• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. Regulasi Tegangan Rugi dan Efisisensi (3)

N/A
N/A
Anisa Zaqi

Academic year: 2025

Membagikan "4. Regulasi Tegangan Rugi dan Efisisensi (3)"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1 3.3. Regulasi Tegangan, Rugi Daya dan Efisiensi 3,3.1. Regulasi Tegangan

Pengaturan tegangan generator arus searah berdasarkan pada tegangan saat tanpa beban, dan sampai generator mendapatkan beban penuh, dengan persamaan:

% 100 VFL x

VFL

VRVNL ... (3.34) VNL = Tegangan tanpa beban

VFL = Tegangan beban penuh

3.3.2. Rugi-rugi daya

Rugi-rugi daya yang terdiri dari rugi-rugi tembaga dan rugi-rugi besi/mekanis, rugi-rugi magnetic.

1. Rugi-rugi tembaga terdiri dari :

a. Rugi-rugi pada j angkar : La2Ra ... (3.35) b. Rugi-rugi pada belitan medan shunt, Vflf yang terdiri dari :

- rugi pada Rheostat: If 2 . Rh ... (3.36) - rugi pada lilitan medan : If 2 . Rf ... (3.37) c. Rugi-rugi pada kontak sikat, la Vsi ... (3.38) d. Rugi-rugi pada belitan medan seri :

Is 2 Id2 RD ...(3.39) e. Rugi-rugi pada belitan medan tambahan misalnya belitan interpole dan

kompensasi.

1. Rugi-rugi Mekanis : - Rugi-rugi gesekan - Rugi-rugi angin

- Rugi-rugi buta beban (stray load loss) 2. Rugi-rugi Magnetik

Rugi magnetik terdiri dari:

a. Rugi-rugi histerisis :

Wh =  (Bmaks . f .V (watt) ...……… (3-40)

(2)

2 dimana : V = Volume inti best m3

= Koefisien Histerisis

untuk sheet steel = 502 J/m2 untuk silicon steel =191 J/m2 untuk hard cast steel = 7040 J/m2

untuk cast steel = 750 - 3 000 J/m 2

untuk cast iron = 2700-4000 J/m 2 f = Frekuensi = P.n/120

dimana P = jumlah kutub n = putaran (rpm) b. Rugi-rugi Eddy current:

We = k B2maks f 2 t 2 V (watt) ...……….(3.41) dimana : Bmaks = densitas fluks maksimum

t = ketebalan laminasi pada inti besi f = frekuensi V = volume inti jangkar 3.3.3. Efisiensi

Efisiensi dari generator arus searah terdiri dari:

1. efisiensi mekanis (m)

in a g

m P

EJI I E masuk

yang Mekanis Daya

Watt jangkar pada

daya

Total ( ) [ ]

  ...(3.42)

2. efisiensi Elektric (e)

a g

e E I

I V Jangkar TotalDaya

tersedia Yang

Daya  .

  ... (3.43) 3. efisiensi Over all ( commercial) ( c)

in

c P

I V masuk yang

Mekanis Daya

Tersedia yang

Daya  .

  ... (3.44)

Jadi kondisi pada efisiensi maksimum Daya output generator = V. I

Daya Input generator = Daya output + rugi-rugi = VI + Ia2 + Ra2 + We

= VI + (I + If )2 Ra+We . ... (3.45) dimana Ia = ( I + If )

Jadi :

(3)

3

e a

a R W

I VI

I V input

Daya output daya

 

2.

e a

a R W

I VI

I V

  2.

….………. (3.46)

Dimana la = I atau :

input rugi rudi Input

input output

P P P

P

P

 

x 100 %

P P

P

rugi rugi input

output

 

……….. (3.47)

Contoh Soal: 3-1

Sebuah generator DC kompon panjang 440V; 100 kW; tahanan shunt = 100 Ohm;

tahananjangkar = 0,05 Ohm; tahanan seri= 0,01 Ohm dan arus diverter = 71,7A Hitunglah :

a. Tahanan "diverter " untuk beban penuh.

b. Tegangan induksi pada beben penuh Penyelesaian :

a) IL= Po / V = 100 000/440 = 227,27 Amp.

Ish = 440/100 = 4,4 Amp.

La = IL + Ish = 227,27+4,4 =231,7 Amp.

Sehingga

Is =(231,7-71,7)Amp.= 160 Amp.

Id .RD= Is. RS

RD=160 x 0,01/71,7 = 0,022 Ohm b) Ea = Vt + I a Ra + Is

= 440 + ( 231,7 ) ( 0,05 ) + ( 100 ) ( 0,01 ) = 453,19 V

Contoh Soal 3-2:

Sebuah Generator DC .Shunt diberi keluaran beban penuh 6 Kw pada tegangan terminal 200 V, Ra dan Rf = 0,5 Ohm dan 50 Ohm. Jika rugi-rugi mekanik

(4)

4 digabung dengan rugi-rugi besi 500 watt.

Hitunglah :

a. hp yang dibutuhkan untuk menjalankan poros pada kondisi beban penuh.

b. Efisiensi beban penuh Penyelesaian :

Ish = 200/50 = 4 Amp.

IL = 6000 / 200 = 30 Amp.

Jadi Ia = Ish + IL = 30 + 4 = 34 Amp.

(la)2 Ra = (34 )2 x 0,5 = 578 Watt

Rugi Cu medan shunt = 200 x 4 = 800 watt

Rugi total = 578 + 800 + 500 = 1878 watt Pin = 6000 +1878 = 7878 watt

a. Dan hp menjadi 7878 / 736 = 10,56 hp b.  = 6000 / 7878 x 100 % = 76,2 %.

Referensi

Dokumen terkait

4.5 Analisa Data Perbandingan Pengaruh Pembebanan Resistif, Induktif, Kapasitif, dan Kombinasi Beban R L C Terhadap Regulasi Tegangan dan Efisiensi Generator Sinkron Tiga Phasa

Untuk mengetahui besar nilai perbandingan regulasi tegangan generator induksi dengan mnggunakan kapasitor kompensasi dan dengan penambahan induktor, maka pertama

Pada bagian ini ditunjukan respon dari frekuensi tegangan terbangkit generator set terhadap perubahan beban, arus beban untuk menunjukkan perubahan beban dan

Dalam Tugas Akhir ini dibahas mengenai analisis perbandingan penentuan regulasi tegangan generator sinkron 3 fasa dengan menggunakan metode potier dan metode new asa,

[8] Sitepu, Hendra Abdika, “ Analisis Regulasi Tegangan Generator Sinkron Kutub Menonjol dengan menggunakan Teori Dua Reaksi ”, Medan, 2006.. [9] Sebayang, Fahdi Ruamta,

Definisi generator sinkron, mempunyai makna bahwa rotor generator sinkron yang terdiri dari belitan medan dengan suplai arus searah akan menghasilkan medan magnet yang diputar

Gambar 4.2 Kurva Perbandingan Cos θ dengan Regulasi Tegangan Motor Induksi Sebagai Generator Induksi Tiga Fasa Keluaran Satu

Sistem pengaturan beban generator tiga fasa otomatis berbasis Internally Triggered TRIAC untuk mengurangi tegangan dan menjaga arus pada titik