Dampak Masuknya Media Komunikasi Terhadap Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Pedesaan Daerah Jawa Tengah
(Tim peneliti Dra. Hartati Prawironoto, departemen pendidikan dan kebudayaan daerah Jawa Tengah, 1991/1992)
Media merupakan sabagai salah satu wahana pengembangan kebudayaan, bukan hanya seni juga sebagai pengembang seperti tata cara, mode, gaya hidup dan normanya. Salah satu yang mnarik merupakan pengembangn sosial pedesaan di Jawa Tengah yaitu Banyumas. Secara demografi penduduk disana sangat banyak namun sebanding dengan keadaan wilayah mereka yang luas. Tanah dikabupaten Banyumas melingkupi tanah kering, sawah tegalan, dan masih banyak yang berupa hutan.
Desa Cilongok dan Desa Cikidang era tahun 80an merupakan desa yang banyak penduduknya bergantung pada pertanian, meski pada era ini masih banyak penduduk kurang memenuhi taraf hidup terutama di desa cilongok, sedangkan desa Cikidang penduduknya lebih berada. Salah satu yang menjadi bagian dari kehidupan desa ini masih sangat bergantungnya kepada alam seperti pertanian dan peternakan. Perkembangan yang terjadi secara sosial kedua desa ini masih menjunjung tinggi gotong royong, kemudian berbaur menjaga lingkungan bersama dengan masyarakat yang lainnya. Kerukunan ini sebenarnya juga dibarengi dengan masuknya media komunikasi dan transportasi seperti media cetak koran, tabloid dan alat transportasi seperti sepeda, dan motor. Adanya perubahan ini tidak kemudian langsung berpngaruh banyak masyarakat yang masih sulit menerima media komunikasi seperti koran dan tabloid.
Pada era ini mereka masih menggunakan media komunikasi seperti koran dengan cara meminjam, seperti pada kantor kecamatan. Selain itu mereka juga lebih memanfa’atkan media komunikasi yang bersifat informasi dari luar atau orang yang berpengaruh didaerahnya (opinion leader). Biasanya tipe ini masih menjadi kepercayaan mengetahui informai dari orang lain, hal ini bukan tanpa alasan, karena Syarifah majid
sebagaian warga desa mereka masih banyak yang berkerabat dekat,maka unsur saling percayapun menjadi lebih tinggi.
Komunikasi merupakan hubungan kontak antar manusia baik secara individu maupun kelompok. Dimana komunikasi tentu menjadi tujuan untuk bertukar informasi, kativitaspenyampaian gagasan dsb. Perubahan sosial yang terlihat pada masyarakat desa terutama stelah masuknya media komunikasi baik cetak maupun elektronik adalah perkembangn dalam ren mode, terutama pakaian. Salah satu perhatian secara kehidupan selain mencari makan, mereka juga mengikuti gaya berpakaian. Berpakaian bagi penduduk desa merupakan kebutuhan pokok setelah pangan, oleh sebab itu pakaian menjadi daya tarik yang juga diperhatikan. Kedua munculnya media lebih banyak digunakan oleh masyarakat desa sebagai hiburan, bukan sarana intelektual namun penggunaannya lebih hanya untuk hiburan semata.
Pemanfa’at secara maksimal untuk masyarakat desa dirasa kurang, pengaruhnya hanya perubahan budaya yang lebih modern seperti gaya berpakaian, kemudian masyarakat des jugamulai mengikuti produk makanan instan, dan media sebagai hiburan, gaya hidup seperti bentuk rumah yang mulai mengikuti gaya minimalis seperti dikota, masyarakat desa sebagai penkmat media dengan sumber daya masyarakat yang sangat terbatas menjadikan kemampuan menyerap media juga kurang maksimal.