`statusPengantar` varchar(20) default ' ', `infoPengantar` varchar(10) default ' ', `namaPengantar1` varchar(255) default ' ', `namaPengantar2` varchar(255) default ' ', `statusPenerima` varchar(20) default ' ', `infoPenerima` varchar(10) default ' ', `namaPenerima1` varchar(255) default ' ', `namaPenerima2` varchar(255) default ' ', `keterangan` varchar(255) default ' ' ) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;

4. Tabel dataanakortu, yang digunakan untuk menyimpan data anak dari

(97)

orang tua pihak perempuan/ibu kandung bayi/ibu hamil, seperti gambar

di bawah ini :

Gambar 4.4 Gambar Tabel dataanakortu

Tabel dataanakortu dibuat dengan sintak SQL sebagai berikut :

/*Table structure for table `dataanakortu` */

DROP TABLE IF EXISTS `dataanakortu`;

CREATE TABLE `dataanakortu` (

`kodeOrtu` varchar(20) default ' ',

`noUrut` int(3) default '0',

`namaLengkap` varchar(50) default ' ',

`umur` int(3) default '1',

`agamaAnak` varchar(20) default 'KATOLIK',

`pendidikanAnak` varchar(100) default ' ',

`pekerjaanAnak` varchar(100) default ' ',

`statusAnak` varchar(30) default ' ',

`keterangan` varchar(100) default ' ',

`kodeAnak` int(3) default '0'

(98)

5. Tabel datadonatur, yang digunakan untuk menyimpan data identitas

setiap donatur yang masuk ke lokasi K, seperti gambar di bawah ini :

Gambar 4.5 Gambar Tabel datadonatur

Tabel datadonatur dibuat dengan sintak SQL sebagai berikut :

/*Table structure for table `datadonatur` */

DROP TABLE IF EXISTS `datadonatur`;

CREATE TABLE `datadonatur` (

`noD` varchar(7) NOT NULL,

`namaD` varchar(255) NOT NULL default ' ',

`kontakD` varchar(255) default ' ',

`alamatD` varchar(255) default ' ',

`noTlpD` varchar(20) default ' ',

PRIMARY KEY (`noD`)

) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;

6. Tabel dataortul, yang digunakan untuk menyimpan data orang tua dari

Gambar

Gambar 3.40  Diagram sequence untuk mengubah data kas keluar
Gambar 3.42  Diagram sequence untuk tambah transaksi pelunasan piutang
Gambar 3.45  Diagram sequence untuk lihat laporan piutang
Gambar 3.47  Diagram sequence untuk lihat rekapan piutang
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis dokumen diperoleh kesimpulan bahwa ditinjau dari berbagai aspek baik kurikulum terkait Kompetensi Dasar, SKL UN Fisika SMA/MA, kisi-kisi soal

Gambar 3-17 Activity Diagram Cetak Faktur Pelunasan Piutang

Dari pengolahan data yang sudah dilakukan dengan metode boosting yaitu adaboost , terbukti dapat meningkatkan akurasi algoritma C4.5 pada German Credit Card. Data yang

Tingkat kelangsungan hidup benih ikan botia yang diberi perlakuan pada saat pemeliharaan menunjukkan hasil yang sama yaitu tidak ada yang mengalami kematian,

Tunjangan khusus bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil yang menduduki jabatan fungsional guru dan dosen diberikan 1 (satu ) kali gaji pokok pegawai negeri sipil

Kereta Api Indonesia (Persero) Kantor Pusat yang terletak di jalan Perintis Kemerdekaan No. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari narasumber. Hasil

Tambahkan program pada saat button1 click seperti di bawah ini, akan melakukan load gambar dalam kotak control picture dengan cara melakukan browse gambar, pilih gambar yang

Gambar 25 di atas merupakan Tampilan Proses Pelunasan Transaksi Hutang per Pelanggan pada Sistem Manajemen Transaksi Bengkel. Terdapat menu utama master data, menu mekanik,