• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KERJA PRAKTIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KERJA PRAKTIK"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KERJA PRAKTIK

SISTEM PROTEKSI PADA GENERATOR PT.

PERTAMINA EP

ASSET

1

FIELD

JAMBI DENGAN

MENGGUNAKAN DEIF GPC 3

ILHAM FEBRIANTO

102116066

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS PERTAMINA

JAKARTA, 2019

(2)

SISTEM PROTEKSI PADA GENERATOR

PT. PERTAMINA EP

ASSET

1

FIELD

JAMBI DENGAN

MENGGUNAKAN DEIF GPC 3

LAPORAN KERJA PRAKTIK

Oleh: Ilham Febrianto

102116066

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI

UNIVERSITAS PERTAMINA

2019

(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kehadirat allah SWT karena atas limpahan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan kerja praktek ini dengan judul “SISTEM PROTEKSI PADA GENERATOR PT. PERTAMINA EP ASSET 1 FIELD JAMBI DENGAN MENGGUNAKAN DEIF GPC 3“ yang di ajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan kurikulum sarjana strata-1 Teknik Elektro Universitas Pertamina yang telah dilaksanakan di PT. Pertamina Ep Asset 1 Jambi Field.

Dengan telah usainya waktu pelaksanaan kerja praktek selama satu setengah bulan, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar - besarnya atas segala bantuan berupa fasilitas, bimbingan atau dukungan moril kepada :

1. Bapak Dr. Eng. Wahyu Kunto Wibowo, S.T., M.Eng. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Universitas Pertamina.

2. Ibu Nita Indriani Pertiwi, S.T., M.T. selaku Koordinator akademik PSTE.

3. Bapak Dr. Eng. Muhammad Abdillah, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing kerja praktek.

4. Bapak Tri Irianto (Sr.Supervisor) selaku pembimbing kerja praktek di perusahaan. 5. Bapak Hadi Saputra, Bapak Yusman, Bapak Andri Sam, Bapak Fakhry

Apriansyah selaku Pegawai di perusahaan.

6. Bapak Supandi, Bapak Ramdani, Bapak Suratno, Bapak Cecep Marta Kusuma

selaku Pekarya di perusahaan.

7. Bapak Makkarodda, Bapak Hamdani, Bapak Hapidz selaku sopir di perusahaan. 8. Serta seluruh jajaran Electrical dan Instrument PT. Pertamina EP Asset 1 Jambi field

yang tealah memberikan bimbingan dan dukungan kepada penulis.

9. Seluruh teman-teman Teknik Elektro 2016 Universitas Pertamina yang telah memberikan dukungan moril kepada penulis untuk penyusunan aporan kerja praktek. Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari kata sempurna, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini.

(5)

Akhir kata penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan laporan ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai.

Jakarta, 1 Oktober 2019

(6)

DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR TABEL ... ix BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Tujuan ... 2 1.2.1. Tujuan Umum ... 2 1.2.2. Tujuan Khusus ... 2

1.3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ... 2

1.4. Manfaat ... 2

1.4.1. Bagi Mahasiswa ... 2

1.4.2. Bagi Universitas Khususnya Program Studi Teknik Elektro ... 3

1.4.3. Bagi Perusahaan/Instansi ... 3

BAB II PROFIL PERUSAHAAN ... 4

2.1. Sejarah Perusahaan ... 4

2.1.1. Era 1800 ... 5

2.1.2. Era 1950 ... 5

(7)

2.1.4. Era Tonggak Migas ... 6

2.1.5. Era 2000 ... 6

2.1.6. Kontrak Kerjasama ... 6

2.2. Visi dan Misi ... 6

2.3. Tata Nilai ... 6

2.4. Lapangan yang Dioperasikan di Field Jambi ... 7

2.5. Wilayah Kerja ... 8

2.6. Struktur PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi ... 9

2.7. Proses Produksi PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi ... 11

BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTIK ... 13

3.1. Perencanaan Kerja Praktik ... 13

3.2. Pelaksanaa Kerja Praktik ... 13

3.2.1. Minggu ke-1 ... 13 3.2.2. Minggu ke-2 ... 14 3.2.3. Minggu ke-3 ... 14 3.2.4. Minggu ke-4 ... 14 3.2.5. Minggu ke-5 ... 14 3.2.6. Minggu ke-6 ... 14

BAB IV HASIL KERJA PRAKTIK ... 15

4.1. Pengantar Sistem kelistrikan PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi ... 15

4.2. Sistem Kelistrikan PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi ... 15

4.2.1. Pembangkitan Tenaga ... 15

4.2.2. Sistem Distribusi ... 16

4.3. Sistem Proteksi PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi ... 16

(8)

4.3.2. Relay Proteksi ... 17

4.4. Deif GPC 3 ... 19

4.4.1. Prinsip Kerja Deif GPC 3 ... 19

4.4.2. Instalasi Teknik Deif GPC 3 ... 20

4.4.3. Kontrol Fungsi Deif GPC 3 ... 21

BAB V TINJAUAN TEORITIS PRAKTIK ... 23

5.1. Sistem Pengamanan pada Mesin Listrik ... 23

5.2. Jenis Proteksi ... 24

5.2.1. Over Current Relay (OCR) ... 24

5.2.2. Under Voltage Relay (UVR) ... 25

5.2.3. Over Voltage Relay (OVR) ... 25

5.2.4. Power Relay ... 26

5.2.5. Ground Over Current Relay ... 27

5.2.6. Loss of Excitation Relay ... 27

5.2.7. Synchcronizing Relay ... 28

5.3. Resiko Kegagalan Sistem Proteksi ... 28

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 29

6.1. Kesimpulan ... 29

6.2. Saran ... 29

(9)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Logo Pertamina EP ... 4

Gambar 2.2. Peta Wilayah Kerja ... 8

Gambar 2.3. Wilayah Kerja ... 9

Gambar 2.4. Bagan Struktur Organisasi PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi ... 10

Gambar 4.1. Single Line Diagram Jaringan Listrik KAS ... 16

Gambar 4.2. Application Example DEIF GPC 3 ... 19

Gambar 4.3. Tampilan Layar DEIF GPC 3 ... 22

Gambar 5.1. Single Line Diagram Over Current Relay ... 25

Gambar 5.2. Single Line Diagram Over & UnderVoltage Relay ... 26

Gambar 5.3. Single Line Diagram Power Relay ... 26

Gambar 5.4. Single Line Diagram Ground Over Current Relay ... 27

Gambar 5.5. Single Line Diagram Loss of Excitation Relay ... 27

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Timeline Pengelolaan Field Jambi ... 5 Tabel 3.1. Rencana Kegiatan Kerja Praktik ... 13 Tabel 4.1. Macam-macam Relay Proteksi Generator dan Fungsinya ... 17

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Listrik merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk kehidupan sekarang dan masa mendatang, kebutuhan listrik untuk industri besar akan semakin meningkat. Dengan semakin besar industri maka dibutuhkan pasokan energi listrik yang besar dan handal untuk menjamin produksi berjalan secara berkelanjutan. Listrik merupakan bentuk energi sekunder yang paling praktis digunakan, dimana listrik dihasilkan dari proses konversi energi sumber energi primer seperti potensial air, energi angin, minyak bumi, batubara, sinar matahari, dan lain-lain. Listrik merupakan salah satu energi yang mudah dapat diubah ke berbagai bentuk energi lain dan mudah dalam pemindahan energi dari satu tempat ke tempat lain.

Pembangkitan tenaga di Distrik Kenali Asam Atas PT. Pertamina EP Asset 1 Jambi Field menggunakan 4 GEG (Gas Engine Generator) dan 1 DEG (Diesel Engine Generator) dengan hasil 6.6 kV untuk masing masing engine. 3 unit Engine digunakan untuk memenuhi kebutuhan beban yang ada di distrik Kenali Asam Atas dan 2 unit Engine di siapkan untuk backup jika ada engine yang rusak. Beban di distrik Kenali Asam Atas terdiri dari beban industri yaitu sumur dan perkantoran, dan juga beban rumah tangga untuk komplek perumahan pegawai PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi.

Pada pembangkit listrik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik sumur-sumur minyak, memiliki potensi kerusakan yang berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Upaya untuk meminimalisir semua gangguan itu pembangkit listrik di PT. Pertamina EP Asset 1 Field melakukan pemeiharaan dan maintenance. Gangguan yang sering terjadi disebabkan oleh ketidakstabilan beban (mesin produksi) yang sangat berpengaruh langsung terhadap mesin pembangkit, oleh sebab itu banyak sistem proteksi yang rusak dan butuh pemeliharaan dan perbaikan lebih. Pemasangan sistem proteksi terutama pada relay menjadi aspek penting bagi kinerja komponen lainnya.

(12)

1.2.

Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan Kerja Praktik ini adalah:

1.2.1. Tujuan Umum

 Dengan mengikuti kegiatan Kerja Praktik ini diharapkan mahasiswa dapat menambah wawasan dan juga pengalaman kerja yang tidak akan didapat di perkuliahan sehingga mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai dunia kerja.  Untuk membangun sikap profesionalisme mahasiswa agar mahasiswa siap bersaing

di dunia kerja dan menghadapi tantangan yang ada di industri sebenarnya.

1.2.2. Tujuan Khusus

 Sebagai pengaplikasian keilmuan teknik elektro dan keterampilan yang didapat di perkuliahan ke dalam dunia kerja.

 Mengetahui dan mengenal sistem proteksi pembangkit yang digunakan oleh PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi.

 Mengetahui prinsip dasar dan nilai-nilai perusahaan PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi.

1.3.

Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan Kerja Praktik ini diajukan untuk dilaksanakan pada: Waktu : 1 Juli 2019 – 15 Agustus 2019

Lokasi : PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, Jl. Lirik No.1, Kenali Asam, Jambi.

1.4.

Manfaat

Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah:

1.4.1. Bagi Mahasiswa

 Mahasiswa dapat meningkatkan softskill dan hardskill mahasiswa.

 Mahasiswa dapat mengenal dunia kerja, serta bagaimana perusahaan bekerja khususnya di lingkungan PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi.

 Dapat memahami dan mengetahui berbagai aspek perusahaan seperti aspek pemasaran, aspek ekonomi, aspek sosial, aspek teknik dan lain sebagainya.

(13)

1.4.2. Bagi Universitas Khususnya Program Studi Teknik Elektro

 Dapat mengenalkan Universitas Pertamina khususnya Program Studi Teknik Elektro kepada Instansi/Perusahaan.

 Sebagai refrensi pendidikan di perkuliahan dengan praktik kerja di lapangan sebenarnya.

1.4.3. Bagi Perusahaan/Instansi

 Merupakan sarana untuk menjembatani hubungan kerja sama antara pihak instansi/perusahaan dengan Universitas Pertamina.

(14)

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

2.1.

Sejarah Perusahaan

PT Pertamina EP didirikan pada 13 September 2005. Sejalan dengan pembentukan PT Pertamina EP maka pada tanggal 17 September 2005, PT Pertamina (Persero) telah melaksanakan penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) dengan BPMIGAS (sekarang SKKMIGAS) yang berlaku surut sejak 17 September 2003 atas seluruh Wilayah Kuasa Pertambangan Migas yang dilimpahkan melalui perundangan berdasarkan UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pertamina EP memiliki logo seperti pada gambar 2.1.

Gambar 2.1. Logo Pertamina EP

Sebagian besar wilayah PT Pertamina (Persero) tersebut dipisahkan menjadi Wilayah Kerja (WK) PT Pertamina EP. Pada saat bersamaan, PT Pertamina EP juga melaksanakan penandatanganan Kontrak Minyak dan Gas Bumi Pertamina untuk Wilayah Kerja Pertamina EP pada tanggal 17 September 2005 dengan BPMIGAS (sekarang SKKMIGAS) yang berlaku sejak 17 September 2005.

Dengan demikian Wilayah Kerja PT Pertamina EP adalah Wilayah Kerja yang dahulu dikelola sendiri oleh PT Pertamina (Persero) dan Wilayah Kerja yang dikelola PT Pertamina (Persero) melalui TAC (Technical Assistance Contract) dan JOB EOR (Joint Operating Body Enhanced Oil Recovery).

(15)

Tabel 2.1. Timeline Pengelolaan Field Jambi Tahun Pengelola 1922-1945 NIAM 1945 - 1948 PERMIRI 1948 - 1959 NIAM 1960 - 1968 PERTAMIN 1968 - 1971 PERTAMINA 1971 - 1992 PERTAMINA 1992 - 2005 JOB ASAMERA 2005 - 2009 UBEP JAMBI

2009 - 2013 UBEP JAMBI (FUSI UBEP DAN FIELD JAMBI) 2013 -

sekarang

PERTAMINA EP ASSET 1 FIELD JAMBI

2.1.1. Era 1800

Kegiatan Eksploitasi Minyak Indonesia dimulai dari awal pemboran sumur minyak pertama yang dilakukan oleh Belanda pada tahun 1871 di daerah Cirebon. Lalu, Sumur Telaga Said di wilayah Sumatera Utara yang dibor pada tahun 1883 yang disusul dengan pendirian Royal Dutch Company di Pangkalan Brandan pada 1885.

2.1.2. Era 1950

Ketika perang usai, Indonesia mulai menjalankan pemerintahan yang teratur, seluruh lapangan minyak dan gas bumi yang ditinggalkan oleh Belanda dan Jepang dikelola oleh negara. Hingga era 1950an, penemuan sumber minyak baru banyak ditemukan di wilayah Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Tengah, dan Kalimantan Timur.

2.1.3. Era Kemerdekaan

Cikal bakal Pertamina dibentuk setelah beberapa kali perubahan, berdasarkan SK Menteri Perindustrian No. 3177/M tanggal 15 Oktober 1957, pada 10 Desember 1957 PT PERMINA berdiri.

(16)

2.1.4. Tonggak Migas

Berdasarkan UU No 8 tahun 1971, PT Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) sebagai tonggak Migas di Indonesia.

2.1.5. Era 2000

Sejalan dengan dinamika industri migas di dalam negeri, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi No. 22 tahun 2001.

2.1.6. Kontrak Kerjasama

Pada tanggal 13 September 2005, Pertamina (Persero) mendirikan anak perusahaan yaitu Pertamina EP. Selanjutnya pada tanggal 17 September 2005, Pertamina EP resmi menandatangani kontrak kerjasama dengan BP Migas (sekarang disebut SKK Migas).

2.2.

Visi dan Misi

Visi dan Misi yang diemban oleh PEP dalam menjalankan usahanya adalah sebagai berikut:

Visi

Menjadi perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi kelas dunia.

Misi

Melaksanakan pengusahaan sektor hulu minyak dan gas dengan penekanan pada aspek komersial dan operasi yang baik, serta tumbuh dan berkembang bersama lingkungan hidup.

2.3.

Tata Nilai

Bersamaan dengan visi dan misi yang telah disebutkan diatas, PEP juga menganut 6 nilai yang disebut sebagai 6C, yaitu:

1. Clean

Dikelola secara professional, menghindari kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.

(17)

Berorientasi pada kepentingan pelanggan dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

3. Commercial

Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.

4. Capable

Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.

5. Confident

Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan membangun kebanggaan bangsa.

6. Competitive

Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.

2.4.

Lapangan yang Dioperasikan di

Field

Jambi

PEP Asset 1 Field Jambi terbagi menjadi 5 distrik yang masing-masingnya terbagi lagi menjadi beberapa lapangan. Distrik-distrik tersebut adalah:

1. Distrik Kenali Asam  Lapangan Kenali Asam 2. Distrik Tempino

 Lapangan Tempino  Lapangan Panerokan  Lapangan Bajubang  Lapangan Bungin Batu 3. Distrik Ketaling

 Lapangan Ketaling Timur  Lapangan Ketaling Barat 4. Distrik Sungai Gelam

(18)

 Lapangan Sungai Gelam 5. Distrik Setiti

 Lapangan Setiti  Lapangan Sengeti  Lapangan Tuba Obi  Lapangan Simpang Tuan

2.5.

Wilayah Kerja

Wilayah kerja PT. Pertamina terdapat pada gambar 2.2.

(19)

Gambar 2.3. Wilayah Kerja

2.6.

Struktur PT Pertamina EP

Asset

1

Field

Jambi

Struktur organisasi PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi termasuk dalam organisasi garis dimana organisasi dijalankan berdasarkan perintah sesuai dengan hierarki pada bagan organisasi. Posisi tertinggi pada PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi dipegang oleh Field Manager. Field Manager membawahi 2 fungsi, yaitu core

(20)

function dan supporting function. Core Function merupakan fungsi inti dari bisnis PEP Asset 1 Field Jambi. Fungsi ini terdiri dari Operation Planning, Petroleum Engineering, Workover/Well Service, Production Operation, RAM (Reliability, Availability, and Maintanance), dan HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Supporting Function merupakan fungsi pendukung bisnis PEP Asset 1 yang terdiri dari Human Resource, Finance, Legal & Relation, SCM & GS (Supply Chain Management & General Service), dan ICT (Information Communication Technology). Masing-masing divisi dipimpin oleh seorang Assistant Manager. Berikut merupakan gambar struktur organisasi dari PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi

(21)

2.7.

Proses Produksi PT Pertamina EP

Asset

1

Field

Jambi

Proses produksi PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi berawal dari sumur. Fluida diambil dari sumur dengan 3 cara, yaitu Natural Flow, Sucker Rod Pump, dan Electric Submersible Pump. Keluaran dari sumur masih gross / campuran. Pemrosesan fluida campuran ini dilakukan di Stasiun Pengumpul (SP). Campuran ini bisa terdiri dari 3 fasa (minyak, air, dan gas) atau 2 fasa (minyak dan air / minyak dan gas). Fluida dari sumur ini akan dialirkan ke header manifold sebagai tempat penyimpanan sementara. Kemudian fluida akan dialirkan ke separator untuk dipisahkan fasa-fasanya. Air akan dialirkan ke water tank dan minyak akan dialirkan ke production tank. Air di water tank ini akan diinjeksikan kembali ke sumur untuk menjaga tekanan sumur. Sedangkan minyak akan dipompakan ke Stasiun Pengumpul Utama (SPU). Jika ada gas dalam fluida, gas akan dialirkan ke Power Plant sebagai bahan bakar atau dikirim ke konsumen. Saat ini, konsumen gas PEP Asset 1 Field Jambi adalah Kobelco (BUMD Jambi).

Minyak yang sudah diproses di SP akan dipompa ke SPU. Stasiun Pengumpul di Field Jambi antara lain Kenali Asam, Ketaling Timur dan Barat, Sungai Gelam, Setiti, dan Bajubang. SPU di Field Jambi ada di Kenali Asam dan Bajubang. SPU Kenali Asam (KAS) menerima minyak dari SP Kenali Asam, Ketaling Timur dan Barat, dan Sungai Gelam. SPU Bajubang menerima minyak dari SP Bajubang. Minyak dari SPU ini akan dipompa ke Tank Farm di Tempino dimana minyak dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) lain juga diterima di fasilitas ini. Kemudian minyak dari Tank Farm akan dipompa ke Refinery Unit di Plaju, Palembang.

Untuk mendukung proses produksi, setiap distrik memiliki 1 unit Power Plant. Alat yang digunakan untuk membangkitkan listrik adalah motor bakar torak. Saat ini, bahan bakar yang digunakan di kebanyakan engine di Field Jambi adalah diesel. Namun untuk rencana ke depan, penggunaan bahan bakar diesel akan diganti dengan gas hasil produksi dari lapangan-lapangan yang ada. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pengeluaran perusahaan untuk bahan bakar pembangkit.

Dalam kesehariannya, ada aturan yang harus dipatuhi untuk memastikan keamanan seluruh karyawan ketika sedang bekerja. Aturan ini dinamakan HSE Golden Rules yang terdiri dari:

(22)

1. Patuh

Mematuhi hukum dan prosedur yang berlaku. 2. Intervensi

Intervensi tindakan yang tidak aman dan menyalahi aturan. 3. Peduli

Peduli terhadap lingkungan sekitar.

Setiap harinya, alarm akan berbunyi dengan kencang selama 4 kali, yaitu: 1. Pukul 07.00 : Menandakan mulai jam kerja

2. Pukul 12.00 : Menandakan mulai istirahat 3. Pukul 13.00 : Menandakan selesai istirahat 4. Pukul 16.00 : Menandakan jam pulang kerja

Apabila alarm berbunyi selain pada jam yang sudah disebutkan diatas, maka sedang terjadi keadaan darurat dimana semua karyawan harus berkumpul di master point untuk keamanan.

(23)

BAB III

KEGIATAN KERJA PRAKTIK

3.1.

Perencanaan Kerja Praktik

Pelaksanaan Kerja Praktik ini diajukan untuk dilaksanakan pada: Waktu : 1 Juli 2019 – 9 Agustus 2019

Lokasi : PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, Distrik Kenali Asam, Jln Kenali Asam Atas, Kota Baru, Jambi

Tabel 3.1. Rencana Kegiatan Kerja Praktik

No. Nama Kegiatan Minggu ke-

1 2 3 4 5 6

1. Pengenalan Perusahaan √ 2. Pengenalan sistem kelistrikan

dan peralatan sistem proteksi pada pembangkit

√ √ √

3. Pengamatan di lapangan dan pengumpulan data

√ √ √ √

4. Pengerjaan laporan √ √ √

3.2.

Pelaksanaan Kerja Praktik

Daftar hadir dan kegiatan yang dilakukan pada saat Kerja Praktik terlampir pada Lampiran 4. Pelaksanaan kegiatan Kerja Praktik adalah sebagai berikut:

3.2.1. Minggu Ke-1

Di PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, seluruh peserta Kerja Praktik diwajibkan mengikuti diklat tentang keselamatan bekerja di kantor HSSE PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi. Diklat bertujuan untuk mengenalkan latar belakang perusahaan dan semua sistem yang ada di perusahaan, serta pelatihan tentang keselamatan kerja. Setelah mengikuti diklat, peserta Kerja Praktik di berikan surat tebusan menuju divisi kerja masing-masing keahlian dan dikenalkan dengan pembimbing Kerja Praktik. Di minggu ini dilaksanakan perkenalan bidang kerja dan divisi yang ditempati, dan bimbingan tentang bidang apa yang ingin di pelajari.

(24)

3.2.2. Minggu Ke-2

Pada minggu kedua dilaksanakan kegiatan pengenalan sistem kelistrikan pada PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi. Lalu melaksanakan kegiatan di lapangan setiap hari bersama pembimbing. Pada minggu ini juga diadakan diskusi tentang hubung Delta-Bintang.

3.2.3. Minggu Ke-3

Pada minggu ketiga dilaksanakan kegiatan di lapangan bersama pembimbing dan juga di laksanakan kegiatan pembahasan tentang peralatan kalibrasi suhu dan tekanan.

3.2.4. Minggu Ke-4

Pada minggu keempat dilaksanakan kegiatan diskusi pembimbing tentang peralatan proteksi dan pada minggu ini masih dilaksanakan kegiatan lapangan.

3.2.5. Minggu Ke-5

Pada minggu kelima dilaksanakan kegiatan pengambilan data dan juga memulai penyusunan laporan.

3.2.6. Minggu Ke-6

Pada minggu keenam dilaksanakan kegiatan persentasi, diskusi tentang hasil persentasi dan diskusi untuk masukan terhadap perusahaan.

(25)

BAB IV

HASIL KERJA PRAKTIK

4.1.

Pengantar Sistem Kelistrikan PT. Pertamina EP

Asset

1

Field

Jambi

Sistem kelistrikan adalah sistem yang berfungsi untuk menyediakan daya listrik kepada seluruh komponen dan peralatan yang ada dalam sebuah unit pengolahan. Proses pengolahan minyak dalam sebuah unit produksi membutuhkan peralatan khusus yang mampu memproses bahan secara terus-menerus dengan frekuensi penggunaan yang tinggi dalam temperarur dan tekanan udara yang tinggi, memproses cairan, dan memproses gas yang memiliki sifat kimia dan fisik yang berubah-ubah. Untuk menjamin kemanan dan kontinuitas dari operasi pengolahan, persyaratan untuk instalasi kelistrikan di fasilitas pengolahan minyak menjadi lebih ketat dari kebanyakan fasilitas manufaktur lainnya.

Dalam proses instalasi kelistrikan di PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, PT. Pertamina Pertamina EP Asset 1 Field Jambi menggunakan standar yang dikeluarkan oleh API (American Petroleum Institute) dengan nomor referensi API RP-540. Standar API RP-540 menyediakan informasi tentang dasar spesifikasi yang dibutuhkan dalam kontrak teknik dan konstruksi.

4.2.

Sistem Kelistrikan PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi

4.2.1. Pembangkitan Tenaga

Proses pembangkitan tenaga di distrik Kenali Asam Atas PT. Pertamina EP Asset 1 Jambi Field menggunakan 4 GEG (Gas Engine Generator) dan 1 DEG (Diesel Engine Generator) dengan hasil 6.6 kV untuk masing masin engine. 3 unit Engine di gunakan untuk menopang kebutuhan dari beban yang ada di distrik Kenali Asam Atas dan 2 unit Engine di siapkan untuk backup jika ada engine yang rusak. Beban di distrik Kenali Asam Atas terdiri dari beban industri yaitu sumur dan perkantoran, dan ada juga beban rumah tangga untuk komplek perumahan pegawai PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi.

(26)

4.2.2. Sistem Distribusi

Sitem distribusi di distrik Kenali Asam Atas PT. Pertamina EP Asset 1 Jambi Field menggunakan 2 jenis distribusi, yaitu Overhead dan underground, sistem distribusi menggunakan tegangan tegangan 6.6 kV yang di alirkan dari Power Plant ke Trafo step down untuk masing-masing beban, untuk distrik Kenali Asam Atas engine menghasilkan 6.6kV, 1500kVA dan Pf 0.8, 50Hz sehingga dapat langsung di distribusikan tanpa harus di step up, untuk beban kantor dan sumur tegangan di step down menjadi 400 V, sedangkan untuk beban perumahan tegangan di step down menjadi 220V. Adapun single line diagram PT. Pertamina EP Asset 1 Jambi Field seperti pada gambar 4.1.

Gambar 4.1. Single Line Digram Jaringan Listrik KAS

4.3.

Sistem Proteksi PT. Pertamina EP

Asset

1

Field

Jambi

Sistem proteksi merupakan salah satu elemen sistem kelistrikan yang paling penting dikarenakan berfungsi sebagai pengaman peralatan-peralatan yang terpasang

(27)

pada sistem tenaga listrik seperti generator, transformator, motor, dan peralatan listrik lainnya. Terdapat banyak peralatan proteksi yang digunakan dalam sistem kelistrikan kilang Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, salah satunya adalah relay proteksi.

4.3.1.

Relay Proteksi

Relay adalah peralatan listrik yang berfungsi untuk melindungi, memutuskan atau menghubungkan suatu rangkaian listrik ke rangkaian listrik lainnya. Relay proteksi bekerja untuk mengamankan operasi peralatan listrik dari kecelakaan atau kerusakan yang fatal. Relay proteksi terdiri dari operating element dan satu set kontaktor (CB). Relay proteksi digunakan di sistem kelistrikan PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi untuk melindungi unit pembangkit, transformator, maupun feeder yang terhubung dengan beban. Relay tersebut dipasang pada switchgear yang didalamnya terdapat CB (circuit breakaer) yang berfungsi untuk memutus aliran listrik jika terjadi gangguan. Untuk mengontrol relay tersebut PT.Pertamina EP Asset 1 Field Jambi menggunakan Deif GPC 3.

4.3.2.

Relay

pada Pembangkit PT. Pertamina EP

Asset

1

Field

Jambi

Pembangkit pada PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi memiliki beberapa relay untuk sistem pembangkitnya, berikut tabel relay yang di gunakan pada generator milik PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi.

Tabel 4.1 Macam- macam Relay Proteksi Generator dan Fungsinya

No Nama Relay Fungsi Relay 1 Relay jarak (distance

relay)

Untuk mendeteksi gangguan 2 phasa/ 3 phasa di muka generator sampai batas jangkauannya 2 Relay periksa sinkron

(synchron check relay)

Pengaman bantu generator untuk mendeteksi persyaratan sinkronisasi atau paralel

3 Relay tegangan kurang (undervoltage relay)

Untuk mendeteksi turunnya tegangan sampai di bawah harga yang diijinkan

4 Relay daya balik (reverse power relay)

Untuk mendeteksi daya balik sehingga mencegah generator bekerja sebagai motor

5 Relay kehilangan medan penguat (loss of excita-tion relay)

Untuk mendeteksi kehilangan arus penguat pada rotor

(28)

(negative phase sequence relay)

disebabkan oleh beban tidak seimbang dari batas-batas yang diijinkan

7 Relay arus lebih seketika (instantaneous over cur-rent relay)

Untuk mendeteksi besaran arus yang melebihi batas yang ditentukan dalam waktu seketika 8 Relay arus lebih dengan

waktu tunda (time over current relay)

Untuk mendeteksi besaran arus yang melebihi batas dalam waktu yang ditentukan

9 Relay penguat lebih (over excitation relay)

Untuk mendeteksi penguat lebih pada generator 10 Relay tegangan lebih (over

voltage relay)

1. Bila terpasang di titik netral generator atau trafo tegangan yang dihubungkan segitiga, untuk mendeteksi gangguan stator hubung tanah 2. Bila terpasang pada terminal generator : untuk

mendeteksi tegangan lebih 11 Relay keseimbangan

te-gangan (voltage balance relay)

Untuk mendeteksi hilangnya tegangan dari trafo tegangan ke pengatur tegangan otomatis (AVR) dan ke relay

12 Relay waktu Untuk memperlambat/mempercepat waktu 13 Relay stator gangguan

tanah(stator ground fault relay)

Untuk mendeteksi gangguan hubung tanah pada stator

14 Relay kehilangan sinkroni-sasi (out of step relay)

Untuk mendeteksi kondisi asinkron pada generator yang sudah paralel dengan sistem

15 Relay pengunci (lock out relay)

Untuk menerima signal trip dari relai-relai proteksi dan kemudian meneruskan signal trip ke PMT, alarm, dan peralatan lain serta penguncinya 16 Relay frekuensi

(frequen-cy relay)

Untuk mendeteksi besaran frekuensi rendah/lebih di luar harga yang ditentukan

17 Relay differensial (diffe- rential relay)

Untuk mendeteksi gangguan hubung singkat pada daerah yang diamankan

Relay-relay tersebut terdapat pada generator yang digunakan pada sistem pembangkit PT.Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, yang kemudian di hubungkan pada panel kontrol untuk pembacaan output dari generator, PT.Pertamina EP Asset 1 Field Jambi menggunakan Deif GPC 3 sebagai alat pengontrol generator.

(29)

4.4.

Deif GPC 3

4.4.1. Prinsip Kerja Deif GPC 3

Piranti GPC generator paralleling control GPC merupakan alat pengontrol yang dikemas dalam satu unit yang dirancang khusus menggunakan PLC programmable logic control dalam aplikasi kerjanya. GPC merupakan suatu unit kendali yang berdasarkan mikroprosesor. GPC memiliki banyak fungsi penting dalam hal proteksi dan pengontrolan generator sinkron maupun asinkron. GPC akan mengeluarkan semua kebutuhan serta tugas untuk mengontrol dan memproteksi terhadap sebuah generator, tanpa memperhatikan pada penggunaan generator tersebut. Hal ini berarti bahwa GPC dapat digunakan untuk berbagai tipe aplikasi seperti:

1. Satu generator generator tunggal 2. Kontrol beragam beban generator

3. Beban utama yang tetap dasar beban Selain untuk aplikasi diatas

GPC dirancang untuk dapat diaplikasikan dalam kondisi sistem sebagai berikut dapat dikombinasikan:

1. Sistem yang berdiri sendiri

2. Paralel dengan generator yang lain

3. Paralel dengan suatu sistem GPC dapat memparalelkan generator dan setelah memparalelkan generator, GPC langsung mengambil alih semua fungsi penting dalam hal proteksi dan pengontrolan generator. Berikut aplikasi pemasangan dari Deif GPC 3

(30)

Hal tersebut disesuaikan dengan sistem kontrol PLC dan proses tersebut dapat dilakukan antara GPC dan PLC dengan pengkodean biner dan analog IOs input output sistem atau dengan komunikasi serial. Dalam melakukan kerjanya, GPC secara otomatis dapat melakukan pemeriksaan sendiri dan memberitahukan apabila terjadi kesalahan. Pemberitahuan kesalahan tersebut dilakukan melalui pesan tertulis pada layar monitor panel kontrol dan mengindikasikan kesalahan-kesalahan tersebut dengan memberikan keluaran kepada relay apabila kesalahan tersebut perlu untuk diperiksa. Tampilan pada layar tersebut terdapat pada bagian depan panel yang dipasang bersamaan dengan GPC dan dihubungkan melalui kabel. Pesan tersebut dapat ditampilkan dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris English dan Jerman German. GPC dapat mengukur parameter sirkuit tiga fasa, menunjukkan semua nilai tersebut dan menyampaikan dalam bentuk logic control. Sistem pengukuran PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi GPC adalah melalui tegangan 3 tiga fasa yang diukur pada tegangan generator, arus generator serta bus utama. Nilai-nilai yang merupakan hasil pengukuran yang dilakukan oleh GPC adalah : 1. Generator : - Tegangan 4 kawat ; 3 fasa + netral - Arus 3 fasa - Daya Aktif kW - Daya Reaktif kVAR - Faktor Daya cos φ - Frekuensi f - Daya yang dihasilkan kVA 2. Busbar: - Tegangan 3 fasa - Frekuensi

4.4.2. Instalasi Teknis Deif GPC 3

Dalam prakteknya alat pembagi beban generator dipasang dengan bantuan komponen-komponen seperti berikut: transformator arus, transformator tegangan sebagai pencatu daya, electric actuator, potensiometer pengatur kecepatan dan saklar-saklar Bantu.

1. Transformator arus berfungsi sebagai transducer arus keluaran generator sampai dengan sebesar arus sinyal yang sesuai untuk alat pembagi beban PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi generator biasanya maksimum 5A atau = 100 kemampuan maksimum generator.

2. Electric actuator merupakan peralatan yang menerima sinyal dari alat pambagi beban sehingga mampu menggerakkan motor DC di governor sampai dengan arus keluaran generator mencapai yang diharapkan.

3. Potensiometer pegatur kecepatan adalah alat utama untuk mengatur frekuensi dan tegangan saat generator akan diparalelkan atau dalam proses sinkronisasi. Tegangan

(31)

umumnya sudah diatur oleh AVR, sehingga naik turunnya tegangan hanya dipengaruhi oleh kecepatan putaran mesin penggerak. Setelah generator dioperasikan paralel atau sudah sinkron dengan yang telah beroperasi kemudian menutup CB generator, fungsi potensiometer pengatur kecepatan ini diambil alih oleh alat pembagi beban generator. Untuk lebih akuratnya pengaturan kecepatan dalam proses sinkronisasi secara manual, biasaya terdapat potensiometer pengatur halus dan pengatur kasar. Pada sistem kontrol otomatis pemaralelan generator dapat dilakukan oleh SPM modul pemaralelan generator dengan mengatur tegangan dan frekuensi keluaran dari generator, kemudian mencocokkan dengan tegangan sistem yang sudah bekerja secara otomatis, setelah cocok memberikan sinyal penutupan ke CB generator sehingga bergabung dalam operasi paralel. Untuk mencocokkan tegangan dan frekuensi dapat dilihat dalam satu panel sinkron yang digunakan bersama untuk beberapa PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi generator dimana masing-masing panel generator mempunyai saklar sinkron disamping SPM-nya. 4. Saklar-saklar Bantu pada alat pembagi beban generator berfungsi sebagai alat

manual proses pembagian pelepasan dan pengambilan beban oleh suatu generator yang beroperasi dalam sistem paralel. Setelah generator beroperasi secara paralel, generator-generator dengan alat pembagi bebannya selalu merespon secara aktif segala tindakan penaikan atau penurunan beban listrik, sehingga masing-masing generator menanggung beban dengan persentase yang sama dari kemampuan masing-masing. Dalam pembangkit yang digunakan pada sistem ini menggunakan alat pemaralel, pengontrol, dan memiliki multi fungsi lainnya yang disebut GPC Generator Paralelling Controller.

4.4.3. Kontrol Fungsi Deif GPC 3

Fungsi kontrol generator paralelling control GPC terdiri dari:

1. Dynamic Syncronisasi - Kontrol perubahan frekuensi - Periksa tegangan - Kompensasi delay waktu breaker - Periksa urutan fasa

2. Beban tetap dasar beban jalannya generator. PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi 3. Berjalannya frekuensi yang tetap pada generator yang berdiri sendiri

4. Pembagian beban antar generator dengan beban beragam serta sekaligus mengontrol frekuensi

(32)

5. Output relay untuk speed governor

6. Output relay untuk menutup dan membuka breaker generator 7. Mengatur Ramp up dan Ramp down dari beban generator

8. Output relay untuk start stop untuk generator berikutnya berdasarkan tinggi rendahnya beban

Gambar 4.3. Tampilan Layar DEIF GPC 3

Gambar diatas merupakan tampilan dari Deif GPC 3, dari gambar diatas dapat kita lihat tampilan pada layar dari Deif GPC 3 memperlihatkan output dari generator berupa tegangan, frekuensi, arus, daya reaktif dan lainya, dan juga pada monitor tersebut kita bisa melakukan pengaturan yang di inginkan untuk pengontrolan dari generator.

(33)

BAB V

TINJAUAN TEORITIS PRAKTIK

5.1.

Sistem Pengamanan pada Mesin Generator

Keandalan suatu generator tidak saja tergantung pada konstruksi dan pembebanan yang tidak melebihi batas maksimumnya, tetapi juga pada sistem pengamannya. Pengaman generator ini melindungi terhadap gangguan eksternal tetapi juga internal sistem. Generator membutuhkan sistem pengaman yang dapat bekerja cepat dan tepat dalam mengisolir gangguan agar tidak terjadi kerusakan fatal. Proteksi pada mesin generator ada dua macam, yaitu: pengaman alarm dan pengaman trip.

a. Pengaman alarm

Pengaman alarm bertujuan memberitahukan kepada operator bahwa ada sesuatu yang tidak normal dalam operasi mesin generator dan agar operator segera bertindak: 1) Menormalkan sistem yang terganggu tersebut

2) Menghentikan mesin bila sistem tidak dapat dinormalkan atau nilai gangguan terus berlanjut.

Jenis pengaman alarm pada mesin generator, antara lain: 1) Temperatur air pendingin tinggi

2) Temperatur air pendingin rendah 3) Tekanan minyak pelumas rendah 4) Level bahan bakar rendah

5) Sistem tidak dapat distart 6) Sistem battey voltage

7) Battery changer mal function

8) Damper udara masuk mesin tertutup. b. Pengaman trip

Pengaman trip berfungsi untuk menghindarkan mesin generator dari kemungkinan kerusakan karena ada sistem yang berfungsi tidak normal, sedangkan gangguannya terus berlanjut dan operator tidak bisa menormalkannya, maka mesin akan stop secara otomatis. Jenis pengaman trip pada mesin generator, antara lain:

(34)

2) Temperatur air pendingin tinggi 3) Tekanan minyak pelumas rendah 4) Emergency stop

5) Reverse power

5.2.

Jenis Proteksi

Generator tiga fasa dilengkapi dengan beberapa relay. Pemasangan relay-relay dimaksudkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh gangguan-gangguan yang terjadi dalam generator. Relay pengaman adalah suatu perangkat kerja proteksi yang mempunyai fungsi dan peranan: a. Memberi sinyal alarm atau melepas pemutusan tenaga (circuit breaker) dengan

tujuan mengisolasi gangguan atau kondisi yang tidak normal seperti adanya: beban lebih, tegangan rendah, kenaikan suhu, beban tidak seimbang, daya kembali, frekwensi rendah, hubungan singkat dan kondisi tidak normal lainnya.

b. Melepas atau mentrip peralatan yang berfungsi tidak normal untuk mencegah timbulnya kerusakan

c. Melepas atau mentrip peralatan yang terganggu secara cepat dengan tujuan mengurangi kerusakan yang lebih berat

d. Melokalisir kemungkinan dampak akibat gangguan dengan memisahkan peralatan yang terganggu dari sistem

e. Melepas peralatan atau bahagian yang terganggu secara cepat dengan maksud menjaga stabilitas sistem.

5.2.1.

Over Current Relay

(OCR)

Relay ini bekerja dengan membaca input berupa besaran arus kemudian membandingkan dengan nilai setting, apabila nilai arus yang terbaca melebihi nilai setting, maka relay akan mengirimkan perintah trip ke pemutus tenaga atau Circuit breaker setelah tunda waktu yang diterapkan setting. Relay ini memproteksi terhadap gangguan antar phasa & melindungi dari adanya over loading yang masuk ke dalam stator generator. Adapun single line diagram over current relay adalah sebagai berikut.

(35)

Gambar 5.1. Single Line Diagram Over Current Relay

5.2.2.

Under Voltage Relay

(UVR)

Alat ini digunakan untuk melindungi apabila terjadi kerusakan pada pembangkit (terjadi pengurangan tekanan gas yang menyebabkan putaran generator menurun) yang menyebabkan terjadinya penurunan tegangan. Untuk setting tegangan batas tegangan yang digunakan harus berada dibawah tegangan terendah dari saluran. Pada pembangkit (generator) relay ini akan bekerja jika meingindikasikan penurunan tegangan maksimal dibawah 10 % tegangan input, sehingga pembangkit ini akan shut down (tidak bekerja).

5.2.3.

Over Voltage Relay

(OVR)

Alat ini digunakan apabila terjadi kelebihan tegangan. Gangguan akan kelebihan tegangan terjadi apabila secara tiba-tiba ada beban yang lepas sehingga generator akan mengalami over speed. Kelebihan tegangan dapat juga diakibatkan karena tidak adanya voltage regulator atau alat ini mengalami gangguan. Kelebihan tegangan akan tersensor akan dibandingkan dengan trip point yang ada sampai maksimal 10 % tegangan input, jika tegangan tetap melebihi trip point yang ada sampai lebih dari 1,5 detik, maka relay akan bekerja dan pembangkit akan (tidak shut down bekerja). Adapun single line diagram over voltage relay adalah sebagai berikut.

(36)

Gambar 5.2. Single Line Diagram Over & UnderVoltage Relay

5.2.4.

Power Relay

Alat ini berfungsi dari kemungkinan adanya aliran daya yang terbalik. Aliran daya yang terbalik disebabkan oleh suatu gangguan yang terjadi pada generator, sehingga menyebabkan aliran daya tidak keluar dari generator melainkan masuk ke generator sehingga generator menjadi seperti motor. Adapun single line diagram dari power relay adalah sebagai berikut.

(37)

5.2.5.

Ground Over Current Relay

Alat ini berfungsi untuk melindungi system dari gangguan sehingga menyebabkan arus yang terpaut jauh dari tiap phasanya. Adapun single line diagram ground over current relay adalah sebagai berikut.

Gambar 5.4. Single Line Diagram Ground Over Current Relay

5.2.6.

Loss of Excitation Relay

Alat ini berfungsi untuk mendeteksi hilangnya arus Excitasi pada generator yang dapat menyebabkan pada pembangkitan. Hilangnya arus excitasi tersebut dapat menyebabkan kerusakan shut down pada generator dan sistem yang sedang beroperasi. Adapun single line diagram loss of excitation relay adalah sebagai berikut.

(38)

5.2.7.

Synchronizing Relay

. Alat ini berfungsi memberi signal kepada main kontak Circuit breaker pada panel synchronizing, jika pada saat sinkronisasi tidak sesuai dengan set point yang ada relay, sehingga generator tidak dapat bekerja dengan pararel. Adapun single line diagram synchronizing relay adalah sebagai berikut

Gambar 5.6. Single Line Diagram Synchronizing Relay

5.3.

Resiko Kegagalan Sistem Proteksi

Bila suatu pengaman pada mesin generator tidak dapat berfungsi terhadap gangguan sistem dapat mengakibatkan:

a) Over speed

Bila putaran generator naik melebihi putaran normal, sehingga menyebabkan gaya sentrifugal naik sehingga timbul gesekan dan panas berlebih pada generator.

b) Temperatur air pendingin tinggi

Temperatur air pendingin yang tinggi dapat menyebabkan mesin overheating, akibatnya:

1) Pelumas menjadi cepat encer dari semestinya 2) Menyebabkan kerusakan bantalan

3) Komponen-komponen mesin mengalami pemuaian akibat panas yang timbul. c) Tekanan minyak pelumas rendah

Tekanan minyak pelumas yang rendah menyebabkan gesekan antar bantalan menjadi besar. Akibat dari kegagalan sistem ini menyebabkan kerusakan pada bantalan, kerusakan pada komponen lain yang ikut bergesek karena kekurangan pelumas.

(39)

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1.

Kesimpulan

 Sistem proteksi berperan penting dalam menjaga keamanan system kelistrikan  Pada saat keadaan abnormal, seperti arus, frekuensi dll, maka relay akan

mengirimkan perintah trip ke pemutus tenaga atau Circuit breaker, sehingga Relay memproteksi terhadap gangguan.

 Deif GPC 3 merupakan control proteksi generator yang terbilang sangat baik untuk digunakan, karena dengan menggunakan Deif GPC 3 kita dapat mengontrol semua proteksi untuk generator, dengan satu alat ini dapat memudahkan kita dalam proses pegontrolan proteksi dari pembangkit.

6.2.

Saran

 Pembagian alat pelindung diri (APD) bagi mahasiswa sering tidak lengkap, seperti tidak diberikannya masker dan sarung tangan. Mohon dilengkapi untuk kedepannya.

 Penciptaan ruang kerja yang kondusif, memberikan rasa nyaman pada seluruh karyawan dalam menjalankan pekerjaannya.

 Sebaiknya Jaringan internet diperluas dan diperkuat sebagai salah satu alat belajar, sistem informasi dan komunikasi.

(40)

DAFTAR PUSTAKA

[1] ABB, “Numerical Generator Protection REG216/REG216 Classic”, May 2005 [2] ABB, “Generator and Transformer 1MRB5 20046-Len 3 edition”, October 1998 [3] Peraturan Energi dan Sumber Daya Mineral, Nomor: 03 Tahun 2007

[4] Electrical Instalations in Petroleum Processing, API RP 540, 1999

[5] IEE Recommended Practice for Electric Power for Industrial Plants. IEE Std 141, 1993 [6] ABB, “Proteksi Generator”, June 2008

[7] Zebulon Manalu “Sistem Proteksi Generator”, Teknik Elektro, Universitas Negeri Medan, Medan, 2012

Gambar

Gambar 2.1. Logo Pertamina EP
Gambar 2.4. Bagan Struktur Organisasi PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi
Tabel 3.1. Rencana Kegiatan Kerja Praktik
Gambar 4.1. Single Line Digram Jaringan Listrik KAS
+7

Referensi

Dokumen terkait

Transformator Dayaadalah komponen yang paling utama dalam sebuah gardu induk atau pembangkit, fungsinya untuk mentransformasikan arus dan tegangan pada nilai daya

Suatu rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai pencatu daya / pemberi sumber tegangan / arus pada peralatan computer adalah …..

Hasil Perbandingan Tegangan, Arus, dan Daya Pada Interval Jam Operasional Generator Pada Temperatur 57ºC Saat Beban Induktif 4. Tabel

Transformator Dayaadalah komponen yang paling utama dalam sebuah gardu induk atau pembangkit, fungsinya untuk mentransformasikan arus dan tegangan pada nilai daya

Hasil bagi dari penjumlahan arus yang dideteksi alat-alat pembagi beban dengan jumlah arus kemampuan generator -generator yang beroperasi paralel dikalikan 100 (%) merupakan

Hasil bagi dari penjumlahan arus yang dideteksi alat- alat pembagi beban dengan jumlah arus kemampuan generator -generator yang beroperasi paralel dikalikan 100 % merupakan nilai posisi

Apabila beban terlalu melebihi rating pada nameplate transformator tentunya transformator tersebut akan mempunyai tingkat resiko yang besar ketika transformator tersebut dialiri daya

Regulasi Tegangan Pengaturan tegangan generator arus searah berdasarkan pada tegangan saat tanpa beban, dan sampai generator mendapatkan beban penuh, dengan persamaan: % 100 VFL x