• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kepemimpinan Berdasarkan Teori (5)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Kepemimpinan Berdasarkan Teori (5)"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Kepemimpinan Berdasarkan Teori Prilaku

“Ditujukan untuk memenuhi tugas”

Mata Kuliah : Kepemimpinan Pendidikan Dosen : Idris, MA

Jurusan : Tarbiyah-Pai (IV-B) Di Susun

O L E H

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM

JAM’IYAH MAHMUDIYAH

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Analisis Kepemimpinan Berdasarkan Teori Prilaku” Tidak lupa shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan inspirator terbesar dalam segala keteladanannya. Tidak lupa penulis sampaikan terima kasih kepada Dosen mata kuliah Kepemimpinan Kependidikan yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan makalah ini, orang tua yang selalu mendukung kelancaran tugas kami, serta pada anggota tim yang selalu kompak dan konsisten dalam penyelesaian tugas ini.

Akhirnya penulis sampaikan terima kasih atas perhatiannya terhadap makalah ini, dan penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi tim penulis khususnya dan pembaca yang budiman pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini. Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan dari para pembaca guna peningkatan pembuatan makalah pada tugas yang lain dan pada waktu mendatang.

Tanjung Pura Mei-2017

(3)
(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing sesuatu kelompok sedemikian rupa, sehingga tercapailah tujuan dari kelompok itu. Sudarwan Danim sendiri mendefinisikan kepemimpinan adalah setiap tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok lain yang tergabung dalam wadah tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Islam memandang bahwa kepemimpinan harus dipegang oleh sosok yang mampu dan dapat menempatkan diri sebagai pembawa obor kebenaran dengan memberi contoh teladan yang baik, karena dia uswatun hasanah. Dalam asas dan prinsip ajaran Islam; pemimpin adalah hamba Allah, membebaskan manusia dari ketergantungan kepada siapa pun, melahirkan konsep kebersamaan antar manusia, menyentuh aspek hubungan manusia dengan manusia dengan manusia dan alam sekitar, membenarkan seseorang taat kepada pemimpin selama tidak bermaksiat dan melanggar aturan Allah, mengajarkan bahwa kehidupan dunia adalah bagian dari perjalanan akhirat, memandang kekuasaan dan kepemimpinan adalah bagian integral ibadah. Kepemimpinan merupakan tanggung beban dan tanggung jawab, bukan kemuliaan. Kepemimpinan membutuhkan keteladanan dan wujud, bukan kata dan retorika, serta senantiasa bertutur santun, sekalipun itu perkataan Nabi Musa kepada Fir’aun yang jahat. Dari situ, maka dapat dikatakan bahwa seorang pemimpin itu dilihat dari perilakunya sehari-hari. Bagaimana cara seorang pemimpin itu memimpin bawahannya dan bagaimana seorang pemimpin memerintah dan menjalankan perannya.

(5)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang penulis kemukakan di atas, maka rumusan masalah yang penulis kemukakan adalah:

1. Bagaiaman nilai dasar perilaku kepemimpinan ? 2. Bagaimana konsep perilaku kepemimpinan ?

3. Bagaimana teori kepemimpinan berdasarkan analisis pendekatan perilaku ?

4. Bagaimana perilaku kepemimpinan kepala madrasah menuju kepemimpinan efektif ?

C. Tujuan Pembahasan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan pembahasan dalam makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui nilai dasar perilaku dalam kepemimpinan. 2. Untuk mengetahui konsep perilaku kepemimpinan.

3. Untuk mengetahui teori kepemimpinan berdasarkan analisis pendekatan perilaku.

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Nilai Dasar perilaku pemimpin

Islam sebagai agama universal sebagai agama universal sangat kaya akan pesan menjadi umat yang terbaik, untuk menjadi kholifah, yang mengatur dengan baik bumi dan isinya. Pesan pesan itu sangat mendorong kepada sitiap orang muslim untuk berbuat dan bekerja secara profisional. Nabi Muhamad SAW telah mengajarkan akhlak islam kepada semua umatnya untuk dijadikan landasan bagi pengembangan profisionalisme seorang pemimpin dalam melaksanakan kepemimpinannya. Dan hal ini dapat dilihat pada pengertian sifat sifat akhklah nabi:1

a. Sifat kejujuran

Kejujuran ini menjadi salah satu dasar yang paling penting untuk membangun seorang pemimpin yang baik. Hampir semua usaha yang dikerjakan bersama menjadi lancar, karena adanya kejujuran. Oleh karena itu kejujuran menjadi sifat wajib bagi Rasulullah SAW. Dan sifat ini pula yang selalu diajarkan oleh islam melalui Al-quran dan sunnah Nabi. Kegiatan yang dikembangkan didunia organisasi , perusahaan dan lembaga moderen saat ini sangat ditentukan oleh kejujuran. Begitu juga tegaknya negara sangat ditentukan oleh sifat jujur para pemimpinnya. Ketika para pemimpinnya tidak jujur dan korup maka negara itu menghadapi problem nasional yang berat, dan sangat sulit untuk membangkitkannya kembali.

b. Sifat tangung jawab

Sikap tanggung jawab juga merupakan sifat ahklaq yang sangat diperlukan untuk membangun profesionalisme. Suatu perusahaan /organisasi/lembaga apapun pasti akan hancur bila orang orang yang terlibat didalamnya tidak amanah.

c. Sifat komunikatif

Salah satu ciri komunikatif dan transparan. Dengan sikap komunikatif, seorang penaggung jawab suatu pekerjaan akan dapat terjalin kerjasama dengan orang lain akan lebih lancar. Ia dapat juga meyakinkan rekanannya untuk melakukan kerjasama atau melakukan visi dan misi yang dasampaikan. Sementara

(7)

dengan sikap transparan. Kepemimpinan diakses semua pihak tidak ada kecurigaan, sehingga semua masyarakat anggotanya dan rekan kerjasamanya akan memberikan apresiasi yang tinggi kepada kepemimpinannya. Dengan begitu, perjalanan sebuah organisasi akan berjalan lebih lancar, serta mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.2

d. Sikap cerdas

Dengan kecerdasan seorang professional akan dapat melihat dan menangkap peluang dengan tepat dan cepat. Dalam sebuah organisasi, kepemimpinan yang cerdas akan cepat dan tepat dalam memahami problematika yang ada di lembaganya. Ia akan cepat memahami aspirasi anggotanya, sehingga setip peluang dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan problem dapat dipecahkan dengan cepat dan tepat sasaran.

e. Berfikir positif dan bersikap positip

Berfikir positif akan mendorong setiap orang melaksanakan tugas tugasnya lebih baik. Hal ini disebabkan dengan bersikap dan berfikir positif mendorong seseorang untuk berfikir jernih dalam menghadapi setiap masalah. Khusnudzon tersebut, tidak saja ditujukan kepada sesama kawan dalam bekerja, tetapi yang paling utama adalah bersikap dan bersikap positif kepada Allah SWT. Dengan pemikiran tersebut,seseorang akan lebih bersikap objektif dan optimistic. Apabila ia berhasil dalam usahanya tidak menjadi sombong dan lupa diri, dan apabila gagal tidak mudah putus asa, dan menyalahkan orang lain. Sukses dan gagal merupakan pelajaran yang harus diambil untuk menghadapi masa depan yang lebih baik, dengan selalu bertawakal kepada Allah SWT.

f. Memperbanyak silaturahmi

Dalam islam kebiasaan silaturrahim merupakan bagian dari tanda tanda keimanan. Namun dalam dunia profesi, silaturahim sering dijupai dalam bentuk tradisi lobi. Dalam tradisi ini akan terjadi saling belajar.

g. Disiplin waktu dan menepati janji

Begitu pentingnya disiplin waktu, al-quran menegaskan makna waktu bagi kehidupan manusia yang telah menjadi seorang pemimpin wajib menghargai dan menggunakan waktunya dengan sebaik mungkin.

(8)

h. Bertindak efektif dan efisien

Bertindak efektif artinya merencanakan, mengerjakan dan mengevaluasi sebuah kegiatan dengan tepat sasaran. Sedangkan efisien adalah penggunaan fasilitas kerja dengan cukup, tidak boros dan memenuhi sasaran, juga melakukan sesuatu yang memang diperlukan dan berguna. Islam sangat menganjurkan sikap efektif dan efisien.

i. Memeberikan upah secara cepat dan tepat

Ini sesuai dengan hadits nabi, yang mengatakan berikan upah kadarnya, akan mendorong seseorang pekerja atau pegawai dapat memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya secara tepat pula. Sementara apabila upah ditunda, seorang pegawai akan bermalas malas karena ia harus memikirkan beban kebutuhannya dan merasa karya karyanya tidak dihargai secara memadai.3

B. Konsep Perilaku Kepemimpinan

Dalam penelitian mengenai perilaku pemimpin telah didominasi oleh suatu fokus pada sejumlah kecil aspek dari perilaku. Kebanyakan studi mengenai perilaku kepemimpinan selama periode tersebut menggunakan kuesioner untuk mengukur perilaku yang berorientasi pada tugas dan yang berorientasi pada hubungan. Beberapa studi telah dilakukan untuk melihat bagaimana perilaku tersebut dihubungkan dengan kriteria tentang efektivitas kepemimpinan seperti kepuasan dan kinerja bawahan. Peneliti-peneliti lainnya menggunakan eksperimen laboratorium atau lapangan untuk menyelidiki bagaimana perilaku pemimpin mempengaruhi kepuasan dan kinerja bawahan.

Teori perilaku kepemimpinan (behavioral theory of leadership) ini didasari pada keyakinan bahwa pemimpin yang hebat merupakan hasil bentukan atau dapat dibentuk, bukan dilahirkan (leader aremade, nor born). Berakar pada teori behaviorisme, teori kepemimpinan ini berfokus pada tindakan pemimpin, bukan pada kualitas mental atau internal. Menurut teori ini, orang bisa belajar untuk menjadi pemimpin, misalnya, melalui pelatihan atau observasi.4

3 Khatib Pahlawan Kayo, Kepemimpinan Islam dan Da'wah, (Jakarta: Amzah, 2005), h. 74

(9)

Dalam pendekatan perilaku ini memandang bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola tingkah laku, dan bukan dari sifat-sifat (traits) pemimpin. Alasannya sifat seseorang sukar untuk diidentifikasi. Beberapa ahli berkeyakinan bahwa perilaku dapat dipelajari, hal ini berarti orang yang dilatih dalam perilaku kepemimpinan yang tepat akan dapat memimpin secara efektif. 5 Namun

demikian, keefektifan perilaku kepemimpinan ini dipengaruhi oleh beberapa variabel. Jadi perilaku tidak mutlak menentukan keberhasilan suatu kepemimpinan.

Konsep perilaku kepemimpinan ini muncul karena menganggap bahwa konsep sifat kepemimpinan tidak mampu menghasilkan kepemimpinan yang efektif, karena sifat sulit untuk diidentifikasi. Yulk sebagaimana yang dikutip Marno dkk, menjelaskan bahwa perilaku pemimpin terhadap bawahan ada 4 bentuk perilaku, yakni

1) ada yang lebih menekankan pada tugas;

2) ada yang lebih mementingkan pada hubungan; 3) ada yang mementingkan kedua-duanya; dan 4) ada yang mengabaikan kedua-duanya.6

Ada juga peneliti yang mengatakan bahwa perwujudan perilaku pemimpin dengan orientasi bawahan ialah 1) penekanan pada hubungan atasan-bawahan, 2) perhatian pribadi pimpinan pada pemuasan kebutuhan para bawahannya, dan 3) menerima perbedaan-perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku yang terdapat dalam diri dari para bawahan.7 Dalam penjabaran lebih lanjut, analisis

perilaku kepemimpinan ini menghasilkan beberapa teori kepemimpinan sebagaimana yang akan dijelaskan di bawah ini secara lebih detail.

5 Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), h.91

6 Marno dan Triyo Supriyatno, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam,

(Bandung: Refika Abditama, 2008), h. 39

(10)

C. Teori Kepemimpinan Berdasarkan Analisis Pendekatan Perilaku

Dalam menggerakkan orang lain guna mencapai tujuan, pemimpin biasanya menampakkan perilaku kepemimpinannya dengan bermacam-macam. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Usman, para peneliti telah mengidentifikasi dua gaya kepemimpinan yang berpijak dari perilaku kepemimpinan ini, yaitu 1) yang berorientasi pada tugas (task oriented) dan

2) yang berorientasi pada bawahan atau karyawan (employee oriented)8

Gaya yang berorientasi pada tugas lebih memperhatikan pada penyelesaian tugas dengan pengawasan yang sangat ketat agar tugas selesai sesuai dengan keinginannya. Hubungan baik dengan bawahannya diabaikan yang penting bawahan harus bekerja keras, produktif dan tepat waktu. Sebaliknya gaya kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan cenderung lebih mementingkan hubungan baik dengan bawahannya dan lebih memotivasi karyawannya daripada mengawasi dengan ketat. Gaya ini sangat sensitif dengan perasaan bawahannya. Jadi pada prinsipnya yang dipakai pada gaya kepemimpinan yang ini bukan otak tapi rasa yang ada dalam hati. Pemimpin berusaha keras tidak menyakiti bawahannya. Penjabaran perilaku pemimpin terhadap bawahan tersebut dapat dirinci sebagai berikut:

1. High-high berarti pemimpin tersebut memiliki hubungan tinggi dan orientasi tugas yang tinggi juga.

2. High task-low relation, pemimpin tersebut memiliki orientasi tugas yang tinggi, tetapi rendah hubungan terhadap bawahan.

3. Low task-high relation, pemimpin tersebut lebih mementingkan hubungan dengan bawahan, dengan sedikit mengabaikan tugas. Teori ini disebut dengan Konsiderasi yaitu kecenderungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti: membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan

(11)

4. Low task-low relation, orientasi tugas lemah, hubungan dengan bawahan

Dari hasil penelitian terdapat beberapa teori kepemimpinan berdasarkan perilaku yang terkenal di kalangan para peneliti. Teori tersebut antara lain studi lowa, studi ohio, studi Michigan, Rensis Likert, dan Reddin.

 Studi Lowa. Studi ini meneliti kesukaan terhadap 3 macam gaya

kepemimpinan, yaitu gaya otoriter, gaya demokratis dan gaya laizes faire. Hasil penelitian mengatakan bahwa kebanyakan suka gaya kepemimpinan demokratis.10

 Studi Ohio. Studi ini berusaha mengembangkan angket deskripsi

perilaku kepemimpinan. Peneliti merumuskan bahwa kepemimpinan itu sebagai suatu perilaku seseorang yang mengarah pada pencapaian tujuan tertentu, yang terdiri dari dua dimensi, yaitu struktur pembuatan inisiatif dan perhatian. Struktur pembuatan inisiatif menunjukkan pada pencapaian tugas.11 Perhatian menunjukkan perilaku pemimpin pada

hubungan dengan bawahannya. Penelitian ini menemukan empat gaya kepemimpinan sebagai berikut:

kepemimpinan, yaitu berorientasi pada bawahan dan berorientasi pada produksi. Pemimpin yang berorientasi pada bawahan menekankan pentingnya hubungan dengan pekerja dan menganggap setiap pekerja

9 Marno dan Supriyatno, Manajemen dan Kepemimpinan…, h. 39-40

10 Usman, Manajemen Teori…, h. 279.

(12)

penting. Pemimpin yang berorientasi pada produksi menekankan pentingnya produksi dan aspek teknik-teknik kerja.12

 Empat sistem kepemimpinan dalam manajemen Likert. Menurut

 Exploitative Authoritative (Otoriter yang Memeras) Pemimpin

menentukan semua keputusan tentang seluruh kegiatan, memerintahkan agar semua bawahan melaksanakan tugas kegiatan, menentujan standar pelaksanaan tugas kegiatan, menentukan standar pelaksanaan tugas yang harus dipenuhi bawahan, memberikan ancaman dan hukuman kepada bawahan yang tidak berhasil melakukan tugas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kurang mempercayai bawahan dan tidak melibatkan bawahan dalam proses pengambilan keputusan.

 Benevolent Authoritative (Otoriter yang baik) Pemimpin

menyampaikan berbagai peratuaran, tugas tugas atau perintah kepada bawahan dan pada giliranya, bawahan diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya.Diman bawahan diberi kelongaran dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan batasan yang telah disepakati

 Cosultative (Konsultatif) Pemimpin menetapkan dan

mengemukakan tujuan yang harus dcapai dan ketentuan ketentuan yang bersifat umum setelah berdiskusi dengan bawahan.

 Participatif (Partisipatif).13 Penentuan tujuan dan pengambilan

keputusan ditentukan oleh kelompok. Apabila diperlukan, pemimpin dapat mengambil keputusan setelah memperoleh

12 Marno dan Supriyatno, Manajemen dan Kepemimpinan…, h. 40

(13)

saran dan pendapat bersama bawahan. Likert menyimpulkan bahwa penerapan sistem 1 dan 2 akan menghasilkan produktivitas kerja yang rendah, sedangkan penerapan sistem 3 dan 4 akan menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi.

 Tiga gaya kepemimpinan menurut Reddin Didalam tulisannya

(14)

telah direnanakan dan sesuai dengan kedudukan sebagai pemimpin..

 jaringan manjemen (managerial grid) Jaringan manjamen atau

managerial grid ini di kembangkan oleh Blake dan Mouton. Dalam pendekatan ini, manajer berhubungan dengan dua hal, yakni perhati pada produksi di satu pihak dan perhatian pada orang dipihak lain. Perhatian pada produksi atau tugas adalah sikap pemimpin yang menekankan pada mutu keputusan, prosedur, mutu pelayanan staf, efisiensi kerja dan jumlah pengeluaran. Perhatian pada orang adalah sikap pemimpin yang memperhatikan keterlibatan anak bbuah dalam rangka mencapai tujuan. Menurut teori ini terdapat lima tipe kepimimpinan tipe pertama disebut impoverished leadership, middle of road, country club leadership, task leadership. Kelima tipe diatas dapat diuraiakan sebagai berikut:

a. Impoverished leadership. Ini ditandai dengan perilaku pemimpin yang menghindari berbagai macam tanggung jawab, perhatian terhadap hubungan kerja dengan bawahan kurang, pemimpin tidak mau terlibat baik terhadap hubungan bawahan maupun terhadap hasi

b. Middle of road leadership. Ini mengambarkan bahwa pemimpin memperhatikan dengan baik moral kerja bawahan dan mempertahankannya. Tingkat kepuasan bawahan maupun pencapaian hasil terpelihara dengan baik. Kelemahan tipe kepemimpinan ini adalah tidak memiliki dasar yang kuat untuk berinovasi dan berkembangnya kreativitas.

c. Country Club Leadership. Menggambarkan perilaku pemimpin yang lebih mengutamakan hubungan kerja atau kepentingan bawahan sedangkan hasil kegiatan bawahan kurang diperhatikan.

(15)

dianggap tidak penting sehingga sewaktu waktu dapat diganti. Peningkatan kemampuan baik pengetahuan maupun ketrampilan, dianggap tidak perlu.

e. Team Leadership. Menggambarkan perilaku pemimpin yang sangat menaruh perhatian terhadap hasil dan hubungan kerja. Perilaku tersebut mendorong timbulnya keinginan bawahan untuk berfikir dan bertindak produktif. Tipe kepemimpinan ini memberikan manfaat besar bagi organisasi dalam enam hal yaitu: (a) hasil pekerjan meningkat, (b) kegiatan hubungan antar angota kelompok makin bertambah baik, (c) kegitan kelompok makin efektif, (d) pertentangan kepentingan dan persaingan yang tidak sehat antar anggota kelompok sangat bekurang, (d) saling pengertian meningkat, dan (e) kreatifitas individu berkembang.

D. Perilaku Kepemimpinan Kepala Madrasah Menuju Kepemimpinan Efektif

Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang menggunakan gaya yang dapat mewujudkan sasarannya, misalnya dengan mendelegasikan tugas, mengadakan komunikasi yang efektif, memotivasi bawahannya, melaksanakan kontrol dan seterusnya.14 Kepemimpinan yang efektif merupakan kepemimpinan

yang mampu menggerakkan pengikutnya untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan bersama. Hasil kajian terhadap beberapa referensi menemukan 6 karakteristik kepemimpinan yang baik. Keenam karakter tersebut antara lain:

1. Pemahaman otentitas sejarah keberadaan organisasi. 2. Memahami otentitas sumber-sumber organisasi. 3. Memahami otentitas struktur organisasi.

4. Memahami otentitas kekuatan organisasi. 5. Memahami otentitas misi organisasi. 6. Memahami otentitas makna organisasi.15

14 Usman, Manajemen Teori…, h. 293

(16)

Hodge mengatakan, sebagaimana yang dikutip Danim, ciri atau karakteristik seorang pemimpin yang efektif dikelompokkan menjadi dua sifat penting, yaitu mempunyai visi dan bekerja dari sudut efektifitas mereka.16 Berikut ini adalah

perincian pendapat Hodge tentang sepuluh karakteristik pemimpin yang efektif. a) Memiliki misi.

b) Pemimpin yang efektif memiliki fokus untuk mencapai tujuan-tujuan yang akan membuat misi menjadi kenyataan.

c) Pemimpin yang efektif memenangi dukungan untuk visinya dengan memanfaatkan gaya dan aktivitas yang paling cocok untuk mereka sebagai individu.

d) Pemimpin yang efektif secara alami lebih terfokus untuk menjadi daripada melakukannya.

e) Pemimpin yang efektif secara alami tahu bagaimana mereka bekerja paling efisien dan efektif.

f) Pemimpin yang efektif secara alami tahu bagaimana memanfaatkan kekuatan mereka untuk mencapai tujuan.

g) Pemimpin yang efektif tidak mencoba menjadi orang lain.

h) Pemimpin yang efektif secara alami mencari orang-orang dengan berbagai ciri efektifitas alam

i) Pemimpin yang efektif menarik orang lain.

j) Pemimpin yang efektif terus mengembangkan kekuatan dalam rangka memenuhi kebutuhan baru dan mencapai tujuan yang baru. 17

Dalam upaya menuju kepemimpinan pendidikan Islam yang efektif, setidaknya para pemimpin harus dilatih sesuai dengan corak pendekatan perilaku. Latihan-latihan itu dapat diwujudkan melalui Meneladani Seorang Tokoh (Al-Qudwah)18

Yaitu melalui magang dengan seorang pemimpin yang berpengaruh, melihat sikap dan perilakunya. Tetapi dengan metode seperti

16Ibid., h. 21.

17Ibid., h. 21-23

18 Jamal Madhi, Menjadi Pemimpin yang Efektif dan Berpengaruh Tinjauan Manajemen Kepemimpinan Islam, terj. Anang Syafruddin dan Ahmad Fauzan, (Bandung : PT. Syaamil Cipta

(17)

itu akan timbul dua catatan, pertama, bahwa kesalahan dapat berpindah secara terselubung yang kadang dapat membunuh atau menghancurkan, karena ketidak mampuan sosok yang dilatih ini merupakan tanggung jawab sang tokoh. Kedua, merealisir apa yang dinamakan personifikasi, yang merupakan penjelmaan potret pemimpinnya. Oleh karena itu, kita tidak dikatakan telah mendidik seorang pemimpin baru, tetapi itu seperti seseorang yang berhenti berjalan untuk beberapa saat dan tidak dapat melangkah walau satu langkah serta tidak tahu penyebabnya. Karena kita hanya menjiplak seorang pemimpin teladan secara bulat dengan seluruh aspek positif dan negatifnya.

- Latihan Bersikap.

Yaitu melalui pemberian tanggung jawab pada sesorang yang dilatih untuk memimpin sebuah diskusi, mengurus kepanitiaan, mengelola pekerjaan atau melaksanakan sebuah tugas penting. Ia dipantau oleh panitia khusus yang akan mengevaluasi, memperbaiki atau memepersiapkan kader pemimpin tersebut untuk mengikuti kursus kepemimpinan.

Sehingga dari upaya itu setidaknya ia akan dijamin dapat merealisasikan dua hal:

o Memiliki kemahiran memimpin.

o Mampu mentransfer informasi.

(18)

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW selalu memotivasi para sahabatnya untuk memimpin melalui sikap dan beliau terus mengontrol perkembangannya. Kepemimpinan harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang terkecil dan mulai saat ini. Pemimpin hendaknya jangan menunda suatu pekerjaan karena hal itu akan mengakibatkan terbengkalainya suatu pekerjaan

- Latihan Memilih.

Dalam konsepsi kepemimpinan, seorang pemimpin terpilih melalui beberapa cara:

 Pemimpin yang memenangkan dengan jumlah suara terbanyak.

 Pemimpin yang terpilih secara langsung.

 Pemimpin yang diangkat, dan

 Pemimpin tanpa menggunakan cara-cara di atas dikarenakan

tidak ada pemimpin yang definitif.

(19)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan tersebut, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Teori perilaku kepemimpinan (behavioral theory of leadership) didasari pada keyakinan bahwa pemimpin yang hebat merupakan hasil bentukan atau dapat dibentuk, bukan dilahirkan (leader aremade, nor born). Berakar pada teori behaviorisme, teori kepemimpinan ini berfokus pada tindakan pemimpin, bukan pada kualitas mental atau internal. Menurut teori ini, orang bisa belajar untuk menjadi pemimpin, misalnya, melalui pelatihan atau observasi.

2. Terdapat beberapa teori kepemimpinan yang muncul dengan analisis pendekatan perilaku.

(20)

DAFTAR PUSAKA

N.A. Ametembun.1975. Kepemimpinan Pendidikan. Malang IKIP Malang Sudarwan Danim. 2010. Kepemimpinan PendidikanKepemimpinan Jenius (IQ+EQ), Etika, Perilaku Motivasional, dan Mitos. Bandung Alfabeta,

Khatib Pahlawan Kayo. 2005. Kepemimpinan Islam dan Da'wah. Jakarta Amzah Nanang Fattah. 2004. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung PT Remaja

Rosdakarya

Marno dan Triyo Supriyatno. 2008. Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam Bandung Refika Abditama

Husaini Usman. 2009. Manajemen Teori, Praktik dan Riset Pendidikan. Jakarta Bumi Aksara

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Tabel 4, rata-rata jumlah jenis sayur yang disukai anak dimana skor pola asuh makan ibu tergolong pada kategori baik adalah 11 jenis sayur, sama dengan rataan dimana

Barium Heksaferit sering ditulis dengan notasi BaM dan memiliki stoikiometri yang mantap.Ferit dan garmet merupakan feromagnetik oksida dengan sifat dielektrik dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan Instagram sebagai media promosi kuliner Kota Semarang dengan studi kasus pada komunitas online

Demikian, atas perhatian Saudara kami sampaikan terima

Menurut Peraturan Bupati Lombok Tengah Nomor 28 Tahun 2008 tentang rincian Tugas pokok dan Fungsi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah merupan unsur

Dengan adanya sifat SPR pada sampel, maka penggunaan material aktif ini pada DSSC sangat dimungkinkan mampu menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi.. Kata kunci: Nanorod

Menggunakan persamaan (3.1) safety factor yang didapat sebesar 2,74. Hal ini berarti komponen tidak akan mengalami kegagalan bila diberi beban statis ini. LPG 3kg material SG295:

Ayam Goreng Bercili Daging Masak Kicap Sup Tomyam Campur Buah Minuman Kordial RM10.50 seorang 3 Menu 3 Nasi Putih RM9.00 seorang.. Ikan