• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERUBAHAN RENSTRA KELURAHAN WATES TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERUBAHAN RENSTRA KELURAHAN WATES TAHUN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PERUBAHAN RENSTRA

KELURAHAN WATES

TAHUN 2011 – 2016

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

KELURAHAN WATES

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah

melimpahkan segala rahmat-Nya sehingga telah tersusun Perubahan Rencana Strategis

(Renstra) Kelurahan Wates periode tahun 2011 – 2016.

Perubahan Renstra ini disusun dalam rangka mendukung pencapaian visi dan

misi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang tertuang dalam Review Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode tahun 2011 – 2016.

Kelurahan Wates sebagai bagian dari perangkat daerah di wilayah memiliki peran

strategis untuk berkontribusi mewujudkan target capaian kinerja yang telah ditetapkan

lima tahun ke depan khususnya di wilayah kerja yang menjadi tanggung jawabnya. Oleh

karena itu Renstra sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan lima tahunan adalah

penting karena materi perencanaan tersebut akan menentukan arah kebijakan, sebagai

pedoman penyelenggaraan dan pengendalian pemerintahan, dan sebagai alat ukur

capaian kinerja di akhir periode Renstra.

Dalam penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Kulon Progo, Lurah

menyelenggarakan

fungsi umum pemerintahan,

menangani

sebagian urusan

pemerintahan daerah yang meliputi : fasilitasi, koordinasi, pembinaan dan pelayanan

umum. Bentuk dari pelayanan umum yang dilaksanakan di Kelurahan Wates adalah

bersifat rekomendasi, bukan bersifat memutuskan secara final. Dengan demikian

penyusunan Perubahan Renstra ini berdasarkan pada perencanaan dalam Perubahan

RPJMD Kabupaten Kulon Progo, memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah dan

dikaitkan denga pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kelurahan.

Meskipun secara bertahap selalu dilaksanakan perbaikan, akan tetapi kami sadar

bahwa Perubahan Renstra ini masih mengalami kelemahan dan kekurangan baik dari sisi

format maupun substansi. Untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan sebagai

masukan ketika pada saatnya nanti harus melakukan peninjauan kembali (

review

)

Renstra ini.

Demikian dan terima kasih.

Wates, 19 Agustus 2014

Lurah Wates

R.SIGIT PURNOMO,S.IP

Penata Tk. I, III/d

NIP. 19680212 1991031003

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...

KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI...

DAFTAR TABEL...

i

ii

iii

iv

BAB I PENDAHULUAN

1. 1.

Latarbelakang...

1. 2.

LandasanHukum...

1. 3.

Maksud danTujuan...

1. 4.

SistematikaPenulisan...

1

2

3

3

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

2. 1.

Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD...

2. 2.

Sumber Daya SKPD...

2. 3.

Kinerja Pelayanan SKPD...

2. 4.

Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD...

5

8

10

14

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK & FUNGSI

3. 1.

Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi

Pelayanan SKPD...

3. 2.

Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil

KepalaDaerahTerpilih...

3. 3.

Telaahan Renstra K/L danRenstra...

3. 4.

Penentuan Isu-isu strategis...

15

17

17

19

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

4. 1.

Visi dan Misi SKPD...

4. 2.

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD...

4. 3.

Strategi dan Kebijakan SKPD...

20

20

21

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA

KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF...

22

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN

DAN SASARAN RPJMD...

23

BAB VII

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1

Tabel 2.2

Tabel 2.3

Tabel 2.4

Tabel 2.5

Tabel 2.6

Tabel 3.1

Tabel 3.2

Tabel 3.3

Tabel 3.4

Tabel 3.5

Tabel 4.1

Tabel 4.2

Tabel 5.1

Tabel 6.1

Susunan Pegawai Kelurahan Wates...

Tingkat Pendididkan Aparatur Kelurahan Wates...

Aparat Kelurahan Wates Yg Mendapatkan Diklat/Bimtek/Kursus

Data Kelengkapan Sarana dan Prasarana Kantor...

Pencapaian Kinerja Pelayanan Kelurahan Wates...

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan SKPD Kelurahan..

Identifikasi Permasalahan Berdasar Tugas & Fungsi Kelurahan

Identifikasi Isu-Isu Strategis (Lingkungan Eksternal)...

Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan SKPD Terhadap

Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil

Kepala Daerah...

Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya

Permasalahan Pelayanan SKPD Berdasarkan Analisis KLHS

beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan

Penanganannya...

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD...

Strategi dan Kebijakan SKPD...

Rencana Program kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran

dan Pendanaan Indikatif...

Indikator Kinerja SKPD Yang Mengacu pada Tujuan dan

Sasaran RPJMD ...

7

8

8

9

9

10

12

16

17

19

20

21

21

23

24

DAFTAR GAMBAR

(5)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENSTRA- SKPD) yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan teknis operasional yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan. Renstra disusun sesuai dengan tugas Satuan Kerja Perangkat Daerah dan merupakan penjabaran RPJM Daerah untuk jangka waktu lima tahunan.

Perkembangan lingkungan strategis baik nasional, regional, dan daerah mengharuskan birokrasi (Pemerintah Pusat / daerah) untuk senantiasa responsif terhadap perubahan dan tuntutan dengan mengkaji ulang pendekatan dan sistem perencanaan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang terarah demi terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih.

Di tengah perjalanan pelaksanaan RPJMD Kabupaten Kulon Progo Periode 2012-2016 terjadi perubahan-perubahan yang mengharuskan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melaksanakan review atau perubahan terhadap program kerja serta kegiatan yang telah direncanakan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan rencana program dan target kinerja yang lebih realistis, terukur dan transparan.

RPJMD Kabupaten Kulon Progo Tahun 2011-2016 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 2 Tahun 2012, telah memasuki pelaksanaan tahun ketiga pada tahun 2014. Dalam perkembangannya terdapat asumsi kerangka ekonomi daerah yang sudah tidak sesuai terkait kemampuan keuangan daerah, adanya perubahan kelembagaan dan kebijakan pemberdayaan penguatan ekonomi lokal. Selain itu, terdapat indikator kinerja program yang sifatnya bukan merupakan outcome dan indikator kinerja kegiatan yang sifatnya bukan output, dan target kedua indikator kinerja tersebut ada yang belum terukur (kuantitatif), sehingga pada tahapan evaluasi mengalami kesulitan pengukuran pencapaian target. Demikian juga terdapat ketidaktegasan keterkaitan kegiatan dengan pencapaian program, sehingga tidak secara signifikan biasa diketahui apakah kegiatan dapat memberikan kontribusi secara langsung terhadap pencapaian target program. Dengan pertimbangan tersebut maka dilakukan perubahan terhadap RPJMD Kabupaten Kulon Progo yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kulon ProgoTahun 2011-2016.

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan persetujuan DPRD bersama para pemangku kepentingan sesuai peran dan kewenangannya menyusun Perubahan RPJMD Kabupaten Kulon Progo Tahun 2011-2016. Dengan perubahan RPJMD tersebut, maka sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 perlu dilakukan perubahan Renstra SKPD, demikian juga KeKelurahan Wates sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkewajiban menyusun Perubahan RencanaStrategis (Renstra) tahun 2011-2016.

(6)

1.2 Landasan Hukum

Dalam penyusunan RENSTRA SKPD ini sejumlah peraturan telah digunakan sebagai rujukan, yaitu :

- Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

- Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

- Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 08 tahun 2008 tentang Tahapan Tata cara Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah;

- Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 14 Tahun 2007 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kulon Progo;

- Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 16 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Kulon ProgoTahun 2005-2025;

- Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 15 Tahun 2008 tentang Kelurahan; - Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 16 Tahun 2008 tentang Perubahan

Staus Desa Wates menjadi Kelurahan Wates;

- Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kelurahan Wates;

- Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 8 Tahun 2009 tentang Perubahan Perda No 15 tahun 2008 tentang Kelurahan;

- Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 09 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Perda No 16 Tahun 2008 tentang Perubahan Status Desa Wates menjadi Kelurahan; - Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 10 Tahun 2009 tentang Perubahan atas

Perda No 17 Tahun 2008 tentang Pembentukan dan Organisasidan Tata Kerja Kelurahan; - Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata

Ruang Wilayah Kabupaten Kulon Progo 2012-2032;

- Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 2 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kulon Progo 2011-2016; - Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perubahan

Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 2 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kulon Progo 2011-2016; - Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 48 Tahun 2010 tentang Pelimpahan Sebagian

Kewenangan Bupati kepada Lurah;

- Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 56 Tahun 2010 tentang Uraian Tugas pada Unsur Terendah di Kelurahan;

- Keputusan Kelurahan Wates Nomor 15.A/KPTS/2012 Tentang Rencana Strategis Kelurahan Wates Tahun 2011-2016.

(7)

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud disusunnya Renstra Kelurahan Wates Tahun 2011-2016 adalah memberikan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan program dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya pada tahun 2011-2016 yang dilaksanakan secara terpadu, sinergis, harmonis dan berkesinambungan.

Perubahan Renstra Kelurahan Wates disusun untuk menyesuaikan perubahan sasaran, strategi, kebijakandan program yang tertuang pada Perubahan RPJMD 2011-2016 sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo No. 7 Tahun 2014, dalam upaya percepatan pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan karena perubahan kondisi dan permasalahan yang dihadapi daerah.

Tujuan disusunnya Rencana Strategis Kelurahan Wates adalah:

1. Sebagai pedoman bagi Kelurahan Wates untuk menyusun program dan kegiatan jangka waktu lima tahun.

2. Sebagai dokumen untuk mewujudkan sasaran-sasaran dalam dokumen RPJMD Tahun 2011-2016.

3. Menjadi alat untuk mengukur kinerja pelayanan Kelurahan Wates.

Perubahan Renstra Kelurahan Wates disusun dengan tujuan sebagai pedoman penyusunan perencanaan tahunan Kelurahan Wates tahun 2015 dan 2016, dan sebagai evaluasi pelaksanaan program kegiatan tahun 2015 dan 2016, sehingga dapat memberikan pencapaian pengukuran kinerja Kelurahan Wates.

1.4 Sistematika Penulisan

Perubahan Rencana strategis Kelurahan Wates disusun dengan sistematika sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang B. Landasan Hukum C. Maksud danTujuan D. Sistematika Penulisan

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

E. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD

F. Sumber Daya SKPD

G. Kinerja Pelayanan SKPD

H. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

BAB III ISU – ISU STRTEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

I. Indentifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

J. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

K. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah L. Penentuan Isu-isu Strategis

(8)

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN M. Visi dan Misi SKPD

N. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD O. Strategi dan kebijakan SKPD

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,

KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD MENGACU PADA TUJUAN DAN

SASARAN RPJMD

BAB VII PENUTUP

Dengan gambaran sistematika seperti tersebut di atas, maka dapat mempermudah dalam menyusun dan menulis RENSTRA-SKPD Kelurahan Wates.

(9)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN SKPD

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelurahan Wates dan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 48 Tahun 2010 diubah dengan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 16 Tahun 2011 tentang Pelimpahan Sebagian Urusan Pemerintahan dari Bupati Kepada Lurah. Untuk itu Program ini disusun dalam rangka mengatasi dan memecahkan masalah pemerintahan, fasilitasi dan kemasyarakatan serta pelayanan umum di wilayah Kelurahan baik administrasi maupun lapangan.

Sedang berdasarkan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 56 Tahun 2010 yang diubah dengan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 96 tahun 2011 tentang Uraian Tugas Unsur Organisasi Terendah Pada Kelurahan adalah sebagai berikut :

1. Lurah

Lurah mempunyai fungsi penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta pelaksanaan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati. 2. Sekretaris

Sekretaris Kelurahan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga, Perlengkapan, perbekalan, ketatausahaan, keuangan dan kepegawaian serta tugas lain yang diberikan Lurah berkaitan dengan bidang tugasnya.

3. Seksi Pemerintahan

Seksi Pemerintahan mempunyai tugas menyelenggarakan, memfasilitasi dan melaksanakan pembinaan pemerintahan umum, pemerintahan desa, administrasi kependudukan, pertanahan dan melaksanakan kegiatan di bidang pemerintahan lainnya. 4. Seksi Perekonomian dan Pembangunan

Seksi Perekonomian dan Pembangunan mempunyai tugas menyelenggarakan, memfasilitasi dan melaksanakan pembinaan pembangunan, sarana dan prasarana fisik, pertanian dan kelautan, perekonomian dan lingkungan hidup.

5. Seksi Kesejahteraan Rakyat:

Mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk pelaksanaan serta bahan-bahan lainnya yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat. 6. Seksi Pemberdayaan Masyarakat

Seksi Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas menyelenggarakan, memfasilitasi dan melaksanakan pembinaan bidang pemberdayaan masyarakat.

STRUKTUR ORGANISASI SKPD

Susunan organisasi dan tata kerja Kelurahan sebagai salah satu perangkat daerah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor :17 Tahun 2008 pasal 6 ayat (2) sebagai berikut :

(10)

Susunan Organisasi Kelurahan terdiri dari : a. Lurah;

b. Perangkat Kelurahan yang terdiri dari : 1. Sekretariat;

2. Seksi Pemerintahan;

3. Seksi Perekonomian dan Pembangunan; 4. Seksi Kesejahteraan Rakyat;

5. Seksi Pemberdayaan Masyarakat, dan 6. Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu.

(11)

Adapun bagan struktur organisasi Kelurahan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 17 Tahun 2008 adalah sebagai berikut :

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI KECAMATAN

SEKSI

KETERANGAN : Garis Komando : Garis Koordinasi : LURAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU SEKRETARIS KELURAHAN SEKRETARIS KELURAHAN

SEKSI

PEMERINTAHAN

SEKSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT SEKSI PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN

(12)

2.2 SUMBER DAYA SKPD

A. Susunan Kepegawaian

Di Kelurahan Wates jumlah pegawai keseluruhan ada 12 orang. Apabila dibandingkan dengan ketentuan sebagaimana dalam Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 74 Tahun 2010 tentang Kualifikasi Jabatan Struktural Dan Jabatan Fungsional Umum Pada Pemerintah Daerah, maka sudah sesuai dengan formasi. Meskipun penataan belum sesuai dengan formasi. Secara umum kondisi ini tidak mengganggu jalannya roda pemerintahan Kelurahan. Namun demikian mengingat ke depan pekerjaan semakin rumit dan kompleks, penataan pegawai dapat segera dipenuhi sesuai dengan kualifikasi jabatan yang tersedia.

Kondisi atau susunan kepegawaian di Kelurahan Wates dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 2.1.

Pegawai Kelurahan Wates Kabupaten Kulon Progo menurut Jenis Kelamin dan Golongan Pangkat tahun 2014

Unit Pria Wanita Gol.II Gol.III Gol.IV Jumlah

Lurah 1 - - 1 - 1

Sekretariat 2 1 2 1 - 3

Seksi Pemerintahan 2 - 1 1 - 2

Seksi Ekonomi dan Pembangunan 1 1 1 1 - 2

Seksi Kesejahteraan Rakyat 2 - 1 1 2

Seksi Pemberdayaan Masyarakat - 2 1 1 - 2

Jumlah 8 4 6 6 - 12

Tabel 2.2.

Tingkat Pendidikan Pegawai Kelurahan Wates Kabupaten Kulon Progo tahun 2014

Unit SLTP SLTA D-3 S-1 S-2 Jumlah

Lurah - - - 1 - 1

Sekretariat - 2 - 1 - 3

Seksi Pemerintahan - 1 - 1 - 2

Seksi Ekonomi dan Pembangunan - 1 - 1 - 2

Seksi Kesejahteraan Rakyat - 2 - - - 2

Seksi Pemberdayaan Masyarakat - 1 - 1 - 2

Jumlah 7 5 12

Dari segi tingkat pendidikan aparatur di Kelurahan Wates rata-rata adalah SLTA. Sedangkan pegawai yang berpendidikan Strata 1 sudah sesuai dengan kebutuhan kualifikasi pendidikan yang diharapkan, meskipun secara keseluruhan belum dapat memenuhi kualifikasi jabatan yang tersedia. Adapun data selengkapnya adalah sebagai berikut:

(13)

Untuk segi peningkatan ketrampilan dan pengetahuan aparatur di tingkat Kelurahan Wates telah diberikan diklat/bimtek/kursus yang menunjang pelaksanaan tugas di tingkat Kelurahan. Adapun banyaknya aparat yang telah mengikuti program tersebut ditunjukkan dengan tabel di bawah ini:

Tabel 2.3.

Peningkatan Ketrampilan dan Pengetahuan Aparatur yang Mendapatkan Diklat/Bimtek/Kursus di Kelurahan Wates

Kabupaten Kulon Progo tahun 2014

Aparat Kelurahan No Jenis Yang pernah

mengikuti Keadaan yang Seharusnya 1. DIKATPIM IV 1 6 2. DIKLATPIM III - 6 4. DIKLATPIM II - 6 5. JDI - 6 6. Perpustakaan 1 1 7. KMP - - 8. Bendaharawan 2 3 9. Kearsipan 1 1 10. Lain-lain - -

Sumber: Data Kelurahan Juni 2014

Dari data tersebut di atas, disimpulkan bahwa ke depan bagi pejabat struktural yang belum mengikuti diklat kepemimpinan sesuai dengan jabatan maka perlu segera diikutkan dalam diklat dimaksud. Hal ini guna mendukung dan melaksanakan ketentuan atau aturan yang berlaku dan mampu menambah wawasan dan pengetahuan bagi pejabat yang bersangkutan.

a. Perlengkapan

Sedangkan untuk keadaan perlengkapan atau sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan pekerjaan dalam rangka pelayanan masyarakat yang terdapat di Kelurahan Wates adalah sebagai berikut:

Tabel 2.4

Data Kelengkapan Sarana dan Prasarana Kantor

No Jenis Asset 2011 2012 2013 Jumlah (unit) Kondisi Baik % Jumlah (unit) Kondisi Baik % Jumlah (unit) Kondisi Baik % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 Gedung Kantor 1 1 90 1 1 80 1 1 80 2 Balai Desa 1 1 80 1 1 80 1 1 80 5 Kendaraan 1 1 90 1 1 90 1 1 90

(14)

roda dua 7 Komputer/ laptop 3 3 10 0 3 3 10 0 3 3 100 8 Tempat Parkir 1 1 50 1 1 50 1 1 50 9 Meja rapat 6 6 90 6 6 90 1 1 90 10 Kursi rapat - - - - 11 Kursi Tamu 2 2 90 2 2 80 2 2 80 12 Mesin ketik 5 2 80 5 2 80 2 2 80 13 Werelles 2 2 50 2 30 - - - 14 Sound System - - - - 15 LCD - - - 1 1 100 16 Genset - - - 1 1 100 17 Fasimile - - - - 18 Filing kabinet 3 3 60 3 3 60 3 3 50 19 Telepon 1 1 80 1 1 80 1 1 70 20 Brankas 1 1 50 1 1 50 1 1 50 Kendrn Roda 3 - - - 1 1 100

Sumber: Data Kelurahan Wates Juni 2014

Dalam rangka menunjang dan memperlancar tugas-tugas kantor diperlukan sarana dan prasarana kantor yang memadai. Dari data tersebut di atas kekurangan peralatan komputer, printer dan kendaraan bermotor secara tidak langsung memengaruhi kelancaran pekerjaan yang dilaksanakan. Sehingga pemenuhan peralatan di atas mutlak sangat dibutuhkan.

Di samping peralatan atau kelengkapan sarana dan prasarana kantor, bangunan kantor dan Balai Kelurahan serta pagar permanen perlu segera mendapatkan perhatian atau rehabilitasi. Hal ini dimaksudkan untuk menambah kenyamanan dan keamanan tempat bekerja yang didukung dengan lingkungan dan ruangan kantor yang memadai, luas, bersih dan rapi.

2.3 Kinerja Pelayanan SKPD

Pencapaian kinerja pelayanan Kelurahan dapat dilihat pada Tabel 2.5 berikut ini:

Tabel 2.5

Pencapaian kinerja pelayanan Kelurahan

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

SASARAN

TARGET PER TAHUN

2012 2013 2014 2015 2016

1. Meningkatnya kualitas

pelayanan kelurahan

Capaian Peningkatan

(15)

Berdasarkan tabel di atas, Target Indikator Kinerja Kunci (IKK) dimana capaiannya masih berada di bawah 100% hal itu disebabkan penyerapan kebutuhan dan angaran tidak sesuai.

Anggaran dan realisasi belanja pendanaan pelayanan Kelurahan serta anggaran dan realisasi pendanaan pelayanan Kelurahan secara berturut-turut dapat dilihat pada Tabel 2.6 dan Tabel 2.7.

(16)

Anggaran dan realisasi pendanaan pelayanan pada Kelurahan wates dari Tahun menunjukkan perubahan fluktuatif didalam realisasi keuangan. Fluktuasi capaian realisasi anggaran tersebut terjadi karena terjadi ketidakoptimalan didalam realisasi keuangan yang disebabkan karena masih terdapatnya efisiensi anggaran. Permasalahan-permasalahan tersebut tentunya perlu dilakukan telaah lebih lanjut didalam mekanisme penganggaran untuk dapat disusun solusi optimasi pelaksanaan anggaran dan belanja.

2.4 TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN SKPD

Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya SKPD Kelurahan Wates yang cukup komplek dalam rangka peningkatan pelayanan SKPD jelas sekali mempunyai tantangan dan sekaligus peluang untuk bisa mencapai target peningkatan kualitas pelayanan SKPD Kelurahan kepada Masyarakat :

1. Tantangan :

a. Jumlah dan kualitas sumber daya manusia Kelurahan Wates terbatas belum sepenuhnya bisa melaksanakan tugas secara menyeluruh dari tugas pembantuan sebagian kewenangan yang diberikan Bupati kepada Lurah. b. Perlunya ditinjau ulang Keputusan Bupati tentang Status jalan desa, karena

berubahnya status desa menjadi Kelurahan.

2. Peluang :

a. Sebagai ibukota Kabupaten

(17)

BAB III

ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi Kelurahan Wates sebagai pelayan masyarakat adalah sebagai berikut;

1. Aspek kajian dari sumber daya manusia

Aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat dituntut untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar apa yang menjadi visi dan misi SKPD bisa terwujud. Apabila dilihat pada saat ini antara jumlah dan kemampuan pegawai dibanding dengan beban tugas masih kurang memadai. Faktor yang mempengaruhi secara intern yaitu motivasi kerja dan secara ekstern meliputi tuntutan untuk selalu memperbaiki kinerja, dukungan dari atasan, sistem pengendalian intern atau pengawasan melekat belum berjalan sebagaimanana mestinya.

2. Aspek kajian dari sarana dan prasarana

Kondisi saat ini dengan terbatasnya sarana dan prasarana penunjang dengan faktor yang mempengaruhi baik intern maupun faktor ekstern , aparatur Kelurahan Wates tetap dituntut untuk meningkatkan kinerja dalam rangka pelayanan masyarakat. Dengan kondisi tersebut aparatur Kelurahan Wates harus dapat mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada, tanpa menggangu proses pelayanan masyarakat

3. Aspek kajian dari jumlah anggaran

Kurang seimbangnya dukungan anggaran dibandingkan dengan beban tugas yang dilaksanakan dengan faktor yang mempengaruhi secara intern dengan tugas pembantuan sebagian kewenangan yang diberikan bupati kepada Lurah belum disertai dengan sumber daya manusia, keuangan, materi dan methodologinya dengan permasalahan / tantangan yakni aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat dituntut selalu untuk berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar apa yang menjadi visi dan misi SKPD bisa terwujud.

Dari identifikasi permasalahan tersebut di atas, maka Kelurahan Wates selalu berupaya untuk bisa melaksanakan tugas dan fungsinya semaksimal mungkin dengan menggunakan apa yang ada di SKPD Kelurahan Wates. Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi SKPD Kelurahan Wates dan identifikasi isu-isu strategis dapat dilihat pada tabel 3.1 dan tabel 3.2 :

(18)

Tabel 3.1

Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi SKPD Kelurahan Wates

Aspek

Kajian Capaian/ kondisi saat ini

Standar yang digunakan

Faktor yang mempengaruhi

Permasalahan Pelayanan SKPD Internal (kewenangan SKPD) Eksternal (diluar kewenangan SKPD) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Gambaran Pelayanan Kelurahan Wates - Menyelengarakan kegiatan pemerintahan Perbub nomor 48 tahun 2010 tentang pelimpahan sebagian kewenangnan bupati kepada Lurah, Perbup Nomor 56 tahun 2010 tentang uraian tugas Unsur Terendah Pada Kelurahan. - Keterbatas an anggaran - Kemampua n personil Kelurahan - Sarana dan prasarana - DPA SKPD - Peraturan (UU, PP, Perda, Perbup) - Kebijakan dari Kabupaten - APBD Kabupaten - Keterbatasa n personil baik kualitas dan kuantitas - Keterbatasa n anggaran - Menyelengarakan kegiatan perekonomian dan pembangunan - Belum meratanya pembanguna n dan perekonomi an - Menyelengarakan kegiatan kesejahteraan rakyat - Bayaknya data masyarakat yang diragukan - Menyelengarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat - Belum optimalnya lembaga kemasyarak atan - Memberikan pelayanan masyarakat - Menyelengarakan ketentraman dan ketertiban umum - Melaksanakan pemeliharaan prasarana dan fasilitasi pelayanan umum - Menginvenarisisasi data pertanahan di wilayah kelurahan - Melaksanakan administrasi pelayanan di bidang pertanahan

(19)

Tabel 3.2

Identifikasi Isu-Isu Strategis (Lingkungan Eksternal)

No

Isu Strategis Dinamika

Internasional Dinamika Nasional

Dinamika Regional/Lokal Lain-lain (1) (2) (3) (4) (5) Globalisasi semakin berpengaruh dalam proses pembangunan di Indonesia (perdagangan, perkembangan Teknologi

Informasi, dan lain-lain)

Dengan adanya UU

desa, maka kelurahan

yang menjadi SKPD

tidak mendapatkan dana

alokasi desa sesuai yang

diamatkan UU

- Peraturan (UU, PP, Perda, Perbup) - Kebijakan dari Kabupaten APBD Kabupaten

-

Status desa

menjadi

kelurahan semua

aset menjadi hak

Kabupaten dan

Propinsi.

Peningkatan SDM Kelurahan mutlak sangat diperlukan

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Berdasarkan Visi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun 2011 – 2016 yang hendak dicapai dalam tahap kedua ini adalah;

“TERWUJUDNYA MASYARAKAT KULON PROGO YANG SEHAT, MANDIRI, BERPRESTASI, ADIL, AMAN DAN SEJAHTERA BERDASARKAN IMAN TAQWA”.

Dari Visi Kabupaten Kulon Progo tersebut di atas merupakan kondisi yang diharapakan 5 tahun ke depan dan mempunyai pemahaman pembangunan sebagai berikut:

1. Sehat

Yaitu mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat baik sehat jasmani maupun sehat dalam pengertian masyarakat mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan hidupnya dalam lingkungan yang bersih dan nyaman. Demikian pula lima tahun ke depan diharapkan akan terwujud meningkatan kualitas aparatur dan kelembagaan pemerintahan sehingga mampu memberikan pelayanan prima, transparan dan akuntabel.

2. Mandiri

Mampu meningkatakan kemandirian sumber daya manusia dan meningkatkan kemapuan wilayah dalam rangka memenuhi kebutuhan sendiri.

3. Berprestasi

Terpenuhinya kebutuhanpendidikan baik pendidikan formal, informal maupun non formal bagi seluruh masyarakat. Terpenuhinya pendidikan formal bagi seluruh usia sekolah merupakan prasarat yang sangat penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang, Sedang pendidikan informal dan non formal merupakan elemen pendukung bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan ketrampilan agar mempunyai tingkat pruduktifitas yang tinggi. Selain itu pembangunan lima tahun mendatang diharapakan dapat mewujudkan pemerintahan dan masasyarakat yang mampu berinovasi dengan eros kerja yang

(20)

tinggi agar mampu menciptakan pemerintahan yang inovatif dan produk daerah berdaya saing tinggi.

4. Adil

Pembangunan yang akan dilaksanakan lima tahun mendatang dapat dinikmati oleh seuruh masyarakat Kulon Progo secara adil dalam segala bidang kehidupan yang bermuara pada upaya perwujudan kesejahteraan.

5. Aman

Dapat mewujudkan rasa aman, ketertiban dan ketentraman bagi masyarakat Kabupaten Kulon Progo. Dengan kondisi tersebut diharakan masyarakat masyarakat dapat melangsungkan kehidupan dengan tenang dan damai dan merupakan jaminan bagi terselenggaranya pembangunan untuk mewujudkan harapan dan cita-cita bersama.

6. Sejahtera

Dapat mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk Kabupaten Kulon Progo yang terwujud pada penurunan angka kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan ketrampilan yang optimal, kesehatan yang prima dan lingkungan fisik yang berkelanjutan.

7. Berdasarkan Iman dan Taqwa

Dapat mewujudkan sumber daya manusia yang mempunyai harga diri dan martabat yang tinggi dengan dasar menyakini akan kebenaran ajaran dan ilai-nilai agama yang menjadi pedoman dan tuntunan dalam menjalankan kehidupannya, dalam wujud keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk mewujudkan Kulon Progo yang sehat, mandiri, berprestasi, adil aman, dan sejahtera berdasarkan iman dan taqwa seperti tersebut dalam visi Kulon Progo, maka pembangunan dapat dirumuskan menjadi 6 misi, yaitu :

Misi untuk mewujudkan visi pembangunan tersebut adalah:

1. Mewujudkan sumberdaya manusia berkualitas tinggi dan berakhlak mulia melalui peningkatan kemandirian, kompetensi, ketrampilan, etos kerja, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan dan kualitas keagamaan.

2. Mewujudkan peningkatan kapasitas kelembagaan dan aparatur pemerintahan yang berorientasi pada prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik dan bersih (clean government and good governance).

3. Mengembangkan keunggulan ekonomi daerah berbasis pada sektor pertanian dalam arti luas, industri dan pariwisata yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan bertumpu pada pemberdayaan masyarakat.

4. Meningkatkan pelayanan infrastruktur wilayah.

5. Mewujudkan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan secara optimal dan berkelanjutan.

6. Mewujudkan keamanan dan ketertiban melalui kepastian, perlindungan dan penegakan hukum.

(21)

Dari Visi Pembangunan tersebut di yang terkait dengan tugas dan fungsi dari Kelurahan adalah pada misi ke- 2 (satu) yaitu: “Mewujudkan peningkatan kapasitas kelembagaan dan aparatur pemerintahan yang berorientasi pada prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik dan bersih (atas, khusus cleangovernment and good governance)

Faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan Kelurahan Wates terhadap pencapaian visi, misi, dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3

Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan SKPD Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daereah dan Wakil Kepala Daerah

No Misi dan Program

KDH dan Wakil KDH terpilih

Permasalahan Pelayanan SKPD Faktor Penghambat Pendorong (1) (2) (3) (4) (5) 1 Misi 2 Mewujudkan peningkatan

kapasitas kelembagaan dan aparatur pemerintahan yang berorientasi pada prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik dan bersih (clean government and good governance). - Keterbatasan personil baik kualitas dan kuantitas - Keterbatasan anggaran - Belum meratanya pembangunan dan perekonomian - Bayaknya data masyarakat yang diragukan - Belum optimalnya lembaga kemasyarakatan

-

Semua

urusan

ditingkat

pengampu

kebijakan

dibebankan

kekelurahan

-

Semangat PNS Kelurahan tinggi

-

TPP meningkat

3.3 Penentuan Isu-isu Strategis

Dalam pelaksanaan fungsi dan tugas Kelurahan Wates dalam rangka pencapaian visi dan misi pembangunan daerah utamanya pada misi ke- 1 (satu) yaitu ” Mewujudkan sumberdaya manusia berkualitas tinggi dan berakhlak mulia melalui peningkatan kemandirian, kompetensi, ketrampilan, etos kerja, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan dan kualitas keagamaan”. dirumuskan isu strategis yang akan ditangani melalui rencana strategis Kelurahan Wates yaitu:

- Pembentukan lembaga kemasyarakatan Kelurahan Wates - Pengoptimalisasian perencanaan pembangunan

- Peningkatan kerjasama dengan permangku kepentingan dan lembaga lainnya - Peningkatan kinerja Kelurahan

(22)

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

4.1 VISI DAN MISI SKPD

Rumusan visi dan misi jangka menengah Kelurahan Wates didasarkan pada isu strategis dengan memperhatikan visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah.

4.1.1 VISI

Berdasarkan kondisi masyarakat Kelurahan Wates saat ini, permasalahan dan tantangan yang dihadapi di masa depan, serta dengan memperhitungkan faktor strategis dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat, pemangku kepentingan, serta Pemerintah Kelurahan Wates maka Visi Kelurahan Wates :

“Terwujudnya penyelengaraan pelayanan pemerintahan yang prima” Pernyataan visi tersebut memiliki pemahaman sebagai berikut:

 Terwujudya penyelengaraan pelayanan pemerintahan adalah menyelengarakan pemerintahan dan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai abdinegara yang tersetruktur mulai dari lembaga kemasyarakatan.

 Sedagkan pelayanan prima adalah bahwa semua aparatur yang terlibat mulai dari pimpinan sampai dengan bawahan harus dapat meberikan kepuasan pelayanan kepada semua pihak dengan cara ramah dan santun dengan berpedoman pada perundang-undangan yang berlaku.

4.1.1 MISI

Untuk mewujudkan visi tersebut, ditetapkan misi Kelurahan Wates tahun 2011-2016 adalah:

- Mewujudkan kualitas pelayanan kelurahan

4.2 TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH KELURAHAN

Untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi Kelurahan Wates ditetapkan sebagai berikut:

- Terwujudnya kualitas pelayanan kelurahan

Penjabaran tujuan dalam sasaran dan indikator sasaran serta target kinerja sasaran dalam 5 tahun mendatang adalah sebagaimana tertuang dalam Tabel 4.1.

Tabel 4.1

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD

NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR

SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN % 2012 2013 2014 2015 2016 1. Terwujudnya pelayanan Kelurahan Meningkatnya kualitas pelayanan Kelurahan Capaian Peningkatan Pelayanan Kelurahan 45,94 45,94 45,94 45,94 55,36

(23)

4.3 Strategi dan Kebijakan SKPD

Dengan memperhatikan kondisi, permasalahan dan tantangan serta

memperhitungkan faktor penentu keberhasilan, prioritas, tujuan, dan sasaran maka perlu ditetapkan strategi. Adapun pengertian strategi pembangunan daerah adalah :

a. Kebijakan dalam mengimplementasikan program Lurah, sebagai payung dalam perumusan program dan kegiatan pembangunan didalam mewujudkan Visi dan Misi. b. Cara mencapai tujuan dan sasaran pembangunan Kelurahan yang dituangkan/

dirumuskan dalam bentuk kebijakan.

Strategi dan kebijakan untuk mencapai misi Kelurahan Wates tahun 2011-2016 dapat digambarkan dalam tabel berikut :

Tabel 4.2

Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan

VISI Terwujudnya penyelengaraan pelayanan pemerintahan yang prima MISI Mewujudkan kualitas pelayanan kelurahan

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

Terwujudnya kualitas pelayanan di Kelurahan Meningkatnya kualitas pelayanan Kelurahan

-

Peningkatan kualitas sumber daya manusia

-

Pengoptimalan tugas

dan fungsi lembaga kemasyarakatan Kelurahan Wates

-

Meningkatkan kualitas Sumber daya manusia Kelurahan wates -Mengoptimalkan tugas dan fungsi lembaga

kemasyarakatan kelurahan Wates

(24)

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

Berdasarkan tujuan dan sasaran jangka menengah Kelurahan maka rencana program dan kegiatan, indikator kinerja program dan kegiatan, target kinerja program serta kerangka pendanaan adalah sebagaimana diuraikan dalam tabel 5.1 dan tabel 5.2.

(25)

BAB VI

INDIKATOR KINERJA SKPD MENGACU PADA

TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Perumusan indikator kinerja SKPD Kelurahan Wates yang merupakan indikator kinerja program yang bersifat hasil (outcomes) tahun 2011 – tahun 2013 merupakan realisasi kinerja yang telah dilaksanakan dan tahun 2014 – tahun 2016 merupakan target kinerja yang direncanakan yang dituangkan.

Indikator Kiner Kelurahan Wates yang pencapaiannya berkait langsung dengan pencapaian Indikator Kinerja Daerah sebagaimana tabel 6.1 dan Indikator Kinerja Kelurahan Wates yang dilaksanakan sebagaimana tabel 6.2 berikut:

Tabel 6.1

Indikator Kinerja SKPD Kelurahan Wates Kulon Progo yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD

No. Indikator

Kondisi Kinerja pada awal periode

RPJMD

Target Capaian Setiap Tahun

Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1 Capaian peningkatan kualitas pelayanan kelurahan (%) - 45,94 45,94 45,94 45,94 55,36 55,36

(26)

BAB VII P E N U T U P

Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah merupakan dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun yang merupakan pelaksanaan RPJMD. Perubahan Restra Kelurahan Wates Tahun 2011-2016 dilaksanakan untuk lebih meningkatkan akselerasi pembangunan daerah guna mencapai visi dan misi Bupati Kulon Progo Tahun 2011-2016 yang lebih terukur dan akuntabel sesuai dengan Perubahan RPJMD Kabupaten Kulon Progo Tahun 2011-2016. Kinerja dan keuangan daerah tahun 2011-2013 yang tercantum dalam dokumen ini merupakan realisasi capaian kinerja yang telah dilaksanakan, sebagai bahan evaluasi sekaligus pijakan perencanaan kinerja tahun 2014-2016.

Perubahan Rencana strategis ini selanjutnya akan menjadi alat untuk mengukur kinerja pelayanan Kelurahan Wates dan menjadi pedoman bagi Kelurahan Wates untuk menyusun program dan kegiatan tahun 2015 – 2016 serta untuk mengisi kekosongan dokumen perencanaan pada masa transisi tahun 2017.

Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Perubahan Renstra Kelurahan Wates Tahun 2011- 2016, maka Kelurahan Wates berkewajiban untuk melakukan upaya penyelarasan terhadap penjabaran Perubahan Renstra Tahun 2011-2016 ke dalam Rencana Kerja (Renja) Kelurahan Wates Tahun 2015-2016 dan masa transisi Tahun 2017. Kelurahan Wates Kabupaten Kulon Progo juga berkewajiban melakukan monitoring, pengendalian dan evaluasi capaian kinerja dan keuangan guna pencapaian target atau rencana kinerja dan keuangan yang ditetapkan pada tahun berjalan dan akhir tahun Renstra Tahun 2011-2016.

Wates, 19 Agustus 2014 Lurah Wates

R.SIGIT PURNOMO,S.I.P. Penata Tk. I, III/d NIP. 19680212 1991031003

Referensi

Dokumen terkait

110 Hasil penelitian dari aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar pada siklus I pertemuan I diperoleh jumlah rata-rata prosentase 37,5 dan pada siklus I

Dalam pelaksanaan proyek tidak luput dari terjadinya perubahan item pekerjaan, perubahan volume yang dapat mengakibatkan terjadi nya reschedule terhada time

perusahaan beranggapan bahwa dengan banyaknya hasil produksi maka produktivitas akan naik, sementara dalam melakukan penilaian kinerja perusahaan tidak

ANALISIS RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJA DI PABRIK TAHU DESA BANYUPUTIH KOTA SALATIGA TAHUN 2015.. XVII + 105 Halaman + 15 Tabel + 4 Gambar +

Hasil analisis hubungan faktor genetik orang tua dengan kejadian stunting pada anak balita diketahui bahwa faktor genetik orang tua merupakan faktor yang

Tahapan ini merupakan tahapan klimaks, seseorang mengalami serangan panik (panic attack) dan perasaan takut mati. Tidak jarang orang yang mengalami stres tahap VI ini

Sebagai dampak dari sebuah konflik yang terjadi dalam Masyarakat Nagasaribu inilah yang membuat disentegrasi, yang menciptakan jurang pemisah hanya karena keegoisan

Penatalaksanaan Asuhan Persalinan dengan preeklampsia berat pada Ny “M” yaitu dilakukan pemberian asuhan yang sesuai standar operasional prosedur serta melakukan upaya