• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUTUSAN NOMOR HK.2010/41/X/MP.2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN MAHKAMAH PELAYARAN TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PUTUSAN NOMOR HK.2010/41/X/MP.2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN MAHKAMAH PELAYARAN TENTANG"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

KECELAKAAN KAPAL TENGGELAM KM. AFIAT – 88 DI PERAIRAN PULAU MARABATUAN KALIMANTAN SELATAN

Pada tanggal 02 September 2013, pukul 14.00 WITA, KM. Afiat – 88, bertolak dari Pelabuhan Bontang Kalimantan Timur menuju Pelabuhan Sampit Kalimantan Tengah, dengan Awak Kapal 17 (tujuh belas) orang, membawa muatan pupuk 1.220 Ton, setelah melakukan pelayaran 2 (dua) hari 2 (dua) malam tepatnya di Perairan Pulau Marabatuan Kalimantan Selatan, kapal dihantam ombak dari buritan dan haluan kapal masuk air, 10 (sepuluh) menit kemudian kapal tenggelam tanggal 04 September 2013, pukul 22.00 WITA, pada posisi 04°-26’-00 S/115°-19’-00 T.

Akibat peristiwa kecelakaan tersebut, terdapat 12 (dua belas) orang belum ditemukan, dan kapal tenggelam bersama muatannya.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut dengan suratnya Nomor KL.205/2/16/DN-2014, tanggal 25 Maret 2014, telah melimpahkan berkas kecelakaan kapal tenggelam tersebut kepada Mahkamah Pelayaran untuk dilakukan Pemeriksaan Lanjutan.

Berdasarkan Pasal 253 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran juncto Pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1998 tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2004 dan Pasal 373 huruf (a) Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), Mahkamah Pelayaran telah mengadakan penelitian dan pemeriksaan lanjutan kecelakaan kapal, untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kecelakaan kapal tersebut, dan menentukan ada atau tidak adanya kesalahan atau kelalaian dalam penerapan Standar Profesi kepelautan serta menjatuhkan sanksi administratif kepada Tersangkut yang terbukti bersalah atau lalai.

Berkas-berkas yang diterima oleh Mahkamah Pelayaran, antara lain berupa : 1. Laporan Kecelakaan Kapal (LKK) Nomor KL. 207/III/11/SYB.Op.Ktb-13, dibuat di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kotabaru, tanggal 17 September 2013, oleh Nakhoda KM. Afiat-88, dan diketahui oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kotabaru .

2. Berita Acara Kecelakaan, tanggal 17 September 2013, dibuat oleh Nakhoda, di Kotabaru.

(2)

3. Berita Acara Pemeriksaan Pendahuluan (BAPP), dibuat oleh Staf Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kotabaru, tanggal 17 September 2013 terhadap :

a. Nakhoda : Sdr. Suradi;

b. Juru Mudi : Sdr. Choirul Anwar; c. Juru Minyak : Sdr. Chandra Irianto. 5. Dokumen Kapal, terdiri dari :

a. Surat Ukur Internasional (1969) Sementara, Nomor 2863/Ka, dikeluarkan di Surabaya, Tanggal 22 Mei 2013, oleh Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya dan berlaku sampai 21 Agustus 2013;

b. Surat Laut Sementara, Nomor PK.205/ / /SYB-13, diterbitkan di Surabaya pada tanggal 23 Mei 2013, oleh Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya dan berlaku sampai dengan tanggal 22 Agustus 2013;

c. Sertifikat Keselamatan Perlengkapan Kapal Barang, Nomor PK.001/87/12/SYB.Tpr.2013, diterbitkan di Surabaya pada tanggal 29 Mei 2013, oleh Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya dan berlaku sampai 28 Agustus 2013;

d. Sertifikat Keselamatan Radio Kapal Barang, Nomor PK.002/38/16/SYB.Tpr.2013, diterbitkan di Surabaya pada tanggal 29 Mei 2013, oleh Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya dan berlaku sampai 28 Agustus 2013;

e. Sertifikat Garis Muat Kapal Nomor PK.102/10/06/SYB.Tpr.2013, diterbitkan di Surabaya pada tanggal 29 Mei 2013, oleh Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya dan berlaku sampai 28 Agustus 2013;

f. Sertifikat Internasional Pencegahan Perncemaran oleh Minyak Sementara Nomor PK.404/22/16/SYB.Tpr.2013, diterbitkan di Surabaya pada tanggal 29 Mei 2013, oleh Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya dan berlaku sampai 28 Agustus 2013;

g. Surat Keterangan Susunan Perwira Nomor PK.304/48/20/IX/UPP-LT/ 2013, dikeluarkan di Bontang, tanggal 02 September 2013, oleh Kepala Kantor UPP Kelas I Loktuan Bontang;

(3)

h. Halaman Tambahan Nomor PK.001/43/02/UPP-LT/2013, dikeluarkan di Bontang, tanggal 02 September 2013, oleh Kepala Kantor UPP Kelas I Loktuan Bontang;

i. Manifest, dikeluarkan oleh PT. Sumber Bahari Bontang Branch tanggal 1 September 2013;

j. Surat Persetujuan Berlayar (Port Clearance), Nomor T.9/KP.III/03/ 09/2013, diterbitkan di Loktuan bontang, tanggal 2 September 2013, oleh Syahbandar Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Loktuan;

k. Daftar Awak Kapal (Crew List), dibuat oleh Nakhoda tanggal 02 September 2013 di Loktuan Bontang.

5. Sertifikat Keahlian Pelaut terdiri dari :

a. ANT IV, Nomor 6200060520N40301, atas nama Suradi, diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta, tanggal 25 juni 2001; b. ANT IV, Nomor 6200518460N40210, atas nama Widodo, diterbitkan oleh

Direktur Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta, tanggal tahun 2010; c. ANT IV, Nomor 6200488899N40610, atas nama Muh. Saifullah Jihad,

diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta, tanggal tahun 2010;

d. ATT V, Nomor 6200403526T50304, atas nama Suryadi, diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta, tahun 2004;

e. ATT IV, Nomor 6201037110T40310, atas nama Zainal Mutaqim, diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta, tahun 2010;

f. ATT V, Nomor 6200415119T50304, atas nama Muhammad Idrus, diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut di Jakarta, tahun 2004.

Dari berkas dan keterangan yang diberikan dalam Berita Acara Pemeriksaan Pendahuluan (BAPP), dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut :

A. Berkas dan keterangan yang diberikan dalam pemeriksaan pendahuluan : 1. Data kapal

Nama : AFIAT 88 / Eks. AFIAT 01

Jenis : Kapal Barang

(4)

Bendera : Indonesia

Pembuatan/Konstruksi : Tahun 1993/Baja

Isi kotor : GT. 1011

Isi Bersih : NT. 314

Tanda Selar : GT. 1011 No.2863/Ka. Tenaga Penggerak Utama : Mesin (Niigata) 6 M28FT

Tenaga Pendorong : 1000 PS/350 Rpm.

Ukuran Pokok

Panjang : 60,00 meter

Lebar : 10,50 meter

Dalam : 6,15 meter

Pemilik : PT. Afiat Samudra Indonesia

Nakhoda : Suradi

Awak Kapal : 17 (Tujuh Belas) orang 2. Jalannya peristiwa

a. Tanggal 02 September 2013, pukul 14.00 WITA, KM. Afiat - 88, bertolak dari Pelabuhan Loktuan Bontang Kalimantan Timur menuju Pelabuhan Sampit Kalimantan Tengah, diawaki 17 (tujuh belas) orang, dengan muatan pupuk seberat 1.220 Ton, cuaca baik, angin dari timur dan ombak 0,5 sampai dengan 1 meter;

b. KM. Afiat - 88 saat bertolak dilengkapi dengan alat keselamatan baju pelampung 24 unit, lifebuoy 1 (satu) unit, rakit 1 (satu) unit ,dan sekoci ada 1 (satu) unit, kapal juga dilengkapi dengan alat bantu Navigasi berupa Radar 2 (dua) unit, GPS 1 (satu) unit, Navtex 1 (satu) unit, VHF 1 (satu) unit, Walky Talky 2 (dua) unit, GMDSS 1 (satu) unit, Gyro Kompas 1 (satu) unit, Kompas Standard 1 (satu) unit dan Teropong 1 (satu) buah;

c. Tanggal 04 September 2013, antara pukul 14.00 WITA -16.00 WITA KM. Afiat – 88 mendekati Tanjung Seloka, angin mulai kencang, gelombang mulai buruk, kapal masih mengangguk, kecepatan 4 sampai dengan 6,5 knots, angin kencang dari depan haluan kiri, ombak sekitar 2 meter, kapal berlayar dengan haluan sejati 215°; d. Pukul 20.00 WITA, saat memasuki Perairan di Pulau Marabatuan

Kalimantan Selatan, keadaan cuaca mendung, angin dari tenggara, kecepatan angin 12 knot, kapal diterpa ombak dari haluan dengan tinggi ombak lebih kurang 2 sampai dengan 3 meter, untuk mengikuti track yang sudah ditentukan maka haluan kapal dirubah dari 215° menjadi 270°, setelah kapal mengubah haluan, ombak datang dari lambung kiri buritan;

(5)

e. Pukul 21.00 WITA, Nakhoda memerintahkan Juru Mudi II, Kelasi dan Bosun untuk memeriksa kedalam palka karena laju kapal rewang ke kiri dan ke kanan dan kapal bergerak tungging dan sesekali haluan kapal masuk ke dalam laut dan muncul kembali, setelah dilihat melalui main hole Bosun melaporkan bahwa ada air di dalam palka; f. Selanjutnya Nakhoda memerintahkan KKM untuk melakukan

pemompaan air di dalam palka, dan memerintahkan Awak Kapal lainnya untuk mengenakan life jacket, sambil menunggu upaya pemompaan Nakhoda juga berusaha membawa haluan kapal menuju ke haluan awal namun tidak berhasil;

g. Mengetahui kapal sudah tidak bisa dipertahankan lagi Nakhoda memerintahkan kepada seluruh awak kapal untuk ke belakang persiapan meninggalkan kapal dengan menurunkan sekoci, inflatable life raft dan rakit penolong, disamping itu Nakhoda juga sempat menyalakan parasut signal dan membunyikan alarm serta meminta bantuan lewat radio;

h. Dalam proses persiapan meninggalkan kapal, inflatable life raft dan rakit penolong berhasil diturunkan dan diikat pada kapal, namun karena kapal masih mempunyai laju dan hempasan ombak, inflatable life raft dan rakit penolong hilang karena tali putus;

i. Pukul 22.00 WITA, semua Awak Kapal masuk kedalam sekoci yang masih tergantung di badan kapal, bersamaan dengan hal tersebut buritan kapal dihantam ombak yang lebih besar, sekoci terbalik dan Awak Kapal jatuh ke laut, haluan kapal masuk kedalam air, dan kapal tenggelam dengan perlahan-lahan sekitar perairan Pulau Marabatuan pada koordinat 04°-26’-00 S/115°-19’-00 T ;

j. Dikarenakan malam hari dan situasi gelap, laut berombak, maka Awak Kapal tidak dapat berkumpul melainkan terpencar – pencar;

k. Setelah mengapung selama 2 (dua) hari 2 (dua) malam akhirnya 5 (lima) orang awak kapal dapat diselamatkan oleh KMN. Karya Mina Jaya dan selanjutnya dititipkan kembali ke KMN. Soyo Asih 02;

l. Tanggal 08 September 2013, pukul 18.00 WIB Awak Kapal tiba di pelabuhan perikanan Juwana Jawa Tengah;

m. Akibat dari kecelakaan tenggelamnya KM. Afiat – 88, dari jumlah Awak Kapal 17 (tujuh belas) orang yang selamat 5 (lima) orang sedangkan 12 (dua belas) orang belum ditemukan dan terdapat kerugian harta benda berupa kapal beserta muatannya tenggelam.

(6)

3. Dalam peristiwa kecelakaan ini, Majelis Mahkamah Pelayaran menetapkan Tersangkut dan Saksi-saksi sebagai berikut :

Tersangkut : Nakhoda, Suradi.

Saksi-saksi : 1) Juru Mudi, Choirul Anwar; 2) Juru Minyak, Chandra Irianto;

3) Kepala Bagian Operasional PT. Afiat Samudra Indonesia, M. Sugian Noor;

4) Penandatangan SPB kantor UPP Kelas I Loktuan Bontang, Jusmin, M. M., M. Mar. E.

B. Dalam upaya untuk memperolah keterangan lebih lanjut sehubungan dengan kecelakaan kapal tenggelamnya KM. Afiat - 88, pada tanggal 04 September 2013 pukul 22.00 WITA, di sekitar perairan Pulau Marabatuan, Mahkamah Pelayaran telah memanggil secara patut kepada Tersangkut dan para saksi guna didengar Keterangannya di hadapan Sidang Pemeriksaan Lanjutan Kecelakaan kapal di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kotabaru, tanggal 27 Agustus 2014. Keterangan yang diberikan di dalam sidang pemeriksaan lanjutan dan yang diambil dari Berita Acara Pemeriksaan Pendahuluan adalah sebagai berikut :

1. Tersangkut Nakhoda, Suradi, dalam keadaan sehat, tidak didampingi Penasihat Ahli memberikan keterangan :

a. Lahir di : Ponorogo Tanggal : 20 Pebruari 1961 Agama : Islam

Alamat : Jl. Tlutur 56 A Ponorogo Pendidikan

Umum : 1) SD, tahun 1976 di Ponorogo; 2) SMP, tahun 1979 di Ponorogo; 3) SPM, tahun 1982 di Surabaya. Tehnis : 1) MPT tahun 1984 di Surabaya;

2) MPI tahun 1995 di Semarang; 3) ANT IV, tahun 2001 di Jakarta. Pengalaman Berlayar :

1) Nakhoda, KM. Lusiana, tahun 1997 s/d tahun 1998 ;

2) Nakhoda KM. Semangat Lestari, tahun 1998 s/d Maret 2012; 3) Nakhoda, KM. Jayanti, April 2012 s/d Juni 2012;

4) Nakhoda, KM. Afiat 88, Juni 2013 s/d kejadian.

b. Tanggal 02 September 2013, pukul 14.00 WITA, KM. Afiat - 88 Eks Afiat-01 bertolak dari Pelabuahan Loktuan Bontang Kalimantan Timur tujuan Pelabuhan Sampit Kalimantan Tengah, diawaki 17 (tujuh belas) orang, dengan muatan pupuk seberat 1.220 Ton;

(7)

c. Sebelum kapal bertolak Tersangkut Nakhoda melakukan pemeriksaan kondisi kapal, mesin, stabilitas dan muatan telah tersusun dengan baik dan dilakukan pe-lashing-an terhadap muatannya;

d. KM. Afiat - 88 dilengkapi dengan alat bantu Navigasi berupa Radar 2 (dua) unit, GPS 1 (satu) unit, Navtex 1 (satu) unit, VHF 1 (satu) unit, Walky Talky 2 (dua) unit, GMDSS 1 (satu) unit, Gyro Kompas 1 (satu) unit, Kompas Standard 1 (satu) unit dan Teropong 1 (satu) unit;

e. KM. Afiat - 88 dilengkapi dengan alat penolong berupa Sekoci

bermesin 1 (satu) unit, Life Raft 1 (satu) unit, Rakit penolong 1 (satu) unit, Jaket Penolong 24 (dua puluh empat) unit dan life

bouy 12 (dua belas) unit;

f. Saat kapal bertolak cuaca baik, angin dari Timur dan ombak lebih kurang 0,5 sampai dengan 1 meter, kecepatan kapal rata-rata lebih kurang 7 sampai dengan 8 knots dengan Rpm 280, draft depan pada saat itu 38.00 meter, belakang 4.00 meter dan draft rata-rata 3.90 meter;

g. Tanggal 04 September 2013 KM. Afiat – 88, pukul 12-00 – 20.00 WITA berlayar dengan haluan sejati 215° cuaca pada saat itu mulai mendung, angin bertiup dari Tenggara dengan kecepatan kurang lebih 12 Knot dan berombak dengan ketinggian ± 2 sampai dengan 3 meter;

h. Pukul 20.00 WITA Tersangkut Nakhoda mengubah haluan sejati dari 215° ke 270° dan hempasan ombak berubah yang tadinya dari arah lambung kiri setelah berubah haluan ombak menghempas dari buritan dan kapal terdorong, beberapa saat KM. Afiat - 88 berubah haluan, Tersangkut Nakhoda merasakan bahwa haluan anggukan kapal berkurang dan haluan masuk kedalam air;

i. Pukul 21.00 WITA, haluan kapal rewang ke kiri dan ke kanan dan kemudi sulit dikendalikan serta kapal tungging serasa berat di depan, Tersangkut Nakhoda memerintahkan Bosun, Kelasi dan Juru Mudi II untuk melihat kondisi di haluan, ternyata setelah di lihat melalui mainhole bahwa di dalam ruang muat terdapat air laut yang sudah menggenang dan hal ini dilaporkan kepada Tersangkut Nakhoda selanjutnya Tersangkut Nakhoda memerintahkan KKM untuk dilakukan pemompaan namun tidak berhasil dan Tersangkut Nakhoda segera mengumumkan pada seluruh Awak Kapal agar memakai life jacket dan bersiap-siap untuk meninggalkan kapal dengan menggunakan alat penolong yang ada;

(8)

j. Dalam proses persiapan meninggalkan kapal, life raft dan rakit berhasil diturunkan dan diikat pada kapal, namun karena kapal masih mempunyai laju dan hempasan ombak, life raft dan rakit hilang karena tali putus, Tersangkut Nakhoda sebelum meninggalkan kapal telah berupaya meminta bantuan dengan menggunakan Radio VHF Channel 16, dengan mengatakan May day sebanyak 3 (tiga) kali tidak ada jawaban maupun bantuan;

k. Pukul 22.00 WITA, semua Awak Kapal masuk kedalam sekoci yang masih tergantung di badan kapal, bersamaan dengan hal tersebut buritan kapal dihantam ombak yang lebih besar, sekoci terbalik dan Awak Kapal jatuh ke laut,

l. Setelah 2 (dua) hari mengapung di laut baru ada kapal nelayan dari Rembang KMN. Karya Mina Jaya menolong para Awak kapal termasuk Tersangkut Nakhoda dan 4 (empat) awak kapal lainnya, sedangkan sejumlah 12 (dua Belas) awak kapal lainnya belum di temukan.

2. Saksi Juru Mudi, Choirul Anwar, tidak hadir dalam Pemeriksaan Lanjutan Kecelakaan Kapal, dengan surat Pemberitahuan dari PT. Afiat

Samudra Indonesia Nomor 020/ASI-AFG/Sur/VIII/2014, tanggal 26 Agustus 2014, dan dalam BAPP memberikan keterangan sebagai

berikut :

a. Lahir di : Bangkalan Tanggal : 04 Pebruari 1990 Agama : Islam

Alamat : Dusun Buluh Dakiring Kec. Socah Bangkalan Pendidikan

Umum : 1) SD, tahun 1994, di Bangkalan 2) SMP. Tahun 2000, di Bangkalan. 3) SMA, tahun 2003, di Bangkalan . Kepelautan : BST Tahun 2009 di Surabaya

ANT D, tahun 2010 di Jakarta. Pengalaman Berlayar :

1) Kelasi, KM. Salindo Mutiara, April 2011 s/d 2012; 2) Jurumudi, KM. Afiat, April 2013 s/d Kejadian ;

b. Tanggal 02 September 2013, pukul 14.00 WITA, KM. Afiat – 88, bertolak dari Pelabuhan Bontang Kalimanta Timur menuju Pelabuhan Sampit Kalimantan Selatan dengan muatan Pupuk sebanyak 1.220 Ton;

(9)

c. Sebelum memuat kondisi kapal stabil dan setelah melakukan pemuatan Pupuk kondisi kapal tetap baik dan stabil saat berlayar cuaca cerah, laut tenang dan sebelum kejadian Juru Mudi Jaga pada saat itu saudara Saini dan Saksi sedang istirahat di kamar menunggu giliran jaga;

d. Setelah perjalanan 2 ( dua ) hari 2 ( dua ) malam di sekitar perairan Pulau Marabatuan terjadi ombak dengan ketinggian lebih kurang 3 sampai dengan 4 meter yang menghempas haluan KM. Afiat - 88, sehingga air laut masuk kedalam ruang muat;

e. Mengetahui kapal tidak dapat dipertahankan lagi, Tersangkut Nakhoda memerintahkan kepada semua awak kapal agar mempersiapkan alat penolong berupa sekoci, life raft, life Jacket dan Life bouy dalam rangka peran meninggalkan kapal;

f. Didalam kondisi kapal tidak terkendali, Tersangkut Nakhoda sempat meminta pertolongan dengan menyalakan Parasut signal, membunyikan alarm dan meminta bantuan melalui radio VHF channel 16 ;

g. Pada hari Rabu tanggal 04 September 2013, pukul 22.00 WITA, KM. Afiat - 88 tenggelam di sekitar perairan Pulau Marabatuan yang sebelumnya semua para awak kapal sudah menggunakan Life Jacket

Jaket Penolong) dan ada juga yang menggunakan Life bouy ( pelampung penolong);

h. Setelah para awak kapal KM. Afiat - 88 meninggalkan kapal yang sudah tenggelam, mengingat malam hari dan situasi gelap serta laut berombak, maka para awak kapal tidak dapat berkumpul melainkan berpencar – pencar ;

i. Setelah mengapung selama 2 (dua) hari 2 (dua) malam akhirnya 5 (lima) orang awak kapal dapat di selamatkan oleh kapal Nelayan yang bernama KMN. Karya Mina Jaya dan selanjutnya dititipkan ke kapal KM. Soyo Asih 02 untuk di bawa ke darat pelabuhan ikan Juwana Jawa Tengah dan untuk awak kapal lainnya berjumlah 12 (dua belas) orang belum dikatahui nasibnya, selanjutnya tanggal 08 September 2013, kurang lebih pukul 18.00 WIB kapal penolong tiba di darat.

3. Saksi Juru Minyak, Chandra Irianto, tidak hadir dalam Pemeriksaan Lanjutan Kecelakaan Kapal, dengan surat Pemberitahuan dari PT. Afiat

Samudra Indonesia Nomor 021/ASI-AFG/Sur/VIII/2014, tanggal 26 Agustus 2014, dan dalam BAPP memberikan keterangan sebagai

berikut :

(10)

a. Lahir di : Bangkalan Tanggal : 24 Maret 1991 Agama : Islam

Alamat : Dusun Buluh Kec. Socah Bangkalan Pendidikan

Umum : 1) SD, tahun 2003, di Bangkalan Jawa Timur 2) SMP, tahun 2006, di Bangkalan Jawa Timur 3) SMK, tahun 2009, di Bangkalan Jawa Timur. Kepelautan : BST Tahun 2011 di Surabaya

ATT-D Tahun 2012 di Jakarta Pengalaman Berlayar :

Juru Minyak, KM. Afiat 88, Mei 2013 s/d kejadian

b. Saksi bekerja di kapal KM. Afiat 88 sejak bulan Mei 2013 dan jabatan di kapal sebagai Juru Minyak, kapal berangkat dari Pelabuhan Bontang hari Senin Tanggal 2 September 2013 pukul 14.00 WITA dengan muatan Pupuk sebanyak 1.220 Ton dengan tujuan Pelabuhan Sampit Kalimantan Tengah ;

c. Pada saat berangkat cuaca baik, angin sedang dan ombak sekitar lebih kurang 1 meter, kecepataan kapal rata-rata ± 8 knot dengan kekuatan mesin 1000 PS;

d. Tanggal 04 September 2013, kira-kira malam hari, Saksi berada di kamar sedang istirahat ketika Tersangkut Nakhoda memerintahkan kepada semua awak kapal untuk melakukan penyelamatan diri dengan menggunakan alat keselamatan yang ada di kapal seperti Sekoci, Life Jacket, Life Raft dan Rakit Penolong;

e. Pada saat kejadian cuaca saat itu cerah, angin sedang ombak sekitar lebih kurang ketinggian 3 meter, saat kejadian yang dinas jaga adalah KKM saudara Suriyadi bersama Juru Minyak Jaga Saudara Haeruddin yang keduanya sampai saat ini belum diketemukan; f. Pukul 22.00 WITA KM. Afiat – 88 tenggelam di sekitar perairan

Marabatuan, di duga kapal tenggelam karena haluan kapal bocor sehingga air laut masuk kedalam ruang muatan dan dari kejadian kecelakaan tenggelamnya KM. Afiat – 88, awak kapal yang dapat terselamatkan sejumlah 5 (lima) orang termasuk Tersangkut Nakhoda dan yang lainnya berjumlah 12 (dua belas) orang lagi sampai saat ini belum ditemukan.

4. Saksi Kepala Operasi PT. Afiat Samudra Indonesia, M. Sugian Noor, selaku pemilik kapal, dalam keadaan sehat dan di bawah sumpah, memberikan keterangan :

(11)

a. Lahir di : Belawang

Tanggal : 22 September 1986 Agama : Islam

Alamat : Komp. Simpang Pondok Metro No. 16 Al Alak Utara Banjarmasin

Pendidikan

Umum : 1) SD, tahun 1999, di Banjarmasin; 2) SMP, tahun 2002, di Banjarmasin; 3) SMK, tahun 2005, di Banjarmasin; 4) S.1, tahun 2010, di Banjarmasin; 5) S.2, tahun 2014, di Banjarmasin. Pengalaman Bekerja :

1) Direktur PT. Agro Afiat Nusantara , tahun 2008 s/d sekarang; 2) Direktur PT. Afiat Samudra Indonesia, tahun 2013 s/d sekarang. b. Saat ini Saksi sebagai pemilik dan selaku Kepala bagian Operasi di

pegang oleh Adik Kandung Saksi bernama Taufik Rahman yang mana kegiatan kapal KM. Afiat - 88 dipantau langsung oleh Saksi dan mengetahui bahwa KM. Afiat - 88 berangkat dari Pelabuhan Bontang Kalimantan Timur menuju Pelabuhan Sampit Kalimantan Tengah dengan muatan Pupuk sebanyak 1.220 Ton;

c. Pada saat Kejadian Saksi berada di rumah bersama keluarga dan mendengar berita KM. Afiat - 88 mendapatkan kecelakaan tenggelam dari Saudara Taufik Rahman selanjutnya Saksi mencoba menghubungi para Awak Kapal namun tidak dapat dihubungi; d. Saksi menyatakan bahwa KM. Afiat - 88 dibeli dari Negara Jepang

(kapal bekas) dan diberikan surat-surat sementara dari Kantor Kesyahbandaran Kelas Utama Tanjung Perak Surabaya bulan Mei 2013 dan belum didaftarkan, namun telah dilakukan survey oleh Biro Klasifikasi Indonesia Cabang Surabaya dengan keterangan hasil Survey No.130-SB/N4/2013 Tanggal 21 Mei 2013 adalah meliputi : Ukuran Utama, Motor Induk, Motor Bantu, dan Crane dengan hasil survey cukup baik;

e. Bahwa sebelum di operasikan KM. Afiat – 88 eks Afiat 01 telah dilakukan perombakan bangunan kapal tanpa membuat rancang bangun yang di syahkan oleh Ditjen Hubla Cq Direktur Perkapalan dan Kepelautan yaitu tentang penambahan bobot di atas dek haluan depan berupa Crane (Batang Muat) Merek Link Belt kapasitas 7 Ton. 5. Saksi Kasie Kesyahbandaran Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan, Kelas I Lhoktuan Bontang, Jusmin, M. M. M. Mar. E, dalam keadaan sehat dan di bawah sumpah, memberikan keterangan :

(12)

a. Lahir di : Pare-Pare Tanggal : 31 Mei 1972 Agama : Islam

Alamat : Harapan Indah 2 Blok HO.4 No,32 Bekasi Pendidikan

Umum : 1) SD, tahun 1985, di Pare-Pare; 2) SMP, tahun 1988, di Pare-Pare; 3) SMK, tahun 1991, di Pare-Pare; 4) D III, tahun 1995, di BPLP Makasar; 5) S 2, tahun 2014, di LPMI Jakarta. Kepelautan : 1) Strata A, tahun 1995 di BPLP Makasar;

2) Strata B, tahun 2001, di STIP Jakarta; 3) ATT I, tahun 2006, di BP3IP Jakarta; Pengalaman Berlayar :

1. KKM, MT. Ocean Prestige, tahun 1996 s/d 1998; 2. KKM, MT. SEO II, tahun 1998 s/d 2000 ;

3. KKM, MV. Wilma, tahun 2001 s/d 2002;

4. KKM, SV. Green Ville 16, tahun 2002 s/d 2006; 5. CPNS, Ditjenhubla, tahun 2006;

6. Marine Inspector, tahun 2009 s/d 2011;

7. Kasie Kesyahbandaran Kantor UPP Lhoktuan Bontang.

b. Saksi sebagai Kepala Seksi Kesyahbandaran Kantor UPP Lhoktuan Bontang membenarkan bahwa KM. Afiat-88 berangkat berlayar dari Bontang menuju Pelabuhan Sampit Kalimantan Tengah tanggal 02 September 2013 pukul 13.00 WITA dengan muatan Pupuk sebanyak 1.220 Tons sesuai SPB (Surat Persetujuan Berlayar) Nomor T.9/KP.III/03/09/2013 yang ditanda tangani oleh Saksi; c. Saksi memberikan persetujuan kapal bertolak ke Pelabuhan Sampit

untuk kepentingan masyarakat karena pupuk di Sampit sudah habis dengan menerbitkan halaman tambahan karena ada Surat Kapal yang habis masa berlakunya, Saksi menerbitkan halaman tambahan karena mempunyai kompetensi untuk mengambil kebijakan;

d. Sebelum KM. Afiat - 88 berangkat telah dilakukan pemeriksaan oleh Perwira Jaga tentang kondisi kapal dan muatannya, bahwa kapal dalam kondisi laik laut;

e. Saksi mengetahui berita kecelakaan KM. Afiat - 88 setelah menerima surat dari perusahaan tanggal 09 September 2013, dan Saksi langsung mengirim surat ke poskodal Ditjenhubla.

(13)

C. Pendapat Mahkamah Pelayaran

Atas dasar penelitian dan pemeriksaan lanjutan secara seksama terhadap berkas yang diterima Mahkamah Pelayaran dalam Berita Acara Pemeriksaan Pendahuluan (BAPP) serta keterangan-keterangan yang diberikan Tersangkut dan para Saksi dihadapan Sidang Pemeriksaan Lanjutan Kecelakaan Kapal di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kotabaru Kalimantan Selatan, Hari Rabu Tanggal, 27 Agustus 2014, telah sampai pada pendapat sebagai berikut :

1. Tentang Kapal, Surat Kapal, dan Awak Kapal.

Berdasarkan pemeriksaan atas data-data administratif, dan berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan terhadap para Tersangkut dan para Saksi, maka keadaan kapal, surat kapal, dan Awak Kapal dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Kapal.

KM. Afiat-88 eks Afiat 01 adalah kapal motor, dibangun tahun 1993, di Jepang, kontruksi baja, berbendera Indonesia, GT 1011, terdiri dari geladak 1 (satu) buah, baling-baling 1 (tunggal), kapal yang digerakkan oleh mesin penggerak utama terdiri dari 1 (satu) unit Niigata 735 KW/6M28FT, 4 tak kerja tunggal tenaga efektif 1000 PS, pada putaran 350 Rpm. Kapal dilengkapi dengan mesin bantu 2 (dua) unit Yanmar, 6 HAL-HTN dan 4 PHL-TN, 160 PS/1200 Rpm dan 50 PS/1800 Rpm.

Belum diklasskan pada Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), telah melaksanakan dok terakhir di Jepang.

b. Surat Kapal.

KM. Afiat-88 eks Afiat 01 memiliki Surat Laut (sementara) nomor PK.205/SYB.Tpr-13, dikeluarkan oleh Syahbandar Tanjung Perak, tanggal 23 Mei 2013, berlaku sampai dengan tanggal 22 Agustus 2013, Surat Ukur Internasional (1969) (sementara) nomor 2863/Ka, dikeluarkan oleh Kantor Syahbandar Tanjung Perak, tanggal 22 Mei 2013, berlaku sampai dengan tanggal 21 Agustus 2013, Sertifikat Keselamatan Perlengkapan Kapal Barang, nomor PK.001/87/12/SYB.Tpr.2013, dikeluarkan oleh Kantor Syahbandar Tanjung Perak, tanggal 29 Mei 2013, berlaku sampai dengan tanggal 28 Agustus 2013, Sertifikat Keselamatan Konstruksi Kapal Barang, nomor PK.001/87/11/SYB.Tpr.2013, dikeluarkan oleh Kantor Syahbandar Tanjung Perak, tanggal 29 Mei 2013, berlaku sampai dengan tanggal 28 Agustus 2013, dan surat-surat lainnya tidak lengkap serta telah habis masa berlakunya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(14)

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Loktuan, menerbitkan halaman tambahan, nomor PK.001/43/02/UPP-LT/2013, tanggal 02 September 2013 untuk memperpanjang sertifikat-sertifikat yang telah habis masa berlakunya.

c. Awak Kapal.

KM. Afiat-88 eks Afiat 01 sesuai Surat Keterangan Susunan Perwira PK.304/48/20/IX/UPP-lt/2013, tanggal 02 September 2013, yang ditandatangani oleh Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Loktuan, bahwa Susunan Perwira Deck dan Mesin untuk daerah pelayaran LOKAL sebagai berikut :

Bagian Dek

Nakhoda : Suradi ijazah ANT IV;

Mualim – I : Widodo ijazah ANT IV; Mualim II : Muh. Saifullah Jihad ijazah ANT IV. Bagian Mesin

K K M : Suryadi ijazah ATT V; Masinis II : Zainal Mutaqim ijazah ATT IV; Masinis III : Muhammad Idrus ijazah ATT V.

Dengan demikian Mahkamah Pelayaran berpendapat bahwa kapal, instalasi permesinan, perlengkapan kapal dalam keadaan baik, namun pemasangan crane (alat bongkar muat) yang terpasang dihaluan kapasitas 7 (tujuh) ton tidak dapat diterima, surat-surat kapal tidak lengkap dan telah habis masa berlakunya, namun telah diberikan kebijakan pemberlakuan 1 (satu) kali jalan dari Bontang menuju Sampit berupa halaman tambahan yang diterbitkan oleh Kantor UPP Lhoktuan Bontang Nomor PK.001/49/02/UPP-LT/2013 tertanggal 02 September 2013 dan Susunan perwira deck dan mesin memenuhi syarat sesuai Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM. 70 tahun 1998 dan Peraturan Pemerintah nomor 51 tahun 2002 serta SK. Ditjenhubla nomor PY.67/2/3-01, tanggal 06 November 2001.

2. Tentang Cuaca dan Keadaan Laut.

Menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Klas I Tanjung Priok dan berdasarkan kajian iklim dan keadaan laut pada Buku Kepanduan Bahari Indonesia Jilid I, serta berdasarkan keterangan Tersangkut dan para saksi dalam BAPP, maka mengenai keadaan Cuaca pada saat terjadinya kecelakaan kapal dilokasi kejadian adalah sebagai berikut :

(15)

a. Menurut keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Klas I Tanjung Priok, dengan Suratnya tanggal 11 Agustus 2014, perihal analisis keadaan angin permukaan,

arus laut, Cuaca, Jarak penglihatan dan gelombang pada tanggal 4 September 2013 Pukul.22.00 WITA di perairan Pulau Marabatuan,

Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan adalah sebagai berikut : Arah dan Kecepatan Angin : Tenggara, 12.9 – 18.1/20.4 Knots Arah dan Kecepatan Arus : Barat Daya, 26.0 – 33.1 Cm/det Cuaca : C e r a h Tinggi Gelombang berkisar : 2.0 – 3.3 meter

Jarak Penglihatan : 6.0 – 8.0 Mil

b. Menurut keterangan Tersangkut Nakhoda di hadapan Sidang pemeriksaan Lanjutan dan Para saksi dalam Berita Acara Pemeriksaan Pendahuluan ( BAPP ), mengenai keadaan Cuaca pada saat kejadian berawan mendung, angin bertiup dari Tenggara dengan kecepatan 12 Knots dan laut berombak besar disertai alun/gelombang dengan ketinggian lebih kurang 2 sampai dengan 3 meter dan daya tampak baik.

Dengan demikian Mahkamah Pelayaran berpendapat bahwa keterangan Tersangkut Nakhoda dan Para Saksi dalam Berita Acara Pemeriksaan Pendahuluan (BAPP) mengenai cuaca pada saat kejadian dapat diterima.

3. Tentang Muatan dan Stabilitas Kapal.

Berdasarkan data ukuran kapal, daftar Manifest, tata letak bangunan kapal, dan tata letak susunan muatan, maka mengenai keadaan muatan dan Stabilitas kapal adalah sebagai berikut :

a. Keadaan Muatan.

KM. Afiat-88 dengan Surat Ukur Internasional (1969) Sementara No.2863 / Ka. Diterbitkan oleh kantor Syahbandar Utama Tg.Perak Surabaya, memiliki ukuran-ukuran Pokok sebagai berikut :

Panjang :60.00 Meter Lebar :10.50 Meter Dalam :6.15 Meter

Sertifikat garis Muat Kapal daerah Pelayaran Kawasan Indonesia Sementara No.PK.102/10/06/SYB.Tpr-2013 Tanggal 29 Mei 2013 menerangkan sebagai berikut :

- Lambung Timbul dari sisi atas garis geladak ke garis muat Air Laut ( L ) = 204 cm

- Pengurangan Lambung Timbul untuk Air Tawar (T ) = 8.2 Cm - Draft ...

(16)

- Draft KM.Afiat – 88 tercatat : Draft Depan : 3,80 Meter Draft Belakang : 4,00 Meter Draft Rata-rata : 3,90 Meter

L x B x H = 60.00 m x 10.50 m x 6.15 m

Lambung Timbul Tropik = 204 Cm = 2.04 Meter Sarat Maximal H – T = 6.15 m – 2.04 = 4.11 Meter

Displacement (D) = 60.00 x 10.50 x 4.11 x 0.68 x 1.025 = 1804.742 Ton

Kapal Kosong (W) = 0.30 x (D) = 0.30 x 1804.742 = 541.422 Ton Jadi Kapasitas Angkut KM. Afiat – 88 = D – W

= 1804.742 – 541.422 = 1263.32 Tons

KM. Afiat – 88 mengangkut Muatan Pupuk sebanyak 1.220 Tons dan tidak melebihi kapasitas angkut yang diijinkan.

b. Keadaan Stabilitas.

1) KM. Afiat-88 pada saat sebelum memuat dan sesudah memuat kapal dalam posisi stabil, namun pada saat kapal berlayar dengan cuaca baik dan laut tidak berombak maupun bergelombang besar, stabilitas kapal tidak akan banyak berpengaruh, namun apabila kapal berlayar dengan muatan penuh, serta kondisi laut khususnya berombak dan gelombang besar, stabilitas KM. Afiat-88 sangat riskan mengingat adanya perubahan bentuk bangunan kapal dengan penambahan Batang Pemuat /Crane kapasitas 7 (tujuh) Ton di bagian dek haluan kapal yang di buat secara permanen tanpa melalui proses perhitungan dan perizinan secara resmi pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Cq Direktur Perkapalan dan Kepelautan; 2) Dengan dipasangnya batang pemuat / Crane kapasitas 7 Ton

yang di pasang di haluan kapal secara permanen akan mempengaruhi stabilitas kapal khususnya pada saat kapal mendapat gaya dari luar berupa ombak dan alun/gelombang yang cukup kuat dari haluan namun, kapal masih menunjukan momen gaya anggukan yang stabil, namun ketika kapal mendapat tekanan gaya yang kuat dari alun/gelombang yang datang dari buritan pada saat berubah haluan dari 215° ke 270°,

(17)

kapal akan condong Tungging dan haluan kapal condong menyendok serta jalannya kapal rewang, kemudi sulit dikendalikan dan saat itulah patut di duga air laut sudah banyak masuk ke dalam ruang muat melalui ulup jangkar atau melalui pintu akses masuk ke ruang palka dari dek utama pada saat kapal mengangguk atau kapal Tungging dan titik G sebagai titik berat kapal naik ke Metacentris (GM) sehingga kapal condong bergerak langsar dan sulit kembali ke posisi tegak pada kedudukan semula, sehingga mempermudah dan mempercepat air laut masuk kedalam palkah;

3) Akibat dari masuknya air laut kedalam ruang muat begitu banyak yang posisi ruang muat berada di haluan kapal, sehingga haluan kapal tidak sanggup lagi untuk berdiri tegak dan haluan condong menyendok terus yang kemudian begitu cepat kapal tidak dapat diselamatkan dan akhirnya tenggelam bersama muatannya.

Dengan demikian maka Mahkamah Pelayaran berpendapat bahwa keadaan muatan KM. Afiat-88 sebelum kejadian dapat di terima, sedangkan stabilitas tidak dapat di terima.

4. Tentang Navigasi dan Olah Gerak.

Setelah menganalisa tentang kelengkapan alat bantu Navigasi, aturan aturan bernavigasi, situasi lingkungan tempat kejadian, dan kebiasaan pelaut yang baik (good seamanship), maka cara bernavigasi dan cara berolah gerak KM.Afiat-88 dinilai sebagai berikut :

a. Tentang Navigasi.

Dalam bernavigasi KM. Afiat-88 telah dilengkapi dengan alat bantu Navigasi yang memadai semenjak kapal di beli dari Jepang oleh PT. Afiat Samudera Indonesia dan di Awaki oleh Perwira Dinas jaga yang memadai, sehubungan dengan masalah cuaca Tersangkut Nakhoda tidak dapat memprediksikan namun telah memanfaatkan sumber informasi cuaca secara umum pada saat kapal bertolak dari Pelabuhan Bontang Kalimantan Timur.

b. Tentang Olah Gerak.

1) Ketika KM. Afiat-88 berlayar dengan Haluan sejati 215° di arahkan mendekati perairan Kepulauan Marabatuan dalam rangka untuk merencanakan perubahan Haluan, yang mana KM. Afiat - 88 mendapat tekanan ombak dan alun/gelombang dari haluan kiri dimana angin bertiup dari Tenggara sehingga kapal mengangguk secara periodik;

(18)

2) Ketika KM. Afiat-88 sampai di sekitar perairan Pulau Marabatuan dan Tersangkut Nakhoda segera merubah Haluan dari 215° ke 270° sesuai dengan Haluan yang direncanakan untuk menuju ke Pelabuhan Sampit Kalimantan Tengah, kapal berubah gerakan yang semula mengangguk setelah berubah haluan kapal tidak lagi mengangguk melainkan kapal Tungging dan haluan condong menyendok, kapal sulit dikendalikan, Tersangkut Nakhoda berupaya untuk merubah Haluan semula namun tidak sempat terlanjur air laut sudah masuk terlalu banyak yang akhirnya tidak lama kemudian kapal tenggelam.

Dengan demikian Mahkamah Pelayaran berpendapat bahwa cara bernavigasi dan cara berolah gerak Tersangkut Nakhoda KM. Afiat-88 dapat di terima.

5. Tentang Sebab Terjadinya Peristiwa.

Setelah menganalisa fakta-fakta dasar, kondisi lingkungan (faktor alam), dokumen, faktor teknis, faktor manusia, dan faktor

Organisasi mengenai kejadian tenggelamnya KM. Afiat-88, Majelis Sidang berpendapat bahwa :

a. Penyebab tenggelamnya KM. Afiat - 88 yang diawali adanya cuaca buruk, angin kencang yang bertiup dari arah Tenggara dengan haluan kapal 215°, alun/gelombang yang kuat dengan ketinggian lebih kurang 2 sampai dengan 3 meter dimana untuk kapal seukuran tersebut sangatlah terasa, sehingga Tersangkut Nakhoda hanya dapat berupaya mengatasi agar kapal tetap aman;

b. Pernyataan fakta di persidangan Tersangkut Nakhoda mengatakan bahwa pintu masuk kedalam ruang muatan diduga para buruh pada saat pemuatan menutup pintu tidak kencang, sehingga pada saat kapal mengangguk-angguk diterjang gelombang, air sudah mulai masuk ke dalam ruang muat dibuktikan oleh adanya air di dalam palkah dan pintu ke ruang muat yang tidak terkunci dengan rapat dari hasil tinjauan atau pemeriksaan Serang dan Juru Mudi, ditambah dengan perubahan haluan kapal yang kondisi kapal tungging mempercepat air laut masuk kedalam ruang muatan; c. Faktor teknis yaitu penambahan alat bongkar muat berupa crane

kapasitas 7 (tujuh) ton yang dipasang secara permanen di haluan kapal tanpa melalui perijinan juga patut diduga turut andil mempercepat tenggelamnya KM. Afiat - 88, karena pada saat kapal dihempas ombak dan alun/gelombang yang cukup besar mempengaruhi stabilitas kapal dimana titik G (Gravity) naik mendekat titik Metacentris (M) sehingga GM kapal kecil akibatnya kapal bergerak langsar dan mendapatkan kesulitan kapal kembali

(19)

tegak pada kedudukan semula, sehingga air laut dengan cepat masuk kedalam ruang muat melalui celah pintu ke ruang palka atau lubang lain dimana air mudah masuk.

Dengan Demikian Mahkamah Pelayaran berpendapat bahwa penyebab tenggelamnya KM. Afiat - 88 sebagai akibat gabungan antara faktor alam, faktor Teknis dan faktor manusia.

6. Tentang Upaya Penyelamatan.

Berdasarkan dari hasil Pemeriksaan Lanjutan dan penelitian berkas Berita Acara Pemeriksaan Pendahuluan (BAPP), maka upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Tersangkut Nakhoda KM. Afiat-88 adalah sebagai berikut :

a. Pada saat kapal sulit dikendalikan dan air laut sudah masuk di dalam ruang muat, sehingga Tersangkut Nakhoda menilai bahwa kapal tidak ada lagi harapan untuk di selamatkan, maka guna keselamatan para awaknya Tersangkut Nakhoda memerintahkan para awaknya untuk siap-siap meninggalkan kapalnya dengan menyiapkan semua peralatan keselamatan.

b. Sesaat sebelum kejadian kapal tenggelam, Tersangkut Nakhoda telah berusaha untuk meminta pertolongan melalui Radio VHF Channel 16 dengan mengatakan May Day sebanyak 3 x dan menyalakan red Paracyt signal dan membunyikan Alarm terus menerus.

Dengan demikian Mahkamah Pelayaran berpendapat bahwa upaya penyelamatan yang telah dilakukan oleh Tersangkut Nakhoda KM.Afiat-88 dapat diterima.

7. Tentang Kesalahan dan atau Kelalaian.

Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan di atas, dalam kasus tenggelamnya KM.Afiat-88, pada Tanggal 04 September 2013, pukul 22.00 WITA, di perairan kepulauan Barat Daya Marabatuan, maka beban Tanggung jawab terhadap kesalahan dan kelalaian adalah sebagai berikut :

a. Secara teknis dalam bernavigasi dan berolah gerak, Tersangkut Nakhoda telah menjalankan profesinya sesuai dengan kebiasaan Pelaut Yang baik (good seamanship) sehingga dinilai telah memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan pasal 342 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD);

(20)

b. Tenggelamnya KM. Afiat-88 merupakan akibat faktor alam yaitu cuaca buruk dengan ombak dan gelombang/alun cukup besar yang menerpa terus menerus haluan dan buritan serta ditambah dengan pemasangan batang pemuat (crane) secara permanen kapasitas 7 (tujuh) ton di haluan tanpa melalui proses perijinan secara resmi dan perhitungan stabilitas kapal yang benar patut diduga turut andil dalam mempercepat tenggelamnya KM. Afiat – 88, sehingga beban tanggung jawab dan kesalahan tidak dapat dilimpahkan kepada Tersangkut Nakhoda.

Dengan demikian Mahkamah Pelayaran berpendapat bahwa terhadap tenggelamnya KM. Afiat -88, Tersangkut Nakhoda dinilai telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sedangkan peristiwa kecelakaan tenggelamnya KM. Afiat - 88 adalah sebagai akibat dari cuaca buruk yang merupakan bagian dari peristiwa force majoure.

8. Tentang Hal – Hal Yang Meringankan dan Memberatkan.

Berdasarkan proses persidangan terhadap Tersangkut Nakhoda dan hal-hal pribadi yang di sampaikan Tersangkut, maka di pandang perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

a. Hal- yang meringankan. - Tidak ada.

b. Hal yang memberatkan. - Tidak ada.

D. Putusan

Atas dasar kenyataan-kenyataan tersebut di atas berdasarkan Pasal 373 huruf (a ) Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) pasal 253 ayat (1) huruf (b), dan ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008, tentang Pelayaran, dan Pasal 18 huruf (b) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1998 tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal dengan mempertimbangkan hal-hal yang meringankan dan memberatkan, Mahkamah Pelayaran :

M E M U T U S K A N :

I. Menyatakan bahwa kecelakaan kapal tenggelam KM. Afiat 88, pada tanggal 04 September 2013, pukul 22.00 WITA, di perairan Barat Laut kepulauan Marabatuan adalah dikarenakan faktor cuaca buruk yang tidak dapat diprediksi dan merupakan bagian dari peristiwa Force Majoure.

(21)

II. Menyatakan bahwa Tersangkut Nakhoda KM.Afiat-88 telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan kebiasaan pelaut yang baik (good seamanship) dan dinilai telah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan amanah Pasal 342 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD).

III.Membebaskan Tersangkut Nakhoda KM. Afiat-88, bernama SURADI,

tanggal lahir 20 Februari 1961, memiliki sertifikat keahlian Pelaut ANT IV, nomor 6200060260N40301, Tahun 2001.

IV. Putusan ini mulai berlaku sejak Berita Acara Pelaksanaan Putusan Mahkamah Pelayaran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut diterima oleh Tersangkut.

Demikian putusan Mahkamah Pelayaran yang dibacakan oleh Ketua Majelis dalam sidang terbuka di Jakarta pada hari Selasa, tanggal 28 Oktober 2014, dengan dihadiri oleh para Anggota Majelis dan Sekretaris, tanpa dihadiri oleh Tersangkut.

Ketua : ………....Capt. Gajah Rooseno

Anggota : ………....Dr. Capt. Djemmy R.S.,S.H.,M.M.,M.H.,M.Mar

Anggota : ………....Rusman Hoesien, ATT – I., M.Sc

Anggota : ………....Ir. Benny Haryono, M.M

Anggota : ………....Muryamtini, S.H.

Sekretaris : ………....Bambang Sudarmanto, S.H.,M.Si

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian tugas akhir ini, adapun metode yang dilakukan yakni pengumpulan data melalui studi literasi yang bersumber dari antara lain: kajian desain yang disajikan

Dalam mendesain kemasan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar pesan yang ingin disampaikan dapat tertanam di benak calon konsumen, dan mereka meyakini bahwa produk ini layak

Untuk membuat label produk dari Klinik Dr.Titi Moertolo akan digunakan metode brand extension yang disesuaikan dengan identitas brand-nya yang baru dan lebih konsisten,

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Tegal melaksanakan Program Pemberdayaan Sosial

Penelitian ini telah dilakukan dengan ruang lingkup atau batasan kajian yang telah ditentukan, dimana pihak responden yang memberikan pendapat atau pandangan terhadap

Hubungan kategori sumberdaya manusia, metoda pelaksanaan, Peralatan dan Material terhadap pengurangan kegagalan bangunan akibat gempa di kota padang, hasil uji stattistik

Dalam surveilan keamanan pangan pada rantai pangan, dilakukan pengamatan dari hulu ke hilir dengan pertimbangan bahwa meskipun pangan merupakan sasaran utama,

Berdasarkan hasil analisis pengolahan data dari semua jawaban responden dan penelitian faktor yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan konstruksi Jalan Bebas