• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1 Latar Belakang Penelitian

Karakteristik lingkungan dunia usaha saat ini ditandai oleh perkembangan yang cepat di segala bidang yang menuntut kepiawaian manajemen dalam mengantisipasi setup perubahan yang terjadi dalam aktivitas ekonomi dunia. Ada tiga ciri gambaran perubahan yang banyak didengungkan untuk menghadapi lingkungan tersebut, yaitu kesementaraan, keanekaragaman, dan kebaruan. Kesementaraan antara lain ditunjukkan dengan semakin pendeknya umur suatu produk yang bukan disebabkan tidak berfungsinya produk tersebut secara teknis tetapi karena sudah ketinggalan jaman dengan adanya perkembangan teknologi, perubahan selera konsumen dan perubahan corak persaingan. Keanekaragaman terlihat dengan semakin banyaknya jenis produk yang beredar di pasar yang tidak terbatas pada consumer’s goods tetapi juga pada jenis teknologi yang ditawarkan. Selain itu, produsen maupun pelanggan secara umum, sering dihadapkan pada hal – hal baru yang tidak pernah bayangkan sebelumnya, teknologi baru, ilmu pengetahuan baru, produk dan jasa baru, gaya hidup baru, harapan-harapan baru, dan sebagainya.

Kualitas dari produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan ditentukan berdasarkan ukuran-ukuran dan karakteristik tertentu. Suatu produk dikatakan berkualitas baik apabila dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atau dapat diterima oleh pelanggan sebagai batas spesifikasi, dan proses yang baik yang diberikan oleh produsen sebagai batas kontrol. Barang yang kualitas atau prosesnya jelek menurut produsen belum tentu ditolak oleh pelanggan, dan sebaliknya barang diluar batas kontrol produsen, karena merupakan barang yang rusak atau cacat tetapi oleh konsumen masih diterima. Sedangkan barang yang dikatakan baik oleh produsen tetapi sudah ditolak oleh konsumen karena di luar batas spesifikasi. Dengan memperhatikan aspek kualitas produk, maka tujuan perusahaan untuk memperoleh laba yang optimal dapat terpenuhi sekaligus dapat

(2)

memenuhi tuntutan konsumen akan produk yang berkualitas dan harga yang kompetitif.

Salah satu aktifitas dalam menciptakan kualitas agar sesuai standard adalah dengan menerapkan sistem pengendalian kualitas yang tepat, mempunyai tujuan dan tahapan yang jelas, serta memberikan inovasi dalam melakukan pencegahan dan penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi perusahaan. Kegiatan pengendalian kualitas dapat membantu perusahaan mempertahankan dan meningkatkan kualitas produknya dengan melakukan pengendalian terhadap tingkat kerusakan produk (product defect) sampai pada tingkat kerusakan nol (zero defect). Oleh karenanya, kegiatan pengendalian kualitas tersebut dapat dilakukan mulai dari bahan baku, selama proses produksi berlangsung sampai pada produk akhir dan disesuaikan dengan standard yang ditetapkan.

Black Style merupakan sebuah distro yang menjual beraneka macam fashion,mulai dari baju, jaket dan kemeja. Jenis toko seperti ini dikenal dikalangan konsumen dengan nama distro (distrbution outtlet). Perusahaan ini telah berdiri selama 4 tahun dengan kualitas produk yang masih belum stabil. Masih banyak kendala dalam proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan Back Style, mulai dari bahan baku hingga output yang kurang memenuhi standar yang ditetapkan oleh perusahaan dan hal sangat memperngaruhi keuntungan yang diterima oleh perusahaan dan dampak bagi loyalitas para pelanggan. Dalam proses produksi khususnya baju/kaos perusahaan mentolerir kecacatan produk sebanyak 60 unit dari 1200 unit atau bila dalam persentase perusahaan hanya mentolerir 5% dari proses produksi. Namun pada periode bulan Oktober 2013 hingga Maret 2014 terjadi peningkatan trend yang dialami perusahaan Blackstyle untuk produk cacat. Dapat dilihat pada table 1.1 :

(3)

Tabel 1.1

Jumlah Produksi dan Jumlah produk cacat

no Bulan jumlah produksi jumlah cacat 1 Oktober '13 1200 24 2 Nopember '13 1200 31 3 Desember '13 1200 62 4 Januari '14 1325 41 5 Februari '14 1300 39 6 Maret '14 1280 38

Sumber: perusahaan BlackStyle

Untuk mengatasi permasalahan di atas, perlunya suatu metode yang tepat untuk mencari akar dari penyebab kecacatan untuk penurunan tingkat kecacatan produk pada perusahaan ini. Metode yang dapat digunakan untuk mengatasi kecacatan produk yaitu dengan mengidentifikasi alur proses kerja pada lantai produksi perusahaan dengan menggunakan alat bantu seven tools. Seven tools merupakan alat bantu yang digunakan untuk mendefinisikan masalah dan membantu untuk menenmukan solusi dari masalah tersebut.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik mengagkat permasalahan tersebut untuk dilakukan penelitian dengan judul “ANALISIS

PENGENDALIAN KUALITAS PADA PROSES PRODUKSI DI

PERUSAHAAN BLACK STYLE.”

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah

1.2.1 Identifikasi Masalah

Latar belakang di atas menunjukan bahwa pengendalian kualitas merupakan salah satu cara pengelolaan operasional. Perhatian seksama terhadap kualitas produk akan berdampak positif pada kelangsungan perusahaan tersebut Karena dengan menghadirkan produk berkualitas bagus maka respon pasar terhadap produk perusahaan tersebut pun akan baik.

(4)

Tingginya persentase produk cacat dari keseluruhan produk yang disediakan bagi konsumen sangaat dipengaruhi oleh proses produksi. Oleh karena itu dengan memperhatikan hal tersebut, penulis mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan pengendallian kualitas pada proses produksi, yaitu :

1.2.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengendalian kualitas produk pada perusahaan Black Style? 2. Apa saja yang menjadi faktor penyebab kerusakan/kecacatan pada produk

kaos di perusahaan Black Style?

3. Bagaimana cara menanggulangi masalah yang menjadi penyebab kegagalan produk pada perusahaan Black Style?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian yang dilakukan penulis ini bertujuan untuk menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat lulus sebagai sarjana di Universitas Widyatama. Dengan diperolehnya informasi dari penelitian ini diharapkan akan memperoleh manfaat bagi pihak-pihak yang bersangkutan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui pelaksanaan pengendalian kualitas produk kaos di Perusahaan Black Style.

2. Mengetahui faktor – faktor yang menjadi penyebab barang yang diproduksi menjadi rusak/cacat produk kaos di Perusahaan Black Style.

3. Mengetahui cara penanggulangan masalah yang menjadi penyebab kegagalan produk kaos di Peruusahaan Black Style.

1.4 Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan penelitian ini diharapkan berguna untuk : 1. Perusahaan

a. Dapat digunakan sebagai alat evaluasi tingkat kinerja perusahaan dalan pengendalian kualitas untk meningkatkan standar produksi sehingga hasil produksi sesuai dengan yang diinginkan konsumen.

(5)

b. Mengetahui lebih lanjut peranan pengendalian kualitas pada proses produksi dan bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dalam membuat perencanaan proses produksi

c. Meringankan biaya pengendalian dan meningkatkan profit perusahaan 2. Penulis

a. Dapat menigkatkan pengetahuan dan pembahasan tentang pengendalian kualitas dalam proses produksi, baik berdasarkan literature maupun berdasarkan aplikasinya terhadap perushaan sebagai objek penelitian. b. Dapat memperkaya maupun memperluas informasi dalam bidang

produksi, khususnya menyangkut pengendalian kualitas dalam suatu perusahaan

3. Pihak lain

a. Sebagai referensi dan berbagi pengetahuan dalam bidang operasional dan menambah wawasan yang berhubungan dengan pengendalian kualitas bagi pihak yang membutuhkan.

b. Memperoleh tambahan dari hasil penelitiann yang dapat dipergunakan sebagai referensi bagi penelitian yang lain.

1.5 Metodologi Penelitian

1.5.1 Metode Penelitian Data

Metodologi yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode deskriptif, menurut Moh. Nazir (2009), pengertian mengenai metode deskriptif, yaitu :

“suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu system pemikirian, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang”.

Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi gambaran atau lukisan secara sistematis, factual, dan akurat mengenai fakta – faka, sifat – sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

(6)

1.5.2 Teknik Pengumpulan Data

Memperoleh informasi dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yang dianggap tepat guna sesuai kemampuan yang ada untuk mengetahui suatu keadaan atau persoalan dalam usaha untuk membuat keputusan dalam pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data untuk penelitian ini adalah:

1. Peneltian Lapangan a. Observasi

Agar observasi yang dilakukan oleh peneliti memperoleh hasil yang maksimal, maka perlu dilengkapi format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Dalam pelaksanaan observasi, peneliti bukan hanya sekedar mencatat, tetapi juga harus mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat. Seorang peneliti harus melatih dirinya untuk melakukan pengamatan. Banyak yang dapat kita amati di dunia sekitar kita dimanapun kita berada. Hasil pengamatan dari masing-masing individu akan berbeda, disinilah diperlukan sikap kepekaan calon peneliti tentang realitas diamati. Boleh jadi menurut orang lain realitas yang kita amati, tidak memiliki nilai dalam kegiatan penelitian, akan tetapi munurut kita hal tersebut adalah masalah yang perlu diteliti. Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu observasi partisipasi dan non-partisipan. Observasi partisipasi dilakukan apabila peneliti ikut terlibat secara langsung, sehingga menjadi bagian dari kelompok yang diteliti. Sedangkan observasi non partisipan adalah observasi yang dilakukan dimana peneliti tidak menyatu dengan yang diteliti, peneliti hanya sekedar sebagai pengamat.

b. Wawancara

Wawancara merupakan proses komunikasi yang sangat menentukan dalam proses penelitian. Dengan wawancara data yang diperoleh akan lebih mendalam, karena mampu menggali pemikiran atau pendapat secara detail. Oleh karena itu dalam pelaksanaan wawancara diperlukan ketrampilan dari

(7)

seorang peneliti dalam berkomunikasi dengan responden. Seorang peneliti harus memiliki ketrampilan dalam mewawancarai, motivasi yang tinggi, dan rasa aman, artinya tidak ragu dan takut dalam menyampaikan wawancara. Seorang peneliti juga harus bersikap netral, sehingga responden tidak merasa ada tekanan psikis dalam memberikan jawaban kepada peneliti. Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara, yaitu:

1. Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Dalam hal ini perlu adanya kreativitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan pedoman wawancaramodel ini sangat tergantung pada pewawancara.

2. Pedoman pewawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai chek-list. Pewawancara hanya tinggal memberi tanda v (check).

Dalam pelaksanaan penelitian dilapangan, wawancara dilaksanakan dalam bentuk ”semi structured”. Dimana interviwer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu persatu diperdalam dalam menggali keterangan lebih lanjut. Dengan model wawancara seperti ini, maka semua variabel yang ingin digali dalam penelitian akan dapat diperoleh secara lengkap dan mendalam.

c. Dokumen

Data dalam penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia atau human resources, melalui observasi dan wawancara. Sumber lain yang bukan dari manusia (non-human resources), diantaranya dokumen, foto dan bahan statistik. Dokumen terdiri bisa berupa buku harian, notula rapat, laporan berkala, jadwal kegiatan, peraturan pemerintah, anggaran dasar, rapor siswa, surat-surat resmi dan lain sebagainya.

Selain bentuk-bentuk dokumen tersebut diatas, bentuk lainnya adalah foto dan bahan statistik. Dengan menggunakan foto akan dapat

(8)

mengungkap suatu situasi pada detik tertentu sehingga dapat memberikan informasi deskriptif yang berlaku saat itu. Foto dibuat dengan maksud tertentu, misalnya untuk melukiskan kegembiraan atau kesedihan, kemeriahan, semangat dan situasi psikologis lainya. Foto juga dapat menggambarkan situasi sosial seperti kemiskinan daerah kumuh, adat istiadat, penderitaan dan berbagai fenomena sosial lainya.

Selain foto, bahan statistik juga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen yang mampu memberikan informasi kuantitatif, seperti jumlah guru, murid, tenaga administrasi dalam suatu lembaga atau organisasi. Data ini sangat membantu sekali bagi peneliti dalam menganalisa data, dengan dokumen-dokumen kuantitatif ini analisa data akan lebih mendalam sesuai dengan kebutuhan penelitian.

1.6 Lokasi Penelitian

Penulis melakukan penelitian pada perusahaan clothing Black Style Bandung yang bertempat di jl. Sariasih blok.3 no. 21 Sarijadi, Bandung.

Referensi

Dokumen terkait

Memberikan pemahaman kepada mahasiswa aliran- aliran dan langgam yang ada dalam arsitektur; mengembangkan pengertian teori arsitektur dan perannya secara

Jika pada lembar anamnesis informasi external cause kurang lengkap atau kurang jelas tentang kronologis kejadian cedera atau kecelakaan tersebut, petugas koder mengisi kode

Jenis penelitian ini tergolong kualitatif atau dalam penelitian hukum disebut penelitian empiris dengan pendekatan penelitia n yang digunakan adalah: syar’i dan

PSEKP selain merupakan institusi penelitian dan kebijakan di Indonesia yang sangat responsif dalam melakukan kajian sosial ekonomi dan kebijakan pertanian dan telah banyak

Dari hasil perhitungan back testing pada tabel tersebut tampak bahwa nilai LR lebih kecil dari critical value sehingga dapat disimpulkan bahwa model perhitungan OpVaR

Berdasarkan uraian tersebut, maka teknik penilaian yang akan digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik penilaian kinerja, untuk mengukur

Data daya ledak tungkai dan kelentukan togok ke belakang terhadap kemampuan smash dalam permainan bola voli pada mahasiswa FIK UNM yang diperoleh dalam penelitian,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas, Opini audit dan Reputasi Kantor Aukuntan Publik Terhadap Audit Report LAg. Penelitian