BLOK
BLOK CLINICAL DENTAL SCIENCE CLINICAL DENTAL SCIENCE
RESUME RESUME
SMALL GROUP DISCUSSION 2 SMALL GROUP DISCUSSION 2
“Bagian Film, Alat Rontgen, dan Pemo!e!an Film" “Bagian Film, Alat Rontgen, dan Pemo!e!an Film"
Do!en Pem#im#ing Do!en Pem#im#ing dg$ dg$ Di!%!%n Ole& ' Di!%!%n Ole& ' DIAN (ULANDARI DIAN (ULANDARI G)G*)+*)+ G)G*)+*)+
KEMENERIAN RISE EKNOLOGI DAN PENDIDIKAN INGGI KEMENERIAN RISE EKNOLOGI DAN PENDIDIKAN INGGI
UNI-ERSIAS .ENDERAL SOEDIRMAN UNI-ERSIAS .ENDERAL SOEDIRMAN
FAKUL
FAKULAS AS KEDOKERANKEDOKERAN .URUSAN KEDOKERAN GIGI .URUSAN KEDOKERAN GIGI
PUR(OKERO PUR(OKERO
2*)/ 2*)/
Bagian Film, Alat Rontgen, dan Pemo!e!an Film A$ Image Re0e1to
)$ Definisi
Reseptor gambar atau Image Receptor merupakan perangkat yang mengubah sinar x menjadi gambar yang dapat terlihat. Reseptor gambar dapat berupa film radiograf dan kaset, layar phosphorescent (biasa digunakan pada flouroskopy atau computed radiography ) atau detector khusus yang ditempatkan di meja (digunakan pada radiografi digital langsung)
2$ Macammacam
!ada radiografi kon"ensional yang berperan sebagai image receptor adalah film. #ilm ini akan menangkap elektron, sehingga kristal $g%r yang merupakan isi atau salah satu komposisi dalam lapisan film akan terurai menjadi $g & dan %r . $g& apabila telah dilakukan prosesing maka $g akan mengendap dan membuat penghitaman pada film, penghitaman film ini disebut densitas. #ilm sebagai image receptor radiografi kon"ensional berfungsi untuk menangkap data dan menghasilkan gambaran secara langsung yang disebut direct imaging.
'edangkan pada computer radiography yang berperan sebagai image receptor adalah imaging plate atau I!. I! ini akan menangkap elektron yang meleati objek, lalu elektron yang ditangkap akan disimpan dalam I! kemudian akan diolah dalam komputer. !ada computer radiography untuk mendapatkan hasil gambaran diperlukan adanya proses pengubahan data gambar. ntuk mendapatkan hasil gambaran perlu adanya proses pengolahan terlebih dulu yang disebut indirect imaging.
B$ Film Radioga1&i0 *. Macammacam
Macam macam film radiography menurut +haites, ric. (--), yang sering digunakan oleh dokter gigi pada umumnya yaitu /
a. Direct-action or non-screen film
%iasa disebut wrapped atau packet film. Direct-action sangat sensiti"e terhadap photon x-ray . Direct-action ini sering digunakan pada radiografi
intraoral untuk memberikan kualitas gambar yang bagus dan detail tentang anatomis yang jelas.
b. Indirect-actions or screen film
!enggunaannya dikombinasikan dengan intensifying screens pada kaset. Dosis radiasinya lebih rendah jadi aman jika diberikan pada pasien. Indirect actions sangat sensiti"e terhadap foton cahaya. Indirectactions ini biasa digunakan pada proyeksi ekstraoral seperti lateral obli0ue radiography, radiography panoramic, dan semua radiography region kepala sehingga kualitas dan detail anatomisnya kurang detail.
-. kuran dan #ungsi
kuran atau si1e dari #ilm Radiography menurut +haites, ric. (--), dibagi menjadi dua berdasarkan tipe atau macammacamnya yaitu/
a. Direct-action or non screen film
kuran film yang sering digunakan dalam film intraoral atau direct action adalah sebagai berikut/
*) 2* x 3* mm, biasanya digunakan untuk foto periapikal yaitu untuk 4menunjukkan gambatan gigi indi"idual secara utuh atau mencakup beberapa gigi dari mahkota hingga ujung akar beserta jaringan disekitarnya.
-) -- x 25 mm, biasanya digunakan untuk foto biteings yaitu untuk memperlihatkan mahkkota gigi rahang atas dan rahang baah.
2) 56 x 67 mm, biasanya digunakan untuk foto occlusals, yang memperlihatkan bagian oklusal dari gigi dan dasar mulut.
b. Indirect-actions or screen film
kuran film yang sering digunakan dalam film ektraoral atau indirect action adalah sebagai berikut/
a. *5 x 2 cm, biasanya digunakan untuk foto panoramic yaitu untuk memperlihatkan gambaran dari kedua rahang serta semua jaringan yang berada dalam region tersebut secara lengkap.
b. -3 x 2 cm, biasanya digunakan untuk cephalometry yaitu untuk memperlihatkan keseluruhan jaringan keras maupun jaringan lunak yang ada di region kepala.
2. %agian dan #ungsi
8apisan lapisan #ilm rontgen menurut +haites, ric. (--), antara lain terdiri dari
a. !lastik base merupakan bahan dasar yang kuat dan transparent dan terbuat dari bahan tipis dan lepas yaitu polyester dengan ketebalan 9 ,-mm
b. 8apisan adhesif (gelatin) yang berfungsi sebagai alat perekat antar kedua bahan yang mempunyai difat yang berbeda yaitu film base yang tidak menyerap air dan emulsi film yang menyerap air. :ebalnya sekitar ,* mm
c. 8apisan emulsi, berfungsi untuk membentuk gambar radiograf yang diinginkan karena sangat peka terhadap cahaya dan sinar x dan memiliki ketebalan ,*,- mm
d. 8apisan pelindung ( protective layer ) disebut juga lapisan anti abrasi yang berfungsi melindungi emulsi dari kerusakan mekanis. :erbuat dari gelatin dan bersifat menyerap air.
C$ Pemo!e!an Film *. Definisi
Menurut ;eill 'erman (-), !rocessing film adalah suatu proses yang dilakukan untuk menghasilkan gambar permanen atau yang dapat dilihat oleh mata telanjang dan dapat disimpan dalam kurun aktu tertentu. Dalam pengolahnnya processing film ini mengubah gambar laten atau gambar tak terlihat atau gambar
yang tidak dapat terdeteksi secara fisik menjadi gambar yang dapat terlihat sehingga dapat pula diinterpretasikan.
-. Macam macam
Menurut Miles et al (*<=<) terdapat - macam processing dalam Radiografi antara lain yaitu /
a. Manual !rocessing
Merupakan processing film yang yang menggunakan tenaga manusia. !rosesnya yaitu De"eloper (pengembangan), Rinsing ( pembilasan ), #ixing (penetapan), +ashing (pencucian ), dan Drying ( pengeringan )
b. $utomatic !rocessing
Merupakan processing film yang cara pemrosesannya hampir sama dengan Manual !rocessing hanya saja pada proses ini tidak mengalami tahapan rinsing atau pembilasan tetapi menggunakan mesin.
2. %ahan
%ahan yang digunakan untuk processing manual kurang lebih sama dengan bahan yang dibutuhkan pada automatic processing yaitu /
a. >idro0uinone, yaitu 1at pereduksi. ?at ini dapat menghasilkan kontras yang baik.
b. Metol (elon), yaitu 1at pereduksi yang dapat menyebabkan timbulnya detail gambar obyek yang difoto.
c. ;atrium @arbonat atau 'odium @arbonat (;a'A2), digunakan untuk mempertahankan derajat kebasahan supaya de"eloper dapat berfungsi. 'elain untuk mempertahankan derajat kebasahan juga digunakan sebagai akselerator atau mempercepat kerja de"eloper.
d. @alium bromide atau !otasium %romida (@%r), digunakan untuk mereduksi @ristalkristal yang tidak tertembus sinar B dan mencegah gambaran kabut pada film.
e. ;atrium sulfit atau 'odium sulfat (;a'A2), digunakan mencegah 1at pereduksi teroksidasi oleh oksigen yang ada dalam air atau oksigen yang berasal dari udara
f. $ir, digunakan sebagai 1at pelarut 3. :ahapan
Menurut %ontrager (-*), ada 5 tahapan dalam pemrosesan film, diantaranya/ a. Developing (!engembangan)
!engembangan merupakan langkah pertama dalam memproses film. 'uatu larutan kimia yang dikenal sebagai larutan pengembang atau developer
digunakan dalam proses ini yang memiliki temperature sekitar -3ο
C. :ujuan dari developer atau pengembang adalah mengubah ion perak bromida dalam kristal menjadi logam perak. %ahan yang digunakan pada tahap ini yaitu/
*) >idro0uinone, yaitu 1at pereduksi. ?at ini dapat menghasilkan kontras yang baik.
-) Metol (elon), yaitu 1at pereduksi yang dapat menyebabkan timbulnya detail gambar obyek yang difoto.
2) ;atrium @arbonat atau 'odium @arbonat (;a'A2), digunakan untuk mempertahankan derajat kebasahan supaya de"eloper dapat berfungsi. 'elain untuk mempertahankan derajat kebasahan juga digunakan sebagai akselerator atau mempercepat kerja de"eloper.
3) @alium bromide atau !otasium %romida (@%r), digunakan untuk mereduksi @ristalkristal yang tidak tertembus sinar B dan mencegah gambaran kabut pada film.
5) ;atrium sulfit atau 'odium sulfat (;a'A2), digunakan mencegah 1at pereduksi teroksidasi oleh oksigen yang ada dalam air atau oksigen yang berasal dari udara
7) $ir, digunakan sebagai 1at pelarut b. Rinsing (!embilasan)
'etelah proses pengembangan, rendaman air digunakan untuk mencuci atau membilas film. !embilasan digunakan untuk menghilangkan developer atau pengembang dari film dan memberhentikan proses pengembangan.
c. Fixing (#iksasi)
'uatu larutan kimia yang dikenal sebagai fiksator digunakan dalam proses fiksasi ini. :ujuan dari fiksator adalah untuk melarutkan kristal yang tidak tembus sinarB sehingga film bersih dari larutan emulsi perak halida dan larutan developer yang tertinggal. #iksator menguatkan emulsi film selama proses ini. !ada tahap ini menggunakan beberapa larutan yaitu /
*) ;atrium tiosulfat, larutan ini merupakan bahan fixasi dan bahan pelarut $g%r
-) ;atrium sulfat, larutan ini dipergunkan untuk mencegah dekomposisi bahan fixasi dalam asam acetat. adi larutan ini bertindak sebagai pengaet
2) $sam asetat, larutan ini dipergunakan untuk menetralisir larutan de"eloper yang terbaa serta oleh film agar fixer bersifat asam.
3) !otasium alumunium, larutan ini merupakan bahan pengeras yang mengeraskan gelatin dalam emulsi film
5) $ir, digunakan sebagai bahan pelarut d. Washing (!encucian)
'etelah difiksasi, film harus direndam air selama * menit yang kemudian di cuci dengan menggunakan air mengalir. 8angkah ini diperlukan untuk menghilangkan semua bahan kimia yang berlebihan dari emulsi.
e. Drying (!engeringan)
8angkah terakhir dalam memproses film adalah pengeringan. #ilm dapat diletakkan pada udara kering yang bebas debu dalam suhu kamar atau ditempatkan pada lemari pengering yang hangat.
D$ al 3ang &a%! di1e&ati4an !e#el%m dila4%4an 5oto Rontgen Dental * !roteksi terhadap pasien
>al yang perlu diperhatikan dalam upaya proteksi kepada pasien menurut $hadi (-) adalah sebagi berikut/
a !emeriksaan sinar B hanya atas permintaan seorang dokter.
b !asien diinstruksikan untuk melepas bendabenda yang terbuat dari logam. c !emakaian filtrasi maksimum pada sinar primer.
d !emakaian "oltage yang lebih tinggi sehingga daya tembusnya lebih kuat. e Daerah yang disinar harus sekecil mungkin, misalnya dengan
mempergunakan konus (untuk radografi) atau diafragma (untuk sinar tembus).
f $lat kelamin dilindungi sebisanya.
g !asien hamil, terutama trimester pertama, tidak boleh diperiksa radiologi karena pada masa tersebut masih terbentuk organ "ital pada janin.
h +aktu penyinaran sesingkat mungkin.
- !roteksi terhadap dokter atau petugas radiologi
>al yang perlu diperhatikan dalam upaya proteksi terhadap dokter atau petugas radiologi menurut 'arianoferni (-7) adalah sebagi berikut/
a >indari penyinaran bagianbagian tubuh yang tidak terlindungi.
b !emakaian sarung tangan, apron atau gaun pelindung, yang berlapis !b dengan tebal maksimum ,5 mm !b.
c >indari melakukan sinar tembus, usahakan melakukan radiografi. d >indari pemeriksaan sinar tembus tulangtulang kepala.
e $komodasi mata sebelum melakukan pemeriksaan sinar tembus paling sedikit selama - menit.
f arak berdiri operator idealnya *5- cm dari sumber radiasi.
g Aperator umumnya berada pada sudut <o dan *25o terhadap sinar pusat.
h !ada saat memotret gigi anterior, operator berdiri di sebelah kanan atau kiri pasien.
i !ada saat memotret gigi posterior, operator berdiri di belakang pasien..
DAFAR PUSAKA
$khadi.M., -, Dasar-Dasar roteksi Radiasi , Rineka Cipta, akarta
%[email protected]., -*, !extbook of Radiographic ositioning and Related "natomy 5th
#dition. 'aint 8ouis / Mosby.
'arianoferni.$.%., -7, !roteksi Radiasi di %idang @edokteran Eigi. Denta $urnal %edokteran &igi . *(*)/ 536.
'erman.;., -, !rocessing the Radiograph Chapter 7, Columbia ni"ersity, Columbia
+haites, ric. --. #ssentials of Dental Radiography and Radiology . Churchill 8i"ingstone/ nited @ingdom