PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGI DAN NUTRISI SELAMA KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN GIZI BURUK PADA BALITA

Teks penuh

(1)

PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGI DAN NUTRISI SELAMA

KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN GIZI BURUK PADA BALITA

Yespy Anna Wahyu Nurindahsari1) Bhisma Murti2) Eti Poncorini Pamungkasari3)

1

STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, yespyanna@yahoo.com

2

Universitas Sebelas Maret Surakarta, bhisma.murti@gmail.com

3

Universitas Sebelas Maret Surakarta, etiponcouns@yahoo.com

ABSTRAK

PENDAHULUAN Sepertiga jumlah kematian anak di dunia dikarenakan kekurangan gizi. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh faktor psikologi, LLA, pertumbuhan janin dan BBLR terhadap gizi buruk balita. Studi ini meneliti faktor-faktor sepanjang hayat yang menyebabkan gizi buruk.

METODOLOGI PENELITIAN studi ini analitik observasional. Variabel meliputi faktor psikologis, LLA, pertumbuhan janin, BBLR dan status gizi buruk. Sampel dipilih secara fix exposure sampling sejumlah 150 dengan perbandingan 1:2. Teknik pengumpulan data menggunakan keusioner, dan rekam medis (buku KIA).

HASILada pengaruh psikologis (b= 1.60; CI= 0.53 sampai 2.66; p= 0.003), LLA (b= -3.35; CI= -4.40 sampai -2.31; p= <0.001), pertumbuhan janin (b= 5.95; CI= 3.88 sampai 8.03; p= <0.001) dan BBLR terhadap gizi buruk pada balita (b= 2.26; CI= 1.33 sampai 3.19; p= <0.001).

DISKUSIgizi buruk disebabkan dari masa. Kondisi tidak menguntungkan selama kehamilan dapat berakibat gizi buruk lima tahun pertama pertumbuhan balita.

KESIMPULAN ada pengaruh faktor psikologi, LLA, pertumbuhan janin dan BBLR terhadap gizi buruk pada balita.

(2)

PENDAHULUAN

Sepertiga dari jumlah kematian anak di dunia dikarenakan kekurangan gizi (Kemenkes, 2015a). Usia anak dibawah lima tahun merupakan tahapan perkembangan anak yang rentan terhadap penyakit, termasuk penyakit yang disebabkan kekurangan atau kelebihan asupan nutrisi (Kemenkes, 2015b). Menurut UU RI No. 36 Tahun 2009, salah satu indikator yang digunakan untuk menilai derajat kesehatan masyarakat adalah angka status gizi. Status gizi balita diukur dengan prevalensi angka stunting (tinggi badan menurut umur), underweight (berat badan menurut umur) dan wasting (berat badan menurut tinggi badan) (Dewan Ketahanan Pangan, 2015).

Stresor dan lingkar lengan atas kurang dari 23.5 cm yang dapat mempengaruhi kehamilan. Stres yang dialami oleh ibu hamil dapat berpengaruh terhadap ibu dan janin. Stres yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. Janin akan lahir dengan berat badan rendah ditunjang dengan asupan nutrisi yang tidak mencukupi saat balita maka akan terjadi malnutrisi (National Institute for Health, 2007).

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh faktor psikologi, lingkar lengan atas (LLA), pertumbuhan janin dan berat badan lahir rendah terhadap kejadian gizi buruk pada balita.

METODE PENELITIAN

Ruang lingkup penelitian ini adalah malnutrisi pada balita. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Penelitian

dilaksanakan di Kabupaten Klaten. Variabel pada penelitian ini adalah paparan stress pada masa kehamilan, lingkar lengan atas (LLA), pertumbuhan janin, berat badan lahir rendah dan gizi buruk pada balita. Sampel dipilih secara fix exposure sampling, dengan perbandingan 1: 2 untuk subjek kasus dan kontrol, sejumlah 150 subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan keusionerdan rekam medis (buku KIA). Data dianalisis menggunakan Analisis Regresi Logistik dengan pendekatan Analisis Jalur menggunakan program STATA 13. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Klaten. Definisi operasional variabel dalam penelitian ini : 1. Gizi buruk pada balita adalah status

gizi anak usia 0- 60 bulan kurang dari normal pada berdasarkan indikator berat badan menurut umur.

2. Faktor psikologis saat kehamilan adalah dukungan pasangan atau keluarga, kondisi lingkungan tempat tinggal dan budaya yang mengganggu keadaan psikologis ibu hamil.

3. Lingkar lengan atas (LLA) adalah besar lingkar lengan atas ibu semasa hamil yang diukur dengan melingkarkan pita lila pada pertengahan akromnion (ujung bahu) dan oliganon (siku) dalam satuan sentimeter. Data besar lingkar lengan atas dilihat dalam catatan rekam medis ibu (buku KIA) selama kehamilan. 4. Pertumbuhan janin adalah pertumbuhan

janin dilihat dari tafsiran berat badan janin berdasarkan umur kehamilan. 5. Berat badan lahir rendah (BBLR)

adalah berat badan saat bayi dilahirkan kurang dari 2500 gram.

(3)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil pengolahan data analisis jalur menggunakan program STATA-13 diperoleh hasil sebagai berikut :

1. Spesifikasi model

Spesifikasi model menggambarkan hubungan antar variabel yang akan diteliti. Penelitian ini memliki variabel eksogen yaitu faktor psikologi dan lingkar lengan atas serta variabel endogen yaitu pertumbuhan janin, berat badan lahir rendah dan gizi buruk (BB/U).

2. Identifikasi model

Tahap ini dilakukan dengan penghitungan degree of freedom (df) yang menunjukkan apakah penelitian

tersebut dapat dianalisis menggunakan analisis jalur atau tidak. df harus bernilai ≥0. Penelitian ini memiliki: a. Variabel terukur : 5

b. Variabel eksogen : 2 c. Variabel endogen :3 d. Parameter penelitian : 4

Rumus degree of freedom (df) adalah sebagai berikut :

df = ( jumlah variabel terukur x ( jumlah variabel terukur + 1) / 2 – ( variabel endogen + variabel eksogen + jumlah parameter)

df = (5x6)/2 – ((3+2+4) = 15-9

= 6

3. Kesesuaian model dengan estimasi parameter

Gambar 1Model struktural dengan estimatimasi koefisien jalur

Gambar 1 menunjukkan model structural setelah diolah menggunakan STATA 13 dan didapatkan nilai seperti tertera dalam gambar tersebut. Indikator yang

menunjukkan kesesuaian model analisis jalur dapat dilihat dalam tabel 1 seperti berikut. bbu_dik binomial logit -2.5 bbl_dik binomial logit -2.1 tfu_dik binomial logit .43 psikoNew binomial logit lla_dik binomial logit 2.3 6 1.6 -3.4

(4)

Tabel 1 Hasil analisis jalur gizi buruk pada balita

Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa : a. Ada pengaruh langsung positif antara

berat badan lahir rendah dengan gizi buruk pada balita dan secara statistik signifikan. Anak balita dengan berat badan lahir rendah (BBLR) rata-rata memiliki logodd gizi buruk (BB/U) 2.26 poin lebih tinggi daripada balita dengan berat badan lahir normal (b= 2.26; CI= 1.33 sampai 3.19; p= <0.001). Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh langsung antara berat badan lahir rendah (BBLR) dengan gizi buruk pada balita. Balita dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram rentan terkena penyakit diare dan ISPA, saat balita sedang sakit nafsu makan menjadi berkurang serta terjadi dehidrasi yang menyebabkan balita kekurangan berat badan. Asupan nutrisi yang optimal mempengaruhi pertumbuhan fisik balita. Asupan nutrisi yang sesuai dengan angka kecukupan gizi dapat menurunkan kejadian malnutrisi.Balita yang mengalami infeksi saluran pencernaan dapat mengalami gangguan pencernaan

dan absorbsi makanan. Hal ini dapat berpengaruh pada jumlah kalori yang mampu diserap oleh tubuh, jumlah kalori yang tidak dapat mencukupi

aktivitas tumbuh kembang

menyebabkan terjadinya malnutrisi (Aquino, 2011).

b. Ada pengaruh tidak langsung positif antara pertumbuhan janin dengan gizi buruk pada balita melalui berat badan lahir rendah (BBLR) dan secara statistik signifikan. Pertumbuhan janin yang tidak sesuai umur kehamilan rata-rata memiliki logodd berat badan lahir rendah 5.95 poin lebih tinggi dari pada ibu hamil dengan pertumbuhan janin yang sesuai umur kehamilan. (b= 5.95; CI= 3.88 sampai 8.03; p= <0.001). Anak balita dengan berat badan lahir rendah rata-rata memiliki logodd gizi buruk (BB/U) 2.26 poin lebih tinggi daripada balita dengan berat badan lahir normal (b= 2.26; CI= 1.33 sampai 3.19; p= <0.001). Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh antara pertumbuhan janin dengan kejadian gizi buruk pada balita Penelitian ini Variabel Koef Jalur

CI (95%)

P Batas Bawah Batas

Atas Pengaruh Langsung

Gizi buruk  BBLR 2.26 1.33 3.19 <0.001

Pengaruh Tidak Langsung

BBLR  TFU < umur kehamilan 5.95 3.88 8.03 <0.001 TFU < umur

kehamilan

 Stres saat kehamilan 1.60 0.53 2.66 0.003  LLA > 23.5 -3.35 -4.40 -2.31 <0.001 Likelihood = -157.59

AIC = 329.17 BIC = 350.24

(5)

sejalan dengan penelitian Black et al (2008), janin yang kekurangan nutrisi akan mengalami keterlambatan pertumbuhan. Keterlambatan pertumbuhan menyebabkan bayi lahir dengan BBLR sehingga terjadi peningkatan kejadian asfiksia dan penyakit infeksi. Bayi yang mengalami penyakit infeksi berpengaruh kuat terhadap kejadian malnutrisi.

c. Ada pengaruh tidak langsung positif antara stres saat kehamilan dengan gizi buruk pada balita melalui pertumbuhan janin serta berat badan lahir rendah (BBLR) dan secara statistik signifikan. Ibu yang mengalami stres saat kehamilan rata-rata memiliki logodd tinggi fundus uteri (TFU) yang tidak sesuai dengan umur kehamilan 1.60 poin lebih tinggi dibandingkan yang tidak mengalami stres saat kehamilan (b= 1.60; CI= 0.53 sampai 2.66; p=0.003). Pertumbuhan janin yang tidak sesuai umur kehamilan rata-rata memiliki logodd berat badan lahir rendah 5.95 poin lebih tinggi dari pada ibu hamil dengan pertumbuhan janin yang sesuai umur kehamilan (b= 5.95; CI= 3.88 sampai 8.03; p= <0.001).Anak balita dengan berat badan lahir rendah rata-rata memiliki logodd gizi buruk (BB/U) 2.26 poin lebih tinggi daripada balita dengan berat badan lahir normal (b= 2.26; CI= 1.33 sampai 3.19; p= <0.001). Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara faktor psikologis saat kehamilan dengan kejadian gizi buruk pada balita. Penelitian Evans et al (2001), juga menyatakan bahwa perubahan fisik dan emosi semakin meningkat pada

trimester III. Trimester ini menyebabkan ibu harus beradaptasi dengan keluhan-keluhan fisik yang semakin meningkat sehingga meningkatkan pula keluhan psikis seperti rasa cemas, resah dan takut akan kehamilannya. Ibu yang mengalami kecemasan akan meningkatkan hormon oksitosin yang dapat memacu persalinan preterm (Araujo et al, 2007). d. Ada pengaruh tidak langsung negatif antara lingkar lengan atas (LLA) normal dengan pertumbuhan janin yang kurang dari umur kehamilan dan secara statistik signifikan. Ibu dengan lingkar lengan atas (LLA) normal rata-rata memiliki logodd TFU yang tidak sesuai umur kehamilan 3.35 lebih rendah dibandingkan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) (b= -3.35; CI= -4.40 sampai -2.31; p= <0.001).Anak balita dengan berat badan lahir rendah rata-rata memiliki logodd gizi buruk (BB/U) 2.26 poin lebih tinggi daripada balita dengan berat badan lahir normal (b= 2.26; CI= 1.33 sampai 3.19; p= <0.001). Hasil studi menunjukkan ada pengaruh antara lingkar lengan atas dengan gizi buruk pada balita. Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) ditandai dengan hasil pengukuran lingkar lengan atas < 23.5 cm. Penyebab KEK adalah asupan energi dan protein yang tidak mencukupi saat kehamilan. Ibu hamil dengan KEK beresiko melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah karena selama dalam kandungan janin akan

mengalami keterlambatan

(6)

dengan BBLR dapat menyebabkan gangguan perkembangan dan pertumbuhan salah satunya adalah malnutrisi (Kemenkes, 2016).

4. Respesifikasi model

Model dalam penelitian ini sudah sesuai dengan data sampel sebagaimana ditunjukkan oleh model saturasi dan koefisien regresi logistik yang bernilai lebih dari nol, maka tidak perlu dibuat ulang model analisis jalur yang lain.

KESIMPULAN

Ada pengaruh antara faktor psikologi, lingkar lengan atas (LLA), pertumbuhan janin dan berat badan lahir rendah (BBLR) terhadap gizi burukpada balita dan secara statistik signifikan. Faktor yang paling berpengaruh yang menyebabkan gizi buruk pada balita adalah pertumbuhan janin yang lebih kcil dari umur kehamilan (IUGR).

REFERENSI

Araujo DM, Pereira NL, Kac G (2007).

Anxiety during pregnancy, prematurity, and low birth weight: A Systematic Literature Review.

Cad Saude Publica.

De Aquino RC, Phillippi ST. Identification

of malnutrition risk factors in hospitalized patients. Review Association Medical Bras. 2011; 57(6): 623-9.

Dewan Ketahanan Pangan, World Food Programe (2015). Peta Ketahanan

Pangan dan Kerentanan Pangan Indonesia 2015. Jakarta: Dewan

Ketahanan Pangan.

Institute of Medicine (2005). Dietary

Reference Intake for Energy, Carbohydrate, Fiber, Fat, Fatty Acids, Cholesterol, Protein, and Amino Acids. A Report of the Panel on Macronutrients, Subcommittees on Upper Reference Levels of Nutrients and Interpretation and Uses of Dietary Reference Intakes, and the Standing Committee on the Scientific Evaluation of Dietary Reference Intakes. Washington DC: National

Academic Press.

Kemenkes RI (2015) a. Situasi dan Analisis

Gizi. Pusat Data dan Informasi

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

_____________(2015) b. Situasi Kesehatan

Anak Balita di Indonesia. Pusat

Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. _____________(2016) . Situasi Gizi di

Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementrian Kesehatan RI (2009). Undang-undang No.36 Tahun 2009 tentang kesehatn. Jakarta.

Robert E Black, Lindsay H Allen, Zulfiqar A Bhutta, Laura E Caulfield, Mercedes de Onis, Majid Ezzati, Colin Mathers, Juan Rivera (2008). Maternal and child undernutrition: global and regional exposures and health consequences. Maternal and

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :