No. 24/06/31/Th.XVIII, 1 Juni 2016
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI
DKI
JAKARTA
BULAN
MEI
2016
MENGALAMI
INFLASI
0,19
PERSEN
Pada bulan Mei 2016, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi 0,19 persen. Lima kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu kelompok bahan makanan 1,08 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,20 persen; kelompok kesehatan 0,20 persen; kelompok sandang 0,12 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,04 persen. Satu kelompok pengeluaran tidak mengalami perubahan indeks yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga. Sedangkan satu kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,19 persen.
BPS PROVINSI DKI JAKARTA
Bulan Mei 2016, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi 0,19 persen. Laju inflasi Tahun 2016 mencapai 0,24 persen dan laju inflasi tahun ke tahun DKI Jakarta 2,90 persen.
Inflasi yang terjadi pada bulan Mei disebabkan naiknya harga-harga pada kelompok bahan makanan. Lima kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu kelompok bahan makanan 1,08 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,20 persen; kelompok kesehatan 0,20 persen; kelompok sandang 0,12 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,04 persen. Satu kelompok pengeluaran tidak mengalami perubahan indeks yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga. Sedangkan satu kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,19 persen.
Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain: daging ayam ras (0,1594 persen); angkutan udara (0,0502 persen); bawang merah (0,0375 persen); kontrak rumah (0,0356 persen); wortel (0,0220 persen); telur ayam ras (0,0192 persen); kentang (0,0177 persen); gula pasir (0,0173 persen); minyak goreng (0,0152 persen); jeruk (0,0103 persen); rak piring (0,0081 persen); pir dan sewa rumah masing-masing (0,0076 persen); mie (0,0067 persen); apel (0,0058 persen); emas perhiasan (0,0053 persen); es (0,0051 persen); bawang putih (0,0049 persen); petai (0,0047 persen); salak (0,0045 persen); jam tangan (0,0040 persen); vitamin (0,0030 persen); pengharum/pelembut cucian (0,0029 persen); sawi putih (0,0026 persen); susu bubuk, kangkung, melon, pasta gigi dan shampoo masing-masing (0,0021 persen); lele (0,0020 persen); cumi-cumi (0,0019 persen); gelas minum (0,0018 persen); kembang kol, semangka, dan kelapa masing-masing (0,0017 persen); dan sabun wajah (0,0016 persen). Pada bulan Mei 2016, dari 82 kota yang diteliti 67 kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kota Pontianak 1,67 persen dan kota yang mengalami inflasi terendah adalah Kota Singaraja dan Kota Palangkaraya 0,02 persen. Kota Jakarta menempati urutan 40 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.
Beberapa komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain:
daging ayam ras
(0,1594 persen); angkutan udara (0,0502 persen); bawang merah (0,0375 persen); kontrak rumah (0,0356
persen); wortel (0,0220 persen); telur ayam ras (0,0192 persen); kentang (0,0177 persen); gula pasir (0,0173
persen); minyak goreng (0,0152 persen); jeruk (0,0103 persen); rak piring (0,0081 persen); pir dan sewa
rumah masing-masing (0,0076 persen); mie (0,0067 persen); apel (0,0058 persen); emas perhiasan (0,0053
persen); es (0,0051 persen); bawang putih (0,0049 persen); petai (0,0047 persen); salak (0,0045 persen); jam
tangan (0,0040 persen); vitamin (0,0030 persen); pengharum/pelembut cucian (0,0029 persen); sawi putih
(0,0026 persen); susu bubuk, kangkung, melon, pasta gigi dan shampoo masing-masing (0,0021 persen); lele
(0,0020 persen); dan cumi-cumi (0,0019 persen).
Inflasi yang terjadi bulan Mei ini terutama diakibatkan oleh naiknya harga-harga pada kelompok bahan makanan terutama sub kelompok daging dan hasil-hasilnya (tabel 3).
0.34 0.35 0.97 0.51 0.01 -0.05 0.12 0.72 0.24 -0.06 0.15 -0.27 0.19 -0.40 -0.20 0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00 1.20
May-15 Jun-15 Jul-15 Aug-15 Sep-15 Oct-15 Nov-15 Dec-15 Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 May-16
Per
sen
Tabel 1
Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi DKI Jakarta, Mei 2016
Kelompok Pengeluaran Persentase
(1) (2)
Umum
1. Bahan Makanan
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok&Tembakau 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, & Bahan Bakar 4. Sandang
5. Kesehatan
6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan
0.19 0.17 0.03 0.01 0.01 0.01 0.00 -0.04 Grafik 1
Perkembangan Inflasi DKI Jakarta, Mei 2015 – Mei 2016
- Angkutan udara - Angkutan antar
Kota
- Angkutan udara - Tarip listrik
Tabel 2
Laju Inflasi DKI Jakarta Mei 2016, Tahun 2016 dan Tahun ke Tahun menurut Kelompok Pengeluaran
Kelompok Pengeluaran IHK Mei 2015 IHK Desember 2015 IHK April 2016 IHK Mei 2016 Laju Inflasi Mei 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Umum 120.16 123.35 123.41 123.65 0.19 0.24 2.90 Bahan Makanan 130.54 137.79 140.27 141.79 1.08 2.90 8.62 Makanan Jadi, Minuman,
Rokok dan Tembakau
128.20 133.42 134.99 135.26 0.20 1.38 5.51
Perumahan,Air, Listrik,
Gas dan Bahan Bakar
119.51 121.57 120.95 121.00 0.04 -0.47 1.25 Sandang 110.20 112.97 116.01 116.15 0.12 2.81 5.40 Kesehatan 112.04 114.89 116.90 117.13 0.20 1.95 4.54 Pendidikan,Rekreasi dan Olahraga 105.09 109.18 109.30 109.30 0.00 0.11 4.01 Transpor, Komunikasi,
dan Jasa Keuangan 121.60 122.13 118.80 118.58 -0.19 -2.91 -2.48
*) Persentase perubahan IHK Mei 2016 terhadap bulan April 2016 **) Persentase perubahan IHK Mei 2016 terhadap bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Mei 2016 terhadap bulan Mei 2015
Grafik 2
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan Makanan
Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Mei 2016 mencapai 141,79 dan bulan sebelumnya 140,27 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi 1,08 persen.
Dari sebelas sub kelompok yang termasuk di dalam kelompok bahan makanan, lima sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok daging dan hasil-hasilnya 7,95 persen; sub kelompok lemak dan minyak 1,99 persen; sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 1,21 persen; sub kelompok sayur-sayuran 1,20 persen; dan sub kelompok buah-buahan 0,13 persen. Sedangkan enam sub kelompok lainnya mengalami deflasi ,yaitu ; sub kelompok ikan segar 0,90 persen; sub kelompok bumbu-bumbuan 0,87 persen; sub kelompok kacang-kacangan 0,67 persen; sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,35 persen; sub kelompok bahan makanan lainnya 0,28 persen; dan sub kelompok ikan diawetkan 0,09 persen.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,17 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: daging ayam ras 0,1594 persen; bawang merah 0,0375 persen; wortel 0,0220 persen; telur ayam ras 0,0192 persen; kentang 0,0177 persen; minyak goreng 0,0152 persen; jeruk 0,0103 persen; pir 0,0076 persen; apel 0,0058 persen; dan bawang putih 0,0049 persen.
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Mei 2016 adalah 135,26 dan bulan sebelumnya 134,99 sehingga mengalami inflasi 0,20 persen.
Dari tiga sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi, yaitu : sub kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,70 persen; dan sub kelompok makanan jadi 0,09 persen. Sedangkan satu sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol .
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,03 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: gula pasir 0,0173 persen; mie 0,0067 persen; es 0,0051 persen; dan wafer 0,0009 persen.
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, pada bulan Mei 2016 adalah 121,00 dan bulan sebelumnya 120,95 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi 0,04 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok perlengkapan rumahtangga rumah tangga 0,41persen; sub kelompok biaya tempat tinggal 0,39 persen; dan sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,11 persen. Sedangkan satu sub kelompok lainnya mengalami deflasi , yaitu sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air 0,82 persen.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,01 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: kontrak rumah 0,0356 persen; rak piring 0,0081 persen; sewa rumah 0,0076 persen; pengharum/pelembut cucian 0,0029 persen; dan gelas minum 0,0018 persen.
4. Sandang
Indeks kelompok sandang pada bulan Mei 2016 adalah 116,15 dan bulan sebelumnya 116,01 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,12 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, yaitu sub kelompok barang pribadi dan sandang lain 0,20 persen; sub kelompok sandang anak-anak 0,17persen; dan sub kelompok sandang wanita 0,01 persen. Sedangkan sub kelompok sandang laki laki tidak mengalami perubahan indeks persen.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,01 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: emas perhiasan 0,0053 persen; jam tangan 0,0040 persen; serta baju kaos berkerah dan kemeja pendek masing masing 0,0008 persen. 5. Kesehatan
Indeks kelompok kesehatan pada bulan Mei 2016 adalah 117,13 dan bulan sebelumnya 116,90 sehingga mengalami inflasi 0,20 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks/inflasi, yaitu sub kelompok obat-obatan 0,48 persen; dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,32 persen. Sedangkan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu sub kelompok jasa kesehatan dan sub kelompok jasa perawatan jasmani.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,01 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: vitamin 0,0030 persen; pasta gigi dan shampo masing masing 0,0021 persen; serta hand body lotion 0,0011 persen.
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga pada bulan Mei 2016 adalah sebesar 109,30 dan bulan sebelumnya sebesar 109,30 sehingga mengalami tidak mengalami perubahan indeks dan tidak memberikan sumbangan inflasi.
7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan
Indeks kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan pada bulan Mei 2016 mencapai 118,58 dan bulan sebelumnya 118,80 sehingga kelompok ini mengalami deflasi 0,19 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, hanya satu sub kelompok mengalami deflasi, yaitu: sub kelompok transpor 0,32 persen. Sedangkan tiga sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeksi, yaitu sub kelompok komunikasi dan pengiriman; sub kelompok sarana dan penunjang transpor; dan sub kelompok jasa keuangan.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi 0,04 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok pengeluaran ini adalah: angkutan dalam kota 0,0491 persen; angkutan antar kota 0,0236 persen; bensin 0,0111 persen; tarip taxi 0,0080 persen; dan tarip kereta api 0,0002 persen.
Tabel 3
Indeks Harga Konsumen DKI Jakarta Bulan April dan Mei 2016, Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi Mei 2016 (2012 =100)
Kelompok/Sub Kelompok DKI Jakarta Indeks April 2016 Indeks Mei 2016 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 123.41 123,65 0,19 0.19 I. BAHAN MAKANAN 140.27 141,79 1,08 0.17
a. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya 138.66 138,17 -0,35 -0,01
b. Daging dan Hasil-hasilnya 125.84 135,85 7,95 0,16
c. Ikan Segar 135.32 134,10 -0,90 -0,02
d. Ikan Diawetkan 140.22 140,10 -0,09 0,00
e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 128.01 129,56 1,21 0,02
f. Sayur-sayuran 163.30 165,26 1,20 0,02
g. Kacang-kacangan 132.16 131,27 -0,67 0,00
h. Buah-buahan 160.29 160,50 0,13 0,00
i. Bumbu-bumbuan 176.62 175,08 -0,87 -0,01
j. Lemak dan Minyak 114.19 116,46 1,99 0,01
k. Bahan Makanan Lainnya 119.77 119,44 -0,28 0,00
II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 134.99 135,26 0,20 0.03
a. Makanan Jadi 141.21 141,34 0,09 0.01
b. Minuman Tidak Beralkohol 120.62 121,47 0,70 0.02
c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 131.60 131,60 0,00 0.00
III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR 120.95 121,00 0,04 0.01
a. Biaya Tempat Tinggal 113.50 113,94 0,39 0.04
b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 137.71 136,58 -0,82 -0.05
c. Perlengkapan Rumahtangga 118.63 119,12 0,41 0.01 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 122.44 122,58 0,11 0.01 IV. SANDANG 116.01 116,15 0,12 0.01 a. SandangLaki-Laki 116.11 116,11 0,00 0.00 b. Sandang Wanita 114.99 115,00 0,01 0.00 c. Sandang Anak-Anak 107.11 107,29 0,17 0.00
d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 119.27 119,51 0,20 0.01
V. KESEHATAN 116.90 117,13 0,20 0.01
a. Jasa Kesehatan 108.21 108,21 0,00 0.00
b. Obat-obatan 111.84 112,38 0,48 0.00
c. Jasa Perawatan Jasmani 131.34 131,34 0,00 0.00
d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 124.80 125,20 0,32 0.01
VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 109.30 109,30 0,00 0.00
a. Pendidikan 112.70 112,70 0,00 0.00
b. Kursus-kursus/Pelatihan 102.94 102,94 0,00 0.00
c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 104.66 104,66 0,00 0.00
d. Rekreasi 107.75 107,75 0,00 0.00
e. Olahraga 104.92 104,92 0,00 0.00
VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 118.80 118,58 -0,19 -0.04
a. Transpor 133.14 132,72 -0,32 -0.04
b. Komunikasi dan Pengiriman 99.75 99,75 0,00 0.00
c. Sarana dan PenunjangTranspor 111.56 111,56 0,00 0.00
PERBANDINGAN INFLASI DKI JAKARTA DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA BULAN MEI 2016
Pada bulan Mei 2016, dari 82 kota yang diteliti 67 kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kota Pontianak 1,67 persen dan kota yang mengalami inflasi terendah adalah Kota Singaraja dan Kota Palangkaraya 0,02 persen. Kota Jakarta menempati urutan 40 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.
Tabel 4
Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi, Mei 2016 untuk 82 Kota
No Kota Pering kat IHK Mei 2016 Mei 2016 Inflasi No Kota Pering kat IHK Mei 2016 Mei 2016 Inflasi
(1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)
1 MEULABOH 23 122,49 0,39 42 KEDIRI 56 120,87 0,12
2 BANDA ACEH 11 116,30 0,73 43 MALANG 44 123,39 0,15
3 LHOKSEUMAWE 37 118,09 0,25 44 PROBOLINGGO 45 121,52 0,15
4 SIBOLGA - 123,71 -0,47 45 MADIUN 63 120,74 0,06
5 PEMATANG SIANTAR 8 127,24 0,82 46 SURABAYA 49 122,65 0,13
6 MEDAN 19 126,42 0,44 47 TANGERANG 46 130,39 0,15 7 PADANGSIDIMPUAN 28 121,04 0,31 48 CILEGON 18 126,88 0,45 8 PADANG - 127,25 -0,37 49 SERANG 7 130,36 0,88 9 BUKITTINGGI - 120,68 -0,34 50 SINGARAJA 66 131,16 0,02 10 TEMBILAHAN 52 127,17 0,12 51 DENPASAR 58 120,21 0,11 11 PEKANBARU 39 121,89 0,23 52 MATARAM - 121,58 -0,18 12 DUMAI 61 123,51 0,06 53 BIMA - 126,09 -0,71 13 BUNGO - 120,13 -0,91 54 MAUMERE - 117,15 -0,01 14 JAMBI 5 122,09 0,89 55 KUPANG 12 126,63 0,70 15 PALEMBANG 14 121,62 0,66 56 PONTIANAK 1 132,06 1,67 16 LUBUKLINGGAU 25 120,77 0,33 57 SINGKAWANG 22 123,16 0,41 17 BENGKULU 6 129,23 0,88 58 SAMPIT 21 123,79 0,42
18 BANDAR LAMPUNG 62 123,34 0,06 59 PALANGKARAYA 67 120,37 0,02
19 METRO - 130,75 -0,02 60 TANJUNG - 123,93 -0,19
20 TANJUNG PANDAN 4 128,44 1,30 61 BANJARMASIN 30 123,21 0,30
21 PANGKAL PINANG - 124,41 -0,11 62 BALIKPAPAN 50 126,33 0,13
22 BATAM - 121,80 -0,07 63 SAMARINDA 64 126,22 0,05
23 TANJUNG PINANG 57 122,61 0,11 64 TARAKAN 17 133,74 0,57
24 DKI JAKARTA 40 123,65 0,19 65 MANADO 48 123,01 0,14
25 BOGOR 24 123,03 0,37 66 PALU 9 124,75 0,80 26 SUKABUMI 31 122,36 0,29 67 BULUKUMBA 32 127,02 0,29 27 BANDUNG 38 122,50 0,24 68 WATAMPONE 34 118,39 0,28 28 CIREBON 35 119,43 0,27 69 MAKASSAR - 123,79 -0,10 29 BEKASI 59 120,05 0,09 70 PARE-PARE 15 119,91 0,65 30 DEPOK 27 121,89 0,32 71 PALOPO - 120,68 -0,39 31 TASIKMALAYA 20 122,15 0,44 72 KENDARI 47 119,61 0,15 32 CILACAP 42 125,03 0,15 73 BAU-BAU 3 127,82 1,44 33 PURWOKERTO 53 120,90 0,12 74 GORONTALO 36 120,42 0,26 34 KUDUS 41 128,56 0,16 75 MAMUJU 51 122,28 0,13 35 SURAKARTA 65 120,64 0,04 76 AMBON 2 122,65 1,64 36 SEMARANG 54 121,89 0,12 77 TUAL - 135,28 -0,60 37 TEGAL 26 119,76 0,33 78 TERNATE 33 128,08 0,29 38 YOGYAKARTA 60 120,91 0,08 79 MANOKWARI 16 116,63 0,64 39 JEMBER 43 120,61 0,15 80 SORONG - 122,83 -0,92 40 BANYUWANGI 55 120,59 0,12 81 MERAUKE 10 128,16 0,74 41 SUMENEP 29 120,70 0,31 82 JAYAPURA 13 125,55 0,70
PENJELASAN TEKNIS
Inflasi
adalah kenaikan harga barang dan jasa (komoditi) yang terjadi secara umum, dimanabarang dan jasa tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Inflasi dinyatakan dalam persen (%). Sebaliknya jika terjadi penurunan harga disebut dengan deflasi. Inflasi dihitung berdasarkan persentase perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK)
Indeks Harga Konsumen (IHK)
adalah angka indeks yang dipergunakan untukmengukur inflasi 82 kota di Indonesia. Tahun dasar (base year) IHK yang dipergunakan adalah tahun 2012 berdasarkan hasil Survei Biaya Hidup tahun 2012. Data yang dipergunakan untuk menghitung IHK ini berasal dari pencacahan mingguan dan bulanan barang dan jasa yang dilaksanakan oleh aparat BPS (Badan Pusat Statistik). Jumlah komoditi yang dicacah sekitar 225-462 komoditi yang
tergabung dalam 7 (tujuh) kelompok pengeluaran masyarakat, yaitu (1). Bahan makanan; (2). Makanan jadi, Minuman, rokok dan tembakau; (3). Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar;
(4). Sandang; (5). Kesehatan; (6) pendidikan, rekreasi dan olahraga; (7). Transport, komunikasi dan jasa keuangan. Khusus di DKI Jakarta, pasar yang ditetapkan sebagai lokasi pencacahan harga adalah 10 (sepuluh) Pasar Tradisional, 10 (sepuluh) Pasar Modern/Swalayan, 12 Pasar Survei Beras dan 4 (empat) Departemen Store.
Tingkat inflasi
adalah besaran inflasi (dalam %) yang dihitung berdasarkan persentaseperubahan IHK. Rumus penghitungan inflasi adalah sebagai berikut :
a. Inflasi Bulanan
IHK
n- IHK
(n-1)I
n= x 100 %
IHK
(n-1)b. Inflasi Tahunan
IHK
Des tahun n- IHK
Des tahun n-1I
n= x 100 %
IHK
Des tahun n-1IHK
n=
Inflasi year on year (y-o-y) adalah besaran inflasi yang dihitung dari selisih relative IHK bulan yang sama tahun ini terhadap tahun sebelumnya. Tingkat inflasi bulanan adalah inflasi yang dihitung dari selisih relative antara IHK bulan ini terhadap bulan sebelumnya. Perhitungan diatas berlaku untuk komoditi, sub kelompok komoditi maupun kelompok komoditi.
IHKn : Indeks Harga Konsumen bulan ke n
Pn : Harga bulan ke n
P(n-1) : Harga bulan ke (n-1)
Po : Harga Tahun dasar
Qo : Kuantum tahun dasar
Po Qo : Nilai konsumsi pada tahun dasar P(n-1)Qo : Nilai Konsumsi bulan ke (n-1)
Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Dody Rudyanto, M.M. Kepala Bidang Statistik Distribusi Telepon : 021-31928493, Pesawat 500 Fax : 021-3152004
e-mail : [email protected]
Homepage : http://jakarta.bps.go.id/