• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN KERENTANAN, RISIKO, DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM PADA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN BANDUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KAJIAN KERENTANAN, RISIKO, DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM PADA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN BANDUNG"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.1. Luas lahan pertanian yang terkena banjir dan kekeringan dari tahun 2000 -  2009
Gambar 1.2. Luas panen dan produksi tanaman pangan utama di Indonesia (1993-2009)  (Garis kuning menunjukkan tahun kejadian El Nino)
Tabel 2.2.  Luas Lahan Sawah,  Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Padi  Menurut Kecamatan  di Kabupaten Bandung Tahun 2009
Gambar 3.1. Diagram Alir Framework Kajian Bahaya (Hazard), Kerentanan (Vulnerability), Risiko (Risk), dan  Adaptasi (Adaptation) Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kajian dampak, kerentanan dan risiko iklim terhadap sektor pariwisata dan sektor sumber daya air di Desa Claket dilakukan dengan mempertimbangkan stressor iklim berupa banjir

Khusus di Luwu Timur, BPTP Sulsel telah berperan serta dalam pendampingan SL-PTT Padi, jagung dan kedelai, sebagai narasumber pelatihan dan sebagai pelaksana

Usaha yang dilakukan pemerintah untuk mencapai target tersebut adalah melalui pelaksanaan program Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi. Upaya pemerintah untuk

pola tanam di setiap daerah irigasi untuk daerah hulu, Tengah dan hilir perlu dilakukan dengan berkolaborasi dan melibatkan lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Kajian

Pengaturan cara tanam dengan jajar legowo (jarwo) adalah salah satu komponen teknologi dasar Pengelolaan Tanaman Terpadu, sebagai teknologi budidaya padi sawah yang

Sebagai dasar pemikiran dalam penelitian ini, risiko stunting diasumsikan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat dikelompokan menjadi faktor bahaya yang memuat

1) Merumuskan suatu model konsep atau alur pikir, metode pengumpulan data dan seleksi data, serta metode analisis kajian kerentanan dan risiko di wilayah pesisir terhadap

Pengelolaan tanaman terpadu (PTT) saat ini dipandang sebagai pendekatan yang paling komperehensif dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman padi, sehingga perlu dimasyarakatkan