• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KAJIAN LANDASAN PENDIDIKAN Rayakan Kelulusan di Kupang Diwarnai Aksi Coret Seragam Sekolah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS KAJIAN LANDASAN PENDIDIKAN Rayakan Kelulusan di Kupang Diwarnai Aksi Coret Seragam Sekolah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KAJIAN LANDASAN PENDIDIKAN

“Rayakan Kelulusan di Kupang Diwarnai Aksi Coret Seragam

Sekolah”

disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Landasan Pendidikan Yang diampu oleh Arie Rakhmat Riyadi, M.Pd.

Oleh:

Hamdan Ilham Miftahulkhoir 1600686

DEPARTEMEN PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG 2017

(2)

Rayakan Kelulusan di Kupang Diwarnai Aksi Coret

Seragam Sekolah

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere Kompas.com - 02/05/2017, 19:34 WIB

Aksi saling coret pakaian seragam sekolah siswa SMA di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (2/5/2017)

(Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere)

KUPANG, KOMPAS.com - Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2017 di Kota Kupang,

Nusa Tenggara Timur (NTT), diwarnai aksi konvoi dan corat-coret seragam sekolah. Aksi tersebut dilakukan oleh ribuan siswa dan siswi SMA maupun SMK yang ada di Kota Kupang untuk merayakan kelulusan mereka.

(3)

Ribuan siswa memenuhi jalan Urip Sumoharjo dan Jalan WZ Johannes, Kota Kupang. Mereka berkumpul tidak untuk memperingati hari pendidikan nasional, namun untuk merayakan kelulusan pada ujian nasional beberapa waktu lalu.

Aksi konvoi kendaraan, ugal-ugalan, hingga aksi coret-coret seragam pun dilakukan, sehingga arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut menjadi macet.

Salah seorang siswi SMK, Yolanda mengatakan, aksi mencoret pakaian seragam sekolah sudah menjadi tradisi dalam merayakan kelulusan. Ia dan teman-temannya, bahkan tidak mengetahui bahwa setiap 2 Mei ini diperingati hari pendidikan nasional.

"Kalau coret seperti ini sangat seru dan juga supaya kelihatan bahwa kami ini telah lulus sekolah. Kami tidak takut coret seperti ini,” kata Yolanda kepada sejumlah wartawan, Selasa (2/5/2017).

Hal senada juga disampaikan Putri, siswi SMK Negeri 1 Kupang yang mengaku aksi coret baju ini sebagai bentuk pelampiasan karena telah lulus ujian.

Putri mengatakan, seragam yang sudah penuh coretan dan gambar akan dipajang di kamar sebagai kenang-kenangan.

Pengumuman hasil UN SMA dan SMK dilakukan serentak di seluruh NTT terdiri dari 56.560 peserta UN SMA dan 17.802 peserta UN SMK.

(4)

Analisis

Setiap orang yang pernah merasakan bangku pendidikan pastinya pernah merasakan bagaimana rasanya kelulusan, mulai dari kelulusan SD, SMP, SMA/SMK, Perguruan Tinggi. Tentunya kelulusan merupakan suatu moment yang ditunggu tunggu oleh setiap pelajar, mereka dapat melihat hasil kerja keras mereka selama mereka sekolah. Tidak jarang banyak pelajar yang merayakan kelulusannya dengan berbagai macam kegiatan, namun saat ini kebanyakan perayaan kelulusan yang kurang bermanfaat dan tidak mencerminkan bahwa mereka itu seorang yang terpelajar bahkan tak jarang menimbulkan masalah. Contohnya seperti aksi coret seragam, konvoi kendaraan, ugal-ugalan di jalanan, tawuran, dan kegiatan lainnya.

Sedih memang jika kita melihat kejadian ini, sudah menjadi tradisi setiap tahun para pelajar di Indonesia terutama SMA dan SMK, yang seharusnya tradisi ini mulai dihapuskan dan tidak terjadi dalam dunia pendidikan kita. Seakan akan kegiatan ini sudah menjadi kewajiban untuk membuktikan mereka sudah lulus. Meskipun pihak sekolah dan polisi sering menghimbau agar para pelajar tidak menggelar aksi perayaan yang berlebihan dan menyarankan agar merayakan kelulusan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, namun banyak juga pelajar yang mengabaikannya dan hanya sedikit yang mematuhinya.

Berdasarkan udang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan berencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya umtuk memiliki kekuatan spiritual, kegamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, dan bangsa. Berdasarkan penjelasan mengenai pengertian pendidikan diatas dapat diketahui bahwa kebanyakan pelajar SMK dan SMA di Indonesia belum seperti atau belum memenuhi tujuan apa yang diharapkan dari pendidikan tersebut. Kebanyakan para pelajar masih masih belum bisa mengendalikan diri dan menggunakan akal sehat mereka, mereka hanya mengikuti tradisi atau kebiasaan yang ada tanpa memikirkan terlebih dahulu dampak dan manfaat terhadap apa yang akan mereka lakukan. Selain itu mereka juga masih belum memiliki jiwa kegamaan dan akhlak mulia yang kuat dalam diri mereka karena sudah jelas kegiatan coret seragam ataupun konvoi itu tidak baik dan dilarang oleh agama.

(5)

Salah satu aspek tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, artinya bukan hanya mengembangkan kemampuan intekektual nya saja (IQ), namun aspek kepribadian seorang pelajar itu harus juga dikembangkan seperti kecerdasan sosial, spiritual, emosi, dan yang lainnya. Tentunya semua kecerdasan diperlukan agar kecerdasan pelajar itu seimbang, sehingga dapat menyikapi suatu hal dengan bijak dan benar, contohnya pelajar dapat menyikapi kejadian coret seragam saat perayaan sekolah, tentunya jika seorang pelajar memiliki kecerdasan emosi, spiritual, dan sosial yang baik maka kejadian yang seperti ini tidak akan terulang lagi dan tradisi yang kurang bermanfaat ini akan berubah menjadi tradisi yang lebih bermanfaat dan lebih positif.

Jika melihat dari teori psikologi humanistic menurut Abraham H. Maslow dan Carl R. Rogers mengatakan bahwa perilaku manusia itu ditentukan oleh dirinya sendiri dan bukan oleh kondisi lingkungan ataupun pengetahuan. Pelajar yang masih melakukan tindakan kurang bermanfaat tersebut berarti mereka yang masih belum mampu mengatur dirinya sendiri, belum memiliki insiatif sendiri, kekreatifan, dan masih bergantung terhadap kondisi lingkungan dalam bertindak.

Namun berbeda dengan teori psikologi humanisme, teori yang diungkapkan E.L. Thorndike dan B.F. Skinner (Behavioristik) yang mengatakan perilaku manusia merupakan hasil pembentukan melalui kondisi lingkungan. Sifat dan karakter pada pelajar itu ditentukan oleh kondisi lingkungan mereka, begitu juga para pelajar yang melakukan tindakan coret seragam. Kebanyakan dari mereka itu terpengaruh dengan kondisi pergaulan di lingkungan mereka, para pelajar itu cenderung mengikuti kebiasaan yang ada di lingkungan mereka dengan alasan agar mereka dianggap oleh teman yang lainnya dan kekinian.

Tentunya perkembangan psikologi seorang anak/pelajar itu ditentukan oleh proses pendidikan yang dialami oleh pelajar dengan pendidik, baik itu dengan guru di sekolah ataupun dengan keluarga. Setiap anak/pelajar memiliki potensi untuk berkembang menjadi lebih baik, oleh karena itu pendidik harus bisa memahami potensi yang dimiliki oleh setiap individu dan mendorong peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik yaitu dengan melakukan pendekatan. Terutama dalam keluarga, pengaruh pendidikan di lingkungan keluarga itu sangatlah berpengaruh besar. Jika saja para pendidik di lingkungan sekolah ataupun keluarga dapat mendorong dan menanamkan hal-hal yang baik dan positif terhadap peserta didik maka saat ini sudah tidak akan ada lagi yang namanya kelulusan dengan melakukan coret seragam ataupun konvoi. Namun

(6)

kenyataan saat ini tidaklah seperti itu, saat ini para pendidik harus mulai bersikap tegas terhadap kejadian perayaan kelulusan yang kurang bermanfaat yaitu dengan cara memberikan pembekalan moral, etika.

Menurut Erickson, umur para pelajar SMK atau SMA itu termasuk dalam tahap pengembangan the sense of identify (kemampuan meyakini identitasnya) kisaran untuk umur 12 – 18 tahun. Periode ini adalah periode remaja yaitu periode dimana seorang anak/pelajar mencari identitasnya, mencari siapa dia, bagaimana sifat-sifat baiknya, dan bagaimana hubungannya dengan orang lain. Pada tahap ini pelajar mulai mencoba-mencoba melakukan hal baru, meng explore berbagai macam hal, dan mulai mengenal nilai-nilai rohani, dan lainnya. Begitupun para pelajar yang melakukan kegiatan coret seragam dan konvoi, sesungguhnya mereka itu sedang mencari jati diri mereka, dan mencari bagaimana hubungannya dengan orang lain.

Selain itu kejadian tersebut menunjukan bahwa kurangnya sifat peduli pelajar terhadap hari besar nasional, karena kejadian coret seragam dan konvoi yang terdapat dalam berita tersebut bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional. Seharusnya para pelajar itu menunjukkan rasa bangga nya terhadap hari besar nasional dengan melakukan hal yang positif bukan negatif. Namun semua itu tidak bisa hanya disalahkan kepada para pelajar saja, namun juga para pendidik yang seharusnya mengingatkan dan mengajak para peserta didiknya untuk melakukan hal yang lebih baik terlebih dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional.

(7)

Referensi :

http://regional.kompas.com/read/2017/05/02/19343351/rayakan.kelulusan.di.kupang.diwarnai.ak si.coret.seragam.sekolah

Referensi

Dokumen terkait

Performa Berahi Sapi PO Berbagai Umur yang Disinkronisasi Menggunakan Medroxy Progesterone Acetate di Satker Kendal.. JURNAL PETERNAKAN INDONESIA INDONESIAN JOURNAL OF

Terdapat perbedaan lama penyimpanan dan jumlah total mikroba yang bermakna pada setiap variasi perlakuan (p <0.05). Nilai TPC selama 4 minggu penyimpanan masih dalam batas

11 2015 2550 NUR CHOMARIAH MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN 1 038 38.Cho PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA.. NEGERI BAKALAN

(2001) juga melaporkan bahwa varian glutamin memiliki aktivitas penghambatan yang lebih kuat pada fungsi reseptor insulin dibandingkan dengan varian lisin karena

Walaupun disudutkan secara tidak langsung oleh pihak lain, akan tetapi dengan kebesaran hati dan tidak terlepas dari rasa persatuan kebangsaan Muhammadiyah tetap

Diare yang berlangsung beberapa waktu tanpa penanggulangan medis yang adekuat dapat menyebabkan kematian karena kekurangan cairan di badan yang mengakibatkan renjatan hipovolemik

Pada bagian deskripsi (Gambar I.4) bisa anda isi Toko/Kantor/Gudang jika memang alamat tersebut adalah Toko/Kantor/Gudang dari mitra tersebut atau bisa juga anda isikan yang lain