• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN HOTEL, RESTORAN PARIWISATA YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN HOTEL, RESTORAN PARIWISATA YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM

PADA PERUSAHAAN HOTEL, RESTORAN PARIWISATA YANG

TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2011-2014

OLEH

Muji Ilham, Yuhelmi, Surya Dharma

Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta

E-mail : [email protected], [email protected] [email protected] Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta

Abstract

The goal of the research to improved determine the effect of financial performance of the stock price. In the study have uses sampled are 15 companie wich is in the sub-sector group of hotel companies, tourism restaurants listed on Indonesia Stock Exchange. The sample census method. Data used in this study secondary data . In the current study the researchers used two categories of variables. The first independent variable, the variable consists of current ratio, return on equity, return on asset , earning per share and debt to equity ratio. Stages of the data processing is done by using the method of quantitative analysis using multiple linear regression model and t - test statistics. Based on the results of hypothesis testing found that current ratio, return on asset and earning per share significant influence on stock price, the test results also show that return on equity and debt to equity ratio are not significantly influence on stock price at sub-sector group of hotel companies, tourism restaurants listed in Indonesia Stock Exchange

Keywords : Current Ratio, Return on Equity, Return on Asset, Earning Per Share and Debt to Equity Ratio

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Saat ini pasar modal di Indonesia telah menjadi suatu lembaga investasi yang berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini dikarenakan pasar modal memiliki fungsi ekonomi, yaitu menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) kepada pihak yang membutuhkan dana (perusahaan). Menurut Tandelilin (2010:26) pasar modal (capital market) adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak

yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Salah satu instrumen pasar modal yang paling banyak dikenal masyarakat adalah saham. Saham adalah surat bukti atau tanda kepemilikan bagian modal pada suatu perusahaan.

Secara teoritis fluktuasi harga saham tergantung pada penawaran dan permintaan akan saham. Harga saham perusahaan mencerminkan juga nilai perusahaan. Menurut Jogiyanto (2008:143), harga saham adalah harga yang terjadi di pasar bursa pada waktu tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar yaitu permintaan dan penawaran pasar.

(2)

2 Jika suatu perusahaan mencapai prestasi

baik, maka saham perusahaan tersebut akan banyak diminati oleh investor.

Faktor faktor yang mempengaruhi return suatu investasi yaitu pertama, faktor internal perusahaan seperti kualitas dan reputasi manajemennya, struktur permodalannya, struktur hutang perusahaan, profitabilitas dan sebagainya, kedua adalah menyangkut faktor eksternal, misalnya pengaruh kebijakan moneter dan fiskal, perkembangan sektor industrinya, faktor ekonomi misalnya terjadinya inflasi, dan sebagainya.

Faktor internal tersebut digambarkan melalui laporan keuangan perusahaan, yang memuat lima macam rasio keuangan, antara lain; rasio likuiditas yaitu rasio yang mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar relatif terhadap hutang lancarnya. Kedua rasio solvabilitas, yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban jangka panjang. Ketiga, rasio profitabilitas yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Keempat, rasio aktivitas yaitu rasio yang mengukur seberapa jauh efektivitas perusahaan dalam mengerjakan sumber dananya. Kelima adalah rasio pasar yaitu rasio yang

mengukur harga pasar saham relatif terhadap nilai bukunya.

Dengan mempedomani kedua sumber informasi ini, investor atau pasar akan menentukan keputusannya terhadap kepemilikan suatu saham yang akan diinvestasikannya atau keputusan untuk mempertahankan atau melepaskan kepemilikan saham yang ia miliki terhadap suatu saham perusahan tertentu yang ada di Bursa Efek Indonesia.

1.2 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk :

1. Pengaruh current ratio (CR) terhadap harga saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di BEI periode tahun 2011-2014.

2. Pengaruh return on equity (ROE) terhadap harga saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di BEI periode tahun 2011-2014.

3. Pengaruh return on asset (ROA) terhadap harga saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di BEI periode tahun 2011-2014

4. Pengaruh earnings per share (EPS) terhadap harga saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang

(3)

3 terdaftar di BEI periode tahun

2011-2014.

5. Pengaruh debt to equity ratio (DER) terhadap harga saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di BEI periode tahun 2011-2014.

LANDASAN TEORI 2.1 Harga Saham

Menurut Tandelilin (2010:33) harga saham merupakan nilai atau pengorbanan yang akan diberikan pelaku pasar untuk mendapatkan sekuritas dengan jenis saham. Harga saham dapat diamati dari beberapa aspek yaitu secara nominal maupun secara ekstrinsi. Harga saham secara nominal merupakan nilai yang tertera didalam kertas saham, semakin tinggi nilai yang tertera pada kertas saham menunjukan nilai harga yang harus dikeluarkan investor untuk mendapatkan saham semakin tinggi, sedangkan nilai intrinsik merupakan gabungan nilai saham antara nilai yang tertera pada kertas saham dengan nilai dari kertas pembuat saham.

2.2 Current Ratio

2.2.1 Pengertian Current Ratio

Rasio lancar atau (current ratio) menurut Kasmir (2008:134) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera

jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Masih menurut Kasmir dalam halaman yang sama, ia menyatakan bahwa rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (Margin of safety) suatu perusahaan.

Current ratio merupakan salah satu rasio yang paling umum digunakan untuk mengukur likuiditas atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa menghadapi kesulitan. Semakin besar current ratio

menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya (termasuk didalamnya kewajiban membayar dividen kas yang terutang).Unsur-unsur yang mempengaruhi nilai current ratio adalah aktiva lancar dan utang jangka pendek.

2.3 Return On Equity

Menurut Kasmir (2008:204) return on equity merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan daya untuk menghasilkan laba atas investasi berdasarkan nilai buku para pemegang saham. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik, artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian pula sebaliknya.

(4)

4 2.4 Return On Asset

Menirut Kasmir (2008:201) return on asset merupakan rasio yang menunjukkan hasil atas jumlah aktiva yang digunakan perusahaan. Semakin kecil rasio ini maka semakin kurang baik perusahaan, sebalknya semakin besar rasio ini maka semakin baik perusahaan. Dengan mengetahui return on asset, kita dapat menilai apakah perusahaan telah efisien dalam menggunakan aktivanya dalam kegiatan operasi untuk menghasilkan keuntungan.

Return on asset digunakan manajemen untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dan menilai kinerja operasional dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki perusahaan, disamping perlu mempertimbangkan masalah pembiayaan terhadap aktiva tersebut. Nilai

return on asset yang semakin mendekati 1, berarti semakin baik profitabilitas perusahaan karena setiap aktiva yang ada dapat menghasilkan laba.

2.5 Earning Per Share

Earning per share merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar keuntungan (laba) yang diperoleh investor atau pemegang saham per lembar sahamnya. Earning per share sama dengan deviden saham umum dibagi jumlah lembar saham umum. Earning per share

menunjukan seberapa besar gambaran keuntungan yang diperoleh investor dalam

berinvestasi. Semakin tinggi nilai earning per share akan mengisyratkan semakin tingginya keuntungan yang akan diperoleh investor dalam berinvestasi pada saham yang ditawarkan perusahaan. Menurut Tandelilin (2010:241-242), Meskipun beberapa perusahaan tidak mencantumkan besarnya earnings per share perusahaan yang bersangkutan dalam laporan keuangannya, tapi besarnya earning per share suatu perusahaan bisa kita hitung berdasarkan informasi laporan neraca dan laporan rugi laba perusahaan.

2.6 Debt to Equity Ratio

Debt to equity ratio merupakan perbandingan antara total hutang (hutang lancar dan hutang jangka panjang) dan modal yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dengan menggunakan modal yang ada. Rasio ini menggambarkan sampai sejauh mana modal pemilik dapat menutupi hutang hutang kepada pihak luar dan merupakan rasio yang mengukur hingga sejauh mana perusahaan dibiayai dari hutang. Menurut Kasmir (2008:157) debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Digunakan untuk menentukan jumlah dana yang disediakan pinjaman dengan pemilik perusahaan.

(5)

5 2.7 Penelitian Terdahulu dan

Pengembangan Hipotesis

2.7.1 Pengaruh Current Ratio Terhadap Harga Saham Perusahaan

Penelitian yang dilakukan Setiyawan (2014:130), yang meneliti tentang pengaruh current ratio, inventory turnover, time interest earned dan return on equity

terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2009-2012, hasil penelitiannya menemukan terdapat pengaruh positif current ratio terhadap harga saham pada perusahaan yang terdaftar di BEI.

H1 Current ratio berpengaruh positif

terhadap harga saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2.7.2 Pengaruh Return On Equity Terhadap Harga Saham Perusahaan

Temuan penelitian Hutami (2012:120), yang meneliti tentang pengaruh dividend per share, return on equity dan net profitmargin terhadap harga saham perusahaan industri manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2010. Hasil penelitiannya menemukan terdapat pengaruh positif

return on equity terhadap harga saham perusahaan industri manufaktur yang terdaftar di Bursa efek indonesia.

H2 Return on equity berpengaruh

positif terhadap harga saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2.7.3 Pengaruh Return On Asset Terhadap Harga Saham

Penelitian Pebriana (2013:11), yang meneliti tentang analisis earnings per share, return on asset dan debt to equity ratio terhadap harga saham perusahaan perusahaan yang tergabung dalam indeks sri kehati di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013, hasil penelitiannya menemukan terdapat pengaruh yang positif

return on asset terhadap harga saham. H3 Return on asset berpengaruh

positif terhadap terhadap harga saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2.7.4 Pengaruh Earnings Per Share Terhadap Harga Saham

Trisnawati (2012:14) yang meneliti tentang pengaruh current ratio, debt to equity ratio, return on equity, net profit margin dan earning per share terhadap harga saham. Hasil penelitiannya menemukan earnings per share

berpengaruh positif terhadap harga saham. Berdasarkan deskripsi teori dan penelitian terdahulu yang telah dikemukakan di atas,

(6)

6 dapat dirumuskan hipotesis sebagai

berikut:

H4 Earnings per share berpengaruh

positif terhadap terhadap harga saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2.7.5 Pengaruh Debt to Equity Ratio Terhadap Harga Saham

Trisnawati (2012:12) yang meneliti tentang pengaruh current ratio, debt to equity ratio, return on equity, net profit margin dan earning per share terhadap harga saham. Hasil penelitiannya menemukan debt to equity ratio

berpengaruh negatif terhadap harga saham. Berdasarkan deskripsi teori dan penelitian terdahulu yang telah dikemukakan di atas, dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H5 Debt to Equity Ratio berpengaruh

negatif terhadap terhadap harga saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

METODE PENELITIAN DAN

PEMBAHASAN 3.1 Objek Penelitian

Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah perusahaan sub sektor hotel, restoran pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

3.2 Populasi dan sampel

Populasi dalam penelitian ini merupakan sub sektor perusahaan hotel, restoran pariwisata yang terdaftar di BEI yang berjumlah 15 perusahaan. Sedangkan teknik pengambilan sampel aqdalah metode sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 15 perusahaan sub sektor hotel, restoran pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3.3 Defenisi Operasional Variabel 1. Variabel Dependen Harga Saham

(Y)

Harga saham (Stock Price) merupakan variabel terikat atau variabel dependen (Y) yang digunakan dalam penelitian ini. Variabel terikat atau variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel lain (variabel bebas). Variabel ini merupakan variabel yang menjadi perhatian utama peneliti.

2. Variabel Independen a. Current Ratio (X1)

Current ratio merupakan salah satu ukuran likuiditas bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar yang dimilikinya. Rasio ini dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan kewajiban jangka

(7)

7 pendeknya. Rasio ini sering disebut dengan

rasio modal kerja yang menunjukkan jumlah aktiva lancar yang tersedia yang dimiliki oleh perusahaan untuk merespon kebutuhan-kebutuhan bisnis dan meneruskan kegiatan bisnis hariannya.

Current ratio dapat dihitung dengan rumus Darsono dan Ashari (2005:52):

Hutang Lancar Lancar Aktiva  Ratio Current b. Return On Equity ((X2)

Return on equity merupakan rasio profibilitas yang digunakan untuk mengukur tingkat kembalian (return)

perusahaan atau efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang menjadi hak pemilik modal atau pemilik perusahaan. Return on equity dapat dihitung dengan rumus Kasmir (2008:204):

% 100 Equity Total Bersih Laba ReturnonEquityx c. Return On Asset (X3)

Return on asset merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan, return on asset dapat dihitung dengan menggunakan rumus Sutrisno (2005:238) yaitu:

% 100 Assets Total Bersih Laba x asset on return

d. Earnings Per Share (X4)

Laba per lembar saham atau earnings per share merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar keuntungan (laba) yang diperoleh investor atau pemegang saham per lembar sahamnya.

Earnings per share sama dengan deviden saham umum dibagi jumlah lembar saham umum, earnings per share dapat dihitung dengan menggunakan rumus Sutrisno (2005:239): Beredar Saham Jumlah Pajak dan Bunga Setelah Bersih Laba  EPS

e. Debt to Equity Ratio (X5)

Debt to equity ratio merupakan rasio total yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri atau ekuitas, debt to equity ratio dapat dihitung menggunakan rumus Kasmir (2008:158): Equity Total Hutang Total  Ratio Equity to Debt

3.4 Analisis Regresi Linear Berganda Menurut Winarno (2009:44) persamaan regresi merupakan persamaan yang digunakan untuk mengetahui arah pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Secara umum uji regresi linear berganda dapat dicari dengan menggunakan rumus:

Y = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 + b4x4 + b5x5 + e

Dimana:

Y = Harga saham

(8)

8 b1 – b5 = koefisien regresi

x1 = Current Ratio

x2 = Return on Equity

x3 = Return on Assets

x4 = Earning per Share x5 = Debt to Equity Ratio

e = Error Term

3.5 Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Untuk melakukan pengujian pengujian normalitas, Pada penelitian ini pengujian normalitas dilakukan dengan uji

Jurgue Bera Test. Di dalam pengujian seluruh variabel memenuhi klasifikasi normal bila memiliki probability > alpha 0,05. Tahapan pengolahan data dapat kembali dilanjutkan ketika seluruh variabel telah berdistribusi normal

b. Uji Multikolinearitas

Tujuan dari uji multikolinearitas adalah untuk mengetahui apakah terdapat korelasi atau hubungan diantara variabel-variabel bebas (X) yang akan diteliti. Logikanya adalah bahwa dengan terpenuhinya asumsi ini, maka variabel bebas (X) yang ingin diteliti pengaruhnya terhadap variabel terikat (Y) benar-benar bermakna dalam arti bebas dari terdapatnya hubungan variabel tersebut dengan variabel bebas lainnya.

Dikarena skala data yang digunakan di dalam model penelitian ini adalah

pooling atau panel data maka pengujian multikolineratistas ditentukan dari matrix correlation. Di dalam model tidak terdeteksi gejala multikolinearitas bila nilai koefisien korelasi yang diperoleh berada diatas cut off 0,80. Proses pengujian data dapat dilanjutkan ketika seluruh variabel independen terbebas dari gejala multikolinearitas (Nachrowi, 2008:39).

c. Uji Autokorelasi

Menurut Winarno (2009:76), untuk mengidentifikasikan otokorelasi ada beberapa cara salah satunya yaitu Uji D-W. Uji D-W merupakan salah satu uji yang banyak dipakai untuk mengetahui ada tidaknya otokorelasi. Nilai d akan berada di kisaran 0 hingga 4. Apabila d berada di antara 1.54 dan 2,46, maka tidak ada otokorelasi, dan bila nilai d ada diantara 0 hingga 1,10 dapat disimpulkan bahwa data mengandung otokorelasi positif. Demikian seterusnya.

d. Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah disturbance error memiliki varians yang konstan. Ada berbagai pengujian untuk menyelidiki masalah heterokedastisitas. Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan uji White. Di dalam model tersebut gejala heteroskedastisitas tidak akan terjadi bila nilai observasi r-square

(9)

9 memiliki nilai probability> alpha 0,05.

Pengujian hipotesis dapat dilaksanakan setelah model regresi yang terbentuk di dalam pengujian terbebas dari gejala heteroskedastisitas Winarno (2009:97).

4.1 Uji Hipotesis dan Pembahasan 4.1.1 Uji Hipotesis

Hasil Pengujian Hipotesis

Variabel Koefisien Prob Alpha Kesimpulan Regresi Constanta -324,83 - - - CR 530,55 0,0009 0,05 Signifikan ROE 5,76 0,6338 0,05 Tidak Signifikan ROA -54,17 0,0205 0,05 Signifikan EPS 5,58 0,0000 0,05 Signifikan DER 159,80 0,2264 0,05 Tidak Signifikan F-Prob 0,000209 R-Square 0,502136

4.1.2 Pengujian Hipotesis Pertama Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama statistik pada variabel

current ratio (X1) diperoleh nilai koefisien

regresi bertanda positif sebesar 530,55 dengan tingkat probability hasil pengujian t-statistik sebesar 0,0009. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai

probability sebesar 0,0009 < alpha 0.05 maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa current ratio berpengaruh positif terhadap Harga Saham pada perusahaan

Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4.1.3 Pengujian Hipotesis Kedua

Pengujian hipotesis kedua dilakukan menggunakan variabel return on equity

(X2) diperoleh nilai koefisien regresi

bertanda positif sebesar 5,76 dengan tingkat probability hasil pengujian t-statistik sebesar 0,6338. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai

probability sebesar 0,6338 > alpha 0.05 maka keputusannya adalah Ho diterima dan Ha ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa return on equity tidak berpengaruh terhadap Harga Saham pada perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4.1.4 Pengujian Hipotesis Ketiga Pengujian hipotesis ketiga dilakukan menggunakan variabel return on asset (X3) diperoleh nilai koefisien regresi

bertanda negatif sebesar -54,17 dengan tingkat probability hasil pengujian t-statistik sebesar 0,0205. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai

probability sebesar 0,0205 < alpha 0.05 maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa return on asset berpengaruh negatif terhadap Harga Saham pada perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

(10)

10 4.1.5 Pengujian Hipotesis Keempat

Pengujian hipotesis keempat dilakukan menggunakan variabel earning per share (X4) diperoleh nilai koefisien

regresi bertanda positif sebesar 5,58 dengan tingkat probability hasil pengujian t-statistik sebesar 0,0000. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai

probability sebesar 0,0000 > alpha 0.05 maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa earning per share berpengaruh positif terhadap Harga Saham pada perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4.1.6 Pengujian Hipotesis Kelima

Pengujian hipotesis keempat dilakukan menggunakan variabel debt to equity ratio (X5) diperoleh nilai koefisien

regresi bertanda positif sebesar 159,80 dengan tingkat probability hasil pengujian t-statistik sebesar 0,2264. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai

probability sebesar 0,2264 > alpha 0.05 maka keputusannya adalah Ho diterima dan Ha ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa debt to equity rati tidak berpengaruh terhadap Harga Saham pada perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4.2 Pembahasan

4.2.1 Pengaruh Pengaruh Current Ratio Terhadap Harga Saham

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama ditemukan bahwa

current ratio berpengaruh positif terhadap Harga Saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di BEI. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Setiyawan (2014:130), dari hasil penelitiannya menemukan current ratio berpengaruh positif terhadap harga saham. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi dan Wahyudi (2012:8), dari hasil penelitiannya menemukan bahwa

current ratio berpengaruh negatif terhadap harga saham. Hasil yang diperoleh dalam tahapan pengujian hipotesis pertama konsisten dengan uraian teori maupun hipotesis yang diajukan. Dimana menyatakan bahwa current ratio akan berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Dari hasil pengujian hipotesis variabel

current ratio terbukti berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Ini menggambarkan bahwa tinggi maupun rendah current ratio akan mempengaruhi Harga Saham.

(11)

11 4.2.2 Pengaruh Return on Equity

Terhadap Harga Saham

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua ditemukan bahwa return on equity tidak berpengaruh terhadap Harga Saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di BEI. Temuan ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Perdana, dkk (2011:7), hasil penelitiannya menemukan return on equity tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Hutami (2012:120), dari hasil penelitiannya menemukan return on equity

berpengaruh terhadap harga saham.

Hasil yang diperoleh dalam tahapan pengujian hipotesis kedua tidak konsisten dengan uraian teori maupun hipotesis yang diajukan dimana menyatakan bahwa return on equity dapat mempengaruhi Harga Saham dengan hubungan positif, namun hasil dari pengujian hipotesis membuktikan bahwa return on equity

tidak memiliki pengaruh terhadap Harga Saham. Ini menggambarkan bahwa baik tinggi maupun rendah return on equity

tidak akan mempengaruhi Harga Saham. Dengan asumsi perusahaan yang memiliki laba yang tinggi belum tentu mengalokasikan laba tersebut untuk dibagikan kepada pemegang saham, bisa jadi perusahaan menggunakannya untuk laba ditahan sehingga tidak adanya

pembagian dividen, begitu juga sebaliknya. Hal ini akan berpengaruh kepada keputusan investor untuk berinvestasi sehingga akan menjadi penggerak untuk harga saham dan akan berdampak kepada Harga Saham.

4.2.3 Pengaruh Return on Asset Terhadap Harga Saham

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga ditemukan bahwa return on asset berpengaruh negatif terhadap Harga Saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di BEI. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Darnita (2012:13), dari hasil penelitiannya menemukan return on asset berpengaruh negatif terhadap harga saham.

Hasil yang diperoleh dalam tahapan pengujian hipotesis ketiga tidak konsisten dengan uraian teori maupun hipotesis yang diajukan dimana menyatakan bahwa return on asset akan berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Dari hasil pengujian hipotesis variabel return on sset

berpengaruh negatif terhadap Harga Saham. Ini menggambarkan bahwa semakin tinggi nilai return on asset maka akan meningkatkan Harga Saham perusahaan. Hal ini dapat disebabkan karena jika perusahaan bisa meraih profit atau keuntungan yang bagus disetiap periode, para investor tidak perlu mengkhawatirkan perusahaan tersebut

(12)

12 akan merugi atau bahkan bankrut.

Sehingga, keuntungan atau profit yang didapat oleh perusahaan, dapat dinikmati juga oleh para investor dan membuka kemungkinan datangnya investor-investor baru lagi yang ingin menanamkan modal mereka disana yang dapat meningkatkan harga pasar saham perusahaan tersebut.

4.2.4 Pengaruh Earning Per Share Terhadap Harga Saham

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis keempat ditemukan bahwa

earning per share berpengaruh positif terhadap Harga Saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di BEI. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Priatinah dan Kusuma (2012:62), dari hasil penelitiannya menemukan earning per share

berpengaruh positif terhadap terhadap harga saham. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Darnita (2012:13), menemukan

earnings per share berpengaruh negatif terhadap harga saham. Hasil yang diperoleh dalam tahapan pengujian hipotesis keempat konsisten dengan uraian teori maupun hipotesis yang diajukan dimana menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai earning per share akan semakin mendorong nilai Harga Saham.

Hasil penelitian ini menunjukkan semakin tinggi earning per share

menunjukkan bahwa jumlah laba yang dibagikan kepada investor semakin besar, sehingga akan menarik investor untuk membeli saham, dengan permintaan saham yang meningkat maka harga saham perusahaan juga akan meningkat.

4.2.5 Pengaruh Debt to Equity Ratio Terhadap Harga Saham

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis keempat ditemukan bahwa debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap Harga Saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di BEI. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ratih (2013:11), dari hasil penelitiannya menemukan debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Perdana, dkk (2011:8), dari hasil penelitian mereka menemukan debt to equity ratio berpengaruh terhadap harga saham. Hasil yang diperoleh dalam tahapan pengujian hipotesis kelima tidak konsisten dengan uraian teori maupun hipotesis yang diajukan dimana menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai

debt to equity ratio akan semakin mendorong nilai Harga Saham kearah negatif. Sedangkan hasil pengujian hipotesis variabel debt to equity ratio

terbukti tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Ini menggambarkan bahwa baik

(13)

13 tinggi maupun rendah hutang perusahaan

terhadap ekuitasnya tidak akan mempengaruhi Harga Saham.

Dengan asumsi bagi perusahaan yang memiliki tingkat hutang yang tinggi dan memiliki kemampuan pelunasan hutang yang baik maka akan menjadi sinyal baik bagi investor, namun sebaliknya jika perusahaan memiliki hutang yang tinggi maupun rendah namun tidak memiliki tata kelola yang baik maka minat investor akan berkurang dan akan berdampak terhadap harga saham perusahaan tersebut.

PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan kepada analisis dengan pembahasan hasil pengujian hipotesis maka dapat diajukan beberapa kesimpulan penting yang merupakan inti jawaban dari masalah yang dibahas didalam penelitian ini, yaitu:

1. Current ratio berpengaruh positif terhadap Harga Saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2. Return on equity tidak berpengaruh

terhadap Harga Saham perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 3. Return on Asset berpengaruh negatif

terhadap Harga Saham perusahaan

Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 4. Earning per share berpengaruh

positif terhadap Harga Saham

perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

5. Debt to equity ratio tidak

berpengaruh terhadap Harga Saham

perusahaan Hotel, Restoran Pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

5.2 Keterbatasan Penelitian dan Saran

Penelitian ini tentunya masih memiliki keterbatasan penelitian dan saran yang dapat dijadikan pertimbangan bagi peneliti berikutnya agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Keterbatasan dan saran tersebut diantaranya:

1. Jumlah perusahaan yang masih relatif sedikit. Oleh sebab itu disaranakan bagi peneliti selanjutnya untuk menambah lingkup objek penelitian.

2. Tersedia banyak sumber data atau informasi untuk kepentingan analisis. Penelitian ini menggunakan sumber data yang berasal dari publikasi ICMD, dimana hasil yang diperoleh belum tentu sama dengan hasil yang diperoleh dari sumber data lainnya. Oleh sebab itu penelitian selanjutnya disarankan untuk memeriksa

(14)

14 konsistensi temuan dengan

menggunakan sumber data yang berbeda.

3. Pada penelitian ini hanya menguji beberapa faktor yang mempengaruhi Harga Saham, yaitu current ratio,

return on equity, return on asset,

earning per share, debt to equity ratio. Oleh sebab itu disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel yang mempengaruhi harga saham agar meningkatkan akurasi hasil dan variabel yang mempengaruhi dimasa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki. 2000. Intermediate Accounting. Edisi Ketujuh. Yogyakarta: BPFE

Darmaji,Tjiptono dan Hendy M.Fakhrudin. 2006. Pasar Modal di Indonesia Pendekatan Tanya Jawab. Jakarta: Salemba Empat

Darnita, Elis. 2012. Analisis Pengaruh

Return on Asset, Return on Equity, Net profit Margin dan Earnings Per Share Terhadap Harga Saham:

Studi Pada Perusahaan Food and Baverages yang Terdaftar di BEI pada Tahun 2008-2012. Hal 1-16 Darsono dan Ashari. (2005). Pedoman

Praktis Memahami Laporan Keuangan. Yogyakarta : Andi. Dewi, Rachmawati dan Wahyudi, Sugeng.

2012. Analisis Pengaruh Rasio Keuangan dan Makro Ekonomi Terhadap Harga Saham Pada

Perusahaan Lq 45 yang Terdaftar di BEI Tahun 2007-2011. Diponegoro Journal of Management. Volume (1). Nomor 1. Hal 1-11

Fahmi, Irham. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Bandung : Alfabeta Ghozali, Imam. 2011. Dasar Dasar

Statistik Dalam Aplikasi SPSS 19.0. Semarang : Universitas Dipenegoro:

Gujarati, Damodar. 2004. Basic of Ecconometrica. Seven Editions.Pearson

Harahap, Sofyan Syafri. 2010. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Edisi 1. Jakarta : Rajawali Pers Hutami, Rescyana Putri. 2012. Pengaruh

Devidend Per Share, Return on Equity dan Net Profit Margin

Terhadap Harga Saham Perusahaan Industri Manufaktur yang Tercatat di BEI Periode 2006-2010. Jurnal Nominal. Volume (1). Nomor (1). Hal 104-123

Jogiyanto. 2008. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE

Kasmir. 2008. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers

Mardiyanto, Handoyo. 2009. Intisari Manajemen Keuangan. Jakarta: PT Grasindo

Munawir. 2004. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta. Liberty. Palepu, Benard Healy. 2007. Bussiness

Analisys Valuation Using Financial Statement. Second Edition.

Pebriana, Feni. 2013. Analisis Earnings Per Share, Return on Asset dan Debt to Equity Ratio Terhadap Harga Saham Perusahaan yang

(15)

15

Tergabung dalam Indeks Sri Kehati di BEI Periode 2010-2013. Hal 1-16

Perdana, Rizky Agustine Putri, Darminto dan Sudjana, Nengah. 2011. Pengaruh Return on Equity, Earnings Per Share dan Debt to Equity Ratio Terhadap Harga Saham: Studi Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Go Publik di BEI Periode 2008-2011. Hal 1-9

Priatinah, Denies dan Adhe Kusuma, Prabandaru 2012. Pengaruh Return On Investment, Earning Per Share,

dan Dividen Per Share terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2008-2010. Jurnal Nominal. Volume (I) Nomor I. Tahun 2012. Hal 50-64

Ratih, Dorothea. 2013. Pengaruh Earnings Per Share, Price Earnings Ratio, Debt to Equity Ratio dan Return on Equity Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2010-2012.Diponegoro Journal Of Social And Politic Tahun 2013.

Hal. 1-12

http://ejournals1.undip.ac.id/index. php/

Riyadi, S. 2006. Banking Assets and Liability Management. Edisi 3. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Ross, Williamson, Jeff. 2010. Financial

Management. Princhall. New York.

Sartono, Agus, 2010 Manajemen Keuangan dan Aplikasi Perusahaan, Rieneka Cipta, Jakarta.

Setiyawan, Indra. 2014. Pengaruh Current Ratio, Inventory Turnover, Time Interest Earned dan Return on Equity terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi yang Terdaftar di (BEI) Periode 2009-2012. Jurnal Nominal.Volume (3). Nomor 2. Hal 1-17

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis (pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D). Bandung: CV Alfabeta Sutrisno. 2005. Manajemen Keuangan

Teori, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ekonisi.

Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio dan

Investasi. Edisi pertama.

Yogyakarta: Kanisius

Trisnawati, Mamik. 2012. Pengaruh

Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Return on Equity, Net Profit

Margin dan Earning Per Share

Terhadap Harga Saham Studi

Kasus Perusahaan Food and

Beverages yang Terdaftar di BEI tahun 2009-2012. Hal 1-18

Winarno, Wing Wahyu. 2009. Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan EViews. Yogyakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.

Referensi

Dokumen terkait

Diskusi kelompok, berikan tanda (I), kegiatan yang dilakukan guru adalah memastikan anggota kelompok terdiri dari anak lambat dan cepat belajar agar yang cepat belajar dapat

Kesimpulan dari hasil temuan data peneliti adalah ada pengaruh dari tingkat pengetahuan label low fat high calcium terhadap tingkat kepercayaan pada produk susu

Leader / Manajer &#34;tidak hanya dapat menjadwalkan tugas ini, tetapi harus mempunyai waktu untuk menetapkan tujuan, Prioritas, mempertimbangkan hambatan, membekali

Perhitungan dan jurnal koreksi yang harus dibuat oleh perusahaan per 31 Desember 2011 Perhitungan dan jurnal koreksi yang harus dibuat oleh perusahaan per 31 Desember 2011.

Daerah yang mempunyai komponen bauran industri yang paling tinggi di Kabupaten Purworejo adalah Kecamatan Purworejo, artinya Kecamatan Purworejo lebih banyak berspesialisasi

Tempat wisata menjadi suatu tempat yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), maka dari itu draft perencanaan sangat dibutuhkan agar pengembangan wisata

Secara keseluruhan capaian kinerja Utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 sebesar 100,70% dapat dinyatakan berhasil. Hal ini dikarenakan indikator

Hal tersebut memberikan indikasi positif bahwa kegiatan pengabdian ini memberikan dampak yang baik sebagai permulaan untuk membangun motivasi guru dalam menulis