•
Aturan DMO Bakal Memangkas Penghasilan Emiten Batubara.
•
WTON Raih Kontrak Baru Rp629 Miliar di Januari 2018.
•
WSKT Garap 15 Proyek Strategis Nasional.
•
BJTM Proyeksi Dividen Laba 2017 Lebih Tinggi.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
M
enjelang libur panjang akhir
pekan
ini
perdagangan
berlangsung lebih sepi dibandingkan
hari-hari sebelumnya. IHSG berhasil
menguat terbatas tutup di 6594,401
atau menguat 16,223 poin (0,25%),
menandai penguatan untuk tiga hari
berturut-turut. Nilai transaksi di
Pasar Reguler kemarin mencapai
Rp5,77 triliun turun dibandingkan
rata-rata harian pekan lalu yang
mencapai Rp7,62 triliun. Aksi beli
selektif yang mengangkat IHSG
kemarin terutama melanda saham
tambang dan energi. Penguatan
IHSG
kemarin
seiring
dengan
pergerakan positif di bursa Wall
Street malam sebelumnya yang
berimbas pada perdagangan di Pasar
Asia kemarin. Indeks The MSCI Asia Pacific kemarin menguat 0,8%.
Sementara Wall
Street
tadi
malam
berhasil
melanjutkan
penguatannya untuk hari keempat berturut-turut setelah sempat koreksi di sesi
awal menyusul data inflasi Januari yang di atas ekspektasi. Indeks DJIA dan S&P
masing-masing menguat 1,03% dan 1,34% di 24893,49 dan 2698,63. Indeks
Nasdaq menguat 1,86% di 7143,62. Penguatan pasar saham Wall Street tadi
malam terjadi di tengah kenaikan inflasi Januari 2018 yang mencapai 0,5%
(mom) di atas perkiraan 0,3% (mom). Kenaikan inflasi ini memicu pelemahan
lanjutan mata uang dolar AS dan kenaikan yield obligasi AS 10 yr yang mencapai
2,91%. Sebelumnya kenaikan inflasi diperkirakan akan memicu percepatan
kenaikan bunga di AS. Seiring dengan pelemahan dolar AS sejumlah harga
komoditas energi dan logam kembali menguat tadi malam. Harga minyak
mentah naik 2,7% di USD60,78/barel. Harga nikel di LME naik 4,2% di
USD13997,5/MT.
Redahnya resiko pasar saham global tadi malam dan kenaikan harga
sejumlah komoditas berpeluang mengangkat kembali IHSG pada perdagangan
akhir pekan ini sebelum libur menyambut Lunar New Year. Namun transaksi
diperkirakan menipis mengingat banyak pelaku pasar mengurangi transaksi
menjelang libur. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 6560 hingga
resisten di 6630. Saham sektoral berbasiskan komoditas berpeluang menjadi
penopang penguatan IHSG. Selain sentimen harga komoditas, pasar juga akan
merespon data ekspor impor Indonesia perioe Januari yang diperkirakan
mencatatkan neraca perdagangan surplus USD0,70 miliar setelah Desember
2017 lalu defisit USD0,27 miliar.
S1 6560 S2 6530 R1 6630 R2 6670
IHSG 6,594.40
Change 16.22
Change (%) 0.25 Change (%/ytd) 3.76 Total Value (IDR triliun) 8.104 Total Volume (miliar saham) 11.533 Net Foreign Buy (IDR miliar) (526.379) Up: 206 Down: 152 Unchange: 134
Top Gainers IDR % Chg
MYTX 216 28.57% 48
ISSP 155 20.16% 26
TRUS 346 20.14% 58
HOKI-W 95 17.28% 14
FORU 210 16.67% 30
Top Losers IDR % Chg
YPAS 610 24.22% 195
AKPI 675 15.63% 125
INCF 176 12.00% 24
RIMO 157 10.80% 19
BACA-W 153 10.00% 17
Top Value IDR % (miliar)
PGAS 2,500 5.93% 522.880
BBCA 23,700 0.42% 357.980
BBRI 3,860 0.52% 261.050
TLKM 4,040 0.00% 255.120
ASII 8,375 1.21% 200.440
Top Volume IDR % (juta)
MYRX 152 4.40% 809.519 RIMO 157 10.80% 749.175 TRAM 340 0.00% 530.061 BUMI 324 1.82% 509.133 BKSL 206 3.00% 357.948 Index Last Chg % DJIA 24893.49 253.04 1.03 S&P 500 2698.63 35.69 1.34 FTSE 100 7213.97 45.96 0.64 CAC 40 5165.26 56.02 1.10 DAX 12339.16 142.66 1.17 NIKKEI 225 21154.17 (90.51) (0.43) HANGSENG 30515.60 676.07 2.27 STI 3402.86 (12.21) (0.36) SHENZHEN 1739.15 8.32 0.48 SHANGHAI 3199.16 14.20 0.45 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 60.78 1.73 2.93 CPO (RM/M.T) 2503.00 (12.00) (0.48) Gold (USD/T.oz) 1353.40 18.60 1.39 Nikel (USD/M.T 13997.50 562.50 4.19 Timah (USD/M.T) 21565.00 10.00 0.05 Coal (USD/M.T) 104.40 1.75 1.70 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 29.84 4075 0.07 0.24 Exchange Rates Chg % USD/IDR 13657.00 2.00 0.01 EUR/USD 1.246 0.01 0.84 USD/JPY 106.71 (1.18) (1.09) SGD/IDR 10367.52 27.43 0.27 AUD/IDR 10808.71 61.21 0.57
News Update
2
Aturan DMO Bakal Memangkas Penghasilan Emiten Batubara. Pemerintah berencana menyiapkan beleid
soal penetapan harga jual batubara untuk keperluan domestik, terutama untuk keperluan listrik. Rencananya, hari ini
(15/2), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menerbitkan surat keputusan Menteri ESDM soal
batas atas dan batas bawah harga batubara untuk kepentingan pasar dalam negeri atau domestic market obligation
(DMO), terutama untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Terkait harga tersebut, PLN mengusulkan harga batas
bawah batubara berada di level US$60 per ton, sementara batas atas berada di level US$70 per ton. Aturan ini
berpotensi membuat emiten batubara justru merugi. Jika aturan ini ditetapkan, pendapatan emiten batubara seperti
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) bisa terpangkas, lantaran harga jual
yang berbeda jauh dengan harga di pasar global yang saat ini berkisar US$ 96-US$ 98,25 per ton. (kontan, 14/2/18)
Harga Nikel Pulih, INCO Lanjutkan Rencana Ekspansi. Tren kenaikan harga nikel mendorong PT Vale Indonesia Tbk
(INCO) melanjutkan proyek-proyek yang tertunda. Salah satunya, rencana pembangunan di sekitar wilayah eksplorasi
nikel Bahodopi, Sulawesi Selatan dan Pomala, Sulawesi Tenggara. Dalam catatan manajemen INCO, konsensus analis
menyebut bahwa harga nikel tahun ini akan bergerak di kisaran US$12.000/ton, atau ada kenaikan 20% dari rata-rata
tahun 2017. Saat harga nikel turun dua dan tiga tahun belakangan, banyak proyek Vale Indonesia yang ditunda.
(Kontan, 14/2/18)
TBIG Akan Fokus Pada Pertumbuhan Organik. PT Tower bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) akan lebih fokus melakukan
ekspansi pada tahun ini. Perusahaan menara ini belum berniat akuisisi dalam waktu dekat. Tower Bersama berencana
untuk fokus pada pertumbuhan organik terlebih dahulu. Tahun ini, TBIG menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1
triliun hingga Rp 2 triliun. Belanja modal akan digunakan untuk pembangunan menara, dananya diperoleh dari kas
internal dan pinjaman perbankan. Terkait pendanaan dari perbankan, perusahaan masih memiliki dana US$ 200 juta
yang belum ditarik dari kredit sindikasi 11 perbankan. (Kontan, 14/2/18)
WTON Raih Kontrak Baru per Januari 2018 Sebesar Rp629 miliar. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) membukukan
kontrak baru sebesar Rp629 miliar per Januari 2018. Kontrak baru tersebut diperoleh dari empat kelompok entitas.
Mereka adalah induk usaha yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pemerintah, dan
swasta. Porsi kontrak dari WIKA sebesar Rp 49 miliar. Sementara, porsi kontrak dari BUMN sebesar Rp281 miliar.
Kemudian, kontrak dari entitas swasta senilai Rp254 miliar, dan sisanya, sebesar Rp45 miliar berasal dari kontrak
pemerintah. WTON juga masih memiliki kontrak carry over tahun 2017 sebesar Rp5 triliun. Sehingga total kontrak
yang dimiliki WTON per Januari 2018 mencapai Rp5,63 triliun. Tahun ini, WTON menargetkan perolehan kontrak baru
Rp7,8 triliun, naik dari realisasi kontrak baru tahun lalu Rp7,1 triliun. (Kontan, 14/2/18)
ENRG Peroleh Kontrak Penjualan Gas Dari Pertamina. Kinerja PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berpotensi
meningkat. Hal ini menyusul adanya kontrak baru penyaluran gas untuk Pertamina beberapa waktu kedepan. ENRG 19
Januari 2018 lalu telah menandatangani perjanjian kontrak penyaluran gas sebesar 56 miliar kaki kubik (bcf) untuk
Pertamina. Kontrak tersebut akan dimulai dari 2019 hingga 2021. Produksi 56 miliar bcf ini setara dengan produksi 50
juta kaki kubik per hari. Produksi kepada Pertamina ini merupakan tambahan dari rata-rata produksi saat ini yang
sebesar 46 juta kaki kubik gas per hari. (Kontan, 14/2/18)
BTPN Syariah Tawarkan 10% Saham Melalui IPO. PT BTPN Syariah dalam waktu dekat memastikan akan melakukan
penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) pada kuartal ketiga 2018. Dalam IPO ini BTPN Syariah akan
menawarkan 10% sahamnya ke publik. Penawaran saham ke publik ini untuk ekspansi dan peningkatan kinerja.
Dengan IPO ini diharapkan tata kelola bank bisa lebih baik. Sepanjang 2017 lalu, BTPN Syariah mencatat kinerja yang
cukup bagus. Laba naik 22% (yoy) menjadi Rp670 miliar. Selain itu, pembiayaan naik 20% (yoy) menjadi Rp 6 triliun.
(Kontan, 14/2/18)
WSKT Garap 15 Proyek Strategis Nasional. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menggarap 15 Proyek Strategis Nasional
(PSN) di berbagai wilayah. PSN itu antara lain, Tol Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 km, tol Pemalang-Batang
sepanjang 39,2 km, tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 31,3 km, tol Kayu Agung-Palembang-Betung sepanjang 111,69
km. Perseroan saat ini memiliki 1.315 km ruas jalan tol yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Diharapkan pada
semester I 2018 sepanjang 564 km beroperasi dan sisanya akan beroperasi pada semester II 2018 dan tahun 2019. (IQ
Plus, 14/2/18)
BJTM Proyeksi Dividen Laba 2017 Lebih Tinggi. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mengatakan
dividen untuk laba 2017 akan mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Hal ini seiring dengan kenaikan laba bank
pada 2017. Perseroan 20 Februari 2018 mendatang akan melaksanakan rapat umum pemegang saham tahunan di
Surabaya. Bank Jatim mencatat, realisasi laba bersih sepanjang 2017 lalu sebesar Rp1,15 triliun naik 12,76% (yoy).
Kenaikan laba ini didorong kenaikan pendapatan bunga bersih dari penyaluran kredit. Sepanjang 2017 kredit yang
disalurkan Rp31,75 triliun, naik 7,01%. (Kontan, 14/2/18)
Stock Picks
3WSKT 2880-3000. Harga saham emiten sektor jasa konstruksi beberapa sesi perdagangan terakhir bergerak
konsolidasi di tengah tren bullish jangka menengahnya. Salah satu emiten yang bergerak bullish di sektor
tersebut sejak awal tahun ini adalah saham Waskita Karya Tbk (WSKT). Saat ini harganya bergerak
konsolidasi dan kemarin sempat menguat ke Rp2940 namun tutup stagnan di Rp2900. Peluang penguatan
lanjutan akan kembali menguji resisten di Rp3000. Hingga posisi kemarin, saham WSKT telah menguat
31,2% sepanjang tahun ini mengingat harganya akhir tahun lalu masih di Rp2210. Kuatnya ekspektasi
pertumbuhan bisnisnya tahun ini dengan sejumlah proyek infrastruktur yang dimilikinya terutama
penguasaannya atas sejumlah proyek jalan tol membuat pemodal memburu saham ini. Perseroan saat ini
tengah menggarap 15 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tersebar di berbagai wilayah. Perseroan saat ini
memiliki 1315 km ruas tol yang tersebar di P Jawa dan Sumatera, baik sebagai kontraktor maupun investor.
Diharapkan pada semester I 2018 sepanjang 564 km beroperasi dan sisanya akan beroperasi di semester II
2018 dan tahun 2019. Salah satu PSN yang dikerjakan perseroan adalah pembangunan Transmisi Sumatera
500kV sepanjang 395 Km yang terbentang dari New Aur Duri sampai Peranap yang ditargetkan selesai
2019 dengan nilai kontrak Rp6,1 triliun. Proyek PSN lainnya yakni Proyek LRT Sumatera Selatan dengan
nilai kontrak Rp10,9 triliun dan ditargetkan beroperasi 2018 sebelum penyelenggaran Asean Games
Agustus mendatang. Dari valuasi, harga sahamnya saat ini relatif murah dengan PE hanya 7,4x (E/18)
dengan pertumbuhan EPS tahun ini diproyeksikan 51%. Pendapatan usaha perseroan hingga 3Q17
mencapai Rp28,53 triliun tumbuh 103,78% (yoy) dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp14
triliun. Pencapaian pendapatan usaha tersebut mencerminkan 71,32% dari target 2017 Rp40 triliun atau
tumbuh 68% dari tahun 2016 sebesar Rp23,80 triliun. Sedangkan laba bersih hingga 3Q17 mencapai
Rp2,90 triliun tumbuh 166% (yoy) dari periode yang sama 2016 sebesar Rp1,09 triliun. Raihan laba tersebut
sudah mencerminkan 83% dari target laba 2017 sebesar Rp3,5 triliun. Target laba tersebut tumbuh 106%
dari tahun 2016 sebesar Rp1,7 triliun. EPS 2017 diperkirakan Rp258. Untuk tahun ini, perseroan
menargetkan kontrak baru Rp70 triliun naik 27,27% dari tahun lalu Rp55 triliun. Total order book tahun ini
ditargetkan mencapai Rp152 triliun naik 10% dari tahun lalu Rp138 triliun. Perseroan menargetkan laba
bersih tahun ini mencapai Rp5,3 triliun atau tumbuh 51,4% dari perkiraan tahun lalu Rp3,5 triliun. EPS
proyeksi 2018 diperkirakan Rp390,57. Kami menargetkan harga sahamnya berpeluang ditransaksikan
dengan PE 9x (E/18) atau mencapai harga Rp3515. Dari harga saat ini di Rp2900 ada ruang penguatan
21,2%. Maintain Buy, SL 2780
4
Stock Picks
TINS 1035-1120. Harga saham PT Timah Tbk (TINS) kemarin kembali menguat menandai penguatan untuk
hari keempat berturut-turut ditopang dengan tren harga komoditas timah yang saat ini berada di
USD21555/MT (13/2). Tren bullish harga komoditas timah dunia diyakini akan berlanjut tahun ini menyusul
pertumbuhan ekonomi global yang lebih tinggi tahun ini. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi
global mencapai 3,9% tahun ini naik dari proyeksi sebelumnya 3,7%. Pertumbuhan ekonomi global akan
mendorong aktivitas manufaktur dan permintaan komoditas logam dunia termasuk timah. Tahun ini
diyakini harga timah dunia akan berada rata-rata di atas USD21000/MT ditopang menipisnya cadangan
timah yang berasal dari negara produsen timah seperti Indonesia dan Myanmar. Sedangkan permintaan
cenderung meningkat seiring kuatnya prospek pertumbuhan ekonomi global tahun ini. Dalam waktu dekat
katalis pergerakan harganya juga akan digerakkan dengan rilis laba 2017. Pelemahan rupiah terhadap dolar
AS saat ini hingga ke Rp13650 turut menopang sentimen positif atas saham tambang mengingat
pendapatan dalam dolar dan biaya dalam rupiah. Laba bersih perseroan 2017 lalu berpeluang mencapai
Rp450,49 miliar atau tumbuh 79% dari 2016 lalu sebesar Rp251,83 miliar. Sedangkan pendapatan 2017 lalu
diperkirakan mencapai Rp8,94 triliun atau tumbuh 28,31% dari 2016 lalu Rp6,97 triliun. Ini dengan
dukungan tren penguatan harga timah dunia yang diperkirakan naik 13% dari tahun 2016 lalu dan
peningkatan volume penjualan. Volume penjualan produk timah perseroan 2017 lalu diperkirakan
mencapai 29000 Mton naik 8,7% dari pencapaian 2016 lalu sebanyak 26.670 Mton. Tahun ini perseroan
menargetkan volume produksi bisa meningkat sekitar 15%-20% mencapai 36.705 ton. Perseroan juga
berencana mengoperasikan pabrik fuming yang mengubah kerak timah menjadi timah batangan pada
2Q18. Langkah perseroan ini bisa mendongkrak kinerja. Perseroan tahun ini menargetkan laba bersih
mencapai Rp1 triliun dan pendapatan Rp20 triliun. EPS 2018 diperkirakan Rp134 naik dari EPS 2017 yang
diperkirakan Rp65. Kami memperkirakan harga sahamnya tahun ini berpeluang ditransaksikan dengan
rata-rata PE 9x atau mencapai Rp1206. Secara technical, support saat ini bergeser ke Rp1035 dan peluang
penguatan lanjutan akan menguji resisten di Rp1120. Pergerakan harganya mengkonfirmasi bullish
continuation. Maintain Buy, SL 1010
5
Stock Picks
BSDE 1770-1840. Harga saham emiten properti, Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) kemarin menguat
terba-tas di tengah meningkatnya resiko pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang sudah berada di aterba-tas
Rp13600. Harga sahamnya kemarin tutup di Rp1800, menguat 0,84%. Ini menandai penguatan dalam dua
hari terakhir. Pergerakan harganya saat ini mengindikasikan sinyal bullish reversal. Level support saat ini di
kisaran Rp1755 hingga Rp1770. Peluang penguatan lanjutan menguji resisten di kisaran Rp1820 hingga
Rp1840. Pasar yang tengah konsolidasi saat ini membuat pergerakan harganya terbatas. Tahun 2017 lalu,
pendapatan usaha diperkirakan mencapai Rp7,77 triliun tumbuh 19,13% dari 2016 Rp6,52 triliun.
Sedang-kan laba bersih 2017 lalu diperkiraSedang-kan mencapai Rp3,07 triliun tumbuh 71% dari 2016 Rp1,79 triliun. EPS
2017 diperkirakan Rp157,48. Tahun ini pendapatan usaha diproyeksikan tumbuh 13% mencapai Rp8,78
triliun dan laba bersih tumbuh 9% mencapai Rp3,34 triliun. EPS 2018 diproyeksikan Rp174 dan nilai buku
per saham tahun ini diproyeksikan Rp1600. Tahun ini perseroan menargetkan marketing sales Rp7,2 triliun
hampir saham dengan tahun lalu sebesar Rp7,23 triliun. Tahun lalu marketing sales perseroan tumbuh
16,12% dari Rp6,2 triliun di 2016. Sedangkan belanja modal dianggarkan Rp4 triliun tahun ini turun dari
tahun lalu yang mencapai Rp5 triliun. Harga sahamnya diproyeksikan mencapai Rp2240 dengan PBV 1,4x
(E/18). Dalam pasar konsolidasi, disarankan melakukan pola trading di tengah resiko pelemahan rupiah
atas dolar AS. Trading Buy, SL 1740
Kamis, 15 Februari 2018
Saham Pilihan
TLKM 3980-4080 Buy, SL 3970
PGAS 2460-2600 TB, SL 2430
INCO 3600-3770 Buy, SL 3560
ELSA 408-436 Buy, SL 402
BRPT 2400-2550 Buy, SL 2370
PTRO 2510-2660 Buy, SL 2470
CTRA 1260-1340 TB, SL 1230
Stock View
6
Kamis, 15 Februari 2018
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
6594.40 6604.97 6615.55 6578.16 6561.93
PERKEBUNAN AALI 13400 13,466.67 13,533.33 13,366.67 13,333.33 13,059,216.00 -19.91 393.15 -75.27 45.02 BWPT 218 219.33 220.67 215.33 212.67 LSIP 1350 1,365.00 1,380.00 1,335.00 1,320.00 4,189,615.00 -11.36 91.36 -32.01 18.72 SGRO 2540 2,550.00 2,560.00 2,520.00 2,500.00 SIMP 510 515.00 520.00 505.00 500.00 13,835,444.00 -7.53 16.72 -68.60 25.18 UNSP 260 266.67 273.33 254.67 249.33PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 2440 2,483.33 2,526.67 2,403.33 2,366.67 37,032,346.42 -10.48 65.74 -5.12 10.50 BORN 50 33.33 16.67 33.33 16.67 BRAU 7700 7,700.00 7,700.00 7,700.00 7,700.00 BUMI 324 332.00 340.00 320.00 316.00 DEWA 50 50.67 51.33 49.67 49.33 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 3260 3,293.33 3,326.67 3,213.33 3,166.67 ITMG 29175 29,650.00 30,125.00 28,425.00 27,675.00 21,925,897.16 -9.27 770.46 -65.05 8.53 PTBA 3230 3,306.67 3,383.33 3,186.67 3,143.33 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 2550 2,586.67 2,623.33 2,506.67 2,463.33
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 88 89.67 91.33 86.67 85.33
ELSA 420 428.67 437.33 408.67 397.33 3,775,323.00 -10.56 51.43 -8.99 7.17
ENRG 208 214.00 220.00 202.00 196.00
ESSA 324 332.00 340.00 318.00 312.00
MEDC 1205 1,225.00 1,245.00 1,185.00 1,165.00
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 885 903.33 921.67 873.33 861.67 10,531,504.80 11.79 -151.06 85.85 -3.10 INCO 3630 3,693.33 3,756.67 3,573.33 3,516.67 10,894,532.28 -15.64 70.11 -67.49 26.24 TINS 1070 1,098.33 1,126.67 1,038.33 1,006.67 6,874,192.00 -6.74 13.64 -84.08 56.09 SEMEN INTP 21025 21,350.00 21,675.00 20,650.00 20,275.00 17,798,055.00 -10.99 1,183.48 -17.34 17.00 SMCB 860 863.33 866.67 858.33 856.67 9,239,022.00 -12.25 22.85 -73.80 47.91 SMGR 10850 11,050.00 11,250.00 10,575.00 10,300.00 26,948,004.47 -0.14 762.28 -18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 95 103.33 111.67 85.33 75.67 JPRS 134 140.33 146.67 130.33 126.67 KRAS 535 550.00 565.00 510.00 485.00 PAKAN TERNAK CPIN 3390 3,450.00 3,510.00 3,360.00 3,330.00 JPFA 1575 1,596.67 1,618.33 1,556.67 1,538.33 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8375 8,408.33 8,441.67 8,308.33 8,241.67 184,196,000.00 -8.68 357.28 -24.59 20.71
GJTL 805 820.00 835.00 795.00 785.00
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8950 8,983.33 9,016.67 8,883.33 8,816.67 INDF 7825 7,866.67 7,908.33 7,766.67 7,708.33 MYOR 2370 2,386.67 2,403.33 2,336.67 2,303.33 ROTI 1225 1,230.00 1,235.00 1,220.00 1,215.00 GGRM 80000 80,583.33 81,166.67 79,283.33 78,566.67 INAF 4510 4,540.00 4,570.00 4,480.00 4,450.00 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2400 2,423.33 2,446.67 2,383.33 2,366.67 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1620 1,635.00 1,650.00 1,605.00 1,590.00
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 218 221.33 224.67 215.33 212.67 ASRI 382 385.33 388.67 379.33 376.67 BKSL 206 212.00 218.00 200.00 194.00 BSDE 1800 1,818.33 1,836.67 1,783.33 1,766.67 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 830 838.33 846.67 813.33 796.67 CTRA 1300 1,315.00 1,330.00 1,270.00 1,240.00 CTRP 1300 1,315.00 1,330.00 1,270.00 1,240.00 CTRS 1300 1,315.00 1,330.00 1,270.00 1,240.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 288 295.33 302.67 283.33 278.67 MDLN 308 313.33 318.67 301.33 294.67 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2370 2,390.00 2,410.00 2,350.00 2,330.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 75 77.00 79.00 74.00 73.00 PTPP 3000 3,040.00 3,080.00 2,980.00 2,960.00 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 575 583.33 591.67 568.33 561.67 TOTL 725 733.33 741.67 708.33 691.67 WIKA 1925 1,950.00 1,975.00 1,905.00 1,885.00 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2500 2,556.67 2,613.33 2,406.67 2,313.33 42,333,969.71 -0.16 228.31 -38.44 11.61
JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1580 1,626.67 1,673.33 1,531.67 1,483.33 JSMR 5675 5,766.67 5,858.33 5,591.67 5,508.33 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 33.33 16.67 33.33 16.67 EXCL 2910 2,956.67 3,003.33 2,886.67 2,863.33 22,876,182.00 -2.49 -2.97 -97.16 -1,348.39 ISAT 5625 5,700.00 5,775.00 5,500.00 5,375.00 TLKM 4040 4,083.33 4,126.67 3,993.33 3,946.67 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 330 342.67 355.33 318.67 307.33 52,627,783.53 7.55 40.78 -122.73 10.94 MBSS 850 871.67 893.33 836.67 823.33 WINS 322 324.67 327.33 320.67 319.33 1,378,353.91 -37.37 -19.45 -129.08 -10.95
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 4330 4,380.00 4,430.00 4,270.00 4,210.00 BANK BBCA 23700 23,866.67 24,033.33 23,541.67 23,383.33 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 615 623.33 631.67 608.33 601.67 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 9700 9,725.00 9,750.00 9,675.00 9,650.00 36,895,081.00 10.58 486.18 -15.91 10.90 BBRI 3860 3,903.33 3,946.67 3,823.33 3,786.67 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 3810 3,840.00 3,870.00 3,770.00 3,730.00 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 6925 6,991.67 7,058.33 6,866.67 6,808.33 22,420,658.00 -2.48 249.70 -8.09 16.40 BJBR 2280 2,290.00 2,300.00 2,260.00 2,240.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 8300 8,341.67 8,383.33 8,241.67 8,183.33 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1425 1,428.33 1,431.67 1,418.33 1,411.67 22,318,759.00 7.24 17.02 -81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 5925 6,000.00 6,075.00 5,850.00 5,775.00 19,764,821.14 -12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 448 450.67 453.33 446.67 445.33 UNTR 37725 37,991.67 38,258.33 37,541.67 37,358.33 49,347,479.00 -7.14 1,033.07 -28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 7150 7,250.00 7,350.00 7,075.00 7,000.00 RALS 1170 1,178.33 1,186.67 1,153.33 1,136.67
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1555 1,618.33 1,681.67 1,523.33 1,491.67
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 80 82.33 84.67 78.33 76.67
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH
DIVI-DEN
CUM
DIVI-DEN PSR
REG
RECORDING
DATE
PEMBAYARAN
DIVI-DEN
KETERANGAN
AKRA 100 1/8/2017 4/8/2017 15/8/2017 Div Int 2017
SMSM 15 4/8/2017 9/8/2017 24/8/2017 Div Int II 2017
GEMS 33.973 7/8/2017 10/8/2017 16/8/2017 DIV Int TB 2017
ITMA 19.6176 21/8 24/8/2017 13/9/2017 Div TB 2016
DVLA 35 24/8 29/8/2017 15/9 DIV Int TB 2017
MBAP 182 19/9/17 25/9/2017 28/9 DIV Int TB 2017
IKBI 19.07 19/9 25/9/2017 12/10 DIV Int TB 2017
HEXA 234 28/9 3/10 25/10 Div tunai TB 2016 (USD0.01721)
ASII 55 2/10 5/10 27/10 Div Int TB 2017
ACST 30 4/10 9/10 20/10 DIV Int TB 2017
UNTR 282 5/10 10/10 23/10 DIV Int TB 2017
AALI 148 5/10 10/10 19/10 DIV Int TB 2017
AUTO 13 6/10 11/10 20/10 DIV Int TB 2017
ASGR 25 10/10 13/10 20/10 DIV Int TB 2017
PALM 25 13/10 18/10 9/11/17 Div tunai TB 2016
TPIA 165.69 27/10/17 1/11 8/11/17 Div Int TB 2017 (US0.01219)
ITMG 1300 3/11 8/11 21/11/17 Div Int 2017
MPMX 105 2/11 7/11 29/11 Div Int TB 2017
SMSM 15 7/11 10/11 24/11/17 DIV Int III TB 2017
MLBI 140 6/11 9/11 28/11/17 DIV Int TB 2017
PLIN 210 9/11/17 14/11 21/11/17 Div interim TB 2017
TURI 5 9/11 14/11 4/12/17 DIV Int TB 2017
FASW 55 21/11/17 24/11 12/12 DIV Int TB 2017
DMAS 6.5 23/11/17 28/11 13/12 DIV Int TB 2017
TOTO 5 27/11 30/11 21/12 DIV Int TB 2017
BBCA 80 28/11 4/12 20/12 DIV Int TB 2017
BFIN 23 28/11 4/12 18/12 DIV Int TB 2017
UNVR 410 29/11 5/12 20/12 DIV Int TB 2017
POWR 12.60913 29/11 5/12 13/12 DIV Int TB 2017 (US0.009324)
JECC 200 30/11 6/12 27/12 Div Int 2017
TOWR 30 11/12/2017 14/12 22/12 Div Int 2017
KMTR 25 11/12/2017 14/12 20/12 Div Int 2017
PGLI 1 11/12 14/12 27/12 Div Int 2017
SCMA 40 12/12 15/12 22/12/17 Div Int 2017
EMTK 20 12/12 15/12 22/12 Div Int 2017
BATA 15.69 12/12 15/12 20/12 Div Int 2017
LINK 50.75 22/12/17 29/12 15/1/18 Div Int 2017
TBLA 30 22/12/17 29/12 10/1/18 Div Int 2017
GEMS 138.44 22/12/17 29/12 12/1/18 Div Int II 2017
JTPE 15.00 28/12 3/1/18 18/1/18 Div Int 2017
ADRO 42.25 28/12 3/1/18 12/1/18 Div Int 2017 (0.00313)
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.