• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PROFIL RESPONDEN DAN LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PROFIL RESPONDEN DAN LANGKAH PEMECAHAN MASALAH"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

57

BAB III

PROFIL RESPONDEN DAN LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

3.1 Profil Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan

PT.Tiara Utffar Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang industri pertambangan mineral logam, terutama penambangan mineral mangaan (Mn). PT.Tiara Ufftar Mandiri didirikan pertama kali pada hari Senin tanggal dua bulan Juni tahun 2008 (02-06-2008), Pukul 10.00 WITA. Didirikan oleh Bapak Syamsul Bachtiar. Pengesahan akta pendirian perusahaan disahkan oleh notaris di Kolaka Bapak Zainuddin Tahir.

Perusahaan ini didirikan dengan tujuan melakukan penambangan mineral logam Mangaan. Dengan memegang izin usaha pertambangan eksplorasi mineral logam mangaan dari Bupati Timor Tengah Nomor 650 Tahun 2010. Dengan memegang ijin usaha eksplorasi mangaan PT.Tiara Utfar Mandiri mempunyai hak untuk melakukan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi dan studi kelayakan dalam wilayah ijin usaha pertambangan untuk jangka waktu 8 (delapan) tahun terhitung mulai tanggal ditetapkan sesuai dengan komoditas tambang sebagaimana tercantum dalam undang-undang nomor 4 tahun 2009. Eksplorasi dilakukan untuk mengetahui lokasi pasti yang mengandung endapan mineral logam Mangaan sehingga layak untuk dilanjutkan ke penambangan. Selain itu PT.Tiara Utfar Mandiri juga sudah memegang hak IUP Operasi Produksi yang hanya dimiliki 3 perusahaan di NTT dari kurang lebih 30 perusahaan yang bergerak di bidang ini. Atas keterbatasan data nomor ijin IUP Operasi Produksi tidak dapat penulis cantumkan di penelitian ini.

Karena satu dan lain hal pada hari Rabu tanggal sepuluh Maret tahun dua ribu sepuluh (05-03-2010) pukul 09.00 WITA dengan notaris yang sama yaitu Bapak Zainuddin Tahir yang berdomisili di Kolaka, PT. Tiara Uftar Mandiri melakukan pemindahan pemilik dan

(2)

penggantian nama(RUPS Perubahan nama) dari PT.Tiara Puftar Mandiri menjadi Pt.Tiara Utfar Mandiri, atas nama Nyonya Insinyur Sonya S, Kembuan menurut keterangannya dalam hal ini bertindak sebagai komisaris selaku pemilik saham dari 150 lembar saham dalam Perseroan Terbatas dengan nilai sebesar Rp. 150.000.000 serta Bapak Herman Umbas menurut keterangannya dalam hal ini bertindak sebagai Direktur selaku pemilik saham dari 35 lembar saham dalam perseroan dengan nilai Rp. 35.000.000.

Dibawah Kepemilikan dan Manajemen baru PT. Tiara Uftar Mandiri mengalami kemajuan di berbagai sektor antara lain di sektor eksplorasi, semakin banyak ditemukan titik lokasi endapan mineral logam Mangaan untuk diproduksi dan atas kemajuan tersebut maka PT.Tiara Utfar Mandiri merencanakan untuk melakukan ekploitasi atau penambangan bahan galian mangaan yang kemudian akan dijual untuk ekspor maupun lokal. Selaku dengan keluarnya pemberian kuasa pertambangan dan pengangkutan dan penjualan bahan galian golongan B (mangaan) oleh bupati Timor Tengah maka PT. Tiara Uftar Mandiri mulai melakukan produksi, dan karena semakin meningkatnya permintaan produksi maka diperlukan adanya pembukaan penambangan baru sehingga permintaan untuk melakukan eksplorasi di beberapa lahan tersisa akan dilakukan. Di lahan tambang seluas 1304 H masih memungkinkan untuk diadakan proyek eksplorasi dan eksploitasi lanjutan.

3.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

Visi

“Menjadi perusahaan pertambangan Mangaan berstandar Internasional” Misi

1. Mengelola bisnis secara profesional dan beretika dengan didasari nilai-nilai unggulan.

(3)

2. Mendukung bisnis perusahaan melalui pertumbuhan laba yang berkesinambungan.

3. Perluasan lahan pertambangan serta pembangunan pabrik.

4. Peningkatan produksi serta penjualan secara stimultan.

3.1.3 Struktur Organisasi

Struktur dan Kepemimpinan perusahaan PT.Tiara Utfar Mandiri

• Direktur Utama : Ir. Sonya S Kembuan • Manager Pengembangan, SDM dan Produksi : Bimo Koeshartanto

• Manajer Keuangan : Ir. Ebi Lapian

Tugas dan wewenang direktur utama : 1. Mengawasi kegiatan direksi

2. Mengawasi secara keseluruhan departemen perusahaan. 3. Memberikan saran dan pendapat akan kebijakan Direksi.

Tugas Manajer Pengembangan, SDM dan Produksi :

1. Mengorganisasi manajemen perusahaan yang juga diawasi oleh Direktur Utama.

Direktur Utama

(4)

2. Memberikan dukungan kepada divisi atau bagian lain dalam hal menyampaikan informasi yang berkaitan dengan Perseroan.

3. Memberikan pengarahan kepemimimpinan pada karyawan.

4. Melaksanakan analisi pekerjaan (menentukan pekerjaan masing-masing karyawan). 5. Memilih calon tenaga kerja.

6. Membangun komitmen karyawan.

7. Mengatur produksi di lapangan dan ketika masuk di Stock Pile. 8. Melakukan pengembangan bisnis.

9. Menyiapkan rancangan kerja panjang yang merupakan sasaran strategis yang memuat sasaran dan tujuan perseroan yang hendak dicapai dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan .

10. Mengadakan perencanaan pemasaran dan pelaksanaan kegiatan pemasaran serta negoisasi dengan Buyer.

11. Melakukan analisis dan pengesahan aktifitas penambangan di lapangan mulai dari pengeboran, pemetaan, penggunaan alat berat dan lain lain.

12. Melakukan pengesahan rencana penambangan dari geologist.

Tugas Manajer Keuangan

1. Membuat, memeriksa dan mengarsip faktur, nota supplier, laporaran AP/AR untuk memastikan status hutang dan piutang

2. Membuat, mencetak tagihan dan surat tagihan untuk memastikan tagihan terkirim kepada pelanggan dengan benar dan tepat waktu.

3. Menerima rangkuman kas kecil untuk memastikan penggunaan dan ketersediaan kas kecil yang efektif.

4. Menerima, memerkisa tagihan dari Vendor dan membuat rekapnya untuk memastikan pembayaran terkirim tepat waktu.

(5)

5. Memeriksa laporan rekonsiliasi untuk memastikan data erinput dengan benar.

6. Mengarsip seluruh dokumen transaksi untuk menjaga ketertiban administrasui dan memudahkan penelusuran dokumen.

3.1.4 Lokasi Kantor Perusahaan

Kantor Utama:

Jl. Pendidikan No 119 Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka • Kantor Cabang:

Jl.Sonbay (Depan SMU Negeri 1) Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timur Tengah Utara – Nusa Tenggara Timur

Telp: (0388) 233 2280 Kantor Perwakilan

Jl.Raya Tugu No.3 Semper – Jakrta Utara Telp/Fax: 44832140 – 44831330

e-mail: [email protected]

3.2 Penetapan Kriteria Optimasi

Kriteria optimasi yang digunakan dalam menganalisis kelayakan usaha adalah dengan studi kelayakan bisnis yang berdasarkan beberapa aspek, suatu bisnis eksplorasi Mangaan dikatakan layak atau tidak dengan melihat beberapa acuan atau kriteria yang terdapat pada masing-masing aspek, yaitu:

(6)

Tabel 3.1 Kriteria Studi Kelayakan Bisnis Aspek Studi Kelayakan Bisnis Kriteria

Aspek pasar dan Pemasaran Adanya potensi pasar untuk produk yang ditawarkan dan seberapa besar pembagian pasar yang dikuasai oleh para pesaing dewasa ini. Kriteria yang dibahas dalam aspek pasar dan pemasaran meliputi:

• Proyeksi penjualan • Analisis pesaing

• Penawaran dan permintaan Mangaan dunia dan regional

• Perkembangan harga Mangaan dunia dan regional

• Peramalan produksi Mangaan

Aspek Operasional Untuk menilai kesiapan perusahaan dalam menjalankan usahanya dengan hal-hal yang berkaitan dengan teknis atau operasi, sehingga apabila tidak dianalisis dengan baik akan berakibat fatal. Kriteria yang dibahas meliputi:

• Lokasi dan luas wilayah • Lokasi dan kesampaian daerah

• Kegiatan kontruksi Sipil (rumah kerja dan gudang penimbunan)

• Kegiatan mobilisasi peralatan dan material bangunan

• Pelaksanaan kegiatan eksplorasi • Kegiatan pertambangan

• Pemisahan (Hand Sorting) • Stock pile (Lokasi Penimbunan)

• Kegiatan reklamasi atau rehabilitasi lahan • Analisis kandungan Mangaan

(7)

Aspek Manajemen dan Organisasi Yang dinilai dari aspek ini adalah para pengelola usaha dan struktur organisasi yang ada. Proyek yang akan dijalankan akan berhasil apabila dijalankan oleh orang-orang yang terpercaya dan professional, sehingga struktur organisasi yang dipilih sesuai dengan bentuk dan tujuan perusahaan. Kriteria yang dibahas meliputi:

• Bagan organisasi

• Jumlah dan kriteria tenaga kerja • Kegiatan penerimaan tenaga Kerja • Hubungan tenaga kerja

Aspek Hukum Usaha dapat dinyatakan legal jika telah mendapat izin usaha dari pemerintah daerah setempat melalui instansi/ lembaga/ departemen/ dinas terkait. Kriteria yang dibahas:

• Dokumen- dokumen perizinan o Tanda daftar perusahaan o Kewajiban hukum

o Izin Usaha Pertambangan • Biaya perizinan pertambangan

Aspek Ekonomi dan Sosial Untuk memulai suatu kegiatan usaha ditempat yang belum dikuasai, sebelumnya akan dicari tahu dulu mengenai keadaan penduduk, sosial juga perekonomian penduduk setempat. Kriteria yang akan dibahas:

• Kependudukan • Sosial ekonomi • Sosial budaya

(8)

lingkungan setempat. Pembahasan kriteria meliputi: • Identifikasi dampak potensial

• Hasil identifikasi dampak potensial

Aspek Keuangan Investasi yang ditanamkan dalam suatu bisnis tentunya diharapkan akan menjadi menguntungkan, Kriteria yang dibahas meliputi :

• Arus kas dari proyeksi penjualan • Arus kas dari proyeksi investasi • Arus kas dari biaya operasional • Arus kas dari profit perusahaan • Payback period

• Discounted payback period • Net present value

• Internal rate of return • Profitability index

Sumber : Pengolahan Data (2011)

3.3 Pengembangan Alternatif Solusi

Hasil dari Model Optimasi yang dijadikan dasar pengambilan keputusan adalah: • Aspek Pasar dan Pemasaran.

• Aspek Teknis atau Operasi.

• Aspek Manajemendan Sumber Daya Manusia. • Aspek Hukum.

• Aspek Ekonomi Sosial. • Aspek Dampak Lingkungan. • Aspek Keuangan.

(9)

Model yang akan digunakan untuk mengukur kriteria yang telah diuraiakan dalam

bab 3 dan 2 yaitu:

1. Analisis Studi Kelayakan Bisnis.

3.5 Rancangan Implikasi Solusi Terpilih

Tahap-tahap yang akan dilakukan setelah semua data terkumpulkan adalah sebagai

berikut :

• Analisis kelayakan aspek studi kelayakan bisnis.

o Menganalisa kelayakan aspek pasar dan pemasaran. o Menganalisa kelayakan aspek teknis atau operasi.

o Menganalisa kelayakan aspek manajemen dan sumber daya manusia. o Menganalisa kelayakan aspek hukum.

o Menganalisa kelayakan aspek ekonomi sosial. o Menganalisa kelayakan aspek dampak lingkungan. o Menganalisa kelayakan aspek keuangan.

• Setelah semua data analisa terkumpulkan, setiap aspek tersebut akan disimpulkan untuk bahan pertimbangan kelayakan pembukaan proyek lahan pertambangan mineral Mangaan.

Gambar

Tabel 3.1 Kriteria Studi Kelayakan Bisnis

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa permasalahan sosial yang berkembang dikalangan masyarakat khususnya

cara yang paling mudah untuk mencari atau menemukan toko yang jual wallpaper di Bandung adalah menggunakan media social atau bisa juga buka di google.com dan ketik apa yang ingin

Terdapat perbedaan antara penelitian yang dilakukan oleh Diyah anggraini dengan skripsi yang dibuat, yaitu tools yang digunakan pada skripsi ini menggunakan android

Pajak daerah merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah yang terbesar dibanding jenis pendapatan yang berasal dari retribusi, bagian laba perusahaan daerah dan pendapatan

Kesejahteraan Sosial Jumlah kelompok PMKS yang tertangani Jumlah kelompok PMKS X 100 % dan Pemukiman Dinas Kessos Misi 3 : Mewujudkan Kualitas Sumber Daya Manusia Papua

Descriptive Statistics Mean Std.. 41 Iz tablice deskriptivne statistike se može utvrditi da je prosječna vrijednost strukture kapitala svih tvrtki zajedno 1,335 sa

Diharapkan membawa data pendukung yang diperlukan dalam Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya ( daftar gaji yang telah diaudit dan bukti setoran pajak).

Dengan demikian hasil uji coba calon pengguna produk (siswa) menyatakan bahwa modul latihan self-assessment sebagai rangkaian tahap perencanaan karier siswa SMA adalah “sangat