• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Penelitian Pengaruh Pengendalian Intern Terhadap Kompensasi Dan Kinerja Karyawan Pada Pt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Proposal Penelitian Pengaruh Pengendalian Intern Terhadap Kompensasi Dan Kinerja Karyawan Pada Pt"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PENELITIAN PENGARUH PENGENDALIAN INTERN

PROPOSAL PENELITIAN PENGARUH PENGENDALIAN INTERN

TERHAD

TERHADAP KOMPE

AP KOMPENSASI

NSASI DAN

DAN KINERJA KA

KINERJA KARY

RYA

AW

WAN PA

AN PADA PT. SINAR

DA PT. SINAR

GALESONG PRATAMA KENDARI

GALESONG PRATAMA KENDARI

PROPOSAL PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH PENGENDALIAN INTERN

PENGARUH PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KOTERHADAP KOMPENSASI DANMPENSASI DAN KINE

KINERJA KARYARJA KARYAWWAN AN PADA PADA PT. PT. SINSINAR GALEAR GALESONSONG PRATG PRATAMA AMA KENDKENDARIARI

OLEH :

OLEH :

M A R I A N I

M A R I A N I

NIM:

NIM: B1C1

B1C1 09

09 126

126

(2)
(3)

JURUSAN

JURUSAN AKUNTA

AKUNTANSI

NSI

FA

FAKULT

KULTAS E

AS EKONOM

KONOMII

UNIVERSITAS HALUOLEO

UNIVERSITAS HALUOLEO

KENDARI

KENDARI

2012

2012

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 1.1 L!" L!" B#$%&'B#$%&'

Dalam dunia ekonomi, semakin ketatnya persaingan antar perusahaan dari tahun ke tahun Dalam dunia ekonomi, semakin ketatnya persaingan antar perusahaan dari tahun ke tahun menuntut perusahaan harus mampu bertahan dan berkompetisi dengan perusahaan lain. Salah menuntut perusahaan harus mampu bertahan dan berkompetisi dengan perusahaan lain. Salah satu hal yang dapat ditempuh perusahaan agar mampu bertahan dalam persaingan yang ketat satu hal yang dapat ditempuh perusahaan agar mampu bertahan dalam persaingan yang ketat yaitu dengan meningkatkan kinerja perusahaan. Karena kinerja suatu perusahaan merupakan yaitu dengan meningkatkan kinerja perusahaan. Karena kinerja suatu perusahaan merupakan efisiensi yang berupa modal, material, peralatan, dan keahlian yang dapat dioptimalkan untuk  efisiensi yang berupa modal, material, peralatan, dan keahlian yang dapat dioptimalkan untuk  mengerjakan produksi barang dan jasa pada perusahaan.

mengerjakan produksi barang dan jasa pada perusahaan. Dal

Dalam am segsegala ala usausaha ha yanyang g dijdijalaalankan nkan setsetiap iap perperusausahaahaan n tertertenttentu u memmempunypunyai ai tujtujuanuan tentang yang ingin dicapai secara efisien yaitu dengan sejumlah biaya operasional tertentu yang tentang yang ingin dicapai secara efisien yaitu dengan sejumlah biaya operasional tertentu yang  bisa

 bisa menghasilkan menghasilkan laba laba yang yang maksimal maksimal untuk untuk melangsungkan melangsungkan hidup hidup dan dan perkembanganperkembangan  perusahaan

 perusahaan tertentu. tertentu. Segala Segala usaha usaha dilakukan dilakukan untuk untuk mencapai mencapai tujuan tujuan diantaranya diantaranya dengandengan menggunakan sumber daya manusia yaitu tenaga kerja yang handal dan profesional, sehingga menggunakan sumber daya manusia yaitu tenaga kerja yang handal dan profesional, sehingga timbul suatu semangat yang maksimal untuk mencapai kinerja yang maksimal juga. Hal ini perlu timbul suatu semangat yang maksimal untuk mencapai kinerja yang maksimal juga. Hal ini perlu dipahami bahwa tenaga manusia akan menentukan sukses atau gagalnya suatu organisasi atau dipahami bahwa tenaga manusia akan menentukan sukses atau gagalnya suatu organisasi atau  perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

(4)

Pada

Pada dasdasarnarnya ya tertercapacapainyinya a tujtujuan uan perperusausahaahaan n tidtidak ak hanyhanya a tertergangantuntung g pada pada perperalaalatantan modern, sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru lebih tergantung pada manusia yang modern, sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru lebih tergantung pada manusia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja melaksanakan pekerjaan tersebut. Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja ind

indiviividu du karykaryawaawannyannya. . SetSetiap iap orgorganianisassasi i maumaupun pun perperusausahaan haan akaakan n selselalu alu berberusausaha ha untuntuk uk  meningkatkan kinerja karyawan, dengan harapan apa yang menjadi tujuan perusahaan akan meningkatkan kinerja karyawan, dengan harapan apa yang menjadi tujuan perusahaan akan tercapai.

tercapai.

Ku

Kualalititas as mamanunusisia a sesebabagagai i tetenanaga ga kekerjrja a memerurupapakakan n momodadal l dadasasar r dadalalam m mamasasa  pembangunan.

 pembangunan. eenaga naga kerja kerja yang yang berkualitas akan berkualitas akan menghasilkan suatu menghasilkan suatu hasil kerja hasil kerja yang yang optimaloptimal sesuai dengan target kerjanya. !anusia sebagai tenaga kerja atau karyawan merupakan sumber  sesuai dengan target kerjanya. !anusia sebagai tenaga kerja atau karyawan merupakan sumber  daya yang penting bagi perusahaan, karena mereka mempunyai bakat, tenaga dan kreativitas daya yang penting bagi perusahaan, karena mereka mempunyai bakat, tenaga dan kreativitas yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya Sumber Daya yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya Sumber Daya !anusia juga mempunyai berbagai macam kebutuhan yang ingin dipenuhinya. Keinginan para !anusia juga mempunyai berbagai macam kebutuhan yang ingin dipenuhinya. Keinginan para karyawan untuk memenuhi kebutuhan inilah yang dapat memotivasi seseorang untuk melakukan karyawan untuk memenuhi kebutuhan inilah yang dapat memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu termasuk untuk melakukan pekerjaan atau bekerja.

sesuatu termasuk untuk melakukan pekerjaan atau bekerja. Ki

Kinenerjrja a kakaryryawawan an bubukakanlnlah ah susuatatu u kekebebetutulalan n sasajaja, , tetetatapi pi babanynyak ak fafaktktor or yayangng mem

mempengpengaruaruhi hi diadiantantaranyranya a penpengendgendalialian an intinternernal al manmanjemjemen en perperusausahaan haan dan dan pempemberberianian kom

kompepensnsasasi. i. PrPresestatasi si kerkerja ja akakan an dadapat pat didicacapai pai jijika ka dididadahulhului ui dedengangan n peperbrbuauatatan n yayaitituu melaksanakan tugas yang dibebankan.

melaksanakan tugas yang dibebankan.

Pengendalian manajemen merupakan salah satu dari beberapa tipe aktivitas perencanaan Pengendalian manajemen merupakan salah satu dari beberapa tipe aktivitas perencanaan da

dan n penpengegendandalilian an yayang ng adada a daldalam am susuatatu u ororgaganinisasasisi. . "n"ntotohonhony y dan dan #o#ovivindandararajajan n $%$%&&&&'('( mendef

mendefinsiinsiskan skan sistsistem em pengendapengendalian lian manajemanajemen men sebagasebagai i sebuah manajer sebuah manajer dalam memastikandalam memastikan sumber daya yang diperoleh dan dipergunakan secara efektif dan efisien dalam usaha untuk  sumber daya yang diperoleh dan dipergunakan secara efektif dan efisien dalam usaha untuk 

(5)

mencapai tujuan organisasi. Setiap perusahaan memerlukan pengendalian manajemen, karena mencapai tujuan organisasi. Setiap perusahaan memerlukan pengendalian manajemen, karena sistem tersebut didesain untuk mengatur aktifitas anggota organisasi melalui para pemimpin sistem tersebut didesain untuk mengatur aktifitas anggota organisasi melalui para pemimpin $manajer( organisasi agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan perusahaan. Proses pengendalian $manajer( organisasi agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan perusahaan. Proses pengendalian di

dilalakukkukan an memelalaui ui parpara a pempemimimpipin n atatau au mamanajnajer er dendengagan n penpenententuauan n tutujujuan an dadan n ststraratetegigi,,  pelaksanaan dan pengukuran serta analisis prestasi dan penghargaan.

 pelaksanaan dan pengukuran serta analisis prestasi dan penghargaan.

Dikaitkan dengan pemberian kompensasi dalam suatu perusahaan merupakan faktor yang Dikaitkan dengan pemberian kompensasi dalam suatu perusahaan merupakan faktor yang sangat penting. Karena dari kompensasi ini terkait adanya kegiatan)kegiatan untuk mengadakan sangat penting. Karena dari kompensasi ini terkait adanya kegiatan)kegiatan untuk mengadakan tenaga kerja, memelihara tenaga kerja maupun mempertahankan tenaga kerja bagi kepentingan. tenaga kerja, memelihara tenaga kerja maupun mempertahankan tenaga kerja bagi kepentingan. Kompensasi mencakup balas jasa yang sifatnya

Kompensasi mencakup balas jasa yang sifatnya financial financial dan dapat mempengaruhi naik turunnyadan dapat mempengaruhi naik turunnya  prestasi

 prestasi kerja kerja karyawan, karyawan, mempengaruhi mempengaruhi keputusan keputusan kerja kerja dan dan motivasi motivasi karyawan. karyawan. !aka!aka  pengendalian

 pengendalian kompensasi kompensasi harus harus benar)benar benar)benar adil adil dan dan layak. layak. !aksud !aksud pokok pokok pengendalianpengendalian  pemberian

 pemberian atau atau penyediaan penyediaan tipe tipe kompensasi kompensasi pelengkap pelengkap sering sering disebut disebut juga juga ** Fringe  Fringe Benefit Benefit ++ adalah untuk mempertahankan karyawan organisasi $perusahaan( dalam jangka panjang. Premis adalah untuk mempertahankan karyawan organisasi $perusahaan( dalam jangka panjang. Premis dasar dari setiap program tunjangan kesejahteraan adalah bahwa karyawan menghargai uang dan dasar dari setiap program tunjangan kesejahteraan adalah bahwa karyawan menghargai uang dan ingin bekerja demi uang tambahan guna memperoleh kesejahteraan hidup. !enurut #ibson ingin bekerja demi uang tambahan guna memperoleh kesejahteraan hidup. !enurut #ibson et al et al  $%&&( kompensasi merupaka

$%&&( kompensasi merupakan -mbalan yang n -mbalan yang diterimditerima oleh a oleh karyawan sebagai balas jasa ataskaryawan sebagai balas jasa atas  peke

 pekerjaan rjaan yang yang merekmereka laka lakukanukan.. e

ercapaircapainya pengendalnya pengendalian internian internal perusahaal perusahaan dan pemberian kompenan dan pemberian kompensasi sasi yang baik yang baik  ten

tentu tu sajsaja a akaakan n menmeningingkatkatkan kan proprodukduktivtivitaitas s serserta ta kinkinerjerja a parpara a karykaryawaawan. n. !en!enuruurut t SuySuyadiadi Prawirosentono $%&&&( arti kinerja atau

Prawirosentono $%&&&( arti kinerja atau performance performance adalah hasil kerja yang dapat dicapai olehadalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh ses

seseoreorang ang ataatau u seksekeloelompompok k oraorang ng daldalam am suasuatu tu orgorganianisassasi, i, sessesuai uai dendengan gan wewewewenannang g dandan tanggu

tanggung ng jawab masing)mjawab masing)masing, dalam asing, dalam rangka upaya rangka upaya mencapamencapai i tujuatujuan n organorganisasisasi i bersabersangkutanngkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Sedangkan menurut secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Sedangkan menurut

(6)

!arihot ua .H. $/00/( kinerja adalah hasil kerja yang dihasilkan oleh pegawai atau perilaku nyata yang ditampilkan sesuai dengan perannya di organisasi. Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam usaha organisasi untuk mencapai tujuannya.

P. Sinar #alesong Pratama Kendari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang  perdagangan kendaraan bermotor merk Su1uki di Sulawesi enggara khususnya Kota Kendari. Perusahaan ini berorientasi pada pemberian pelayanan terbaik dan kinerja yang profesional. !aka dari itu diperlukan adanya pengendalian manajemen perusahaan agar dapat memaksimalkan potensi dari masing)masing individu karyawannya.

"danya tingkat persaingan yang semakin ketat, menuntut P.Sinar #alesong Pratama Kendari harus mampu bertahan dan berkompetisi dengan perusahaan lainnya. Salah satu hal yang dapat ditempuh agar mampu bertahan dalam persaingan adalah meningkatkan semangat kerja karyawan dengan lebih memperhatikan kesejahteraannya, yaitu memberikan jaminan sosial, insentif, keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan kerja yang memadai. Pemberian jaminan kesejahteraan kepada karyawan akan memacu produktivitas kerja, secara keseluruhan akan meningkatkan produktivitas perusahaan.

P. Sinar #alesong Pratama Kendari sangat mengharapkan kinerja karyawan yang optimal untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga kelangsungan hidup perusahaannya. Dengan adanya pengendalian intern manajemen perusahaan dapat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan fungsi dan tugas masing)masing karyawannya, agar tetap fokus dalam  pekerjaan sehingga tercapai kinerja yang diinginkan. Selain itu manajemen perusahaan tidak 

akan pernah luput dari hal pemberian balas jasa atau kompensasi yang merupakan salah satu masalah penting dalam membuahkan hasil atau kinerja yang baik. Dalam hal untuk  meningkatkan kinerja karyawan dibutuhkan pengendalian intern dan pemberian kompensasi

(7)

yang memadai sesuai dengan tingkat pekerjaan atau jabatan masing)masing karyawan. Dengan terbentuknya pengendalian intern yang kuat dan pemberian kompensasi yang sesuai, maka akan dapat membuahkan hasil atau kinerja yang baik sekaligus berkualitas dari pekerjaan yang dilaksanakannya.

2erangkat dari kondisi tersebut, maka dijadikan dasar untuk melaksanakan penelitian tentang kinerja karyawan dengan judul 3 (PENGARUH PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KOMPENSASI DAN KINERJA KARYAWAN PADA PT.SINAR  GALESONG PRATAMA KENDARI).

1.2 R*+*,&

M,$-2erdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka pokok permasalahan yang dirumuskan pada penelitian ini yaitu, sebagai berikut3

%. "pakah Pengendalian -ntern berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan P. Sinar #alesong Pratama Kendari4

/. "pakah Pengendalian -ntern berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kompensasi sebagai variabel intervening pada P. Sinar #alesong Pratama Kendari4

1. T*/*& P#&#$!&

2erdasarkan permaslahan yang telah dirumuskan sebelumnya, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 3

%. 5ntuk mengetahui pengaruh pengendalian intern terhadap kinerja karyawan P. Sinar #alesong Pratama Kendari.

/. 5ntuk mengetahui pengaruh pengendalian intern terhadap kinerja karyawan dengan kompensasi sebagai variabel intervening pada P. Sinar #alesong Pratama Kendari.

1. M&! P#&#$!&

"dapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut3 %. 2agi penulis

(8)

Penelitian ini merupakan aplikasi teori yang selama ini diperoleh dalam perkuliahan dan agar  dapat mengetahui faktor)faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan dalam organisai $perusahaan( .

/. 2agi perusahaan

Penelitian ini diharapkan akan menghasilkan informasi yang bermanfaat sebagai masukan dan  pertimbangan bagi perusahaan untuk mengetahui arti pentingnya pengendalian intern dan

kompensasi sehingga dapat mendorong kinerja karyawan. 6. 2agi peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan referensi bagi pihak)pihak yang  berkepentingan terutama dalam teori pengendalian intern, kompensasi, dan kinerja karyawan.

1.3 R*&' L&'%*4

5ntuk lebih terarahnya penelitian ini dan tidak menyimpang dari permasalahan yang ada, maka penulis hanya membatasi pada lingkup sebagai berikut3

%. Pengendalian intern!enurut "goes $/00738'(, terdiri dari indikator)indikator berikut ini3 a. 9ingkungan Pengendalian

 b. "ktivitas pengendalian c. Pemantauan

/. Pemberian Kompensasi !enurut "nthony $/000( meliputi indikator)indikator berikut ini3 a. #ajih:upah

 b. -nsentif:2onus c. unjangan d. ;asilitas

6. -ndikator kinerja karyawan menurut 2ambang #uritno dan <aridin $/00'( adalah sebagai  berikut 3

a. !ampu meningkatkan target pekerjaan

(9)

c. !ampu menciptakan inovasi dalam menyelesaikan pekerjaan. d. !ampu menciptakan kreativitas dalam menyelesaikan pekerjaan. e. !ampu maminimalkan kesalahan pekerjaan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 P#&#$!& T#"5-*$*

Penelitian yang ketiga yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh ;ullchis =urtjahjani pada tahun /00> dengan judul *P=#"?5H K@!P=S"S- ?H"D"P K-=?A" K"?B"<"= D- P.P9= $P?S?@( "PA !"9"=#+. ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karayawan. "dapun kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan adalah variabel kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Penelitian terdahulu yang relevan dengan penenlitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Pilipus ?amandei pada tahun /00& yang berjudul *P=#"?5H K"?"K?-S-K  S"S"?"= "=##"?"= D"= S-S! P=#=D"9-"= -=?= ?H"D"P K-=?A" !"="A?-"9 "P"?" P!?-="H D"?"H $Studi mpiris pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Aayapura(. Bang bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik  sasaran anggaran dan sistem pengendalian intern terhadap kinerja manajerial. "dapun kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan yaitu, karakteristik sasaran anggaran tidak   bepengaruh terhadap Kinerja !anajerial. Sedangkan sistem pengendalian intern berpengaruh

signifikan terhadap kinerja manajerial aparat pemerintah daerah Kota Aayapura.

Penelitian terdahulu yang kedua yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh "noki Herdianto Dito  pada tahun /0%0, yang berjudul *P=#"?5H

(10)

K@!P=S"S- ?H"D"P K-=?A" K"?B"<"= P. S9"! 9"=##=# P5?2"9-=##" D=#"= !@-C"S- S2"#"- C"?-"29 -=?C=-=#+. Bang  bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan dan motivasi.

"dapun kesimpulan dari hasil penelitian yang dikemukakan yaitu, kompensasi berpengaruh  positif dan signifikan terhadap kinerja, sehingga adanya peningkatan pemberian kompensasi akan meningkatkan kinerja karyawan. Kompensasi juga berpengaruh tidak langsung terhadap kinerja melalui motivasi kerja, sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja menjadi variabel yang memediasi antara kompensasi terhadap kinerja karyawan.

T#$ 2.1

MAPPING PENELITIAN TERDAHULU

N7. N+

8T-*& J*5*$ P#&#$!& M#!75# A&$,, H,$ P#&#$!&

%

;ullchis  =urtjahjani

$/00>(

Pengaruh Kompensasi

erhadap Kinerja Karyawan Di Pt.Pln $Persero( "pj !alang. "nalisis ?egresi Sederhana variabel kompensasi  berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan. / Pilipus ?amandei $/00&(

Pengaruh Karakteristik Sasaran "nggaran Dan Sistem

Pengendalian -ntern erhadap Kinerja !anajerial "parat Pemerintah Daerah $Studi mpiris Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Aayapura(. "nalisis ?egresi linear 2erganda Karakteristik sasaran anggaran tidak  bepengaruh terhadap Kinerja !anajerial. Sedangkan sistem  pengendalian intern  berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial aparat pemerintah daerah Kota Aayapura. 6 "noki

Herdianto Dito $/0%0(

Pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawanP. Slamet 9anggeng Purbalingga dengan motivasi sebagai variabel intervening. "nalisis ?egresi linear 2erganda dengan menggunakan !etode "nalisis Aalur atau Path "nalysis. Kompensasi  berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, Kompensasi juga  berpengaruh tidak langsung terhadap kinerja melalui

(11)

motivasi kerja, sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja

menjadi variabel yang memediasi antara kompensasi terhadap kinerja karyawan.

2.2 L&5,& T#7"

2.2.1 P#&'#"!& P#&'#&5$& I&!#"&

Pengendalian intern ialah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen, dan personil satuan usaha lainnya, yang dirancang untuk mendapat keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan dalam hal)hal berikut3 keandalan pelaporan keuangan, kesesuaian dengan undang)undang, dan peraturan yang berlaku, efektifitas dan efisiensi operasi. "l Haryono Ausup $/00%3/'/(.

 !enurut !ulyadi $/00%3%6(, *sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran)ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek  ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajamen.

Pengertian sistem pengendalian intern menurut "-P" ( American Institute of Certified   Public Accountants ) yang dikutip oleh 2ambang Hartadi menyebutkan, sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, semua metode dan ketentuan)ketentuan yang terkoordinasi yang dianut dalam perusahaan untuk melindungi harta kekayaan, memeriksa ketelitian, dan seberapa jauh data akuntansi dapat dipercaya meningkatkan efisiensi usaha dan mendorong ditaatinya kebijakan perusahaan yang telah diterapkan. 2ambang Hartadi $%&>8 3 %/%(.

 Sedangkan -"- $/00%3 6%&./( mendefinisikan Pengendalian intern sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas yang didesain untuk 

(12)

memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini3 $a( Keandalan laporan keuangan, $b( fektivitas dan efisiensi operasi, dan $c( Kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.

2erdasarkan definisi yang telah dikemukakan di atas, dapat dipahami bahwa  pengendalian intern adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai unsur dan tidak terbatas pada metode pengendalian yang dianut oleh bagian akuntansi dan keuangan, tetapi meliputi  pengendalian anggaran, biaya standar, program pelatihan pegawai dan staf pemeriksa intern.

2.2.1.1 T*/*& P#&'#&5$& I&!#"&

"lasan perusahaan untuk menerapkan sistem pengendalian intern adalah untuk membantu  pimpinan agar perusahaan dapat mencapain tujuan dengan efisien. ujuan pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai dalam pencapaian tiga golongan tujuan3 keandalan informasi keuangan, kepatuhan terhadap hukum dan peraturan

yang berlaku, efektifitas dan efisiensi operasi. !ulyadi dan Kanaka Puradiredja $%&&>3%8/(. !enurut !ulyadi $/00%3%8>( tujuan pengendalian intern akuntansi adalah sebagai  berikut3

a. !enjaga kekayaan perusahaan3

%( Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang telah diterapkan.

/( Pertanggungjawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada

 b. !engecek ketelitian dan keandalan data akuntansi3

%( Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan. /( Pencatatan transaksi yang telah terjadi dalam catatan akuntansi

ujuan tersebut dirinci lebih lanjut sebagai berikut3

a. Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan3 %( Pembatasan akses langsung terhadap karyawan

(13)

 b. Pertanggungjawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada3

%( Pembandingan secara periodik antara catatan akuntansi dengan kekayaan yang sesungguhnya ada.

/( ?ekonsiliasi antara catatan akuntansi yang diselenggarakan.

c. Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan3 %( Pemberian otorisasi oleh pejabat yang berwenang.

/( Pelaksanaan transaksi sesuai dengan otorisasi yang diberikan oleh pejabat yang berwenang. d. Pencatatan transaksi yang terjadi dalam catatan akuntansi3

%( Pencatatan semua transaksi yang terjadi.

/( ransaksi yang dicatat adalah benar)benar terjadi. 6( ransaksi dicatat dalam jumlah yang benar.

7( ransaksi dicatat dalam periode akuntansi yang seharusnya. '( ransaksi dicatat dengan penggolongan yang seharusnya. ( ransaksi dicatat dan diringkas dengan teliti.

2.2.1.2 U&,*"*&,*" P#&'#&5$& I&!#"&

!enurut !ulyadi $%&&> 3%( untuk menciptakan sistem pengendalian intern

yang baik dalam perusahaan maka ada empat unsur pokok yang harus dipenuhi antara lain3 a. Struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas.

 b. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya.

c. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi. d. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya.

Sistem pengendalian intern yang memadai bagi perusahaan mempunyai persyaratan yang  berbeda)beda, tergantung dari sifat serta keadaan masing)masing perusahaan. Dalam artian tidak 

ada sistem pengendalian intern yang bersifat universal yang dapat dipakai oleh seluruh  perusahaan.

!enurut "goes $/00738'(, pengendalian intern terdiri dari beberapa indikator yang saling terkait berikut ini3

(14)

a. 9ingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, memengaruhi kesadaran  pengendalian orang)orangnya. 9ingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua

komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.

 b. "ktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan.

c. Pemantauan adalah proses yang menetukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu.

2.2.1. P"&,44"&,4 S,!#+ P#&'#&5$& I&!#"&

5ntuk dapat mencapai tujuan pengendalian akuntansi, suatu sistem harus memenuhi enam prinsip dasar pengendalian intern yang meliputi. 2ambang Hartadi$%&>83 %60(3

a. Pemisahan fungsi

ujuan utama pemisahan fungsi untuk menghindari dan pengawasan segera atas kesalahan atau ketidakberesan. "danya pemisahan fungsi untuk dapat mencapai suatu efisiensi  pelaksanaan tugas.

 b. Prosedur pemberian wewenang

ujuan prinsip ini adalah untuk menjamin bahwa transaksi telah diotorisir oleh orang yang berwenang.

c. Prosedur dokumentasi

Dokumentasi yang layak penting untuk menciptakan sistem pengendalian akuntansi yang efektif. Dokumentasi memberi dasar penetapan tanggungjawab untuk pelaksanaan dan  pencatatan akuntansi.

(15)

d. Prosedur dan catatan akuntansi

ujuan pengendalian ini adalah agar dapat disiapkannya catatancatatan akuntansi yang yang teliti secara cepat dan data akuntansi dapat dilaporkan kepada pihak yang menggunakan secara tepat waktu.

e. Pengawasan fisik 

2erhubungan dengan penggunaan alat)alat mekanis dan elektronis dalam pelaksanaan dan pencatatan transaksi.

f. Pemeriksaan intern secara bebas

!enyangkut pembandingan antara catatan asset dengan asset yang betul)betul ada, menyelenggarakan rekening)rekening kontrol dan mengadakan perhitungan kembali gaji karyawan. -ni bertujuan untuk mengadakan pengawasan kebenaran data.

2.2.2 P#&'#"!& K7+4#&,,

!enurut ahyani $/00&388(, *kompensasi sesungguhnya merupakan pengertian luas dari  pengupahan+. Kompensasi mencakup pula tunjangan Ebaik tunjangan b erbentuk uang maupun

non uangFselain gaji atau upah yang diterima setiap bulan.

!enurut Singodimedjo dalam tulisan dy Sutrisno $/00&(, kompensasi adalah semua  balas jasa yang diterima seorang karyawan dari perusahaannya sebagai akibat dari jasa atau tenaga yang telah diberikannya pada perusahaan tersebut. Kompensasi menurut ohardi dalam tulisan dy Sutrisno $/00&(, bahwa kompensasi dihitung berdasarkan evaluasi pekerjaan,  perhitungan kompensasi berdasarkan evaluasi pekerjaan tersebut dimaksudkan untuk 

(16)

Pada dasarnya manusia bekerja juga ingin memeroleh uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 5ntuk itulah seorang karyawan mulai menghargai kerja keras dan semakin menunjukkan loyalitas terhadap perusahaan dan karena itulah perusahaan memberikan  penghargaan terhadap prestasi kerja karyawan yaitu dengan jalan memberikan kompensasi. Salah satu cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, memotivasi dan meningkatkan kinerja  para karyawan adalah melalui kompensasi $!athis dan Aackson, /000(.

Kompensasi acapkali juga disebut penghargaan dan dapat didefinisikan sebagai setiap  bentuk penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai balas jasa atas kontribusi yang mereka berikan kepada organisasi $!utiara S. Panggabean, /00/(. Selain itu dalam buku !alayu S.P. Hasibuan $/00/( terdapat beberapa pengertian kompensasi dari beberapa tokoh yaitu 3

%. !enurut <illiam 2. <erther dan Keith Davis kompensasi adalah apa yang seorang pekerja terima sebagai balasan dari pekerjaan yang diberikannya. 2aik upah per jam ataupun gaji  periodic didesain dan dikelola oleh bagian personalia.

/. !enurut "ndrew ;. Sikula kompensasi adalah segala sesuatu yang dikonstitusikan atau dianggap segai suatu balas jasa atau ekuivalen.

Pengertian kompensasi juga terdapat pada berbagai literatur yang dikemukakan oleh #ibson $%&&(  bahwa kompensasi merupakan -mbalan yang diterima oleh karyawan sebagai  balas jasa atas pekerjaan yang mereka lakukan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem kompensasi yang baik adalah sistem yang diperlukan organisasi untuk meyakinkan karyawan bahwa mereka akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan secara layak sehingga mereka dengan sadar melakukan tindakan yang diinginkan oleh organisasi.

(17)

!enurut Panggabean dalam tulisan dy Sutrisno $/00&(, kompensasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu 3

%. Kompensasi 9angsung adalah kompensasi yang langsung dirasakan olah penerimanya, yakni  berupa gaji, tunjangan, insentif merupakan hak karyawan dan kewajiban perusahaan untuk 

membayarnya.

a( #aji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai  jaminan yang pasti.

 b( unjangan adalah kompensasi yang diberikan perusahaan kepada para karyawannya, karena karyawannya tersebut dianggap telah ikut berpartisipasi dengan baik dalam mencapai tujuan  perusahaan.

c( -nsentif adalah kompensasi yang diberikan kepada karyawan tertentu, karena keberhasilan  prestasinya di atas standar.

/. Kompensasi idak 9angsung adalah kompensasi yang tidak dapat dirasakan secara langsung oleh karyawan, yakni benefit dan services $tunjangan pelayanan(.  Benefit dan services adalah kompensasi tambahan $ financial atau non financial ( yang diberikan berdasarkan kebijaksanaan  perusahaan terhadap semua karyawan dalam usaha meningkatkan kesejahteraan mereka. Seperti

tunjangan hari raya, uang pensiun, pakaian dinas, olah raga dan darma wisata $ family gathering (. !enurut #ary Dessler $dikutip oleh 9ies -ndriyatni, /00&( kompensasi mempunyai tiga komponen sebagai berikut 3

%. Pembayaran uang secara langsung $direct financial payment( dalam bentuk gaji, dan intensif  atau bonus:komisi.

/. Pembayaran tidak langsung $indirect payment( dalam bentuk tunjangan dan asuransi.

6. #anjaran non finansial $non financial rewards( seperti jam kerja yang luwes dan kantor yang  bergengsi.

(18)

ujuan pemberian kompensasi kepada karyawan antara lain 3 menjamin sumber nafkah karyawan beserta keluarganya, meningkatkan prestasi kerja, meningkatkan harga diri para karyawan, mempererat hubungan kerja antar karyawan, mencegah karyawan meninggalkan  perusahaan, meningkatkan disiplin kerja, efisiensi tenaga karyawan yang potensial, perusahaan

dapat bersaing dengan tenaga kerja di pasar, mempermudah perusahaan mencapai tujuan, melaksanakan peraturan perundang)undangan yang berlaku dan perusahaan dapat memberikan teknologi baru.

!enurut !alayu S.P. Hasibuan $/00/(, tujuan pemberian kompensasi $balas jasa( antara lain adalah3

%. -katan Kerja Sama

Dengan pemberian kompensasi terjalinlah ikatan kerja sama formal antara majikan dengan karyawan. Karyawan harus mengerjakan tugas)tugasnya dengan baik, sedangkan  pengusaha:majikan wajib membayar kompensasi sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

/. Kepuasan Kerja

Dengan balas jasa, karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan)kebutuhan fisik, status sosial, dan egoistiknya sehingga memperoleh kepuasan kerja dari jabatannya.

6. Pengadaan fektif 

Aika program kompensasi ditetapkan cukup besar, pengadaan ka ryawan yang qualified untuk perusahaan akan lebih mudah.

7. !otivasi

Aika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajer akan mudah memotivasi bawahannya. '. Stabilitas Karyawan

(19)

Dengan program kompensasi atas prinsip adil dan layak serta eksternal konsistensi yang kompentatif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena turnover relatif kecil.

. Disiplin

Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin karyawan semakin baik. !ereka akan menyadari serta mentaati peraturan)peraturan yang berlaku.

8. Pengaruh Serikat 2uruh

Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat buruh dapat dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.

>. Pengaruh Pemerintah

Aika program kompensasi sesuai dengan undang)undang perburuhan yang berlaku $seperti batas upah minimum( maka intervensi pemerintah dapat dihindarkan.

Sedangkan menurut !athis and Aackson $/0037%&(, program kompensasi yang efektif  dalam sebuah organisasi memiliki empat tujuan3

%. Kepatuhan pada hukum dan peraturan yang berlaku /. fektifitas biaya bagi organisasi

6. Keadilan internal, eksternal, dan individual bagi para karyawan 7. Peningkatan kinerja bagi organisasi

2.2.2. S,!#+ K7+4#&,,

(20)

%. Sistem <aktu

Dalam sistem waktu, besarnya kompensasi $gaji, upah( ditetapkan berdasarkan standar waktu seperti jam, minggu, atau bulan.

/. Sistem Hasil $@utput(

Dalam sistem hasil, besarnya kompensasi:upah ditetapkan atas kesatuan unit yang dihasilkan  pekerja, seperti per potong, meter, liter, dan kilogram.

6. Sistem 2orongan

Sistem borongan adalah suatu cara pengupahan yang penetapan besarnya jasa didasarkan atas volume pekerjaan dan lama mengerjakannya.

2.2. K&#"/ K";<&

Hani Handoko $/00/( mengistilahkan kinerja $ performance( dengan prestasi kerja yaitu  proses melalui mana organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan. 2erikut ini adalah beberapa pengertian kinerja oleh beberapa pakar yang dikutip oleh 2ambang #uritno dan <aridin $/00'( yaitu3

a. !enurut <inardi $%&&/( kinerja merupakan konsep yang bersifat universal yang merupakan efektivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi dan bagian karyawannya berdasar  standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, karena organisasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia, maka kinerja sesungguhnya merupakan perilaku manusia dalam memainkan peran yang mereka lakukan dalam suatu organisasi untuk memenuhi standar perilaku yang telah ditetap kan agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan.

 b. !enurut #omes $/000( kinerja merupakan catatan terhadap hasil produksi dari sebuah pekerjaan tertentu atau aktivitas tertentu dalam periode waktu tertentu.

(21)

c. Dessler $%&&8( menyatakan bahwa penilaian kinerja adalah memberikan umpan balik kepada karyawan dengan tujuan memotivasi orang tersebut untuk menghilangkan kemerosotan kinerja atau berkinerja lebih tinggi lagi. !enurut Dessler, penilaian kerja terdiri dari tiga langkah,  pertama mendifinisikan pekerjaan berarti memastikan bahwa atasan dan bawahan sepakat

dengan tugas)tugasnya dan standar jabatan. Kedua, menilai kinerja berarti membandingkan kinerja aktual atasan dengan standar)standar yang telah itetapkan, dan ini mencakup beberapa  jenis tingkat penilaian. Ketiga, sesi umpan balik berarti kinerja dan kemajuan atasan dibahas dan

rencana)rencana dibuat untuk perkembangan apa saja yang dituntut.

d. ?ivai dan basri $/00'( menyebutkan bahwa kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok  orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung  jawab dengan hasil seperti yang diharapkan.

!arihot ua fendi $/00/( berpendapat bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang dihasilkan oleh pegawai atau perilaku nyata yang ditampilkan sesuai peranannya dalam organisasi. Kinerja juga berarti hasil yang dicapai seseorang baik kualitas maupun kuantitas sesuai dengan tanggungjawab yang diberian kepadanya. Selain itu kinerja seseorang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, inisiatif, pengalaman kerja, dan motivasi karyawan. Hasil kerja seseorang akan memberikan umpan balik bagi orang itu sendiri untuk selalu aktif melakukan  pekerjaannya secara baik dan diharapkan akan menghasilkan mutu pekerjaan yang baik pula.

Pendidikan mempengaruhi kinerja seseorang karena dapat memberikan wawasan yang lebih luas untuk berinisiatif dan berinovasi dan selanjutnya berpengaruh terhadap kinerjanya.

Sopiah $/00>( menyatakan lingkungan juga bisa mempengaruhi kinerja seseorang. Situasi lingkungan yang kondusif, misalnya dukungan dari atasan, teman kerja, sarana dan  prasarana yang memadai akan menciptaka kenyamanan tersendiri dan akan memacu kinerja yang  baik. Sebaliknya, suasana kerja yang tidak nyaman karena sarana dan prasarana yang tidak 

(22)

memadai, tidak adanya dukungan dari atasan, dan banyak terjadi konflik akan memberi dampak  negatif yang mengakibatkan kemerosotan pada kinerja seseorang.

Sedangkan kinerja karyawan menurut Henry Simamora $/007( adalah tingkat hasil kerja karyawan dalam pencapaian persyaratan pekerjaan yang diberikan. Deskripsi dari kinerja menyangkut tiga komponen penting yaitu3

a. ujuan

ujuan ini akan memberikan arah dan mempengaruhi bagaimana seharusnya perilaku kerja yang diharapkan organisasi terhadap setiap personel.

 b. 5kuran

5kuran dibutuhkan untuk mengetahui apakah seorang personel telah mencapai kinerja yang diharapkan, untuk itu kuantitatif dan kualitatif standar kinerja untuk setiap tugas dan jabatan  personal memegang peranan penting.

c. Penilaian

Penilaian kinerja reguler yang dikaitkan dengan proses pencapaian tujuan kinerja setiap personel. indakan ini akan membuat personel untuk senantiasa berorientasi terhadap tujuan dan  berperilaku kerja sesuai dan searah dengan tujuan yang hendak dicapai.

!enurut ?ita Swietenia $/00&( manfaat kinerja pegawai antara lain adalah untuk  menganalisa dan mendorong efisiensi produksi, untuk menentukan target atau sasaran yang nyata, lalu untuk pertukaran informasi antara tenaga kerja dan manajemen yang berhubungan terhadap masalah)masalah yang berkaitan.

(23)

Penilaian kinerja $ performance appraisal ( memainkan peranan yang sangat penting dalam peningkatan motivasi di tempat kerja. Karyawan menginginkan dan memerlukan balikan  berkenan dengan prestasi mereka dan penilaian menyediakan kesempatan untuk memberikan  balikan kepada mereka. Aika kinerja tidak sesuai dengan standar, maka penilaian memberikan kesempatan untuk meninjau emajuan karyawan dan untuk menyusun rencana peningkatan kinerja. Penilaian kinerja merupakan upaya membandingkan prestasi aktual karyawan dengan  prestasi kerja dengan yang diharapkan darinya $Dessler /000( Dalam penilaian kinerja karyawan tidak hanya menilai hasil fisik, tetapi pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan yang menyangkut berbagai bidang seperti kemampuan kerja, kerajinan, kedisiplinan, hubungan kerja atau hal)hal khusus sesuai dengan bidang dan level pekerjaan yang dijabatnya.

!enurt Dessler $/000( ada lima faktor dalam penilaian kinerja yang populer, yaitu3 a. Prestasi pekerjaan, meliputi3 akurasi, ketelitian, keterampilan, dan penerimaan keluaran.  b. Kuantitas pekerjaan, meliputi3 volume keluaran dan ko ntribusi.

c. Kepemimpinan yang diperlukan, meliputi3 membutuhkan saran, arahan atau perbaikan

d. Kedisiplinan, meliputi3 kehadiran, sanksi, warkat, regulasi, dapat dipercaya: diandalkan dan ketepatan waktu

e. Komunikasi, meliputi3 hubungan antar karyawan maupun dengan pimpinan, media komunikasi. !enurut Hani Handoko $/00/( pengukuran kinerja adalah usaha untuk merencanakan dan mengontrol proses pengelolaan pekerjaan sehingga dapat dilaksanakan sesuai tujuan yang telah ditetapkan, penilaian prestasi kerja juga merupakan proses mengevaluasi dan menilai  prestasi kerja karyawan diwaktu yang lalu atau untuk memprediksi prestasi kerja di waktu yang

akan datang dalam suatu organisasi.

Kinerja karyawan pada dasarnya adalah hasil kerja karyawan selama periode tertentu. Pemikiran tersebut dibandingkan dengan target: sasaran yang telah disepakati bersama. entunya

(24)

dalam penilaian tetap mempertimbangkan berbagai keadaan dan perkembangan yang mempengaruhi kinerja tersebut.

Hani Handoko $/000( menyebutkan bahwa penilaian kinerja terdiri dari 6 kriteria, yaitu 3 a. Penilaian berdasarkan hasil yaitu penilaian yang didasarkan adanya target)target dan ukurannya

spesifik serta dapat diukur.

 b. Penilaian berdasarkan perilaku yaitu penilaian perilaku)perilaku yang berkaitan dengan  pekerjaan.

c. Penilaian berdasarkan !udgement yaitu penilaian yang berdasarkan kualitas pekerjaan, kuantitas  pekerjaan, koordinasi, pengetahuan pekerjaan dan ketrampilan, kreativitas, semangat kerja,

kepribadian, keramahan, intregitas pribadi serta kesadaran dan dapat dipercaya dalam menyelesaikan tugas.

-ndikator kinerja karyawan menurut 2ambang #uritno dan <aridin $/00'( adalah sebagai  berikut 3

a. !ampu meningkatkan aget pekerjaan.

 b. !ampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

c. !ampu menciptakan -novasi dalam menyelesaikan pekerjaan. d. !ampu menciptakan kreativitas dalam menyelesaikan pekerjaan. e. !ampu meminimalkan kesalahan pekerjaan.

2. H**&'& A&!" V"#$

2..1 H**&'& V"#$ P#&'#&5$& I&!#"& T#"-54 K&#"/ K";<&

Pengendalian merupakan sebuah manajer dalam memastikan sumber daya yang diperoleh dan dipergunakan secara efektif dan efisien dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi, "nthony dan #ovindarajan $%&&'(. Setiap perusahaan memerlukan pengendalian manajemen,

(25)

karena sistem tersebut didesain untuk mengatur aktifitas anggota organisasi melalui para  pemimpin $manajer( organisasi agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan perusahaan. Proses  pengendalian dilakukan melaui para pemimpin atau manajer dengan penentuan tujuan dan

strategi, pelaksanaan dan pengukuran serta analisis prestasi dan penghargaan.

Disisi lain Pilipus ?amandei $/00&( memaparkan pemahaman sistem pengendalian intern  pada suatu organisasi perlu ditingkatkan agar sistem pengendalian intern organisasi perusaahaan dapat terlaksana secara efektif dan efisien dalam mencapai tingkat kinerja karyawan yang diinginkan untuk kelangsungan hidup perusahaan. Dengan demikian, dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut3

H1: P#&'#&5$& &!#"& #"4#&'"*- 47,! 5& ,'&%& !#"-54 %&#"/ %";<&.

2..2 H**&'& V"#$ P#&'#&5$& &!#"& T#"-54 K&#"/ K";<& Y&' D+#5, O$#- V"#$ K#,#,*& K7+4#&,,

Salah satu cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, memotivasi dan meningkatkan kepuasan kerja para karyawan adalah melalui kompensasi $!athis dan Aackson, /000(. Secara sederhana kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan untuk balas  jasa kerja mereka.

Simamora $/007( mengatakan bahwa kompensasi dalam bentuk financial adalah penting  bagi karyawan, sebab dengan kompensasi ini mereka dapat memenuhi kebutuhannya secara langsung, terutama kebutuhan fisiologisnya.=amun demikian, tentunya karyawan juga berharap agar kompensasi yang diterimanya sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikan dalam  bentuk non finansial juga sangat penting bagi karyawan terutama untuk pengembangan karir 

(26)

Aika dikaitkan dengan pengendalian intern terhadap pemberian kompensasi maka  pengendalian intern suatu organisasi perusahaan akan lebih baik dalam memberikan kontribusi terhadap kinerja karyawan. Karena seperti yang dikemukakan sebelumnya bahwa kinerja karyawan akan berjalan sesuai dengan balas jasa yang akan diterimanya. Dengan demikian, dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut3

H2: P#&'#&5$& &!#"& #"4#&'"*- 47,! 5& ,'&%& %&#"/ K";<& ;&' 5 +#5, 7$#- 4#+#"& %7+4#&,,. 2. K#"&'% P#+%"& T#7"!, G+" 2.1 K#"&'% P#+%"& T#7"!, Pengendalian -ntern3 9ingkungan pengendalian "ktivitas pengendalian Pemantauan Kompensasi3 #aji:upah -nsentif:2onus unjangan fasilitas Kinerja Karyawan3 arget Pekerjaan epat waktu -novasi Kreativitas

(27)

Sumber 3 "noki Herdianto Dito $/0%0(.

2.3 H47!#,,

Pengetian hipotesis menurut Sugiyono $/00/( adalah jawaban sementara terhadap rumusan penelitian di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat  pernyataan. Hipotesis merupakan dugaan sementara yang mungkin benar dan mungkin salah,

sedangkan penolakan atau penerimaan suatu hipotesis tersebut tergantung dari hasil penellitian terhadap faktor)faktor yang dikumpulkan, kemudian diambil suatu kesimpulan.

2erdasarkan pembahasan pada landasan teori dan penelitian terdahulu, maka dapat dikemukakan hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut3

H% G Pengendalian -ntern berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Di dukung oleh Pilipus ?amandei $/00&(

H/ G Pengendalian -ntern berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan Kompensasi sebagai variabel intervening.

(28)

BAB III

METODE PENELITIAN

!etode penelitian adalah suatu kegiatan yang menggunakan metode yang sistematis untuk memperoleh data yang meliputi pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data.

.1 O/#% P#&#$!&

Pada penelitian ini yang menjadi objek penelitian yaitu P.Sinar #alesong Pratama Kendari yang beralamat di Aalan Dr.Sam ?atulangi =o.%>8)%>& !andonga, Kendari.

.2 P74*$, 5& S+4#$ P#&#$!& .2.1 P74*$, 4#&#$!&

Populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa, hal atau orang yang memiliki karakteristik yang serupa yang menjadi pusat perhatian seorang peneliti karena itu dipandang sebagai sebuah semesta penelitian $;erdinand, /00(. "dapaun populasi pada  penelitian ini yaitu seluruh karyawan P.Sinar #alesong Pratama Kendari yang berjumlah >8

orang.

(29)

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut $ Sugiyono, /00/ (. Karena jumlah populasi kurang dari %00 responden, maka metode pemilihan sampel yang digunakan adalah metode sensus, yaitu penyebaran kuesioner dilakukan pada semua  populasi, yaitu berjumlah >8 kuesioner.

. J#&, 5& S*+#" D! ..1 J#&, D!

Aenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data kualitatif, yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk informasi yang bukan dalam bentuk angka)angka. Data kualitatif ini seperti sejarah berdirinya perusahaan dan struktur organisasi.

..2 S*+#" D!

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya. Data primer secara khusus dikumpulkan untuk  menjawab pertanyaan penelitian. Data primer biasanya diperoleh dari survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data ordinal $Sugiyono, /00/(. Dalam penelitian ini digunakan kuisioner $angket(.

. M#!75# P#&'*+4*$& D!

eknik pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner $angket( adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner $angket( merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan  pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

(30)

Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala 9ikert. !enurut -mam #ho1ali $ /00' (, skala 9ikert adalah skala yang berisi ' tingkat preferensi jawaban dengan pilihan sebagai berikut 3

% G Sangat tidak setuju 7 G Setuju

/ G idak setuju ' G Sangat setuju 6 G Kurang Setuju

.3 M#!75# A&$,,

Dalam suatu penelitian, jenis data dan hipotesis sangat menentukan dalam ketepatan  pemilihan metode analisis. 5ntuk menguji hipotesis dalam penelitian ini maka digunakan  beberapa metode analisis data sebagai berikut 3

.3.1 U/ I&,!"*+#& .3.1.1 U/ V$5!,

5ji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut $-mam #ho1ali, /00'(. 5ntuk mengukur validitas dapat dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor  konstruk atau variabel. Sedangkan untuk mengetahui skor masing E masing item pertanyaan valid atau tidak, maka ditetapkan kriteria statistik sebagai berikut 3

%. Aika r hitung  r tabel dan bernilai positif, maka variabel tersebut valid. /. Aika r hitung I r tabel, maka variabel tersebut tidak valid.

6. Aika r hitung  r tabel tetapi bertanda negatif, maka H0 akan tetap ditolak dan H% diterima.

.3.1.2 U/ R#$$!,

5ji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuisioner yang mempunyai indikator  dari variabel atau konstruk. Suatu kuisioner dinyatakan reliabel atau handal jika jawaban

(31)

seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu $#ho1ali, /00'(. Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu 3

%.  "epeted measure atau pengukuran yaitu seseorang aka disodori pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda, dan kemudian dilihat apakah ia tetap konsisten dengan jawabannya.

/. #ne shot atau pengukuran sekali saja dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan yang lain atau mengukur korelasi antara jawaban dengan pertanyaan.

5ji reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS, yang akan memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik ronbach "lpha $ J (. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika

memberikan nilai ronbanch "lpha  0,0 $ #ho1ali,/00' (.

.3.2 U/ M75#$

.3.2.1 U/ R 28K7#,#& D#!#"+&,

Pengujian ini digunakan untuk mengetahui tingkat ketepatan yang terbaik dalam analisis regresi dalam hal ini ditunjukkan oleh besarnya koefisien determinasi. Koefisien determinasi $? /(

digunakan untuk mengetahui prosentase pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dari sini akan diketahui seberapa besar variabel independen akan mampu menjelaskan variabel dependennya, sedangkan sisanya dijelaskan oleh sebab)sebab lain di luar model.

 =ilai koefisien ? / mempunyai interval nol sampai satu $0  ? / %(. Semakin besar ? /

$mendekati %(, semakin baik hasil untuk model regresi tersebut dan semakin mendekati 0, maka variabel independen secara keseluruhan tidak dapat menjelaskan variabel dependen. =ilai ? /

yang kecil berarti kemampuan variabel)variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. =ilai yang mendekati satu berarti variabel)variabel independen

(32)

memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen $-mam #o1ali, /00'(.

.3.2.2 U/ S'&%&, S+*$!& 8 U/ F!#,!

5ji ; digunakan pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau  bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama)sama terhadap

variabel dependen atau terikat $#ho1ali, /00'(.

9angkah)langkah pengujiannya adalah sebagai berikut 3 %. Derajat kepercayaan G ' L

/. Derajat kebebasan f tabel $ J, k, n)k)% ( J G 0,0'

k G jumlah variabel bebas n G jumlah sampel

6. !enentukan kriteria pengujian

H0 ditolak apabila f hitung  f tabel H" ditolak apabila f hitung I f tabel 7. !enentukan f dengan rumus3

f G

Dimana 3

?/ G koefisien determinan berganda  = G jumlah sampel

K G jumlah variabel bebas Kesimpulan 3

(33)

"pabila f hitung I f tabel maka H0 diterima dan H" ditolak, artinya tidak ada pengaruh secara simultan.

"pabila f hitung  f tabel maka H0 ditolak dan H" diterima, artinya ada pengaruh secara simultan.

.3. U/ A,*+, K$,%  .3..1 U/ N7"+$!,

5ji asumsi normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel  pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal, dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Aika distribusi data resigual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. Dasar pengambilan keputusan memenuhi normalitas atau tidak,

sebagai berikut 3

%. Aika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik  histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

/. Aika data menyebar jauh dari diagonal dan:atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik  histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

.3..2 L&#"!,

5ji linearitas digunakan untuk melihat apakah model yang dibangun mempunyai hubungan yang linear atau tidak. !odel dibentuk berdasarkan tinjauan teoritis bahwa hubungan antara variabel independen dengan variabel dependennya adalah linear. 5ji linearitas digunakan

(34)

untuk mengkonfirmasi apakah sifat linear antar dua variabel yang diidentifikasikan secara teori sesuai dengan hasil observasi yang ada.

!engingat penelitian ini menggunakan "nalisis Aalur $Path "nalysis(, maka terdapat  beberapa asumsi dasar untuk memenuhi kaedah $rimming $heory $eori rimming(, di antaranya

3

%. Hubungan antar variabel harus bersifat linear.

/. !odel penelitian memiliki hubungan kausalitas dengan panah satu arah : oneway causal flow $recursive model(. Pengujian dilakukan secara parsial dengan @9S $analisis regresi(.

6. Cariabel endogen minimal dalam skala interval.

7. -nstrumen penelitian harus reliabel dan valid $variabel diukur tanpa kesalahan(. '. !odel penelitian sesuai dengan teori dan konsep.

Dalam eori rimming, pengujian validitas model riset diamati melalui perhitungan koefisisien determinasi total, dengan rumus sebagai berikut 3

K7#,#& D#!#"+&, T7!$ G

5ji validitas koefisien path pada setiap jalur untuk pengaruh langsung ditunjukkan dengan nilai p dari U/ !, yaitu pengujian koefisien regresi variabel yang dibakukan secara  parsial. Cariabel dengan koefisien path terbesar merupakan variabel yang memiliki pengaruh

dominan.

Selanjutnya, sifat linearitas antara variabel independen dan variabel dependen dapat diamati melalui %catter Plot &iagram dengan tambahan garis regresi. Karena diagram pencar  hanya menampilkan hubungan antara dua variabel, maka pengujian dilakukan secara  berpasangan setiap dua variabel $Santoso, /007(.

.3. U/ H47!#,, .3..1 U/ E#% M#5,

(35)

!ediasi atau intervening merupakan variabel antara yang berfungsi memediasi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. 5ntuk menguji pengaruh variabel mediasi digunakan metode analisis jalur $ path analysis(. "nalisis jalur sendiri tidak dapat menentukan hubungan sebab akibat dan tidak dapat digunakan sebagai subtitusi bagi peneliti untuk melihat hubungan kausalitas antar hubungan. Bang dapat dilakukan oleh analisis jalur adalah menentukan pola hubungan antara tiga atau lebih variabel dan tidak dapat digunakan untuk  mengkonfirmasi atau menolak hipotesis kausalitas imajiner.

Diagram jalur memberikan secara eksplisit hubungan kausalitas antar variabel  berdasarkan pada teori. "nak panah menunjukkan hubungan antar variabel. Di dalam menggambarkan diagram jalur yang perlu diperhatikan adalah anak panah berkepala satu merupakan hubungan regresi. Hubungan langsung terjadi jika satu variabel mempengaruhi variabel lain tanpa ada variabel ketiga yang memediasi $intervening ( hubungan kedua variabel tadi. Pada setiap variabel independen akan ada anak panah yang menuju ke variabel ini $mediasi( dan ini berfungsi untuk menjelaskan jumlah varian yang tak dapat dijelaskan oleh variabel lain $-mam #ho1ali, /00'(.

Hubungan variabel pengendalian intern dan kinerja karyawan dimediasi kompensasi digambarkan dalam path analysis sebagai berikut3

G+" .1

P!- A&$;,, V"#$ K7+4#&,, 5& K&#"/ 5+#5, M7!=,

Pengendalian -ntern $M( Kinerja $B/(

Kompensasi $B%( H6

(36)

H% H/ b/  b%

.3..2 A&$,, J$*"

"nalisis ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara kompensasi terhadap motivasi dan implikasinya terhadap kinerja. Dalam analisis ini terdapat 6 variabel, yaitu 3

a. Cariabel 2ebas $ M (, yaitu Pengendalian -ntern  b. Cariabel -ntervening $ B% (, yaitu Kompensasi

c. Cariabel erikat $ B/ (, yaitu Kinerja

5ntuk menguji variabel tersebut maka digunakan analisa regresi linier berganda dengan rumus sebagai berikut 3

B% G M N e% B/ G M N B% N e/ Dimana 3 B/ G kinerja karyawan B% G kompensasi M G Pengendalian intern

 G residual atau prediction error 

(37)

5ji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. 9angkah E langkah  pengujiannya adalah sebagai berikut 3

%. !enentukan formasi H0 dan H%

H0 3 bi G 0 ,berarti variabel independen bukan merupakan variabel penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.

H" 3 bi O 0 ,berarti variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.

/. 9evel of significant

Sampel %00 orang, maka t tabel G t $ J G 0,0' ( 6. !enentukan kriteria pengujian

H0 gagal ditolak apabila t hitung I t tabel H% ditolak apabila t hitung  t tabel

7. es Statistik  t G

Kesimpulan 3

"pabila t hitung  t tabel maka H0 ditolak, artinya ada pengaruh positif. "pabila t hitung I t tabel maka H0 diterima, artinya tidak ada pengaruh.

.6 V"#$ P#&#$!& 5& D#&, O4#",7&$ V"#$ .6.1 V"#$ P#&#$!&

(38)

Cariabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang atau objek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya dalam kelompok itu $Sugiyono, /00/(. 2erdasarkan telaah pustaka dan perumusan hipotesis, maka variabel)variabel dalam penelitian ini adalah 3

%. Cariabel 2ebas $-ndependen(

Cariabel bebas atau independen merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel dependen $variabel terikat(. Dalam penelitian ini yang merupakan variabel bebasnya adalah Pengendalian -ntern $Sugiyono, /00/(.

/. Cariabel -ntervening

Cariabel intervening secara teoritis adalah variabel yang mempengaruhi hubungan dependen dan independen menjadi hubungan langsung dan tidak langsung yang dapat diamati dan diukur. Dalam penelitian ini yang merupakan variabel intervening adalah Kompensasi $-mam #ho1ali, /00'(.

6. Cariabel erikat $Dependen(

Cariabel terikat atau dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas $independen(. Dalam penelitian ini yang merupakan variabel terikatnya adalah kinerja $Sugiyono, /00/(.

.6.2 D#&, O4#",7&$ V"#$

Definisi operasional merupakan petunjuk tentang bagaimana suatu variabel di ukur, sehingga peneliti dapat mengetahui baik buruknya pengukuran tersebut. "dapun definisi operasional dalam penelitian ini adalah3

(39)

Pengendalian intern ialah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen, dan personil satuan usaha lainnya, yang dirancang untuk mendapat keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan dalam hal)hal berikut3 keandalan pelaporan keuangan, kesesuaian dengan undang)undang, dan peraturan yang berlaku, efektifitas dan efisiensi operasi. "l Haryono Ausup $/00%3/'/(.

"dapun indikator dari pengendalian intern !enurut "goes $/00738'(, adalah sebagai  berikut3

a. 9ingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran  pengendalian orang)orangnya. 9ingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua

komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.

 b. "ktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan.

c. Pemantauan adalah proses yang menetukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu.

/. Kompensasi $Caraibel B%(

#ibson $%&&( menyebutkan bahwa kompensasi merupakan -mbalan yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa atas pekerjaan yang mereka lakukan.

"dapun indikator yang digunakan untuk mengukur kompensasi menurut "nthony $/000( adalah sebagai berikut 3

a. 5pah dan gaji

5pah biasanya berhubungan dengan tarif gaji per jam. 5pah merupakan basis bayaran yang kerapkali digunakan bagi pekerja)pekerja produksi dan pemeliharaan. #aji umumnya berlaku untuk tarif bayaran mingguan, bulanan, atau tahunan.

(40)

 b. -nsentif 

-nsentif adalah tambahan kompensasi di atas atau di luar gaji atau upah yang diberikan oleh organisasi.

c. unjangan

ontoh)contoh tunjangan adalah asuransi kesehatan dan jiwa, liburan yang ditanggung  perusahaan, program pensiun, dan tunjangan lainnya yang berkaitan dengan hubungan

kepegawaian. d. ;asilitas

ontoh)contoh fasilitas adalah kenikmatan:fasilitas seperti mobil perusahaan, keanggotaan klub, tempat parkir khusus, atau akses ke pesawat perusahaan yang diperoleh karyawan. ;asilitas dapat mewakili jumlah substansial dari kompensasi, terutama bagi eksekutif yang dibayar maha l.

6. Kinerja $Cariabel B/(

!enurut <inardi $%&&/( kinerja merupakan konsep yang bersifat universal yang merupakan efektivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi dan bagian karyawannya  berdasar standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, karena organisasi pada dasarnya

dijalankan oleh manusia, maka kinerja sesungguhnya merupakan perilaku manusia dalam memainkan peran yang mereka lakukan dalam suatu organisasi untuk memenuhi standar perilaku yang telah ditetapkan agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan.

"dapun indikator kinerja karyawan menurut 2ambang #uritno dan <aridin $/00'( adalah sebagai berikut 3

a. !ampu meningkatkan target pekerjaan

(41)

c. !ampu menciptakan inovasi dalam menyelesaikan pekerjaan. d. !ampu menciptakan kreativitas dalam menyelesaikan pekerjaan. e. !ampu maminimalkan kesalahan pekerjaan.

5ntuk lebih jelasnya definisi operasional dari penelitian ini dapat dilihat pada tabel  berikut3

T#$ .1

D#&, O4#",7&$

Cariabel Definisi @perasional -ndikator -tem)item

% / 6 7 Pengendalia n -ntern "l Haryono Ausup $/00%( "goes $/007(

Suatu proses yang

dipengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen, dan  personil satuan usaha

lainnya, yang dirancang untuk mendapat keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan.

!enetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang)orangnya 9ingkungan Pengendalian %. !engetahui corak

kebudayaan yang menjadi ciri khas perusahaan. /. Kebudayaan perusahaan

(42)

karyawann Kebijakan dan prosedur yang

membantu menjamin bahwa arahan manajemen

dilaksanakan

"ktivitas Pengendalian

%. Kebijakan dan prosedur akan menjamin pelaksanaan arahan dari manajemen. /. 2ertindak sesuai dengan

 prosedur yang telah ditetapkan.

 proses yang menetunkan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu.

 pemantauan

%. Pemantauan pelaksanaan  pengendalian intern  perusahaan.

/. Proses pelaksanaan akan menentukan kualitas kinerja sepanjang waktu. Kompensasi #ibson $%&&( "nthony $/000( kompensasi merupakan -mbalan yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa atas pekerjaan yang mereka lakukan.

2asis bayaran yang kerapkali digunakan bagi pekerja)  pekerja produksi dan

 pemeliharaan. #aji umumnya  berlaku untuk tarif bayaran

mingguan, bulanan, atau tahunan.

5pah dan gaji

%. #aji yang diterima sesuai Harapan

/. #aji secara keseluruhan sesuai dengan usaha yang dikeluarkan

ambahan kompensasi di atas atau di luar gaji atau upah yang diberikan oleh organisasi.

-nsentif

%. Perbedaan insentif antar  bagian dalam perusahaan

sesuai dengan harapan. /. 2onus yang diterima

sebanding dengan waktu kerja lembur.

"suransi kesehatan dan jiwa, liburan yang ditanggung  perusahaan, program  pensiun, dan tunjangan

lainnya yang berkaitan dengan hubungan kepegawaian.

unjangan

%. unjangan yang diterima sesuai dengan harapan. /. Puas dengan jaminan sosial

tenaga kerja $A"!S@SK( yang diberikan perusahaan. kenikmatan:fasilitas seperti

mobil perusahaan,

keanggotaan klub, tempat  parkir khusus, atau akses ke  pesawat perusahaan yang

diperoleh karyawan, dan juga  jaminan kecelakaan, serta

;asilitas %. 2esarnya jaminan kecelakaan kerja sudah sesuai dengan resiko  pekerjaan.

/. Perusahaan memperhatikan  pemenuhan kebutuhan dan

(43)

 pemenuhan kebutuhan lainnya. Kinerja karyawan <inardi $%&&/( 2ambang #uritno dan <aridin $/00'(

 perilaku manusia dalam memainkan peran yang mereka lakukan dalam suatu organisasi untuk memenuhi standar perilaku yang telah ditetapkan agar membuahkan tindakan dan hasil yang

diinginkan.

!ampu meningkatkan target  pekerjaan dalam pancapaian

kinerja yang optimal.

aget  pekerjaan

%. !emiliki antuisme $semangat kerja( tinggi dalam melaksanakan  pekerjaan.

/. !ampu dalam pekerjaan atau tugas yang tiba)tiba. !ampu menyelesaikan

 pekerjaan tepat waktu agar sesuai dengan target

 perusahaan.

epat waktu

%. Selalu menyelesaikan tugas tepat waktu.

/. 2ekerja sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan  perusahaan.

!ampu menciptakan inovasi  baru dalam menyelesaikan  pekerjaan

-novasi

%. !enemukan temuan baru dalam menyelesaikan

 pekerjaan dan masalah yang dihadapi.

/. !enciptakan suatu rancangan atau ide baru dalam meningkatkan kinerja suatu prusahaan. !ampu menciptakan kreativitas dalam menyelesaikan pekerjaan Kreativitas %. erampil dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsi pekerjaan.

/. Selalu berkreasi untuk meningkatkan kinerja  perusahaan.

!ampu meminmalkan kesalahan pekerjaan agar sesuai dengan kualitas yang diinginkan perusahaan.

!eminimalka n kesalahan  pekerjaan

%. Selalu mengerjakan tugas sesuai dengan kualitas yang diinginkan perusahaan. /. !enyelesaikan pekerjaan

(44)
(45)

L+4"& K*#,7&#" P#&#$!& Kepada yth 2apak:-bu:Saudara $i( Di empat Dengan hormat,

Saya mahasiswi Strata Satu $S%( 5niversitas Haluoleo Kendari sedang melakukan  penelitian dalam rangka menyelesaikan skripsi dengan judul 3

(PENGARUH PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KOMPENSASI DAN KINERJA KARYAWAN PADA PT.SINAR GALESONG PRATAMA KENDARI).

2erkaitan dengan penelitian tersebut, dimohon kesediaan 2apak:-bu:Saudara $i( untuk  mengisi kuesioner ini dengan harapan menjawab dengan leluasa, sesuai dengan yang dirasakan, dilakukan dan dialami bukan berdasarkan apa yang seharusnya atau yang ideal.

Sesuai dengan kode etik penelitian, saya akan menjaga kerahasiaan data yang responden berikan. Hal ini semata E mata untuk kepentingan penelitian ilmiah, dimana hanya ringkasan dan hasil analisis yang akan dipublikasikan.

Demikian disampaikan, atas kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Kendari, Auni /0%/ Hormat Peneliti,

(46)

M A R I A N I B1C1 09 126

KUESIONER PENELITIAN

 =ama 3 QQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQ  Aenis Kelamin 3 %. Pria /. <anita

5mur 3 %. /0 s:d 60 tahun /. 6% s:d 70 tahun

6. 7% s:d '0 tahun 7. '% s:d 0 tahun

Pendidikan 3 %. S!" : sederajat /. Diploma : sarjana muda 6. Sarjana :!agister  !asa Kerja 3 %. Dibawah ' tahun

/. ' s:d %0 tahun 6. %% s:d %' tahun 7. % s:d /0 tahun '. 9ebih dari /0 tahun

Aabatan 3

Setiap pertanyaan berikut hanya membutuhkan satu jawaban. Pertanyaan dijawab dengan memberikan tanda $M(, dengan kriteria sebagai berikut 3

STS 3 Sangat idak Setuju,

TS 3 idak Setuju,

Referensi

Dokumen terkait

Hal tersebut berarti bahwa pengertian barang diartikan secara luas, yaitu tidak hanya terbatas pada benda yang berwujud, melainkan termasuk benda-benda yang tidak

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa senyawa 2-(4'-hidroksibenzilidena)sikloheksana-1,3-dion dapat disintesis dari

Intensitas ektoparasit yang terendah terdapat pada Stasiun 1 dengan nilai sebesar 18,8 yang artinya setiap satu ekor ikan di Stasiun 1 terinfeksi 18 ekor parasit,

Huippunopeiden laajakaistayhteyksien kysyntää voidaan edistää myös huolehtimalla siitä, että yhteyksiä hyödyntävien uusien teknologioiden käyttöönotto on

Osassa tutkimuksista on löydetty merkitsevä positiivinen korrelaatio tynkäkivun ja aavekivun välillä (Montoya 1997, Kooijman 2000), kun taas eräässä tutkimuksessa tynkäkipu

Pelayanan terbaik atau pelayanan prima pada pelanggan (excellent) dan tingkat kualitas pelayanan merupakan cara terbaik yang konsisten untuk dapat mempertemukan harapan

“Kalau hambatannya yang pertama, saya tidak tahu bagaimana caranya mengelola limbah industri batik, lalu tidak ada penyuluhan dari pemerintah tentang pengelolaan

Dalam merancang arsitektur, pada awalnya Soekarno tampak menggemari ‘padupadan’ atap gaya Eropa, pada periode berikutnya berupa ‘padu - padan’ atap tradisional khas