BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian. Demak, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi study yang bertujuan untuk mengetahui hubungan praktik toilet training ibu dengan kemampuan anak usia 18 – 36 bulan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor resiko dengan efek dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat ﴾ point time approach ﴿ ﴾ Notoatmodjo, 2005﴿.

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi ialah semua nilai baik hasil perhitungan maupun pengukuran, baik kuantitatif maupun kualitatif dengan karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas ( Usman, 2003). Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 18 – 36 bulan dan anak usia 18 – 36 bulan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaen Demak sebanyak 262 orang.

(2)

35 2. Sampel

Sampel adalah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu yang disebut sampling ( Usman, 2003). Sampel yang akan diteliti memiliki kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti ( Nursalam, 2003). Kriteria inklusi sampel sebagai berikut ibu yang mempunyai anak 18 – 36 bulan pada bulan Mei 2009, ibu dan anak tinggal dalam satu rumah, tinggal di Desa Sriwulan, pendidikan ibu minimal SD dan bersedia menjadi responden.

Kriteria ekslusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari studi karena berbagi hal sebab ( Nursalam, 2003). Kriteria eksklusi sampel sebagai berikut ibu yang tidak memiliki anak usia 18 – 36 bulan pada bulan Mei 2009, ibu yang tunawicara atau cacat dan ibu yang memiliki anak cacat

Menurut Notoatmodjo (2005) untuk populasi kecil atau lebih kecil dari 10.000 maka untuk menetapkan jumlah sampel dapat menggunakan rumus yang sederhana yaitu:

= n

( )

2 d N 1 N + Dimana: n : besar sampel

N : besar populasi sebanyak 262 anak

(3)

36 = n

( )

2 d N 1 N + =

(

2

)

05 0 262 1 262 . + = 655 1 262 . =158.3 dibulatkan menjadi 158

Berdasarkan perhitungan dengan rumus diatas maka diperoleh besar sampel sebanyak 158 anak. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah cluster sampling yaitu cara pengambilan sampel dengan membagi daerah atau wilayah yang luas menjadi daerah atau wilayah – wilayah yang lebih kecil tersebut tidak seluruh disampel.

Pengambilan sampel melalui beberapa tahapan yaitu dari Kelurahan Sriwulan terdapat 8 RW ( rukun warga) yang akan diambil secara acak menggunakan cara simple random sampling melalui undian maka terpilih 4 RW (rukun warga) yang menjadi sampel yaitu RW 3, RW 5, RW 6 dan RW 7 yang memenuhi hasil sampel.

(4)

37

C. Definisi Operasional, Variabel Penelitian dan Skala Pengukuran

1. Definisi Operasional

Variabel Definisi operasional Alat ukur dan cara ukur

Hasil ukur Skala

Praktik toilet

training ibu

Kemampuan ibu menjawab kuesioner oleh ibu – ibu yang memiliki anak usia 18 – 36 bulan tentang praktik toilet training.

Kuesioner Skala guttman pertanyaan favourable Ya = 2 Tidak = 1 Pertanyaan unfavourable Ya = 1 Tidak = 2 Skor untuk Praktik baik = 46-60

Praktik tidak baik = 30 -45 Interval Kemampuan anak usia 18 – 36 bulan Observasi kemampuan anak toilet training usia 18 – 36 bulan indikator kemampuan

toilet training yaitu kemampuan psikologi, kemampuan fisik dan kemampuan kogitif Lembar observasi Ya = 2 Tidak = 1 Skor untuk Mampu = 19 - 24 Tidak mampu = 12-18 Interval

Tabel 3.1 Definisi Operasional

2. Variabel Penelitian

a. Variabel bebas

Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel dependen ( variabel terikat), variabel bebas dalam penelitian adalah praktik toilet training ibu .

(5)

38 b. Variabel terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan anak usia 18 – 36 bulan.

D. Metode Pengumpulan Data

1. Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data atau instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Kuesioner yang digunakan sebagai alat penelitian disusun oleh peneliti dengan pengembangan teori yang ada, kuesioner I berisi pertanyaan identitas responden berupa data demografi responden yang terdiri dari nomor responden, nama responden, usia responden, nama anak, usia anak, jenis kelamin anak, pekerjaan responden dan pendidikan responden.

Kuesioner II berisi pernyataan untuk menganalisis praktik toilet training oleh ibu berisi 30 item pernyataan yang terdiri pernyataan favourable (positif) dan unfavourable (negatif), dengan pilihan jawaban ya dan tidak. Pernyataan bernilai 1 untuk jawaban tidak dan bernilai 2 untuk jawaban ya bila pernyataan bersifat favourable (positif). Pernyataan bernilai 2 untuk jawaban tidak dan bernilai 1 untuk jawaban ya bila pernyataan bersifat unfavourable (negatif).

(6)

39 Proses pengumpulan data kemampuan anak usia 18 – 36 bulan di Desa Sriwulan menggunakan lembar observasi untuk mengamati kemampuan secara fisik, kognitif dan psikologi yang terdiri dari 12 item. Pengumpulan data tentang kemampuan toilet training anak dilakukan observasi. Peneliti menggunakan 4 orang asisten peneliti yang sebelumnya telah dilakukan persamaan persepsi yang berkaitan dengan prosedur penelitian. Syarat asisten peneliti dalam penelitian ini yaitu mahasiswa semester VIII jurusan S1 Keperawatan dan mempunyai pengetahuan tentang toilet training. Sebelum melakukan pengumpulan data, peneliti beserta asisten mencermati item – item kemampuan toilet training anak yang terkandung dalam instrumen peneliti (lembar observasi).

Item – item itu dimaknai untuk dipahami bersama sehingga diharapkan peneliti dan asisten mempunyai persepsi yang sama tentang item – item dalam lembar observasi dan diharapkan juga hasil yang diharapakan sama antara peneliti dan asisten, setidak – tidaknya didapatkan perbedaan atau tidak signifikan yang kecil dalam hasil penelitian.

2. Uji Validitas dan Reabilitas

Setelah instrument yang akan digunakan berupa kuesioner sebagai alat peneliti selesai disusun, kemudian dilakukan uji validitas dan reabilitas karena suatu kuesioner dikatakan valid jika kuesioner

(7)

40 mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Notoatmodjo, 2003).

Suatu instrumen penelitian ( dalam penelitian ini menggunakan teknk observasi dan kuesioner) sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian dilakukan pengujian validitas dan reabilitasnya untuk memastikan bahwa teknik observasi dan kuesioner tersebut handal untuk dijadikan instrumen dalam penelitian ini.

Uji kuesioner dilaksanakan terhadap responden di Kelurahan Kadilangu Kecamatan Demak Kabupaten Demak sebagai pilot study. Penelitian ini melakukan uji coba pada 20 responden. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:

a. Uji validitas

Validitas juga berarti suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan (Arikunto, 2006).

1) Kuesioner

Instrumen dalam penelitian ini dilakukan uji validitas tiap item pertanyaan menggunakan content validity. Uji validitas pada penelitian ini menggunakan panel expert yaitu peneliti melakukan konsultasi dengan ahli dalam bidang ilmu keperawatan anak.

(8)

41 Uji expert dilakukan 2 orang ahli dalam bidangnya, dari uji expert dinyatakan bahwa kuesioner tersebut tidak perlu diganti hanya ada beberapa ralat dan dilakukan uji validitas eksternal dengan cara kuesioner diuji cobakan pada 20 responden atau diambil sebesar 10% - 20% dari hasil sampel. Uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi antara tiap item pertanyaan dengan skor pertanyaan secara keseluruhan dengan menggunakan uji Product Moment.

Suatu pertanyaan dinyatakan valid jika nilai r hitung> r tabel dengan

α 5% (Riwidikdo, 2007). Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan perhitungan statistik Product MomentI maka didapatkan nilai rhitung untuk seluruh pertanyaan dibandingkan

dengan r tabel 0, 444 pada taraf signifikasi 0,05 jadi nilai lebih

besar dari rhitung dengan taraf kesalahan alpha 0,05 pernyataan

dinyatakan valid untuk kuesioner praktik toilet training ibu dalam rentang 0,488 – 0,917 artinya kuesioner praktik ibu tersebut valid karena nilai tersebut lebih dari 0,444 ( Arikunto, 2005).

2) Lembar Observasi

Instrumen dalam penelitian ini dilakukan uji validitas tiap item pertanyaan menggunakan content validity. Uji validitas pada penelitian ini menggunakan panel expert yaitu peneliti melakukan konsultasi dengan ahli dalam bidang ilmu

(9)

42 keperawatan anak. Uji expert dilakukan 2 orang ahli dalam bidang ilmu keperawatan anak, dari uji expert tersebut dinyatakan lembar observasi tidak perlu diganti tetapi ada beberapa yang perlu diperbaiki.

b. Uji reliabilitas

Reliabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan apabila fakta atau kenyataan hidup diukur atau diamati berkali-kali dalam waktu yang berlainan (Nursalam, 2003).

1) Kuesioner

Instrumen kuesioner ini menggunakan uji reliabilitas yaitu alpha cronbach. Instrumen dinyatakan reliabel bila nilai alpha > 0,60 atau sama dengan 1 (Sugiyono, 2007). Hasil dari Alpha Croanbach adalah sebagai berikut hasil reabilitas praktik toilet training ibu dengan nilai alpha 0,756 artinya kuesioner praktik toilet training ibu mempunyai reabilitas tinggi karena nilai Alpha Croanbach mendekati 1. 2) Lembar Observasi

Uji reabilitas menggunakan inter-rater reliabilty. Pengujian untuk lembar observasi mengunakan inter-rater reliabilty yaitu observasi dilakukan 2 orang rater atau obsever pada 20 responden yang sama, kemudian di hitung dengan menggunakan rumus Cohen Kappa yaitu:

(10)

43 = Pe 2 1 N

( )( )

1+ +1 n n Keterangan:

N : jumlah keseluruhan jari – jari yang menunjukkan munculnya gejala yang teramati

∑n1+ : jumlah jari – jari katgori ke-1 untuk pegamat

pertama

∑n+1 : jumlah jari – jari kategori ke-1 untuk pengamat

kedua

Adapun rumus reabilitas Cohen Kappa adalah sebagai berikut: = KK e e P P P − − 1 0 Keterangan:

KK : Koefisien kesepakatan pengamatan Po : Proporsi frekuensi kesepakatan

Pe : Kemungkinan sepakat (change agreement). Peluang kesesuaian antar-pengamat (Arikunto, 2006).

Nilai Kappa menurut Bhisma Murti (1997), nilai K > 0,75 menunjukkan kesepakatan sangat baik, bila nilai K = 0,04 – 0,75 menunjukkan kesepakatan baik dan bila nilai K < 0,40

(11)

44 menunjukkan kesepakatan lemah. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil rata – rata 0,766 (0,>40) kesimpulannya terdapat kesepakatan yang sangat baik maka instrument dikatakan reliabel

3. Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah suatu usaha untuk memperoleh data dengan metode yang ditentukan oleh peneliti (Arikunto, 2006). Pengumpulan data dilakukan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, adapun prosedur pengumpulan data:

a. Setelah mendapatkan izin dari Kepala Kesbang dan Linmas Kabupaten Demak, Camat Sayung, Kepala Desa Sriwulan, Kader Posyandu dan kemudian peneliti langsung mendatangi responden b. Peneliti melakukan pendekatan pada responden untuk memberikan

penjelasan bila bersedia menjadi responden maka dipersilahkan menandatangani lembar persetujuan.

c. Kemudian responden diberi penjelasan cara pengisian kuesioner d. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner e. Selama pengisian kuesioner, peneliti mendampingi responden

dengan tujuan agar jika ada sesuatu yang kurang jelas, responden dapat langsung menanykan kepada peneliti.

f. Responden harus mengisi semua pertanyaan yang diberikan. Peneliti meneliti semua jawaban yang telah diisi oleh responden

(12)

45 g. Peneliti dan asisten peneliti melakukan observasi kepada

responden untuk mengetahui kemampuan anak

E. Metode Pengolahan dan Analisis Data

1. Metode pengolahan data

Data yang telah dikumpulkan dilakukan pengecekan ulang kemudian dilakukan pengolahan melalui beberapa tahap, yaitu:

a. Editing

Tahap ini peneliti melakukan koreksi data untuk melihat kebenaran pengisian kuesioner dan kelengkapan jawaban kuesioner dari responden. Lembar observasi juga diteliti oleh peneliti sebab harus cermat sesuai dengan tindakan yang dilakukan oleh responden. Hal ini dilakukan di tempat pengumpulan data sehingga bila ada kekurangan segera dapat dilengkapi

b. Coding

Peneliti melakukan pemberian kode pada data untuk mempermudah mengolag data semua variable diberikan data dengan kata lain. Coding memberikan tanda kode terhadap pertanyaan yang telah diajukan, hal ini dimaksudkan untuk

mempermudah waktu mengadakan tabulasi dan analisa data ( Mardalis, 2006)

Untuk karakteristik responden untuk pekerjaan ibu kode 1 untuk ibu rumah tangga, kode 2 untuk wiraswasta, kode 3 untuk PNS

(13)

46 dan kode 4 untuk swasta. Koding untuk pendidikan ibu yaitu kode 1 untuk SD, kode 2 untuk SMP, kode 3 SMA dan kode 4 untuk PT Karakteristik responden anak pengkodingan dilakukan untuk jenis kelamin yaitu kode 1 untuk laki – laki dan kode 2 untuk perempuan.

Pengkodingan untuk variabel praktik ibu untuk pertanyaan favourable jawaban ya diberikan kode 2 dan tidak diberikan kode 1, pertanyaan un favourable jawaban ya diberikan kode 1 dan jawaban tidak diberikan kode 2. Variabel kemmapuan anak bila mampu melakukan maka kodenya 2 dan bila tidak mampu diberikan kode1

c. Entry data

Kegiatan memasukan data hasil penelitian kedalam tabel kemudian diolah dengan menggunakan komputer

d. Tabulating

Merupakan suatu proses pemasukan data dalam computer untuk selanjutnya dilakukan analisa data dengan menggunakan program SPSS 16.

2. Analisis data

a. Analisis univariat

Analisa univariat adalah analisa yang dilakukan untuk menganalisa tiap variabel yang ada secara deskriptif (Notoatmodjo, 2003). Analisa ini digunakan untuk mendeskripsikan praktik toilet

(14)

47 training ibu dan mendeskripsikan kemampuan toilet training anak usia 18 – 36 bulan dalam bentuk distribusi frekuensi dengan menggunakan bantuan komputer program

b. Analisis bivariat

Analisa bivariat adalah analisa yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi . Analisa ini berfungsi untuk mengetahui hubungan praktik toilet training ibu dengan kemampuan anak usia 18 – 36 bulan. Dalam penelitian ini variabel independen berskala interval dan variabel dependen berskala interval, sehingga untuk melakukan uji statistik menggunakan uji Korelasi Pearson Product Moment. Data yang berskala interval harus diuji dahulu kenormalannya dengan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov, untuk kuesioner praktik ibu

p value = 0.642 > 0,05 dan lembar obsevarsi p value= 0.097 > 0,05 maka data berdistribusi normal sehingga dilanjutkan dengan analisis Korelasi Pearson Product Moment dengan keputusan uji jika r hitung > r tabel dengan α 5% atau p value < 0,05 hasil uji

statistik r = 0,231 dan p – value 0,003 artinya Ho ditolak, sehingga ada hubungan praktik toilet training ibu dengan kemampuan toilet training anak usia 18 – 36 bulan. Analisa bivariat ini dilakukan dengan menggunakan program komputer 16.

(15)

48

E. Etika Penelitian

Melakukan penelitian, peneliti perlu membawa rekomendasi dari institusinya untuk pihak lain dengan cara mengajukan permohonan izin kepada institusi tempat penelitian yang dituju oleh peneliti. Setelah mendapat izin dari Kepala Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, peneliti baru dapat melakukan penelitian dengan menekankan masalah etika yang meliputi :

1. Informed consent

Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara penelti dan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan (Hidayat, 2007). Informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Jika responden bersedia, maka harus menandatangani lembar persetujuan tetapi jika responden tidak bersedia, maka peneliti harus menghormati hak responden (Hidayat, 2007)..

2. Anonimity

Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil peneltian yang akan disajikan (Hidayat, 2007).

(16)

49 3. Confidentiality

Masalah confidentiality merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan hasil peneltian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset (Hidayat, 2007).

F. Jadwal Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak mulai November sampai Juli 2009. Tabel jadwal terlampir.

(17)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :