• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN I DAFTAR TERJEMAH. No BAB Surah/Hadits

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAMPIRAN I DAFTAR TERJEMAH. No BAB Surah/Hadits"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

No BAB Kutipan Surah/Hadits

Ayat Hal

Terjemah

1 I QS. Al-Ahzab [33] 21 5 Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. 2 II Al-Ikhlas [112] 1-4 30 Katakanlah (Muhammad),

“Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia”.

3 IV QS. Al-Baqarah [2] 3 152 (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka

4 IV QS. Al-Baqarah [2] 152 153 Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku.

5 IV QS. Ibrahim [14] 7 154 Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema’lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

6 IV QS. Ali-Imran [3] 35 156 (Ingatlah), ketika isteri Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang

(2)

Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

7 IV QS. An-Nisa [4] 43 159 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula menghampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. 8 IV Hadis Rasulullah

Saw [HR. Ahmad: 24890]

160 Dari Ibnu Umar dari Aisyah dari Nabi Saw, bahwasanya beliau berkata kepadanya, “Tolong ambilkan kain dari masjid”.

Aisyah menjawab,

“Sesungguhnya aku sedang haid”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya haid kamu bukan di tanganmu”. 9 IV QS. Al-A’raf [7] 204 161 Dan apabila dibacakan Alquran,

maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. 10 IV Hadis Rasulullah

Saw [HR. Tirmidzi: 2895]

163 Dan Rabb-mu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu”. QS. Ghafir: 60. Beliau bersabda, “Doa adalah ibadah” beliau lalu membaca, “WA QAALA RABBUKUM UD 'UUNII ASTAJIB LAKUM (Dan Rabb-mu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu) sampai ayat DAAKHIRIIN”.

Abu Isa berkata; Hadis ini hasan shahih.

11 IV QS. Al-Baqarah [2] 186 164 Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku,

(3)

perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

12 IV QS. Al Ahzab [33] 56 165 Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya

bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

13 IV Hadis Rasulullah Saw [HR. Muslim: 615]

166 “Wahai Rasulullah Saw, bagaimana kami berselawat atasmu?” Beliau bersabda, “AALLOOHUMMA SHOLLI „ALAA MUHAMMAD WA‟ALAA AZWAAJIHI WADZURRIYATIHI KAMAA SHOLLAITA „ALAA AALI IBROOHIIMA, WABAARIK „ALAA MUHAMMAD WA'ALAA AZWAAJIHI WADZURRIYATIHI KAMAA BAAROKTA „ALAA AALI IBROOHIIMA, INNAKA HAMIIDUN MAJIID”. Katakanlah, “Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad, istri-istrinya, dan keturunannya sebagaimana Engkau memberikan shalawat atas keluarga Ibrahim. Berilah berkah atas Muhammad, istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau memberikan keberkahan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia”.

14 IV QS. An-Nisa [4] 114 168 Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat

(4)

demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

15 IV Hadis Rasulullah Saw [HR. Imam Bukhari: 5506]

172 Saya pernah berada di sisi Ibnu Abbas sementara orang-orang bertanya tanpa menyebutkan Nabi Saw hingga dia ditanya, lantas Ibnu Abbas menjawab, “Barangsiapa menggambar suatu gambar di dunia, maka pada hari kiamat akan dibebankan baginya untuk meniupkan ruh padahal ia tidak akan mampu meniupkan ruh”.

16 IV QS. An-Nisa [4] 1 157 Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. 17 IV Hadis Rasulullah

Saw [HR. Ibnu Majah: 2434]

176 Rasulullah Saw bersabda, “Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya”. 18 IV QS. Al-Maidah [5] 2 178 Hai orang-orang yang beriman,

janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena

(5)

takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

19 IV QS. Ali-Imran [3] 159 180 Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

20 IV QS. Al-Baqarah [2] 256 182 Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

(6)

LAMPIRAN II

PEDOMAN WAWANCARA

Aspek Pertanyaan Pelaksanaan tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan

1. Bagaimana sejarah yang melatar belakangi diadakannya tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan?

2. Sejak kapan tradisi Baayun Maulid di Desa ini dilaksanakan secara terorganisir?

3. Apa saja yang harus disiapkan dalam pelaksanaan tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan?

4. Apa saja alat dan bahan yang digunakan dalam pelaksanaan tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan?

5. Apakah ada filosofi dari semua perlengkapan dan bahan yang digunakan dalam tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan?

6. Apakah ada simbol-simbol tertentu dalam pelaksanaan tradisi Baayun Maulid yang menggambarkan kearifan lokal peninggalan nenek moyang dan budaya Islam?

7. Apa motif dan tujuan dilaksanakannya tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan? 8. Apa saja manfaat yang dirasakan dalam pelaksanaan

tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan?

9. Mengapa tradisi Baayun Maulid dilaksanakan di lingkungan Masjid Al Mukarromah Desa Banua Halat Kiri?

10. Mengapa tradisi Baayun Maulid hanya dilaksanakan satu kali dalam setahun yakni setiap tanggal 12 Rabiul Awal?

11. Bagaimana proses pelaksanaan tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan?

12. Seberapa penting pelaksaanaan tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan bagi masyarakat?

13. Apakah makna/filosofi dari semua rangkaian acara yang dilalui dalam pelaksanaan tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan?

14. Apa saja keunikan dari tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan yang membedakannya dengan pelaksanaan Baayun Maulid di daerah lain?

15. Bagaimana keterlibatan masyarakat di sini terkait dengan pelaksanaan Baayun Maulid tersebut?

(7)

3. Dampak positif apa yang dirasakan setelah mengikuti tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan?

4. Pengalaman berharga apa yang didapatkan setelah mengikuti tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan?

5. Nilai-nilai apa saja yang didapat dari pelaksanaan tradisi Baayun Maulid?

6. Bagaimana tanggapan/pandangan Bapak/Ibu tentang tradisi Baayun Maulid di Desa ini?

(8)

LAMPIRAN III

PEDOMAN OBSERVASI

1. Mengamati secara langsung keadaan di lingkungan tempat dilaksanakannya

tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.

2. Melihat dan mengamati kultur, sosial dan keagamaan masyarakat di sekitar

Masjid Al Mukarromah Desa Banua Halat Kiri yang menjadi tempat biasa

dilaksanakannya tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan

Selatan.

3. Mengamati ornamen dan benda-benda peninggalan bersejarah yang terdapat

pada Masjid Al Mukarromah Desa Banua Halat Kiri Tapin.

(9)

1. Gambaran umum lokasi penelitian.

2. Dokumen tertulis, foto/gambar, dan video yang relevan dengan data yang

diteliti.

3. Sejarah singkat tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.

4. Data mengenai letak geografis, keadaan alam, jumlah penduduk, jamaah yang

menghadiri tradisi Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan,

pendidikan, keagamaan serta kultur dan sosial budaya masyarakat yang tinggal

di sekitar Masjid Al Mukarromah Desa Banua Halat Kiri Kabupaten Tapin

Kalimantan Selatan.

(10)

LAMPIRAN V

CATATAN KONSULTASI BIMBINGAN SKRIPSI

BUKU KONSULTASI

BIMBINGAN SKRIPSI

NAMA

: RAUDATUL JANNAH

NIM

: 170102010455

PROGRAM STUDI

: PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

SEMESTER

: VII

TAHUN

: 2020/2021

JUDUL

:

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM

TRADISI BAAYUN MAULID DI KABUPATEN

TAPIN KALIMANTAN SELATAN

DOSEN PEMBIMBING

BIDANG

KONTEN

&

METODE PENELITIAN

:

Dr. H. Hamdan, M.Pd

DOSEN PEMBIMBING

BIDANG

BAHASA

&

TEKNIK PENULISAN

(11)

LEMBAR KONSULTASI

DOSEN PEMBIMBING

(12)

Bimbingan

Ke- Tanggal

Catatatan Pembimbing Konten dan Metode Penelitian

Tanda Tangan I 29/06/ 2020 Kalau skripsi saudari mau dirubah menjadi

penelitian literatur atau kepustakaan, maka ada beberapa hal yang perlu diperbaiki: 1. Pada judul tidak ada lagi lokasi

penelitian.

2. Merubak sebagian pada latar belakang masalah.

3. Merumuskan kembali fokus penelitian. 4. Tujuan penelitian juga menyesuaikan

dengan fokus penelitian.

5. Metode penelitian akan merombak sesuai dengan desain penelitian literatur.

6. Metode penelitian akan merombak sesuai dengan penelitian literatur.

Bapak minta supaya membaca beberapa skripsi atau tesis penelitian literatur dulu sementara.

II 16/10//2020 Pada bagian BAB I

Perlu dikemukakan masuknya Islam pertama kali di Tanah Banjar karena adanya bantuan kerajaan Demak dalam perang Daha, kalau menang maka raja masuk Islam (Pangeran Suriansyah). Ini bisa dicari kutipannya. Pada Bagian BAB II

- Penulis perlu menyimpulkan apa itu nilai berdasarkan beberapa pendapat di atas. Atau minimal mengomentari beberapa pendapat di atas dikaitkan dengan penelitian penulis.

- Penulis memberikan ulasan sesuai atau menambahkan dari kutipan di atas. - Selain memberikan pendapat terhadap

kutipan di atas, di sini perlu penulis membuat rangkupan tentang nilai-nilai pendidikan tersebut, sebelum masuk pada pembahasan yang lain.

Pada Bagian BAB III

Kata data sudah jamak, jadi cukup dengan kata data.

(13)

di awal.

- Sebaiknya yang ditanyakan nilai-nilai secara umum, dari hasil wawancara nanti penulis yang mengidentifikasi nilai-nilai yang relevan dengan nilai-nilai pendidikan.

IV 21/01/2021 Secara umum sudah sangat bagus, tinggal perbaikan sedikit soilakan direvisi sesuai dengan catatan dalam naskah, kemudian lanjutkan ke bab v kesimpulan dan lengkapi abstrak dan lain-lainnya.

- Dalam laporan penelitian guna selalu kalimat pasif.

- Bisakah disebutkan kapan mulainya, atau sampai kapan kegiatan Baayun Maulid tersebut hanya diikuti warga setempat. - Perlu dijelaskan di bawah tabel bahwa

tidak dilaksanakan kegiatan Baayun Maulid tersebut karena wabah pandemic covid-19.

- Bisakah disebutkan contoh pemaknaan simbol-simbol tertentu yang telah disesuaikan dengan ajaran dan nilai-nilai Islam.

- Sebaiknya kata “hahalungan” /harus dijelaskan dulu agar pembaca memahami maksudnya.

- “Aruh Ganal”, harus dijelaskan maksudnya.

- “Asyrakal”, kata ini juga terkadang asing bagi pembaca yang bukan dari golongan Nahdhiyin (NU), sehingga perlu keterangan.

- Kata yang benar apakah selawat ataukah shalawat?

(14)

LEMBAR KONSULTASI

DOSEN PEMBIMBING

BIDANG BAHASA & TEKNIK PENULISAN

(15)

Bimbingan

Ke- Tanggal

Catatatan Pembimbing Bahasa dan Teknik Penulisan

Tanda Tangan I 11/07/2020 - Standar cover, bisa disesuaikan lagi

berdasarkan pedoman.

- Tambahkan saja nama provinsi biar jelas. Kita tidak tahu apakah skripsi ini akan dibaca oleh seluruh orang di nusantara atau bisa jadi oleh mahasiswa asing yang kuliah di kampus kita.

- Ketika sudah diseminarkan, maka bentuknya bukan proposal lagi, tetapi sudah menjadi skripsi.

- Pernyataan harus disertai dengan referensi yang menjadi rujukan.

- Jika font Arab nampak masih kecil, tidak mengapa besarkan saja.

- Judul di bagian latar belakang masalah, tidak perlu menggunakan tanda petik. - Cek footnote, apakah ada kekeliruan huruf

kapital/kecil.

- Pada bagian alasan memilih judul, 3 hal yang tertulis sudah benar, tetapi perlu berikan alasan lain juga yang terkait dengan masyarakat secara umum, tidak hanya berdasarkan keinginan penulis pribadi.

- Akan lebih baik jika ada kalimat pengantar terlebih dulu, baru poin a, b, dst. Jangan lupa ratakan tepi kertas F. Sebagaimana paragraf sebelumnya.

- Berikan kalimat pengantar dulu, baru poin 1, 2, dst.

- Pada bagian BAB II pengertian nilai dan tradisi, Tambahkan lagi perdebatan akademisnya, masa hanya 1 paragraf? Padahal referensi tentang nilai itu sangat banyak sekali, terlebih dalam referensi sntropologi dan budaya.

- Bagian sub judul Tradisi dalam Pandangan Islam, melihat isinya, saya agak ragu dengan redaksi sub judul ini. Mungkin bisa kita pikirkan lagi bagaimana yang tepat. - Bisakah tambahkan informasi tentang

Baayun Maulid, Bapalas Bidan dan Baayun Madihin.

- Perlu juga ditambahkan informasi. Misalnya seberapa penting bagi masyarakat Banjar kegiatan baayun itu. - Judul yang tertulis pada lokasi penelitian

(16)

3

Bimbingan

Ke- Tanggal

Catatatan Pembimbing Bahasa dan Teknik Penulisan

Tanda Tangan

II 27/07/2020 - Sejauh bacaan saya, tulisan kamu sudah cukup baik. Hanya perlu ditambahkan penjelasan agar lebih detail. Sehingga kemenarikan tema ini semakin muncul. - Saran saya tetap lanjutkan saja penelitian

lapangan. Terkait wawancara bisa saja mewawancarai panitia sebelumnya. Terkait dokumentasi, mereka pasti ada juga punya. Bisa saja dipelajari dari dokumentasi yang sudah ada.

III 02/11/2020 Gunakan transliterasi untuk bahasa Arab yang dilatinkan.

IV 09/11/2020 Silakan lanjutkan riset. Tapi tanyakan juga dengan dospem metode.

V 22/01/2020 - Bagian cover tahunnya 2021.

- Ini bukan proposal lagi, tetapi sudah menjadi skripsi. Maka namanya DAFTAR ISI bukan Outline lagi.

- Nanti kalau sudah siap semua, jangan lupa daftar isi ini diberi halaman.

- “Balian”, ini istilah asing bagi Bahasa Indonesia, italic saja. Akan lebih baik jika diberi footnote yang berisi penjelasan arti dari setiap kata/ istilah ini.

- Pada bagian latar belakang masalah, seharusnya ditulis 8 - 9. Perhatikan perbedaannya dengan yang kamu tuliskan. - “Kakamban”, ini juga sebaiknya diberi

footnote yang isinya penjelasan istilah ini. - Ada ga penjelasan tentang syair maulid ini

nanti? Mungkin bisa ditambahkan di bab II.

- Perlu kita kroscek lagi. Pinduduk atau piduduk? Tidak perlu tanda kurung, gunakan kata yaitu saja untuk menjelaskan. - Anyam-anyaman, ini kalau kamu cantumkan fotonya di lampiran akan sangat berguna bagi peneliti selanjutnya. - Sebutkan mengapa penelitian kamu ini

disebut sebagai penelitian kualitatif. - “Kaum”, beri footnote berisi penjelasan

(17)

Bimbingan

Ke- Tanggal

Catatatan Pembimbing Bahasa dan Teknik Penulisan

Tanda Tangan

VI

01/02/2021

- Kalau sudah fix, jangan lupa ttd di atas

materai

pada

bagian

pernyataan

keaslian tulisan.

- Jangan lupa, untuk berkas munaqasyah

nanti lembar persetujuan ber ttd.

- Cek lagi istilah tetuha, tutuha atau

tatuha yang benar.

- Gunakan transliterasi saja pada bagian

kata pengantar untuk istilah Arab yang

dilatinkan.

- Jika

memungkinkan,

bagian

kata

pengantar bagus juga ber ttd.

- Cek lagi komentar saya di grup terkait

penulisan di/ke.

- Skripsi ini kan sudah jelas isinya apa.

Bagian sistematika penulisan bisa saja

sebutkan sub-sub atau poin-poin yang

dibahas di bab IV

- “Uviversal” tidak perlu italic karena

sudah menjadi bahasa Indonesia.

- Di teknik pengumpulan data tidak ada

menggunakan angket, tapi kenapa di

sini ada istilah responden? Semua

informasi

yang diperoleh melalui

wawancara, maka semua orang yang

diwawancarai itu namanya informan.

- Coba beri spasi saja agar tidak

bercampur

dengan

bagian

yang

sebelumnya. Karena skripsi ini banyak

sub/poin yang dibahas.

- Hilangkan kalimat yang dicoret di

bagian analisis data poin d paragraf

terakhir, tambahkan yaitu.

- Istilah “Taawun” dari bahasa asing,

jangan lupa italic.

(18)

5

LAMPIRAN VI

(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)

17

CATATAN SEKRETARIS MUNAQASYAH SKRIPSI ONLINE

NAMA : RAUDATUL JANNAH NIM : 170102010455

HARI/TANGGAL : RABU/24 FEBRUARI 2021 WAKTU : 10.30-12.00 WITA

PENGUJI I : Dr. H. Hamdan, M.Pd.

- Mengapa anda tertarik meneliti Baayun Maulid?

- Apakah ada warga banua halat yang tidak ikut tradisi Baayun Maulid? Apakah ada yang tidak merasakan dampaknya?

- Tambahkan narasi tentang temuan anda tentang warga banua halat yang jauh dari kampung tidak melaksanakan Baayun Maulid kemudian mimpi dan kemudian melaksanakan baayun mauled

- Bagaimana cara memaknai aksesoris dalam Baayun Maulid seperti piduduk, kain kuning dll?

PENGUJI II : Dr. Hj. Tarwilah, M.Ag.

- Definisi operasional urutannya sesuaikan judul, nilai akidah, akhlak, muamalah.. - Pemaparan hasil penelitian juga harus urut seperti definisi operasional

- Apakah ada temuan nilai yang menyimpang dari baayun maulid?

- Rukun iman pada baayun maulid pada aspek yang mana? Dalam bentuk apa..misalnya pada saat ceramah tentang Rasullullah..nilai ibadahnya apa saja..misalnya membaca Quran dll..nilai akhlaknya apa..dll paparkan secara runtut

- Pada kesimpulan ada yang tidak tersaji pada data: nilai keimanan, cek lagi

- Adakah nilai-nilai yang bertentangan dengan agama Islam tentang budaya Baayun Maulid?

PENGUJI III : Noor Hasanah, MA.

- Surat persetujuan pembimbing mestinya bertanda tangan

- Pada baayun maulid, bagian mana yang termasuk akulturasi dan akomodasi? - Deskriptif kualitatif tidak ada dipaparkan dengan jelas

Nilai Sidang Munaqasyah = 91,1 Bobot = 4 Predikat : A+.

Banjarmasin, 24 Februari 2021

Sekretaris,

Agustina Ambar Pertiwi, S.Pd., M.Pd.

NUP. 20170202114

Catatan:

Catatan sekretaris ini dikirimkan ke mahasiswa yang teruji melalu WA bisa dalam

bentuk FOTO atau FILE.

(31)

LAMPIRAN VII

FOTO-FOTO KEGIATAN RISET

Wawancara dengan Bapak Ahmad Misrani, Panitia Pelaksana Tradisi

Baayun Maulid (Rabu, 18 November 2020)

Wawancara dengan Bapak Abdul Halim, Panitia Pelaksana Tradisi Baayun

Maulid Tahun 2019 (25 November 2020)

(32)

19

Wawancara dengan Bapak Akhmad Suriansyah, Panitia Pelaksana Tradisi

Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.

(33)

Wawancara dengan Pambakal Bapak Farid Wazidi, S.Ap di Kantor Kepala

Desa Banua Halat Kiri (30 November 2020)

(34)

21

Wawancara dengan Kaum Masjid, Bapak Usuf (Selasa, 24 November 2020)

Wawancara dengan Kaum Masjid/Tetuha Masjid, Bapak Yahya

(Rabu, 25 November 2020)

(35)

Wawancara dengan Guru Suni, Tokoh Agama di Desa Banua Halat Kiri.

(Minggu, 03 Januari 2021)

Wawancara dengan Bapak Ibnu Mas’ud

(Rabu, 23 Desember 2020)

Wawancara dengan Tokoh Budayawan Tapin

Wawancara dengan Tokoh Agama Desa Banua Halat

(36)

23

Wawancara dengan Ibu Rosita dan Saudari Rosminawati

(Selasa, 24 November 2020)

Wawancara dengan Nenek Raminah (Senin, 30 November 2020)

Wawancara dengan Masyarakat Banua Halat

(37)

Wawancara dengan Ibu Mahdalina, isteri Bapak Toib, Panitia Baayun

Bagian Pemasangan Ayunan

(Senin, 30 November 2020)

Wawancara dengan Bapak Hanapi

(Selasa, 22 Desember 2020)

(38)

25

Wawancara dengan Saudari Rabiatun Jaidawiyah

(Jumat, 20 November 2020)

Wawancara dengan Saudari Musyarafah di Kelurahan Kupang, Tapin.

(Sabtu, 21 November 2020)

(39)

Wawancara dengan Ibu Hj. Salabiyah asal Kandangan

(Senin, 23 November 2020)

Wawancara dengan Ibu Ismaniah asal Kandangan

(Senin, 23 November 2020)

(40)

27

Wawancara Saudari Lauhul Nur Jannah, Ibu Rumah Tangga

(Kamis, 03 Desember 2020)

Wawancara dengan Saudari Syifa Adilla, Staf Kantor

di RSUD Datu Sanggul Rantau (Sabtu, 09 Desember 2020)

(41)

Wawancara dengan Saudari Eka Hayatun Mahdiana, Mahasiswi UIN

Antasari asal Tapin (Kamis, 14 Desember 2020)

Wawancara dengan Lisa Mutia Ningsih, Mahasiswi UIN Antasari asal Tapin

(Kamis, 14 Desember 2020)

(42)

29

Tradisi Baayun Maulid mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia

Indonesia (MURI) sebagai penyelenggara Baayun Maulid dengan peserta

terbanyak Tahun 2008

Tradisi Baayun Maulid mendapat penghargaan dari Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Warisan Takbenda Indonesia

Tahun 2015

(43)

Dokumentasi Piagam Peserta yang mengikuti tradisi Baayun Maulid

Dokumentasi Piagam Peserta Baayun Maulid yang sudah dilengkapi dengan

Sanad Baayun

(44)

31

Malam sehari sebelum acara puncak Pelaksanaan Tradisi Baayun Maulid

(08 November 2019)

Ayunan Raksasa

Ayunan dihiasi janur yang dipasang di sekitar Masjid Al Mukarromah

Dokumentasi Pelaksanaan Baayun Maulid sebelum Pandemi Covid-19

(45)

Pada saat pembacaan asyrakal peserta baayun berbondong-bondong

menaiki ayunan mereka, demikian juga dengan para tokoh masyarakat dan

para pemuka agama (09 November 2020)

Ceramah Agama di Masjid Al Mukarromah setelah acara maulid selesai

Setelah tradisi Baayun Maulid selesai, sebagian jamaah ada yang masuk ke

dalam masjid dan ada yang tetap tinggal di luar masjid sambil beristirahat

(46)

33

Tokoh Agama yakni Sayyid Ahmad Hanafi Hariri bin Habib Muhsin

Bahasyim (Martapura) bersama dengan Bupati Tapin yakni Bapak H. M.

Arifin Arfan dalam pelaksanaan Baayun Maulid 12 Rabiul Awal

bertepatan dengan tanggal tanggal 09 November 2019.

Beberapa peserta pada saat pelaksanaan tradisi Baayun Maulid di

Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan

(47)

Makan Bersama di teras Masjid Al Mukarromah setelah selesai rangkaian

acara tradisi Baayun Maulid

Suasana di luar Masjid Al Mukarromah pada saat pelaksanaan tradisi

(48)

35

Ayunan Pikasih Baranak yang terdiri dari 3 lapis kain Tapih Bahalai

dilengkapi dengan 3 lapis Kakamban sebagai Pagar Pigarun serta dihiasi

berbagai jenis anyaman janur

(49)

Foto menunjukan janur Halilipan di sebelah kiri

dan janur Rantai Gagalang di sebelah kanan

Anyaman Janur Ketupat Guntur yang ditunjukan oleh Budayawan Tapin,

Bapak Ibnu Mas’ud.

(50)

37

Janur Hahalungan yang mengarah ke atas dan yang mengarah ke bawah

(51)

Janur Patah Kangkung

Janur Kambang Sarai yang ditunjukan oleh Budayawan Tapin,

Bapak Ibnu Mas’ud.

(52)

39

Simbolis piduduk yang digunakan dalam pelaksanaan acara tradisi

Baayun Maulid di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan

/

Palang-palang ayunan yang terbuat dari paring (bambu) dipasang

di Sekitar Masjid Al Mukarromah

Simbolis Piduduk

(53)

Masjid Al Mukarromah tampak dari luar

(54)

41

Suasana pada saat pelaksanaan salat Jumat di Masjid Al Mukarromah

(18 Desember 2020)

Lingkungan Masjid Al Mukarromah tampak dari luar

(55)

(56)

43

Penulis di depan Masjid Al Mukarromah (24 November 2020)

(57)

LAMPIRAN VIII

RIWAYAT HIDUP

1. Nama Lengkap

: Raudatul Jannah

2. Tempat dan Tanggal Lahir : Rantau, 09 November 1999

3. Agama

: Islam

4. Kebangsaan

: Indonesia

5. Status Perkawinan

: Belum Kawin

6. Alamat

: Jl. A. Yani km. 5,700 Jl. Karya Mufakat III RT.

27 RW. 02 No. 03 Kelurahan Pemurus Luar

Banjarmasin.

7. Pendidikan

:

a. TK Aisyah

Bustanul Athfal Banjarmasin

b. SDN Karang Mekar 10 Banjarmasin

c. SDN Tirik

d. MTsN 2 Rantau

e. MAN 1 Tapin

8. Pengalaman Organisasi

: LPPQ UIN Antasari Banjarmasin

9. Orang Tua

:

Ayah

Nama

: Noormadiansyah

Pekerjaan

: Swasta

Alamat

: Jl. A. Yani Km. 5,700 Jl. Karya Mufakat III RT.

27/ RW. 02 No. 03 Kelurahan Pemurus Luar

Banjarmasin.

Ibu

Nama

: Jubaidah

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Alamat

: Jl. Garuda RT. 03 RW. 02 Desa Tirik

Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin.

10. Saudara (jumlah saudara) : Tiga orang yaitu Nor Hazmi, Rahman Fauzi,

dan Muhammad Arifin Ilham.

Banjarmasin, 01 Februari 2021

Penulis,

Gambar

Foto menunjukan janur Halilipan di sebelah kiri   dan janur Rantai Gagalang di sebelah kanan

Referensi

Dokumen terkait

 Mengumpulkan dan mengolah informasi untuk membuat kesimpulan, serta menggunakan prosedur untuk menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan titik maksimum,

Bagaimana menurut adik para ustaz di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Waad Da’wah Al-Ihsan 2 Putra ini, adakah ustaz yang menjadi idola?. Apa

Jika ada seorang laki-laki meninggal dunia, meninggalkan ahli waris yang terdiri dari istri, ayah, anak laki-laki-laki, anak perempuan dan saudara seibu yang akan

Muridnya menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak

Siswa dapat menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan sifat komutatif (pertukaran), asosiatif (pengelompokan), dan distributif (penyebaran) dalam perkalian.

Apabila saya merasa ragu dalam menyelesaikan soal tugas matematika, maka saya akan mencari contoh yang benar sebagai acuan untuk mengerjakan soal dengan benar.. V V

Penelitian ini diharapkan dapat mengungkap fakta secara mendalam tentang deislamisasi sejarah Indonesia dan dampaknya terhadap pendidikan Islam berdasarkan perspektif sejarawan

Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya