PEDOMAN MAHASISWA
Mata Kuliah
SEJARAH NASIONAL INDONESIA VI
(Hybrid Learning)
KATA
PENGANTAR
Buku pedoman untuk Mahasiswa ini disusun sebagai sebuah panduan
aktifitas yang akan dilakukan mahasiswa selama proses perkuliahan Sejarah
Nasional Indonesia Vi berbasis hybrid learning. Proses pembelajaran dilakukan
dalam dua bentuk yaitu pembelajaran langsung (face to face) di dalam kelas
dan juga pembelajaran daring (online) menggunakan jaringan elearning.
Adapun selama proses pembelajaran, materi pembelajaran ini juga di dukung
oleh software Virtual Museum Indonesia yang dapat digunakan Dosen dan
Mahasiswa dalam mengunjungi lima museum secara virtual, dengan catatan
spesifikasi komputer atau laptop mendukung software tersebut.
Secara garis besar, buku pedoman ini membahas mengenai deskripsi mata
kuliah Sejarah Nasional Indonesia, kontrak kuliah, silabus, analisis instruksional,
tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus, strategi
pembelajaran, panduan penggunaan elearning virtualmuseumindonesia.com,
panduan penggunaan Virtual Museum Indonesia, bagan alir format perkuliahan
dan kodefikasi Virtual Museum Indonesia.
Kami berharap buku pdeoman ini dapat membantu mahasiswa dalam
mengikuti kegiatan perkuliahan, untuk meningkatkan mutu pendidikan dan
menyukseskan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Kritik dan saran
merupakan hal yang ditunggu oleh kami untuk memperbaiki isi buku pedoman
ini.
Jakarta, April 2017
daftar isi
Kata Pengantar ... 2
Daftar isi ... 3
Pendahuluan ... 4
Kontrak Kuliah ... 14
Silabus ... 19
Analisis Instruksional ... 15
Analisis Instruksional ... 24
Tujuan Instruksional Umum dan
Tujuan Instruksional Khusus ... 26
Strategi Pembelajaran ... 31
Pertemuan ke-1 ... 31
Pertemuan ke-2 ... 34
Pertemuan ke-3 ... 41
Pertemuan ke-4 ... 45
Pertemuan ke-5 ... 52
Pertemuan ke-6 ... 56
Pertemuan ke-7 ... 63
Pertemuan ke-8 ... 67
Pertemuan ke-9 ... 74
Pertemuan ke-10 ... 77
Pertemuan ke-11 ... 83
Pertemuan ke-12 ... 87
Pertemuan ke-13 ... 93
Pertemuan ke-14 ... 100
Bagan Alir Format
Perkuliahan ... 133
Lampiran Kodefikasi Virtual
online
online
online
online
online
online
online
Pedoman Penggunaan Virtual
Museum Indonesia Bagi
Mahasiswa ... 127
Panduan Online Learning
Sejarah Nasional Indonesia VI
Pengguna (Mahasiswa) ... 106
Pendahuluan
buku pedoman mahasiswa
1. Deskripsi Mata Kuliah Sejarah Nasional Indonesia VI
a) Mata Kuliah Sejarah Nasional Indonesia
Khaldun dalam Supriyono dan Suharmawan menjelaskan bahwa sejarah
adalah kisah tentang perubahan-perubahan dalam kehidupan masyarakat dan
alam sekitarnya. Perubahan itu adalah gambaran tentang upaya-upaya yang
dilakukan manusia secara sadar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Perubahan-perubahan itu adalah hukum yang telah ditetapkan oleh Tuhan
untuk manusia. Perubahan terus berlangsung selama dikehendaki oleh Sang
Khalik (Pencipta), yaitu Tuhan.
Salah satu kajian sejarah adalah sejarah nasional sebuah bangsa, termasuk
sejarah Nasional Indonesia. Ali menyatakan bahwa sejarah Indonesia adalah
sejarah bangsa dan tanah air Indonesia dari zaman purba sampai sekarang. Titik
berat dan inti dari sejarah itu adalah ideologi persatuan atau kesatuan dengan
maksud tertentu, yaitu membuktikan adanya satu bangsa dan membuktikan pula
kebesaran Indonesia di zaman sebelum BelSaudara berkuasa. Mungkin sekali
usaha membuktikan itu dapat diartikan sebagai reaksi terhadap dalil BelSaudara
bahwa bangsa Indonesia tidak ada dan bumiputera itu tidak berkebudayaan
tinggi.
Konten sejarah merupakan bahan masukan bagi pembelajaran sejarah di
perguruan tinggi. Purwanta menyatakan bahwa pendidikan sejarah memiliki
hubungan yang erat dengan ilmu sejarah. Kedekatan hubungan itu terutama pada
tahap persiapan pembelajaran, yaitu di dalam penyusunan bahan pembelajaran.
Untuk menanamkan kesadaran sejarah, pendidikan sejarah membutuhkan hasil
kajian ilmu sejarah yang berupa historiografi.
Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya memiliki tugas
memiliki visi dan misi sebagai berikut:
Visi
Visi Program Studi Pendidikan Sejarah pada dasawarsa kedua abad
ke-21 menjadikan Program Studi Pendidikan Sejarah merupakan lembaga
pendidikan yang unggul dalam pengembangan sumber daya manusia, riset,
dan informasi di bidang kependidikan dan kesejarahan.
Misi
1. “Pendidikan yang menghasilkan tenaga kependidikan sejarah yang
profesional serta mampu bersaing secara global.
2. Penelitian di bidang kependidikan dan kesejarahan (khususnya sejarah
lokal) yang menghasilkan informasi perkembangan pendidikan dan
kesejarahan baik di tingkat lokal maupun nasional.
3. Pengabdian yang berorientasi pada perbaikan mutu pendidikan sejarah
yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.”
Pendidikan Sejarah UNSRI memiliki tugas untuk mencetak calon pendidik
yang berkulitas, hSaudaral, dan siap pakai. Program Studi memberikan banyak
jenis mata kuliah, seperti Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata
Kuliah, Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Mata Kuliah Keahlian
Berkarya (MKB), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB), Mata Kuiah Berkehidupan
Bermasyarakat (MBB), Mata Kuliah Pilihan, dan Mata Kuliah Keahlian. Untuk
mata kuliah Nasional Indonesia, Prodi Sejarah UNSRI memberikan porsi yang
besar, yaitu sebanyak tujuh mata kuliah berseri. Mata Kuliah Sejarah Nasional
akan sangat bermanfaat bagi calon guru dalam mengajar di tingkat SMP, SMA,
atau pun SMK, karena sebagian besar materi di tingkat pendidikan tersebut
membahas mengenai sejarah kebangsaan Indonesia.
Materi yang diberikan dalam Mata Kuliah Sejarah Nasional dapat dilihat
pada tabel berikut:
Tabel Materi Mata Kuliah Sejarah Nasional Indonesia
No
Kuliah
Mata
Materi
SKS Semester Prasyarat
1
Nasional
Sejarah
Indonesia I
a. Kehidupan Pra Sejarah di
Nusantara
b. Teori Masuknya Agama
Hidu-Budha di Indonesia
c. Pengaruh Kebudayaan
Hidu-Budha di Indonesia
d. Kerajaan Hidu-Budha di
Indonesia, terdiri dari:
1. Kerajaan Kutai
2. Kerajaan Tarumanegara
3. Kerajaan Mataram Kuno
4. Kerajaan Mataram Kuno
Dinasti Isana
5. Kerajaan Sriwijaya
6. Kerajaan Singasari
7. Kerajaan Kediri
8. Kerajaan Majaphait
9. Kerajaan Sunda
10. Kerajaan Bali
3
1
-2
Nasional
Sejarah
Indonesia II
a. Teori Masuknya Agama
Islam ke Nusantara
b. Pengaruh Budaya Islam di
Nusantara
c. Kerajaan-Kerajaan Islam di
Nusantara, terdiri dari:
1. Samudra Pasai
2. Aceh Darussalam
3. Demak
4. Pajang
5. Mataram Islam
6. Banten
7. Banjar
8. Goa-Tallo
9. Ternate-Tidore
3
2
Lulus
M.K.
SNI I
3
Sejarah
Nasional
Indonesia
III
a. Kedatangan Bangsa Barat ke
Nusantara
b. Masa Pendudukan VOC
c. Pemerintahan Daendels
d. Pemerintahan Inggris
(Raffles)
e. Politik Tanam Paksa
(Cultuurstelsel)
f. Politik Liberal (Politik Pintu
Terbuka)
3
3
M.K. SNI
Lulus
I dan II
4
Sejarah
Nasional
Indonesia
IV
a. Politik Etis
b. Lahirnya Organisasi
Pergerakan Nasional
c. Organisai Pergerakan
Nasional, terdiri dari:
1. Budi Utomo (BU)
2. Sarekat Islam (SI)
3. Indische Partij (IP)
4. Muhammadiyah
5. Nahdathul Ulama (NU)
6. Gerakan Pemuda
7. Taman Siswa
8. Partai Komunis Indonesia
(PKI)
9. Partai Nasional Indonesia
(PNI)
10. Gerakan Wanita
11. Perhimpunan Indonesia
12. Partai Indonesia Raya
(Parindra)
13. Partai Indonesia (Partindo)
14. Gerakan Rakyat Indonesia
(Gerindo)
15. Gabungan Politik Indonesia
(GAPI)
3
4
Lulus
M.K. SNI
I,II, dan
III
d. Kongres Pemuda I dan II
e. Kedatangan Jepang di
Indonesia
f. Masa Pendudukan Jepang di
Indonesia
g. Badan Penyelidik Usaha
Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI)
h. Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
i. Peristiwa Rengasdengklok
j. Persitiwa Sekitar Proklamasi
k. Proklamasi Kemerdekaan
ReKpublik Indonesia
5
Nasional
Sejarah
Indonesia V
a. Peristiwa Pasca Proklamasi
Kemerdekaan
b. Penerimaan Berita
Kemerdekaan Indonesia di
Daerah
c. Pembentukan Komite
Nasional
d. Pementukan Badan
Kemanan Rakyat (BKR)
e. Agresi Militer I dan II
f. Perundingan Linggarjati,
Roem Royen, Renville, dan
Konferensi Menja Bundar
(KMB)
g. Penyerahan Kedaulatan
3
5
Lulus
M.K. SNI
I, II, III,
dan IV
6
Sejarah
Nasional
Indonesia
VI
a. Pemerintahan Parlementer
b. Peristiwa Ekonomi
c. Gerakan 30 Septemer 1965
d. Demokrasi Terpimpin
e. Peristiwa Supersemar
3
6
Lulus
M.K. SNI
I, II, III,
IV, dan V
7
Sejarah
Nasional
Indonesia
VII
a. Kebijakan Politik Orde Baru
b. Kebijakan Ekonomi Orde
Baru
c. Hubunagn Luar Negeri
d. Krisis Moneter
e. Peristiwa Reformasi
f. Pemeritahan Indonesia
Masa B.J. Habibie sampai Joko
Widodo
3
7
Lulus
M.K. SNI
I, II, III,
IV, V dan
VI
Mata Kuliah Sejarah Nasional Indonesia merupakan mata kuliah wajib di
Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya. Mata kuiah ini
merupakan mata kuliah berseri dari SNI I sampai SNI VII. Mahasiswa harus lulus
dalam mata kuliah SNI sebelumnya untuk melanjutkan SNI yang lebih lanjut.
b) Mata Kuliah Sejarah Nasional Indonesia VI
Mata Kuliah Sejarah Nasional Indonsia VI membahas kehidupan bangsa
Indonesia pada masa Orde Lama (1950-1968). Mata kuliah ini cukup menarik
karena membahas dinamaika kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan militer
pada masa Orde Lama yang sangat dinamis.
Adapun materi yang dibahas dalam Mata Kuliah Sejarah Nasional Indonesia
VI sebagai berikut:
Tabel Materi Mata Kuliah Sejarah Nasional Indonesia VI
No
Materi
1
Hasil Konferensi Meja Bundar Dan Pembentukan Republik Indonesia
Serikat (RIS)
2
Keadaan Sosial, Politik, Ekonomi, dan Pertahanan Keamanan Masa RIS
3
Konstitusi dan Sistem Pemrintahan RIS
4
Konstitusi RIS dan UUD 1945
5
Faktor Penyebab Kembalinya RIS Menjadi NKRI
6
Sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia
7
Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Masa RIS
9
Keadaan Sosial Budaya Indonesia Pada Masa Demokrasi Liberal
10 Sistem Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Liberal
11 Usaha Pemerintah Indonesia dalam Memperbaiki Ekonomi Nasional
12 Berbagai Pemberontakan di Indonesia Masa Demokrasi Liberal
13 Keadaan Militer Indonesia Masa Demokrasi Liberal
14 Ketidakstabilan Politik Dalam Negeri Indonesia
15 Pelaksanaan Pemilu I Tahun 1955
16 Politik Luar Negeri Indonesia
17 Keadaan Sosial Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Liberal
18 Keadaan Hankam Indonesia Masa Demokrasi Liberal
19 Perpolitikan Indonesia Masa Demokrasi Liberal
20 Keadaan Indonesia Masa Demokrasi Liberal
21 Konsepsi Soekarno
22 Penyebab Dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959
23 Berlakunya Kembali UUD 1945
24 Kehidupan Sosial Budaya Pada Masa Demokrasi Liberal
25 Deklarasi Ekonomi (DEKON)
26 Kebijakan Politik Pemerintah Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin
27 Perpolitikan PKI di Indonesia (1960-1965)
28 Politik Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia
29 Penyebab Keluarnya Indonesia dari PBB
30 Upaya Pembebasan Irian Barat
31 Peristiwa Gerakan 30 September
32 Keadaan Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin
33 Politik Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin
34 Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Indonesia Masa Orde Lama
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Mata Kuliah Sejarah
Nasional Indonesia VI (SNI VI) memiliki konten materi mulai Pasca Konfrensi Meja
Bundar sampai Demokrasi Terpimpin di Indonesia. Mata kuliah ini dijalankan
sebanyak 16 kali pertemuan.
2. Pembelajaran Hybrid Learning Berbasis Virtual Museum
Pembelajaran Mata Kuliah Sejarah Nasional Indonesia VI menggunakan bahan
pembelajaran hybrid learning berbasis virtual museum merupakan pembelajaran
yang dilakukan secara face to face dan online. Pada tahap awal pembelajaran
akan diberikan secara tatap muka, kemudian akan dilakukan pembelajaran tatap
muka secara berselingan dengan online learning menggunakan bantuan website
virtual museum yang telah dirancang sebelumnya.
Tabel Rancangan Konten Virtual Museum Konten
No Jenis Materi
Penjelasan
Contoh
Sumber
1
Artefak
Artefak berupa animasi
3D dari peralatan yang
berada di museum
• Pakaian
Tentara
• Senapan
• Museum
Pengkhianatan
PKI
2
Diorama
Cuplikan peristiwa
sejarah dalam bingkai
kaca, dalam hal ini akan
dibuat dalam bentuk 3D
• Diorama
Pemilu 1955
• Diorama
Penentuan
Pendapat
Rakyat
(PEPERA)
Papua
• Monumen
Nasional
3 Lukisan/ Foto
Lukisan perjuangan yang
terdapat di museum
Foto Peristiwa
KAA
Konfrensi Asia
Musuem
Afrika
4
Dokumenter
Film
Film mengenai
dokumentasi masa orde
lama
Dokumenter
Konfrontasi
Indonesia
Malaysia
Home
5
Film Sejarah
Film sejarah sebagai
penguat materi yang
ada, film ini merupakan
film yang melalui
pembuatan
6
Teks
Teks memberikan
sinopsis masing-masing
koleksi museum.
Teks dilengkapi dengan
tombol suara yang dapat
menjelaskan secara
audio.
Semua
Museum
7
Audio
Audio berupa rekaman
suara sejarah
Sukarno
Pidato
Home
8
Arsip
Arsip berupa
dokumentasi berupa
lembaran kertas yang
dibuat dalam bentuk 2D
Berbagai
Perjanjian
Ruang
Diorama Arsip
Nasional RI
3. Fasilitas Pendukung Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran SNI VI, penggunaan bahan pembelajaran hybrid
learning berbasis virtual museum memiliki beberapa ketentuan, antara lain:
1. Mahasiswa dan memiliki gadget berupa laptop, personal computer,
atau pun tablet yang dapat mengakses website yang dibuat.
2. Tersedia jaringan internet, yang didapat melalui modem atau wifi.
3. Mahasiswa telah melallui pelatihan singkat mengenai teknis penggunaan
hybrid learning.
4. Peran Mahasiswa dalam Pembelajaran Hybrid Learning Berbasis Virtual
Museum
Mahasiswa melakukan beberapa tugas sebagai berikut:
a) Pada saat pembelajaran Face to Face (tatap muka)
1. Melakukan absensi dan mengikuti apersepsi.
2. Mempelajari buku ajar yang telah dibagikan dan menjalankan
instruksi yang telah diberikan.
3. Mengikuti proses pembelajaran dalam kelompok diskusi dan
mengikuti proses pembelajaran sesuai metode pembelajaran yang
b) Pada saat pembelajaran Online (Mahasiswa sebagai User)
1. Melakukan absensi online dan menyikam pengantar kuliah.
2. Mendownload materi pembelajaran
3. Mengikuti proses pembelajaran dengan melalkukan forum
diskusi online dan memandu proses pembelajaran sesuai metode
pembelajaran yang telah ditentukan.
4. Menyimak hasil diskusi atau hasil studi kasus yang telah dilakukan
oleh mahasiswa.
5. Mendownload soal latihan dan mengerjakannya.
6. Mengerjakan quiz online.
c) Hasil Belajar
Mahasiswa memiliki kewajiban untuk mengkuti semua proses evaluasi
hasil belajar berupa penilaian latihan, quiz, ujian akhr semester, dan ujian akhir
semester.
kontrak perkuliahan
SEJARAH NASIONAL INDONESIA vi
Nama Mata Kuliah : Sejarah Nasional Indonesia VI
Kode Mata Kuliah
:
Pengajar
: Dra. Hj. Yunani, M.Pd
Syarifuddin, M.Pd
Adhitya Rol Asmi, M.Pd
Semester
: VI
Hari pertemuan/Jam : Disesuaikan
Tempat Pertemuan : Gedung Perkuliahan FKIP Ogan dan FKIP Kampus
Indralaya
1. Manfaat Mata Kuliah
Mata kuliah merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh
mahasiswa Pendidikan Sejarah. Mata kuliah SNI VI memberikan pembahasan
baik secara umum maupun spesifik mengenai Sejarah Indonesia pada tahun
1950-1965 dimana pada masa tersebut dibahas mengenai terbentuknya
negara Republik Indonesia Serikat sampai dengan berakhirnya masa Demokrasi
Terpimpin pada tahun 1965. Adapun mata kuliah ini harus di ambil mahasiswa
sebagai mata kuliah lanjutan Sejarah Nasional Indonesia I – VII.
2. Deskripsi Perkuliahan
Mata kuliah Sejarah Nasional Indonesia secara garis besar membahas
materi-materi pokok seperti; Republik Indonesia Serikat; kembali ke NKRI;
Keadaan sosial politik, ekonomi, dan Hankam Indonesia pada masa Demokrasi
Terpimpin, Perpolitikan luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Liberal
dan Terpimpin, Konferensi Asia-Afrika di Bandung, Dekrit Presiden 5 Juli 1959,
keadaan Indonesia masa Demokrasi Terpimpin, Konfrontasi Indonesia dengan
Malaysia, perpolitikan Partai Komunis Indonesia, peristiwa G 30 S, dan usaha
3. Tujuan Instruksional
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester), mahasiswa
akan dapat menjelaskan ruang lingkup sejarah Indonesia dan peristiwa yang
terjadi selama tahun 1950 – 1965. Setelah memahami konsep, TIU, TIK materi
sejarah Indonesia selama tahun 1950 – 1965 diharapkan mahasiswa dapat
menyampaikan pengetahuan yang didapat, dan mengajar mata pelajaran sejarah
di sekolah. Adapun setelah melalui mata kuliah Sejarah Nasional Indonesia
VI, mahasiswa dapat melanjutkan mata kuliah Sejarah Nasional Indonesia VII.
Tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus dapat dilihat pada
strategi instruksional halaman ....
4. Organisasi Materi
Organisasi materi dapat dilihat pada analisis instruksional pada halaman...
5. Strategi Perkuliahan
Strategi instruksional yang digunakan pada mata kuliah ini terdiri dari dua
yaitu Strategi Instruksional untuk pembelajaran tatap muka (face to face) dan
strategi pembelajaran online yang terdiri dari:
a. Urutan kegiatan instruksional berupa: pendahuluan (TIU dan TIK, cakupan
materi pokok bahasan, dan relevansi), penyajian (uraian, contoh, diskusi,
evaluasi), dan penutup (umpan balik, ringkasan materi, petunjuk tindak
lanjut, pemberian tugas di rumah, gambaran singkat tentang materi
berikutnya)
b. Metode instruksional menggunakan: metode ceramah, tanya-jawab, diskusi
(di dalam kelas dan forum online), serta dan penugasan.
• Ceramah berupa penyampaian bahan ajar oleh dosen pengajar dan
penekanan-penekanan pada hal-hal yang penting dan bermanfaat.
• Tanya jawab dilakukan sepanjang tatap muka dan forum online
elearning, dengan memberikan kesempatan mahasiswa untuk memberi
pendapat atau pertanyaan tentang hal-hal yang tidak mereka mengerti
atau bertentangan dengan apa yang mereka pahami sebelumnya.
• Diskusi dilakukan bersama antara mahasiswa dan dosen, baik dalam
mahasiswa untuk memberikan pendapat atau menganalisis secara kritis
topik tersebut sesuai dengan pengetahuan yang baru mereka dapatkan.
• Penugasan diberikan untuk membantu mahasiswa memahami bahan
ajar, membuka wawasan, dan memberikan pendalaman materi.
Penugasan dalam bentuk membuat tulisan ilmiah, membuat review
artikel ilmiah, ataupun membuat tulisan yang membahas topik materi
yang berkaitan dengan pokok bahasan. Pada penugasan ini, terdapat
komponen ketrampilan menulis ilmiah, berpikir kritis, dan Penelusuran
referensi ilmiah.
c. Media instruksional berupa: LCD projector, Whiteboard, jaringan elearning
pada web www.virtualmuseumindonesia.com, dan virtual museum, modul
Sejarah Nasional Indonesia VI, Buku Pedoman, handout powerpoint, dan
kontrak perkuliahan.
d. Waktu: pada lampiran strategi instruksional tatap muka dan online.
6. Materi/Bacaan Perkuliahan
Buku/bacaan pokok dalam perkuliahan ini adalah:
Leirissa, R.Z, 1997, PRRI Permesta : Strategi Membangun Indonesia Tanpa
Komunis, Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Muhaimin, Yahya A, 1982, Perkembangan Militer dalam Politik di Indonesia,
Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.
Nasution, Adnan Buyung, 1995, Aspirasi Pemerintaan Konstitusional di Indonesia,
Jakarta:Pustaka Utama Grafiti.
Nasution, Adnan Buyung, dkk, 2000, Federalisme untuk Indonesia, Jakarta:
Kompas
Notosusanto, Nugroho, dkk, 1985, Pejuang dan Prajurit : Konsepsi dan
Implementasi Dwi Fungsi ABRI, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Ricklefs, M.C. 1995, Sejarah Indonesia Modern, Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
Sekretariat Negara RI, 1985, 30 Tahun Indonesia Merdeka 1950-1964, Jakarta:
Citra Lamtoro Gung Persada.
Pesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto,1984, Sejarah
Nasional Indonesia VI, Jakarta : Balai Pustaka.
7. Tugas
Dalam perkuliahan, diberikan beberapa tugas sebagai berikut:
1. Materi perkuliahan sebagaimana disebutkan dalam jadwal perkuliahan
harus sudah dibaca sebelum mengikuti tatap muka dan online. Apabila
ada, materi baik berupa dokumen berformat .pdf dan Powerpoint
diberikan pada mahasiswa dengan cara diupload pada jaringan elearning
www.virtualmuseumindonesia.com.
2. Mahasiswa diwajibkan mengunjungi virtual museum Indonesia dengan
cara membuka file virtual museum Indonesia dengan memanfaatkan
jaringan wireless network sharing yang telah disediakan sebagai
penunjang bahan ajar yang diberikan.
3. Tes diberikan pada tiap kali tatap muka dan online untuk menilai
pemahaman mahasiswa dan absensi. Kehadiran tatap muka dan online
minimal 80%. Apabila tidak diadakan tes, akan diberikan penugasan.
4. Evaluasi mahasiswa dilakukan dengan mengadakan kuis yang
diadakan setiap selesai perkuliahan, setiap beberapa kali pertemuan,
dengan format soal pilihan gSaudara atau essay, baik berupa bentuk
konvensional maupun menggunakan Quiz online yang tersedia pada
jaringan elearning www.virtualmuseumindonesia.com.
5. Penugasan sesuai pokok bahasan, yang harus sudah diselesaikan sesuai
tanggal yang ditentukan sebelum Kuis.
6. Strategi instruksional lebih lanjut dapat dilihat pada halaman ...
8. Kriteria Penilaian
Penilaian akan dilakukan oleh pengajar dengan menggunakan kriteria
sebagai berikut:
Nilai dalam huruf
Rentang Skor
A
86 - 100
B
71 - 85,99
C
56 - 70,99
D
45 - 55,99
E
0 - 44,99
F
Tidak Lulus
• Pembobotan nilai adalah sebagai berikut:
Kuis
: 10 %
Tugas
: 20 %
UTS
: 30 %
UAS
: 40 %
9. Jadwal Perkuliahan
Disesuaikan dengan jadwal yang disedikan Program Studi
Demikian kontrak perkuliahan ini dibuat, agar disetujui dan ditaati oleh
semua pihak.
silabus mata kuliah
SEJARAH NASIONAL INDONESIA vi
Jurusan/Prodi
: Pendidikan IPS/ Pendidikan Sejarah
Mata Kuliah/Kode
: Sejarah Nasional Indonesia VI
Semester
: Genap
Bobot SKS
: 3 sks
Dosen
: Syarifuddin, M.Pd
A. Tujuan Instruksional (Kemampuan yang Diharapkan)
Secara umum setelah mengikuti perkuliahan Sejarah Nasional Indonesia VI
ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami materi perkuliahan Sejarah Nasional
Indonesia dan dapat mengamalkan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan
perjuangan serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Secara lebih rinci,
setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan akan dapat:
1. Menguraikan secara singkat sejarah nasional Indonesia sebelum masa
kemerdekaan dan masa revolusi fisik.
2. Menjelaskan kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan
bangsa dan negara Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat
3. Membandingkan konstitusi RIS dan UUD 1945 sebagai dasar negara
Indonesia
4. Menganalisis penyebab munculnya pemberontakan-pemberontakan di
Indonesia selama tahun 1950-1965.
5. Menguraikan keadaan Indonesia pada masa demokrasi liberal
6. Menjelaskan kebijakan pemerintah Indonesia dalam mencapai
kestabilan ekonomi dalam negeri tahun 1950-1965.
7. Menganalisis politik bebas aktif indonesia selama tahun 1950-1965
8. Mendeskripsikan latar belakang dilaksanakannya Konferensi Asia Afrika
tahun 1955.
9. Menguraikan pelaksanaan Pemilu I 1955 sebagai langkah perbaikan
politik dalam negeri Indonesia
11. Mendeskripsikan kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa
Demokrasi Terpimpin di Indonesia Tahun 1959-1965
12. Menguraikan Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia (1963-1965)
13. Menganalisis faktor yang menjadikan PKI partai politik berpengaruh di
Indonesia masa orde lama
14. Menjelaskan secara kronologi perjuangan Indonesia mengembalikan
Irian Barat kedalam NKRI dan menerapkan nilai - nilai nasionalisme,
perjuangan, pengorbanan, dan kebangsaan dalam kehidupan bernegara
dan berbangsa.
B. Pengalaman Belajar
Selama mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diwajibkan :
1. Mengikuti ceramah, tanya jawab, dan diskusi di kelas
2. Menggunakan media pembelajaran Virtual Museum dan E-learning SNI
VI
3. Mengerjakan tugas-tugas yang diberikan
4. Membaca buku-buku yang diwajibkan dan dianjurkan
5. Mencari informasi dari jurnal dan internet
6. Menulis karya tulis berupa essay dan makalah tentang materi yang telah
disampaikan
C. Evaluasi Hasil Belajar
Keberhasilan mahasiswa dalam perkulihan ini ditentukan oleh prestasi yang
bersangkutan dalam :
1. Partisipasi kegiatan kelas
2. Pembuatan tugas
3. UTS dan UAS
D. Materi Perkuliahan (Pokok dan Sub Pokok Bahasan)
Adapun dalam perkuliahan ini yang menjadi materi pokok pembahasan
selama 14 kali pertemuan aktif sebagai berikut:
1.2 Konstitusi RIS
1.3 Kembali ke NKRI
1.4 Gangguan Keamanan dalam Negeri
1.5 Proses Pembuatan UUDS 1950
2. Kehidupan Berbangsa dan Bernegara pada Masa Demokrasi Liberal
2.1 Sistem Politik Kenegaraan menurut UUDS 1950
2.2 Instabilitas Politik dan Kabinet pada Masa Demokrasi Liberal
2.3 Masalah Angkatan Perang
2.4 Gangguan Keamanan dalam Negeri
2.5 Mencari sistem Ekonomi Nasional
3. Membina Solidaritas Bangsa-Bangsa Asia Afrika
3.1 Politik Luar Negeri Setelah Pengakuan Kedaulatan
3.2 Antara Dua kekuatan Dunia
3.3 Konfrensi Asia-Afrika (KAA)
4. Melaksanakan Pemilu I
4.1 Pemilihan Umum dan Hasilnya
4.2 Sidang-sidang Konstituante
4.3 Krisis yang Dihadapi Sesudah Pemilu I
5. Kembali ke Undang-undang Dasar 1945
5.1 Konsepsi Soekarno
5.2 Dekrit 5 Juli 1959
5.3 Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin
6. Kehidupan Berbangsa dan Bernegara pada Masa Demokrasi Terpimpin
6.1 Gagasan Nasakom
6.2 Sistem Politik Kenegaraan
6.3 Politik Luar Negeri
6.6 Usaha PKI untuk Menguasai Buruh dan Tani
6.7 Usaha PKI untuk Menguasai Partai-partai Politik
6.8 Usaha PKI untuk Menguasai TNI dan Kepolisian
6.9 Kehidupan Ekonomi dan Sosial-Budaya
7. Perjuangan Pengembalian Irian Barat
7.1 Masalah Irian Barat di PBB
7.2 Konfrontasi Indonesia-BelSaudara mengenai Masalah Irian Barat
7.3 Penyerahan Irian Barat ke Indonesia
E. Prasyarat
Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Sejarah Nasional Indonesia VI
sebaiknya telah mengikuti mata kuliah Sejarah Nasional Indonesia I sampai V.
F. Sumber
Adams, Cindy, 1966, Soekarno Penyambung Lidah Rakyat, Jakarta: Gunung Agung
Anshari, H. Endang Saifuddin, 1997, Piagam Jakarta 22 Juni 1945: Sebuah
Konsensus Nasional tentang Dasar Negera RI, Jakarta:Gema Insani Press.
Dake, Antonie C.A. 1973, In the spirit of Red Banteng: Indonesian communist
between Moscow and Peking 1959-1965
Feith, Herbeth, 1962, The Decline of Constitusionil in Indonesia, Ithaca: Cornell
University Press.
Haris, Syamsuddin, 1995, Demokrasi di Indonesia : Gagasan dan Pengalaman,
Jakarta:LP3ES.
Harvey, Barbara Sillars, 1991, Pemberontakan Kahar Muzakkar dari Tardisi ke
DI/TII, Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
Ismail,dkk.,1971, Irian Barat dari Masa ke Masa, Jakarta: Kodam XVII Cendrawasih.
Ismaun, 1998, Sejarah Nasional Indonesia VI (1949-1965) (Diktat),
Bandung:Jurusan Pend. Sejarah FPIPS IKIP Bandung.
Jackson,Karl D, 1991, , Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
Karim, M. Rusli, 1983, Perjalanan Partai Politik di Indonesia: Sebuah Potret
Pasang Surut, Jakarta:Rajawali Pers.
Leirissa, R.Z, 1997, PRRI Permesta:Strategi Membangun Indonesia Tanpa
Komunis, Jakarta:Pustaka Utama Grafiti
Muhaimin, Yahya A, 1982, Perkembangan Militer dalam Politik di Indonesia,
Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.
Nasution,
Adnan
Buyung,
1995,
Aspirasi
Pemerintaan
Konstitusional di Indonesia, Jakarta:Pustaka Utama Grafiti.
Nasution, Adnan Buyung, dkk, 2000, Federalisme untuk Indonesia, Jakarta:Kompas.
Noer, Deliar,, 1990, Mohammad Hatta:Biografi Politik, Jakarta:LP3ES.
Noer, Deliar, 1987, Partai Islam di Pentas Nasional, Jakarta: Grafiti Pers.
Notosusanto, Nugroho, dkk, 1985, Pejuang dan Prajurit:Konsepsi
dan Implementasi Dwi Fungsi ABRI, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Ricklefs, M.C. 1995, Sejarah Indonesia Modern, Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
Sunddhaussen, Ulf, 1988, Politik Militer Indonesia 1945-1967, Jakarta:LP3ES.
Sjamsuddin, Nazaruddin, 1990, Pemberontakan Kaum Republik : Kasus Darul
Islam Aceh, Jakarta:Pustaka Utama Garfiti
Sekretariat Negara RI, 1985, 30 Tahun Indonesia Merdeka 1950-1964, Jakarta:
Citra Lamtoro Gung Persada.
Soekarno, 1964, Di Bawah Bendera Revolusi II, Jakarta: Panitia Di Bawah Bendera
Revolusi
Pesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto,1984, Sejarah
Nasional Indonesia VI, Jakarta:Balai Pustaka.
Van Dijk, C, 1989, Darul Islam: Sebuah Pemberontakan, Jakarta:Pustaka
Grafiti Utama
ANALISIS INSTRUKSIONAL
SEJARAH NASIONAL INDONESIA VI
Keterangan:
1. Memahami Materi Sejarah Nasional Indonesia I
2. Memahami Materi Sejarah Nasional Indonesia II
3. Memahami Materi Sejarah Nasional Indonesia III
4. Memahami Materi Sejarah Nasional Indonesia IV
5. Memahami Materi Sejarah Nasional Indonesia V
6. Menjelaskan Hasil Konferensi Meja Bundar Dan Pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS)
7. Menjelaskan Keadaan Sosial, Politik, Ekonomi, dan Hankam Masa Republik
9. Membandingkan Konstitusi RIS dan UUD 1945
10. Menjelaskan Faktor Penyebab Kembalinya RIS Menjadi NKRI
11. Menjelaskan Sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia
12. Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Masa RIS
13. Menjelaskan Sistem Negara Indonesia Berdasarkan UUDS 1950
14. Menjelaskan Keadaan Sosial Budaya Indonesia Pada Masa Demokrasi Liberal
15. Menjelaskan Sistem Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Liberal 16. Menjelaskan Usaha Pemerintah
17. Menjelaskan Berbagai pemberontakan di Indonesia Masa Demokrasi Liberal 18. Menjelaskan Keadaan Militer Indonesia
Masa Demokrasi Liberal
19. Menjelaskan Ketidakstabilan Politik Dalam Negeri Indonesia
20. Menjelaskan Pelaksanaan Pemilu I Tahun 1955
21. Menjelaskan Politik Luar Negeri Indonesia
22. Menjelaskan Keadaan Sosial Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Liberal 23. Menjelaskan Keadaan Hankam
Indonesia Masa Demokrasi Liberal 24. Menjelaskan Perpolitikan Indonesia
Masa Demokrasi Liberal
25. Menjelaskan Keadaan Indonesia Masa Demokrasi Liberal
26. Menjelaskan Konsepsi Soekarno 27. Menjelaskan penyebab dikeluarkannya
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 28. Berlakunya Kembali UUD 1945
29. Menjelaskan Kehidupan Sosial Budaya Pada Masa Demokrasi Liberal
30. Menjelaskan Deklarasi Ekonomi (DEKON)
31. Menjelaskan Kebijakan Politik Pemerintah Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin
32. Menjelaskan Perpolitikan PKI di Indonesia (1960-1965)
33. Menjelaskan Politik Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia
34. Menjelaskan Penyebab Keluarnya Indonesia dari PBB
35. Menjelaskan Upaya Pembebasan Irian Barat
36. Menjelaskan Peristiwa Gerakan 30 September
37. Menjelaskan Keadaan Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin
38. Menjelaskan Politik Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin
39. Menjelaskan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Indonesia Masa Orde Lama.
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM DAN KHUSUS
(TIU & TIK)
TIU Pertemuan 1
1. Menguraikan secara singkat sejarah nasional Indonesia sebelum masa
kemerdekaan dan revolusi fisik.
Setelah mengikuti pertemuan pertama, Mahasiswa diharapkan dapat
mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai berikut:
1. Menguraikan secara singkat kronologi sejarah nasional Indonesia
pra-Proklamsi kemerdekaan Indonesia.
2. Mendeskripsikan perjuangan kemerdekaan Indonesia menjelang
proklamasi kemerdekaan Indonesia.
3. Menganalisis perjuangan Indonesia dalam mendapatkan pengakuan
kedaulatan oleh BelSaudara.
TIU Pertemuan 2:
1. Menjelaskan kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan
bangsa dan negara Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat
Setelah mengikuti pertemuan kedua, Mahasiswa diharapkan dapat
mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai berikut:
1. Menjelaskan konsep negara Republik Indonesia Serikat
2. Menjelaskan sistem pemerintahan Republik Indonesia Serikat
3. Membandingkan antara Konstitusi RIS dengan UUDS 1950
TIU Pertemuan 3:
1. Membandingkan konstitusi RIS dan UUD 1945 sebagai dasar negara Indonesia
Setelah mengikuti pertemuan ketiga, Mahasiswa diharapkan dapat
mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai berikut:
TIU Pertemuan 4:
1. Menganalisis penyebab munculnya pemberontakan-pemberontakan di
Indonesia selama tahun 1950-1965.
Setelah mengikuti pertemuan keempat, Mahasiswa diharapkan dapat
mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan pemberontakan-pemberontahan yang terjadi di
Indonesia selama tahun 1950-1965
2. Menganalisis penyebab terjadinya pemberontakan di Indonesia selama
tahun 1950-1965
3. Menguraikan hubungan antar gerakan pemberontakan di Indonesia
TIU Pertemuan 5:
1. Menguraikan keadaan Indonesia pada masa demokrasi liberal
Setelah mengikuti pertemuan kelima, Mahasiswa diharapkan dapat
mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai berikut:
1. Menjelaskan konsep Demokrasi Liberal
2. Mendeskripsikan keadaan Indonesia pada masa Demokrasi Liberal
3. Menjelaskan kondisi sosial masyarakat masa Demokrasi Liberal
4. Menjelaskan keadaan ekonomi nasional pada masa Demokrasi Liberal
5. Menganalisis politik dalam negeri Indonesia pada masa Demokrasi
Liberal
TIU Pertemuan 6:
1. Menjelaskan kebijakan pemerintah Indonesia dalam mencapai kestabilan
ekonomi dalam negeri tahun 1950-1965.
Setelah mengikuti pertemuan keenam, Mahasiswa diharapkan dapat
mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai berikut:
1. Menjelaskan sistem ekonomi Indonesia pada masa Demokrasi Liberal
dan Terpimpin (1950-1965)
3. Menguraikan kebijakan-kebijakan ekonomi Indonesia selama periode
1950-1965
TIU Pertemuan 7:
1. Menganalisis politik bebas aktif indonesia selama tahun 1950
Setelah mengikuti pertemuan ketujuh, Mahasiswa diharapkan dapat
mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan politik luar negeri Indonesia setelah pengakuan
kedaulatan
2. Menganalisis konstelasi politik dunia pada masa demokrasi liberal dan
Terpimpin
3. Menjelaskan sikap dan posisi Indonesia dalam situasi perang dingin
4. Menjelaskan bentuk kerjasama Indonesia dengan negara-negara lain
dalam taun 1950-1965
TIU Pertemuan 8
1. Mendeskripsikan latar belakang dilaksanakannya Konferensi Asia Afrika
tahun 1955.
Setelah mengikuti pertemuan kedelapan, Mahasiswa diharapkan dapat
mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai berikut:
1. Menjelaskan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA)
2. Menguraikan hasil dan tujuan KAA
3. Menyimpulkan pengaruh KAA bagi dunia
4. Menganalisis keuntungan yang diperoleh Indonesia sebagai tuan rumah
KAA
TIU Pertemuan 9 dan 10
1. Menguraikan pelaksanaan Pemilu I 1955 sebagai langkah perbaikan politik
dalam negeri Indonesia
Setelah mengikuti pertemuan kesembilan dan kesepuluh, Mahasiswa
diharapkan dapat mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai
berikut:
1. Menjelaskan dasar perundang-undangan pelaksanaan Pemilu tahun
1955
2. Mendeskripsikan pelaksanaan Pemilu tahun 1955
3. Menjelaskan hasil Pemilu tahun 1955 dan sidang konstituante
4. Menganalisis dampak Pemilu tahun 1955 terhadap perpolitikan
Indonesia
5. Menganalisis Konsepsi Soekarno dan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5
Juli 1959.
TIU Pertemuan 11
1. Mendeskripsikan kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa Demokrasi
Terpimpin di Indonesia Tahun 1959-1965
Setelah mengikuti pertemuan kesebelas, Mahasiswa diharapkan dapat
mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai berikut:
1. Menjelaskan konsep Demokrasi Terpimpin
2. Mendeskripsikan kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat Indonesia
masa Demokrasi Terpimpin
3. Menjelaskan kondisi politik Indonesia masa Demokrasi Terpimpin.
4. Menguraikan kebijakan politik Pemerintah Indonesia Masa Demokrasi
Terpimpin
5. Menganalisis penyimpangan yang terjadi selama masa Demokrasi
Terpimpin
TIU Pertemuan 12
1. Menguraikan Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia (1963-1965)
Setelah mengikuti pertemuan keduabelas, Mahasiswa diharapkan dapat
mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai berikut:
2. Menganalisis langkah Indonesia dalam upaya mencegah pembentukan
Negara Federasi Malaysia
3. Menguraikan konflik militer dan operasi Dwikora dalam upaya
konfrontasi dengan Malaysia
4. Menjelaskan alasan Indonesia keluar dari PBB
5. Menjelaskan upaya penyelesaian konflik Indonesia dengan Malaysia
TIU Pertemuan 13
1. Menganalisis faktor yang menjadikan PKI partai politik berpengaruh di
Indonesia masa orde lama
Setelah mengikuti pertemuan ketigabelas, Mahasiswa diharapkan dapat
mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai berikut:
1. Menjelaskan pengaruh perpolitikan PKI di Indonesia
2. Menjelaskan usaha PKI menguasai Buruh-Tani
3. Menjelaskan usaha PKI menguasai partai-partai politik di Indonesia
4. Menjelaskan usaha PKI menguasai Angkatan Bersenjata Republik
Indonesia
5. Menguraikan usaha PKI dalam menguasai lawan politik
6. Menganalisis peristiwa G 30 S/ Gestok.
TIU Pertemuan 14
1. Menjelaskan secara kronologi perjuangan Indonesia mengembalikan Irian
Barat kedalam NKRI dan menerapkan nilai - nilai nasionalisme, perjuangan,
pengorbanan, dan kebangsaan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.
Setelah mengikuti pertemuan keempatbelas, Mahasiswa diharapkan dapat
mencapai tujuan instruksional khusus (TIK) sebagai berikut:
1. Menjelaskan usaha-usaha Indonesia dalam menyelesaiakan masalah
Irian Barat di PBB
2. Menganalisis langkah konfrontasi Indonesia terhadap BelSaudara di
bidang politik dan militer dalam upaya mengembalikan Irian Barat ke
STRATEGI INSTRUKSIONAL 1
PERTEMUAN 1
Mata Kuliah : Sejarah Nasional Indonesia VI
TIU
: 1. Menguraikan secara singkat sejarah nasional Indonesia
sebelum masa kemerdekaan dan revolusi fisik.
TIK
:
1. Menguraikan secara singkat kronologi sejarah nasional Indonesia
pra-Proklamsi kemerdekaan Indonesia.
2. Mendeskripsikan perjuangan kemerdekaan Indonesia menjelang proklamasi
kemerdekaan Indonesia.
3. Menganalisis perjuangan Indonesia dalam mendapatkan pengakuan
kedaulatan oleh BelSaudara
Dosen
: Syarifuddin, M.Pd
Prodi
: Pendidikan Sejarah
Jurusan
: Pendidikan IPS
Waktu
: 150 menit
URUTAN KEGIATAN
INSTRUK-SIONAL
GARIS BESAR METODE & ALATMEDIA
WAKTU BELAJAR (DALAM MENIT) MHS 1 2 3 4 5 Deskripsi
Singkat Isi Pengantar materi Sejarah Nasional Indonesia VI, dengan dijelaskan pentingnya pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia secara kronologis
Ceramah Laptop, LCD,
& Modul 15 Relevansi
dan Manfaat
Tanpa pengetahuan penulisan sejarah perjuangan Indonesia yang sangat panjang, maka mahasiswa pendidikan sejarah akan sulit memahami sejarah perjuangan bangsa
Tujuan Instruk-sional Khusus
Jika diberikan penjelasan materi mengenai penulisan garis besar sejarah Perjuangan bangsa menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, mahasiswa yang mengambil
mata kuliah SNI VI akan dapat menjelaskan secara kronologis sejarah perjuangan Indonesia minimal 80% benar.
Ceramah LaptopLCD & 10
TAHAP PENYAJIAN
Uraian Penjelasan mengenai:
1. Penulisan kronologis sejarah Indonesia secara singkat sebelum masa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
2. Mendeskripsikan keadaan sosial masyarakat Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan Indonesia
3. Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia
menjelang dan pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia
4. Menjelaskan ruang lingkup sejarah nasional Indonesia VI
Ceramah Bervariasi Dengan Tanya Jawab LCD & Laptop 45 Contoh dan Non-contoh
Sejarah perjuangan rakyat Indonesia pada masa sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia sama halnya dengan riwayat hidup seseorang yang menjadi identitasnya, dan pada kenyataannya banyak orang lupa akan sejarah bangsanya sendiri (amnesia sejarah)
Induktif LaptopLCD & 10
Latihan Mahasiswa diberikan kesempatan menjelaskan kronologis sejarah Bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan Indonesia secara singkat dan jelas dengan bahasanya sendiri
Konstruk-tivisme Lembar Kerja 20 Rangkuman
Glosari Babad : Sebutan sejenis teks dari Jawa dan Bali yang berhubungan dengan sejarah
BelSaudara Sentries: Penulisan sejarah Indonesia dalam sudut pSaudarang penulis BelSaudara Diplomasi: Mengelola suatu urusan untuk kepentingan pihak tertentu melalui wakilnya
Eropa Sentries: Penulisan sejarah Indonesia dalam sudut pSaudarang penulis Eropa/Barat
Indonesia Sentries: Penulisan sejarah Indonesia dalam sudut pSaudarang penulis Indonesia
TAHAP PENUTUPAN Tes Formatif dan Umpan Balik
Pelaksanaan dalam tes bentuk soal essay 5 butir dan pilihan gSaudara 10 butir di dalam modul.
Penilaian kembali terhadap jawaban mahasiswa untuk menilai tingkat penguasaan materi.
Mengidentifikasi kesulitan yang masih dirasakan oleh mahasiswa sehubungan dengan uraian materi dan tugas/latihan Melaksa-nakan tes dan diskusi Lembar soal dalam modul 5 Tindak
Lanjut Penjelasan kembali bagian yang belum dipahami oleh mahasiswa Ceramah Lembar Kerja
Modul 10
STRATEGI INSTRUKSIONAL 2
PERTEMUAN 2
(Online)
Nama Modul
: Sejarah Nasional Indonesia VI
Jurusan/Prodi
: Pendidikan IPS / Pendidikan Sejarah
Dosen Pengampu : Syarifuddin, M.Pd
Pertemuan
: 2
Nama Topik
: Kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan
keamanan bangsa dan negara Indonesia pada masa
Republik Indonesia Serikat
Alokasi Waktu
: 150 Menit
A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti alur pembelajaran online pada pertemuan ini mahasiswa
diharapkan dapat:
1. Menjelaskan kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan
bangsa dan negara Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat.
B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Secara khususnya, setelah mengikuti alur pembelajaran online pada
pertemuan ini mahasiswa diharapkan dapat:
1. Menjelaskan bentuk negara Republik Indonesia Serikat
2. Menjelaskan sistem pemerintahan Republik Indonesia Serikat
3. Membandingkan antara Konstitusi RIS dengan UUD 1945
C. Kegiatan Pada Sesi
Nama Aktivitas / Resources Pengantar Pertemuan 2
Moodle Tools Page
Page Deskripsi / Teks Link
1
Pengantar 2
Saudara akan mengawali pertemuan ini dengan Pengantar materi Sejarah Nasional Indonesia VI, dengan dijelaskan pentingnya pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia secara kronologis.
Dalam sesi ini Saudara akan melakukan kegiatan/ aktivitas secara online selama 10 menit sesuai dengan alur berikut :
Bahan rujukan
Nama Aktivitas / Resources Membaca Bahan Rujukan
Moodle Tools File
Waktu Online 15 Menit
Page Deskripsi / Teks Link
1
Pengantar Kegiatan
Mengawali kegiatan ini Saudara diminta untuk membaca petunjuk kegiatan dan mengunduh bahan bacaan tentang kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan bangsa dan negara Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat
Bahan Bacaan Page 2
2
Setelah mempelajari bahan bacaan, Saudara dapat menguraikan secara singkat mengenai kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan bangsa dan negara Indonesia pada
masa Republik Indonesia Serikat. Page 3
3
Untuk menambah pemahaman mengenai kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan bangsa dan negara Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat, silahkan
Saudara melanjutkan kegiatan Latihan 2 Pemahaman konsep Latihan 2
Nama Aktivitas / Resources Latihan 2 Moodle Tools File Assignment
Waktu Online 20 Menit
Page Deskripsi / Teks Link
1
Pengantar Kegiatan
Mengawali kegiatan ini Saudara diminta untuk membaca petunjuk kegiatan dan mengunduh bahan latihan pada “Latihan 2”
Bahan “Latihan 2”
Page 2
2
Setelah mengunduh bahan Latihan pada “Latihan 2” , Saudara dapat (disesuaikan dengan soal latihan)
Page 3
3
Setelah berhasil submit atau mengirimkan latihan individu, Saudara akan melanjutkan kegiatan berikutnya dengan membaca materi BAB 2 mengenai kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan bangsa dan negara
Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat. Materi BAB 2
SELANJUTNYA
SEBELUMNYA
LATIHAN 2
SELANJUTNYA
SELANJUTNYA
SEBELUMNYA
Materi BAB 2
Nama Aktivitas / Resources Membaca Materi BAB 2
Moodle Tools Lesson
Waktu Online 45 Menit
Page Deskripsi / Teks Link
1
Pengantar Kegiatan
Mengawali kegiatan ini Saudara diminta untuk membaca petunjuk kegiatan dan mengunduh bahan materi BAB 2 tentang kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan bangsa dan negara Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat. Bahan Materi BAB 2 Page 2 2
Setelah mengunduh dan mempelajari bahan materi BAB 2, Saudara dapat menjelaskan kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan bangsa dan negara Indonesia
pada masa Republik Indonesia Serikat. Page 3
3
Untuk menambah pemahaman mengenai kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan bangsa dan negara Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat, silahkan Saudara melanjutkan kegiatan berikutnya dengan
menjawab pertanyaan pada Quiz 2 Quiz 2
4
Untuk bahan pembelajaran lainnya silahkan kunjungi/ buka aplikasi virtual museum Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
Lihat gambar di daftar Kode virtual museum: ANRI 3, BI 6, BI 8, BI 17, BI 18, dan Monas 7.
Virtual Museum Indonesia
SELANJUTNYA
SELANJUTNYA
SEBELUMNYA
QUIZ 2
Nama Aktivitas / Resources Mengerjakan Quiz 2
Moodle Tools Quiz
Waktu Online 20 Menit
Page Deskripsi / Teks Link
1
Pengantar Kegiatan
Mengawali kegiatan ini Saudara diminta untuk menjawab pertanyaan seputar kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan bangsa dan negara Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat.
Page 2
2
Silahkan Saudara menjawab pertanyaan tentang kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan bangsa dan negara Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat dalam bentuk (jenis soal pada Quiz).
1. Pertanyaan pada Quiz 2 Page 3
3
Setelah berhasil submit, Saudara akan melanjutkan kegiatan berikutnya yaitu Diskusi / Forum
Forum
SELANJUTNYA
SELANJUTNYA
SEBELUMNYA
Nama Aktivitas / Resources Forum Diskusi 2
Moodle Tools Forum
Waktu Online 30 Menit
Page Deskripsi / Teks Link
1
Salah satu materi yang telah Saudara pelajari dalam Pertemuan 2 ini adalah Pelaksanaan Pemilu I 1955 sebagai
langkah perbaikan politik dalam negeri Indonesia.
Berdasarkan pengalaman dan pemahaman yang telah Saudara peroleh terkait pemanfaatan hasil penilaian,
menurut Saudara.. (Topik yg akan dibahas dalam Forum 10)
Petunjuk pemberian jawaban dan tanggapan dalam forum: 1. Mahasiswa yang mengikuti diskusi/ forum dalam elearning
berhak memilih salah satu tugas sebagai berikut: • Narasumber
• Moderator • Notulen • Peserta Diskusi
2. Moderator akan membuka, memimpin jalannya diskusi, dan menutup diskusi. Setiap peserta diskusi wajib mematuhi arahan moderator.
3. Setiap peserta memiliki hak bicara yang digunakan dalam forum diskusi.
4. Alokasi waktu bicara bagi narasumber dan peserta akan ditentukan oleh moderator
5. Narasumber dapat menyampaikan materi dengan memposting materi yang akan disampaikan ke dalam forum
6. Notulen berkewajiban mencatat alur kegiatan diskusi dan kemudian hasil diskusi di simpan dalam bentuk word document dan dokumen pdf.
7. Peserta diskusi hanya diberikan satu kali kesempatan untuk memberikan pertanyaan
8. Uraian pertanyaan peserta diskusi berkisar antara 20-35 kata.
9. Agar terjadi proses diskusi, diharapkan peserta menanggapi masukan yang telah diterima
Note: Peraturan dapat berubah sesuai dengan peraturan dosen pengampu yang bersangkutan
Nama Aktivitas / Resources BLOG Sesi 2
Moodle Tools BLOG
Waktu Online 10 Menit
Page Deskripsi / Teks Link
1
BLOG REFLEKSI
Selamat! Saudara telah menyelesaikan Pertemuan 2 ini dengan baik. Tentunya banyak manfaat, pengalaman dan hal-hal baru yang telah Saudara peroleh selama mengikuti pembelajaran tentang kondisi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan
keamanan bangsa dan negara Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat. Oleh karena itu, melalui BLOG ini, Saudara
diharapkan dapat menuliskan berbagai manfaat, pengalaman dan hal-hal baru tersebut berkaitan dengan tugas pokok Saudara sebagai mahasiswa. Apabila berkenan, Saudara dapat membagikan pengalaman kepada sesama mahasiswa lain di kelas untuk membangun komunitas belajar yang lebih erat.
STRATEGI INSTRUKSIONAL 3
PERTEMUAN 3
Mata Kuliah
: Sejarah Nasional Indonesia VI
TIU
: 2. Membandingkan konstitusi RIS dan UUDS 1950 sebagai
dasar negara Indonesia
TIK
: 1. Menguraikan alasan-alasan bangsa Indonesia
kembali ke NKRI
2. Membandingkan gerakan APRA, Andi Aziz dengan
RMS
3. Menjelaskan proses pembuatan UUDS 1950
Dosen
: Syarifuddin, M.Pd
Prodi
: Pendidikan Sejarah
Jurusan
: Pendidikan IPS
URUTAN KEGIATAN
INSTRUK-SIONAL
GARIS BESAR METODE & ALATMEDIA
WAKTU BELAJAR (DALAM MENIT) MHS 1 2 3 4 5 Deskripsi
Singkat Isi Ruang lingkup pembelajaran ini adalah: 1. Kembalinya sistem kenegaraan
dari RIS menjadi NKRI 2. Penyusunan UUDS 1950
3. Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi pada periode RIS dan NKRI (1950-1959) Ceramah dan tutorial LCD, Laptop, & Modul 15 Relevansi dan Manfaat
Memahami dan memaknai proses mendapatkan dan mempertahankan Kemerdekaan serta kedaulatan bangsa Indonesia.
Tujuan Instruk-sional Khusus
Jika diberikan materi mengenai perbandingan keadaan Indonesia pada masa Konstitusi RIS dan masa UUD 1945. Mahasiswa yang mengambil mata kuliah Sejarah Nasional Indonesia VI dapat mendeskripsikan perbandingan keadaan Indonesia masa konstitusi RIS dan masa UUD 1945 minimal 80 % benar
Ceramah LaptopLCD & 10
TAHAP PENYAJIAN
Uraian Penjelasan mengenai:
1. Upaya bersatunya negara-negara federasi RIS kedalam NKRI
2. Proses penyusunan konsitusi dan UUDS 1950
3. Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi antara tahun 1950-1959
4. Silahkan kunjungi virtual
museum Indonesia dengan kode sebagai berikut: ANRI 7, 10, 12, 15, Monas 5, BI 6, 7, dan 9 Ceramah Bervariasi Dengan Tanya Jawab LCD & Laptop 45 Contoh dan
Non-contoh Usaha Indonesia dalam mencapai kedaulatan dan membangun sistem serta struktur pemerintahan negara Indonesia pada masa RIS dan NKRI
Induktif LaptopLCD & 10 Latihan Mahasiswa diberikan kesempatan
menjelaskan kembali salah satu materi:
1. Usaha mempersatukan negara-negara federasi RIS kedalam NKRI
2. Upaya Indonesia dalam
membangun sistem kenegaraan dan konstitusi negara
3. Usaha pemerintah Indonesia dalam mengamankan wilayah Indonesia dari aksi pemberontakan
Rangkuman Perjuangan kaum republiken untuk mewujudkan terbentuknya sebuah negara kesatuan merupakan pekerjaan yang sulit. Jika dilihat kembali, pada saat itu masih berdiri sebuah negara yang secara resmi berbentuk negara federal lengkap dengan alat-alat kenegaraannya. Lalu tentara BelSaudara saat itu masih ada di Indonesia, lengkap dengan persenjataannya. Sehingga perjuangan untuk mengembalikan bentuk negara dari federal menjadi kesatuan harus dilakukan dengan cara yang benar agar tidak dianggap sebagai pemberontakan kepada pemerintah yang sah dan kaum republiken harus juga bersiap menghadapi konflik dengan tentara BelSaudara.
Glosari De facto: Pengakuan yang diberikan oleh suatu negara kepada negara lain yang telah memenuhi unsur-unsur negara, seperti ada pemimpin, rakyat dan wilayahnya berdasarkan kenyataan (fakta). De jure: Pengakuan de jure adalah pengakuan terhadap suatu negara secara resmi berdasarkan hukum dengan segala konsekuensi atau pengakuan secara internasional.
TAHAP PENUTUPAN
Tes Formatif dan Umpan Balik
Pelaksanaan dalam tes bentuk essay 5 soal dan pilihan gSaudara 10 butir di dalam modul.
Penilaian kembali terhadap jawaban mahasiswa untuk menilai tingkat penguasaan materi.
Mengidentifikasi kesulitan yang masih dirasakan oleh mahasiswa sehubungan dengan uraian materi dan tugas/latihan Melaksa-nakan tes dan diskusi Lembar soal dalam modul 25
Tindak
Lanjut Penjelasan kembali bagian yang belum dipahami oleh mahasiswa Ceramah Lembar Kerja
Modul 15
STRATEGI INSTRUKSIONAL 4
PERTEMUAN 4
(Online)
Nama Modul
: Sejarah Nasional Indonesia VI
Jurusan/Prodi
: Pendidikan IPS / Pendidikan Sejarah
Dosen Pengampu : Syarifuddin, M.Pd
Pertemuan
: 4
Nama Topik
: Penyebab munculnya pemberontakan-pemberontakan
yang terjadi sebagai upaya menganggu keamanan
Indonesia tahun 1950-1959
Alokasi Waktu
: 150 Menit
A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti alur pembelajaran online pada pertemuan ini mahasiswa
diharapkan dapat:
4. Mengidentifkasikan
penyebab
munculnya
pemberontakan-pemberontakan yang terjadi sebagai upaya menganggu keamanan Indonesia
tahun 1950-1959.
B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Secara khususnya, setelah mengikuti alur pembelajaran online pada
pertemuan ini mahasiswa diharapkan dapat:
1. Mendeskripsikan pemberontakan-pemberontahan yang terjadi di
Indonesia selama tahun 1950-1965
2. Menganalisis penyebab terjadinya pemberontakan di Indonesia selama
tahun 1950-1965
3. Menguraikan hubungan antar gerakan pemberontakan di Indonesia
C. Kegiatan Pada Sesi
Nama Aktivitas / Resources Pengantar Pertemuan 4
Moodle Tools Page
Page Deskripsi / Teks Link
1
Pengantar 4
Saudara akan mengawali pertemuan ini dengan Pengantar materi Sejarah Nasional Indonesia VI, dengan dijelaskan pentingnya pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia secara kronologis.
Dalam sesi ini Saudara akan melakukan kegiatan/ aktivitas secara online selama 10 menit, sesuai dengan alur berikut :
Bahan rujukan
Nama Aktivitas / Resources Membaca Bahan Rujukan
Moodle Tools File
Waktu Online 15 Menit
Page Deskripsi / Teks Link
1
Pengantar Kegiatan
Mengawali kegiatan ini Saudara diminta untuk membaca petunjuk kegiatan dan mengunduh bahan bacaan tentang penyebab munculnya pemberontakan-pemberontakan yang terjadi sebagai upaya menganggu keamanan Indonesia tahun 1950-1959
Bahan Bacaan Page 2
2
Setelah mempelajari bahan bacaan, Saudara dapat
menguraikan secara singkat mengenai penyebab munculnya pemberontakan-pemberontakan yang terjadi sebagai upaya
menganggu keamanan Indonesia tahun 1950-1959. Page 3
3
Untuk menambah pemahaman mengenai penyebab munculnya pemberontakan-pemberontakan yang terjadi sebagai upaya menganggu keamanan Indonesia tahun 1950-1959., silahkan
Saudara melanjutkan kegiatan Latihan 4 Pemahaman konsep Latihan 4
Nama Aktivitas / Resources Latihan 4 Moodle Tools File Assignment
Waktu Online 20 Menit
Page Deskripsi / Teks Link
1
Pengantar Kegiatan
Mengawali kegiatan ini Saudara diminta untuk membaca petunjuk kegiatan dan mengunduh bahan latihan pada “Latihan 4”
Bahan “Latihan 4”
Page 2
2
Setelah mengunduh bahan Latihan pada “Latihan 4” , Saudara
dapat (disesuaikan dengan soal latihan) Page 3
3
Setelah berhasil submit atau mengirimkan latihan individu, Saudara akan melanjutkan kegiatan berikutnya dengan membaca materi BAB 3 mengenai penyebab munculnya pemberontakan-pemberontakan yang terjadi sebagai upaya
menganggu keamanan Indonesia tahun 1950-1959. Materi BAB 3
SELANJUTNYA
SEBELUMNYA
LATIHAN 4
SELANJUTNYA
SELANJUTNYA
SEBELUMNYA
LATIHAN 4
Nama Aktivitas / Resources Membaca Materi BAB 2
Moodle Tools Lesson
Waktu Online 45 Menit
Page Deskripsi / Teks Link
1
Pengantar Kegiatan
Mengawali kegiatan ini Saudara diminta untuk membaca petunjuk kegiatan dan mengunduh bahan materi
BAB 3 tentang penyebab munculnya pemberontakan-pemberontakan yang terjadi sebagai upaya menganggu keamanan Indonesia tahun 1950-1959.
Bahan Materi BAB
3 Page 2
2
Setelah mengunduh dan mempelajari bahan materi BAB 3, Saudara dapat menjelaskan penyebab munculnya
pemberontakan-pemberontakan yang terjadi sebagai upaya
menganggu keamanan Indonesia tahun 1950-1959. Page 3
3
Untuk menambah pemahaman mengenai penyebab munculnya pemberontakan-pemberontakan yang terjadi sebagai upaya menganggu keamanan Indonesia tahun 1950-1959, silahkan Saudara melanjutkan kegiatan berikutnya
dengan menjawab pertanyaan pada Quiz 4 Quiz 4
Nama Aktivitas / Resources Mengerjakan Quiz 4
Moodle Tools Quiz
Waktu Online 20 Menit
Page Deskripsi / Teks Link
1
Pengantar Kegiatan
Mengawali kegiatan ini Saudara diminta untuk menjawab pertanyaan seputar penyebab munculnya
pemberontakan-pemberontakan yang terjadi sebagai upaya menganggu Page 2
SELANJUTNYA
SELANJUTNYA
SEBELUMNYA
2
ilahkan Saudara menjawab pertanyaan tentang penyebab munculnya pemberontakan-pemberontakan yang terjadi sebagai upaya menganggu keamanan Indonesia tahun 1950-1959 dalam bentuk (jenis soal pada Quiz).
1. Pertanyaan pada Quiz 4 Page 3
3
Setelah berhasil submit, Saudara akan melanjutkan kegiatan berikutnya yaitu Diskusi / Forum
Forum
Nama Aktivitas / Resources Forum Diskusi 4
Moodle Tools Forum
Waktu Online 30 Menit