Laju ekonomi Amerika naik 1,4% kuartal II.
BNBR restrukturisasi utang lagi hingga Rp 5 T.
Pra penjualan lahan industri AKRA bisa Rp 800 M.
BSDE terbitkan obligasi US$ 300 Juta.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
A
ksi beli kembali mendominasi
perdagangan saham kemarin
seiring kondusifnya pasar saham
global dan kawasan dan kenaikan
harga minyak mentah malam sebe‐
lumnya. Namun penguatan IHSG ter‐
tahan di kisaran resisten 5470 setelah
pasar mengkhawatirkan anjloknya
bursa India menyusul serangan India
ke basis teroris di Pakistan. IHSG yang
sempat naik 42 poin di sesi pertama,
akhirnya ditutup hanya menguat
6,620 poin (0,12%) di 5431,957. Pen‐
guatan IHSG kemarin terutama dito‐
pang saham perbankan dan pertam‐
bangan batubara menyusul respon
atas kenaikan harga minyak mentah.
Harga minyak mentah naik hingga
hampir 6% di USD47,16/barel (28/9)
setelah pertemuan OPEC menyepakati
pengurangan produksi minyaknya.
Dari domestik sentimen positif ditopang pencapaian dana tebusan tax
amnesty yang sudah mencapai Rp81,2 triliun (28/9) menjelang berakhir periode I
akhir September ini. Pencapaian dana tebusan tax amnesty tersebut mendorong nilai
tukar rupiah terhadap US dolar hingga berada di Rp12952 pada perdagangan ke‐
marin. Sementara pasar saham global tadi malam kembali ditandai dengan mening‐
katnya resiko pasar terutama dipicu kekhawatiran perkembangan seputar kasus
Deutsche Bank AG yang tengah menghadapi kesulitan likuiditas. Indeks saham di
zona Euro, yakni Eurostoxx tutup flat atau naik tipis 0,02% di 2991,58. Saham‐saham
berbasis sumber daya alam dan energy bergerak bullish. Sedangkan di Wall Street
indeks DJIA dan S&P masing‐masing koreksi 1,07% dan 0,93% di 18143,45 dan
2151,13. Koreksi terutama dipicu tekanan jual di saham sektor keuangan dan produk
kesehatan. Sedangkan saham sektor energi berhasil melanjutkan penguatannya
meski terbatas. Harga minyak mentah tadi malam di AS naik 1,66% di USD47,83/
barel. Meningkatnya resiko pasar saham global tadi malam terutama dipicu kekha‐
watiran krisis likuiditas yang dihadapi bank terbesar di zona Euro yakni Deustche
Bank AG menyusul sejumlah pemberitaan terkait bank tersebut yang kurang meng‐
gembirakan.
Perkembangan di bursa global tersebut akan mempengaruhi psikologis
pasar pada perdagangan akhir September ini. IHSG diperkirakan akan bergerak ber‐
variasi dan cenderung koreksi, karena pemodal cenderung mengamankan keuntun‐
gannya. Pergerakan IHSG akan kembali mendapat tantangan untuk menembus resis‐
ten 5470. Sedangkan support saat ini di 5410. Di tengah sentimen eksternal yang
kurang kondusif, dari domestik sentimen cenderung positif ditopang kondusifnya
iklim makro ekonomi Indonesia dan keberhasilan program tax amnesty.
S1 5410 S2 5375 R1 5470 R2 5500
Top Gainers IDR % Chg
OKAS 92 19.50 15
BRAM 6,200 19.20 1,000
AIMS 228 18.80 36
MYTX 69 16.90 10
BBYB‐W 133 15.70 18
Top Losers IDR % Chg
BCAP‐W 17 (41.40) (12) BSIM‐W2 515 (12.00) (70) BABP‐W 8 (11.10) (1)
IGAR 496 (9.80) (54) SKBM 690 (9.80) (75)
Top Value IDR % (miliar)
TLKM 4,290 0.90 1,121 B BMRI 11,425 1.10 875 B BBCA 15,725 1.90 831 B PPRO 1,260 11.50 744 B ANTM 830 4.40 732 B
Top Volume IDR % (juta)
MYRX 145 (0.70) 2,698.482 BEKS 59 (4.80) 2,383.662 ANTM 830 4.40 882.949 ELSA 472 11.80 706.656 PPRO 1,260 11.50 615.103 Index Last Chg % DJIA 18143.45 (195.79) (1.07) S&P 500 2151.13 (20.24) (0.93) FTSE 100 6915.81 66.43 0.97 CAC 40 4443.84 11.39 0.26 DAX 10405.54 (32.80) (0.31) NIKKEI 225 16413.39 (258.42) (1.55) HANGSENG 23739.47 119.82 0.51 STI 2885.71 27.70 0.97 SHENZHEN 1985.92 7.62 0.39 SHANGHAI 2998.48 10.63 0.36 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 47.76 0.55 1.17 CPO (RM/M.T) 2616.00 (189.00) (6.74) Gold (USD/T.oz) 1325.70 (1.90) (0.14) Nikel (USD/M.T 10685.00 205.00 1.96 Timah (USD/M.T) 19840.00 140.00 0.71 Coal (USD/M.T) 77.80 1.65 2.17 Exchange Rates Chg % IDR/USD 13002.00 58.00 0.45 USD/EUR 1.121 (0.00) (0.18) JPY/USD 101.14 (0.25) (0.24) IDR/SGD 515.54 (9001.19) (94.58) IDR/AUD 9908.90 (72.50) (0.73) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 65.70 4271 0.29 0.44 IHSG 5,431.96 Change 5.62 Change (%) 0.10 Change (%/ytd) 3.92
Total Value (IDR triliun) 8.587
Total Volume (miliar saham) 8.859
Net Foreign Buy (IDR miliar) 938.000
News Update
2
Laju ekonomi Amerika naik 1,4% kuartal II. Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh pada laju yang lebih cepat daripada yang dilaporkan sebelumnya di kuartal kedua tahun ini, didorong oleh belanja konsumen yang kuat, menurut estimasi ketiga yang dirilis Departemen Perdagangan, Kamis (29/9). Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat meningkat pada tingkat tahunan sebesar 1,4 % di kuartal kedua tahun ini, sedikit lebih tinggi daripada estimasi kedua 1,1 %. Pada kuartal pertama, ekonomi tumbuh di 0,8 %. "Percepatan PDB riil pada kuartal kedua terutama dicerminkan percepatan dalam PCE (pengeluaran konsumsi pribadi), dan peningkatan pada investasi tetap non residensial dan dalam ekspor," kata Departemen Perdagangan. Belanja konsumen tumbuh secara kuat sebesar 4,3 % pada kuartal kedua, pertumbuhan kuartalan tercepat kedua sejak 2006, dan menyumbang 2,88 %tase poin terhadap pertumbuhan PDB di kuartal ini. Ekspor bersih dan investasi tetap bisnis, yang telah dikurangi pertumbuhan PDB, mulai memiliki kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Ekspor bersih memberikan kontribusi 0,18 persentase poin terhadap pertumbuhan PDB pada kuartal kedua, dibandingkan dengan kontribusi hampir nol pada kuartal pertama. Investasi non residensial meningkat 1 % pada kuartal kedua, dan memberikan kontribusi 0,12 persentase poin terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara itu mengurangi 0,44 persentase poin dari pertumbuhan pada kuartal pertama. Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengatakan pada Rabu bahwa sebagian besar rekan-rekannya melihatnya tepat untuk menaikkan suku bunga tahun ini jika ekonomi terus di jalur saat ini. Fed AS mempertahankan suku bunganya tidak berubah pekan lalu dan mengatakan akan membutuhkan lebih banyak bukti bahwa inflasi dan pasar kerja terus meningkat sebelum menaikkan suku bunga. Para investor pasar sekarang banyak memperkirakan bahwa bank sentral akan bergerak menaikkan suku bunga acuannya pada Desember. (Kontan)
BNBR restrukturisasi utang lagi hingga Rp 5 T. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melanjutkan proses restrukturisasi utang. BNBR berharap bisa memangkas beban utang sebesar Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun. Direktur Utama BNBR Bobby Gafur Umar mengatakan, proses restrukturisasi ini diharapkan bisa selesai dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan. Restrukturisasi untuk membuat modal BNBR kembali positif. Ia menjelaskan, BNBR membutuhkan ruang lebih besar untuk melakukan ekspansi di bidang infrastruktur. "Kami akan segera bernegosiasi dengan kreditur. Target restrukturisasi harus selesai maksimal tahun depan," ujarnya kepada KONTAN, belum lama ini. Restrukturisasi tersebut akan dilakukan dengan beberapa opsi. Misalnya saja, menukar utang dengan saham atau memperpanjang jatuh tempo utang. "Beban utang memang cukup besar dan restrukturisasi akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan dengan masing-masing kreditur nantinya," imbuh Bobby. Salah satu cara restrukturisasi yang sedang dilakukan BNBR adalah dengan menerbitkan Obligasi Wajib Konversi (OWK). Belum lama ini, BNBR menerbitkan OWK Rp 990,6 miliar. OWK akan dikonversi melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) sebanyak 19,8 miliar saham biasa seri D. Jumlah itu setara dengan 17,45% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan OWK adalah Rp 50 per saham, dengan jangka waktu konversi lima tahun. Lewat OWK itu, BNBR membayar utang kepada lima kreditur yakni Daley Capital Limited, Inventures Capital Pte Ltd, Smart Treasure Limited, Harus Capital Limited, dan Maybank Kim Eng Securities. Nilai utang paling besar adalah dari Daley Capital dan Interventures Capital, masing-masing sebesar Rp 430,3 miliar dan Rp 373,7 miliar. Restrukturisasi ini akan dilakukan sampai perseroan mendapatkan rasio utang yang lebih aman. "Saat ini, utang BNBR sekitar Rp 12 triliun. Tahun depan berharap bisa berada di level sustainable sekitar Rp 7 triliun," ujar Dody Taufiq Wijaya, Direktur Independen BNBR. Ia mengatakan, utang besar yang harus direstrukturisasi diantaranya utang dari Mitsubishi Corporation yang totalnya mencapai Rp 2 triliun dan utang dari Glencore International AG sekitar Rp 4,2 triliun. Hingga Juni 2016, total liabilitas BNBR mencapai Rp 12,3 triliun. Sementara ekuitasnya masih tercatat negatif (defisiensi modal) sebesar Rp 2,9 triliun. Ia yakin,dengan restrukturisasi utang, ekuitas BNBR bisa kembali positif. (Kontan)
Pra penjualan lahan industri AKRA bisa Rp 800 M. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan bisa menjual lahan industri di kawasan Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur sebanyak 40 hektare (ha) pada tahun ini. Direktur AKRA Suresh Vembu mengatakan, nilai pra penjualan lahan industri itu diprediksi mencapai Rp 800 miliar. Namun, Suresh belum mengatakan nilai yang sudah dicapai hingga Kuartal III 2016. Ia mengatakan sebagian besar angka pra penjualan tahun ini akan banyak berkontribusi ke pendapatan tahun depan. "Kalau angka penjualan lahan industri di Semester I yang masuk ke pembukuan sekitar Rp 170 miliar," ujarnya di Jakarta. Menurutnya, prospek industri di Semester II akan lebih tinggi ketimbang Semester I. Apalagi, kawasan industri JIIPE sudah masuk dalam kawasan industri strategis yang diprioritaskan pemerintah. Sehingga, penjualan lahan industri akan lebih tinggi. Di proyek ini, AKRA sudah membelanjakan investasi sebesar Rp 4 triliun, termasuk untuk membangun pelabuhan. Dalam waktu dekat, perseroan akan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tahap I sebesar 23 mega watt (MW). "Untuk PLTU tahap I sudah bisa beroperasi dalam waktu enam hingga sembilan bulan ke depan," imbuhnya. PLTU itu memang dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, AKRA membangun PLTU sebesar 1x23 MW di kawasan industri JIIPE yang menelan investasi sekitar US$ 25 juta. Setelah itu, AKRA akan kembali membangun PLTU dengan kapasitas yang lebih besar yakni 500 MW. Pembangkit listrik ini digunakan untuk menunjang kebutuhan listrik perusahaan yang akan membangun pabriknya di kawasan itu. (Kontan)
BSDE terbitkan obligasi US$ 300 Juta. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui anak usahanya Global Prime Capital Pte Ltd (GPC) akan menerbitkan obligasi berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) senilai US$ 300 juta. Emiten properti itu berniat menggunakan dana penerbitan obligasi itu untuk melunasi obligasi sebelumnya yang jatuh tempo pada tahun 2020 dan juga mendanai ekspansi bisnisnya. Sebagai informasi, tahun 2015 lalu BSDE juga melalui anak usahanya Global Prime Capital Pte LTD juga menerbitkan obligasi senilai US$ 225 juta. Surat utang bertenor 5 tahun itu akan jatuh tempo pada tahun 2020. Perolehan dana tersebut digunakan perseroan untuk membiayai akuisisi lahan, pengembangan proyek serta keperluan umum. Demi memuluskan rencana buyback obligasi ini, BSDE sendiri sudah mengatur agar tanggal penyelesaian obligasi baru bisa serupa dengan tanggal pembayaran pembelian kembali (tender offer) obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2020. Franciscus Xaverius RD, Presiden Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk menargetkan kedua proses tersebut bisa selesai pada 18 Oktober 2016 nanti. Sementara itu sisa pembayaran tender offer sebesar US$ 75 juta rencananya akan digunakan untuk membiayai belanja modal, modal kerja dan keperluan umum BSDE. Aksi korporasi ini telah mendapatkan peringkat Ba3 dari lembaga dari Moody's Investor Service. Jacintha Poh, Vice President and Senior Analyst Moody's menilai tambahan utang hingga US$ 75 juta akan melemahkan kinerja keuangan BSDE dalam 12-18 bulan ke depan. (Kontan)Stock Picks
3TLKM 4250‐4430.
Harga saham Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) kemarin melanjutkan tren bullishnya
berhasil tembus Rp4250 sebagai resistennya sejak pertengahan Agustus lalu. Harga sahamnya kemarin tu‐
tup di Rp4290. Dengan pendekatan Fibonacci Retracement (FR), harga sahamnya berpeluang menuju tar‐
get resisten di Rp4430 apabila berhasil break resisten sederhana di Rp4330. Sedangkan support saat ini di
Rp4250 dengan support kuat di Rp4180. Pergerakan harganya membentuk pola bullish continuation. Dari
sisi kinerja, pertumbuhan laba tahun ini akan di atas estimasi terutama ditopang penguatan rupiah terha‐
dap dolar AS yang saat ini di bawah Rp13000 dan kebijakan pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia (BI).
Kebijakan pemerintah yang menunda pelaksanaan penurunan tariff interkoneksi juga menguntungkan
perseroan. Sepanjang paruh pertama tahun ini (1H16), pendapatan usaha perseroan tumbuh 15,59% men‐
capai Rp56,45 triliun dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar Rp48,84 triliun. Kontribusi utama per‐
tumbuhan pendapatan usaha perseroan adalah segmen bisnis data yang tumbuh 34% (yoy) mencapai
Rp29,63 triliun dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar Rp22,12 triliun. Kontribusi dari segmen data
terhadap total pendapatan usaha Telkom mencapai 52,5% sepanjang 1H16. Laba bersih perseroan sepan‐
jang 1H16 mencapai Rp9,93 triliun tumbuh 33,39% dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar Rp7,45
triliun. Marjin bersih meningkat mencapai 17,58% dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar 15,25%.
Pencapaian laba bersih sepanjang 1H16 masih sejalan dengan estimasi laba bersih tahun ini sebesar Rp5,34
triliun atau tumbuh 16,34%. Hingga 1H16 pencapaian laba bersih mencerminkan 50,28% dari proyeksi laba
tahun ini. Sedangkan pencapaian pendapatan usaha perseroan hingga 1H16 mencerminkan 48% dari tar‐
get pendapatan usaha tahun ini yang kami perkirakan sebelumnya mencapai Rp117,73 triliun atau tumbuh
14,9% dibandingkan tahun 2015 lalu. EPS tahun ini diproyeksikan mencapai Rp195,93 naik dari 2015 sebe‐
sar Rp157,77. Sebelumnya di tengah pasar yang bullish dan kinerja yang tumbuh di atas ekspektasi harga
saham TLKM diperkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE 24x atau mencapai Rp4700. Dari harga
saat ini ada ruang penguatan 9,5%. Trading Buy, SL 4220
4
Stock Picks
BMTR 890‐960.
Setelah lama bergerak di downtrend area, harga saham Global Mediacom Tbk (BMTR)
kemarin berhasil rebound seiring kondusifnya iklim pasar dan tren penguatan rupiah atas dolar AS yang
saat ini sudah berada di bawah Rp13000. Kemarin harga sahamnya berhasil tembus Rp900 ditutup di
Rp910. Secara technical peluang rebound lanjutan terbuka lebar mengingat harganya yang masih di area
oversold. Dengan pendekatan fibonaccy retracement level support saat ini bergeser ke Rp890 dari
sebelumnya Rp875. Sedangkan target resisten (FR 38,2%) di Rp950. Dari sisi kinerja, sepanjang 1H16 laba
bersih tumbuh 208,82% (yoy) mencapai Rp601,55 miliar dibandingkan 1H15 sebesar Rp194,79 miliar. Salah
satu penopang pertumbuhan laba bersih adalah laba kurs yang mencapai Rp350,45 miliar dibandingkan
1H15 yang masih menderita rugi kurs Rp454,25 miliar. Marjin bersih perseroan sepanjang 1H16 naik
mencapai 11% ketimbang 1H15 yang hanya 3,5%. Hingga 1H16 pencapaian laba bersih perseroan telah
mencerminkan 65% dari proyeksi laba bersih tahun ini yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp925,81
miliar. Pencapaian laba bersih tahun ini diperkirakan akan melampaui proyeksi kami sebelumnya. EPS
tahun ini sebelumnya diproyeksikan Rp65,20. Sedangkan target harga sahamnya diperkirakan berpeluang
ditransaksikan dengan rata‐rata PE 20x atau mencapai Rp1323. Dilihat secara kuartalan, kinerja perseroan
di 2Q16 juga meningkat dibandingkan 1Q16. Pendapatan perseroan di 2Q16 mencapai Rp2,97 triliun
tumbuh 3,12% (yoy) dibandingkan 2Q15 sebesar Rp2,88 triliun dan naik 19,28% (qoq) dibandingkan 1Q16.
Sepanjang paruh pertama tahun ini (1H16) pendapatan turun tipis 1,17% mencapai Rp5,46 triliun.
Pencapaian pendapatan 1H16 telah mencerminkan 50,4% dari proyeksi pendapatan tahun ini sebesar
Rp10,83 triliun atau tumbuh 2,4% dibandingkan 2015 sebesar Rp10,57 triliun. Sedangkan laba bersih 2Q16
mencapai Rp388,72 miliar naik 272,5% dibandingkan 2Q15 sebesar Rp104,34 miliar dan tumbuh 82,64%
(qoq) dibandingkan laba 1Q16 sebesar Rp212,83 miliar. Pergerakan harga sahamnya kemarin, dengan
pendekatan candlestick pattern, membentuk pola long white candle setelah downtrend mengindikasikan
bullish reversal. Maintain Buy, SL 820
Jumat, 30 September 2016
5
Stock Picks
PTBA 9850‐10300.
Lonjakan harga minyak mentah hingga USD47/barel (29/9) pasca keputusan OPEC
menurunkan produksinya berhasil mengangkat sentimen atas saham sektor tambang batubara. Kemarin
saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil rebound kembali setelah sempat koreksi di
tiga hari perdagangan sebelumnya hingga Rp9550 (28/9). Kemarin harga saham emiten batubara tersebut
tutup di Rp10025. Secara technical level support kembali bergeser ke Rp9850 dengan resisten di Rp10300.
Pergerakan harganya mengindikasikan sinyal bullish reversal. Harga batubara yang terus bergerak positif
hingga di kisaran USD71/barel saat ini turut menjadi sentimen positif atas pergerakan harga saham emiten
batubara tahun ini termasuk saham PTBA. Pada harga Rp10025 saham PTBA hanya ditransaksikan dengn
PE 10x dengan estimasi EPS tahun ini Rp990. Padahal rata‐rata emiten batubara seperti ITMG dan ADRO
saat ini telah ditransaksikan dengan rata‐rata PE 17x (E/16). Sebelumnya kami menargetkan harga saham‐
nya tahun ini berpeluang ditransaksikan dengan PE 12x dalam kondisi pasar bullish atau mencapai
Rp11880. Dari harga saat ini ada ruang penguatan 18,5% dari harga saat ini di Rp10025. Maintain Buy, SL
9000
Jumat, 30 September 2016
Saham Pilihan
BMRI 11300-11600 BoW, SL 11000
ADRO 1220-1350 Buy, SL 1160
ICBP 9550-9900 TB, SL 9200
ANTM 810-860 Buy, SL 630
PGAS 2840- 2970 Buy, SL 2770
GJTL 1520-1620 TB, SL 1510
ELSA 466-500 Buy, SL 440
Stock View
6
Jumat, 30 September 2016
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5431.96 5460.19 5488.42 5417.84 5403.72
PERKEBUNAN AALI 15000 15,125.00 15,250.00 14,925.00 14,850.00 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 190 196.67 203.33 186.67 183.33 LSIP 1525 1,535.00 1,545.00 1,515.00 1,505.00 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 1950 1,965.00 1,980.00 1,930.00 1,910.00 SIMP 500 507.33 514.67 495.33 490.67 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1280 1,303.33 1,326.67 1,243.33 1,206.67 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 68 68.00 68.00 68.00 68.00 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 1050 1,086.67 1,123.33 1,026.67 1,003.33 ITMG 11250 11,416.67 11,583.33 10,941.67 10,633.33 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 10025 10,133.33 10,241.67 9,858.33 9,691.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 545 553.33 561.67 538.33 531.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ELSA 472 489.33 506.67 443.33 414.67 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ESSA 1400 1,400.00 1,400.00 1,400.00 1,400.00 MEDC 1530 1,566.67 1,603.33 1,511.67 1,493.33
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 830 850.00 870.00 810.00 790.00 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2950 3,003.33 3,056.67 2,923.33 2,896.67 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 840 856.67 873.33 831.67 823.33 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 18150 18,333.33 18,516.67 18,033.33 17,916.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 1045 1,061.67 1,078.33 1,036.67 1,028.33 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 10575 10,683.33 10,791.67 10,458.33 10,341.67 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 121 127.00 133.00 117.00 113.00 JPRS 140 143.67 147.33 137.67 135.33 KRAS 850 871.67 893.33 826.67 803.33 PAKAN TERNAK CPIN 3660 3,756.67 3,853.33 3,606.67 3,553.33 JPFA 1625 1,678.33 1,731.67 1,598.33 1,571.67 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8675 8,808.33 8,941.67 8,608.33 8,541.67 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71 GJTL 1545 1,583.33 1,621.67 1,513.33 1,481.67
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 9725 9,808.33 9,891.67 9,608.33 9,491.67 INDF 9150 9,216.67 9,283.33 9,066.67 8,983.33 MYOR 1500 1,525.00 1,550.00 1,470.00 1,440.00 ROTI 1695 1,720.00 1,745.00 1,665.00 1,635.00 GGRM 62500 64,275.00 66,050.00 61,375.00 60,250.00 INAF 2150 2,266.67 2,383.33 1,966.67 1,783.33 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2440 2,516.67 2,593.33 2,396.67 2,353.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1745 1,785.00 1,825.00 1,725.00 1,705.00
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 292 295.33 298.67 289.33 286.67 ASRI 476 481.33 486.67 473.33 470.67 BKSL 94 96.67 99.33 92.67 91.33 BSDE 2210 2,236.67 2,263.33 2,176.67 2,143.33 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 985 991.67 998.33 976.67 968.33 CTRA 1680 1,716.67 1,753.33 1,646.67 1,613.33 CTRP 655 665.00 675.00 650.00 645.00 CTRS 2750 2,770.00 2,790.00 2,720.00 2,690.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 294 296.67 299.33 290.67 287.33 MDLN 370 379.33 388.67 365.33 360.67 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2400 2,440.00 2,480.00 2,380.00 2,360.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 54 55.00 56.00 53.00 52.00 PTPP 4190 4,233.33 4,276.67 4,163.33 4,136.67 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 560 580.00 600.00 550.00 540.00 TOTL 805 816.67 828.33 796.67 788.33 WIKA 2790 2,836.67 2,883.33 2,756.67 2,723.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2850 2,873.33 2,896.67 2,823.33 2,796.67 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1515 1,523.33 1,531.67 1,498.33 1,481.67 JSMR 4710 4,733.33 4,756.67 4,683.33 4,656.67 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 2750 2,806.67 2,863.33 2,636.67 2,523.33 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6000 6,108.33 6,216.67 5,883.33 5,766.67 TLKM 4290 4,343.33 4,396.67 4,233.33 4,176.67 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 432 436.00 440.00 430.00 428.00 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 306 314.00 322.00 302.00 298.00 WINS 244 249.33 254.67 239.33 234.67 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 645 665.00 685.00 625.00 605.00 BANK BBCA 15725 15,916.67 16,108.33 15,516.67 15,308.33 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 625 633.33 641.67 618.33 611.67 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 5600 5,658.33 5,716.67 5,558.33 5,516.67 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 12225 12,275.00 12,325.00 12,150.00 12,075.00 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 1965 1,981.67 1,998.33 1,956.67 1,948.33 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 4050 4,066.67 4,083.33 4,016.67 3,983.33 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 1655 1,683.33 1,711.67 1,633.33 1,611.67 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 11425 11,475.00 11,525.00 11,350.00 11,275.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 865 876.67 888.33 856.67 848.33 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6575 6,616.67 6,658.33 6,491.67 6,408.33 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 220 220.00 220.00 220.00 220.00 UNTR 18500 18,725.00 18,950.00 18,175.00 17,850.00 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 4690 4,820.00 4,950.00 4,590.00 4,490.00 RALS 1140 1,160.00 1,180.00 1,120.00 1,100.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 2070 2,090.00 2,110.00 2,050.00 2,030.00 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 50 50.00 50.00 50.00 50.00
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Jumat, 30 September 2016
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.