BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan bahwa yang disebut dengan lalu lintas dan angkutan jalan adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas lalu lintas, angkutan jalan, jaringan lalu lintas dan angkutan jalan, prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, kendaraan, pengemudi, pengguna jalan, serta pengelolaannya. Peraturan lalu lintas tersebut dibuat untuk mengatur jalannya arus lalu lintas sehingga dapat tercipta ketertiban dan keteraturan. Masyarakat yang teratur akan terwujud apabila setiap anggota masyarakatnya memperhatikan kaidah-kaidah dan norma-norma maupun peraturan yang berlaku di dalam masyarakat dimana ia tinggal. Untuk itu peran serta masyarakat sangat dibutuhkan demi terciptanya sebuah ketertiban dalam berlalu lintas.
kesejahteraan umum, memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa, terwujudnya etika berlalu lintas dan budaya bangsa, dan terwujudnya penegakan hukum dan kepastian hukum bagi masyarakat. Namun kenyataan di zaman yang modern ini sangat sulit untuk mendapatkan keadaan yang aman dan nyaman ketika berkendara di jalan raya karena kesadaran hukum berlalu lintas masyarakat saat ini dapat dikatakan masih rendah dan memprihatinkan sehingga pelanggaran dalam berlalu lintas seringkali terjadi.
lalu lintas di jalan raya. Namun, hal-hal demikian sering diabaikan oleh pengendara sepeda motor karena dianggap sebagai hal yang sepele dan tidak penting.
Begitu juga masalah yang ditemukan di SMP Negeri 5 Kroya, berdasarkan wawancara dengan guru Pendidikan Kewarganegaraan tingkat pemahaman siswa tentang peraturan lalu lintas masih sangat rendah. Hal tersebut terbukti dengan adanya peserta didik yang menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah. Meskipun dari pihak sekolah sudah ada larangan untuk membawa sepeda motor namun masih banyak ditemukan peserta didik yang membawa sepeda motor untuk berangkat sekolah dengan alasan jarak rumah dan sekolah yang jauh dan sulitnya menemukan angkutan umum untuk berangkat sekolah. Pelanggaran-pelanggaran lalu lintas pun sering kali dilakukan seperti tidak menggunakan helm, kendaraan tidak memenuhi persyaratan teknis misalnya spionnya hanya satu dan parkir sembarangan seperti parkir di depan rumah orang agar tidak mendapat sanksi dari pihak sekolah, dan yang tidak kalah penting yaitu peserta didik belum mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM).
peraturan-peraturan hukum, pemahaman terhadap peraturan-peraturan-peraturan-peraturan hukum yang berlaku, mentaati peraturan-peraturan hukum, pengharapan terhadap hukum, dan peningkatan kesadaran hukum baik melalui penerangan maupun penyuluhan secara teratur”. Jadi dapat disimpulkan apabila seseorang hanya
mengetahui hukum, maka dapat dikatakan bahwa tingkat kesadaran hukumnya masih rendah, tetapi jika seseorang telah berperilaku sesuai hukum, maka tingkat kesadaran hukumnya telah tinggi. Oleh karena itu, diperlukan adanya pembinaan agar peserta didik benar-benar mengetahui dan mengerti fungsi dari peraturan hukum sehingga peserta didik mau mentaati dan mematuhi peraturan yang berlaku.
pendidikan multikultural, pendidikan lingkungan hidup, pendidikan hukum dan pendidikan anti korupsi (Permendiknas No.22 Tahun 2006). Sedangkan menurut Winataputra (Winarno, 2013: 11) menyebutkan bahwa salah satu misi Pendidikan Kewarganegaraan adalah sosio-pedagogis yaitu mengembangkan petensi individu sebagai insan Tuhan dan makluk sosial menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, demokratis, taat hukum, beradab, dan religius.
Berdasarkan penjelasan diatas misi Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan hukum dan sebagai upaya untuk mengembangkan potensi individu yang taat hukum maka Pendidikan Kewarganegaraan harus mampu menjadikan peserta didik yang mempunyai kesadaran hukum dan mematuhi peraturan hukum baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun bangsa dan negara serta menciptakan peserta didik yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah ruang lingkup Pendidiakan Kewarganegaraan (PKn) yakni meliputi aspek-aspek persatuan dan kesatuan bangsa, norma, hukum dan peraturan, hak asasi manusia kebutuhan warga negara, konstitusi negara, kekuasaan dan politik, serta pancasila (Winataputra dan Budiansyah, 2007:103).
maka materi dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) harus mampu menciptakan peserta didik yang tertib dalam kehidupan keluarga, sekolah dan mematuhi norma yang berlaku dalam masyarakat serta menciptakan peserta didik yang mengetahui dan mentaati berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salah satunya adalah mentaati dan mematuhi peraturan lalu lintas sehingga tercipta suatu kehidupan yang tertib, aman dan teratur serta mengurangi terjadinya pelanggaran-pelanggaran dalam berlalu lintas.
B. Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini dirumuskan masalah umum penelitian, yaitu: Bagaimana peran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya menanamkan kesadaran hukum berlalu lintas terhadap siswa di SMP N 5 Kroya?
Berdasarkan latar belakang di atas untuk membatasi masalah dalam penelitian ini maka dirumuskan masalah yang lebih khusus agar hasil yang akan diperoleh sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, maka secara khusus masalah pendidikan lalu lintas dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimanakesadaran hukum siswa terkait ketertiban lalu lintas?
2. Apasaja kendala yang dihadapi dalam menanamkan kesadaran hukum berlalu lintas terhadap siswa?
3. Apasaja upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam menanamkan kesadaran hukum berlalu lintas terhadap siswa?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara faktual dan aktual mengenai peran Pendidikan Kewarganegaraan sabagai upaya menanamkan kesadaran hukum berlalu lintas terhadap siswa.
2. Tujuan khusus
Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa hal, yaitu sebagai berikut:
a. mengetahui kesadaran hukum siswa terkait ketertiban lalu lintas. b. mengetahui kendala yang dihadapi dalam menanamkan kesadaran
c. mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam menanamkan kesadaran hukum berlalu lintas terhadap siswa.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang peran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya menanamkan kesadaran hukum berlalu lintas terhadap siswa.
2. Manfaat praktis
a. Bagi siswa
1) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada siswa tentang peraturan lalu lintas dan pentingnya mentaati serta mematuhi peraturan lalu lintas.
2) Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan siswa mempunyai kepribadian yang baik yang taat dan patuh terhadap norma atau aturan yang berlaku.
b. Bagi sekolah
1) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada sekolah tentang perilaku hukum siswa dalam berlalu lintas.
c. Bagi guru
1) Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan selanjutnya untuk lebih menekankan pada pengajaran dalam pembentukan kepribadian siswa.
2) Hasil penelitian ini diharapkan selain dapat dijadikan pengajaran kepada siswa tetapi juga guru dapat menerapkannya baik dalam lingkungan sekolah ataupun di luar lingkungan sekolah.
d. Bagi peneliti
1) Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman untuk melakukan penelitian selanjutnya.