BUKU PEDOMAN KERJA MAHASISWA
(BPKM)
MODUL PRAKTIK KLINIK
ILMU PENYAKIT DALAM
Copyright 2013 by Faculty of Medicine, Universitas of Indonesia
All rights reserved. This book or any parts there of,
may not be used or reproduced in any manner
without written permission from the writer/publishers.
Printed in Jakarta, Indonesia
Hak cipta dipegang oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Dilarang mengutip, mencetak dan memperbanyak
isi buku dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penulis/penerbit
Dicetak di Jakarta, Indonesia
ISBN: 978-979-496-648-8
MEDICAL EDUCATION UNIT
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
RSUPN Cipto Mangunkusumo
Sekapur Sirih 4 Pendahuluan 5 Informasi Umum 8 Tujuan Pendidikan 11 Sasaran Pembelajaran 13 Lingkup Bahasan 15 Metoda Pengajaran 21 Matriks Kegiatan 26 Evaluasi 31 Lampiran 34
DAFTAR ISI
Selamat datang di Kepaniteraan Modul Praktik Klinik Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kepaniteraan tingkat V Ilmu Penyakit Dalam merupakan salah satu syarat untuk menyandang gelar dokter umum.
Setelah melewati pendidikan dokter Tahap 1 (Tahap Pengayaan Dasar) dan Tahap 2 (Tahap Pengetahuan Kedokteran), saat ini Anda memasuki pendidikan Tahap Ketrampilan Praktik Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kini Anda diharapkan berlatih menerapkan ilmu dan ketrampilan yang telah diperoleh dalam mengelola pasien. Kepaniteraan tingkat V akan lebih menekankan pada pengelolaan pasien secara komprehensif, diawali dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, dan tata laksana pasien. Anda akan ditempatkan di ruang rawat, poliklinik dan unit gawat darurat di beberapa rumah sakit pendidikan FKUI agar mendapat kesempatan untuk belajar mengelola pasien yang bervariasi dalam bimbingan tutor klinik. Cobalah untuk menerapkan ilmu dan keterampilan Anda kepada pasien dan jangan ragu untuk membuka kembali buku atau catatan. Anda akan melihat bahwa setiap pasien mempunyai keunikan masing-masing dan memerlukan pengelolaan yang individual. Semakin Anda berlatih, Anda akan menemukan pola tersendiri dalam merawat pasien yang pasti akan berguna nanti setelah Anda lulus dan berpraktik.
Tanamkan selalu pada diri Anda bahwa pasien adalah kunci belajar Anda. Walau saat ini pasien belum berada dalam tanggung jawab Anda sepenuhnya, Anda dapat belajar untuk bersikap profesional dalam batasan sebagai mahasiswa. Mengingat hanya sedikit pembelajaran dalam kelas dan lebih banyak di ruangan, Anda diharapkan dapat mengatur sendiri kegiatan belajar Anda. Secara aktif mintalah bimbingan dari supervisor ruangan atau residen sehingga waktu Anda di ruangan tidak terbuang percuma. Mereka sangat menghargai keseriusan Anda dalam belajar dan tak akan segan untuk membantu.
Besar harapan kami kepaniteraan ini menjadi bekal ilmu yang dapat Anda terus kembangkan dan manfaatkan bagi kesejahteraan manusia. Selamat belajar dan temukan makna the Art of Medicine!
dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH
Ketua Modul Praktik Klinik Ilmu Penyakit Dalam Departemen Ilmu Penyakit Dalam
FKUI/RS Cipto Mangunkusumo
Latar Belakang
Kepaniteraan Ilmu Penyakit Dalam yang selanjutnya disebut Modul Praktik Klinik IPD (MPK IPD) merupakan bagian dari rangkaian pendidikan profesi dokter yang meletakkan dasar-dasar berpikir, bertindak dan berperilaku sebagai seorang dokter. Ruang lingkup Ilmu Penyakit Dalam pada pendidikan dokter secara umum meliputi penyakit infeksi dan imunologi, gangguan metabolik dan endokrin, gangguan pada sistem pembuluh darah dan kardiovaskular, gangguan padasistemrespirasi dan kegawatdaruratan, gangguan pada sistem gastroenterohepatologi, permasalahan pada ginjal,hipertensi, penyakit reumatik, penyakit darah, keganasan dan gangguan psikosomatik.
Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) FKUI proses pembelajaran dilaksanakan dalam serangkaian modul-modul yang terintegrasi dan berkesinambungan. Berbagai pengetahuan dan keterampilan dasar yang terkait dengan penatalaksanaan kasus-kasus penyakit dalam dan tindakan prosedural, telah diperoleh mahasiswa pada modul-modul sebelumnya.
Pada modul ini mahasiswa akan mendapat pengalaman dalam pengelolaan berbagaimasalah penyakit dalam yang paling sering ditemui dalam praktek sehari-hari, melakukan berbagai tindakan prosedural seperti pemasangan IVline, pemasangan kateter kandung kemih, pengambilan darah arteri, pemasangan NGT dan sebagainya. Modul ini akan dilaksanakan pada semester 9 dan 10 selama 9 minggu dengan beban 8sks.
Berdasarkan Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia III (KIPDI III) yang berbasis kompetensi, pendidikan kedokteran diarahkan untuk menguasai 7 area kompetensi ditambah 3 kompetensi khusus untuk lulusan FKUI. Modul Praktik Klinik Ilmu Penyakit Dalam diselenggarakan pada tahap pendidikan Ketrampilan Praktik Klinik (Clinical Practice), untuk menguasai 10 area kompetensi berkaitan dengan pembelajaran Ilmu Penyakit Dalam dan penanganan permasalahannya.
Tujuan
Tujuan umum
Melalui MPK IPDyang merupakan proses pembelajaran penerapan ketrampilan klinik selama 9 minggu, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi terkait bidang Ilmu Penyakit Dalam yang wajib dimiliki seorang dokter dan merupakan modal dasar dalam penanganan masalah pelayanan kesehatan penyakit dalam. Dokter Indonesia yang dihasilkan oleh pendidikan penyakit dalam akan mampu memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna, holistik dan profesional. Pengelolaan pasien dilaksanakan secara terintegrasi dan interdisiplin dengan bidang ilmu kedokteran lain yang terkait. Dengan demikian, pada tahap ini evaluasi kompetensi mahasiswa dapat dilakukan secara komprehensif (paripurna).
Dalam 9 minggu kepaniteraan MPK IPD, kegiatan belajar mengajar mahasiswa di bawah bimbingan tutor klinik akan difokuskan pada aplikasi klinis ilmu dasar bidang IPD dan penerapan langsung ketrampilan klinik dasar, baik anamnesis maupun pemeriksaan fisik pada pasien, yang dalam penyusunan pelaporannya mengacu pada Catatan Medik Berdasarkan Masalah atau Problem Oriented Medical Record (CMBM/POMR) sehingga mahasiswa terlatih dalam hal mengumpulkan data klinik, membuat analisis dan sintesis, merumuskan hipotesis masalah/menegakkan diagnosis, membuat rencana diagnosis, rencana terapi serta edukasi kepada pasien dan keluarga.
Tujuan khusus
Tujuan pendidikan dokter FKUI ialah mendidik mahasiswa melalui serangkaian pengalaman belajar dalam menyelesaikan suatu kurikulum, sehingga mempunyai cukup pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam bidang keprofesiannya, serta mempunyai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk:
1. Melakukan profesi kedokteran dalam suatu sistem pelayanan kesehatan pemerintah dengan pendekatan kedokteran keluarga, mencakup:
a. Mengenal, merumuskan, dan menyusun prioritas masalah kesehatan masyarakat saat ini maupun yang akan datang, serta berusaha dan bekerja untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut melalui perencanaan, implementasi, dan evaluasi program-program yang bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif
b. Memecahkan masalah kesehatan pasien dengan menggunakan pengetahuan, keterampilan klinik dan laboratorium, serta observasi dan pencatatan yang baik untuk mengidentifikasi, mendiagnosis, melakukan tindakan medik, melakukan usaha pencegahan, meminta konsultasi, mengerjakan usaha rehabilitasi masalah kesehatan pasien dengan berlandaskan etika kedokteran, serta mengingat aspek jasmani, rohani dan sosio-budayanya
c. Memanfaatkan sebaik-baiknya sumber dan tenaga lainnya dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat
d. Bekerja selaku unsur pimpinan dalam suatu tim kesehatan
e. Menyadari bahwa sistem pelayanan kesehatan yang baik adalah faktor penting dalam ekosistem yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat
f. Mendidik dan mengikutsertakan masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatannya
2. Senantiasa meningkatkan dan mengembangkan diri dalam segi ilmu kedokteran sesuai dengan bakatnya, dengan berpedoman pada pendidikan sepanjang hayat
a. Menilai kegiatan profesinya secara berkala, menyadari keperluan untuk menambah pendidikannya, memilih sumber-sumber pendidikan yang serasi, serta menilai kemajuan secara kritis
b. Mengembangkan ilmu kesehatan, khususnya ilmu kedokteran dengan ikut serta dalam pendidikan dan penelitian, serta mencari penyelesaian masalah kesehatan penderita, masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan asuhan medis
c. Memelihara dan mengembangkan kepribadian serta sikap yang diperlukan untuk kelangsungan profesinya, misalnya integritas, rasa tanggungjawab, dapat dipercaya, serta menaruh perhatian dan penghargaan kepada sesama umat manusia, sesuai dengan etika kedokteran. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif, dan bersikap terbuka, dapat menerima perubahan dan berorientasi ke masa depan serta mendidik dan mengajak masyarakat ke arah sikap yang sama
Selama kepaniteraan ini Anda akan belajar di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Departemen yang terlibat dalam pendidikan Anda adalah:
1. Departemen Penyakit Dalam FKUI/RSCM 2. Departemen Radiologi RSCM
3. Departemen Farmakologi RSCM 4. Departemen Patologi Klinik RSCM 5. Departemen Farmasi FKUI/RSCM
Kegiatan Laporan Jaga, Ronde, dan Diskusi Kasus akan bertempat Rawat Inap lantai 6 atau lantai 7
Public Wing RSUPN-CM, selain itu terdapat pula kegiatan pemeriksaan pasien baru di Poliklinik dan pemeriksaan pasien gawat darurat di IGD RSCM. Anda juga akan ditempatkan di Rumah Sakit jejaring FKUI yaitu RSU Tangerang, RS Persahabatan, dan RS Kanker Dharmais.Selama 9 minggu kepaniteraan Anda akan berada dalam pengawasan dari staf pengajar Ilmu Penyakit Dalam. Berikut nama-nama staf yang bertanggungjawab atas pendidikan Anda.
Tabel 1. Daftar Nama Staf Pengajar Ilmu Penyakit Dalam
NO NAMA DIVISI
1. NANANG SUKMANA, dr.
Alergi dan Imunologi Klinik 2. HERU SUNDARU, dr.Dr.Prof.
3. SAMSURIDJAL DJAUZI, dr.Dr. Prof. 4. IRIS RENGGANIS, dr.
5. TEGUH HARJONO KARJADI, dr. 6. SUKAMTO, dr.
7. EVY YUNIHASTUTI, dr. , Dr. 8. OKKY RAMADIAN dr.
9. ABDUL AZIZ RANI, dr. Prof. KGEH
Gastroenterologi 10. CHUDAHMAN MANAN, dr.
11. MARCELLUS SIMADIBRATA, dr., PhD 12. DADANG MAKMUN, dr.
13. MURDANI ABDULLAH, dr. 14. ARI FAHRIAL SYAM, dr. 15. ACHMAD FAUZI, dr.
16. CZERESNA HERIAWAN SOEJONO, dr. Dr.
Geriatri 17. SITI SETIATI, dr. Dr.
18. EDY RIZAL WAHYUDI, dr. 19. NINA KEMALA SARI, dr. 20. ARYA GOVINDA ROOSHEROE, dr. 21. KUNTJORO HARIMURTI, dr. 22. PURWITA WIJAYA LAKSMI, dr. 23. ESTHIKA DEWIASTY, dr.
24. NOTO DWI MARTUTI, dr
25. HMS MARKUM, dr. Prof.
Ginjal dan Hipertensi 26. IMAM EFFENDI, dr.Dr.
27. PARLINDUNGAN SIREGAR, dr. 28. WIGUNO PRODJOSUDJADI, dr.PhD.Prof. 29. ENDANG SUSALIT, dr.Dr.Prof. 30. DHARMEIZAR, dr.
31. SUHARDJONO, dr.Dr. 32. AIDA LYDIA, dr. 33. LUCKY AZIZA B., dr. 34. GINOVA NAINGGOLAN, dr. 35. MARUHUM BONAR MARBUN, dr. 36. PRINGGODIGDO NUGROHO, dr.
37. KARMEL L. TAMBUNAN, dr.Dr.Prof.
Hematologi-Onkologi Medik 38. ABDUL MUTHALIB, dr.Prof.
39. TUBAGUS DJUMHANA ATMAKUSUMA, dr.Dr. 40. ZUBAIRI DJOERBAN, dr. Prof.
41. SHUFRIE EFFENDY, dr.
42. ARU WISAKSONO SUDOYO, dr.Dr. 43. COSPHIADI IRAWAN, dr. 44. LUGYANTI SUKRISMAN, dr. 45. IKHWAN RINALDI, dr. 46. WULYO RAJABTO, dr. 47. NADIA AYU MULAN SARI, dr. 48. NURUL AKBAR, dr.Prof.
Hepatologi 49. LAURENTIUS A. LESMANA, dr.PhD.Prof.
50. UNGGUL BUDIHUSODO, dr. 51. RINO A. GANI, dr. 52. IRSAN HASAN, dr.
53. ANDRI SANITYOSO SULAIMAN, dr. 54. COSMAS RINALDI A. LESMANA, dr. 55. DAULAT MANURUNG, dr. Prof.
Kardiologi 56. LUKMAN HAKIM, dr. Prof.
57. MARULAM M. PANGGABEAN, dr. 58. IDRUS ALWI, dr.Dr. 59. M. YAMIN, dr. 60. DONO ANTONO, dr. 61. SALLY A. NASUTION, dr. 62. IKA PRASETYA, dr. 63. MUHADI, dr. 64. EKA GINANDJAR, dr.
65. SIDARTAWAN SUGONDO, dr.Dr.Prof.
Metabolik-Endokrin 66. SARWONO WASPADJI, dr.Dr.Prof.
67. ASMAN BUDISANTOSO R, dr.Dr.Prof. 68. PRADANA SOEWONDO, dr. 69. SUHARKO SOEBARDI, dr. 70. IMAM SUBEKTI, dr 71. GATUT SEMIARDJI, dr. 72. EM YUNIR, dr. 73. BUDIMAN DARMOWIJDOJDO, dr. Dr. 74. DANTE SAKSONO HARBUWONO, dr. PhD 75. DYAH PURNAMASARI. dr.
76. TRI JULI EDI TARIGAN, dr. 77. WISMANDARI, DR. 78. ARYANTO SUWONDO, dr. Pulmonologi 79. ZULKIFLI AMIN, dr.Dr. 80. ISHAK JUSUF, dr. 81. UJAINAH Zaini N., dr. 82. CLEOPAS MARTIN R, dr.Dr. 83. CEVA WICAKSONO, dr. 84. E. MUDJADDID, dr. Psikosomatik 85. HAMZAH SHATRI, dr. 86. RUDI PUTRANTO, dr. 87. ZULJASRI ALBAR, dr.Prof.
Reumatologi 88. HARRY ISBAGIO, dr.Dr.Prof.
89. BAMBANG SETYOHADI, dr. 90. YOGA IWANOFF KASJMIR, dr. 91. SUMARIYONO,dr.
92. RUDI HIDAYAT, dr. 93. BUDI SETIAWAN, dr.
Tropik dan Infeksi 94. DJOKO WIDODO, dr.Prof.
95. HERDIMAN T.POHAN, dr.Prof. 96. SUHENDRO, dr.
97. WIDAYAT DJOKO SANTOSO, dr. 98. LEONARD NAINGGOLAN, dr. 99. KHIE CHEN, dr.
Tujuan Umum
Dalam 9 minggu kepaniteraan Ilmu Penyakit Dalam, Anda akan menerapkan ketrampilan klinik dasar, baik anamnesis, pemeriksaan fisis yang telah diterima, langsung terhadap pasien dan dilatihkan bagaimana mengumpulkan data-data, membuat analisis dan sintesis serta menetapkan hipotesis masalah/diagnosis, serta membuat rencana diagnosis, rencana terapi dan edukasi pasien dan keluarga. Membuat Catatan Medik Berdasarkan Masalah atau Problem Oriented Medical Record
(CMBM/POMR) juga akan dilatihkan sebagai bagian dari tugas administratif seorang dokter selain pelaporan data-data medis secara lisan. Kepaniteraan Ilmu Penyakit Dalam akan lebih banyak memiliki aktivitas dalam mengelola pasien dan diskusi di bawah bimbingan tutor atau nara sumber. Melalui Modul Praktik Klinik Ilmu Penyakit Dalamyang merupakan proses pembelajaran penerapan ketrampilan klinik selama 9 minggu, Anda diharapkan memiliki kompetensi (1-10 di atas) terkait bidang Ilmu Penyakit Dalam yang wajib dimiliki seorang dokter dan merupakan modal dasar dalam penanganan masalah pelayanan kesehatan penyakit dalam. Dokter Indonesia yang dihasilkan oleh pendidikan penyakit dalam akan mampu memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna, holistik dan profesional. Pengelolaan pasien dilaksanakan secara terintegrasi dan interdisiplin dengan bidang ilmu kedokteran lain yang terkait. Dengan demikian, pada tahap ini evaluasi kompetensi dapat dilakukan secara komprehensif atau paripurna.
Tujuan Khusus
Tujuan pendidikan dokter FKUI ialah mendidik Anda melalui serangkaian pengalaman belajar menyelesaikan suatu kurikulum, sehingga mempunyai cukup pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam bidang keprofesiannya, serta mempunyai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk:
1. Melakukan profesi kedokteran dalam suatu sistem pelayanan kesehatan pemerintah dengan pendekatan kedokteran keluarga, mencakup:
a. Mengenal, merumuskan, dan menyusun prioritas masalah kesehatan masyarakat saat ini maupun yang akan datang, serta berusaha dan bekerja untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut melalui perencanaan, implementasi, dan evaluasi program-program yang bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif
b. Memecahkan masalah kesehatan pasien dengan menggunakan pengetahuan, keterampilan klinik dan laboratorium, serta observasi dan pencatatan yang baik untuk mengidentifikasi, mendiagnosis, melakukan tindakan medik, melakukan usaha pencegahan, meminta konsultasi, mengerjakan usaha rehabilitasi masalah kesehatan pasien dengan berlandaskan etika kedokteran, serta mengingat aspek jasmani, rohani dan sosio-budayanya
c. Memanfaatkan sebaik-baiknya sumber dan tenaga lainnya dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat
d. Bekerja selaku unsur pimpinan dalam suatu tim kesehatan
e. Menyadari bahwa sistem pelayanan kesehatan yang baik adalah faktor penting dalam ekosistem yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat
f. Mendidik dan mengikutsertakan masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatannya
2. Senantiasa meningkatkan dan mengembangkan diri dalam segi ilmu kedokteran sesuai dengan bakatnya, dengan berpedoman pada pendidikan sepanjang hayat
a. Menilai kegiatan profesinya secara berkala, menyadari keperluan untuk menambah pendidikannya, memilih sumber-sumber pendidikan yang serasi, serta menilai kemajuan secara kritis
b. Mengembangkan ilmu kesehatan, khususnya ilmu kedokteran dengan ikut serta dalam pendidikan dan penelitian, serta mencari penyelesaian masalah kesehatan penderita, masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan asuhan medis
c. Memelihara dan mengembangkan kepribadian serta sikap yang diperlukan untuk kelangsungan profesinya, misalnya integritas, rasa tanggung jawab, dapat dipercaya, serta menaruh perhatian dan penghargaan kepada sesama umat manusia, sesuai dengan etika kedokteran. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif, dan bersikap terbuka, dapat menerima perubahan dan berorientasi ke masa depan serta mendidik dan mengajak masyarakat ke arah sikap yang sama
Sasaran Pembelajaran Terminal
Mahasiswa sesuai standar yang berlaku mampu mengelola pasien penyakit dalam, mulai dari identifikasi masalah melalui anamnesis, melakukan pemeriksaan klinis, melakukan pengkajian, melakukan/ merencanakan pemeriksaan penunjang, menetapkan masalah/ diagnosis/ diagnosis banding, menyusun rencana tatalaksana pasien dengan memerhatikan aspek etika, sosial, ekonomi, agama, dan budaya, hingga menyusun rekam medik dengan mengacu pada catatan medik berdasarkan masalah, serta mampu menjelaskan dasar masalah dan/ atau diagnosis, dasar penentuan penyebab penyakit, dasar rencana penatalaksanaan non-farmakologik dan farmakologik dasar yang rasional berdasarkan etiologi dan patogenesis penyakit, serta dasar rencana tindakan pencegahan.
Sasaran Pembelajaran Penunjang
Setelah selesai modul, bila mahasiswa dihadapkan pada seorang pasien penyakit dalam, maka:
I. Pengetahuan
a. Mampu menjelaskan definisi, epidemiologi, patofisiologi, diagnosis, diagnosis banding, pencegahan komplikasi dan prognosis masing-masing penyakit yang terdapat dalam batasan kasus
b. Mampu menjelaskantata laksana pasien lebih lanjut, baik terapi nonmedikamentosa maupun penggunaan dan pemberian pengobatan medikamentosa yang rasional
c. Mampu menjelaskan vaksinasi pada dewasa
d. Mampu menjelaskan indikasi transfusi darah, komponen darah dan efek samping transfusi e. Mampu menjelaskan diagnosis dan tatalaksana kegawatdaruratan medik pada Ilmu Penyakit
Dalam
II. Sikap
a. Menghargai keanekaragaman dalam fungsi fisiologi, status kesehatan, keyakinan, sistem, nilai, dan selera pribadi pada pasien
b. Bersedia mempertimbangkan pemikiran serta usulan pasien dalam pemeriksaan pasien dan merundingkan perencanaan diagnosis dan terapi
c. Menyadari pentingnya empati dalam menggunakan keterampilan medik
d. Menyadari manfaat pelayanan medis bermutu tinggi dalam keadaan tertentu, tetapi tetap memerhatikan batas intervensi medis serta kewajiban dokter untuk memberikan asuhan berperikemanusiaan
e. Menyadari pentingnya pendekatan interdisiplin
f. Menyadari pentingnya melakukan rujukan untuk kasus-kasus tertentu kepada ahli terkait
III. Ketrampilan
a. Menunjukkan sikap santun dan cara komunikasi efektif
b. Melakukan langkah-langkah pengumpulan data mulai dari anamnesis termasuk penilaian kejiwaan, pemeriksaan fisik, membuat catatan medis sesuai buku dan petunjuk yang baku c. Melakukan analisis data dan sintesis untuk menetapkan masalah serta menetapkan rencana
pemeriksaan dan pengobatan dasar d. Mengembangkan pola belajar mandiri
Daftar penyakit yang menjadi lingkup bahasan MPK IPD merupakan penyakit-penyakit yang dipilih menurut beban penyakit yang timbulberdasarkan perkiraan data kesakitan, data kematian serta case fatality rate di Indonesia padatingkat pelayanan primer, tingkat keseriusan problem yang ditimbulkan dan efeknya terhadapindividu, keluarga dan masyarakat. Lulusan Dokter yang akan bekerja di tingkat pelayanan primerharus mempunyai tingkat kemampuan yang memadai agar mampu membuat diagnosisyang tepat, menatalaksana hingga tuntas atau memberikantatalaksana awal untuk selanjutnya merujuk ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi atau lebih lengkap. Oleh karena itu, padasetiap penyakit yang dipilih, ditetapkan tingkat kemampuan yang diharapkan akan dicapai di akhirpendidikan dokter berdasarkan perkiraan kewenangan yang akan diberikan ketika bekerja ditingkat pelayanan kesehatan primer, sesuai dengan kondisi rata-rata di Indonesia.
Daftar penyakit dikelompokkan menurut sistem, organ dan tahapan usia, sesuai SKDI Konsil Kedokteran Indonesia 2012
Berikut ini tingkatkemampuan yang diharapkan akan dicapai di akhir pendidikan untuk penanganan berbagai penyakit sesuai daftar pada tabel berikut.
Lingkup bahasan yang akan dicapai dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel Daftar Lingkup Bahasan yang akan dicapai Peserta Didik di Departemen IPD
Lingkup Bahasan Pokok Bahasan
1. Sesak Patofisiologi, diagnosis dan klasifikasi sesak Pemeriksaan radiologi pada kasus sesak Indikasi dan prinsip terapi oksigen Tata laksana umum pada pasien sesak
Tatalaksana pasien sesak dengan gangguan keseimbangan asam basa
Tatalaksana sesak pada pasien dengan risiko gagal napas Indikasi merujuk pada pasien sesak
Komplikasi
2. Demam Pendekatan klinis demam pada pasien imunokompeten ataupun imunokompromais
Patofisiologi demam
Penggunaan antibiotik yang rasional Tatalaksana umum pasien demam
Antisipasi kondisi emergensi dan indikasi isolasi pasien demam
LINGKUP BAHASAN
3. Ikterus Klasifikasi penyebab ikterus Pendekatan klinis pasien ikterus Patofisiologi ikterus
Pemeriksaan penunjang ikterus
Pemberian nutrisi dan cairan pada pasien ikterus Terapi medikamentosa pada pasien ikterus Tindakan intervensif pada kasus ikterus
Upaya pencegahan atau imunisasi pada kasus spesifik Komplikasi
4. Edema Patofisiologi, diagnosis dan klasifikasi pasien dengan edema Pendekatan klinis pasien dengan edema
Pemeriksaan penunjang pada pasien dengan edema Tata laksana pasien edema
o Pemberian asupan dan cairan pada pasien dengan edema o Terapi diuretik pada pasien dengan edema
Komplikasi
5. Nyeri sendi Anamnesis dan pemeriksaan fisik pada nyeri sendi dan gangguan muskuloskeletal
Klasifikasi penyebab nyeri sendi
Pemeriksaan penunjang spesifik pada kasus nyeri sendi Indikasi dan prinsip pemeriksaan pencitraan pada nyeri sendi Indikasi dan prinsip pemeriksaan cairan sendi
Terapi nonmedikamentosa pada kasus nyeri sendi
Prinsip pemberian terapi obat anti inflamasi non steroid, opioat, anti depresan dan antikonvulsan pada nyeri sendi
Indikasi, prinsip dan warning symptom pemberian kortikosteroid pada nyeri sendi
6. Penurunan berat badan Pendekatan klinik pada pasien dengan penurunan berat badan Klasifikasi dan etiologi penyebab penurunan berat badan Pemeriksaan umum pada kasus penurunan berat badan Tata laksana umum pada kasus penurunan berat badan o Pemberian nutrisi, indikasi, cara dan pengaturannya o Indikasi dan prinsip suplementasi
Tata laksana spesifik pada kasus penurunan berat badan o Tata laksana penurunan berat badan pada pasien defisiensi
kronik
o Tata laksana penurunan berat badan pada kasus keganasan o Tata laksana penurunan berat badan pada kasus gangguan
metabolik (diabetes melitus, penyakit hati, gagal ginjal kronik, dll)
o Tata laksana penurunan berat badan pada pasien psikosomatik
7. Diare dan dispepsia Pendekatan diagnostik kasus diare akut/kronik ataupun dispepsia
Warning symptom pada kasus diare kronik ataupun dispepsia Indikasi pemeriksaan penunjang intervensif pada kasus diare
kronik
Tata laksana umum pada pasien diare atau dispepsia 8. Perdarahan saluran cerna Identifikasi lokasi dan etiologi perdarahan saluran cerna
Indikasi dan prinsip pemeriksaan endoskopi pada saluran cerna Indikasi dan prinsip pemberian transfusi
Tata laksana spesifik perdarahan saluran cerna bagian atas 9. Penurunan kesadaran Klasifikasi penyebab penurunan kesadaran
Pendekatan klinik pada pasien dengan penurunan kesadaran Tatalaksana umum pada pasien dengan penurunan kesadaran
o Pemberian nutrisi
o Terapi cairan dan elektrolit
Tata laksana penurunan kesadaran pada keracunan organofosfat Tata laksana penurunan kesadaran pada keracunan opiat Tata laksana penurunan kesadaran pada kasus metabolik Tata laksana penurunan kesadaran pada kasus renjatan 10. Fatigue Patofisiologi dan penegakkan diagnosis fatigue
Pemeriksaan penunjang pada pasien fatigue Tata laksana umum pada pasien fatigue Tata laksana spesifik pada pasien fatigue Indikasi merujuk pasien fatigue
11. Nyeri Dada Pendekatan dan penegakkan diagnostik kasus nyeri dada Indikasi pemeriksaan penunjang pada kasus nyeri dada Tata laksana pasien dengan nyeri dada
Tata laksana spesifik pada pasien dengan keluhan nyeri dada 12. Batuk Diagnosis dan klasifikasi batuk
Pemeriksaan pada pasien dengan keluhan batuk Tata laksana umum pada pasien batuk
Tata laksana spesifik pada pasien batuk Indikasi merujuk pasien batuk
Tingkat Kemampuan 1 : mengenali dan menjelaskan
Lulusan dokter mampu mengenali dan menjelaskan gambaran klinik penyakit dan mengetahui cara yang paling tepat untukmendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyakit tersebut, selanjutnya menentukan rujukan yang paling tepat bagi pasien. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.
Tingkat Kemampuan 2 : mendiagnosis dan merujuk
Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik terhadap penyakit tersebut dan menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan
Tingkat Kemampuan 3 : mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan awal dan merujuk 3a. Bukan gawat darurat
Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan
3b.Gawat Darurat
Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada
keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan atau kecacatan pada pasien. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan
Tingkat Kemampuan 4 : mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan secara mandiri dan tuntas
Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan penatalaksanaan penyakit tersebut secara mandiri dan tuntas.
4A. Kompetensi yang dicapai saat lulus dokter
4B. Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah selesai internship dan atau Pendidikan Kedokteraan
Berkelanjutan (PKB).
Sedangkan tingkat kemampuan dan ketrampilan klinis yang diharapkan akan dicapai di akhir pendidikan sesuai daftar pada tabel diatas, sebagai berikut :
Daftar Keterampilan Klinis
Keterampilan adalah kegiatan mental dan atau fisik yang terorganisasi serta memiliki bagian-bagian kegiatan yang saling bergantung dari awal hingga akhir. Dalam melaksanakan praktik dokter, lulusan dokter perlu menguasai keterampilan klinis yang akan digunakan dalam mendiagnosis maupun menyelesaikan suatu masalah kesehatan. Keterampilan klinis ini perlu dilatihkan sejak awal pendidikan dokter secara berkesinambungan hingga akhir pendidikan dokter. Daftar keterampilan klinis dikelompokkan menurut bagian atau departemen terkait. Pada setiap keterampilan klinik ditetapkan tingkat kemampuan menggunakan Piramid Miller (knows, knows how, shows, does) yang diharapkan dicapai oleh mahasiswa di akhir pendidikan. Berikut ini pembagian tingkat kemampuan menurut Piramid Miller:
Tingkat kemampuan 1 (Knows ) Mengetahui dan Menjelaskan
Lulusan dokter memiliki pengetahuan teoritis termasuk aspek biomedik dan psikososial keterampilan tersebut sehingga dapat menjelaskan kepada pasien/klien dan keluarganya, teman sejawa serta profesi lainnya tentang prinsip, indikasi dan komplikasi yang mungkin timbul. Ketrampilan ini dapat dicapai mahasiswa melalui perkuliahan, diskusi, penugasan dan belajar mandiri, sedangkan penilaiannya dapat menggunakan ujian tulis.
Tingkat kemampuan 2 (Knows How) Pernah Melihat atau pernah didemonstrasikan
Lulusan dokter menguasai pengetahuan teoritis dari ketrampilan ini dengan penekanan pada clinical reasoning dan problem solving serta berkesempatan untuk melihat dan mengamati ketrampilan tersebut dalam bentuk demonstrasi atau pelaksanaan langsung pada pasien dan masyarakat. Pengujian ketrampilan tingkat kemampuan 2 dengan menggunakan ujian tulis pilihan berganda atau penyelesaian kasus secara tertulis dan/atau lisan (oral test)
Tingkat kemampuan 3 (Shows) Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervisi
Lulusan dokter menguasai pengetahuan teori ketrampilan ini termasuk latar belakang biomedik dan dampak psikososial keterampilan tersebut, berkesempatan untuk melihat dan mengamati keterampilan tersebut dalam bentuk demonstrasi atau pelaksanaan langsung pada pasien/masyarakat, serta berlatih keterampilan tersebut pada alat peraga dan/atau standardized patient. Pengujian ketrampilan tingkat kemampuan 3 dengan menggunakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) atau Objective Structured Assessment of Technical Skills (OSATS)
Tingkat kemampuan 4 (Does) Mampu melakukan secara mandiri
Lulusan dokter dapat memperlihatkan keterampilannya tersebut dengan menguasai seluruh teori, prinsip, indikasi, langka-langkah cara melakukan, komplikasi dan pengendalian komplikasi. Selain pernah melakukannya di bawah supervisi, pengujian ketrampilan tingkat kemampuan 4 dengan menggunakan Workbased Assetment misalnya mini-CEX, portfolio, logbook dsb
4A. Ketrampilan yang dicapai pada saat lulus dokter
Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah selesai intership dan/atau Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB)
Metode pengajaran yang digunakan MPK IPD meliputi :
1. Tahap Orientasi, bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai ruang lingkup masalah dan penyegaran kembali keterampilan klinik di bidan IPD melalui:
a. Kuliah pengantar b. Pelatihan POMR
c. Pelatihan Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
2. Tahap Pelatihan, bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan praktik klinik yang terdiri atas:
a. Diskusi kasus
b. Kerja Ruangan di Ruang Rawat Inap Gedung A RSCM c. Kerja Poliklinik Penyakit Dalam RSCM
d. Ruang prosedur Hepatologi, Gastroenterologi, Pulmonologi, Poli Kaki Diabetik dan ruang Hemodialisis
e. Kerja Instalasi Gawat Darurat RSCM f. Kerja Puskesmas
g. Kerja Ruangan di Ruang Rawat Inap IPD dan IGD RSU Tangerang (RSUT) h. Kerja Ruangan di Ruang Rawat Inap RSPersahabatan (RSP)
3. Tahap Umpan Balik, bertujuan untuk mengevaluasi hasil pembelajaran baik kepada mahasiswa maupun pengelola modul dengan melakukan penilaian proses dan hasil yang telah dicapai mahasiswa, antara lain:
a. Penilaian Supervisor Pendidikan
b. Penilaian Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) RSCM c. Penilaian DPJP Poliklinik Penyakit Dalam RSCM
d. Penilaian Chief of Ward/COW (Residen IPD tingkat chief) e. Penilaian supervisor RSUT
f. Penilaian supervisor RSP g. Diskusi kasus
h. Makalah EBCR
i. Mini CEX pemeriksaan fisik
j. Ujian CbD (case based discussion) k. Ujian Lisan
l. Ujian Tulis
Uraian singkat kegiatan mahasiswa selama mengikuti modul Ilmu Penyakit Dalam adalah (9 minggu):
1. Umum
- Jam Kerja :07.00-15.00
- Jaga Malam : 15.00-07.00 (Senin s/d Jumat)
07.00-19.00 dan 19.00-07.00 (Sabtu-Minggu dan hari libur nasional)
- Pakaian sesuai dengan SK Dekan tanggal 8 Desember 2009 No.
862/SK/D/FKUI/2009tentang tata cara berpakaian mahasiswa dengan name tag
- Setiap kelompok mahasiswa yang akan masuk ke ruangan tertentu, diharuskan untuk memperkenalkan diri kepada kepala ruangan (perawat), kepala ruangan (chief of ward), dokter ruangan dan DPJP/Supervisor Ruangan.
- Semua kegiatan mahasiswa dan absensi harus tercatat buku log dan akan dievaluasi supervisor pendidikan.
2. Kuliah Pengantar
- Kuliah pengantar akan diberikan pada minggu pertama pelaksanaan MPK IPD pada hari Senin-Jumat pukul 07.00-12.00
- Materi yang diberikan :
Pengantar MPK IPD
Kuliah Umum di bidang IPD
Kuliah penyegaran International Patient Safety Goals (IPSG) Kuliah penyegaran dan praktikum anamnesis dan pemeriksaan fisik POMR
Clinical Reasoning
Prinsip palliative care
IMELS (Internal Medicine Life Support)
Profesionalisme Dokter
Kuliah penyegaran Unit Farmasi
Kuliah penyegaran dari Departemen Patologi Klinik Kuliah penyegaran dari Departemen Radiologi
3. Tutorial Supervisor
- Tutorial adalah sarana diskusi dua arah antara Supervisor Pendidikan dan mahasiswa tentang pelaksanaan MPK IPD.
- Berbagai masalah dan kendala serta usulan saat mengikuti MPK IPD dapat disampaikan di forum ini.
- Tutorial diadakan saat mahasiswa sedang stase di RSCM dengan menyesuaikan waktu dengan Supervisor Pendidikan
Jadwal Bimbingan Supervisor Pendidikan Stase : Lt. 7 A - Lt. 7 B
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat 07.00-09.00 Diskusi Kasus Ronde DPJP Diskusi Kasus Ronde DPJP Diskusi Kasus
09.00-12.00 Orientasi Ruangan Ronde DPJP
12.00-13.00 Istirahat
13.00-15.00 Ronde/Tutorial Supervisor
15.00-06.00 Jaga
Jadwal Bimbingan Supervisor Pendidikan Stase : Poli-Prosedur 1 - 2
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat 07.00-09.00 Diskusi Kasus Ronde/Tutorial Supervisor Diskusi Kasus Ronde/Tutorial Supervisor Diskusi Kasus
09.00-12.00 Kerja Poliklinik
12.00-13.00 Istirahat
13.00-15.00 Kerja Ruang Prosedur
15.00-06.00 Jaga
4. Kerja Ruangan di RSCM
- Mahasiswa bekerja di lantai 6/2, dan lantai 7 Gedung A RSCM sesuai kelompoknya. - Setiap mahasiswa harus memiliki minimal 3 pasienfollow up dalam satu minggu kerja,
yang dikelola oleh salah satu dokter ruangan (dibawah bimbingan satu COW dan satu DPJP).
- Mahasiswa dibawah bimbingan dokter ruangan/COW/DPJP melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan follow up setiap hari dan hasilnya dituliskan di lembar rekam medik khusus mahasiswa (nama pasien hanya ditulis inisial).
- Rekam medik yang sudah dibuat, harus mendapatkan paraf dari COW/DPJP dan dikumpulkan pada akhir minggu ke sekretariat, untuk kemudian diserahkan ke masing-masing supervisor pendidikan.
- Mahasiswa harus menyelesaikan ujian mini CEX (formatif) dengan COWuntuk 4 keterampilan pemeriksaan fisik, yaitu: pengukuran jugular venous pressure (JVP), pemeriksaan fisik paru, jantung dan abdomen selama pelaksanaan MPK, dalam 4 minggu pelaksanaan MPK IPD.
- Mahasiswa bergiliran jaga malam minimal satu orang tiap kelompok. Jaga malam dilaksanakan jam 15.00-07.00. Mahasiswa paling sedikit membuat satu rekam medik
pasien baru pada saat jaga yang akan dilaporkan saat laporan jaga dengan COW (minimal tiga kali laporan jaga yang terlaksana tiap minggu).
- Selengkapnya lihat tabel 6
5. Kerja IGD RSCM
- Mahasiswa akan berlatih sense of emergencyserta belajar melakukan tindakan yang tepat pada pasien saat kondisi akut dan kritis. Pelaksanaan kegiatan ini dibawah bimbingan langsung oleh COW dan DPJP.
- Mahasiswa bergiliran jaga malam jam 15.00-07.00. Mahasiswa paling sedikit membuat satu kasus pasien baru pada saat jaga, yang akan didiskusikan dengan DPJP IGD.
6. Kerja Poliklinik Prosedur RSCM
Kerja poliklinik RSCM diikuti oleh mahasiswa mulai jam 09.00-12.00. Di poliklinik mahasiswa akan diberikan 1-2 kasus baru untuk diperiksa dan dibuat rekam medik secara lengkap (sampai rencana pemeriksaan, pengobatan dan edukasi) dibawah bimbingan DPJP Poliklinik yang kemudian akan didiskusikan. Pembimbing (DPJP) bersama mahasiswa akan mendiskusikan dan membahas tentang data dasar pasien, masalah pada kasus, serta rencana diagnosis dan tatalaksana.
Setelah kerja Poliklinik, mahasiswa akan dijadwalkan untuk kunjungan ke ruang rawat khusus atau ruang tindakan medis khusus (Unit Hemodialisis, Ruang Prosedural Gastrohepatologi, Hepatologi, ICCU, dan poli kaki DM). Pelaksanaannya adalah pada jam 13.00-15.00. Mahasiswa akan dibimbing oleh dokter ruangan atau DPJP ruangan tersebut.
7. Kerja Ruangan dan IGD di RSUT dan RSP
Pada saat kerja ruangan dan IGD di RS Jejaring, mahasiswa harus mengikuti jadwal yang ditentukan pengelola modul di RS Jejaring tersebut. Selengkapnya lihat Tabel9-11.
8. Diskusi Kasus
Sesi diskusi kasus merupakan forum bagi mahasiswa untuk membahas kasus secara mendalam pada suatu topik gejala/symptom tertentu di bawah bimbingan narasumber. Tujuan kegiatan ini untuk melatih mahasiswa mendapatkan data klinis, melakukan analisis komprehensif terhadap data tersebut, mengidentifikasi masalah dan melakukan tindakan untuk memecahkan masalah terutama pengelolaan pasien, dengan penekanan pada segi prioritas pemeriksaan-pengobatan,
cost effectiveness, dan etika.
Dalam kegiatan ini, kelompok mahasiswa yang ditunjuk sebagai penyaji harus mempresentasikan salah satu kasus pasien yang dikelola oleh anggota kelompok penyaji tersebut dengan persetujuan DPJP ruangan. Kasus yang dipilih harus termasuk dalam lingkup bahasan/topik sesuai dengan jadwal dan berperan sebagai pemicu diskusi kasus tersebut. Terdapat satu
kelompok yang ditunjuk oleh pengelola modul sebagai kelompok penyanggah. (Jadwal penyaji dan penyangga lihat Tabel 3).
Tata cara penulisan makalah untuk diskusi kasus adalah sebagai berikut:
1. Bab 1. Pendahuluan (memuat tujuan dan latar belakang pembahasan kasus)
2. Bab 2. Kasus (diuraikan data dan fakta dari pasien sebenarnya, baik untuk diagnostik maupun terapi).
3. Bab 3. Pembahasan (membahas kesesuaian rencana diagnostik dan terapi pada pasien ditinjau dari segi EBM serta sebaiknya ditampilkan flow chart pendekatan diagnosis dan atau terapi sesuai topik utama)
4. Bab 4. Kesimpulan
5. Kepustakaan (minimal 5 kepustakaan terbaru)
9. Makalah EBCR
- Setiap mahasiswa diharuskan menulis satu makalah EBCR dari satu kasus yang dikelolanya sendiri selama mengikuti MPK IPD.
- Makalah EBCR dituliskan dalam format EBCR (Evidance Based Case Report) dengan bimbingan seorang pembimbing makalah yang ditunjuk oleh pengelola modul.
- Makalah EBCR harus dikumpulkan selambatnya pada akhir minggu ketujuh dan menjadi syarat mutlak mengikuti ujian lisan dan tulis.
- Aturan dan cara penulisan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tentang petunjuk pelaksanaan makalah EBCR.
10. Kerja Puskesmas
- Mahasiswa akan bekerja di puskesmas dari jam 07.00-15.00 dibawah bimbingan dokter spesialis penyakit dalam yang bekerja di puskesmas tersebut (selengkapnya lihat tabel 8).
- Mahasiswa diharapkan mengetahui dan mampu melakukan tatalaksana kasus-kasus penyakit dalam di tingkat pelayanan primer.
Matriks Kegiatan Modul Praktik Klinik Ilmu Penyakit Dalam dapat dilihat pada tabel-tabelberikut ini
Tabel 1. Rotasi dan Kegiatan Diskusi Kasus Mahasiswa di Departemen IPD
LOKASI MINGGU KE-
I II III IV V VI VII VIII XI
Gd. A Lt.7A P E N G A N T A R A H G F E D C B RSUT 1 B A H G F E D C Poli Prosedur 1 C B A H G F E D RSP D C B A H G F E Gd. A Lt. 7B E D C B A H G F RSUT 2 F E D C B A H G Poli Prosedur 2 G F E D C B A H Puskesmas H G F E D C B A
I II III IV V VI VII VIII XI
Tabel 2. Kegiatan Kuliah Pengantar Modul Praktik Klinik Ilmu Penyakit Dalam
Minggu I
Senin
Waktu Tempat Acara Narasumber
07.00-08.00 RKPD Kuliah Umum Ilmu Penyakit Dalam Ketua
Departemen IPD
08.00-09.00 RKPD Kuliah Modul IPD Ketua Modul IPD
09.00-10.00 RKPD Kuliah JCI/IPSG Tim JCI Dept. IPD
10.00-12.00 RKPD Kuliah Anamnesis/Pemeriksaan Fisik
Dr. Ginova Nainggolan,
SpPD-KGH
12.00-13.00 RKPD Istirahat -
13.00-15.00 Gd. A Lt. 2, 6, 7 Latihan Anamnesis (Mahasiswa dibagi 8 kelompok) Staf Kodik S1
Selasa
Waktu Tempat Acara Narasumber
07.00-09.00 Dept. Radiologi Kuliah Pengantar Radiologi Staf Radiologi
09.00-12.00
RKPD POMR + Diskusi Dr. Irsan Hasan,
SpPD-KGEH
RKPD Presentasi POMR Dr. Irsan Hasan,
SpPD-KGEH
12.00-13.00 Istirahat -
13.00-15.00 PF Kepala + Thorax (Mahasiswa dibagi 8 kelompok) Staf IPD
MATRIKS KEGIATAN
Rabu
Waktu Tempat Acara Narasumber
07.00-08.00 RKPD Kuliah Pengantar Farmasi Dept. Farmasi
08.00-09.00 RKPD Kuliah Paliatif
Dr. Noorwati Sutamdyo,
SpPD-KHOM 09.00-10.00 RKPD Kuliah Pengantar Patologi Klinik Dept. Patologi
Klinik 10.00-12.00 RKPD Clinical Reasoning I Prof. Dr. Pradana Soewondo, SpPD-KEMD 12.00-13.00 Istirahat -
13.00-15.00 Kerja Mandiri : Mencari Kasus di Ruangan (Tugas POMR) Staf IPD
Kamis
Waktu Tempat Acara Narasumber
07.00-09.00 RKPD Kuliah Profesionalisme Dokter
Prof. dr. Sjamsuridjal Djauzi, SpPD-KAI /
Prof. DR. Dr. Siti Setiati, SpPD-KGER
09.00-10.00 RKPD Team Based Learning Dr. Wismandari,
SpPD
10.00-12.00 RKPD Presentasi POMR Dr. Rudy Hidayat,
SpPD-KR
12.00-13.00 Istirahat -
13.00-15.00 Gd. A Lt. 2, 6, 7 PF Abdomen + Ekstremitas (Mahasiswa dibagi 8
kelompok) Staf IPD
Jumat
Waktu Tempat Acara Narasumber
07.00-09.00 Dept. Radiologi Kuliah Pengantar Radiologi Staf Radiologi
09.00-11.00 RKPD Kuliah Pengantar IMELS Tim IMELS
11.00-13.00 Istirahat -
Tabel 3. Kegiatan Diskusi Mahasiswa di RSCM No Lingkup
Bahasan
Narasumber Penyaji* Penyanggah* Waktu Ket.
1 Sesak Staf IPD
dengan Farmakologi
Lt. 7B Poli-Prosedur 1 Senin, 07.00-09.00 Minggu Ganjil
2 Demam
Lt. 7B
Poli-Prosedur 1 Rabu, 07.00-09.003 Ikterus
Lt. 7B
Poli-Prosedur 1 Jumat, 07.00-09.004 Edema
Lt. 7B
Poli-Prosedur 1 Senin, 07.00-09.00 MingguGenap
5 Nyeri Sendi
Lt. 7B
Poli-Prosedur 1 Rabu, 07.00-09.006 Penurunan Berat Badan
Lt. 7B
Poli-Prosedur 1 Jumat, 07.00-09.00 7 Diare danDispepsia
Lt. 7 A Poli-Prosedur 2 Senin, 07.00-09.00 Minggu Ganjil 8 Perdarahan Saluran Cerna Lt. 7 A Poli-Prosedur 2 Rabu, 07.00-09.00 9 Penurunan Kesadaran Lt. 7 A Poli-Prosedur 2 Jumat, 07.00-09.00
10 Fatigue Lt. 7 A Poli-Prosedur 2 Senin, 07.00-09.00 Minggu
Genap
11 Nyeri Dada Lt. 7 A Poli-Prosedur 2 Rabu, 07.00-09.00
12 Batuk Lt. 7 A Poli-Prosedur 2 Jumat, 07.00-09.00
Menunjukan lokasi kegiatan mahasiswa pagi hari
Tabel 4. Kegiatan Mahasiswa di Penyakit Dalam RSCM
WAKTU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
07.00-09.00 Diskusi Kasus Kerja Ruangan Diskusi Kasus Kerja Ruangan Diskusi Kasus
09.00-12.00 Kerja Ruangan
12.00-13.00 ISHOMA
13.00-15.00 Kerja Ruangan
15.00-06.00 Jaga malam
Kegiatan jam 09.00-12.00 : - kel. Poli-Prosedur kerja Poliklinik penyakit dalam 13.00-15.00: kel. Poli-Prosedur kerja Prosedur Penyakit Dalam
Tabel 5. Kegiatan Mahasiswa di Poli Prosedur
WAKTU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
07.00-09.00 Diskusi Kasus Kerja mandiri Diskusi Kasus Kerja mandiri Kerja IGD
09.00-12.00 Kerja Poli
12.00-13.00 Istirahat
13.00-15.00 Kerja R. Prosedur
15.00-06.00 Jaga Malam
Keterangan : Poli-Pros 1 jaga malam di Lt. 7 B Poli-Pros 2 jaga malam di IGD
Tabel 6. Jadwal Bimbingan Supervisor Pendidikan Stase : Lt. 7 A - Lt. 7 B
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat
07.00-09.00 Diskusi Kasus Ronde DPJP Diskusi Kasus Ronde DPJP Diskusi Kasus 09.00-12.00 Orientasi Ruangan Ronde DPJP
12.00-13.00 Istirahat
13.00-15.00 Ronde/Tutorial Supervisor
15.00-06.00 Jaga
Tabel 7. Jadwal Bimbingan Supervisor Pendidikan Stase : Poli-Prosedur 1 - 2
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat
07.00-09.00 Diskusi Kasus Ronde/Tutorial Supervisor Diskusi Kasus Ronde/Tutorial Supervisor Diskusi Kasus
09.00-12.00 Kerja Poliklinik
12.00-13.00 Istirahat
13.00-15.00 Kerja Ruang Prosedur
15.00-06.00 Jaga
Tabel 8. Kegiatan Mahasiswa di Puskesmas
WAKTU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
07.00-12.00 Follow up rawat inap dan Poliklinik
12.00-13.00 Istirahat
Tabel 9. Kegiatan Mahasiswa di Ruang Rawat RS Umum Tangerang Minggu I
WAKTU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
07.00-08.00 Pengarahan Follow up pasien (mandiri)
08.00-10.00 Follow up bersama Chief of Ward Referat PPDS Follow up bersama CoW
10.00-12.00 Ronde dengan supervisor ruangan Follow up bersama CoW
Ronde dengan supervisor ruangan
12.00-13.00 ISHOMA
13.00-13.30 ISHOMA Ronde dengan
supervisor ruangan
ISHOMA 13.30-15.00 Pengarahan Mandiri Presentasi kasus* 15.00-06.00 Jaga malam di Ruang Rawat RSUT
*Penanggung jawab presentasi kasus adalah mahasiswa yang menjalani stase di RSUT minggu II
Tabel 10. Kegiatan Mahasiswa di Ruang Rawat RS Umum Tangerang Minggu II
WAKTU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
07.00-08.00 Pengarahan Follow up pasien (mandiri)
08.00-10.00 Follow up bersama Chief of Ward Referat PPDS Follow up bersama CoW
10.00-12.00 Ronde dengan supervisor ruangan Follow up bersama CoW
Ronde dengan supervisor ruangan
12.00-13.00 ISHOMA
13.00-13.30 ISHOMA Ronde dengan
supervisor ruangan
ISHOMA 13.30-15.00 Pengarahan Mandiri Presentasi kasus* 15.00-06.00 Jaga malam di IGD RSUT
*Mahasiswa yang sedang menjalani stase di ruang rawat RSUT minggu II wajib mengajukan presentasi kasus yang akan dilaksanakan bersama-sama dengan mahasiswa yang sedang menjalani stase di RSUT minggu I
Tabel 11. Kegiatan Mahasiswa di RS Persahabatan
WAKTU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
07.00-09.00 Pengarahan Follow-up pasien
09.00-10.00 Ronde
10.00-12.00 Laporan jaga Chief of Ward/Supervisor
12.00-13.00 ISHOMA
13.00-15.00 Mandiri Diskusi kasus Ronde Diskusi kasus Ronde
I. Evaluasi Hasil Pendidikan Bentuk dan Pembobotan
Penilaian dalam MPK IPD mencakup penilaian proses kesinambungan meliputi buku log, presentasi atau diskusi kasus, nilai supervisor pendidikan, penilaian DPJP, penilaian COW, laporan jaga pagi dan post test di Departemen Radiologi. Penilaian akhir mencakup ujian tulisdan ujian lisan.
Ujian Mini Cex untuk keterampilan pemeriksaan fisik adalah satu-satunya evaluasi formatif yang harus diselesaikan mahasiswa selama pelaksanaan MPK IPD.
Setiap mahasiswa wajib memenuhi syarat pra ujian yaitu mengikuti minimal 80% kegiatan, menyelesaikan ujian Mini Cex, mengumpulkan buku log dan makalah EBCR.
Ujian Lisan
Mahasiswa akan mengikuti ujian lisan pada hari terakhir minggu ke-9, jika memenuhi syarat pra ujian seperti telah dikemukakan sebelumnya.Ujian akan dilaksanakan pada minggu ke-8 sampai minggu ke-9 dengan masing-masing mahasiswa mendapatkan dua penguji. Mahasiswa akan diberikan 1 pasien rawat inap (di Lt. 6/2, 7 RSCM atau di RSP) untuk dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan dibuat rekam medik lengkap. Instrumen EHP yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 12.
Ujian Tulis
Ujian tulis dilaksanakan pada hari terakhir kepaniteraan modul. Dilaksanakan di Ruang Kuliah Penyakit Dalam.
Tabel 12. Persentase Penilaian Evaluasi Mahasiswa
Penilaian Persentase Waktu
Ujian Tulis Ujian Lisan 15% 35% Akhir Rotasi Akhir Rotasi Penilaian kontinu
Penilaian Supervisor pendidikan Penilaian DPJP, COW, laporan jaga pagi Makalah EBCR Diskusi Kasus 20% 10% 10% 10% Sepanjang Rotasi Sepanjang Rotasi Sepanjang Rotasi Sepanjang Rotasi
EVALUASI
Kelulusan dan Predikat Kelulusan
Nilai batas lulus adalah 65. Sesudah mendapatkan nilai akhir kepaniteraan, nilai tersebut dikonversikan menjadi nilai huruf. Konversi nilai angka menjadi huruf adalah sebagai berikut:
A = 85 – 100 A- = 80 – 84 B+ = 75 - 79 B = 70 - 74 B- = 65 – 69 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 C- = 50 – 54 D = 40 - 49 E = < 40
Mahasiswa dinyatakan lulus Modul Praktik Klinik Ilmu Penyakit Dalam,bila nilai perhitungan
akhir minimal 65 (B-) dan nilai setiap komponen penilaian minimal 55 (C). Mahasiswa
harus mengulang modul bila nilai modul kurang dari 65 (B-) atau ada salah satu komponen penilaian yang nilainya kurang dari 55(C) dan/atau jumlah kehadiran selama kegiatan modul kurang dari 80% ataupun dinilai bermasalah dalam sikap dan perilaku.
Remedial dan Ketidak Lulusan
a. Setiap mahasiswa mendapat kesempatan 1 kali ujian Tulis dan/atau Lisan remedial jika tidak lulus pada salah satu komponen ujian Tulis dan/atau Lisan.
b. Nilai maksimal ujian tulis dan/atau lisan remedial adalah sesuai dengan nilai maksimal kelulusan 55 (C).
c. Setiap mahasiswa yang tidak lulus ujian Tulis dan/atau Lisan remedial, dinyatakan tidak lulus modul.
d. Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan makalah EBCR sampai batas waktu yang ditentukan tidak diperkenankan mengikuti ujian Tulis dan Lisan.
e. Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan makalah EBCRsampai akhir modul, tetapi dapat menyelesaikan dalam jangka waktu 1 minggu setelah selesainya modul, diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian Tulis dan Lisan remedial.
f. Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan makalah EBCR dalam jangka waktu 1 minggu setelah selesainya modul dinyatakan tidak lulus modul.
g. Rencana waktu mengulang modul pada satu tahun akademik diatur oleh Penanggung Jawab KBK tahun ke –5
h. Jika mahasiswa tetap tidak lulus setelah mengulang modul, mahasiswa dikirim ke Komisi
II. Evaluasi Program Pendidikan Evaluasi Modul
90% mahasiswa lulus dengan nilai minimal B-
Evaluasi Proses Modul
Semua kegiatan berlangsung sesuai rencana
Perubahan jadwal, waktu dan kegiatan tidak lebih dari 10%
Area Kompetensi
Kurikulum Fakultas Kedokteran menekankan 7 kompetensi yang sesuai dengan Kurikulum Nasional KIPDI III. Kompetensi yang diharapkan dicapai adalah:
Kompetensi Utama
1. Komunikasi efektif 2. Keterampilan klinis
3. Landasan ilmiah ilmu kedokteran 4. Pengelolaan masalah kesehatan 5. Pengelolaan informasi
6. Mawas diri dan pengembangan diri
7. Etika, moral, medikolegal dan profesionalisme serta keselamatan pasien
Kompetensi Pendukung
1. Riset
2. Pengelolaan kegawatdaruratan kedokteran dan kesehatan 3. Manajemen pelayanan kesehatan
Keterampilan Klinis
No Keterampilan Tingkat Keterampilan
PEMERIKSAAN FISIK Fungsi Saraf Kranial
1 Inspeksi pupil (ukuran dan bentuk) 4A
2 Reaksi pupil terhadap cahaya 4A
3 Inspeksi lidah saat istirahat 4A
Sistem motorik
4 Inspeksi: postu, habitus, gerakan involunter 4A
5 Inspeksi cara berjalan 4A
Fungsi Luhur
6 Penilaian tingkat kesadaran dengan skala koma Glasgow (GCS) 4A
Refleks Fisiologis
7 Refleks tendon ( bisep, trisep, patella, Achilles) 4A
Sistem Respirasi
8 Inspeksi leher 4A
9 Palpasi kelenjar ludah ( submanibular, parotid) 4A
10 Palpasi kelenjar tiroid 4A
11 Penilaian respirasi 4A 12 Inspeksi dada 4A 13 Palpasi dada 4A 14 Perkusi dada 4A 15 Auskultasi dada 4A Sistem Kardiovaskular
16 Palpasi denyut apeks jantung 4A
17 Palpasi arteri karotis 4A
18 Perkusi ukuran jantung 4A
19 Auskultasi jantung 4A
20 Pengukuran tekanan darah 4A
21 Pengukuran tekanan vena jugularis (JVP) 4A
23 Penilaian denyut kapiler 4A
24 Penilaian pengisian ulang kapiler (capillary refill) 4A
25 Deteksi bruits 4A
Sistem Gastrointestinal, Hepatobilier, Pankreas
26 Inspeksi bibir dan kavitas oral 4A
27 Inspeksi tonsil 4A
28 Inspeksi abdomen 4A
29 Palpasi (dinding perut, kolon, hepar, lien , aorta, rigiditas dinding perut)
4A
30 Pemeriksaan nyeri tekan dan nyeri lepas 4A
31 Perkusi (pekak hati dan area traube) 4A
32 Pemeriksaan pekak beralih ( shifting dullness) 4A
33 Pemeriksaan undulasi ( fluid thrill ) 4A
34 Pemeriksaan colok ubur (digital rectal examination) 4A
35 Inspeksi sarung tangan pasca colok ubur 4A
36 Persiapan dan pemeriksaan tinja 4A
Sistem Ginjal dan Saluran Kemih
37 Pemeriksaan bimanual ginjal 4A
38 Pemeriksaan nyeri ketok ginjal 4A
39 Palpasi kandung kemih 4A
Sistem endokrin, metabolisme dan nutrisi
40 Pemeriksaan antropometri dan penilaian status gizi 4A
41 Pemeriksaan kelenjar tiroid 4A
Sistem hematologi dan imunologi
42 Palpasi kelenjar getah bening 4A
Sistem musculoskeletal
43 Inspeksi gait 4A
44 Inspeksi tonus otot ekstrimitas 4A
45 Inspeksi sendi ekstrimitas 4A
47 Inspeksi posisi skapula 4A
48 Inspeksi fleksi dan ekstensi punggung 4A
49 Penilaian fleksi lumbal 4A
50 Menilai atropi otot 4A
51 Kaki : inspeksi postur dan bentuk 4A
52 Kaki : penilaian fleksi dorsal/plantar, inverse an eversi 4A
53 Palpation for tenderness 4A
54 Palpasi tendon dan sendi 4A
55 Penilaian range of motion (ROM) sendi 4A
No Keterampilan Tingkat Keterampilan
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Sistem Respirasi
1 Pengambilan cairan pleura 3
2 Uji fungsi paru/spirometri dasar 4A
3 Tes provokasi bronkhial 2
4 Intepretasi rontgen/foto toraks 4A
5 Ventilation Perfusion Lung Scanning 1
6 Bronkoskopi 2
7 FNAB superfisial 2
8 Trans thoracal needle aspiration (TINA) 2
Sistem Kardiovaskular
9 Test Homan (Homan’s sign) 3
10 Test Ankle-brachial inex (ABI) 3
11 Exercise ECG testing 2
12 Elektrokariografi (EKG) : pemasangan dan interpretasi hasil EKG sederhana (VES,AMI,VT,AF)
4A
13 Ekokardiografi 2
14 USG Doppler 2
Sistem Gastrointestinal, Hepatobilier dan Pankreas
15 Pemasangan pipa nasogastrik (NGT) 4A
17 Nasogastric suction 4A
18 Enema 4A
19 Anal swab 4A
20 Pengambilan cairan asites 3
21 Biopsi hepar 1
Sistem Ginjal dan Saluran Kemih
22 Permintaan pemeriksaan BNO-IVP 4A
23 Interpretasi BNO-IVP 3
Sistem Endokrin, Metabolisme dan Nutrisi
24 Pemeriksaan gula darah dengan Point of Care Test 4A
Sistem Hematologi dan Imunologi
25 Permintaan pemeriksaan hematologi berdasarkan indikasi 4A
26 Permintaan pemeriksaan imunologi berdasarkan indikasi 4A
No Keterampilan Tingkat Keterampilan
TERAPEUTIK Sistem Respirasi 1 Pungsi pleura 3 2 Terapi inhalasi/nebulisasi 4A 3 Terapi oksigen 4a Sistem Kardiovaskular 4 Resusitasi cairan 4A
Sistem Ginjal dan Saluran Kemih
5 Pemasangan kateter uretra 4A
6 Dialisis ginjal 2
Sistem Endokrin, Metabolisme dan Nutrisi
7 Pengaturan diet 4A
8 Penatalaksanan diabetes melitus tanpa komplikasi 4A
9 Pemberian insulin pada diabetes melitus tanpa komplikasi 4A
Sistem Hematologi dan Imunologi
11 Anamnesis dan konseling anemia defisiensi besi, thalasemia dan HIV
4A
Sistem Muskuloskeletal
12 Aspirasi sendi 2
Tabel 13. Batasan Kasus Praktik Klinik Ilmu Penyakit Dalam sesuai Standar Kompetensi Dokter berdasarkan Kurikulum Pendidikan Dokter Indonesia III
No Batasan Kasus Tingkat Kemampuan
Gangguan dan Kelainan pada Jantung
1 Angina pectoris 3B
2 Infark miokard 3B
3 Gagal jantung akut 3B
4 Gagal jantung kronik 3A
5 Cardiorespiratory arrest 3B
6 Kelainan katup jantung (mitral stenosis, mitral regurgitasi, aostic stenosis, aorta regurgitasi, penyakit katup jantung lainnya)
2
7 Kelainan jantung kongenital (VSD,ASD,PDS,TOF) 2
8 Takikardi : supraventrikular, ventrikular 3B
9 Fibrilasi atrial 3A
10 Atrial flutter 3B
11 Extrasistole supraventrikular,ventrikular 3A
12 Block Bundle Brunch 2
13 Aritmia lainnya 2
14 Radang pada dinding jantung ( Endokarditis, miokarditis, perikarditis )
2
15 Kardiomiopati 2
16 Kor pulmonale akut 3B
17 Kor pulmonale kronik 3A
18 Syok ( septik, hipovolemik, kardiogenik, neurogenik) 3B
Gangguan Aorta dan Arteri
19 Hipertensi esensial 4A
20 Hipertensi sekunder 3A
21 Hipertensi pulmoner 1
22 Hipertensi pada kehamilan 2
23 Penyakit Raynaud 2
24 Trombosis arteri 2
25 Koartaksio aorta 1
26 Burger's disease (Thromboangitis Obliterans) 2
27 Emboli Arteri 1
28 Aterosklerosis 1
29 Subclavian steal syndrome 1
30 Aneurisma aorta 1
31 Aneurisma diseksi 1
32 Klaudikasio 2
33 Penyakit jantung rematik 2
Vena dan Pembuluh Limfe
34 Varises primer dan sekunder 2
35 Obstructed venous return 2
36 Trombosis vena dalam 2
38 Lymphangitis 3A
39 Limfedema (primer, sekunder) 3A
40 Emboli vena 2
41 Insufisiensi vena kronik 3A
Sistem Respirasi
42 Influenza 4A
43 Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) 3B
44 Tuberkulosis paru tanpa komplikasi 4A
45 Tuberkulosis parudengan HIV 3A
46 Multi Drug Resistance (MDR) TB 2
47 Bronkitis akut 4A
48 Bronkioloitis akut 3B
49 Asma bronkial 4A
50 Status asmatikus(asma akut berat) 3B
51 Emfisema paru 3A
52 Ateletaksis 2
53 Bronkietaksis 3A
54 PPOK eksaserbasi akut 3B
55 SARS 3B
56 Pneumonia dan bronkopneumonia 4A
57 Flu Burung 3B 58 Abses paru 3A 59 Emboli paru 1 60 Infark paru 1 61 Pneumothorax 3A 62 Kistik fibrosis 1 63 Pneumonia aspirasi 3B 64 Efusi pleura 2
65 Efusi pleura massif 3B
66 Edema paru 3B
67 Penyakit paru interstitial 1
68 Obstructive Sleep Apneu (OSA) 1
Sistem Gastrointestinal
69 Atresia esofagus 2
70 Akalasia 2
71 Lesi korosif pada esofagus 3B
72 Varises esofagus 2 73 Ruptur esofagus 1 74 Esofagitis refluks 3A 75 Hernia diaframatika 2 76 Hiatus hernia 2 77 Gastritis 4A 78 Ulkus (gaster,duodenum) 3A 79 Perdarahan gastrointestinal 3B
80 Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis) 4A
81 Refluks gastroesofagus 4A
83 Stenosis Pilorik 2 84 Inkontinensia feses 2 Liver 85 Perlemakan hepar 3A 86 Hepatitis A 4A 87 Hepatitis B 3A 88 Hepatitis C 2 89 Sirosis hepatis 2
90 Abses hepar amoeba 3A
91 Gagal hepar 2
Kandung Empedu, Saluran Empedu, Pankreas
92 Kole(doko)litiasis 2
93 Kolesistitis 3B
94 Hidrops kandung empedu 2
95 Empiema kandung empedy 2
96 Pankreatitis 2
Jejunum, ileum
97 Atresia Intestinal 2
98 Divertikulum Meckel 2
99 Fistula umbilikal, omphalocoele-gastroschisis 2
101 Malrotasi traktus gastrointestinal 2
102 Ileus 2 103 Malabsorbsi 3A 104 Alergi makanan 4A 105 Keracunan makanan 4A 106 Botulisme 3B Kolon
107 Irritable bowel syndrome 3A
108 Enterokolitis nekrotik 1
109 Divertikulosis/divertikulitis 3A
110 Kolitis 3A
111 Prolaps rektum, anus 3A
112 Proktitis 3A 113 Hemoroidgrade 1-2 4A 114 Hemoroid grade 3-4 3A 115 Abses (peri)anal 3A 116 Fistula 2 117 Fisura anus 2
118 Disentri basiler dan disentri amuba 4A
119 Penyakit Crohn 1
120 Kolitif ulseratif 1
Sistem Hematologi
121 Anemia aplastik 2
122 Anemia defisiensi besi 4A
123 Anemia makrositik 3A
124 Anemia hemolitik 3A
126 Hemoglobinopati 2
127 Polisitemia 2
128 Gangguan pembekuan darah ( trombositopenia, hemofilia, Von
willebrand's disease)
2
129 DIC 2
130 Agranulositosis 2
131 Inkompatibilitas golongan darah 2
Tropik Infeksi
132 Bakteremia 3B
133 Demam dengue, DHF 4A
134 Dengue shock syndrome 3B
135 Demam Tifoid 4A
136 Helminthes disease ( penyakit cacing tambang,
strongiloidiasis,askariasis,skistosomiasis,Taeniasis)
4A
137 Leptospirosis (tanpa komplikasi) 4A
138 Malaria 4A 139 Malaria serebral 3B 140 Rabies 3B 141 Sepsis 3B 142 Toxoplasmosis 3A Imunologi
143 Lupus eritematosus sistemik 3A
144 Poliarteritis nodosa 1
145 Polimialgia reumatik 3A
146 Artritis reumatoid 3A
147 Juvenile chronic arthritis 2
Reaksi Imunologi dan Alergi
147 Reaksi anafilaktik 4A
148 Demam reumatik 3A
149 Juvenile chronic arthritis 2
150 Henoch-schoenlein purpura 2
151 Eritema multiformis 2
152 Sindroma Stevens Johnson 3B
153 Imunodefisiensi 2
154 Immunodeficiency-HIVtanpa komplikasi 4A
155 Imunodeficiency-HIV dengan komplikasi 3A
156 Fixed Drug eruption, Exanthematous drug eruption 4A
Sistem Endokrin dan Metabolik
157 Diabetes melitus tipe 1 4A
158 Diabetes melitus tipe 2 4A
159 Diabetes melitus tipe lain ( intoleransi glukosa akibat penyakit lain atau obat-obatan)
3A
160 Ketoasidosis diabetikum nonketotik 3B
161 Hiperglikemia hiperosmolar 3B
163 Hipoglikemia berat 3B
164 Diabetes insipidus 1
165 Akromegali, gigantisme 1
166 Defisiensi hormon pertumbuhan 1
167 Cushing's disease 3B 168 Krisis Adrenal 3B 169 Pubertas prekoks 2 170 Hipogonadisme 2 171 Addison's disease 3B 172 Prolaktinemia 1
Gizi dan Metabolisme
173 Dislipidemia 4A 174 Hiperuriksemia 4A 175 Obesitas 4A 176 Sindroma metabolik 3B 177 Malnutrisi energi-protein 4A 178 Defisiensi vitamin 4A 179 Defisiensi mineral 4A
Kelenjar tiroid dan paratiroid
180 Tiroiditis 2 181 Goitre 3A 182 Hipertiroid 3A 183 Hipotiroid 2 184 Hiperparatiroid 1 185 Hipoparatiroid 3A 186 Tirotoksikosis 3B
NeoplasmaDarah dan kelenjar limfe
187 Limfoma non-Hodgkin dan Hodgkin 1
188 Leukemia akut , kronik 2
189 Mieloma multipel 1
190 Limfadenopati 3A
191 Limfadenitis 4A
Paru dan mediastinum
192 Karsinoma paru 2 193 Displasia Bronkopulmoner 1 194 Tumor mediastinum 2 Gastrointestinal 195 Lymphoma 2 196 Karsinoma kolon 2
197 Gastrointestinal stromal tumor (GIST) 2
Liver
198 Neoplasma hepar 2
Pankreas
Ginjal
200 Karsinoma sel renal 2
201 Tumor Wilms 2
Kelenjar Endokrin
202 Adenoma tiroid 2
203 Karsinoma tiroid 2
Sistem Ginjal dan Saluran Kemih
204 Acute kidney injury 2
205 Penyakit ginjal kronik 2
206 Sindroma nefrotik 2
207 Glomerulonefritis akut 3A
208 Glomerulonefritis kronik 3A
209 Kolik renal 3A
210 Batu saluran kemih (vesika urinaria, ureter, uretra) tanpa kolik 3A
211 Infeksi saluran kemih 4A
212 Nekrosis tubular akut 2
213 Pielonefritis tanpa komplikasi 4A
214 Inkontinensia urin 2
215 Ginjal polikistik simptomatik 2
216 Ginjal tapal kuda 1
Penyakit Tulang, Sendi dan Saraf
217 Artritis, osteoarthritis 3A
218 Osteoporosis 3A
219 Spondilitis TB 3A
220 Spondilolistesis 1
221 Kelainan bentuk tulang belakang ( skoliosis, kifosis, lordosis) 2
222 Reffered Pain 3A
223 Nyeri Neuropatik 3A
224 Carpal tunnel syndrome 3A
225 Tarsal tunnel syndrome 3A
226 Neuropati 3A
Ulkus dan Jaringan lunak
227 Ulkus pada tungkai 4A
Gangguan Psikosomatik
228 Gangguan panic 3A
229 Gangguan cemas menyeluruh 3A
230 Gangguan campuran cemas depresi 3A
231 Gangguan depresi 2