PENGADILAN TINGGI MEDAN

28 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

P U T U S A N

NOMOR: 329/PDT/2017/PT MDN

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata pada tingkat banding telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara:

RAJA ARLYN PANJAITAN, beralamat di Taman Rt.04 Rw.013 Blok D2 No.8 Keluarahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Dalam hal ini Penggugat memberikan Kuasa kepada LAMBOK LUMBAN GAOL, S,H. dan LISTON SILALAHI, S.H berkantor di Lambok Lumban Gaol & Partners, beralamat di Perum. Taman Semanan Indah Blok NB No.33 Rt.002 Rw. 011 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng – Jakarta Barat, berdasarkan Surat Kuasa khusus Nomor: 34/SK/LG/IX/16 tanggal 5 September 2016, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balige selanjutnya disebut sebagai Pembanding semula Penggugat;

LAWAN:

1. Ny. Alm. Oberlin Panjaitan Br. Butarbutar atau suami dari almarhum Oberlin Panjaitan, beralamat di Parranggitingan, Dahulu Desa Sitorang II sekarang Desa Hutanamora, Kecamatan Silaen, dahulu Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir, selanjutnya disebut sebagai Terbanding I semula Tergugat I;

2. Darwin Panjaitan, beralamat di Parranggitingan, Dahulu Desa Sitorang II sekarang Hutanamora, Kecamatan Silaen, dahulu Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir, selanjutnya disebut sebagai Terbanding II semula Tergugat II;

Dalam hal ini Terbanding I dan Terbanding II semula Tergugat I dan Tergugat II memberikan Kuasa kepada

(2)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Hotman Aruan, SH, Elieser Simangunsong, SH, David Anway, SH dan Felix H Silalahi, SH Advokat dan Konsultan hukum serta Asisten pada Kantor Law Office Hotman Aruan SH & Partners, Advokat dan Penasehat hukum berkantor di Graha Sepuluh Sebelas Jl Buolevaerd Hijau Blik B2 No.10-11 Harapan Indah Bekasi untuk sendiri-sendiri maupun bersama-sama, berdasarkan Surat Kuasa khusus 23 Nopember 2016, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balige selanjutnya disebut sebagai Kuasa Terbanding I dan Terbanding II semula Kuasa Tergugat I dan Tergugat II;

3. Pemerintah R.I c/q Kepala Badan Pertanahan Nasional R.I c/q Kepala Badan Pertanahan Nasional TK.I Sumatera Utara c/q Kepala Badan Pertanahan TK II dahulu Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir berkedudukan di Jalan

Somba Debata No.5 Onan Raja Balige, selanjutnya disebut

sebagai Terbanding III semula Tergugat III;

Dalam hal ini diwakili oleh Kuasanya Eruandi Samosir, A.Md sebagai Pengadministrasi Keuangan pada Kantor Pertanahan Kabupaten Toba Samosir, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 1 Desember 2016, dan telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balige dan juga diwakili oleh Kuasanya Rut Megawaty Ompusunggu, SH berdasarkan Surat Kuasa Substitusi tertanggal 17 Februari 2017 yang juga telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balige, selanjutnya disebut sebagai Kuasa Terbanding III semula Kuasa Tergugat III;

4. Bank Sumut Cabang Porsea, beralamat di Jalan Sisingamangaraja No.60 Porsea Kabupaten Toba Samosir, selanjutnya disebut sebagai Turut Terbanding I semula Turut Tergugat I;

Dalam hal ini Turut Terbanding I semula Turut Tergugat I memberikan Kuasa kepada Poltak Manik,SH dan Suminar Sibarani, SH Advokat dan Konsultan hukum Poltak Manik,SH & Asociates berralamat di Jalan Liberty Malau No 8 Pangururan Kabupaten Samosir Propinsi Sumatera Utara

(3)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 9 Agustus 2016 yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balige selanjutnya disebut sebagai Kuasa Turut Terbanding I semula Kuasa Turut Tergugat I ;

Pengadilan Tinggi tersebut;

Setelah membaca berkas perkara tanggal 19 Mei 2017, Nomor: 61/Pdt.G/2016/PN B lg dan surat-surat yang bersangkutan dengan perkara tersebut;

TENTANG DUDUK PERKARA

Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatannya tanggal 22 September 2016 terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balige pada

tanggal 22 September 2016 dengan Register perkara No. 61/Pdt.G/2016/PN.BLG, telah mengemukakan hal-hal sebagai berikut:

1. Bahwa pada tanggal 8 Agustus 1989 Orang Tua Penggugat Almarhum Hordja Panjaitan telah mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Para Tergugat I s/d III dan terdaftar di kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Tarutung – Tapanuli Utara dengan Nomor register perkara: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT.

2. Bahwa adapun yang melandasi gugatan Penggugat adalah berdasarkan Hasil Pemeriksaan Perkara reg: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. Pengadilan Negeri Tarutung yang telah melakukan Pemeriksaan Setempat terhadap Obyek Gugatan Penggugat terletak dan dikenal di Parangitingan, dahulu Desa Sitorang II sekarang Desa Hutanamora, Kecamatan Silaen, Dahulu Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir.

3. Bahwa Pengadilan Negeri Tarutung telah memeriksa dan memberikan putusan Perkara Nomor register: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990 dengan amarnya sebagai berikut.

M E N G A D I L I DALAM EKSEPSI;

- Menolak Eksepsi Tergugat Ny. Oberlin Panjaitan/ Butarbutar. DALAM POKOK PERKARA;

(4)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

2. Menyatakan jual beli tanggal, 1 Januari 1964 dan tanggal 15 April 1965 adalah Syah dan berharga;

3. Menyatakan tanah terperkara terletak di Parranggitingan Desa Sitorang II, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara, Lokasi I (pertama) dan lokasi II (dua) seperti termuat dalam hasil pemeriksan di tempat pada tanggal, 19 Januari 1990 adalah milik Penggugat Hordja Panjaitan;

4. Menyatakan tidak syah menurut hukum Sertifikat No.24 tahun 1984 sepanjang mengenai luas tanah seperti termuat dalam pemeriksaan di tempat tanggal, 19 Januari 1990 yang telah dinyatakan syah milik Penggugat Hordja Panjaitan tersebut diatas; 5. Menolak gugat Penggugat selain dan selebihnya;.

6. Menghukum Tergugat-tergugat membayar ongkos perkara yang hingga kini setelah dianggar sebesar Rp.452.000,- (empat ratus lima lima puluh dua ribu rupiah).

DALAM REKONPENSI:

- Menolak gugat Penggugat Rekonpensi seluruhnya;

- Menghukum Penggugat Rekonpensi membayar biaya perkara setelah dianggar NIHIL.-

4. Bahwa kemudian, atas Putusan Pengadilan Negeri Tarutung Perkara Nomor: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990 yang kedudukannya sebagai Tergugat I dan Tergugat II menyatakan Banding dan dalam hal gugatan ini didudukkan sebagai Tergugat I dan Tergugat II dan akhirnya Pengadilan Tinggi Sumatera Utara memeriksa perkara tersebut terdaftar dalam register Perkara Nomor: 332/PDT/1991/PT-MDN. Tanggal, 7 Nopember 1991 dan memutus yang amarnya sebagai berikut.

M E N G A DI L I

- Menerima permohonan banding dari Tergugat II dan III/ Pembanding tersebut diatas;

- Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tarutung tanggal, 24 September 1990 No.56/Pdt.G/1989/PN.TRT. yang dimohonkan banding tersebut;

- Menghukum Tergugat-Tergugat II dan III/ Pembanding untuk membayar biaya perkara dalam tingkat banding ini secara

(5)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

tanggung-menanggung sebesar Rp.25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah).

5. Bahwa Orang Tua Penggugat Almarhum Hordja Panjaitan telah mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung Republik Indonesia dan terdaftar reg. Perkara Nomor:314/PK/PDT/1994 dan akhirnya pada tanggal 26 Nopember 1997 Mahkamah Agung Republik Indonesia memeriksa dan memutus yang amarnya sebagai berikut.

M E N G A D I L I

Menyatakan, bahwa permohonan peninjauan kembali dari: Hordja Panjaitan tersebut tidak dapat diterima.

Menghukum Pemohon Peninjauan Kembali akan membayar biaya perkara dalam tingkat peninjauan kembali ini ditetapkan sebanyak Rp.75.000,- (tujuh puluh lima ribu rupiah).-

6. Bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas point 3, 4 dan 5 tersebut diatas, Perkara reg. Nomor: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990 Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan reg. Nomor: 332/PDT/1991/PT-MDN. Tanggal, 7 Nopember 1991 Jo. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Peninjauan Kembali reg. Nomor: 314/PK/PDT/1994, tanggal 26 Nopember 1997 telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap dan ternyata Para Tergugat tidak berkenan untuk memberikan Obyek sengketa kepada Orang Tua Penggugat, walaupun telah diminta secara baik-baik.

7.1 Bahwa Orang Tua Penggugat dalam mengajukan gugatan dalam Perkara reg. Nomor: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990 sangat jelas Penggugat mengajukan Permohonan dalam petitum sebagaimana diuraikan Point 4 (empat) berbunyi sebagai berikut.

Point 4 (empat);

Menghukum Para Tergugat III sampai Tergugat IX maupun orang lain yang mendapat hak dari Tergugat-Tergugat untuk menghentikan segala kegiatannya dan meninggalkan tanah terperkara tersebut dalam keadaan kosong serta menyerahkannya kepada Penggugat dan

T E R N Y A T A

Pengadilan Negeri Tarutung dalam memeriksa Perkara reg. Nomor: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990 Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan reg. Perkara Nomor: 332/PDT/1991/PT-MDN. Tanggal 7 Nopember 1991 Jo. Putusan Mahkamah Agung Republik

(6)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Indonesia Peninjauan Kembali reg. Perkara Nomor: 314/PK/PDT/1994, tanggal 26 Nopember 1997, tidak mempertimbangkan petitum point 4 (empat) sebagaimana diuraikan diatas. Vide bukti: Putusan Pengadilan Negeri Tarutung Perkara reg. Nomor: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990 halaman 4 (empat) point 4 (empat) hingga perkara tersebut dinyatakan mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

7.2 Bahwa selain diuraikan diatas point 7.1 ternyata Pengadilan Negeri Tarutung telah mempertimbangkan seluruh Petitum yang diajukan oleh Penggugat dalam memeriksa Perkara Nomor: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. sebagaimana pertimbangannya pada halaman 17 dan berbunyi sebagai berikut.

Pertimbangan halaman 17, menyatakan, yaitu:

“ Menimbang, bahwa mengenai permohonan Penggugat pada Petitum ad.4 yang memohon agar Tergugat III sampai Tergugat IX maupun orang lain yang mendapat hak dari mereka supaya meninggalkan dan menyerahkan tanah terperkara kepada Penggugat, oleh karena tanah terperkara sudah terbukti adalah Hak milik Penggugat, maka permohonan tersebut adalah beralasan dan sesuai dengan ketentuan hukum sehingga patut dikabulkan”.

Berdasarkan uraian diatas point 8.1 dengan point 8.2 menjadi saling bertentangan yang sepatutnya dalam amar putusan harus kabulkan yaitu point 8.2.

8. Bahwa Pengadilan Negeri Tarutung dalam memeriksa Perkara Nomor: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990 telah mempertimbangkan Bukti Surat yang diajukan oleh Para Tergugat yaitu Sertifikat Hak Milik No.24 Surat Ukur Nomor:441/1984 terletak dan dikenal di Desa Lumban Tambak, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara sebagaimana pertimbangan Hukum pada halaman 16 sebagai berikut.

“ Menimbang, bahwa mengenai bukti-bukti surat yang dimajukan oleh Tergugat II yang bertanda T2.1 s/d T2.10 adalah tentang proses untuk mendapatkan Sertifikat Hak Milik atas tanah yang terletak di Desa Lumban Tambak, Kecamatan Silaen yang dimohonkan oleh alm. Oberlin Panjaitan, Suami dari Tergugat III/ ayah dari Tergugat IV s/d IX, sedang yang menjadi sengketa adalah tanah yang terletak di Desa Sitorang II, Kecamatan Silaen, maka berdasarkan hal tersebut Majelis berpendapat

(7)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

bahwa surat-surat bukti T2.1 s/d T2.10 tersebut bukanlah bukti terhadap tanah terperkara yang terletak di Desa Sitorang II Kecamatan Silaen, oleh karenanya surat-surat bukti tersebut tidak berkekuatan hukum terhadap tanah terperkara dan patut dikesampingkan”.

9. Bahwa Perkara reg. Nomor: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990 Pengadilan Negeri Tarutung Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan reg. Perkara Nomor: 332/PDT/1991/PT-MDN. Tanggal 7 Nopember 1991 Jo. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Peninjauan Kembali reg. Perkara Nomor: 314/PK/PDT/1994, tanggal 26 Nopember 1997 telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, oleh karenanya sangat beralasan kiranya Pengadilan Negeri Balige dalam memeriksa perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu, serta merta dan untuk menghindari perbuatan Para Tergugat yang akan mengalihkan obyek sengketa kepada pihak orang lain.

10.1 Bahwa Tergugat III didudukkan dalam perkara ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perkara reg. Nomor: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990 Pengadilan Negeri Tarutung Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan reg. Perkara Nomor: 332/PDT/1991/PT-MDN. Tanggal 7 Nopember 1991 Jo. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Peninjauan Kembali reg. Perkara Nomor: 314/PK/PDT/1994, tanggal 26 Nopember 1997 yang menerbitkan Sertifikat No.24 tahun 1984 atas nama Almarhum Oberlin Panjaitan atau Suami Tergugat I dengan melakukan Pengukuran Obyek Tanah terletak di Diparanggitingan Desa Sitorang II sekarang Desa Hutanamora, Kec. Silaen, Kab. Tapanuli Utara sekarang Kab.Toba Samosir.

Bahwa sesuai dengan Surat Ukur Nomor:441/1984 adalah terletak di Desa Lumban Tambak, Kecamatan Silaen, Kab. Tapanuli Utara sekarang Kab. Toba Samosir dan bukan terletak Tanah Milik Penggugat oleh karenanya patut dinyatakan tidak syah secara hukum dan tidak mengikat terhadap Obyek perkara.

10.2 Bahwa ternyata Tergugat II dengan Tergugat III telah secara sengaja melakukan Perbuatan Melawan Hukum dimana dalam isi amar Putusan perkara Nomor: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990 Pengadilan Negeri Tarutung Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan reg.

(8)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Perkara Nomor: 332/PDT/1991/PT-MDN. Tanggal 7 Nopember 1991 Jo. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Peninjauan Kembali reg. Perkara Nomor: 314/PK/PDT/1994, tanggal 26 Nopember 1997, diketahui secara jelas ternyata Tergugat II dan III telah melakukan balik nama atas nama Sertifikat tersebut dari OBERLIN PANJAITAN menjadi nama DARWIN PANJAITAN (Tergugat II) walaupun telah diketahui Sertifikat tersebut tidak syah secara hukum.

11. Bahwa Turut Tergugat didudukkan dalam perkara ini adalah karena Tergugat II telah meminjam uang kepada Bank Sumut (Turut Tergugat III) dengan memberikan Hak Tanggungan atas Sertifikat Hak Milik No.24/1984 dan dicatatkan/diketahui oleh Tergugat III sebagaimana dicatatkan berdasarkan Akta Pemberian Hak Tanggungan No,:107/2012, tanggal 20 September 2012 dengan pencatatan tanggal 01 Oktober 2012 Nomor:1071/2012. Oleh Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (Tergugat III).

12. Bahwa karenan Orang Tua Penggugat (Hordja Panjaitan) telah meninggal dunia, maka anak-anaknya berhak atas Harta Peninggalaan tersebut dan dengan ini mohon kepada Pengadilan Negeri Balige untuk menetapkan Anak dari almarhum Hordja Panjaitan berhak atas harta peninggalannya yang saat ini diperiksa dalam perkara ini.

13. Bahwa karena gugatan Penggugat tidak dapat disangkal kebenarannya dan telah terbukti sebagaimana pemeriksaan reg. Nomor: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990 Pengadilan Negeri Tarutung Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan reg. Perkara Nomor: 332/PDT/1991/PT-MDN. Tanggal 7 Nopember 1991 Jo. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Peninjauan Kembali reg. Perkara Nomor: 314/PK/PDT/1994, tanggal 26 Nopember 1997, maka dengan ini mohon kiranya Pengadilan Negeri Balige untuk meletakkan Sita Jaminan (Conservatoir Beslag) terlebih dahulu.

14. Bahwa memperhatikan gugatan Penggugat sangatlah eksepsionil, maka mohon kepada Majelis Hakim menyatakan Para Tergugat telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum, sehingga Putusan ini agar dipatuhi termasuk pihak lain yang mendapat hak dan keuntungan dari padanya untuk mengosongkan obyek-obyek ataupun dengan bantuan Aparat, Pemerintah

(9)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Sipil maupun Kepolisian Republik Indonesia agar Putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu, serta merta (Uit Voerbaar Bij Voerraad);

Berdasarkan uraian tersebut diatas, mohon agar Pengadilan Negeri Balige memeriksa dan mengadili perkara ini dengan memberikan putusan sebagai berikut:

DALAM POKOK PERKARA:

1. Menerima gugatan dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

2. Menyatakan Tergugat I, II, III, dan Turut Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum.

3. Menyatakan Putusan Pengadilan Negeri Nomor: 56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990 Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan reg. Perkara Nomor: 332/PDT/1991/PT-MDN. Tanggal 7 Nopember 1991 Jo. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Peninjauan Kembali reg. Perkara Nomor: 314/PK/PDT/1994, tanggal 26 Nopember 1997 telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

4. Menetapkan Anak dari Almarhum Hordja Panjaitan adalah Ahli Waris dan berhak atas tanah Obyek Sengketa.

5. Menyatakan sah dan berharga atas sita jaminan yang diletakkan dalam perkara ini.

6. Menyatakan segala bentuk-bentuk surat/ akta yang merugikan hak Para Penggugat dan tidak syah secara hukum.

7. menyatakan Menghukum Tergugat I, II, III, dan Turut Tergugat untuk mengosongkan obyek sengketa maupun orang lain yang mendapat hak dari Para Tergugat sesuai dengan hasil pemeriksaan setempat pada tanggal 19 Januari 1990 yang dijalankan oleh Pengadilan Negeri Tarutung dalam Permeriksaan Perkara Nomor:56/Pdt.G/1989/PN.TRT. tanggal, 24 September 1990.

8. Menghukum Para Tergugat untuk tunduk dalam putusan ini.

9. Menyatakan Perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu, serta merta (Uit Voerbaar Bij Voerraad) walaupun Para Tergugat menyatakan Banding, Kasasi maupun Upaya hukum lainhya.

10. Menghukum Para Tergugat untuk membayar ongkos perkara. Atau,

(10)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Apabila Pengadilan Negeri Balige berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex Aquo Et Bono).

Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut Tergugat I dan Tergugat II melalui Kuasanya telah mengajukan jawabannya yaitu jawaban tertanggal 29 Nopember 2016 yang pada pokoknya:

I. DALAM EKSEPSI

A.I. EKSEPSI GUGATAN PENGGUGAT OBSCUUR LIBEL Eksepsi gugatan Penggugat Kabur/Tidak Jelas

I. TIDAK JELASNYA OBJEK SENGKETA (error in objecto)

1. Bahwa gugatan Penggugat mendalilkan tanah sengketa terletak di Desa Parranggitingan, Kecamatan Silaen, dahulu Desa Sitorang II, sekarang Desa Hutanamora, Kecamatan Silaen, dahulu Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir.

Sedangkan tanah yang ditempati dan dikuasai Tergugat I sebagai miliknya adalah Sertipikat Hak Milik No. 24 Desa Lumban Tambak, Surat Ukur SUS.No. 441/84 yang terletak dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILAEN, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara seluas 2.933 M2 (dua ribu Sembilan ratus tiga puluh tiga meter persegi) terdaftar atas nama DARWIN PANJAITAN/TERGUGAT II.

Diperoleh berdasarkan Surat Keterangan Waris tanggal 02 Mei 2012 dibenarkan Kepala Desa Hutanamora tanggal 03 Mei 2012 No. 35/SKAW/HN/2012 dikuatkan Camat Silaen tanggal 04 Mei 2012 No. 05/SKW/V/2012.

Bahwa Sertipikat Hak Milik No. 24 Desa Lumban Tambak yang terletak dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILAEN, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir, Propinsi Sumatera Utara adalah sudah benar dan tepat sebagaimana dengan Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, Pasal 14 yaitu :

1. Untuk keperluan pengumpulan dan pengolahan data fisik dilakukan kegiatan pengukuran dan pemetaan;

2. Kegiatan pengukuran dan pemetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :

(11)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

a) Pembuatan peta dasar pendaftaran; b) Penetapan batas bidang-bidang tanah;

c) Pengukuran dan pemetaan bidang-bidang tanah dan pembuatan peta pendaftaran;

d) Pembuatan daftar tanah; e) Pembuatan surat ukur.

2. Bahwa demikian juga tanah disebelah Utara tanah Tergugat I yaitu tanah milik Leman Panjaitan Sertipikat Hak Milik No. 22/Desa Lumban Tambak, Surat Ukur SUS.No. 439/1984 juga terletak dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILAEN, Kecamatan Silaen, dahulu Kabupaten Tapanuli Utara, sekarang Kabupaten Toba Samosir, bahwa jarak dari tanah milik Tergugat I ke Desa Parranggitingan, dahulu Desa Sitorang II sekarang Desa Hutanamora, Kecamatan Silaen, dahulu Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir, jaraknya 500 m (lima ratus meter).

3. Bahwa didalam putusan perkara No. 56/Pdt.G/1989/PN.Trt tanggal 24 September 1990 yang amarnya point 4 “menyatakan tidak sah menurut hukum Sertipikat No. 24 Tahun 1984 sepanjang mengenai luas tanah seperti termuat dalam pemeriksaan di tempat tanggal 19 Januari 1990 yang telah dinyatakan sah milik Penggugat Hordja Panjaitan selain dan selebihnya”. Bahwa didalam pemeriksaan dalam perkara tersebut tanah yang ditempati oleh Tergugat I tidak sampai diukur dalam pemeriksaan perkara tersebut.

Demikian juga didalam pemeriksaan perkara No. 13/Pdt.G/2016/PN.Blg tertanggal 22 Agustus 2016 dalam pertimbangan Majelis Hakim halaman 42 paragraf ketiga “Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, Majelis Hakim berpendapat bahwa dengan adanya ketidaksesuaian batas-batas dan luas objek perkara sesuai dengan gugatan Penggugat dengan hasil pemeriksaan setempat, maka Majelis Hakim berkesimpulan gugatan adalah kabur, dan juga kurang pihak sehingga tidak memenuhi syarat formal oleh karenanya Majelis Hakim berpendapat gugatan Penggugat haruslah dinyatakan tidak dapat diterima (Niet ontvankelijke Verklaard)”

(12)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

4. Bahwa oleh karenanya tanah Sertipikat Hak Milik No. 24 Desa Lumban Tambak, Surat Ukur SUS.No. 441/84 yang terletak dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILEAN, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara seluas 2.933 M2 (dua ribu Sembilan ratus tiga puluh tiga meter persegi) terdaftar atas nama OBERLIN PANJAITAN masih tetap terdaftar di Kantor Tergugat II walaupun sebagaimana putusan Pengadilan No. 56/Pdt.G/1989/PN.Trt sebagaimana point 3 diatas karena tanah yang digugat oleh Penggugat dalam perkara No. 56/Pdt.G/1989/PN.Trt tersebut adalah terletak di Desa Parranggitingan, Kecamatan Silaen, dahulu Desa Sitorang II, sekarang Desa Hutanamora, Kecamatan Silaen, dahulu Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir.

Bahwa kemudian TERGUGAT I dan ahli waris Alm. Oberlin Panjaitan sepakat untuk dialihkan menjadi milik Tergugat I berdasarkan Surat Keterangan Waris tanggal 02 Mei 2012 dibenarkan Kepala Desa Hutanamora tanggal 03 Mei 2012 No. 35/SKAW/HN/2012 dikuatkan Camat Silaen tanggal 04 Mei 2012 No. 05/SKW/V/2012, yang diajukan oleh Tergugat I kekantor Tergugat II menjadi miliknya, dan permohonan tersebut diproses oleh Tergugat II menjadi atas nama TERGUGAT I/DARWIN PANJAITAN tanggal 05 Juni 2012, dan kemudian Tergugat I menjaminkannya ke Turut Tergugat I (Bank SUMUT cabang Porsea) sesuai dengan Perjanjian Modal Kerja No. 025/KC04-KCP059/KAL/2012 tanggal 10 Juli 2012.

5. Bahwa dengan demikian sudah sangat jelas dan terang benderang bahwa tanah sengketa yang ditempati oleh Tergugat I adalah dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILEAN, Kecamatan Silaen,dahulu Kabupaten Tapanuli Utarasekarang Kabupaten TOBASA, sedangkan tanah yang digugat Pengugat adalah terletak di Parranggitingan, Kecamatan Silaen, dahulu Desa Sitorang II, sekarang Desa Hutanamora, Kecamatan Silaen, dahulu Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir. Oleh karenanya objek tanah sengketa yang didalilkan Penggugat adalah Kabur.

6. Bahwa selain itu gugatan Penggugat tidak menjelaskan berapa luas tanahnya dan juga tidak menjelaskan batas-batas tanahnya karena

(13)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

gugatan Penggugat berdasarkan Putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yaitu dalam perkara No. 56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 Jo Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No 332/Pdt/1991/PT.MDN tanggal 07 Nopember 1991 Jo Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Republik Indonesia No 314/PK/Pdt/1994 tanggal 26 Nopember 1997 yang diakui sebagai miliknya, karena Penggugat telah meminta kepada Tergugat I dan Tergugat I tetapi tidak mau menyerahkan tanah sengketa tersebut. Bahwa sudah sangat jelas dan terang benderang sebagaimana amar putusan perkara No. 56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 Jo Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No 332/Pdt/1991/PT.MDN tanggal 07 Nopember 1991 Jo Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Republik Indonesia No 314/PK/Pdt/1994 tanggal 26 Nopember 1997 tidak ada kejelasan berapa luas tanah Penggugat dan tidak jelas batas-batasnya, oleh karenanya perkara tersebut Non-Eksekutabel. 7. Bahwa oleh karenanya berdasarkan hal tersebut diatas karena

gugatan Penggugat kabur karena objek perkara/tanah sengketa tidak jelas (error in objecto) dimana letaknya. Sebagaimana dalam Buku M. Yahya Harahap, S.H dengan judul buku ”Hukum Acara Perdata” halaman 449 “…Tidak jelasnya objek sengketa. Kekaburan objek sengketa sering terjadi mengenai tanah. Terdapat beberapa aspek yang menimbulkan kaburnya objek gugatan mengenai tanah :

 Batas-batasnya tidak jelas;

 Letaknya tidak pasti, dan;

 Ukuran yang disebut, dalam gugatan berbeda dengan hasil pemeriksaan setempat. ”

Demikian juga sejalan dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 81K/Sip/1971 tanggal 09 Juli 1973 kaidah hukumnya menyebutkan “karena setelah diadakan pemeriksaan setempat oleh Pengadilan Negeri atas perintah Mahkamah Agung, tanah yang dikuasai Tergugat ternyata tidak sama batas dan luasnya dengan yang tercantum dalam gugatan, maka gugatan harus dinyatakan tidak dapat diterima”.

(14)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Oleh karenanya gugatan Penggugat haruslah dinyatakan tidak dapat diterima (Niet ontvankelijke Verklaard) karena tidak jelasnya objek sengketa (error in objecto) dan tidak jelasnya luas dan batas-batasnya. II. KONTRADIKSI ANTARA POSITA DENGAN PETITUM

1. Bahwa dalil-dalil gugatan PENGGUGAT didalam Posita Point 7.1 dan Point 7.2 menyatakan dalam Perkara No 56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 Jo Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No 332/Pdt/1991/PT.MDN tanggal 07 Nopember 1991 Jo Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Republik Indonesia No 314/PK/Pdt/1994 tanggal 26 Nopember 1997 berdasarkan uraian diatas Point 7.1 dan Point 7.2 menjadi saling bertentangan yang sepatutnya dalam amar putusan harus dikabulkan, sedangkan didalam permohonan petitumnya pada Petitum Point 3 halaman 6 menyatakan putusan Pengadilan No 56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 Jo Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No 332/Pdt/1991/PT.MDN tanggal 07 Nopember 1991 Jo Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Republik Indonesia No 314/PK/Pdt/1994 tanggal 26 Nopember 1997 telah mempunyai kekuatan hukum tetap, sehingga dalil Posita gugatan Penggugat Point 7.1 dan Point 7.2 Kontradiksi dengan Petitum Point 3.

III. PETITUM TIDAK JELAS.

1. Bahwa yang dituntut PENGGUGAT tidak jelas apakah penggugat ingin ditetapkan sebagai pemilik tanah sengketa atau menyatakan Putusan Pengadilan Negeri Tarutung No 56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 Jo Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No 332/Pdt/1991/PT.MDN tanggal 07 Nopember 1991 Jo Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Republik Indonesia No 314/PK/Pdt/1994 tanggal 26 Nopember 1997 telah mempunyai hukum tetap atau menyatakan Batal SHM Nomor 24 Desa Lumban Tambak atas nama TERGUGAT I (DARWIN PANJAITAN) yang diterbitkan oleh TERGUGAT VIII.

IV. TIDAK JELASNYA DASAR HUKUM DALIL GUGATAN

I. Tidak Jelasnya Dasar Hukum Penggugat terhadap tanah sengketa.

(15)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

1. Penggugat tidak menjelaskan alas kepemilikan tanah sengketa yang didapat Penggugat sebagai harta warisan dari Almarhum Hordja Panjaitan dan juga tidak menjelaskan apakah Penggugat mewakili semua Ahli Waris dari Alm. Hordja Panjaitan karena Penggugat, Raja Arlyn Panjaitan, memberikan kuasa kepada LAMBOK LUMBAN GAOL, S.H, LISION SILALAHI, S.H, tanggal 10 Pebruari 2016 sebagaimana tercermin didalam Surat Gugatannya, padahal Hordja Panjaitan meninggal 31 Agustus 2016 dan juga Hordja Panjaitan mengajukan gugatan pada tanggal 23 Pebruari 2016 terdaftar perkara No. 13/Pdt.G/2016/PN.Blg sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Balige No. 13/Pdt.G/2016/PN.Blg tanggal 22 Agustus 2016.

2. Bahwa selain itu Penggugat tidak menjelaskan berapa orang Ahli Waris Alm. Hordja Panjaitan dan siapa-siapa Ahli Waris dari Alm. Hordja Panjaitan demikian juga gugatan Penggugat tidak dijelaskan dasar hukum kepemilikan tanah sengketa selaku milik Penggugat. Oleh karenanya Gugatan Penggugat makin kabur

A.II. GUGATAN PENGGUGAT NEBIS IN IDEM

Bahwa gugatan yang diajukan oleh PENGGUGAT adalah NEBIS IN IDEM, karena :

1. Bahwa inti dari gugatan Penggugat adalah putusan perkara No. 56/Pdt.G/1989/PN.Trt yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap tentang masalah tanah yang terletak di Parranggitingan, Desa Sitorang II, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara

2. Bahwa orangtua PENGGUGAT telah pernah mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negeri Tarutung terhadap TERGUGAT I s/d TERGUGAT II tentang masalah kepemilikan tanah yang terletak di Parranggitingan, Desa Sitorang II, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara sebagaimana Putusan Register Perkara Nomor 56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 Jo Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No 332/Pdt/1991/PT.MDN tanggal 07 Nopember 1991 Jo Putusan Peninjauan Kembali

(16)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Mahkamah Agung Republik Indonesia No 314/PK/Pdt/1994 tanggal 26 Nopember 1997 dan dalam perkara ini telah mempunyai hukum yang mengikat.

Bahwa dalam perkara No. 56/Pdt.G/1989/PN.Trt Penggugat dalam gugatannya memohon dalam Petitum point 4 (empat) yaitu; “Menghukum para Tergugat II sampai dengan Tergugat IX maupun orang-orang lain yang mendapat hak dari Tergugat-tergugat untuk menghentikan segala kegiatannya dan meninggalkan tanah terperkara tersebut dalam keadaan kosong serta menyerahkannya kepada Penggugat”.

Bahwa dalam permohonan Penggugat tersebut, Majelis Hakim telah mengabulkan Point 4 (empat) tersebut sebagaimana halaman 17 dalam pertimbangannya Paragraf kedua yang menyatakan “Menimbang, bahwa mengenai permohonan Penggugat pada petitum ad. 4 yang memohon agar Tergugat II sampai dengan Tergugat IX maupun orang lain yang mendapat hak dari mereka supaya meninggalkan dan menyerahkan tanah terperkara kepada Penggugat, oleh karena tanah terperkara sudah terbukti adalah milik Penggugat, maka permohonan tersebut adalah beralasan dan sesuai dengan ketentuan hukum sehingga patut pula dikabulkan” namun dalam amar putusannya tidak dikabulkan. Dan sekarang didalam perkara ini Penggugat hendak meminta Pengadilan Negeri Balige untuk memperbaikinya.

Bahwa berdasarkan Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 647/K/Sip/1973 kaidah hukumnya “menyatakan untuk menentukan ada tidaknya ne bis in idem dalam suatu gugatan, tidak ditentukan oleh syarat pihak saja, tetapi terutama ditentukan oleh objek yang sama.”Dan sejalan dengan pasal 1917 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) dalam frase “kekuatan suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan hukum yang pasti hanya mengenai pokok perkara yang bersangkutan. Untuk dapat menggunakan kekuatan itu, soal yang dituntut harus sama; tuntutan harus didasarkan pada alasan yang sama”;

3. Bahwa dalam perkara 56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 Jo Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No

(17)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

332/Pdt/1991/PT.MDN tanggal 07 Nopember 1991 Jo Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Republik Indonesia No 314/PK/Pdt/1994 tanggal 26 Nopember 1997 dan dalam perkara ini telah mempunyai hukum yang mengikat

4. Bahwa demikian juga dalam perkara ini adalah gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang ditujukan kepada TERGUGAT I s/d TERGUGAT II sama dengan perkara terdahulu dan gugatan sekarang ini dalam Permohonan Pertitum Point 3 halaman 6 juga meminta Perkara Putusan Pengadilan Negeri Tarutung No 56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 Jo Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No 332/Pdt/1991/PT.MDN tanggal 07 Nopember 1991 Jo Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Republik Indonesia No 314/PK/Pdt/1994 tanggal 26 Nopember 1997 mempunyai kekuatan hukum tetap.

5. Bahwa demikian juga dalil-dalil Posita maupun Petitum gugatan PENGGUGAT dalam perkara ini sama dengan dalil-dalil maupun Petitum dalam perkara terdahulu dalam perkara Putusan Pengadilan Negeri Tarutung No 56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 Jo Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No 332/Pdt/1991/PT.MDN tanggal 07 Nopember 1991 Jo Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Republik Indonesia No 314/PK/Pdt/1994 tanggal 26 Nopember 1997 bahwa dalam perkara terdahulu sudah semua dipertimbangkan oleh Majelis Hakim, sebagaimana tercermin dalam pertimbangan hakim halaman 16 paragraf ke 1 sampai dengan paragraf 7 dan halaman 17 paragraf 1 dan paragraf 2. Oleh karenanya gugatan Penggugat adalah nebis in idem.

Berdasarkan uraian-uraian dan fakta-fakta hukum tersebut, Tergugat I mohon dengan hormat kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo agar berkenan menerima eksepsi-eksepsi Tergugat I serta menolak gugatan Penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke).

(18)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

1. Bahwa dalil-dalil hukum yang telah TERGUGAT I Konpensi kemukakan dalam uraian eksepsi diatas, mohon dianggap sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan karenanya termasuk didalam uraian pokok perkara ini; 2. Bahwa TERGUGAT I Konpensi dengan tegas menolak dalil PENGGUGAT Konpensi sebagaimana tertuang dalam surat gugatan PENGGUGAT Konpensi, kecuali yang diakui dengan tegas dan tertulis sebagimana tersebut dibawah ini;

3. Bahwa tanah objek sengketa adalah terletak dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILEAN, Kecamatan Silaen, dahulu Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten TOBASA, dan diatas tanah tersebut terdiri dari 1 buah bangunan yang ditempati oleh Tergugat I beserta anaknya yaitu Tergugat II dan dasar alas hak untuk menempati tanah tersebut adalah Sertipikat Hak Milik No. 24/Desa Lumban Tambak, surat ukur SUS.No. 441/84 yang terletak dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILEAN, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara seluas 2.933 M2 (dua ribu Sembilan ratus tiga puluh tiga meter persegi) terdaftar atas nama DARWIN PANJAITAN/TERGUGAT II.

4. Bahwa tanah sertipikat tersebut sebelumnya atas nama suami Tergugat I yaitu Alm. Oberlin Panjaitan, dan semasa hidupnya Alm. Oberlin Panjaitan dan Tergugat I mempunyai 6 (enam) orang anak yakni : Darwin Panjaitan (Tergugat II), Nelson Panjaitan, Artha Panjaitan, Pemimpin Panjaitan, Markos Panjaitan dan Saroha Panjaitan, Tergugat I dan para Ahli Waris Alm. Oberlin Panjaitan telah sepakat untuk menyerahkan menjadi satu-satunya pemilik adalah menjadi milik Tergugat II/Darwin Panjaitan selaku anak pertama sebagaimana tercermin dalam Surat Keterangan Waris tanggal 02 Mei 2012 dibenarkan Kepala Desa Hutanamora tanggal 03 Mei 2012 No. 35/SKAW/HN/2012 dikuatkan Camat Silaen tanggal 04 Mei 2012 No. 05/SKW/V/2012.

5. Bahwa Tergugat I menempati tanah a quo adalah sejak tahun 1963 sampai dengan sekarang ini, bahwa tanah tersebut adalah tanah milik adat dari Kakek Alm. Oberlin Panjaitan.

6. Bahwa benar telah pernah Alm. Hordja Panjaitan orangtua PENGGUGAT mengajukan gugatan kepada TERGUGAT I dan TERGUGAT II sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Tarutung No

(19)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 Jo Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No 332/Pdt/1991/PT.MDN tanggal 07 Nopember 1991 Jo Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Republik Indonesia No 314/PK/Pdt/1994 tanggal 26 Nopember 1997 dan telah mempunyai hukum tetap gugatan tersebut adalah tentang masalah tanah yang terletak di Paranggitingan, Desa Sitorang II, Kecamatan Silaen, dahulu Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir.

6a. Bahwa dalam perkara register Nomor Registrasi : 56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 dengan amar putusannya sebagai berikut :

M E N G A D I L I DALAM EKSEPSI :

- Menolak Eksepsi Tergugat Ny. Oberlin Panjaitan/Butarbutar DALAM POKOK PERKARA :

1. Mengabulkan gugatan Penggugat Sebahagian;

2. Menyatakan jual-beli tanggal 01 Januari 1964 dan tanggal 15 April 1965 adalah Sah dan berharga;

3. Menyatakan tanah terpekara terletak di Paranggitingan Desa Sitorang II, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara, lokasi I (pertama) dan lokasi II (kedua) seperti termuat dalam hasil pemeriksaan ditempat pada tanggal 19 Januari 1990 adalah milik Penggugat Hordja Panjaitan; 4. Menyatakan tidak sah menurut hukum Sertifikat Hak Milik

No 24 Tahun 1984 sepanjang mengenai luas tanah seperti termuat dalam pemeriksaan ditempat tanggal 19 Januari 1990 yang telah dinyatakan sah milik Penggugat Hordja Panjaitan tersebut diatas;

5. Menolak gugat Penggugat selain dan selebihnya;

6. Menghukum Tergugat-tergugat membayar ongkos perkara yang hingga kini setelah dianggar sebesar Rp. 452.000,- (empat ratus lima puluh dua ribu rupiah).

DALAM REKONPENSI :

- Menolak gugat Penggugat Rekonpensi seluruhnya;

- Menghukum Penggugat Rekonpensi membayar biaya perkara setelah dianggar NIHIL.

(20)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

6a. I Bahwa dalam perkara tersebut Tergugat I dan Tergugat II mengajukan Banding ke Pengadilan Tinggi Sumatera Utara; 6a. II Bahwa dalam perkara di tingkat Banding sebagaimana dalam register Perkara Nomor 332/Pdt/1991/PT-MDN tanggal 07 Nopember 1991 yang amar putusannya sebagai berikut :

M E N G A D I L I

- Menerima permohonan banding tersebut diatas ;

- Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tarutung tanggal 24 September 1990 No. 56/Pdt.G/1989/PN-Trt yang dimohonkan banding tersebut ;

- Menghukum Tergugat-Tergugat I dan II/Pembanding untuk membayar biaya perkara dalam tingkat banding ini secara tanggung-menanggung sebesar Rp. 25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah).

6a.III Bahwa atas putusan Pengadilan Tinggi tersebut, Tergugat I dan Tergugat II tidak mengajukan Kasasi.

6a.IV Bahwa atas Putusan Pengadilan yang telah mempunyai hukum yang tetap, HORDJA PANJAITAN mengajukan Permohonan ke Pengadilan Negeri Tarutung untuk melakukan eksekusi terhadap putusan tersebut, atas permohonan HORDJA PANJAITAN Pengadilan Negeri Tarutung menolak/tidak dapat dieksekusi, karena setelah mengecek ke tanah a quo dan berkoordinasi dengan aparat setempat, yaitu Kantor Kecamatan Silaen dan Polsek, tanah a quo yang ditempati TERGUGAT terletak di Desa Lumban Tambak Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara dan juga dalam amar putusan tidak jelas berapa luas tanah dan batas-batas tanah sengketa.

6a.V Bahwa atas tidak dikabulkannya eksekusi tersebut, HORDJA PANJAITAN mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan Nomor Perkara 314/PK/Pdt/1994, dan permohonan Peninjauan Kembali tersebut tidak dapat diterima.

(21)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

6b. Sehingga dengan demikian perkara No. 56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap adalah Non-Eksekutabel, karena tanah objek sengketa yang ditempati dan dimiliki Tergugat I terletak dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILEAN, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir, sebagaimana tercermin didalam SHM No 24 Desa Lumban Tambak, surat ukur SUS.No. 441/84 yang terletak dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILEAN, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara seluas 2.933 M2 (dua ribu Sembilan ratus tiga puluh tiga meter persegi) terdaftar atas nama DARWIN PANJAITAN/TERGUGAT I.

Bahwa selain itu dalam Perkara No. 56/Pdt.G/1989/PN.TRT sebagaimana dalam amar Putusan tidak jelas adanya batas-batas dan juga berapa luas tanahnya.

Bahwa demikian juga didalam perkara a quo ini, Penggugat tidak menjelaskan berapa luas tanah dan batas-batas tanah a quo. 7. Bahwa oleh karenanya sampai saat ini Pengadilan Negeri Tarutung tidak

bisa melakukan Eksekusi terhadap putusan perkara No 56/Pdt.G/1989/PN.TRT tanggal 24 September 1990 Jo Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No 332/Pdt/1991/PT.MDN tanggal 07 Nopember 1991 Jo Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Republik Indonesia No 314/PK/Pdt/1994 tanggal 26 Nopember 1997 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Bahwa dengan demikian, bahwa dalil PENGGUGAT Point 7 tidak berdasar dan mengada-ada serta tidak berdasarkan hukum.

8. Bahwa TERGUGAT I Konpesi tidak perlu menanggapi dalil-dalil gugatannya Point 7.1 dan Point 7.2 halaman 4 dan halaman 5 karena tidak jelas dalil-dalilnya apakah meminta Majelis Hakim yang menangani perkara ini untuk memperbaiki putusan perkara Nomor 56/Pdt.G/PN.TRT atau hanya berkeluh kesah terhadap petitum amar putusan Pengadilan dalam perkara tersebut.

9. Bahwa TERGUGAT I menolak dengan tegas dalil-dalil gugatan PENGGUGAT Point 9 halaman 4 yang memohon Pengadilan Negeri Balige dapat menjalankan terlebih dahulu serta merta untuk menghindari

(22)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

perbuatan Para Tergugat yang akan mengalihkan objek sengketa kepada pihak orang lain.Bahwa dalil-dalil demikian adalah dalil-dalil yang tidak jelas hanya mengada-ada tidak berdasarkan Logika Hukum, terbukti SHM No 24 Desa Lumban Tambak, surat ukur SUS.No. 441/84 yang terletak dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILEAN, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara seluas 2.933 M2 (dua ribu Sembilan ratus tiga puluh tiga meter persegi) terdaftar atas nama DARWIN PANJAITAN/TERGUGAT I bisa di jaminkan TERGUGAT I ke Turut TERGUGAT, oleh karenanya dalil-dalil demikian harus dikesampingkan.

10. Bahwa TERGUGAT I menolak dengan tegas dalil-dalil gugatan PENGGUGAT Point 10.1 dan Point 10.2 (halaman 4 dan halaman 5) dikarenakan sudah sangat jelas tanah yang digugat Penggugat adalah tanah yang berada di Paranggitingan Desa Sitorang II, Kecamatan Silaen, dahulu Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir sedangkan tanah sengketa yang ditempati dan dikuasai oleh TERGUGAT I dan Tergugat II selaku pemilik sertipikat SHM No 24 Desa Lumban Tambak, surat ukur SUS.No. 441/84 adalah yang terletak dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILEAN, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara seluas 2.933 M2 (dua ribu Sembilan ratus tiga puluh tiga meter persegi) terdaftar atas nama DARWIN PANJAITAN/TERGUGAT II.

a. Karena untuk mengetahui letak dan pemetaan tanah adalah Badan Pertanahan Nasional dalam hal SHM No 24 Desa Lumban Tambak adalah Kantor Turut Tergugat sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, Pasal 14 yaitu :

1. Untuk keperluan pengumpulan dan pengolahan data fisik dilakukan kegiatan pengukuran dan pemetaan;

2. Kegiatan pengukuran dan pemetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :

a) Pembuatan peta dasar pendaftaran; b) Penetapan batas bidang-bidang tanah;

c) Pengukuran dan pemetaan bidang-bidang tanah dan pembuatan peta pendaftaran;

(23)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

d) Pembuatan daftar tanah; e) Pembuatan surat ukur.

b. Bahwa oleh karenanya prosedur peralihan dari Tergugat I dan Ahli Waris Alm. Oberlin Panjaitan lainnya adalah sudah sesuai dengan prosedur dan Peraturan Perundang-undangan, bahwa seandainya SHM tidak sah, mustahil TERGUGAT II tidak akan memprosesnya permohonan balik nama SHM tersebut dan begitu juga Turut Tergugat (Bank SUMUT cabang PORSEA) tidak akan memberikan fasilitas kredit, karena sebelum mencairkan/menyetujui pinjaman tersebut, Turut Tergugat telah terlebih dahulu melakukan pengecekan kebenaran/keabsahan SHM No. 24 tersebut dan juga sudah meninjau bahwa SHM tersebut berada/terletak dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILEAN, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. c. Bahwa karena didalam putusan perkara No. 56/Pdt.G/1989/PN.Trt

tersebut didalam amar putusannya Point 4 “menyatakan tidak sah menurut hukum Sertipikat No. 24 Tahun 1984 sepanjang mengenai luas tanah seperti termuat dalam pemeriksaan di tempat tanggal 19 Januari 1990 yang telah dinyatakan sah milik Penggugat Hordja Panjaitan selain dan selebihnya”. Bahwa didalam pemeriksaan dalam perkara tersebut tanah yang ditempati oleh Tergugat I tidak sampai diukur dalam pemeriksaan perkara tersebut.

d. Demikian juga didalam pemeriksaan perkara No. 13/Pdt.G/2016/PN.Blg tertanggal 22 Agustus 2016 dalam pertimbangan Majelis Hakim halaman 42 paragraf ketiga “Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, Majelis Hakim berpendapat bahwa dengan adanya ketidaksesuaian batas-batas dan luas objek perkara sesuai dengan gugatan Penggugat dengan hasil pemeriksaan setempat, maka Majelis Hakim berkesimpulan gugatan adalah kabur, dan juga kurang pihak sehingga tidak memenuhi syarat formal oleh karenanya Majelis Hakim berpendapat gugatan Penggugat

(24)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

haruslah dinyatakan tidak dapat diterima (Niet ontvankelijke Verklaard)”

Bahwa oleh karenanya dalil-dalil gugatan PENGGUGAT Point 10.1 dan Point 10.2 haruslah ditolak dan dikesampingkan karena tidak berdasarkan logika hukum.

11. Bahwa demikian juga TERGUGAT I menolak dengan tegas dalil gugatannya Point 12 (halaman 5) menyatakan meletakkan sita jaminan (Conservatoir Beslag), dalil-dalil tersebut adalah dalil-dalil yang tidak jelas dan tidak berdasarkan Logika Hukum apa yang mau disita tidak jelas. 12. Bahwa TERGUGAT I menolak dengan tegas dalil gugatannya Point 13

halaman 6 menyatakan para TERGUGAT telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum.

Bahwa dalil tersebut adalah dalil-dalil yang tidak berdasarkan hukum dan bukti otentik, karena TERGUGAT I menempati dan menduduki tanah a quo adalah berdasrkan hukum yaitu pemilik Sertifikat Hak Milik No 24 Desa Lumban Tambak, surat ukur SUS.No. 441/84 yang terletak dahulu Desa Lumban Tambak sekarang Desa SILEAN, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tapanuli Utara sekarang Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara seluas 2.933 M2 (dua ribu Sembilan ratus tiga puluh tiga meter persegi) terdaftar atas nama DARWIN PANJAITAN sedangkan tanah PENGGUGAT bukan dilokasi tanah Tergugat I dan Tergugat II, oleh karenanya dalil tersebut haruslah ditolak atau dikesampingkan. Berdasarkan alasan-alasan yang telah diuraikan diatas, maka dengan ini TERGUGAT I mohon agar Majelis Hakim pemeriksa perkara berkenan memeriksa, mengadili dan memutuskan dengan putusan sebagai berikut :

MENGADILI DALAM EKSEPSI :

1. Menyatakan menerima Eksepsi TERGUGAT I untuk seluruhnya. DALAM POKOK PERKARA :

1. Menolak gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya;

2. Menghukum PENGGUGAT untuk membayar semua biaya yang timbul dalam perkara ini

ATAU

Apabila Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex Aequo et Bono).

(25)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Menimbang bahwa atas gugatan Penggugat tersebut Pengadilan Negeri Balige telah menjatuhkan putusan tanggal 19 Mei 2017 Nomor: 61/Pdt.G/2016/PN.Blg yang amarnya sebagai berikut:

DALAM EKSEPSI:

 Menerima Eksepsi Tergugat I dan Tergugat II; DALAM POKOK PERKARA:

 Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (Niet onvankelijke Verklaard);

 Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini sejumlah Rp. 3.458.000,- (tiga juta empat ratus lima puluh delapan ribu rupiah);

Menimbang bahwa berdasarkan Akta Permohonan Banding Nomor: 61/Pdt.G/2016/PN.Blg tanggal 22 Mei 2017 yang dibuat oleh ROBIN NAINGGOLAN, SH, MH, Panitera Pengadilan Negeri Balige yang menerangkan bahwa Kuasa Penggugat telah menyatakan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Balige Nomor: 61/Pdt.G/2016/PN Blg, tanggal 19 Mei 2017 dan telah diberitahu kepada Kuasa Terbanding I dan II pada tanggal 20 Juni 2017 dan kepada Terbanding III pada tanggal 8 Juni 2017 dan kepada Turut Terbanding I pada tanggal 9 Juni 2017;

Menimbang, bahwa Pembanding semula Penggugat telah mengajukan memori banding tanggal 15 Juni 2017 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balige tanggal 15 Juni 2017 dan Memori Banding tersebut telah diserahkan kepada Kuasa Terbanding I dan II pada tanggal 5 Juli 2017 dan kepada Terbanding III pada tanggal 5 Juli 2017 dan kepada Turut Tergugat I pada tanggal 4 Juli 2017;

Menimbang, bahwa Kuasa Terbanding I dan II semula Kuasa Tergugat I dan II telah mengajukan kontra memori banding tanggal 19 Juli 2017 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balige tanggal 19 Juli 2017;

Menimbang, bahwa Kuasa Terbanding III telah mengajukan kontra memori banding tanggal 17 Juli 2017 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balige tanggal 18 Juli 2017 dan Kontra Memori Banding tersebut telah diserahkan kepada Kuasa Pembanding semula Penggugat pada tanggal 10 Agustus 2017;

(26)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Menimbang, bahwa Jurusita Pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada tanggal 4 September 2017 telah memberitahukan kepada Kuasa Pembanding semula Penggugat dan pada tanggal 5 Juli 2017 telah memberitahukan kepada Kuasa Terbanding I dan II semula Tergugat I dan II dan kepada Terbanding III semula Tergugat III pada tanggal 5 Juli 2017 dan kepada Turut Terbanding I semula Turut Tergugat I pada tanggal 4 Juli 2017 diberi kesempatan mempelajari berkas perkara dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari setelah diterimanya pemberitahuan ini;

TENTANG HUKUMNYA

Menimbang, bahwa permohonan banding yang diajukan oleh Pembanding semula Penggugat telah diajukan dalam tenggang waktu dan menurut tata cara serta memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh Undang-Undang oleh karena itu permohonan banding tersebut secara formal dapat diterima;

Menimbang, bahwa setelah memeriksa dan meneliti dengan seksama berkas perkara berikut salinan resmi putusan Pengadilan Negeri Balige tanggal 19 Mei 2017 Nomor: 61/Pdt.G/2016/PN.Blg yang dimohonkan banding tersebut, serta Memori Banding dan Kontra Memori Banding; Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa pertimbangan dan putusan Pengadilan Tingkat Pertama tersebut telah tepat dan benar, oleh karena itu pertimbangan tersebut diambil alih dan dijadikan pertimbangan sendiri dalam mengadili perkara aquo pada tingkat banding;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas maka putusan Pengadilan Negeri Balige tanggal 19 Mei 2017 Nomor: 61/Pdt.G/2016/PN.Blg. yang dimohonkan banding tersebut dapat dipertahankan dan dikuatkan ;

Menimbang, bahwa oleh karena Penggugat / Pembanding berada pada pihak yang kalah, maka dihukum untuk membayar biaya perkara dalam kedua

(27)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Mengingat , RBg, Kitab Undang Hukum Perdata, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009, Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2009 dan peraturan lain yang bersangkutan dengan perkara ini;

--- M E N G A D I L I --- --- Menerima Permohonan Banding dari Kuasa Hukum Penggugat / sekarang Pembanding ;--- --- Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Balige tanggal 19 Mei 2017 Nomor: 61/Pdt.G/2016/PN.Blg. yang dimohonkan banding tersebut ;--- --- Menghukum Pembanding semula Penggugat untuk membayar biaya perkara pada kedua tingkat peradilan yang dalam tingkat banding sebesar Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah).---

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim tingkat banding pada hari Kamis ,tanggal 16 November 2017 oleh kami: ARIFIN RUSLI HUTAGAOL sebagai Hakim Ketua, AHMAD SUKANDAR, SH, MH dan

SUMARTONO, SH, M.Hum masing-masing sebagai Hakim Anggota putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari:Senin, tanggal 20 November 2017, oleh Hakim Ketua dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut HERMAN SEBAYANG, S.H. Panitera Pengganti tanpa dihadiri oleh para pihak yang berperkara maupun Kuasa Hukumnya;

HAKIM ANGGOTA HAKIM KETUA MAJELIS dto dto

1. AHMAD SUKANDAR, SH, MH ARIFIN RUSLI HUTAGAOL

dto

(28)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

PANITERA PENGGANTI; dto HERMAN SEBAYANG , SH.

Perincian biaya proses:

1. Meterai Rp 6.000,-

2. Redaksi Rp 5.000,-

3. Leges Rp 3.000,-

4. Pemberkasan Rp 136.000,-

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :