• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keselamatan Kerja 25 Sep 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Keselamatan Kerja 25 Sep 2012"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

KESELAMATAN KERJA

25 sep 2012

(2)

DASAR HUKUM K3

(UU NO.1 Tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja)

Pasal

Pasal 13 :13 : “

“ BarangsiapaBarangsiapa akanakan memasukimemasuki sesuatusesuatu tempattempat kerja

kerja, , diwajibkandiwajibkan mentaatimentaati semuasemua petunjukpetunjuk kerja

kerja, , diwajibkandiwajibkan mentaatimentaati semuasemua petunjukpetunjuk keselamatan

keselamatan kerjakerja dandan memakaimemakai alatalat--alatalat perlindungan

perlindungan diridiri yang yang diwajibkandiwajibkan””

(UU No.13 Tahun 2003, tentang Ketenaga-kerjaan)

Pasal 87 :

“Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan

(3)

Kerugian Akibat Kecelakaan

 Kerugian Langsung (direct cost)

- Biaya Pengobatan dan Kompensasi Contoh: Cedera – Cacat - Kematian - Kerusakan Sarana Produksi

- Kerusakan Sarana Produksi

Contoh: Rugi produksi terhenti, hilang pelanggan,dll

 Kerugian Tidak Langsung (indirect cost)

- Kerugian Jam Kerja - Kerugian Produksi - Kerugian Sosial

(4)

Aspek Ekonomi K3 (1)

 K3 dan Produktivitas

Setiap Pekerjaan , Proses & Produk memiliki persyaratan kualitas (mutu) dan kuantitas. Ketentuannya adalah

spesifikasi teknis, ukuran, Keselamatan

Produktifitas

spesifikasi teknis, ukuran, volume, kapasitas atau waktu.

Keselamatan

(5)

Aspek Ekonomi K3 (2)

 K3 dan Pengendalian Kerugian

K3 tidak hanya Kecelakaan/cedera pada manusia.

Tetapi menyangkut sarana produksi dan aset. Tetapi menyangkut sarana produksi dan aset. Salah satu tujuan K3 adalah mencegah dan mengendalikan kerugian (Loss Control

(6)

Kecelakaan

 SSuatu peristiwa yang tidak diinginkan dan tidak diduga, yang SS

kejadiannya dapat menyebabkan timbulnya bencana atau kerugian. Manusia Task Produk / Jasa Manusia (People) Lingkungan Kerja (Environment) Peralatan (Equipment)

(7)

Terjadinya Kecelakaan

 Kecelakaan terjadi karena adanya kontak antara

suatu sumber energi (mekanis, kinetis, fisis) yang dapat menyebabkan cedera pada manusia, alat atau lingkungan. (F Bird, D Viner; Konsep Energi)

ENERGI ENERGI

Pembatas (Barrier)

Kecelakaan terjadi karena energi yang lepas dari penghalangnya mencapai penerima (recepient).

Cedera atau kerusakan terjadi karena energi yang diterima melampaui

ketahanan atau nilai ambang

(8)

Teori Domino Kecelakaan

 Penyebab kecelakaan berdasar Heinrich

 Unsafe act (tindakan tidak aman) & Unsafe Condition (Kondisi

tidak aman)

1. Lack of Control

2. Penyebab tidak langsung (Basic Cause)

3. Penyebab langsung (Immediate Cause) 4. Accident/Incident 5. Injury/Loss

(9)

Filosofi Kecelakaan

Apakah Kecelakaan dapat dicegah?

Setiap Kecelakaan ada penyebabnya. Tidak ada kejadian apapun yang tanpa sebab sebagai

pemicunya pemicunya

Jika faktor penyebab dihilangkan, maka dengan sendirinya kecelakaan dapat dicegah

(10)

Pendekatan Pencegahan Kecelakaan

 Pendekatan Energi

1. Pengendalian Sumber Bahaya 2. Pendekatan pada jalan energi 3. Pengendalian pada Penerima 3. Pengendalian pada Penerima

ENERGI

ENERGI Penerima

(11)

Pendekatan Pencegahan Kecelakaan

ENERGI ENERGI Penerima 1 2 3 -Mengurangi tingkat kebisingan mesin -Modifikasi mesin

-Peredam suara mesin

-Memasang dinding kedap suara -Menjauhkan manusia dari mesin -Mengurangi waktu paparan

(12)

Pendekatan Pencegahan Kecelakaan (2)

 Pendekatan Manusia

Berdasar statistik 85% kecelakaan karena faktor manusia.

Dengan program K3 (Training, Pengawasan, Inspeksi K3, Audit, Safety Working practices)

K3, Audit, Safety Working practices)

 Pendekatan Teknis

Pendekatan teknis menyangkut kondisi fisik, peralatan, material, proses dan lingkungan yang tidak aman.

Upaya keselamatan, antara lain:

- Rancang bangun (peralatan, instalasi sesuai syarat) - Sistem pengaman (tutup mesin, sistem instrumentasi) - Sistem Administrasi (jam kerja, alat K3, prosedur,dll) - Pendekatan Manajemen (SMK3)

(13)

K3

(14)

TEORI MASLOW (ABRAHAM

MASLOW)

Social Need - Equality, Acceptance, dll EGO Need Self Actualization Physiological Need

- Lapar, Haus, Istirahat, dll

- Keselamatan belum menjadi perhatian Security Need

- Safety, Kenyamanan, Perlindungan - K3 menjadi perhatian

- Equality, Acceptance, dll - Belonging, dll

(15)

Safety Application

 Keselamatan Mainan (toy safety)

 Keselamatan di Rumah (home safety)  Keselamatan Jalan Raya (road safety)

 Keselamatan Bahan Kimia (chemical safety)  Keselamatan Bahan Kimia (chemical safety)  Keselamatan di Sekolah (school safety)

(16)

SMK3

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

(SMK3)

Menurut Kepmenaker 05 tahun 1996, SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan,

tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam

pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja dalam pengendalian resiko yang berkaitan

dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman , efisien dan produktif.

(17)

SMK3

 Merupakan pengelolaan K3 secara sistematis dan

komprehensif dalam suatu sistem manajemen yang utuh melalui proses perencanaan, penerapan,

(18)

Tujuan SMK3

 Alat ukur kinerja K3 dalam organisasi

 Pedoman implementasi K3 dalam organisasi  Dasar penghargaan (awards)

 Sertifikasi  Sertifikasi

Dalam sertifikasi lahirlah, OHSAS 18000

(19)

OHSAS 18000

 OHSAS 18001 pertama kali diperkenalkan 1999.  Disempurnakan tahun 2007.

 OHSAS 18000 terdiri dari:

- OHSAS 18001 sebagai standar/persyaratan - OHSAS 18001 sebagai standar/persyaratan SMK3

- OHSAS 18002 sebagai pedoman pengembangan dan penerapannya

(20)

KESELAMATAN KERJA

2 Oktober 2012

(21)

Proses SMK3

 Sistem Manajemen SMK3 terdiri dari 2 unsur:

 Proses Manajemen

 Elemen-Elemen Implementasinya

Proses Manajemen menjelaskan bagaimana sistem Proses Manajemen menjelaskan bagaimana sistem

manajemen tsb. Dijalankan atau digerakkan.

Elemen implementasi merupakan komponen-komponen kunci yang terintegrasi satu dengan lainnya membentuk satu kesatuan manajemen.

(22)
(23)

1. Kebijakan K3 Perencanaan

2. Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian 3. Persyaratan legal dan lainnya

3. Persyaratan legal dan lainnya 4. Objektif dan Program K3

(24)

 Implementasi dan Operasi

5. Sumberdaya, peran, tanggung jawab, wewenang 6. Kompetensi, pelatihan dan kepedulian

7. Komunikasi, partisipasi, dan konsultasi 7. Komunikasi, partisipasi, dan konsultasi 8. Dokumentasi

9. Pengendalian Dokumen 10. Pengendalian Operasi 11. Tanggap Darurat

(25)

 Pemeriksaan

12. Pengukuran Kinerja dan pemantauan 13. Evaluasi pemenuhan

14. Penyelidikan insiden, ketidaksesuaian, koreksi dan 14. Penyelidikan insiden, ketidaksesuaian, koreksi dan

pencegahan

15. Pengendalian rekaman 16. Audit internal

(26)
(27)

SMK3 dan OHSAS 18001

 SMK3 dan OHSAS 18001 dan sistem manajemen

lainnya tidak perlu dipertentangkan, karena semuanya memiliki tujuan yang sama.

 Menurut UU no. 13 tahun 2003 tentang

ketenagakerjaan (pasal 87), “Setiap perusahaan ketenagakerjaan (pasal 87), “Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen K3 yang

terintegrasi dengan manajemen perusahaan”.

 Dari UU diatas, tidak disebutkan sistem K3 apa

yang diterapkan, yang penting penerapan Sistem K3.

(28)

 Pedoman Penerapan (sesuai Kepmenaker 05/1996)

1. Komitmen dan Kebijakan 2. Perencanaan

(Perancangan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko, peraturan perundangan, tujuan & sasaran, indikator kinerja, perencanaan awal)

3. Penerapan

(Jaminan kemampuan, kegiatan pendukung, identifikasi sumber bahaya)

4. Pengukuran dan Evaluasi

(29)

SMK3 Disnaker Penghargaan Peringkat OHSAS 18001 SMK3

Perusahaan Apakah Sudah Memenuhi Kriteria?

(30)

Integrasi K3 dalam Manajemen

Perusahaan

Integrasi K3 dalam Manajemen

Perusahaan

Bahan Baku Proses Bisnis/Unit Bisnis

Perundangan K3 SMK3 Pemangku Kepentingan/Kebijakan Produk Modal Sales Manusia Teknologi Te kn ik P ro d uk si En g in e e ri ng S a le s D a n La in ny a Laba Dampak K3 Upah Pajak

(31)

Integrasi K3 dalam Manajemen

Perusahaan (2)

 Aspek K3 adalah dalam semua aspek / seluruh proses

organisasi. Misal:

- Fungsi produksi, menjamin kelancaran operasi, khususnya aspek keselamatan dan kesehatan.

- Fungsi Engineering, aspek K3 telah dipertimbangkan dalam rancang bangun atau proses produksi yang

- Fungsi Engineering, aspek K3 telah dipertimbangkan dalam rancang bangun atau proses produksi yang

bersifat teknis.

- Fungsi SDM, aspek K3 menjadi pertimbangan dalam pengelolaan SDM, sejak proses penerimaan,

(32)

Jika sudah diterapkan SMK3,

Mengapa masih terjadi kecelakaan?

1. Kualitas Penerapan SMK3

-SMK3 Virtual - elemen SMK3 ada, namun tidak ada sistem pengamanan dan pengendalian resiko.

- SMK3 salah arah (misguided) – salah arah langkah

pencegahan. Isu atau potensi bahaya yang bersifat kritis, menjadi terlewatkan.

menjadi terlewatkan.

- SMK3 acak (random) – sudah memiliki langkah

pencegahan dan pengendalian, namun elemen K3 bersifat acak, dan tidak memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. - SMK3 komprehensif (Comprehensive) – elemen K3

dikembangkan berdasar hasil identifikasi resiko, dilanjutkan penetapan langkah pencegahan dan pengamanan, serta diikuti manajemen yang baikz

(33)

Jika sudah diterapkan SMK3,

Mengapa masih terjadi kecelakaan?

2. Faktor Eksternal

- Bencana (disaster)

“Managing Safety is like fighting a geurilla war, in “Managing Safety is like fighting a geurilla war, in

(34)

Contoh Kebijakan K3

Sesuai Visi & Misi Perusahaan, PT. Pantang Mundur yang bergerak dalam jasa konstruksi, memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik kepada stake holder.

Untuk tujuan tersebut, maka manajemen akan terus meningkatkan kinerja dengan menerapkan SMK3 sesuai dengan SMK3 Kepmenaker ... Dan OHSAS 18001 secara berkesinambungan melalui upaya berikut:

- menjamin kesesuaian SMK3 dengan persyaratan perundangan dan standar yang berlaku. - menerapkan SMK3 yang terintegrasi dengan manajemen perusahaan.

- menerapkan program K3 melalui identifikasi bahaya dan pengendalian resiko. - menyediakan prosedur dan instruksi tertulis untuk menjamin sistem kerja aman. - menyediakan prosedur dan instruksi tertulis untuk menjamin sistem kerja aman. - melakukan pembinaan K3 bagi karyawan dan mitra kerja.

- membangun komitmen dan partisipasi seluruh karyawan, mitra kerja dan unit kerja lain di lingkungan PT. Pantang Mundur.

- membudayakan K3 dilingkungan PT. Pantang Mundur.

Kebijakan ditinjau setahun sekali, mengikuti tinjauan manajemen SMK3 seperti dalam manual ini.

Direktur Utama, Paijo

(35)

PROSE MANAJEMEN RESIKO

1. Penentuan Konteks 2. Identifikasi Resiko 3. Analisa Resiko 4. Evaluasi Resiko 4. Evaluasi Resiko 5. Pengendalian Resiko 6. Komunikasi

(36)

1. KEBIJAKAN K3

Kriteria:

1. Sesuai dengan sifat dan skala resiko K3 organisasi. 2. Komitmen.

3. Didokumentasikan, diimplentasikan dan dipelihara. 3. Didokumentasikan, diimplentasikan dan dipelihara. 4. Dikomunikasikan.

(37)

2. PERENCANAAN SMK3

Identifikasi Bahaya (Hazards Identification)

Penilaian Resiko (Risk Assesment)

Penentuan Pengendalian (Risk Control)

Menurut OHSAS 18001 Perencanaan

- Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian - Persyaratan legal dan lainnya

(38)

Kerugian PEME

HAZARDs INCIDENT MANAGEMENTSAFETY

(39)

HIRARC

HIRARC

HIRARC

HIRARC

Hazards Identification Risk Assesment Risk Control

Keseluruhan HIRARC disebut Manajemen Resiko

HIRARC merupakan elemen pokok Sistem manajeman HIRARC merupakan elemen pokok Sistem manajeman K3. HIRARC harus dilakukan diseluruh aktifitas organisasi untuk menentukan kegiatan organisasi yang mengandung potensi bahaya dan menimbulkan dampak serius terhadap K3.

(40)

Objektif/ Target HI RA RC Risk Management Program Kerja Pemantauan / Management Review

(41)

Proses Manajemen Resiko

Menentukan Konteks Identifikasi Bahaya Analisa Resiko K om un ik a si d a n K on su lt a si Pem a nt a ua n d a n Ti nj a u U la ng Penilaian Resiko Pengendalian Resiko Evaluasi Resiko K om un ik a si d a n K on su lt a si Pem a nt a ua n d a n Ti nj a u U la ng

(42)

Identifikasi Bahaya

Identifikasi Bahaya adalah upaya sistematis untuk mengetahui potensi bahaya yang ada di

lingkungan kerja.

Dengan mengetahui sifat dan karakter bahaya, kita Dengan mengetahui sifat dan karakter bahaya, kita

dapat lebih berhati-hati, waspada dan melakukan tindakan pengamanan agar tidak terjadi

kecelakaan.

Metode Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko Harus:

-Dibuat dengan memperhatikan Lingkup identifikasi bahaya yang dilakukan, bentuk dan waktu. Untuk memastikan agar proaktif ketimbang reaktif.

(43)

Metode Identifikasi Bahaya

Aspek: Lingkup identifikasi, bentuk identifikasi (kualitatif atau kuantitatif) dan waktu pelaksanaan identifikasi.

 Metode Pasif

Kita mengetahui jika kita mengalaminya. (misal terperosok, kesetrum,dll)

 Metode Semi Proaktif  Metode Semi Proaktif

Belajar dari pengalaman orang lain. Tapi tidak semua bahaya diketahui atau pernah menimbulkan dampak. Tidak semua dilaporkan.

 Metode Proaktif

Mencari Bahaya sebelum bahaya itu menimbulkan akibat atau dampak negatif. Misal: data kejadian, daftar periksa, brainstorming, What if analysis, Fault Tree Analysis, dll.

(44)

 Metode Proaktif - Data Kejadian

- Daftar Periksa (check list) - Brainstorming

- Brainstorming

- What if analysis

- Hazops (Hazards and Operability Study) - Fault Tree Analysis (FTA) – Analisa Pohon

(45)

Penilaian Resiko

 Setelah Identifikasi Bahaya, dilakukan peniliaian

resiko, untuk mengevaluasi besarnya resiko serta skenario dampak yang akan ditimbulkan.

 Penilaian resiko digunakan sebagai langkah  Penilaian resiko digunakan sebagai langkah

saringan untuk menentukan tingkat resiko ditinjau dari kemungkinan kejadian (likehood) dan

keparahan yang ditimbulkan (severity).

(46)

Contoh Likehood Kualitatif

Tingkat Uraian Contoh Rincian

A Hampir Pasti Terjadi Dapat terjadi setiap saat dalam kondisi

normal, misal: kecelakaan lalu lintas di jalan raya padat.

B Sering Terjadi Terjadi beberapa kali dalam periode

waktu tertentu, misal kecelakaan kereta waktu tertentu, misal kecelakaan kereta api.

C Dapat Terjadi Risiko dapat terjadi namun tidak sering.

Misal: Jatuh dari ketinggian di lokasi proyek

D Kadang-kadang Kadang-kadang terjadi. Misal:

Kebocoran instalasi nuklir

E Jarang sekali Terjadi dalam keadaan tertentu. Misal:

(47)

Contoh Severity Kualitatif

Tingkat Uraian Contoh Rincian

1 Tidak Signifikan Kejadian tidak menimbulkan kerugian

atau cedera pada manusia

2 Kecil Menimbulkan cedera ringan, kerugian

kecil dan tidak menimbulkan dampak serius terhadap kelangsungan bisnis serius terhadap kelangsungan bisnis

3 Sedang Cedera berat dan dirawat di RS, tidak

menimbulkan cacat tetap, kerugian finansial

4 Berat Menimbulkan cedera parah dan cacat

tetap. Kerugian Finansial besar, serta menimbulkan dampak serius terhadap kelangsungan usaha.

5 Bencana Mengakibatkan korban meninggal,

kerugian parah. Dapat menghentikan kegiatan usaha.

(48)

Peringkat Resiko

Kemungkinan

Konsekuensi

Tidak

Signifikan Kecil Sedang Berat Bencana

Hampir Pasti T T E E E Hampir Pasti Terjadi T T E E E Sering Terjadi S T T E E Dapat Terjadi R S T E E Kadang-kadang R R S T E Jarang sekali R R S T T

(49)

Peringkat Resiko

 E- Resiko Ekstrem

Kegiatan tidak boleh dilaksanakan, atau dilanjutkan sampai resiko telah direduksi. Jika tidak mungkin, pekerjaan tidak mungkin

dilaksanakan

 T-Resiko Tinggi

Kegiatan tidak boleh dilaksanakan sampai resiko telah direduksi. Kegiatan tidak boleh dilaksanakan sampai resiko telah direduksi. Apabila resiko terdapat dalam pelaksanaan pekerjaan yang masih berlangsung, maka tindakan harus segera dilakukan.

 S-Resiko Sedang

Perlu tindakan untuk mengurangi resiko, tetapi biaya pencegahan yang diperlukan harus dipertimbangkan dengan teliti dan dibatasi.

 R-Resiko Rendah

Resiko dapat diterima. Pengendalian tambahan tidak diperlukan. Pemantauan diperlukan untuk memastikan pengendalian telah terpelihara dan diterapkan dengan benar.

(50)

Resiko

 Tingkat Resiko merupakan kombinasi antara

KEMUNGKINAN KEJADIAN dengan TINGKAT KEPARAHAN.

 Misal:  Misal:

Pekerja konstruksi Menara. Kemungkinan kejadian dapat terjadi (C).

Keparahan jika terjadi kecelakaan adalah kematian (5).

(51)

Pengendalian Resiko

Eliminasi Substitusi Engineering Engineering Administratif AP D

(52)

Pengendalian Resiko

1. Mengurangi Kemungkinan (Reduce likelihood) 2. Mengurangi Keparahan (Reduce consequences) 3. Pengalihan resiko sebagian atau seluruhnya (Risk

transfer) transfer)

(53)

Eliminasi

 Teknik pengendalian dengan menghilangkan

sumber bahaya. Misal:

Lobang jalan ditutup Lobang jalan ditutup

Ceceran minyak dihilangkan

(54)

Substitusi

 Teknik Pengendalian dengan mengganti alat,

bahan, sistem atau prosedur yang berbahaya dengan yang lebih aman atau lebih rendah bahayanya.

Misal:

Bahan AC, CFC yang diganti degan bahan ramah lingkungan.

(55)

Engineering

 Teknik pengendalian dengan cara perbaikan pada

desain, penambahan peralatan dan pemasangan peralatan pengaman.

Misal:

Memasang peredam pada alat yang bising.

Pemasangan sistem ventilasi yang lebih baik untuk menghindari pencemaran diruang kerja.

(56)

Administratif

 Pengendalian dengan cara administratif, misalnya:

Mengatur jadwal kerja Mengatur waktu istirahat

Mengatur cara kerja atau prosedur kerja yang Mengatur cara kerja atau prosedur kerja yang aman

(57)

APD

 Pilihan terakhir pengendalian bahaya, dengan

memakai alat perlindungan diri.

Misal: kacamata, sarung tangan, pelindung kaki. APD merupakan langkah terakhir, karena APD

APD merupakan langkah terakhir, karena APD

bukanmencegah kecelakaan namun hanya mengurangi efek atau keparahan kecelakaan.

Misal: Pekerja memakai helm, bukan berarti bebas kejatuhan benda dari atas. Namun, jika kejatuhan, resiko keparahannya dapat dikurangi.

(58)
(59)
(60)

1. Kebijakan K3 Perencanaan 2. Identifikasi Bahaya,

Penilaian dan pengendalian

3. Persyaratan legal dan lainnya

4. Objektif dan Program K3

Implementasi & Operasi 5. Sumberdaya, peran, tanggung jawab, wewenang wewenang 6. Kompetensi, pelatihan dan kepedulian 7. Komunikasi, partisipasi, dan konsultasi 8. Dokumentasi 9. Pengendalian Dokumen 10. Pengendalian Operasi 11. Tanggap Darurat Pemeriksaan 12. Pengukuran Kinerja dan pemantauan 13. Evaluasi pemenuhan 14. Penyelidikan insiden, ketidaksesuaian, koreksi dan pencegahan 15. Pengendalian rekaman 16. Audit internal 17. Tinjauan Manajemen

Referensi

Dokumen terkait

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) PT Pupuk Kujang merupakan bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan dan terintegrasi dengan sistem manajemen

Perusahaan-perusahaan perlu berpatisipasi aktif dalam penanganan masalah K3 dengan menyediakan rencana yang baik, yang dikenal sebagai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan

Sejalan dengan perkembangan dan globalisasi dunia industri, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang terintegrasi dengan Sistem

Hutama Karya adalah sebagai sampel dimana perusahaan konstruksi menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), namun berdasarkan PERMENAKER

Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar sudah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) kepada tenaga kerja agar perusahaan tidak kehilangan tenaga

Pada hakekatnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu keilmuan multidisiplin yang menerapkan upaya pemeliharaan dan peningkatan kondisi lingkungan kerja,

Departemen Social Outreach & Local Development/Community Relation (SLD/CR) PT.Freeport Indonesia telah menerapkan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan menciptakan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi