• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Waktu Dan Tempat Penelitian

3.1.1 Waktu Pelaksanaan

Adapun waktu pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun Akademik 2013-2014 M Mahasiswa Jurusan pendidikan kimia FMIPA yakni pada akhir bulan Oktober 2013. Dari kegiatan observasi sampai pada pengambilan data.

3.1.2 Tempat Pelaksanaan

Tempat penelitian Universitas Negeri Gorontalo di jurusan pendidikan kimia FMIPA.

3.2 Desain Penelitian

Desain dalam penelitian hubungan antar variabel dapat digambarkan sebagai berikut : 1 2 3 Y X2

(2)

X1 = Variabel bebas, Epistemologi Sains Mahasiswa X2 = Variabel bebas, Motivasi Belajar

Y = Variabel terikat, Prestasi belajar Kimia Dasar 3. 3 Variabel Penelitian.

Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel utama, yaitu variabel terikat (dependent) dengan simbol Y yang merupakan pengaruh dalam penelitian. Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi variabel lain yang di selidiki pengaruhnya. Variabel terikat adalah gejala atau unsur yang dipengaruhi oleh variabel lain.

Dan variabel bebas (independent) dengan simbol X1 dan X2. Variabel terikat

Y dalam penelitian adalah prestasi belajar Kimia Dasar, yakni nilai prestasi belajar Kimia Dasar pada semseter Genap. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah epistemologi sains mahasiswa, dan Motivasi belajar. Untuk lebih memperjelas penelitian dan pengumpulan data nanti maka di uraikan kisi kisi instrumen setiap variabel.

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Epistemologi Sains

Kisi Kisi Instrumen Epistemologi sains Mahasiswa (Di adaptasi dari penelitian Elaosi Vhurumuku 2010) :

(3)

o

1 Empiris Pengetahuan kimia diperoleh berdasarkan pengamatan/percobaan

1,3,7,9,14,

16. 6,15

8

2 Verifikatif Dapat dibuktikan 10,20,23,2

4 -

4 3

Obyektif

Dapat mengulang kapan saja. 12 - 1 Objektif dalam melakukan percobaan 13 - 1 4 Intuiesme/ sikap kesadaran individu Penggunaan keyakinan dan nilai 5,21 4,11,2 6 5 Menikmati kerja 8,25 2 5 Sisitimatis Proses ilmiah 17,18,19,2 2 - 4 Melibatkan manipulasi dan kreativitas 2 - 1 Jumlah Butir Soal/Item 26

Tabel 3.2. Kisi-kisi Instrumen Motivasi Belajar

Indikator ASPEK Item + Item - Jumlah

Ketekunan dalam belajar Kehadiran di kelas 1,3 2 3 Mengikuti PBM Di kelas 4 5,6 3 Belajar di rumah 7,9 8,10 4 Ulet dalam menghadapi kesulitan belajar Sikap terhadap kesulitan belajar 11,14 12,13 4 Usaha mengatasi kesulitan belajar 15 - 1 Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar Kebiasaan dalam mengikuti perkuliahan 16,17 18 3 Berprestasi dalam belajar Keinginan untuk berprestasi 23,24 25,26 4

(4)

Mandiri

dalam belajar Menyelesaikan tugas 27 28,29,30 4

Jumlah butir soal 30

Untuk variabel Y, Prestasi belajar kimia dasar diperoleh di arsip yang ada pada pengelola atau team teaching dosen mata kuliah kimia dasar dengan kriteria prestasi belajar seperti pada tabel :

Tabel 3.3 Kriteria Indeks Prestasi Belajar

No Huruf/Angka Prestasi Presentase (%) Kriteria

1 A/4 85- 100 Baik sekali

2 B/3 70 - 84 Baik

3 C/2 55 - 69 Cukup

4 D/1 50 - 54 Kurang

5 E/0 0 - 49 Sangat kurang

(Sumber : Pedoman Akademik UNG 2010) 3.4 Populasi Dan Sampel

3.4.1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto 2010 : 173). Menurut riduan ( 2006), populasi adalah kumpulan semua individu dalam suatu batas tertentu. dalam penelitian ini populasi adalah seluruh mahasiswa jurusan pendidikan

(5)

kimia FMIPA universitas negeri gorontalo berjumlah 228 mahasiswa dari seluruh angkatan yang aktiv pada tahun akademik 2013-2014 dan telah selesai memprogramkan mata kuliah Kimia Dasar.

3.4.2 Sampel

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang di teliti (Arikunto 2010:174). Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan pendidikan kimia semua angkatan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah merupakan sampel Stratafied random, yakni pengambilan secara acak, dimana semua subjek dianggap sama dalam penyebaran dan pengisian insrumen dan punya kesempatan menjadi sampel, sehingga peneliti terlepas dar perasaan ingin mengistemewakan satu dari beberapa subjek. (Arikunto 2010 : 177)

Dalam penelitian ini sampel yakni mahasiswa jurusan pendidikan kimia semua angkatan yang telah memprogramkan kimia dasar dengan jumlah mahasiswa sebanyak 228. Dalam angka penetapan sampel, bahwa apabila ada populasi lebih dari 100 orang maka sampel yang diambil sebanyak 10,15, atau s/d 25 %. sedangkan apabila populasinya kurang dari 100 orang maka sampelnya adalah seluruh populasi. berdasarkan pendapat tersebut, sampel maka dalam penelitian ini sampel di tetapkan sebanyak 25 % dari jumlah populasi

(6)

sampel = populasi x 25%, sampel = 228 x 25% (0,25) ,sampel = 57

Tabel 3.4 Sebaran Populasi dan sampel Jumlah Mahasiswa Jurusan kimia: No Angkatan Populasi (15 % Populasi) Sampel

1 2010 76 19

2 2011 80 20 57

3 2012 72 18

Jumlah 228

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan untuk memperoleh data dan keterangan keperluan dalam penelitian. Data yang yang dibutuhkan peneliti dalam melakukan penelitian dan data yang digunakan diperoleh dari data primer. Data primer yaitu data yang diperoleh peneliti dari pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti, yakni melalui angket dan dokumentasi.

1.5.1 Angket

Angket atau kuisioner adalah teknik pengumpul data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Menurut Arikunto (2010: 268), kuisioner adalah sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal diketahui.

(7)

Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan informasi tentang Epistemologi Sains mahasiswa dan motivasi belajar. Angket yang akan digunakan adalah pilihan ganda dimana setiap soal telah disediakan 5 alternatif jawaban.

1.5.2 Dokumentasi

Menurut Arikunto (2010:274) metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya. Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data tentang daftar nama, prestasi belajar dan jumlah mahasiswa yang menjadi populasi untuk penentuan sampel.

Untuk variabel X1 yakni Epistemologi Sains mahasiswa menggunakan angket

atau kuisioner yang terdiri dari pernyataan– pernyataan dengan di sertai jawaban jawaban dengan lima kategori pilihan berdasarkan frekuensi : a. Sangat Setuju(SS) b. Setuju (S), c.Ragu-Ragu(RR), d. Kurang setuju (KS) e. Tidak setuju(TS) .

Dalam setiap butir item diberi skor setiap pilihan dari item item tersebut ada beberapa terbagi atas item positif dan negatif. Pilihan pertama, memiliki nilai skor 5, Pilihan kedua,memiliki nilai skor 4. pilihan ketiga,memiliki nilai skor 3 Pilihan keempat, memilki nilai skor 2 Pilihan kelima, memiliki skor 1. Namun dalam hal ini tergantung dari sifat butir pernyataan.Dengan skor maksimum dari 26 butir soal adalah 130, sedangkan skor minimum 26. Dari skor dikonversikan yang diperoleh

(8)

Untuk variabel X2 yakni motivasi memiliki item positif dan negatif, kuisioner

dengan kategori pilihan yakni. Hampir selalu (HS), Sering(S), Kadang Kadang(KK), Jarang(J) ,Tidak pernah(TP). Jumlah item 30 Dengan skor setiap pilihan 5,4,3,2,1 dan dengan jumlah skor total maksimum 150, skor total minimum 30

Tabel 3.5 Kriteria Indeks Variabel Epistemologi Sains dan Motivasi belajar Rentang Skor Kriteria Epistemologi sains Rentang skor Kriteria Motivasi 105-130 Baik 121-150 Tinggi 79-104 Cukup 91-120 Cukup 53-78 Kurang 61-90 kurang 26-54 Lemah 30-60 Rendah (Vhurumuku 2010), (Sugiyanto 2012),

Sebelum angket diedarkan pada responden, maka angket yang telah di susun harus perlu diuji kesahihan dan reliabilitasnya.

3.5.3 Validitas

Dalam setiap penelitian maka sebelum angket diedarkan pada responden, terlebih dahulu di uji kesahihan dan keterandalanya. Pengujian ini adalah sebagai pemenuhan syarat validitas reliabilitas. Validitas adalah tingkat keandalan dan kesahihan alat ukur yang di gunakan. Instrumen di katakan valid digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur (Arikunto 2010: 211)

(9)

Namun dalam hal penelitian ini, angket yang digunakan ini merupakan suatu instrumen yang sudah baku atau dalam jens validitas merupakan validitas logis yang instrumenya telah memenuhi persyaratan validitas yang telah didasarkan pada hasil penalaran. Kondisi valid tersebut sudah dipandang memenuhi karena instrumen sudah dirancang dengan baik mengikuti teori dan ketentuan yang ada, dan didasarakan pertimbangan para pakar atau ahli. (Scarvia B Anderson dalam Zahir Abdul 2013)

Cholid, (2008) validitas atau kesahihan maksudnya bahwa antara alat pengukur dengan tujuan pengukuran haruslah cocok. Pengujian validitas angket isi dan konstruk dari pada item dan instrumen. Kuisioner yang valid harus mempunyai validitas internal dan eksternal. validitas internal atau rasional teoritis dan mencerminkan apa yang diukur sedangkan eksternal bila kriteria didalam kuisioner disusun secar fakta fakta empiris yang telah (eksternal). Untuk mencari kerangka konsep dapat ditempuh dengan Mecari definisi yang dikemukakan oleh para ahli yang tertulis dalam literatur, jika tidak terdapat definisi maka didefinisikan sendiri sambil dibimbing. Validitas dapat diketahui dengan melakukan uji coba instrumen.

Pengujian validitas angket lebih dititik beratkan pada validits isi (content validity) angket dilakukan dengan analisis rasional, dimana yang menjadi tolak ukur penialain bukanlah ukuran skor atau ukuran statistik, melainkan suatu yang lebih bersifat kualitatif dengan kriteria presentase, sehingga dalam uji validitasi ini hanya dilakukan oleh dosen - dosen ahli dijurusan pendidikan sebanyak tiga dosen yang dipilih sebagai validator. Kepada masing masing validator diberikan lembar

(10)

instrumen dan lembar validasi. setiap validator memberikan penilaian yang menitik beratkan pada permasalahan komunikatif dan kandungan konsep. Pernyataan diberi skor 2 jika kalimat komunikatif dan mengadung konsep yang diteliti, dan pernyataan dengan skor 1 apabaila hanya memenuhi salah satu, pernyataan skor 0 jika pernyataan tidak komunikatif dan dan tidak mengandung konsep hasil dari penilaian yang diteliti. Hasil penilaian tersebut disajikan pada tabel berikut dan pehitunganya pada (Lampiran 2)

Tabel 3.6 Hasil Penilaian Validator Instumen Epistemologi Sains

Validator Presentase Skor Penilaian

Nol Satu Dua

Penilai A 0% 0% 100%

Penilai B 0% 27% 73%

Penilai C 0% 0% 100%

Rata rata % 9% 91%

Tabel 3.7 Hasil Penilaian Validator Instumen Motivasi Belajar

Validator Presentase Skor Penilaian

Nol Satu Dua

Penilai A 0% 0% 100%

Penilai B 0% 10% 90%

Penilai C 0% 0% 100%

Rata rata % 3.4% 96.6%

Dari hasil perhitungan validitas diperoleh nilai validitas instrumen penelitian epistemologi sains yakni 91.02 % dan untuk instrumen motivasi belajar diperoleh

(11)

nilai tingkat kevalidan sebesar 96,6 %. sehingga dapat digunakan. hasil hitungan pada (lampiran 2)

Menurut (Gabel, 2012) tes secara keseluhan dinyatakan valid apabila harga presentase pemberian skor 2 di atas 75%. jadi berdasarkan presentase yang diperoleh maka instrumen yang digunakan sudah valid kedua-duanya.

3.5.2 Reliabilitas

Menurut Arikunto (2010:221), reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Dalam uji reliabilitas ini dilakukan pada mahasiswa yang termasuk sebagai anggota populasi dan bukan sampel. Sebaiknya subyek uji coba diambil dari populasi yang nanti tidak akan dikenai penlitian. Dengan penjelasan ini peneliti melakukan uji reliabilitas pada anggota populasi dan bukan sampel atau yang tidak dikenai penelitian sebanyak 20 mahasiswa.

Untuk menghitung reliabilitas skala pernyataan dengan menggunakan rumus alfa cronbach yaitu:

(Arikunto 2010:238)

Keterangan :

(12)

k = Jumlah item

= varians responden untuk item

= jumlah varians skor total

Tabel 3.8 Interpretasi Reliabelitas Instrumen

Nilai r11 Interpretasi

r11 ≤ 0,20 Derajat reliabilitas sangat rendah

0,20 < r11 ≤ 0,40 Derajat reliabilitas rendah

0,40 < r11 ≤ 0,60 Derajat reliabilitas agak

0,60 < r11 ≤ 0,80 Derajat reliabilitas cukup

0,80 < r11 ≤ 1,00 Derajat reliabilitas sangat tinggi

(Arikunto 2010 : 319)

Jumlah varians terlebih dahulu di cari butir dengan persamaan sebagai berikut :

Keterangan: = Varian

X = nilai skor yang di pilih n = jumlah sampel

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus diatas diproleh variabel X1 Epistemologi Sains sebesar 0.996 dan untuk reliabilitas X2 motivasi belajar

sebesar 0.86 hasil perhitungan pada (Lampiran 3). 3.6 Teknik Analisis Data

(13)

Data yang telah diperoleh dianalisis regresi dan korelasi berganda. Dimana dalam penelitian tidak ada perlakuan yang diberikan atau dikendalikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan hubungan variabel. Dalam hal ini adalah Epistemologi Sains Mahasiswa, Motivasi Belajar dengan prestasi belajar Kimia Dasar. Untuk mencari hubungan dan meguji hipotesis statistik antara hubungan dua variabel digunakan analisis korelasi product moment sedangkan hipotesis hubungan yang lebih dari dua variabel digunakan analisis korelasi berganda. :

1. Uji hipotesis I , II

 



  2 2 2 2 ) ( ) ( . ) )( ( ) ( Y Y n X X n Y X XY n rxy (Arikunto 2010:318) Dimana: rXY = koefisien korelasi n = Jumlah sampel Dengan kriteria pengujian:

Jika rhitung> rtabel maka hipotesis Ho ditolak dan hipotesis penelitian

diterima. Untuk menguji keberartian korelasinya:

2 1 2 r n r thitung    (Ikbal Hasan, 2008 : 96) Dimana:

(14)

thitung = distribusi student

r = Nilai koefisien korelasi Kriteria pengujian:

Jika thitung ≥ ttabel maka tolak Ho artinya signifikan dan thitung ≤ ttabel, maka

terima Ho artinya tidak signifikan. 2. Uji hipotesis III

2 1 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 1

1

)

)(

)(

(

2

x x x x yx yx yx yx x yx

r

r

r

r

r

r

R

(Sugiyono, 2009: 234) Dimana:

Ryx1x2 = Korelasi antara variabel X1 dengan X2 secara bersama-sama

dengan variabel Y

ryx1 = Korelasi product moment antara X1 dengan Y

ryx2 = Korelasi product moment antara X1 dengan Y

rx1x2 = Korelasi product moment antara X1 dengan X2

(15)

) 1 ( ) 1 ( 2 2     k n R k R Fh (Sugiyono, 2009: 235) Dimana:

R = Koefisien korelasi berganda k = Jumlah variabel independen n = jumlah anggota sampel Kriteria pengujian

Jika Fhitung ≥ Ftabel =F{(1-α)(m), (n-m-1)}, maka tolak Ho artinya Signifikan

dan Fhitung ≤ Ftabel = F{(1-α)(m), (n-m-1)}, maka terima Ho artinya tidak

signifikan 3.7 Hipotesis Statistika

Untuk hipotesis penelitian dinyatakan dalam bentuk hipotesis statistiknya di rumuskan sebagai berikut : H0 : r = 0, dan H1 : r ≠ 0

Keterangan H0 : Hipotesis Nol

H1 : Hipotesis Alternatif

r : Koefisien korelasi antara Variabel X dengan Y = : Tidak ada hubungan antara Variabel X dengan Y : Ada hubungan antara Variabel X dengan Y

(16)

Gambar

Tabel 3.2. Kisi-kisi Instrumen Motivasi Belajar
Tabel 3.3 Kriteria Indeks Prestasi Belajar
Tabel 3.4 Sebaran Populasi dan sampel Jumlah Mahasiswa Jurusan kimia:
Tabel 3.5 Kriteria Indeks Variabel Epistemologi Sains dan Motivasi belajar
+3

Referensi

Dokumen terkait

Validitas berasal dari kata validity yang berarti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi.. Suatu tes atau instrumen pengukur dapat

Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketetapan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya.Suatu instrument

Instrumen dalam penelitian ini dilakukan uji validitas tiap item pertanyaan menggunakan content validity. Uji validitas pada penelitian ini menggunakan panel expert yaitu

Untuk instrumen yang berbentuk test, pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan. Untuk

Perilaku asertif dalam penelitian ini diukur dengan angket perilaku asertif, aspek-aspek dalam perilaku asertif menurut Rakos (1991) yaitu ; content (isi),

Validitas isi adalah validitas dimana kuesioner dinilai dengan cara memeriksa tentang item-item pertanyaan di dalam kuesioner tersebut memang sudah sesuai dengan isi

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua tipe validitas yaitu: (1) Face Validity, dilakukan hanya dengan melihat apakah tampilan item dalam alat ukur sudah

Secara teknis pengujian validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan kisi-kisi instrumen, dalam kisi-kisi instrumen terdapat variabel yang diteliti, indikator