BAB III
METODE PENELITIAN
3.1Objek Penelitian
3.1.1 Waktu dan tempat penelitian
Guna memperoleh data-data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Staff Administrasi PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Tomang Raya)”, maka penulis mengadakan langsung penelitian ke kantor PT. Tiki JNE yang beralamat di JL. Tomang Raya No. 45 Jakarta Barat dan penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan November 2014.
3.2Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan penulis untuk penelitian ini adalah hubungan kausal, menurut Sugiyono (2009:56), hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi di dalam penelitian tersebut terdapat variabel independen (yang mempengaruhi) dan variabel dependen (dipengaruhi). Dalam penelitian tersebut untuk mengetahui apakah ada pengaruh antar variabel X1 dalam penelitian ini adalah Tingkat Pendidikan,
X2 yaitu Kecerdasan Emosional Terhadap variabel Y adalah Kinerja
Karyawan.
3.3Definisi Variabel dan Operasionalisasi Variabel
Berdasarkan judul skripsi yang diambil penulis yaitu “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Karyawan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Tomang Raya)”. Maka penulis mendefinisikan masing-masing variabel dan membuat operasional variabel.
3.3.1 Definisi variabel dan skala pengukurannya
Menurut Hatch dan Farhady (1981) dalam Sugiyono (2009:58), variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau objek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain.
Berdasarkan judul penelitian yang diambil, yaitu Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Staff Administrasi PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Tomang Raya) maka dua variabel dalam penelitian ini, yaitu:
1. Variabel bebas (independen)
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono,2009:59). Dalam kaitannya dengan masalah yang diteliti maka yang menjadi variabel bebasnya adalah Tingkat
Pendidikan yang dinyatakan dengan (X1) dan Kecerdasan Emosional
yang dinyatakan dengan (X2).
2. Variabel terikat (dependen)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono,2009:59). Dalam kaitannya dengan masalah yang diteliti maka yang menjadi variabel terikat (dependen) adalah kinerja karyawan yang dinyatakan dengan (Y).
3. Skala pengukuran
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan skala likert sebagai skala pengukuran. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif (Sugiyono, 2009:132-133). Adapun alternative jawaban dengan menggunakan skala likert, yaitu dengan memberikan skor pada masing-masing jawaban pertanyaan alternatif sebagai berikut:
Tabel 3.1 Alternatif Jawaban dan Bobot Nilai Skala Likert
Alternatif Jawaban Bobot Nilai
1. SS (Sangat Setuju) 5
2. S (Setuju) 4
3. R (Ragu-ragu) 3
4. TS (Tidak Setuju) 2
5. STS (Sangat Tidak Setuju) 1
Sumber : Sugiyono (2009)
3.3.2 Operasional variabel
Dalam penelitian ini peneliti melakukan pengukuran terhadap keberadaan suatu variabel dengan menggunakan instrument penelitian. Setelah itu mungkin peneliti melanjutkan analisis untuk mencari hubungan suatu variabel dengan variabel lainnya. Dalam penelitian ini ada tiga variabel yang diteliti, yaitu Tingkat Pendidikan (X1), Kecerdasan
Emosional (X2), Kinerja Karyawan (Y) dimana terdapat
indikator-indikator yang akan diukur dengan skala ordinal. Berikut ini operasional variabelnya.
Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Tingkat Pendidikan (X1)
Variabel Definisi Konseptual Tingkat Pendidikan Peringkat Pendidikan Skala Pengukuran Tingkat Pendidikan (X1) Tingkat/jenjang pendidikan adalah suatu tahap dalam pendidikan
berkelanjutan yang ditetapkan berdasarkan
tingkat perkembangan peserta didik serta keluasan dan kedalaman bahan pengajaran (UU RI
No.2 Tahun 1989 Bab I, Pasal 1 Ayat 5 dalam Umar Tirtarahardja dan La
Sulo (2013:264)). SD SMP SMA D3 S1 S2 S3 SD = 1 SMP = 2 SMA = 3 D3 = 4 S1 = 5 S2 = 6 S3 = 7 Nominal
Tabel 3.3 Operasionalisasi Variabel Kecerdasan Emosional (X2)
Variabel Dimensi Indikator Skala
pengukuran
Kecerdasan Emosional
(X2)
1.Kesadaran Diri a. Mengenal dan merasakan emosi
sendiri.
b. Memahami faktor penyebab perasaan
yang timbul.
c. Mengenal pengaruh perasaan
terhadap tindakan.
Ordinal
2.Mengelola Emosi a. Bersikap toleran terhadap frustasi.
b. Mampu mengendalikan marah secara
lebih baik.
c. Dapat mengendalikan perilaku
agresif yang merusak diri sendiri dan orang lain.
d. Memiliki perasaan yang positif
tentang diri sendiri dan orang lain.
e. Memiliki kemampuan untuk
mengatasi stress.
f. Dapat mengurangi perasaan kesepian
dan cemas. 3.Memanfaatkan
Emosi secara Produktif
a. Memiliki rasa tanggung jawab.
b. Mampu memusatkan perhatian pada
tugas yang dikerjakan.
c. Tidak bersikap impulsive.
4.Empati a. Mampu menerima sudut pandang
orang lain.
b. Memiliki kepekaan terhadap
perasaan orang lain.
c. Mampu mendengarkan orang lain.
5.Membina Hubungan a. Memahami pentingnya membina
hubungan dengan orang lain.
b. Dapat menyelesaikan konflik dengan
orang lain.
c. Memiliki kemampuan berkomunikasi
dengan orang lain.
d. Memiliki sifat bersahabat atau mudah
bergaul dengan orang lain.
e. Memiliki sikap tenggang rasa.
f. Memiliki perhatian terhadap
kepentingan orang lain.
g. Dapat hidup selaras dengan
kelompok.
h. Bersikap tenang berbagi rasa dan
bekerja sama.
i. Bersikap demokratis.
Tabel 3.4 Operasionalisasi Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Variabel Dimensi Indikator Skala
pengukuran
Kinerja Karyawan
(Y)
1.Kualitas (Quality) o Tingkatan dimana proses atau hasil
dari penyelesaian suatu kegiatan mendekati sempurna.
Ordinal
2.Kuantitas (Quantity) o Tingkatan produksi yang dihasilkan
dapat ditunjukkan dalam satuan mata uang, jumlah unit, atau jumlah siklus kegiatan yang diselesaikan.
3.Ketepatan Waktu (Timeliness)
o Tingkatan dimana kegiatan tersebut
dapat diselesaikan, atau suatu hasil
produksi dapat dicapai, pada
permulaan waku yang ditetapkan bersamaan koordinasi dengan hasil
produk yang lain dan
memaksimalkan waktu yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan lain.
4.Efektivitas biaya (Cost effectiveness)
o Tingkatan dimana sumber daya
organisasi, seperti manusia,
keuangan, teknologi, bahan baku dapat dimaksimalkan dalam arti untuk memperoleh keuntungan yang
paling tinggi atau mengurangi
kerugian yang timbul dari setiap unit atau contoh penggunaan dari suatu sumber daya yang ada.
5.Hubungan antar perseorangan
(interpersonal impact)
o Tingkatan dimana seorang karyawan
mampu untuk mengembangkan
perasaan saling menghargai, niat baik dan kerja sama antara karyawan yang satu dengan karyawan yang lain dan juga pada bawahan.
3.4 Populasi dan Sampel
Menurut Sugiyono (2009:115), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Tomang Raya). Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2009:116). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan bagian staff administrasi PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Tomang Raya).
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik penarikan sampel convenience sampling (sampling sewaktu-waktu), cara pengambilan sampel sewaktu-waktu ini adalah dengan mendapatkan informasi dari anggota populasi yang sewaktu-waktu tersedia untuk memberikan informasi yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil jumlah sampel sebanyak 50 orang berdasarkan pendapat Roscoe dalam Sugiyono, 2009 yakni ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan cara sebagai berikut:
1. Penelitian lapangan
Dalam usaha untuk memperoleh data yang dibutuhkan, metode yang digunakan adalah kuesioner (daftar pertanyaan). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan member seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Pengajuan kuesioner ini dilakukan dengan mengajukan daftar pertanyaan tertulis dalam suatu daftar pertanyaan kepada responden. Kuesioner ini menggunakan sistem tertulis yaitu bentuk pernyataan yang disertai alternatif jawaban dan responden hanya tinggal memilih salah satu dari alternatif jawaban tersebut.
Data yang dikumpulkan meliputi:
a. Identitas responden.
b. Data mengenai tanggapan responden terhadap variabel-variabel
yang mempengaruhi kinerja karyawan.
2. Penelitian kepustakaan
Memperoleh data dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku yang ada kaitannya di bidang manajemen sumber daya manusia yang berhubungan dengan objek penelitian.
3.6 Jenis Data
Adapun data yang digunakan oleh penulis yaitu menggunakan data primer. Data primer adalah data mentah yang dikutip langsung dan tidak
langsung oleh data peneliti dari responden individual. Penulis menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data penelitian.
3.7 Metode Analisis Data
Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Metode analisis data yang digunakan yaitu:
3.7.1 Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2009:172), instrument yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Untuk mengetahui setiap butir dalam instrument itu valid atau tidak, dapat diketahui dengan cara mengkorelasikan antara skor butir dengan skor total (Y). Apabila nilai korelasi diatas 0,3 maka dikatakan item tersebut memberikan tingkat kevalidan yang cukup, sebaliknya apabila nilai korelasi dibawah 0,3 maka dikatakan item tersebut kurang valid sehingga harus diperbaiki atau dibuang.
= ∑ − (∑ )(∑ )
Dimana : r = koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat
n = jumlah responden ΣX = jumlah skor item ΣY = jumlah skor total
3.7.2 Uji reliabilitas
Reliabilitas instrument merupakan syarat untuk pengujian validitas instrument. Oleh karena itu walaupun instrument yang valid umumnya pasti reliable, tetapi pengujian reliabilitas instrument perlu dilakukan. Untuk menguji reliabilitas metode (split half) item tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok item ganjil dan kelompok genap skor itemnya dijumlahkan sehingga menghasilkan skor total. Apabila korelasi 0,7 atau lebih maka dikatakan item tersebut memberikan tingkat reliable yang cukup, sebaliknya apabila nilai korelasi dibawah 0,7 maka dikatakan item tersebut kurang reliable (Sugiyono, 2009). Rumus yang digunakan adalah Spearman Brown sebagai berikut:
= 2rb
1 + rb
Dimana : r = nilai reliabilitas internal seluruh instrument
setelah dapat nilai reliabilitas instrument (r hitung), maka nilai tersebut dibandingkan dibandingkan dengan r tabel jumlah responden dengan taraf nyata. Bila r hitung > dari r tabel, maka instrument tersebut dikatakan reliable, sebaliknya jika r hitung < r tabel, maka instrument tersebut dikatakan tidak reliable.
3.8 Teknik Analisis Data
Untuk mempermudah analisis digunakan aplikasi pengolah data SPSS Statistics version 20.
3.8.1 Analisis regresi linier sederhana
Analisis regresi linier sederhana merupakan analisis yang digunakan peneliti untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel X2 (kecerdasan emosional), dan Y (kinerja karyawan). Rumus
yang digunakan adalah :
Y = a + bX
Dimana : Y = variabel dependen
X = variabel independen
a = bilangan konstanta atau nilai tetap
nilai-nilai a dan b dapat dihitung dengan menggunakan rumus: a = (Σy)(Σx2) – (Σx)(Σxy) n(Σx2) – (Σx)2 b = n(Σxy) – (Σx)(Σy) n(Σx2) – (Σx)2 3.8.2 Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan melalui model regresi linier berganda. Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah α = 5%.
3.8.2.1Uji chi square
Chi Kuadrat digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel bila datanya berbentuk nominal dan sampelnya besar. Cara perhitungan dapat menggunakan rumus yang telah ada, atau dapat menggunakan tabel kontingensi 2x2(dua baris x dua kolom).
Langkah – langkahnya :
1. Hipotesis
H0 = Tidak terdapat perbedaan kinerja karyawan bagian staff administrasi PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Tomang Raya) dilihat dari level pendidikan.
H1 = Terdapat perbedaan kinerja karyawan bagian staff administrasi PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Tomang Raya) dilihat dari level pendidikan.
2. Perhitungan menggunakan rumus:
Tabel 3.5 Tabel Kontingensi
Sampel Frekuensi pada : Obyek I Obyek II Jumlah sampel Sampel A a b a + b Sampel B c d c + d Jumlah a + c b + d n n = jumlah sampel
Dengan memperhatikan koreksi Yates, rumus yang digunakan untuk menguji hipotesis, adalah sebagai berikut ;
=
(| | )( )( )( )( )
3. Menentukan Df atau Db degree of freedom (df) : df = (k-1) (b-1)
Dimana : b : Jumlah baris
4. Membandingkan atantara nilai Chi Square dari hasil perhitungan dengan nilai Chi Square dari tabel.
5. Pengambilan Keputusan
1. Bila harga Chi Square (X2) ≥ Tabel Chi Square è Hipotesis
Nol (H0) ditolak & Hipotesis Alternatif (H1) diterima
2. Bila harga Chi Square (X2) < Tabel Chi Square è Hipotesis Nol (H0) diterima & Hipotesis Alternatif (H1) ditolak
3.8.2.2Uji t (Pengujian secara Parsial)
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Pengujian ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai thitung
dengan tsig apakah thitung > tsig dengan signifikan di bawah 0,05 (5%) maka
secara parsial atau individual variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, begitu juga sebaliknya, rumus uji thitung adalah:
=
dimana : t = besarnya t hitung
bi = koefisien regresi
Kriteria pengambilan keputusan :
1. Jika thitung < tsig maka H0 diterima dan H2 ditolak, artinya tidak ada
pengaruh yang signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat. 2. Jika thitung > tsig maka H0 ditolak dan H2 diterima, artinya pengaruh