Performa Broiler dengan Ransum Mengandung Campuran Ampas Sagu dan Ampas Tahu yang Difermentasi dengan
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Berdasarkan uji statistik pemberian bungkil inti sawit tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum ayam pada setiap perlakuan, namun pemberian bungkil inti
terhadap komposisi fisik karkas broiler umur 6 minggu, di samping itu juga dapat memberi informasi kepada petani peternak tentang penggunaan ampas tahu difermentasi
Nilai IOFC ayam pedaging pada penelitian ini, perlakuan yang diberi 95 % pakan komersial + 5 % tepung jagung mendapatkan nilai IOFC yang paling tinggi dari
Pengaruh perlakuan terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan lemak abdo- men ayam broiler selama penelitian terdapat pada Tabel
Asam amino esensial merupakan asam amino yang harus disediakan dalam pakan karena ternak tidak mampu mensintesanya, sedangkan asam amino non esensial merupakan asam
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai guna ampas tahu sebagai bahan pakan ayam ras pedaging, dengan mengukur konsumsi pakan, pertambahan berat badan, konversi
Hasil analisis ragam (Tabel 3) dan uji kontras ortogonal (Tabel 4) memperlihatkan bahwa bobot badan dan pertambahan bobot badan ayam broiler yang diberi ransum
Berdasarkan analisis ragam menunjukkan antar perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum ayam ras pedaging yang dihasilkan, hal ini