RENCANA
KINERJA
TAHUNAN
2020
KANTOR KESEHATAN PELABUHAN
KELAS III DUMAI
DIREKTORAT JENDERAL
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
TAHUN 2020
i | P a g e DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Dasar Hukum ... 2 1.3. Tujuan ... 3 1.4. Organisasi ... 3
BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RKT TAHUN LALU ... 6
BAB III RENCANA KERJA TAHUN 2020 ... 11
1 | P a g e
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Periode tahun 2020-2024 merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, sehingga merupakan periode pembangunan jangka menengah yang sangat penting dan strategis. RPJMN 2020-2024 akan memengaruhi pencapaian target pembangunan dalam RPJPN, di mana pendapatan perkapita Indonesia akan mencapai tingkat kesejahteraan setara dengan negara-negara berpenghasilan menengah atas (Upper-Middle Income Country) yang memiliki kondisi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik.
Sejalan dengan Visi Presiden Republik Indonesia Tahun 2020-2024 yaitu Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong - Royong, dimana peningkatan kualitas manusia Indonesia menjadi prioritas utama dengan dukungan pembangunan kesehatan yang terarah, terukur, merata dan berkeadilan. Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat tersebut, dibutuhkan program kesehatan yang bersifat preventif dan promotif salah satunya adalah Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). berbagai kegiatan dilakukan untuk mendukung pencegahan dan pengendalian penyakit, di pintu masuk negara dilakukan upaya kekarantinaan.Undang undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa Kementerian/Lembaga menyusun Rencana Strategi (Renstra).
Selanjutnya merujuk kepada Keputusan Menteri Kesehatan nomor 21 tahun 2020 tentang Rencana Strategik Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024 bahwa tingkat Eselon I menjabarkan dalam Rencana Aksi Program (RAP) dan Eselon II atau satuan kerja menjabarkan Rencana Aksi Kegiatan (RAK). Setelah tersusunnya Renstra Kementerian KesehatanTahun 2020-20205, selanjutnya untuk melaksanakan Program dan Kegiatan pembangunan kesehatan maka unit utama (eselon I) menyusun Rencana Aksi Program (RAP) dan masing masing eselon II dan/atau Satuan Kerja (Satker) menyusun Rencana Aksi Kegiatan (RAK) dengan periode waktu yang sama tahun 2020-2024, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Kemudian untuk
2 | P a g e
menjabarkan dan memperinci kegiatan per tahunnya, maka dibuatlah Rencana Kinerja Tahunan (RKT) yang merupakan turunan dari RAK. RKT menjelaskan evaluasi kegiatan tahun sebelumnya dan rencana kerja tahun berjalan yang memuat Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai.
1.2. Dasar Hukum
1. International Health Regulation (IHR) revisi tahun 2005.
2. Undang-undang Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. 3. Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. 4. Undang-undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.
5. Undang-undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan. 6. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
7. Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Aparatur Sipil Negara 8. Undang-undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.
9. Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular.
10. Peraturan Presiden Nomor 30 tahun 2011 tentang Pengendalian Zoonosis. 11. Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, tentang Peraturan Disiplin Pegawai
Negeri Sipil.
13. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara.
14. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2348/MENKES/PER/XI/
2011 Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
356/MENKES/PER/IV/ 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan.
15. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2014 Tentang Penanggulangan Penyakit Menular.
16. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua dan Pemandian Umum.
17. Kepmenkes Nomor 907 tahun 2002 tentang Syarat-Syarat Pengawasan Kualitas Air Minum.
18. Kepmenkes No. 715 tahun 2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasa Boga. 19. Kepmenkes No. 1098 tahun 2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah
3 | P a g e
20. Peraturan Badan Kepegawaian Negara No.24 tahun 2017 tentang tata cara pemberian cuti pegawai Negeri sipil.
1.3. Tujuan
Tujuannya dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian : 1. Tujuan Umum
Mewujudkan pelabuhan sehat melalui upaya pencegahan masuk dan keluarnya penyakit potensial wabah serta pengendalian faktor risiko penyakit yang disebakan oleh angkutan dan lingkungan pelabuhan
2. Tujuan Khusus
a. Mencegah masuk dan keluarnya penyakit potensial wabah
b. Meningkatkan sistem kewaspadaan dini (KLB) penyakit menular & penyakit menular potensial wabah
c. Mengendalikan faktor risiko angkut beserta muatannya. d. Mengendalikan faktor risiko lingkungan pelabuhan/ bandara
e. Melindungi masyarakat pelabuhan dari resiko penular penyakit akibat lingkungan tidak sehat
f. Memberdayakan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.
g. Memberikan pelayanan kesehatan terbatas di Lingkungan pelabuhan laut/bandara.
h. Meningkatan dukungan manajement dalam pelaksanaan tugas 1.4. Organisasi
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 2348/Menkes/Per/XI/2011 tentang Perubahan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 356/Menkes/Per/IV/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan masuk dalam klasifikasi Kelas III, yang terdiri dari :
a. Sub Bagian Tata Usaha
b. Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi
c. Seksi Pengendalian Risiko Lingkungan dan Kesehatan Lintas Wilayah d. Instalasi Laboratorium
e. Wilayah Kerja
4 | P a g e
STRUKTUR ORGANISASI KKP KELAS III DUMAI
Dalam pelaksanaan kegiatan sebagai upaya mencapai indikator tersebut di atas, berdasarkan UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih, Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme perlu ditumbuh kembangkan rasa tanggung jawab bagi penyelenggara Negara sesuai azas akuntabilitas bahwa kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara harus dapat dipertanggung- jawabkan kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
Berdasarkan Intruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah, bahwa prinsip akuntabilitas wajib dilaksanakan oleh
Kementerian/Lembaga, Lembaga Non Departemen, Kepolisian, Perangkat Pemerintah Pusat dan daerah dan lembaga-lembaga lain yang dibiayai dari anggaran negara. Azas akuntabilitas ini dilaksanakan agar kegiatan yang dilaksanakan oleh penyelengara negara dapat dipertanggung jawabkan.
INSTALASI INSTALASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL WILKER WILKER KEPALA KANTOR H. EFRIZON, SKM
KEPALA SUBBAGIAN TATA USAHA
AZUAR NAZAR, SE, M.Si
KASIE PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN DAN KESEHATAN LINTAS WILAYAH
ABDI CANDRA, SKM, M.Si KASIE PENGENDALIAN KARANTINA DAN
SURVEILANS EPIDEMIOLOGI SUPRAPTO, SKM, M.Si
5 | P a g e
Laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran negara. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berkewajiban menyusun Laporan Kinerja. Laporan Kinerja ini disusun dengan mengacu Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
6 | P a g e
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RKT TAHUN LALU
Rencana Kinerja Tahunan merupakan proses penetapan kegiatan tahunan dan indikator kinerja berdasarkan program, kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis. Rencana Kinerja Tahunan KKP Kelas III Dumai Tahun 2020 disusun berdasarkan kegiatan dan sasaran beserta target indikator sasaran Tahun 2019 sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Aksi Kegiatan KKP Kelas III Dumai Tahun 2020-2024. Capaian realisasi atas pelaksanaan Rencana Kinerja Tahunan KKP Kelas III Dumai Tahun 2019 adalah sebagai berikut :
Rincian Capaian Kinerja KKP Kelas III Dumai Tahun 2019
No Sasaran
Program/ Kegiatan
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
(%) 1 2 3 4 5 6 1 Kabupaten/Kota yang melakukan pemantauan kasus penyakit berpotensi kejadian luar biasa (KLB) dan melakukan respon penanggulangan terhadap sinyal KLB untuk mencegah terjadinya KLB
1 Jumlah alat angkut
sesuai dengan standar kekarantinaan kesehatan 22.000 Sertifikat 28.397 Sertifikat 129,08 a. Pengawasan Alat Angkut (Kedatangan dan Keberangkatan Kapal) dalam rangka penerbitan Port Health Quarantine Clearance 21.100 Dokumen 27.271 Dokumen 129,25 b. Penerbitan Sertifikat Ship Sanitation Certificate (SSCEC/SSCC) 900 Setifikat 1.126 Sertifikat 125,11 2 Persentase respon sinyal kewaspadaan dini (SKD), KLB dan bencana di wilayah layanan KKP 95 % 95 % 100 a. Penyelidikan Epidemiologi Kasus Positif Malaria 1 Kegiatan 1 Kegiatan 100
3 Jumlah deteksi dini dalam rangka cegah tangkal masuk dan keluarnya penyakit 15.000 Sertifikat 23.166 Sertifikat 154,44 a. Pemeriksaan Kapal dalam Karantina dalam rangka penerbitan Certificate of Pratique (CoP) 4.500 Dokumen 4.811 Dokumen 106,91
7 | P a g e b. Surveilans Rutin 10.500 Laporan 18.355 Laporan 174,81 4 Jumlah pelayanan kesehatan pada situasi khusus 24 Layanan 24 Layanan 100 a. Pelayanan kesehatan posko tahun baru
8 layanan 8 layanan 100
b. Pelayanan kesehatan posko lebaran idul fitri
8 layanan 8 layanan 100 c. Pelayanan posko natal 8 layanan 8 layanan 100 5 Jumlah pelabuhan/bandara/P LBD yang mempunyai kebijakan kesiapsiagaan dalam penanggulangan kedaruratan kesehatan yang berpotensi wabah 1 Pelabuhan 1 Pelabuhan 100 a. Penyusunan Rencana Kontijensi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat di Pelabuhan/ Bandara 1 1 100 6 Jumlah sertifikat/ Surat Izin layanan kesehatan lintas wilayah yang diterbitkan 3.000 Sertifikat 2.791 Sertifikat 93,03 a. Penerbitan Dokumen ICV 2.984 Dokumen 2.727 Dokumen 91,39 b. Penerbitan Izin Angkut Orang Sakit
2 Dokumen 40 Dokumen 200
c. Sertifikat Izin Angkut Jenazah
2 Dokumen 7 Dokumen 350
d. Sertifikat Ijin Laik Terbang 12 Dokumen 17 Dokumen 141,67 7. Jumlah pelabuhan/bandara/P LBD yang memenuhi syarat-syarat sanitasi 8 Pelabuhan 8 Pelabuhan 100 2. Meningkatnya pencegahan dan pengendalian penyakit tular vector dan zoonotik 8 Jumlah pelabuhan/bandara/P LBD bebas vektor pada wilayah
perimeter dan buffer area
8 | P a g e
3. Menurunnya
penyakit menular langsung
9 Jumlah orang yang
melakukan skrining penyakit menular langsung
700 Orang 1.277 Orang 182,43
a Skrining HIV 300 orang 697 orang 232,33
b Deteksi Dini terduga TB 400 orang 580 0rang 145 4. Meningkatnya dukungan manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknik Lainnya pada program pencegahan dan pengendalian penyakit 10 Jumlah dokumen dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya
40 Dokumen 40 Dokumen 110
A RKAKL / DIPA 2 Dokumen 2 Dokumen 300
B Laporan keuangan 2 Laporan 2 Dokumen 100
C Laporan BMN 2 Laporan 2 Dokumen 100
D Emonev DJA 12 Laporan 12 Dokumen 100
E Emonev Bappenas 4 Laporan 4 Dokumen 100
F LAKIP 1 Laporan 1 Dokumen 100
G Laporan Tahunan 1 Laporan 1 Dokumen 100
H Laporan Profil 1 Laporan 1 Dokumen 100
I Laporan Eksekutif Bulanan
12 Laporan 12 Dokumen 100
J Proposal PNBP 1 Dokumen 1 Dokumen 100
K Laporan Kepegawaian 2 Dokumen 2 Dokumen 100 11 Jumlah peningkatan kapasitas SDM bidang P2P 2 Pelatihan 2 Pelatihan 100 12 Jumlah pengadaan sarana prasarana 25 Unit 25 Unit 100
Rata-rata Capaian Kinerja 113,25
KKP Kelas III Dumai telah melakukan upaya yang optimal dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dalam rangka pencapaian target indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja tahun 2019.
9 | P a g e
Target dan Realisasi Anggaran per Output Kegiatan KKP Kelas III Dumai Tahun Anggaran 2019
1 Kabupaten/kota yang melakukan Rp 116.835.000 Rp 116.801.500 99,97
pemantauan kasus penyakit Rp 16.355.000 Rp 16.350.500 99,97
berpotensi kejadian luar biasa (KLB) 2058.007.U01.100.A Rp 28.320.000 Rp 28.291.000 99,90
dan melakukan respon 2058.007.U05.100 A Rp 44.880.000 Rp 44.880.000 100,00
penanggulangan terhadap sinyal 2058.007.U08.100 A Rp 27.280.000 Rp 27.280.000 100,00
KLB untuk mencegah terjadinya Rp 2.900.000 Rp 2.900.000 100,00
KLB Rp 1.520.000 Rp 1.520.000 100,00 2058.004.004.055.A Rp 1.380.000 Rp 1.380.000 100,00 1.185.748.000 Rp Rp 1.179.009.902 99,43 28.544.000 Rp Rp 28.477.000 99,77 2058.007.003.058.A Rp 228.400.000 Rp 227.650.402 99,67 2058.007.003.061.A Rp 40.606.000 Rp 40.497.800 99,73 2058.007.003.063.A - CRp 86.348.000 Rp 84.211.500 97,53 2058.007.003.064.A Rp 91.992.000 Rp 91.156.200 99,09 2058.007.003.067.A Rp 156.600.000 Rp 155.105.000 99,05 2058.007.003.069.A Rp 48.300.000 Rp 48.300.000 100,00 2058.007.003.071.A Rp 3.587.000 Rp 3.586.000 99,97 2058.007.003.071.B Rp 3.500.000 Rp 3.300.000 94,29 2058.007.003.071.F Rp 1.960.000 Rp 1.960.000 100,00 2058.007.003.071.H Rp 41.600.000 Rp 41.360.000 99,42 2058.007.U02.100 Rp 453.750.000 Rp 452.845.000 99,80 2058.007.U03.100 Rp 561.000 Rp 561.000 100,00 59.394.000 Rp Rp 49.925.600 84,06 59.394.000 Rp Rp 49.925.600 84,06 29.900.000 Rp Rp 28.612.000 95,69 450.000 Rp Rp - 0,00 2058.007.003.066.A Rp 450.000 Rp - 0,00 2058.007.003.071.E Rp 29.000.000 Rp 28.612.000 98,66 63.470.000 Rp Rp 62.108.354 97,85 56.605.000 Rp Rp 55.243.354 97,59 2058.004.U02.100.A Rp 6.105.000 Rp 6.105.000 100,00 2058.007.003.071.C Rp 760.000 Rp 760.000 100,00 Alokasi Anggaran
6 Jumlah pelayanan kesehatan pada situasi khusus
2058.004.004.058.A 5 Jumlah sertifikat/surat ijin layanan kesehatan lintas wilayah
yang diterbitkan 2058.007.003.065.A
4 Jumlah pelabuhan/bandara/PLBD yang mempunyai kebijakan kesiapsiagaan dalam penanggulangan kedaruratan kesehatan
masyarakat yang berpotensi wabah 2058.007.003.051.A 3. Jumlah deteksi dini dalam rangka cegah tangkal masuk dan
keluarnya penyakit 2058.007.003.056.A
2058.007.003.071.G
2. Persentase respon Sinyal Kewaspadaan Dini (SKD), KLB dan
bencana di wilayah layanan KKP 2058.004.004.052.A
No Sasaran Indikator Kinerja Kegiatan Kode Anggaran Realisasi Capaian
(%) 1. Jumlah alat angkut sesuai dengan standar kekarantinaan
10 | P a g e
Perbandingan Target dan Realisasi Anggaran per Output Kegiatan KKP Kelas III Dumai Tahun Anggaran 2019
Kode Uraian Kegiatan/Output Pagu Realisasi %
2058 Surveilans dan Karantina Kesehatan
1.563.479.000 1.541.021.705 98,56
004 Layanan kewaspadaan dini
penyakit berpotensi KLB
65.610.000 64.248.354 97,92
007 Layanan kekarantinaan
kesehatan
1.497.869.000 1.476.773.351 98,59
2059 Pencegahan dan pengendalian penyakit tular vektor dan zoonotik
433.900.000 417.075.222 96,12
005 Layanan capaian eliminasi
malaria
69.502.000 65.321.240 93,98
009 Layanan pengendalian vektor dan
binatang pembawa penyakit
364.398.000 351.753.982 96,53
2060 Pencegahan dan pengendalian penyakit menular langsung
158.980.000 157.675.000 99,18
500 Layanan pencegahan dan pengendalian penyakit HIV AIDS
76.480.000 76.345.000 99,82
502 Layanan pengendalian penyakit TBC
82.500.000 81.330.000 98,58
2063 Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada program P2P
10.670.290.00 0
10.490.072.29 8
98,31
951 Layanan sarana dan prasarana internal
1.572.800.000 1.558.702.025 99,10
970 Layanan dukungan manajemen satker
1.064.116.000 1.035.367.152 97,30
994 Layanan perkantoran 8.033.374.000 7.896.003.121 98,29
Realisasi anggaran KKP Kelas III Dumai atas pelaksanaan kegiatan selama tahun 2019 adalah sebesar Rp. 12.605.285.491,- atau sebesar 98,27% dari total pagu anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.12.826.649.000,-. Dengan persentase realisasi tertinggi berada di output Pencegahan dan pengendalian penyakit menular langsung sebesar 99,18% dan persentase realisasi terendah pada output pencegahan dan pengendalian penyakit tular vektor dan zoonotik sebesar 96,12%. Namun secara keseluruhan realisasi anggaran KKP Kelas III Dumai tahun 2019 telah melewati target realisasi anggaran minimal yang ditetapkan Ditjen P2P yaitu 95%.
11 | P a g e
BAB III
RENCANA KERJA TAHUN 2020
Kementerian Negara/Lembaga : Kementerian Kesehatan RI
Unit Organisasi : KKP Kelas III Dumai
Program : Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Sasaran Program : Menurunnya Penyakit Menular dan Penyakit Tidak
Menular serta Meningkatnya Kesehatan Jiwa Indikator Kinerja Program
Kegiatan
Sasaran Kegiatan
:
:
:
1. Persentase orang dengan HIV-AIDS yang menjalani terapi ARV (ODHA on ART)
2. Cakupan penemuan dan pengobatan TBC (TBC Treatment Covarage)
3. Jumlah Kabupaten/kota yang mencapai
eliminasi malaria
4. Jumlah Kabupaten/kota dengan eliminasi kusta 5. Jumlah Kabupaten/kota endemis filariasis yang
mencapai eliminasi
6. Jumlah Kabupaten/Kota dengan paling kurang 40% Puskesmas yang menyelenggarakan Upaya Berhenti Merokok (UBM)
7. Jumlah Kabupaten/kota yang memiliki cakupan deteksi dini faktor risiko PTM paling kurang 80%
8. Persentase Kabupaten/kota yang mencapai 80% imunisasi dasar lengkap anak usia 0-11 bulan
9. Orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ berat yang mendapatkan pelayanan sesuai standar
1. Dukungan Pelayanan Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah
2. Layanan Dukungan Manajemen Satker
1. Meningkatnya pelayanan kekarantinaan di pintu masuk negara dan wilayah
2. Meningkatnya Dukungan Manajemen dan pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pencegahan Pengendalian Penyakit.
12 | P a g e
Sasaran Kegiatan (Output) dan Pendanaan Tahun 2020
NO SASARAN NO INDIKATOR TARGET
2020
1. Meningkatnya pelayanan
kekarantinaan dipintu masuk negara dan wilayah
1. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan
3.018.297
2. Persentase faktor risiko yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan
90%
3. Indeks pengendalian faktor risiko di pintu masuk negara
85%
4. Nilai kinerja anggaran 80
5. Persentase tingkat kepatuhan penyampaian Laporan keuangan
80%
6. Kinerja implementasi WBK satker 70
7. Persentase peningkatan
kapasitas ASN sebanyak 20 JPL
45%
NO OUTPUT/SUBOUTPUT RKAKL TARGET ANGGARAN
(1) (2) (3) (4)
1. Layanan dukungan manajemen
satker
1 Layanan Rp. 1.089.311.000
2. Layanan perkantoran 1 Layanan Rp. 8.068.162.000
3. Layanan pengendalian faktor risiko lingkungan
1 Layanan Rp. 46.730.000
4. Layanan pengendalian faktor risiko pada situasi khusus
1 Layanan Rp. 321.150.000
5. Layanan pengendalian faktor risiko pada alat angkut, orang, barang
1 Layanan Rp. 114.687.000
6. Layanan Kekarantinaan Kesehatan
Untuk Penerbitan SSCC/SSCEC
59 Layanan Rp. 7.170.000
7. Layanan Kekarantinaan Kesehatan
dalam Rangka Penerbitan COP (certificate of pratique)
825 Layanan Rp. 149.400.000
8. Layanan kekarantinaan dalam rangka
penerbitan PHQC(Port Health Quarantine Clearence)
130 Layanan Rp. 19.500.000
13 | P a g e
NO OUTPUT/SUBOUTPUT RKAKL TARGET ANGGARAN
(1) (2) (3) (4)
10. Layanan Kesehatan Pada Situasi Khusus
17 Layanan Rp. 24.735.000
11. Layanan pengendalian vektor DBD 16 Layanan Rp. 16.976.000
12. Layanan Survei Vektor PES 48 Layanan Rp. 123.504.000
13. Layanan Pengendalian Vektor Diare 10 Layanan Rp. 4.330.000
14. Layanan Survei Vektor DBD 284 Layanan Rp. 90.880.000
15. Layanan Survei Vektor Malaria 10 Layanan Rp. 16.730.000
16. Layanan Survei Vektor Diare 36 Layanan Rp. 11.520.000
17. Layanan Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit HIV AIDS
5 Layanan Rp. 15.125.000
18. Layanan deteksi dini terduga TBC wilayah kerja KKP
10 Layanan Rp. 45.550.000
No Kegiatan Anggaran
1. Dukungan Pelayanan Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara
dan Wilayah
Rp. 1.009.987.000,-
2. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis
Lainnya pada Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Rp. 9.157.473.000,-
14 | P a g e
BAB IV PENUTUP
Rencana Kinerja Tahunan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai ini disusun untuk dijadikan acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian/evaluasi terhadap upaya KKP Kelas III Dumai untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Dengan demikian, KKP Kelas III Dumai mempunyai target kinerja yang telah ditetapkan akan dilaporkan setiap bulannya dan dievaluasi setiap triwulan dan semester pada tahun bersangkutan.
Jika di kemudian hari diperlukan adanya perubahan/revisi pada Rencana Kinerja Kegiatan Kantor Kesehatan Kelas III Dumai tahun 2020, maka akan dilakukan penyempurnaan sebagaimana mestinya.