• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/08 Th.IV, 1 Agustus 2016

1

No. 01/08/Th.IV, 1 Agustus 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

JULI 2016 INFLASI 1,54 PERSEN

 Pada Juli 2016 terjadi inflasi sebesar 1,54 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,17. Dari 82 kota IHK, ada 78 kota mengalami inlasi dan 4 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Tanjung Pandan sebesar 2,34 persen dengan IHK 133,37 dan terendah terjadi di Jayapura sebesar -1,10 persen dengan IHK 126,38.

 Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan peningkatan nilai indeks kelompok Bahan Makanan sebesar 4,26 persen; kelompok Makanan Jadi, Rokok dan Tembakau sebesar 0,28 persen ;Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,14 persen; kelompok Sandang sebesar 0,07 persen; kelompok Kesehatan sebesar 0,02 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,10 persen dan Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 2,14 persen. Deflasi terjadi karena adanya penurunan nilai angka indeks.

 Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah cumi-cumi, angkutan udara, kembung/gembung/banyar/gembolo/aso-aso, layang/benggol, selar/tude, cabe rawit, katamba, kacang panjang, terong panjang, tauge/kecambah.

 Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya deflasi adalah tomat sayur, kangkung, bayam, bawang merah, beras, semen, telur ayam ras, sepatu, anggur.

 Dari sebelas kota di Pulau Sulawesi, semua kota mengalami inflasi . Inflasi tertinggi terjadi di Kota Baubau sebesar 1,54 persen dan inflasi terendah di Kota Gorontalo sebesar 0,06 persen.

 Tingkat inflasi tahun kalender Juli 2016 sebesar 2,74 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2016 terhadap Juli 2015) sebesar 3,82 persen.

(2)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/08 Th.IV, 1 Agustus 2016

2

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

Paket komoditas nasional hasil SBH 2012 terdiri dari 862 komoditas. Paket komoditas terbanyak ada di Jakarta yaitu 462 komoditas, dan yang palling sedikit di Singaraja sebanyak 225 komoditas.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di kota Baubau pada Juli 2016 terjadi Inflasi sebesar 1,54 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,20 pada Juni 2016 menjadi 130,17 pada Juli 2016. Tingkat inflasi tahun kalender (Juli) 2016 sebesar 2,74 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2016 terhadap Juli 2015) sebesar 3,82 persen.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang cukup signifikan pada beberapa subkelompok pengeluaran yang disertai oleh penurunan pada indeks kelompok pengeluaran lainnya yaitu kelompok bahan makanan sebesar 4,26 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,28 persen; kelompok Listrik, Air, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,14 persen; kelompok Sandang sebesar 0,07 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen; kelompok Pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,10 persen; kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 2,14 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juli 2016 antara lain: cumi-cumi, angkutan udara, kembung/gembung/banyar/gembolo/aso-aso, layang/benggol, selar/tude, cabai rawit, katamba, kacang panjang, terong panjang, tauge/kecambah.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: tomat sayur, kangkung, bayam, bawang merah, semen, beras, telur ayam ras, sepatu, anggur.

Andil/sumbangan inflasi dari masing-masing kelompok pengeluaran pada Juli 2016, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 1,12 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,03 persen; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar -0,04 persen; kelompok sandang sebesar 0,005 persen;

(3)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/08 Th.IV, 1 Agustus 2016

3

kelompok kesehatan sebesar 0,0004 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,007 persen dan kelompok transpor dan komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,33 persen.

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Baubau Juli 2016, Tahun Kalender 2016, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Juni 2016 IHK Juli 2016 Inflasi Juli 20161) Laju Inflasi Tahun Kalender 20162) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) U m u m 128,20 130,17 1,54 2,74 3,82 1 Bahan Makanan 148,80 155,14 4,26 11,53 6,41 2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 137,30 137,68 0,28 5,78 9,89 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 113,81 113,97 0,14 -0,07 1,75 4 Sandang 121,33 121,42 0,07 2,12 2,83 5 Kesehatan 118,19 118,21 0,02 5,33 5,52 6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 117,97 118,09 0,10 1,80 3,21 7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 133,85 136,71 2,14 -7,00 -0,28

1) Persentase perubahan IHK Juli 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase perubahan IHK Juli 2016 terhadap IHK Desember 2015 3) Persentase perubahan IHK Juli 2016 terhadap IHK Juli 2015

Gambar 1

IHK Kota Baubau (2012=100)

(4)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/08 Th.IV, 1 Agustus 2016

4

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Baubau (2012=100) Juni 2016 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi

(%)

(1) (2)

U M U M 1,53

1. Bahan Makanan 1,12

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,03 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,04

4. Sandang 0,005

5. Kesehatan 0,0004

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,007 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

0,33

Gambar 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Baubau (2012=100) Juli 2016 (persen)

(5)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/08 Th.IV, 1 Agustus 2016

5

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Juli 2016 mengalami inflasi sebesar 4,26 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 148,80 pada Juni 2016 menjadi 155,14 pada Juli 2016.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, pada bulan ini 4 subkelompok diantaranya mengalami inflasi; 5 subkelompok mengalami deflasi dan 2 subkelompok tidak mengalami inflasi yang berarti. Subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok Daging dan hasil-hasilnya sebesar 4,03 persen; subkelompok ikan segar sebesar 12,88 persen; subkelompok ikan diawetkan sebesar 2,30 persen; dan subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 4,80 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi yaitu subkelompok Padi-padian, Umbi-umbian dan hasilnya sebesar -,23 persen; subkelompok Telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar -0,53; subkelompok Sayur-sayuran sebesar -0,75 persen; subkelompok Buah-buahan sebesar -0,19 persen dan Subkelompok Lemak dan Minyak sebesar -0,18 persen. Untuk Subkelompok Kacang-kacangan dan Subkelompok Bahan makanan lainnya tidak mengalami perubahan yang berarti.

Kelompok ini pada Juli 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 1,1251 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: cumi-cumi sebesar 0,3363 persen; kembung/gembung/banyar/gembolo/aso-aso sebesar 0,2764 persen; layang/benggol sebesar 0,1923 persen; selar/tude sebesar 0,1486 persen; cabai rawit sebesar 0,1316 persen. Sedangkan komoditas penyumbang deflasi antara lain: tomat sayur sebesar -0,2679 persen; kangkung sebesar -0,0737 persen; bayam sebesar -0,0347 persen; bawang merah sebesar -0,0285 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok ini pada Juli 2016 mengalami inflasi 0,28 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 137,30 pada Juni 2016 menjadi 137,68 pada Juli 2016.

Dalam kelompok ini, 1 subkelompok mengalamai inflasi. Sementara 2 subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan yang berarti. Subkelompok yang mengalami inflasi yakni subkelompok Minuman yang tidak beralkohol sebesar 1,24 persen. Sedangkan subkelompok makanan jadi; dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol tidak mengalami perubahan yang berarti.

Kelompok ini pada Juli 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0316 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yakni gula pasir sebesar 0,0316persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Juli 2016 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 113,81 pada Juni 2016 menjadi 113,97 pada Juni 2016.

Empat subkelompok dalam kelompok ini, 3 subkelompok mengalami inflasi , dan 1 subkelompok mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi yakni subkelompok Bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 0,67 persen, subkelompok Perlengkapan rumah tangga sebesar 0,51 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,02 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi adalah subkelompok Biaya tempat tinggal sebesar -0,07 persen.

Pada Juli 2016 kelompok ini secara umum memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0427 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan terhadap inflasi antara lain: tarif listrik sebesar 0,0417 persen; kulkas/lemari

(6)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/08 Th.IV, 1 Agustus 2016

6

es sebesar 0,0082 persen; setrika sebesar 0,0063 persen; sprey sebesar 0,0011 persen; pengharum/pelembut cucian sebesar 0,0003 persen. Komoditas penyumbang deflasi antara lain: semen -0,0149 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Juli 2016 mengalami inflasi sebesar 0,07 persen. Terjadi peningkatan ataupun angka IHK dari 121,33 pada bulan Juni 2016 menjadi 121,42 pada bulan Juli 2016.

Dari 4 subkelompok yang menyusun kelompok ini, 1 subkelompok mengalami inflasi, 1 subkelompok mengalami deflasi, dan 2 subkelompok tidak mengalami perubahan yang berarti. Subkelompok yang mengalami inflasi yakni Subkelompok Sandang wanita sebesar 0,36 persen. Sedangkan Subkelompok yang mengalami deflasi yakni Subkelompok Sandang pria sebesar -0,09 persen. Sedangkan Sandang anak-anak dan subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Pada Juli 2016 kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,0046 persen. Komoditas kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi yakni seragam sekolah wanita sebesar 0,0060 persen dan seragam sekolah pria sebesar 0,0046 persen. Sedangkan komoditas yang mengalami deflasi yakni sepatu sebesar -0,0060 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok ini pada Juli 2016 mmengalami inflasi sebesar 0,02 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 118,19 pada Juni 2016 dan menjadi 118,21 pada Juli 2016.

Dari 4 subkelompok dalam kelompok, 1 subkelompok mengalami inflasi sedangkan 3 subkelompok lainnya yang menyusunnya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok Jasa perawatan jasmani. Sedangkan subkelompok Jasa kesehatan, subkelompok obat-obatan dan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika tidak mengalami perubahan yang berarti.

Pada Juli 2016 kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,0004 persen. Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan terhadap inflasi antara lain: make up salon sebesar 0,0004 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada Juli 2016 mengalami inflasi sebesar 0,10 persen ataua mengalami peningkatan angka indeks dari 117,97 pada bulan Juni 2016 menjadi 118,09 pada bulan Juli 2016.

Dari lima subkelompok dalam kelompok ini, 1 subkelompok mengalami inflasu sedangkan 4 subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan yang berarti. Subkelompok yang mengalami inflasi yakni subkelompok Perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,67 persen. Sedangkan subkelompok pendidikan, subkelompok kursus-sursus/pelatihan, subkelompok rekreasi dan subkelompok olahraga tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Kelompok ini pada Juli 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0069 persen. Komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi antara lain tas sekolah sebesar 0,0078 persen dan modem internet sebesar 0,0018 persen . Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan terhadap deflasi antara lain leptop/notebook sebesar -0,0026 persen dan printer sebesar -0,0001 persen.

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada Juli 2016 mengalami inflasi sebesar 2,14 persen atau terjadi peningkatan angka indeks dari 133,85 pada Juni 2016 menjadi 136,71 pada Juli 2016.

Dari 4 subkelompok yang menyusun kelompok ini, 1 subkelompok mengalami inflasi, dan 3 subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok Transpor sebesar 2,75 persen. Sedangkan Subkelompok Komunikasi dan pengiriman, subkelompok Sarana dan penunjang transpor dan subkelompok Jasa keuangan tidak mengalami perubahan yang berarti.

(7)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/08 Th.IV, 1 Agustus 2016

7

Kelompok ini pada Juli 2016 memberikan sumbangan terhadap inflasi sebesar 0,326 persen. Komoditas yang memberikan kontribusi inflasi yakni angkutan udara sebesar 0,326 persen.

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi tahun kalender (Juli) 2016 sebesar 2,74 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2016 terhadap Juli 2015) sebesar 3,82 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Tahun ke Tahun, Juli 2016

Inflasi 2016

(1) (4)

1. Juli 1,54

2. (Juli) tahun kalender 2,74

3. Juli terhadap Juli (year on year)

(8)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/08 Th.IV, 1 Agustus 2016

8

PERBANDINGAN ANTARKOTA

Pada Juni 2016 di Indonesia terjadi inflasi sebesar 0,66 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 124,29. Pada Juni 2016 dari 82 kota IHK di Indonesia, sebanyak 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,34 persen dengan IHK sebesar 133,37 dan terendah terjadi di Jayapura sebesar 1,10 persen dengan IHK 126,38.

Perbandingan Antarkota di Pulau Sumatera

Pada Juli 2016 dari kota-kota IHK di wilayah Pulau Sumatera yang berjumlah 23 kota,keseluruhannya mengalamai inflasi dan tidak ada kota yang mengalami deflasi, inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,34 persen dengan IHK 133,37. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Medan sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 127,54. (lihat Tabel 4)

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi Juli 2016 Kota-Kota di Pulau Sumatera dengan Nasional

(2012=100) K O T A Juli 2016 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. TANJUNG PANDAN 133,37 2,34 2. BENGKULU 133,26 1,74 3. PADANGSIDIMPUAN 123,23 1,57 4. PADANG 129,32 1,52 5. BUKITTINGGI 123,34 1,46 6. BATAM 125,32 1,41 7. PEKANBARU 123,79 1,23 8. JAMBI 124,70 1,16 9. PANGKAL PINANG 128,54 1,16 10. PALEMBANG 123,55 1,12 11. TANJUNG PINANG 124,80 1,12 12. BUNGO 123,33 0,98 13. SIBOLGA 126,01 0,91 14. BANDA ACEH 118,44 0,73 15. TEMBILAHAN 128,97 0,58 16. BANDAR LAMPUNG 124,92 0,53 17. LUBUKLINGGAU 122,23 0,49 18. DUMAI 125,05 0,46 19. MEULABOH 123,18 0,41 20. METRO 132,02 0,30 21. PEMATANG SIANTAR 128,29 0,17 22. LHOKSEUMAWE 119,20 0,15 23. MEDAN 127,54 0,07 NASIONAL

(9)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/08 Th.IV, 1 Agustus 2016

9

Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa

Pada Juli 2016 dari kota-kota IHK di wilayah Pulau Jawa yang berjumlah 26 kota semuanya mengalami inflasi, untuk Inflasi tertinggi terjadi di Tegal sebesar 1,52 persen dengan IHK 122,38 dan inflasi terendah terjadi di Cirebon sebesar 0,24 persen dengan IHK sebesar 120,39. (lihat Tabel 5).

Tabel 5

Perbandingan Indeks dan Inflasi Juli 2016 Kota-Kota di Pulau Jawa dengan Nasional

(2012=100) K O T A Juli 2016 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. TEGAL 122,38 1,52 2. KUDUS 130,28 1,09 3. CILACAP 127,13 1,07 4. SEMARANG 123,70 1,05 5. YOGYAKARTA 122,57 0,94 6. SUKABUMI 124,17 0,93 7. PURWOKERTO 122,42 0,87 8. MADIUN 122,10 0,85 9. SURABAYA 124,53 0,83 10. CILEGON 129,22 0,80 11. KEDIRI 122,01 0,78 12. MALANG 125,14 0,78 13. BANDUNG 124,11 0,71 14. SERANG 131,64 0,70 15. DKI JAKARTA 125,09 0,64 16. SUMENEP 122,26 0,63 17. PROBOLINGGO 122,72 0,63 18. SURAKARTA 121,66 0,62 19. TASIKMALAYA 123,69 0,50 20. DEPOK 123,48 0,48 21. BANYUWANGI 121,99 0,43 22. JEMBER 121,46 0,42 23. BOGOR 123,98 0,32 24. TANGERANG 131,47 0,31 25. BEKASI 121,44 0,26 26. CIREBON 120,39 0,24 NASIONAL

(10)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/08 Th.IV, 1 Agustus 2016

10

Perbandingan Antarkota Wilayah Luar Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi

Pada Juli 2016 dari kota-kota IHK di wilayah luar Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi yang berjumlah 22, terdapat 18 kota inflasi dan 4 kota yang mengalami deflasi, untuk inflasi terendah terjadi di Jayapura yaitu sebesar -1,10 persen dengan IHK 126,38 dan inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,66 persen dengan IHK sebesar 120,08 (lihat Tabel 6).

Tabel 6

Perbandingan Indeks dan Inflasi Juli 2016

Kota-Kota di Luar Pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi dengan Nasional (2012=100) K O T A Juli 2016 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. MANOKWARI 120,08 1,16 2. SORONG 125,78 1,15 3. MATARAM 124,01 1,12 4. TANJUNG 126,48 1,08 5. TERNATE 129,79 1,04 6. BALIKPAPAN 129,85 1,03 7. BIMA 129,61 0,92 8. SINGARAJA 132,48 0,88 9. PONTIANAK 134,82 0,87 10. SINGKAWANG 124,91 0,77 11. TUAL 138,51 0,66 12. BANJARMASIN 125,21 0,56 13. DENPASAR 121,29 0,51 14. AMBON 123,54 0,50 15. SAMPIT 125,20 0,49 16. TARAKAN 136,28 0,30 17. PALANGKARAYA 121,70 0,20 18. SAMARINDA 127,25 0,20 19. MAUMERE 117,41 -0,05 20. MERAUKE 129,51 -0,09 21. KUPANG 126,97 -0,35 22. JAYAPURA 126,38 -1,10 Nasional

(11)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/08 Th.IV, 1 Agustus 2016

11

Perbandingan Antarkota di Pulau Sulawesi

Pada Juli 2016 dari kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi yang berjumlah 11, inflasi terendah terjadi di Kota Gorontalo sebesar 0,06 persen dengan IHK sebesar 121,72. Sedangkan Inflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 1,54 persen dengan IHK 130,17. (lihat Tabel 7).

Tabel 7

Perbandingan Indeks dan Inflasi Juli 2016 Kota-Kota di Pulau Sulawesi dengan Nasional

(2012=100) K O T A Juli 2016 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. BAU-BAU 130,17 1,54 2. PARE-PARE 122,11 1,31 3. MAKASSAR 125,56 1,13 4. MANADO 125,35 0,84 5. KENDARI 121,65 0,77 6. PALOPO 123,48 0,68 7. MAMUJU 124,53 0,64 8. PALU 126,02 0,39 9. WATAMPONE 119,81 0,29 10. BULUKUMBA 128,32 0,09 11. GORONTALO 121,72 0,06 NASIONAL

(12)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Baubau No. 01/08 Th.IV, 1 Agustus 2016

12

Tabel 8

IHK Kota Baubau Bulan Juli 2016 (2012=100)

No, Kelompok/Sub kelompok

IHK Juli 2016 % perub thd Juli 2016 Tahun Kalender Y o Y IHK Juli 2015 [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] U M U M / T O T A L 130,17 1,54 2,74 3,82 125,38 I BAHAN MAKANAN 155,14 4,26 11,53 6,41 145,79

1 Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 130,83 -0,23 4,68 8,06 121,07 2 Daging dan Hasil-hasilnya 102,16 4,03 0,48 3,20 98,99 3 Ikan Segar 166,54 12,88 13,19 -4,23 173,90 4 Ikan Diawetkan 110,97 2,30 0,85 -3,80 115,35 5 Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 126,05 -0,53 -2,08 0,16 125,85 6 Sayur-sayuran 200,41 -0,75 30,03 13,82 176,08 7 Kacang–kacangan 135,91 0,00 1,84 2,35 132,79 8 Buah–buahan 158,29 -0,19 25,36 31,33 120,53 9 Bumbu–bumbuan 180,53 4,80 2,53 34,35 134,37 10 Lemak dan Minyak 114,43 -0,18 1,82 1,69 112,53 11 Bahan Makanan Lainnya 137,13 0,00 -1,94 2,08 134,34

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 137,68 0,28 5,78 9,89 125,29

1 Makanan Jadi 148,21 0,00 5,59 10,37 134,29 2 Minuman yang Tidak Beralkohol 127,39 1,24 8,10 11,48 114,27 3 Tembakau dan Minuman Beralkohol 130,09 0,00 4,31 7,90 120,57

III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 113,97 0,14 -0,07 1,75 112,01

1 Biaya TempatTinggal 107,76 -0,07 0,02 1,12 106,57 2 Bahan Bakar, Penerangan dan Air 128,97 0,67 -1,75 0,77 127,98 3 Perlengkapan Rumahtangga 122,66 0,51 2,23 8,12 113,45 4 Penyelenggaraan Rumahtangga 133,59 0,02 1,54 2,12 130,82 IV SANDANG 121,42 0,07 2,12 2,83 118,08 1 Sandang Laki-laki 117,30 -0,09 -0,09 -0,07 117,38 2 Sandang Wanita 124,66 0,36 1,92 1,87 122,37 3 Sandang Anak-anak 133,44 0,00 0,00 0,40 132,91 4 Barang Pribadi dan Sandang Lain 110,72 0,00 7,99 11,22 99,55

V KESEHATAN 118,21 0,02 5,33 5,52 112,03

1 Jasa Kesehatan 112,67 0,00 3,06 4,19 108,14 2 Obat-obatan 124,53 0,00 4,46 4,46 119,21 3 Jasa Perawatan Jasmani 135,41 0,14 0,69 0,69 134,48 4 Perawatan Jasmani dan Kosmetika 115,33 0,00 7,17 7,17 107,61

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 118,09 0,10 1,80 3,21 114,42

1 Pendidikan 103,96 0,00 0,00 2,77 101,16 2 Kursus-kursus / Pelatihan 149,88 0,00 1,51 1,74 147,32 3 Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 105,86 0,67 -0,13 0,15 105,70 4 Rekreasi 154,35 0,00 5,63 5,69 146,04 5 Olahraga 119,00 0,00 2,63 2,63 115,95

VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 136,71 2,14 -7,00 -0,28 137,09

1 Transpor 150,16 2,75 -9,47 -1,31 152,15 2 Komunikasi Dan Pengiriman 101,15 0,00 3,21 3,82 97,43 3 Sarana dan PenunjangTranspor 120,72 0,00 1,31 2,39 117,90 4 Jasa Keuangan 113,13 0,00 1,51 1,51 111,45

Referensi

Dokumen terkait

Status penguasaan lahan oleh keluarga pertanian di Sub DAS Citarik dapat dibedakan atas tiga golongan, yakni pemilik lahan, pemilik-penggarap lahan, dan penggarap-penyewa lahan..

Dan untuk parkir FMIPA terutama untuk mahasiswa bisa diperluas lagi serta diberi tenda diatasnya agar teduh, karena parkiran FMIPA masih sering penuh hingga tidak bisa masuk dan

KETIGA Dalam melaksanakan tugasnya Forum Penerbit Provinsi Lampung dibantu oleh Sekretariat Forum Penerbit Provinsi Lampung yang berkedudukan di Badan Perpustakaan, Arsip

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing pemberitaan yang dilakukan oleh media online Detik.com dan Vivanews.com menyampaikan peristiwa di Kebun

Dalam penyusunan laporan keuangan, dasar akrual harus dipilih karena lebih rasional dan adil dalam mencerminkan kondisi keuangan perusahaan secara riil, namun di sisi

Biasanya keadaan atmosfer yang dipengaruhi oleh radiasi matahari (sumber utama energi pada sistem iklim) adalah (1) radiasi mthr yang diterima di bumi, (2) suhu udara, (3)

Composite yang dilakukan pada Adobe After Effect merupakan penggabungan semua bahan grafis yang sudah dianimasikan satu persatu dengan background dan pemberian transisi

pembakaran pun dipraktekkan. Inilah dosa terakhir dari sebuah model pengelolaan yang salah kaprah; dan pembakaran lahan juga merupakan salah satu yang digunakan oleh