• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA PERUBAHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA PERUBAHAN"

Copied!
297
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA PERUBAHAN

DINAS PENDAPATAN DAERAH

KABUPATEN BOGOR

TAHUN 2016

P E M E R I N T A H K A B U P A T E N B O G O R

DINAS PENDAPATAN DAERAH

Jl. Tegar Beriman Telp. (021)87912442, Fax. (021)87906550

Cibinong - 16914

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

... i

DAFTAR ISI... ii

BAB I

PENDAHULUAN

...

... I-1

1.1.

Latar Belakang

... I-1

1.2.

Maksud dan Tujuan

... I-3

1.3

Dasar Hukum...

I-3

1.4.

Sistematika Penulisan

... I-5

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD SAMPAI DENGAN

TRIWULAN II ... II-1

2.1.

Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Sampai Dengan Triwulan III dan

Capaian Renstra SKPD...

II-1

2.2.

Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

... II-11

2.3.

Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi

SKPD

... II-13

2.4.

Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun

2016...

. II-21

2.5.

Penelaahan Usulan Program dan kegiatan

Masyarakat...

II-21

BAB III

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN DALAM PERUBAHAN

RENCANA KERJA DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN

BOGOR

...

III-1

(3)

i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas

tersusunnya Perubahan Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendapatan Daerah

(Dispenda) Kabupaten Bogor Tahun 2016. Renja ini merupakan

penjabaran pelaksanaan dari Renstra Dispenda Kabupaten Bogor Tahun

2013-2018 sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dispenda.

Renja Perubahan Dispenda Tahun 2016 ini memuat evaluasi

pelaksanaan rencana kerja Dispenda tahun 2016 triwulan III dan uraian

mengenai tujuan, sasaran, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan

pada tahun 2016. Di dalamnya memuat pula sasaran kegiatan berupa

indikator output kegiatan sebagai upaya pelaksanaan secara terencana

dan berorientasi hasil.

Kritik dan saran untuk kesempurnaan renja ini sangat kami

harapkan. Ucapan terima kasih kami sampaikan ke semua pihak yang

telah membantu penyusunan Renja ini, mudah-mudahan ini bermanfaat

bagi semua pihak dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara dan

abdi masyarakat.

Cibinong, 2016

KEPALA,

DEDI A. BACHTIAR

Pembina Utama Muda

NIP. 196201221985031004

(4)

I - 1

LAMPIRAN LXX. KEPUTUSAN KEPALA DINAS

PENDAPATAN DAERAH

NOMOR

:

TANGGAL :

PERUBAHAN RENCANA KERJA

DINAS PENDAPATAN DAERAH

KABUPATEN BOGOR TAHUN 2016

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Perencanaan pembangunan Kabupaten Bogor tahun 2016 telah

tertuang dalam dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun

2016 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Bogor Nomor 25

Tahun 2015 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten

Bogor Tahun 2016. Mempedomani dokumen RKPD Tahun 2016

tersebut, telah disusun pula dokumen Rencana Kerja (Renja) SKPD

Tahun 2016 yang telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bogor

Nomor 050/294/Kpts/Per-UU/2015 tentang Rencana Kerja Satuan

Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2016 dengan

lampiran 78 SKPD.

Implementasi rencana pembangunan tahun 2016 telah

berlangsung hampir 2 (dua) triwulan. Dalam perjalanannya,

pelaksanaan program/kegiatan yang dilaksanakan oleh seluruh SKPD

memungkinkan tidak berlangsung sesuai dengan rencana, sehingga

berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27

Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan, Pengendalian dan

Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2016,

Perubahan RKPD Tahun 2016 dan Perubahan Renja SKPD Tahun

2016 dapat dilakukan apabila berdasarkan hasil evaluasi

pelaksanaannya dalam tahun berjalan menunjukkan adanya

ketidaksesuaian dengan perkembangan keadaan, meliputi :

(5)

I - 2

1.

Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kerangka

ekonomi daerah dan kerangka pendanaan, prioritas dan sasaran

pembangunan, rencana program dan kegiatan prioritas daerah.

2.

Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun anggaran

sebelumnya harus digunakan untuk tahun berjalan; dan/atau

3.

Keadaan darurat dan keadaan luar biasa sebagaimana ditetapkan

dalam peraturan perundang-undangan.

4.

Pergeseran pagu kegiatan antar SKPD, penghapusan kegiatan,

penambahan kegiatan baru/kegiatan alternatif, penambahan atau

pengurangan target kinerja dan pagu kegiatan, serta perubahan

lokasi dan kelompok sasaran kegiatan.

5.

Perubahan RKPD Tahun 2016 sebagaimana tersebut pada angka

1, angka 2, angka 3, dan angka 4, ditetapkan dengan Peraturan

Kepala Daerah.

6.

Perubahan Renja SKPD Tahun 2016 sebagaimana tersebut pada

angka 1, angka 2, angka 3, dan angka 4, disahkan dengan

Peraturan Kepala Daerah.

7.

Dalam hal keadaan darurat sebagaimana ditetapkan dalam

peraturan perundang-undangan, pemerintah daerah dapat

melaksanakan kegiatan terlebih dahulu untuk mengatasi keadaan

darurat dimaksud dan selanjutnya ditampung dalam Perubahan

RKPD Tahun 2016.

8.

Memperhatikan ketentuan Pasal 17 ayat (2) Undang-Undang

Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang

mengamanatkan bahwa penyusunan RAPBD berpedoman kepada

RKPD dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara,

Pasal 25 ayat (2) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang menyatakan

bahwa RKPD menjadi pedoman penyusunan RAPBD, maka untuk

menjaga konsistensi antara perencanaan dan penganggaran,

Perubahan RKPD Tahun 2016 yang ditetapkan dengan Peraturan

Kepala Daerah menjadi landasan penyusunan Perubahan KUA dan

Perubahan PPAS untuk menyusun Perubahan APBD Tahun 2016.

Mengacu pada ketentuan tersebut, maka perlu disusun

pedoman penyusunan Perubahan Renja SKPD Tahun 2016, sehingga

dalam proses penyusunannya, SKPD memiliki panduan terkait hal-hal

(6)

I - 3

yang diperlukan untuk menyusun dokumen Perubahan Renja SKPD

Tahun 2016 dengan mengacu pada dokumen Perubahan RKPD tahun

2016.

1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud Pedoman Penyusunan Perubahan Renja SKPD Tahun

2016 adalah untuk membantu SKPD dalam penyusunan dokumen

Perubahan Renja SKPD Tahun 2016, sehingga sesuai dengan

ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Tujuan Pedoman Penyusunan Perubahan Renja SKPD Tahun

2016 adalah :

1. Memberikan pedoman sistematika penyusunan Perubahan Renja

SKPD Tahun 2016.

2. Memberikan sinkronisasi antara substansi dokumen Perubahan

RKPD Tahun 2016 dengan substansi dokumen Perubahan Renja

Tahun 2016.

1.3 Dasar Hukum

Dasar hukum penyusunan Perubahan Renja SKPD tahun 2016

adalah :

1.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun

2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);

2.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan

Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah

beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun

2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 32

Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara

Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844);

3.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor

244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor

(7)

I - 4

246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

5589);

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 21,

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4817);

5.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang

Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah

beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam

Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang

Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Tahun

2011 Nomor 310);

6.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang

Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi

Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

7.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 27

Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan, Pengendalian, dan

Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2015;

8.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 37

Tahun 2014, tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan

dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015;

9.

Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 7 Tahun 2008 tentang

Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan

Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2008 Nomor

9);

10.

Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 19 Tahun 2008 tentang

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor Tahun

2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2008

Nomor 19, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 36);

11.

Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 27 Tahun 2008 tentang

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

Kabupaten Bogor Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten

Bogor Tahun 2008 Nomor 27);

(8)

I - 5

12.

Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 5 Tahun 2014 tentang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018 (Lembaran Daerah Kabupaten

Bogor Tahun 2014 Nomor 5);

13.

Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 8 Tahun 2009 tentang

Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah

Kabupaten Bogor Tahun 2009 Nomor 8, Tambahan Lembaran

Daerah Nomor 37);

14.

Peraturan Bupati Bogor Nomor 25 Tahun 2015 tentang Rencana

Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2016.

1.4 Sistematika Penulisan

Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik

Indonesia Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan,

Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah

Tahun 2015, sistematika Perubahan Renja SKPD tahun 2016 disusun

dengan sistematika sekurang-kurangnya sebagai berikut :

Bab I. Pendahuluan

Memuat/menjelaskan

maksud,

tujuan,

dan

dasar

pertimbangan perubahan yang disertai dengan gambaran

tentang perubahan kerangka ekonomi daerah.

Khusus untuk penjelasan/deskripsi terkait gambaran tentang

perubahan kerangka ekonomi daerah, substansi Perubahan

Renja SKPD Tahun 2016 mengacu pada substansi Perubahan

RKPD tahun 2016.

Bab II. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Sampai Dengan Triwulan

III

Memuat kompilasi hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD

tahun n-1 (2015) sampai dengan Triwulan III tahun berjalan

(2016).

Format tabel 2.1 yang digunakan tercantum sebagaimana

terlampir.

(9)

I - 6

Bab III. Rencana Program dan Kegiatan Dalam Perubahan Renja

SKPD

Memuat kegiatan lanjutan tahun sebelumnya (tahun 2015)

yang belum terlaksana, pergeseran kegiatan, penghapusan

kegiatan, penambahan kegiatan baru/kegiatan alternatif,

penambahan atau pengurangan target kinerja, pagu indikatif,

lokasi, kelompok sasaran yang mengalami perubahan dan

yang tidak mengalami perubahan di tahun 2016. Format tabel

3.1 yang digunakan tercantum sebagaimana terlampir.

Bab IV. Penutup

Memuat hal-hal yang dianggap perlu sesuai dengan

kebutuhan.

(10)

II - 1

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SAMPAI DENGAN

TRIWULAN III

2.1

Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Sampai Dengan

Triwulan III

Pada Tahun Anggaran 2016, Dinas Pendapatan Daerah

memberikan kontribusi terhadap pencapaian kebijakan prioritas

pembangunan daerah yang keenam, yaitu Meningkatkan Tata Kelola

Pemerintahan daerah yang Bersih dan Transparan. Kontribusi

pencapaian kebijakan tersebut ditandai dengan capaian rata-rata

Indikator Kinerja Kunci (IKK) sebesar 84,65%, dengan predikat kinerja

Sangat Tinggi. Uraian capaian kinerja indikator kinerja kunci sebagai

berikut :

1)

Optimalnya penerimaan pendapatan daerah dari rencana sebesar

Rp. 5.931.881.350.000, terealisasi Rp. 4.110.540.410.625 atau

69,30 %.

2)

Jumlah dan macam pajak daerah serta retribusi daerah, dari

rencana 10 pajak, terealisasi 10 pajak daerah atau 100%;

Capaian Indikator Kinerja Kunci (IKK) tersebut menunjukkan

telah tercapainya sasaran, yaitu : Meningkatnya pendapatan daerah.

Pencapaian Indikator Kinerja Kunci diatas merupakan hasil kontribusi

dari pelaksanaan 6 program dan 70 kegiatan, dengan uraian sebagai

berikut:

1)

Program Peningkatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah, dengan

33 kegiatan;

2)

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, sebanyak 16

kegiatan;

3)

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, sebanyak 9

kegiatan;

4)

Program Peningkatan Displin Aparatur, sebanyak 1 kegiatan;

5)

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, sebanyak

(11)

II - 2

6)

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian

Kinerja dan Keuangan, sebanyak 9 kegiatan.

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Pendapatan

Daerah Kabupaten Bogor tahun anggaran 2016 menghasilkan

rata-rata capaian Indikator Kinerja Output sebesar 84,65 %, adapun

realisasi keseluruhan anggaran sebesar Rp.24.332.300.773 atau 61,87

%, dari total rencana anggaran sebesar Rp.39.325.105.000,-, uraian

kegiatan beserta capaian indikator kinerja outputnya sebagai berikut :

1)

Program peningkatan dan pengelolaan keuangan daerah terdiri

dari 33 kegiatan dengan perincian sebagai berikut :

1.1.

Kegiatan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-sumber

Pendapatan Daerah dengan realisasi anggaran Belanja

Langsung pada Kegiatan ini Rp.385.509.050 (64.06%) dari

total anggaran Rp.601.754.000, dengan realisasi fisik

kegiatan 64.06%;

1.2.

Kegiatan Penyusunan Data dan Perhitungan Bagian Desa

Dari Hasil Penerimaan Pendapatan Daerah dengan realisasi

anggaran

Belanja

Langsung

pada

Kegiatan

ini

Rp.131.850.108

(94.66%)

dari

total

anggaran

Rp.139.288.000, dengan realisasi fisik kegiatan 100.00%;

1.3.

Kegiatan Penagihan Pajak Daerah dengan realisasi anggaran

Belanja Langsung pada Kegiatan ini Rp.412.636.650

(80.91%) dari total anggaran Rp.510.000.000, dengan

realisasi fisik kegiatan 76.74%;

1.4.

Kegiatan Pemeriksaan dan Pengendalian Pajak daerah

dengan realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan

ini Rp.309.744.314 (52.73%) dari total anggaran

Rp.587.400.000, dengan realisasi fisik kegiatan 70.00%;

1.5.

Kegiatan Perhitungan dan Penetapan Pajak Daerah dengan

realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan ini

Rp.127.268.260

(74.86%)

dari

total

anggaran

Rp.170.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 79.86%;

1.6.

Kegiatan Pengolahan Data Penerimaan Pendapatan Daerah

dengan realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan

ini

Rp.435.350.418

(53.38%)

dari

total

anggaran

(12)

II - 3

1.7.

Kegiatan Pelayanan dan Pengadministrasian benda berharga

dengan realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan

ini

Rp.93.074.900

(72.08%)

dari

total

anggaran

Rp.129.120.000, dengan realisasi fisik kegiatan 71.46%;

1.8.

Kegiatan Pendistribusian dan Pengendalian SPPT PBB

dengan realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan

ini Rp.1.337.134.000 (73.51%) dari total anggaran

Rp.1.819.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 109.79%;

1.9.

Kegiatan Sosialisasi Pendapatan Daerah dengan realisasi

anggaran Belanja Langsung

pada

Kegiatan

ini

Rp.574.628.775

(51.47%)

dari

total

anggaran

Rp.1.116.439.000, dengan realisasi fisik kegiatan 33.33%;

1.10.

Kegiatan Pembinaan Aparatur Pelaksana Pemungut Pajak

Daerah dengan realisasi anggaran Belanja Langsung pada

Kegiatan ini Rp.293.488.325 (43.69%) dari total anggaran

Rp.671.704.000, dengan realisasi fisik kegiatan 70.00%;

1.11.

Kegiatan Penyusunan Produk Hukum di Bidang Pajak

Daerah dengan realisasi anggaran Belanja Langsung pada

Kegiatan ini Rp.203.804.528 (85.08%) dari 61.00%;

1.12.

Kegiatan Penagihan PBB dengan realisasi anggaran Belanja

Langsung pada Kegiatan ini Rp.754.138.690 (44.62%) dari

total anggaran Rp.1.690.000.000, Dengan realisasi fisik

kegiatan 80.49%;

1.13.

Kegiatan Pelayanan Validasi BPHTB dengan realisasi

anggaran

Belanja

Langsung

pada

Kegiatan

ini

Rp.318.793.850

(63.76%)

dari

total

anggaran

Rp.500.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 63.76%;

1.14.

Kegiatan Penelitian dan Verifikasi SPPD BPHTB dengan

realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan ini

Rp.230.738.450

(73.25%)

dari

total

anggaran

Rp.315.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 73.25%;

1.15.

Kegiatan Evaluasi dan Pengendalian BPHTB dengan realisasi

anggaran

Belanja

Langsung

pada

Kegiatan

ini

Rp.224.053.850

(77.80%)

dari

total

anggaran

Rp.288.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 77.80%;

1.16.

Kegiatan Penagihan dan Pengadministrasian Dana Transfer

(13)

II - 4

ini

Rp.270.724.120

(60.16%)

dari

total

anggaran

Rp.450.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 60.16%;

1.17.

Kegiatan Pendaftaran Wajib Pajak Daerah dengan realisasi

anggaran

Belanja

Langsung

pada

Kegiatan

ini

Rp.186.354.600

(65.39%)

dari

total

anggaran

Rp.285.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 65.39%;

1.18.

Kegiatan Pendataan Wajib Pajak Daerah dengan realisasi

anggaran

Belanja

Langsung

pada

Kegiatan

ini

Rp.452.189.300

(57.41%)

dari

total

anggaran

Rp.787.700.000, dengan realisasi fisik kegiatan 101.97%;

1.19.

Kegiatan

Penerbitan

dan

Pendistribusian

Dokumen

Ketetapan Pajak Daerah dengan realisasi anggaran Belanja

Langsung pada Kegiatan ini Rp.281.768.040 (70.44%) dari

total anggaran Rp.400.000.000, Dengan realisasi fisik

kegiatan 86.09%;

1.20.

Kegiatan Penyusunan Target Penerimaan Pendapatan Daerah

dengan realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan

ini Rp.178.137.020 (50.29%) dari total anggaran

Rp.354.200.000, dengan realisasi fisik kegiatan 48.49%;

1.21.

Kegiatan Evaluasi Zona Nilai Tanah dengan realisasi

anggaran

Belanja

Langsung

pada

Kegiatan

ini

Rp.423.924.380

(48.45%)

dari

total

anggaran

Rp.875.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 87.65%;

1.22.

Kegiatan Up Dating Data PBB dengan realisasi anggaran

Belanja Langsung pada Kegiatan ini Rp.711.620.500

(64.28%) dari total anggaran Rp.1.107.000.000, dengan

realisasi fisik kegiatan 109.79%;

1.23.

Kegiatan Pemeliharaan Basis Data Objek Pajak PBB dengan

realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan ini

Rp.840.872.000

(49.67%)

dari

total

anggaran

Rp.1.693.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 87.84%;

1.24.

Kegiatan Pengolahan Data BPHTB & Teknologi Informasi

dengan realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan

ini

Rp.103.725.000

(51.22%)

dari

total

anggaran

Rp.202.500.000, dengan realisasi fisik kegiatan 56.26%;

1.25.

Kegiatan Penerapan Sistem Pelaporan On Line Pajak Hotel

(14)

II - 5

pada Kegiatan ini Rp.501.722.271 (62.06%) dari total

anggaran Rp.808.384.000, dengan realisasi fisik kegiatan

90.00%;

1.26.

Kegiatan Penanganan Keberatan dan Pengurangan PBB

dengan realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan

ini

Rp.466.840.500

(62.00%)

dari

total

anggaran

Rp.753.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 40.08%;

1.27.

Kegiatan Verifikasi Data Objek Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak dengan realisasi anggaran Belanja Langsung pada

Kegiatan ini Rp.438.659.500 (62.00%) dari total anggaran

Rp.949.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 96.83%;

1.28.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi PBB dengan realisasi

anggaran

Belanja

Langsung

pada

Kegiatan

ini

Rp.119.250.000

(10.06%)

dari

total

anggaran

Rp.1.185.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 75.00%;

1.29.

Kegiatan Penilaian PBB pada Sektor Telekomunikasi

(Tower/BTS) dengan realisasi anggaran Belanja Langsung

pada Kegiatan ini Rp.193.816.200 (40.04%) dari total

anggaran Rp.484.000.000,dengan realisasi fisik kegiatan

106.45%;

1.30.

Kegiatan Pengelolaan Teknologi Informasi PBB dengan

realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan ini

Rp.293.440.000

(35.65%)

dari

total

anggaran

Rp.823.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 75.00%;

1.31.

Kegiatan Integrasi Sistem Aplikasi Pendapatan Daerah

dengan realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan

ini

Rp.95.116.571

(91.87%)

dari

total

anggaran

Rp.103.535.000,dengan realisasi fisik kegiatan 100.00%;

1.32.

Kegiatan Pelayanan Mobil Keliling dengan realisasi anggaran

Belanja Langsung pada Kegiatan ini Rp.356.547.500

(46.24%) dari total anggaran Rp.771.000.000, dengan

realisasi fisik kegiatan 77.16%;

1.33.

Kegiatan Identifikasi dan Penilainan Individu PBB pada

Objek Pajak anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan ini

dengan realisasi Rp.339.580.000 (47.96%) dari total

anggaran Rp.708.000.000,dengan realisasi fisik kegiatan

106.00%;

(15)

II - 6

2)

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran terdiri dari 16 kegiatan

dengan perincian sebagai berikut :

2.1.

Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan

Listrik dengan realisasi anggaran belanja langsung pada

kegiatan ini Rp.949.724.393 (72.07%) dari total anggaran

Rp.1.317.840.000 dengan realisasi fisik kegiatan 75.00%;

2.2.

Kegiatan Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan

Kendaraan Dinas/Operasional dengan realisasi anggaran

belanja langsung pada kegiatan ini Rp.18.654.100 (26.58%)

dari total anggaran Rp.70.180.000, dengan realisasi fisik

kegiatan 26.58%;

2.3.

Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini

Rp.260.987.600

(67.83%)

dari

total

anggaran

Rp.384.782.000, dengan realisasi fisik kegiatan 75.00%;

2.4.

Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.182.836.300

(91.55%) dari total anggaran Rp.199.722.000, dengan

realisasi fisik kegiatan 100.00%;

2.5.

Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan

dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan

ini

Rp.196.164.850

(85.88%)

dari

total

anggaran

Rp.228.420.000, dengan realisasi fisik kegiatan 100.00%;

2.6.

Kegiatan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan

Bangunan Kantor dengan realisasi anggaran belanja

langsung pada kegiatan ini Rp.167.351.400 (91.77%) dari

total anggaran Rp.182.361.000, dengan realisasi fisik

kegiatan 100.00%;

2.7.

Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan

Perundang-undangan dengan realisasi anggaran belanja

langsung pada kegiatan ini Rp.94.570.800 (61.81%) dari total

anggaran Rp.153.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan

75.00%;

2.8.

Kegiatan Penyediaan Bahan Logistik Kantor dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.9.527.700

(45.26%) dari total anggaran Rp.21.050.000, dengan realisasi

fisik kegiatan 75.00%;

(16)

II - 7

2.9.

Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini

Rp.477.400.000

(67.58%)

dari

total

anggaran

Rp.706.400.000, dengan realisasi fisik kegiatan 75.00%;

2.10.

Kegiatan Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam

dan Luar Daerah dengan realisasi anggaran belanja langsung

pada kegiatan ini Rp.708.245.000 (74.42%) dari total

anggaran Rp.951.694.000, dengan realisasi fisik kegiatan

75.00%;

2.11.

Kegiatan

Penyediaan

Jasa

Tenaga

Pendukung

Administrasi/Teknis Perkantoran dengan realisasi anggaran

belanja langsung pada kegiatan ini Rp.136.591.000 (70.02%)

dari total anggaran Rp. 195.088.000, dengan realisasi fisik

kegiatan 75.00%;

2.12.

Kegiatan Pelayanan dokumentasi dan arsip SKPD dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini

Rp.385.294.000

(82.16%)

dari

total

anggaran

Rp.468.968.000

,

dengan realisasi fisik kegiatan 82.16%;

2.13.

Kegiatan Penyediaan Pelayanan Administrasi Barang dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini

Rp.163.518.750

(79.74%)

dari

total

anggaran

Rp.

205.055.000, dengan realisasi fisik kegiatan 79.74%;

2.14.

Kegiatan Penyediaan Sewa Tempat dengan realisasi anggaran

belanja langsung pada kegiatan ini Rp.730.650.000 (97.42%)

dari total anggaran Rp.750.000.000, dengan realisasi fisik

kegiatan 100.00%;

2.15.

Kegiatan Penyediaan Pengelolaan Administrasi Kepegawaian

dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan

ini

Rp.208.469.325

(82.55%)

dari

total

anggaran

Rp.252.522.000, dengan realisasi fisik kegiatan 82.55%;

2.16.

Kegiatan Pengamanan Sarana dan Prasarana Perkantoran

dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan

ini Rp.777.952.500 (69.87%) dari total anggaran Rp.

1.113.360.000, dengan realisasi fisik kegiatan 75.00%;

(17)

II - 8

3)

Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, terdiri dari 9

kegiatan dengan perincian sebagai berikut :

3.1.

Kegiatan Pembangunan Gedung Kantor dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.49.000.000

(3.44%) dari total anggaran Rp. 1.425.027.000, dengan

realisasi fisik kegiatan 10%;

3.2.

Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini

Rp.341.520.000

(88.71%)

dari

total

anggaran

Rp.385.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 100.00%;

3.3.

Kegiatan Pengadaan Peralatan Kantor dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.707.326.000

(87.86%) dari total anggaran Rp. 805.106.000, dengan

realisasi fisik kegiatan 100.00%;

3.4.

Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Kantor dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.944.642.000

(95.36%) dari total anggaran Rp. 990.613.000, dengan

realisasi fisik kegiatan 100.00%;

3.5.

Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini

Rp.1.492.076.722 (74.65%) dari total anggaran Rp.

1.998.886.000, dengan realisasi fisik kegiatan 75.00%;

3.6.

Kegiatan

Pemeliharaan

rutin/berkala

Kendaraan

Dinas/Operasional dengan realisasi anggaran belanja

langsung pada kegiatan ini Rp.391.600.180 (64.86%) dari

total anggaran Rp. 603.800.000, dengan realisasi fisik

kegiatan 75.00%;

3.7.

Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung

kantor dengan realisasi anggaran belanja langsung pada

kegiatan ini Rp.489.047.000 (90.34%) dari total anggaran Rp.

541.363.000, dengan realisasi fisik kegiatan 90.34%;

3.8.

Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala Taman Halaman

Kantor dengan realisasi anggaran Belanja Langsung pada

kegiatan ini Rp.219.413.653 (70.41%) dari Total anggaran

Rp.311.611.000, dengan realiasi fisik kegiatan 75.00%;

(18)

II - 9

3.9.

Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala Instalasi Jaringan

Listik dan komunikasi dengan realisasi anggaran belanja

langsung pada kegiatan ini Rp.19.697.000 (98.49%) dari total

anggaran Rp. 20.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan

100.00%;

3)

Program peningkatan disiplin aparatur terdiri dari 1 kegiatan dengan

perincian sebagai berikut :

3.1.

Kegiatan Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya

dengan Realisasi anggaran belanja langsung pada pada

kegiatan ini Rp.110.828.000 (67.25%), dari total anggaran

Rp.164.800.000, dengan realisasi fisik 100.00%;

5)

Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur terdiri dari 2

kegiatan dengan perincian sebagai berikut :

5.1.

Kegiatan Pendidikan dan pelatihan Formal dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.814.000.000

(44.51%) dari total anggaran Rp.824.000.000, dengan

realisasi fisik kegiatan 100.00%;

5.2.

Kegiatan Pembinaan Mental dan Rohani bagi Aparatur

dengan realisasi anggaran Belanja langsung pada Kegiatan

ini

Rp.219.080.000

(80.91%)

dari

total

anggaran

Rp.270.760.000, dengan realisasi fisik kegiatan 80.91%.

6)

Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja

dan keuangan terdiri dari 9 kegiatan dengan perincian sebagai

berikut :

6.1.

Kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtiar

realisasi Kinerja SKPD dengan realisasi anggaran Belanja

langsung pada Kegiatan ini Rp.56.815.700 (74.76%) dari

total anggaran Rp.75.997.000, dengan realisasi fisik kegiatan

75.00 %;

6.2.

Kegiatan Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran

dengan realisasi anggaran Belanja langsung pada Kegiatan

ini

Rp.20.384.590

(81.54%)

dari

total

anggaran

Rp.25.000.000, dengan realisasi fisik kegiatan 100.00%;

6.3.

Kegiatan Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

dengan realisasi anggaran Belanja langsung pada Kegiatan

ini

Rp.15.456.940

(61.83%)

dari

total

anggaran

(19)

II - 10

6.4.

Kegiatan Penyusunan Perencanaan Anggaran dengan

realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan ini

Rp.161.325.000

(71.69%)

dari

total

anggaran

Rp.225.042.000, dengan realisasi fisik kegiatan 75.00%;

6.5.

Kegiatan Penatausahaan Keuangan SKPD dengan realisasi

anggaran

Belanja

Langsung

pada

Kegiatan

ini

Rp.525.338.600

(77.43%)

dari

total

anggaran

Rp.678.460.000, dengan realisasi fisik kegiatan 75.00%;

6.6.

Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan SKPD dengan

realisasi anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan ini

Rp.57.874.000 (76.18%) dari total anggaran Rp.75.967.000,

dengan realisasi fisik kegiatan 76.18%;

6.7.

Kegiatan Publikasi Kinerja SKPD dengan realisasi anggaran

Belanja Langsung pada Kegiatan ini Rp.54.000.000 (25.00%)

dari total anggaran Rp.216.000.000, dengan realisasi fisik

kegiatan 25.00%;

6.8.

Kegiatan Penyusunan Renja SKPD dengan realisasi anggaran

Belanja Langsung pada Kegiatan ini Rp.38.700.000 (59.39%)

dari total anggaran Rp.65.164.000, dengan realisasi fisik

kegiatan 75.00%;

6.9.

Kegiatan Penyusunan Renstra SKPD dengan realisasi

anggaran Belanja Langsung pada Kegiatan ini Rp.49.736.000

(76.52%) dari total anggaran Rp.65.000.000, dengan realisasi

fisik kegiatan 76.52%;

Hasil evaluasi kinerja pelaksanaan perencanaan anggaran daerah

sampai dengan Triwulan II tahun 2016 disajikan pada tabel 2.1.

(20)

II - 11

Prestasi dan Keberhasilan

Keberhasilan yang dilaksanakan sampai dengan triwulan III tahun

2016 sebagai berikut :

1)

Meningkatnya penerimaan pendapatan daerah Kabupaten Bogor

yang

melebihi

target

yaitu

dari

rencana

sebesar

Rp. 5.931.881.350.000 terealisasi Rp. 4.110.540.410.625 atau

69,30 %;

Permasalahan dan Solusi

1)

Masih terdapatnya wajib pajak yang belum sadar dan tertib dalam

membayar pajak secara tepat waktu dan tepat jumlah;

2)

Masih terbatasnya tenaga penilai, juru sita dan pemeriksa pajak

daerah yang kompeten di bidangnya;

3)

Perlu ditingkatkan pelayanan pembayaran pajak ke masyarakat

melalui mobling;

4)

Perlunya penempatan petugas bjb di beberapa UPT potensial;

5)

Pengembangan pelayanan berbasis web;

6)

Perlu diadakannya

in house training

untuk meningkatkan

kemampuan pegawai;

7)

Perlu diadakannya sosialisasi peraturan per undang-undangan;

2.2

Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

Analisis kinerja pelayanan Dinas Pendapatan Daerah berisikan

capaian kinerja pelayanan Dinas Pendapatan Daerah berdasarkan

Indikator Kinerja Kunci (IKK) sesuai dengan Peraturan Pemerintah

Nomor 6 Tahun 2008, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun

2007. Indikator kinerja kunci Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten

Bogor tahun 2016 adalah :

1.

Optimalnya penerimaan pendapatan daerah dari rencana sebesar

Rp. 5.931.881.350.000, terealisasi Rp. 4.110.540.410.625 atau

69,30 %.

2.

Jumlah dan macam pajak daerah serta retribusi daerah, dari

rencana 10 pajak dan 16 retribusi, terealisasi 10 pajak daerah

dan 16 retribusi daerah;

(21)

II - 12

Berkenaan dengan 25 penciri termaju Kabupaten Bogor tahun

2013-2018, Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor masuk dalam

penciri ke-20, yaitu : Pendapatan Asli Daerah (PAD) termasuk tertinggi

di Indonesia. Sementara itu berkenaan dengan Peraturan Menteri

Dalam Negeri No.54 tahun 2010, indikator pada Dinas Pendapatan

Daerah Kabupaten Bogor adalah : Jumlah Pajak Daerah sebanyak 10

pajak daerah dan Jumlah Retribusi Daerah sebanyak 16 retribusi

daerah. Hasil pencapaian kinerja pelayanan pelayanan SKPD disajikan

dalam tabel 2.2.

(22)

II - 13

2.3

Isu – Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi

SKPD

Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor mempunyai tugas

pokok membantu Bupati dalam melaksanakan urusan Pemerintah

Daerah berdasarkan asas otonomi di bidang pendapatan daerah.

Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut Dinas Pendapatan Daerah

Kabupaten Bogor mempunyai fungsi sebagai berikut :

1.

Perumusan kebijakan teknis di bidang pendapatan daerah;

2.

Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum di

bidang pendapatan daerah;

3.

Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pendapatan daerah;

4.

Pengelolaan kesekretariatan dinas; dan

5.

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan

tugas dan fungsinya.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 8

Tahun 2011 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Dinas

Pendapatan Daerah, Dinas Pendapatan Daerah merupakan perangkat

daerah sebagai unsur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan

daerah di bidang pendapatan daerah, dipimpin oleh seorang Kepala

Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati

melalui Sekretaris Daerah.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Dinas Pendapatan

Daerah Kabupaten Bogor tidak terlepas dari berbagai permasalahan

yang dihadapi, pernasalahan tersebut antara lain :

1.

Potensi dan lokasi yang sangat strategis namun belum

dioptimalkan

dalam

menggali

sumber-sumber

penerimaan

pendapatan

daerah,

baik

dari

sisi

intensifikasi

maupun

ekstensifikasi;

2.

Masih belum banyaknya produk hukum yang berkaitan dengan

optimalisasi pendapatan daerah, seperti Peraturan Bupati,

Keputusan Bupati dan Standar Operasional Prosedur mengenai

pelayanan pajak daerah, PBB, BPHTB,

pelayanan benda berharga

dan lainnya, yang dapat dijadikan acuan kerja sehingga

memudahkan untuk melakukan upaya peningkatan kinerja dan

mengevaluasi kinerja;

(23)

II - 14

3.

Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia dan kelembagaan/

ketatalaksanaan yang belum memadai

khususnya dalam hal pajak

daerah dan retribusi daerah, PBB dan BPHTB, karena institusi Dinas

Pendapatan Daerah dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru terbentuk

pada tahun 2012, yang didalamnya banyak pegawai dari luar yang

baru masuk, sehingga belum terlalu menguasai permasalahan di

bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Keterbatasan kualitas dan

kuantitas SDM ini juga disebabkan terbitnya berbagai regulasi baru

tentang pendapatan daerah sehingga persepsi yang belum merata

dari setiap pegawai Dinas Pendapatan Daerah tentang regulasi

tersebut;

4.

Belum terbentuknya budaya kerja

dari seluruh pegawai Dispenda,

karena Visi, Misi, Nilai-nilai, Strategi dan Kebijakan dari Dinas

Pendapatan Daerah baru disusun dalam Renstra pada tahun 2012

dan sekarang diperbaharui pada Renstra 2013-2018, sehingga belum

disosialisasikan kepada seluruh pegawai Dispenda;

5.

Kurangnya pengawasan dan pemeriksaan pajak daerah,

terutama

dalam memperhitungkan, membayar dan melaporkan pajak/retribusi

daerah dengan benar, termasuk dalam melakukan porporasi

karcis/bill/nota penjualan serta melaporkan secara teratur bonggol

karcis/bill/nota penjualan dan sisa karcis/bill/nota pejualan yang

tidak laku setiap bulannya, termasuk dalam membayar pajak daerah

dan retribusi daerah;

6.

Kurangnya sosialisasi dan informasi

tentang pembayaran pajak

daerah sehingga masih banyak masyarakat yang belum paham akan

kemudahan dalam membayar pajak daerah;

Apabila capaian kinerja Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten

Bogor rendah/tidak mencapai target sesuai yang telah ditetapkan pada

tahun 2015 yaitu optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah

(PAD), yang merupakan target penciri termaju ke-20 yaitu Pendapatan

Asli Daerah (PAD) termasuk tertinggi di Indonesia, maka akan

berdampak terhadap tidak tercapainya visi Pemerintah Kabupaten

Bogor menjadi Kabupaten Termaju se-Indonesia, misi ke-5 Pemerintah

Kabupaten Bogor, tidak tercapainya prioritas pembangunan Kabupaten

Bogor ke-6 dan fokus pembangunan yaitu peningkatan kualitas

pelayanan kelembagaan perangkat daerah. Hal ini akan berdampak

juga pada tidak tercapainya prioritas pembangunan provinsi Jawa

(24)

II - 15

Barat dan prioritas nasional, khususnya yang berkaitan dengan

pendapatan daerah.

Metode

SWOT Analysis

adalah salah satu metode untuk dapat

menganalisis berbagai permasalahan baik permasalahan internal

maupun eksternal yang dihadapi oleh suatu organisasi. Dalam analisis

SWOT lingkungan internal dan eksternal menjadi dua kunci utama

dalam menganalisis kondisi-kondisi yang dihadapi oleh suatu

organisasi dalam menjalankan kegiatannya. Lingkungan internal

meliputi

Strength

(Kekuatan) dan

Weaknesses

(Kelemahan). Sedangkan

lingkungan eksternal meliputi

Opportunity

(Peluang) dan

Threaths

(Ancaman). Adapun masing-masing kondisi lingkungan internal dan

eksternal antara lain sebagai berikut :

1.

LINGKUNGAN INTERNAL

KEKUATAN (

STRENGTH

):

1).

Hukum dan Perundangan

:Terbitnya Peraturan Daerah No. 8

Tahun 2011 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja

Dinas Pendapatan Daerah dan Peraturan Bupati Nomor 3

Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja

UPT Pajak Daerah pada Dinas Pendapatan Daerah. Sebagai

dasar dalam pengelolaan pendapatan asli daerah, maka acuan

hukum yang digunakan oleh Dinas Pendapatan Daerah

Kabupaten Bogor dapat bersumber dari aturan yang

ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai petunjuk teknis

yang mengatur tentang sistem administrasi dalam pengelolaan

PAD, maupun peraturan daerah yang ditetapkan oleh

pemerintah daerah/badan legislatif daerah sebagai dasar

hukum penyelenggaraan pemungutan pajak/retribusi daerah;

2).

Potensi dan lokasi

: letak geografis Wilayah Kabupaten Bogor

sebagai penyangga ibu kota negara yang strategis sudah

barang

tentu

menjadikan

suatu

kekuatan

terhadap

perkembangan pembangunan perumahan, sektor industri dan

sektor jasa perdagangan lain yang berpotensi menjadi

sumber-sumber penerimaan pendapatan daerah, baik dari sektor PAD,

Dana Perimbangan maupun Lain-Lain Pendapatan yang Sah;

3).

Kelembagaan dan Tata Laksana

: Pada tahun 2012 Dinas

(25)

II - 16

mengalami pemisahan fungsi menjadi Dinas Pendapatan

Daerah dan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah.

Hal ini menjadi suatu kekuatan bagi Dinas Pendapatan untuk

lebih fokus melaksanakan pengelolaan pendapatan daerah.

Indikator yang digunakan dalam penilaian kinerja Dinas

Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor adalah produktivitas,

kualitas

layanan,

responsiveness,

responsibility

dan

akuntabilitas. Berkenaan dengan baru terbentuknya Unit

Pelaksana Teknis di 20 UPT turut menjadikan kekuatan bagi

Dinas Pendapatan Daerah karena dapat menjangkau wajib

pajak ke seluruh desa/kecamatan serta lebih fokus menangani

pendapatan daerah;

4).

Sumber Daya Manusia

: Aspek sumber daya manusia yang

berkualitas dengan latar belakang Strata-3, Strata-2 dan

Strata-1 sebanyak 37.90%, yang merupakan kekuatan dan

dapat meningkatkan kinerja Dinas Pendapatan Daerah dalam

melaksanakan pengelolaan pendapatan daerah maupun

pelayanan terhadap masyarakat wajib pajak;

5).

Pembiayaan

: Tersedianya anggaran/dana yang memadai

untuk penyelenggaraan program dan kegiatan Dinas

Pendapatan Daerah;

6).

Sarana/Prasarana

: Tersedianya sistem informasi tentang

pajak daerah dan pajak on line sehingga optimalisasi

pengelolaan data pendapatan daerah dapat terwujud. Selain

itu gedung yang representatif dan dilengkapi dengan peralatan

memadai menjadikan kekuatan di bidang sarana/prasarana;

7).

Budaya Kerja;

Budaya kerja dalam satu institusi/organisasi

haruslah memiliki kesamaan, dikarenakan disatukan oleh visi

misi dan tujuan yang sama. Budaya kerja harus

disosialisasikan terus menerus agar dapat berjalan sesuai

dengan harapan;

8).

Kepemimpinan;

Aspek kepemimpinan yang menjadi perhatian

adalah gaya kepemimpinan serta sikap dalam pengambilan

keputusan oleh Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten

Bogor. Dalam memimpin organisasinya kedua aspek tersebut

akan mempengaruhi kinerja para pegawai yang berada

(26)

II - 17

of authority

(pendelegasian wewenang) dan

divison of work

(pembagian kerja). Selain itu, komitmen pimpinan dan staf

yang sangat tinggi sebagai institusi baru, dapat mewujudkan

visi dan misi Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor;

KELEMAHAN (

WEAKNESSES

):

1).

Hukum dan Perundangan :

Masih belum banyaknya produk

hukum yang berkaitan dengan optimalisasi pendapatan

daerah, seperti Peraturan Bupati, Keputusan Bupati dan

Standar Operasional Prosedur mengenai pelayanan pajak

daerah, PBB, BPHTB, pelayanan benda berharga dan lainnya,

yang dapat dijadikan acuan kerja sehingga masih menyulitkan

untuk

melakukan

upaya

peningkatan

kinerja

dan

mengevaluasi kinerja;

2).

Potensi dan lokasi

: letak geografis Wilayah Kabupaten Bogor

sebagai penyangga ibu kota negara belum dioptimalkan dalam

menggali sumber-sumber penerimaan pendapatan daerah,

baik dari sisi intensifikasi maupun ekstensifikasi. Hal ini

terlihat masih belum tergali obyek pajak dan dipetakan secara

detail potensi yang terkait dengan lokasi yang strategis

tersebut;

3).

Sumber Daya Manusia :

Kualitas dan kuantitas sumber daya

manusia di bidang pendapatan daerah yang belum memadai

khususnya dalam hal pajak daerah dan retribusi daerah, PBB

dan BPHTB serta dana tranasfer, karena institusi Dinas

Pendapatan Daerah baru terbentuk pada tahun 2012, yang

didalamnya banyak pegawai dari luar yang baru masuk,

sehingga belum sepenuhnya menguasai permasalahan di

bidang pajak daerah dan retribusi daerah. Keterbatasan

kualitas dan kuantitas SDM ini juga disebabkan terbitnya

berbagai regulasi baru tentang pendapatan daerah sehingga

persepsi dari setiap pegawai Dinas Pendapatan Daerah yang

belum merata tentang regulasi tersebut. Hal ini juga

disebabkan karena baru terbentuknya Unit Pelaksana Teknis

sebanyak 20 UPT pada tahun 2012, yang didalamnya masih

banyak terdapat sumberdaya manusia baik sebagai Kepala

UPT, Kasubag TU UPT maupun staf UPT yang belum

sepenuhnya memahami tentang tugas pokok dan fungsi UPT,

(27)

II - 18

sebagai akibat belum tersedianya Standar Operasional

Prosedur UPT. Selain itu kelemahan lainnya di bidang SDM

adalah Dinas Pendapatan Daerah belum memiliki PPNS, juru

penilai, auditor, juru sita dan Sistem Pengawasan Internal

(SPI), padahal jabatan fungsional tersebut sangat dibutuhkan;

4).

Sarana/Prasarana

: Kendala sarana prasarana karena Dinas

Pendapatan Daerah belum memiliki sistem yang terintegrasi

dan

on line

pada 40 kecamatan dan 20 UPT Pajak Daerah;

2.

LINGKUNGAN EKSTERNAL

PELUANG (

OPPORTUNITY

):

1).

Dampak diberlakukannya UU No. 28 Tahun 2009 tentang

Pajak Daerah dan Retribusi Daerah adalah dilimpahkannya

BPHTB dan PBB Sektor Perdesaan dan Perkotaan dari Pusat

ke Daerah. Hal ini merupakan peluang bagi peningkatan

penerimaan pendapatan daerah;

2).

Dukungan dari Lembaga Eksekutif dan Lembaga Legislatif

kepada

Dinas

Pendapatan

Daerah

atas

pengelolaan

pendapatan daerah di wilayah Kabupaten Bogor;

3).

Kondisi sosial di wilayah Kabupaten Bogor cukup kondusif

sehingga dapat memberikan rasa aman bagi investor untuk

berinvestasi di wilayah Kabupaten Bogor;

4).

Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan industri dan

kegiatan bisnis di wilayah Kabupaten Bogor akan bertambah

jumlah perusahaan/pengusaha yang melakukan kegiatan

bisnisnya sehingga diharapkan dapat meningkatkan potensi

PAD;

5).

Bantuan dana insentif dari Pemerintah Pusat kepada

Pemerintah Daerah untuk pelaksanaan kegiatan dan

pembangunan daerah;

6).

Kemajuan teknologi dan pemanfaatan perangkat keras yang

menunjang efisiensi dan efektivitas pelayanan kepada publik;

7).

Perkembangan PDRB dan pendapatan perkapita di wilayah

Kabupaten Bogor dari tahun ke tahun mengalami kenaikan

yang cukup signifikan, sehingga mengakibatkan peningkatan

dalam pendapatan daerah;

8).

Kerjasama yang telah terjalin baik dengan para

stakeholder

,

(28)

II - 19

propinsi, instansi terkait lainnya, pihak perbankan dan KPP

Pratama, PLN, PDAM, BUMD lainnya, pengusaha, asosiasi dan

tokoh masyarakat, sehingga pelayanan publik dapat lebih baik;

ANCAMAN (

THREAT

):

1).

Kesadaran masyarakat dalam memperhitungkan, membayar

dan melaporkan pajak/retribusi daerah dengan benar masih

rendah;

2).

Luas wilayah yang besar dan keterbatasaan sumber

pendapatan dan pembiayaan untuk pembangunan sangat

menyulitkan menentukan skala prioritas;

3).

Kebijakan/regulasi pemerintah pusat yang kurang mendukung

terhadap para pengusaha sehingga akan berdampak terhadap

laju operasi perusahaan. Hal ini pada akhirnya akan

mempengaruhi kewajiban pajak/retribusi perusahaan;

4).

Dikarenakan adanya lokasi objek pajak/subjek pajak/retribusi

dengan kabupaten/kota yang berada di sekitar wilayah

Kabupaten Bogor, maka akan berdampak terhadap pembagian

realisasi pajak itu sendiri terhadap masing-masing wilayah;

5).

Dengan adanya wacana pemekaran Kabupaten Bogor Barat

menjadi ancaman pengurangan pendapatan daerah Kabupaten

Bogor.

Strategi Umum Kinerja Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten

Bogor:

a.

Tahap Perencanaan

; Tahap ditentukannya berapa besar target

dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk

merealisasikan target tersebut dalam periode waktu tertentu,

pengelolaan dan pengolahan Data Potensi Pendapatan daerah yang

lebih representatif dan akurat;

b.

Tahap Pelaksanaan

; Kegiatan pendaftaran dan pendataan

merupakan kegiatan yang menentukan dalam pengelolaan

pendapatan asli daerah. Berdasarkan data yang diperoleh dari

kegiatan pendaftaran dan pendataan akan diperoleh data wajib

pajak/retribusi yang potensi sebagai dasar dalam menetapkan

prediksi

penerimaan

pendapatan.

menumbuhkembangkan

(29)

II - 20

serta meningkatkan kapabilitas aparatur atas pengetahuan dan

pemahaman mengenai pendapatan daerah;

c.

Tahap Koordinasi

; Koordinasi dengan instansi terkait sebagai unit

kerja pengelola sumber PAD diharapkan dapat lebih efektif dan

efisien untuk menggali potensi-potensi baru yang belum diketahui

atau yang akan dikelola oleh instansi-instansi tersebut;

d.

Tahap Pengawasan

; Pengawasan diharapkan dapat dilakukan

secara sinergis tidak hanya dilakukan terpusat pada aktivitas

pemungutan di lapangan saja, tetapi pengawasan pun dilakukan

dengan pemeriksaan administratif terhadap hasil pungutan pajak

dan retribusi daerah secara khusus. Demikian pula dengan

pengawasan internal yang dilakukan secara simultan dan

berkesinambungan

dapat

mengantisipasi

penyimpangan/

penyelewengan

dalam

pengelolaan

hasil

pemungutan

pajak/retribusi daerah maupun kesalahan dalam pembuatan

laporan;

e.

Tahap Evaluasi

; Evaluasi setiap program dan kegiatan yang

dilaksanakan di Dinas Pendapatan Daerah diharapkan tidak hanya

dilakukan secara insidentil, tetapi dapat dilakukan secara

berkesinambungan secara internal maupun dengan melibatkan

instansi pengelola sumber PAD lainnya, sehingga perkembangan

penerimaan dan berbagai persoalan yang berhubungan dengan

pengelolaan PAD dapat diikuti dengan baik;

Isu penting dalam rencana penyelenggaraan tugas pokok dan

fungsi Dinas Pendapatan Daerah tahun 2016 yaitu melaksanakan

urusan Pemerintah Daerah berdasarkan asas otonomi di bidang

pendapatan daerah adalah sebagai berikut :

a.

Meningkatnya realisasi pendapatan daerah;

b.

Optimalnya penerimaan dari pemerintah Pusat dan pemerintah

Provinsi; dan

c.

Meningkatnya kualitas administrasi dan teknologi informasi,

sistem

perencanaan,

pendataan,

penilaian,

penetapan,

penatausahaan, pembinaaan, pengembangan, penagihan, sistem

pengawasan internal, evaluasi dan pengendalian pendapatan

daerah.

(30)

II - 21

2.4

Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) merupakan

kerangka dan langkah awal dalam menghimpun dan menyusun semua

rencana kebutuhan pembangunan daerah. Sudah menjadi kewajaran

apabila kebutuhan akan selalu lebih besar daripada sumber daya yang

dimiliki. Dengan melihat dan membandingkan antara keinginan

(rencana pembangunan) dengan realita kemampuan yang dimiliki, maka

dilakukanlah seleksi terhadap rencana pembangunan untuk menuju

skala prioritas rencana pembangunan hingga akhirnya disusunlah

rumusan kebijakan umum anggaran.

Dengan berdasarkan beberapa pertimbangan yang ada baik dari

tingkat pusat, provinsi maupun daerah, prioritas pembangunan

Kabupaten Bogor tahun 2016 yang ditetapkan adalah:

1.

Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Layanan Pendidikan dan

Kesehatan;

2.

Meningkatkan Kualitas Kehidupan Sosial Masyarakat;

3.

Meningkatkan Daya Saing Perekonomian Daerah;

4.

Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan Prasarana

Pelayanan Masyarakat;

5.

Optimalisasi Pengelolaan Ruang dan Lingkungan Hidup;

6.

Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang Bersih dan

Transparan.

Dengan telah ditetapkannya prioritas pembangunan pada tahun

2016 harus diarahkan untuk mendukung tercapainya seluruh target

penciri termaju yang tertuang di dalam RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

2013-2018.

Berkaitan dengan arah kebijakan RKPD, Bappeda sebagai badan

yang bertugas sebagai perencana berada pada kebijakan ke empat yakni

tata kelola pemerintahan yang baik. Review terhadap Rancangan Awal

RKPD Tahun 2016 dan rumusan kebutuhan program dan kegiatan

tahun 2016 disajikan pada Tabel 2.3 dan Tabel 2.4.

2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Program/kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan

Daerah merupakan hasil rumusan perencanaan yang di mulai dari

tingkat Desa, Kecamatan (melalui Musrenbang dan yang masuk melalui

(31)

II - 22

Unit Pelayanan Teknis Pajak Daerah) hingga tingkat Kabupaten (melalui

Forum Gabungan SKPD dan rapat intern bidang-bidang pada Dinas

Pendapatan Daerah). Tetapi dalam perjalanannya terdapat masukan

dari para pemangku kepentingan untuk menjembatani atau

mengaspirasikan usulan masyarakat yang tidak tertampung dalam

pintu perencanaan.

Proses penjaringan aspirasi oleh para pemangku kepentingan ini

melalui mekanisme yang dilakukan secara simultan melalui kunjungan

kerja anggota legislatif, reses atau kebijakan-kebijakan yang diambil

melalui proses jumling atau boling, yang dihadiri oleh UPT Pajak Daerah

maupun Dinas Pendapatan Daerah.

Hasil usulan Program dan Kegiatan dari Para Pemangku

Kepentingan tahun 2016 Kabupaten Bogor disajikan pada tabel 2.5.

(32)

BAB III

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN DALAM PERUBAHAN

RENCANA KERJA DINAS PENDAPATAN DAERAH

KABUPATEN BOGOR

Rencana Program dan Kegiatan Dalam Perubahan Rencana

Kerja Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2016 yang

dituangkan dalam Bab III ini, adalah merupakan formulasi dari

rangkaian pembahasan substansi program dan kegiatan yang telah

dilakukan pada bab-bab sebelumnya. Adapun penjabarannya

disajikan dalam bentuk Matrik Rencana Program dan Kegiatan

berdasarkan SKPD yang menanganinya.

Uraian Rencana Program dan Kegiatan yang disajikan dalam

Bab III ini adalah bersifat menyeluruh, yang didanai oleh APBD

perubahan Kabupaten Bogor tahun 2016.

Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih

kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk

mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran,

atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi

pemerintah.

Dalam Renstra Dinas Pendapatan Daerah tahun 2013-2018,

program dan kegiatan dikategorikan kedalam Program/Kegiatan

lokasilitas SKPD, berikut disajikan Program dan Kegiatan Dinas

Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor tahun 2016 dan prakiraan maju

tahun 2017.

Adapun rincian Rencana Program dan Kegiatan Pendapatan

Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2016 dapat dilihat dalam Tabel 3.1

(33)

BAB IV

P E N U T U P

Perubahan Renja Dinas Pendapatan Daerah Tahun 2016

merupakan dokumen perencanaan yang penting dipedomani untuk

memberikan arah bagi pelaksanaan program dan kegiatan pada Semester II

tahun 2016 di lingkup Dinas Pendapatan Daerah yang ditargetkan untuk

mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Bogor yaitu Kabupaten Bogor

menjadi kabupaten termaju di Indonesia.

Dalam upaya mencapai target tahun 2016, seluruh perubahan yang

terjadi dalam program/kegiatan tahun 2016 telah mempertimbangkan

kemampuan realisasi pelaksanaannya hingga akhir tahun 2016. Dengan

demikian diharapkan seluruh unsur di lingkup Dinas Pendapatan Daerah

dapat mempedomani isi dokumen Perubahan Renja SKPD tahun 2016 ini

dengan sebaik-baiknya.

Ditetapkan di Cibinong

Pada tanggal 2016

KEPALA DINAS PENDAPATAN DAERAH

DEDI A. BACHTIAR

Pembina Utama Muda

NIP. 196201221985031004

Gambar

TABEL 2.1 EVALUASI KINERJA PELAKSANAAN PERENCANAAN ANGGARAN DAERAH SAMPAI DENGAN TAHUN 2016 URUSAN
Tabel 2.2. Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD/Kecamatan Kabupaten Bogor
Tabel 2.2. Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD/Kecamatan Kabupaten Bogor
Tabel 2.5  Usulan Program dan Kegiatan dari Para Pemangku Kepentingan

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Pembawa ini merupakan suatu bagian dari membran, berupa enzim atau paling tidak senyawa protein dengan molekul yang dapat membentuk kompleks pada permukaan membran.. Kompleks

Untuk meningkatkan efisiensi siklus Rankine maka dari siklus Rankine ideal dilakukan perubahan dengan memanaskan ulang uap hasil ekspansi turbin pertama ke reheater dengan

Lusia Doloksanggul Humbanghas 30 1230004-045 ANGEL IRENE PAKPAHAN P SMPS Bintang Timur Pematangsiantar Pematangsiantar 31 1230004-046 ANGEL SIALLAGAN P SMPS Bintang

Sebelumnya data diambil hasil dari hasil transaksi umum, namun saat ini data disimpan, diproses, dan dianalisis menggunakan aplikasi software canggih yang mengaitkan

Segala puji hanya milik Allah Yang Maha Agung atas segala rahmat, kemudahan, dan pertolongan-Nya sehingga Tugas Akhir saya dengan Judul “Prosedur Pemberian Kredit

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perlakuan fermentasi tepung limbah biji durian dengan ragi tape (Saccharomyces cerevisiae) dan

List tersebut kita sebarkan kepada Peneliti yang ada di kelompok- kelompok peneliti selanjutnya kita mintakan feed back tentang jurnal-jurnal apa saja yang mereka butuhkan sesuai