• Tidak ada hasil yang ditemukan

tugas laporan pengantar ilmu perikanan r (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "tugas laporan pengantar ilmu perikanan r (1)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS TERSTRUKTUR PENGANTAR ILMU PERIKANAN PEMESARAN OLAHAN LAMINARIACEAE

DI SUSUN OLEH :

1. DEDI PRIYANTO (L1B015064) 2. KUKUH SAPRUDIN (L1A015040) 3. ANIN NIPASTIANY (L1C015009) 4. MAYLAN MUHARYATI (L1B015023)

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

(2)

RINGKASAN KESELURUHAN

KLASIFIKASI LAMINARIA

Rumput laut adalah alga yang berukuran makroskopik dan dengan mudah dapat dikenali secara visual. Kelompok ini terdiri atas alga hijau(Chlorophyta), alga merah (Rhodophyta), dan alga coklat (Phaeophyta). Alga-alga ini dapat hidup diperairan laut, sungai, danau, maupun kolam-kolam.Beberapa contoh rumput laut yang memiliki nilai ekonomis penting dan telah dibudidayakan maupun dimanfaatkan antara lain Gracilaria sp., Gelidium sp., Eucheumacottonii, E. spinosum, dan Porphyra sp. dari kelompok rumput laut merah serta Sargassum sp., dan Turbinaria sp. dari kelompok rumput laut coklat. Kedua kelompok rumput laut ini hidup di perairan laut atau payau (Chapman, 2010).

Rumput laut mengandung hidrokoloid dan senyawa farmasetikal, karena itu rumput laut telah lama dimanfaatkan oleh nelayan dan masyarakat sebagai makanan sehari-hari, seperti di Jepang ada nori (Porphyra spp.), wakame (Undaria finaatifida), dan kombu (Laminaria digitata) serta di beberapa Negara Eropa dikenal dulse (Palmaria palmate), laver (Porphyra spp.), sea lettuce (Ulva spp.), sea spaghetti (Himanthalia elongata), dan carragheen (Chondruscrispus) (Chapman, 2010).

Rumput laut coklat mengandung serat larut air berupa alginat, fucan, sulfat-fukoidan, dan laminarian. Komponen utama penyusun asam alginat pada alga coklat adalah β-D-manuronat dan α-L-guluronat, baik dalam bentuk homo maupun heteropolimer. Asam alginat tidak larut dalam air, tetapi akan larut dan membentuk gel dalam bentuk garam alginat, yaitu Mg, Ca, dan Na. Rasio antara asam manuronat dan asam guluronat inilah yang akan mempengaruhi sifat fungsional sodium-alginat (Kakita & Kamishima, 2008). Beberapa jenis rumput laut coklat yang telah dimanfaatkan sebagai penghasil alginat secara komersial adalah L. hyperborea, L. digitata,L. japonica, Macrocystis pyrifera, Ascophyllum nodosum, Eclonia maxima, Lessoni nigrescens, Durvilleaantarctica, dan Sargassum sp.

LAMINARIACEAE

Klasifikasi Laminaria Sp. menurut Bold dan Wynne (1985): Kingdom : Protista

Spesies : Laminaria digitata.

(3)

lembaran.Sporofit mempunyai sporangia yang unilokuler dan terkumpul dalam suatu "Sorus" pada permukaan lembaran.Beberapa marga tertentu, sporangianya terletak pada suatu lembaran khusus (sporofit).Gametofit dari Laminariales berupa gilamen yang mikroskopik. Reproduksi Laminaria sp perkembangbiakan seksual bersifat oogamik. Terkenal dengan sebutan palm laut dan merupakan "kelp" yang paling kecil, tumbuh di daerah batas pasang surut di pantai berkarang yang dihadaptkan pada pukulan ombak di Laut. Laminaria sp sangat berperan bagi manusia dijadikan sebagai bahan untuk medis dan kecantikan (Aslan, 1991). Menurut Stern (2003), dalam kehidupan sehari-hari Laminaria sp. Digunakan sebagai bahan pewarna murni dan ada yang sebagian dimanfaatkan sebagai pewarna pada car sehingga tampak lebih cerah. Dalam dunia ekonomi atau masyarakat Laminaria sp. dimanfaatkan sebagai bahan pokok makanan, sedangkan masyarakat Jepang menggunakannya sebagai bahan pokok sup. Berikut ini contoh siklus hidup dari spesies Laminaria

TEHNIK PEMBUDIDAYAAN LAMINARIA Budidaya rumput laut jenis Laminaria

 Syarat lokasia.

Dasar tambak pasir sedikit berlumpur, keadaan dasar tambak yang paling ideal adalah pasir yang mengandung lumpur atau tanah yang mengandung pasir dengan sedikut lumpur. Ketebalan lumpur maksimal 15-20cm. Dekat dengan sumber air tawar atau mudah untuk menurunkan kadar garam air , dan pergantian air mudah dilakukan di sarankan untuk memiliki 2 pintu air yang berfungsi sebagai pintu sirkuasi air. Bebas dari polusid.

Perbedaan pasang surut minimal 30 cm karena jika terlalu besar dapat mengakibatkan berkumpulnya tanaman pada suatu tempat tertentu. Kejernihan air tidak tidak terlalu keruh dan selalu menerima sinar matahari Suhu air berkisar antara 180C -300C , dan suhu ideal sekitar 200-250C. Serta PH air berkisar antara 6-9, dan ideal sekitar 6,8-8.2 Kadar garam air antara 15-35 ppth.Suhu air 20-280 Ci. pH air 6-9j. Oksigen terlarut 3-8 ppm.

Syarat tambak

Tambak ideal, berbentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar , Luas petakan berkisar 0,5-1 hektar, Kemiringan dasar petakan melandai, elevasi 5 - 100/0 Kedalaman tambak antara 75-100 cm, Pematang cukup kuat, tidak bocor dan bersih dari tanaman tahunan Penanganan dan pengadaan bibit penanganan pada bibit, bibit harus Terlindung dari sinar matahari dan terpaan air hujan. bibit Tidak lebih dari 24 jam tersimpan di tempat kering.Hindari bibit dari kontaminasi minyak dan zat kimia lainnya.bibit Jangan direndam dalam air yang tidak bersirkulasi. Bibit dari alam, dipilih seperti kriteria bibit di atas

(4)

tidak berbau busuk,Umur bibit 25-35 hari (setelah panen sebelumnya,Pengangkutan bibit harus hati-hati dan tetap terendam air,Tidak terkena

Teknik budidaya dan panen Teknik Budidaya

Metoda budidaya rumput laut yang di gunakan adalah metoda tebar (broadcast), dimana bibit rumput laut ditebar di seluruh bagian tambak secara merata, dan keuntungan dari metoda ini adalah biaya relatif murah, penanaman lebih cepat dan pengelolaannya sederhana/mudah.Namun Sebelum penebaran bibit/benih lahan tambak disiapkan secara baik dengan berbagai perlakuan seperti,pengangkatan lumpur dasar dan pengeringan selama sebulan pengisian air sedalam 10 cm,pemberantasan organisma predator dengan saponin, dosis 10-15 ppm, 3-5 hari kemudian air dimasukkan setinggi 50 cm,pemupukan dengan kompos sebanyak 200 kg, urea 50 kg dan SP36 15 kg per hektar.Setelah tumbuh pakan alami bibit rumput laut ditebar sebanyak 1,5-2 ton/ha. Dua pekan sesudahnya benih ikan Bandeng dan Udang Windu ditebar masing-masing sebanyak 1.000 ekor glondongan dan 10.000 ekor tokolan.Pemeliharaan media dilakukan melalui

monitoring harian kadar garam dan suhu air, serta pergantian air setiap dua pekan. Jika

kesuburan media menurun dapat dilakukan pemupukan susulan menggunakan NPK dengan dosis 10 ppm.

Panen

Rumput laut Laminaria yang dibudidayakan di tambak dapat mulai dipanen pada umur 4 bulan. Panen berikutnya dilakukan setiap 45-55 hari. Jumlah pemanenan optimal dari setiap penebaran sebaiknya tidak melebihi 8 kali.

Panen dilakukan dengan cara mengambil rumput laut dari tambak menggunakan perahu/drum plastik dan dikumpulkan di atas tanggul. Selanjutnya langsung digelar di atas waring untuk penjemuran. Jika cuaca cerah (panas matahari mencukupi) dalam satu hari rumput laut sudah cukup kering, untuk kemudian dimasukkan ke dalam kantong/karung dan dibawa ke gudang. Setelah ditimbang dan dilakukan sortir rumput laut kering dipak untuk dijual ke pedagang pengumpul atau pabrik.

PENGOLAHAN RUMPUT LAUT LAMINARIA

Rumput laut adalah salah satu sumber pangan yang mengandung serat yang tinggi dimana hal ini baik untuk kesehatan manusia. Di Indonesia rumput laut sangat melimpah dari berbagai jenis rumput laut seperti L. hyperborea, L. digitata,L. japonica, Macrocystis pyrifera, Ascophyllum nodosum, Eclonia maxima, Lessoni nigrescens, Durvillea antarctica, dan Sargassum sp serta Grasilaria. Olahan rumput laut sekarang sudah berkembang dan talah menjadi salah satu produk yang memiliki daya saing produk tersebut diantaranya yaitu:

(5)

 Telor dan rumput laut panggang gulung isi sayur.  Nugget rumput laut.

 Bakso rumput laut.

 Sirup rumput laut.

 Manisan rumput laut.

 Gula-gula rumput laut.  Dodol rumput laut.  Keripik rumput laut.

 Es rumput laut.

 Pudding rumput laut.

PEMASARAN OLAHAN RUMPUT LAUT LAMINARIA Pemasaran rumput laut Indonesia

Pemasran rumput laut di indonesia masih banyak dalam bentuk mentah yaitu belum

diolah. Pasar rumput laut indonesia adalah negara-negara yang tergabung dalam Negara ASEAN

yaitu Singapura, Thaliand, Filipina, Cina dan masih banyak negara lainnya. Indonesia

menempati peringkat ke-7 dalam ekspor rumput laut ke Thailand

(6)

Pada tahun kepemimpina presiden baru yaitu Jokowidodo, Kementerian Perindustrian mendukung penghentian ekspor rumput laut secara bertahap. Pasalnya, hasil rumput laut yang melimpah ruah di negeri ini hanya bisa terserap pasar di dalam negeri sebesar 25% saja, sedangkan sisanya sebanyak 75% diekspor dalam bentuk bahan mentah.

Wakil Menteri Perindustrian, Alex SW Retraubun mengungkapkan, penghentian ekspor rumput laut secara bertahap itu ditujukan agar produk rumput laut dalam negeri bisa bersaing dengan hasil laut dari negara lain. Lebih jauh lagi Alex memaparkan wilayah Ambon dan sekitamya mempunyai potensi alam yang sangat besar untuk menjadi Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan rumput laut, karena budidaya rumput laut itu bisa dipanen sepanjang tahun tanpa mengenal musim.

(7)

LAMPIRAN 1

KUKUH SAPRUDIN (L1A015040) MENEJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN KLASIFIKASI LAMINARIA

Klasifikasi Laminaria Sp. menurut Bold dan Wynne (1985):

Kingdom : Protista

Divisi : Pheophyta

Class : Phaeophyceae

Ordo : Laminariales

Family : Laminariaceae

Genus : Laminaria

Spesies : Laminaria Sp.

1. Karakteristik

Laminariales adalah salah satu diantara tiga belas ordo dalam divisi Phaeophyta.Ciri-ciri umum

dari ordo ini adalah sebagai berikut.

" Habitat umumnya pada lautan beriklim dingin

" Sporofit yang dapat dibagi menjadi alat pelekat, tangkai dan helaian atau lembaran.

" Pertumbuhan terjadi pada bagian yang meristematik yang letaknya interkalar dan biasanya

terletak diantara tangkai dan lembaran.

" Sporofit mempunyai sporangia yang unilokuter dan terkumpul dalam suatu sorus pada

permukaan lembaran.

" Gametofit dari laminariales berupa filamen yang mikroskopik dan bersifat diesius.

" Perkembangbiakan seksual bersifat oogamik.

" Manghasilkan asam alginate yang berfungsi sebagai bahan pengental, stabilisator es krim,

dan produk susu.

2. Reproduksi

Reproduksi seksual pada Laminariales dilakukan secara oogami.Oogami adalah suatu bentuk

perkembangbiakan dimana gamet jantan dan betina memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda

dengan gamet jantan yang aktif.Laminariales memiliki gametofit yang diesius.Pada Laminariales

ditemukan adanya pergiliran keturunan yang beraturan.Sporofit yang besar dan bersifat diploid

(8)

susunan.Gametofit yang dihasilkan tersebut berasal dari zoospore.Gametofit jantan

bercabang-cabang lebih banyak, cepat tumbuh dan terdiri atas banyak sel dan pada ujungnya terdapat

anteridium yang hanya terdiri atas satu sel, masing-masing mengeluarkan dua spermatozoid yang

mempunyai dua bulu cambuk. Gametofit betina terdiri atas sel-sel yang besar, tumbuhnya

lambat, tidak mempunyai banyak sel dan dalam keadaan luar biasa hanya terdiri atas satu sel

berbentuk pipa dan menghasilkan oogonium yang mempunyai satu sel saja. Sel telur yang

telanjang tersebut keluar dari ujung oogonium dan tetap melekat pada tempat tersebut.Zigot hasil

perkawinan tumbuh menjadi sporofit.Pada permukaan sporofit selain terdapat sel-sel mandul

juga terdapat sporangium yang menghasilkan banyak zoospore dengan dua bulu cambuk.

Familia Laminariaceae- Genus Laminari

Laminaria ditemukan pada perairan litoral hingga sublitoral hingga pantai karang. Contoh

Laminaria saccharina, Laminaria digitata.

LAMINARA Sp

Laminaria sp memiliki warna yang di dominasi oleh pigmen warna cokelat. Thalus pada spesies

ini berbentuk seperti lembaran dan terdapat bintil-bintil (sorus) pada talusnya.Bagian tepi thalus

bergerigi.Spesies ini telah memiliki bagian yang berbentuk menyerupai batang, akar, dan daun

pada tumbuhan.Laminaria sp berwarna cokelat.Dapat ditemukan di pinggir pantai menempel

pada substrat (batu karang), percabangannya dikotom.

Pertumbuhan terjadi pada bagian yang meristematik yang letaknya interkalar dan biasanya

terletak di antara tangkai dan lembaran.Sporofit mempunyai sporangia yang unilokuler dan

terkumpul dalam suatu "Sorus" pada permukaan lembaran.Beberapa marga tertentu,

sporangianya terletak pada suatu lembaran khusus (sporofit).Gametofit dari Laminariales berupa

gilamen yang mikroskopik. Reproduksi Laminaria sp perkembangbiakan seksual bersifat

oogamik. Terkenal dengan sebutan palm laut dan merupakan "kelp" yang paling kecil, tumbuh di

daerah batas pasang surut di pantai berkarang yang dihadaptkan pada pukulan ombak di Laut.

Laminaria sp sangat berperan bagi manusia dijadikan sebagai bahan untuk medis dan

kecantikan(Aslan, 1991).

Menurut Stern (2003), dalam kehidupan sehari-hari Laminaria sp. Digunakan sebagai bahan

pewarna murni dan ada yang sebagian dimanfaatkan sebagai pewarna pada car sehingga tampak

lebih cerah. Dalam dunia ekonomi atau masyarakat Laminaria sp. dimanfaatkan sebagai bahan

pokok makanan, sedangkan masyarakat Jepang menggunakannya sebagai bahan pokok sup.

(9)

LAMPIRAN 2

MAYLAN MUHARYATI (L1B015023) BUDIDAYA PERAIRAN

TEKNIK BUDIDAYA RUMPUT LAUT JENIS LAMINARIA

Rumput laut merupakan makro algae yang termasuk dalam divisi Thallophyta, yaitu tumbuh-an yang mempunyai struktur kerangka tubuh yang terdiri dari batang/thallus dan tidak memiliki daun serta akar. Beberapa jenis rumut laut yang ada di perairan Indonesia

adalah Gracilaria, Gelidium, Eucheuma, Hypnea, Sargasum dan Turbinaria serta laminaria. Potensi pengembangan rumput laut di indonesia ,Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki jumlah 17.504 pulau dan panjang garis pantai mencapai 81.000 km. Luas indikatif lahan yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya komoditas rumput laut Indonesia mencapai 769.452 hektar. Dari jumlah itu, baru sekitar 50% atau seluas 384.733 hektar yang secara efektif dimanfaatkan, dan akan terus dimanfaatkan hingga mencapai target produksi yang di inginkan . target produksi pada tahun 2015 ini sebesar12.500.000 ton.standar teknis produksi rumput laut, meliputi kegiatan praproduksi (lokasi dan kondisi budidaya, suhu, salinitas dan pH, konstruksi (bentuk, ukuran dan kriteria), jumlah pelampung, bibit (umur, bobot, bentuk, warna) dan peralatan; serta proses produksi (pengikatan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan monitoring).

Budidaya rumput laut jenis Laminaria

 Syarat lokasia.

Dasar tambak pasir sedikit berlumpur, keadaan dasar tambak yang paling ideal adalah pasir yang mengandung lumpur atau tanah yang mengandung pasir dengan sedikut lumpur. Ketebalan lumpur maksimal 15-20cm. Dekat dengan sumber air tawar atau mudah untuk menurunkan kadar garam air , dan pergantian air mudah dilakukan di sarankan untuk memiliki 2 pintu air yang berfungsi sebagai pintu sirkuasi air. Bebas dari polusid.

Perbedaan pasang surut minimal 30 cm karena jika terlalu besar dapat mengakibatkan berkumpulnya tanaman pada suatu tempat tertentu. Kejernihan air tidak tidak terlalu keruh dan selalu menerima sinar matahari Suhu air berkisar antara 180C -300C , dan suhu ideal sekitar 200-250C. Serta PH air berkisar antara 6-9, dan ideal sekitar 6,8-8.2 Kadar garam air antara 15-35 ppth.Suhu air 20-280 Ci. pH air 6-9j. Oksigen terlarut 3-8 ppm.

(10)

Tambak ideal, berbentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar , Luas petakan berkisar 0,5-1 hektar, Kemiringan dasar petakan melandai, elevasi 5 - 100/0 Kedalaman tambak antara 75-100 cm, Pematang cukup kuat, tidak bocor dan bersih dari tanaman tahunan Penanganan dan pengadaan bibit penanganan pada bibit, bibit harus Terlindung dari sinar matahari dan terpaan air hujan. bibit Tidak lebih dari 24 jam tersimpan di tempat kering.Hindari bibit dari kontaminasi minyak dan zat kimia lainnya.bibit Jangan direndam dalam air yang tidak bersirkulasi. Bibit dari alam, dipilih seperti kriteria bibit di atas

Pengadaan bibit,Benih bercabang banyak, rimbun dan runcing, Bibit harus baru, cerah dan masih muda,Thallus tidak berlendir dan tidak rusak/patah-patah,Tidak ada bercak, tidak terkelupas, tidak berbau busuk,Umur bibit 25-35 hari (setelah panen sebelumnya,Pengangkutan bibit harus hati-hati dan tetap terendam air,Tidak terkena

Teknik budidaya dan panen

 Teknik Budidaya

Metoda budidaya rumput laut yang di gunakan adalah metoda tebar (broadcast), dimana bibit rumput laut ditebar di seluruh bagian tambak secara merata, dan keuntungan dari metoda ini adalah biaya relatif murah, penanaman lebih cepat dan pengelolaannya sederhana/mudah.Namun Sebelum penebaran bibit/benih lahan tambak disiapkan secara baik dengan berbagai perlakuan seperti,pengangkatan lumpur dasar dan pengeringan selama sebulan pengisian air sedalam 10 cm,pemberantasan organisma predator dengan saponin, dosis 10-15 ppm, 3-5 hari kemudian air dimasukkan setinggi 50 cm,pemupukan dengan kompos sebanyak 200 kg, urea 50 kg dan SP36 15 kg per hektar.Setelah tumbuh pakan alami bibit rumput laut ditebar sebanyak 1,5-2 ton/ha. Dua pekan sesudahnya benih ikan Bandeng dan Udang Windu ditebar masing-masing sebanyak 1.000 ekor glondongan dan 10.000 ekor tokolan.Pemeliharaan media dilakukan melalui

monitoring harian kadar garam dan suhu air, serta pergantian air setiap dua pekan. Jika

kesuburan media menurun dapat dilakukan pemupukan susulan menggunakan NPK dengan dosis 10 ppm.

 Panen

Rumput laut Laminaria yang dibudidayakan di tambak dapat mulai dipanen pada umur 4 bulan. Panen berikutnya dilakukan setiap 45-55 hari. Jumlah pemanenan optimal dari setiap penebaran sebaiknya tidak melebihi 8 kali.

(11)

LAMPIRAN 3

ANIN NIPASTIANY (L1C015009) ILMU KELAUTAN

PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

Rumput laut adalah alga yang berukuran makroskopik dan dengan mudah dapat dikenali secara visual. Kelompok ini terdiri atas alga hijau(Chlorophyta), alga merah (Rhodophyta), dan alga coklat (Phaeophyta). Alga-alga ini dapat hidup diperairan laut, sungai, danau, maupun kolam-kolam.Beberapa contoh rumput laut yang memiliki nilai ekonomis penting dan telah dibudidayakan maupun dimanfaatkan antara lain Gracilaria sp., Gelidium sp., Eucheumacottonii, E. spinosum, dan Porphyra sp. dari kelompok rumput laut merah serta Sargassum sp., dan Turbinaria sp. dari kelompok rumput laut coklat. Kedua kelompok rumput laut ini hidup di perairan laut atau payau (Chapman, 2010).

Rumput laut mengandung hidrokoloid dan senyawa farmasetikal, karena itu rumput laut telah lama dimanfaatkan oleh nelayan dan masyarakat sebagai makanan sehari-hari, seperti di Jepang ada nori (Porphyra spp.), wakame (Undaria finaatifida), dan kombu (Laminaria digitata) serta di beberapa Negara Eropa dikenal dulse (Palmaria palmate), laver (Porphyra spp.), sea lettuce (Ulva spp.), sea spaghetti (Himanthalia elongata), dan carragheen (Chondruscrispus) (Chapman, 2010).

Rumput laut coklat mengandung serat larut air berupa alginat, fucan, sulfat-fukoidan, dan laminarian. Komponen utama penyusun asam alginat pada alga coklat adalah β-D-manuronat dan α-L-guluronat, baik dalam bentuk homo maupun heteropolimer. Asam alginat tidak larut dalam air, tetapi akan larut dan membentuk gel dalam bentuk garam alginat, yaitu Mg, Ca, dan Na. Rasio antara asam manuronat dan asam guluronat inilah yang akan mempengaruhi sifat fungsional sodium-alginat (Kakita & Kamishima, 2008). Beberapa jenis rumput laut coklat yang telah dimanfaatkan sebagai penghasil alginat secara komersial adalah L. hyperborea, L. digitata,L. japonica, Macrocystis pyrifera, Ascophyllum nodosum, Eclonia maxima, Lessoni nigrescens, Durvilleaantarctica, dan Sargassum spp.

Olahan rumput laut

 Salad Rumput Laut ,Tomat Cerry dengan Ikan Kakap Putih dan Pure Nanas.  Singkong Lapis Ketan dengan Mangga dan Kuah Santan Rumput Laut.  Telor dan rumput laut panggang gulung isi sayur.

(12)

 Keripik rumput laut.  Es rumput laut.

 Pudding rumput laut.

Konsumsi olahan rumput laut di Indonesia

Konsumsi serat pangan yang direkomendasikan orang dewasa adalah sebesar 25-35 g/hari. Sedangkan pada kenyataannyan pada tahun 2001 menunjukan bahwa rata-rata konsumsi serat penduduk Indonesia hanya mencapai 10,5 g/hari. Hal ini sangat berbeda dengan Negara Amerika yang menganjurkan warganya untuk mengkonsumsi serat sebanyak 25 g/hari atau 15 g/ 1.000 kkal menu, dengan kandungan serat larut tidak kurang dari 0,6 g sekali makan. Di Indonesia konsumsi rumput laut masih cukup rendah. Dari total produksi yang mencapai 1,7 juta ton/tahun rumput basah, 85% di ekpor ke berbagai Negara dan 15% di konsumsi oleh masyarakat Indonesia sendiri. Tingkat konsumsi rumput laut di Indonesia sekitar 1,2 kg rumput laut basah/kap/tahun atau kurang dari 0,2 kg (bk). Berbeda dengan masyarakat Jepang yang setiap tahunnya mengkonsumsi rumput laut tidak kurang dari 1,6 kg/kap (bk).

Untuk meningkatkan konsumsi rumput laut di Indonesia maka dapat melalui berbagai olahan produk seperi pudding, keripik, es rumput laut dodol dan manisan. Selain itu rumput laut juga dapat di jadikan sebagai bahan tambahan pembuatan mie dan kerupuk. Rumput Laut yang bisa digunakan untuk campuran mie adalah E. cottonii dan rumput laut yang bisa digunakan untuk campuran kerupuk adalah S.

Produksi rumput laut di Indonesia

Table 1 Produksi dan nilai rumput laut di Indonesia 1979 – 1983. TAHUN VOLUME (TON). NILAI (RP.1.000)

1979 5.945 334.000

1980 7.848 421.000

1981 7.251 362.000

1982 7.479 398.000

1983 9.607 515.000

Sumber : Dit Jen. Perikanan, Departemen Pertanian (1985).

Tabel 2 Produksi rumput laut dari beberapa daerah perairan pantai di Indonesia (1979 – 1983)

Perairan pantai Produksi rumput laut (ton)

1979 1980 1981 1982 1983

Barat Sumatera 6 4 8 6 62

(13)

Selat Malaka 251 572 - 7 -

Tabel 5. Estimasi produksi rumput laut di dunia (ton berat kering) sesuai dengan bahan koloid yang dihasilkannya.

Tabel 6. Estimasi produksi olahan rumput laut di dunia serta bahan bakunya tahun 1980

Daerah produksi Agar Rumput laut Carrageenan Rumput laut Alginat Rumput laut

Asia 3.574 18.088 500 17.900 1.950 4.570

(14)

TAHUN VOLUME NILAI (US $)

Tabel 9. Harga rata-rata rumput laut di beberapa negera.

JENIS RUMPUT LAUT NEGARA TAHUN US$/TON

1. Untuk industri agar:

- Eucheuma cottonii Filipina 1980 560

1982 310

3. Untuk industri alginat:

- Algae coklat rata-rata 1980 250

- Laminaria Inggris 1979 100

(15)

- Devevilea Chili 1979 230

- Sargassum India 1981 130

Sumber : McHugh D.J. and B.V. Lanier (1983) * Porse (1985)

 Tata niaga rumput laut

Tabel 10. Impor agar-agar dan alginat 1980 – 1984

Tahun Agar-agar Alginat Total

Nilai (US$) Volume (kg) Nilai (US$) Volume (kg) Nilai (US$)

1980 159.349 - - -

1981 43.372 300.710 4.639.508 5.114.598 5.415.308

1982 261.947 542.193 2.938.303 4.764.968 5.307.161

1983 350.111 526.957 3.717.901 4.848.997 5.375.954

1984 162.885 273.973 3.653.365 5.473.142 5.747.115

Tabel 11. Syarat mutu komoditi rumput laut

Karakteristik

Eucheuma Gelidium Gracilaria Hypnea

- Kadar air makas (%) 32 15 25 20

- Benda asing maks (%) 5 5 5 5

- Bau spesifik spesifik spesifik spesifik

rumput laut rumput laut rumput laut rumput laut

Keterangan : Benda asing: rumput laut lainnya, garam, pasir, karang dan kayu (ranting)

(16)

LAMPIRAN 3

DEDI PRIYANTO (L1B015064) BUDIDAYA PERAIRAN

Pemasaran rumput laut Indonesia

Pemasran rumput laut di indonesia masih banyak dalam bentuk mentah yaitu belum

diolah. Pasar rumput laut indonesia adalah negara-negara yang tergabung dalam Negara ASEAN

yaitu Singapura, Thaliand, Filipina, Cina dan masih banyak negara lainnya. Indonesia

menempati peringkat ke-7 dalam ekspor rumput laut ke Thailand

Berdasarkan data sementara statistik FAO yang dikeluarkan pada Maret 2015, produksi

rumput laut Indonesia jenis E. cottonii pada tahun 2013 menempati urutan pertama dunia

sebanyak 8,3 juta ton. Untuk rumput laut jenis Gracilaria sp., pada 2013 Indonesia menempati

urutan kedua setelah China, dengan produksi sebesar 975 ribu ton. sehingga para petani

diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas rumput laut Indonesia.

Pada tahun kepemimpina presiden baru yaitu Jokowidodo, Kementerian Perindustrian

mendukung penghentian ekspor rumput laut secara bertahap. Pasalnya, hasil rumput laut yang

(17)

sedangkan sisanya sebanyak 75% diekspor dalam bentuk bahan mentah.

Wakil Menteri Perindustrian, Alex SW Retraubun mengungkapkan, penghentian ekspor rumput

laut secara bertahap itu ditujukan agar produk rumput laut dalam negeri bisa bersaing dengan

hasil laut dari negara lain. Lebih jauh lagi Alex memaparkan wilayah Ambon dan sekitamya

mempunyai potensi alam yang sangat besar untuk menjadi Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan

rumput laut, karena budidaya rumput laut itu bisa dipanen sepanjang tahun tanpa mengenal

musim.

Data pemerintah menyebutkan, produksi rumput laut nasional 2011 mencapai 4,3 juta ton

dan tahun ini ditargetkan meningkat 5,1 juta ton dan diharapkan pada 2014 nanti bisa mencapai

10 juta ton. "Dengan data yang menggembirakan tersebut, diharapkan bisa memacu masyarakat

pembudidaya rumput laut untuk memacu produksinya lagi," tegas Alex pada acara Forum

Koordinasi Lintas Sektor Kementerian Perindustrian Dengan Dunia Usaha Dan Instansi Terkait,

di Ambon, Selasa (29/5).

Di tempat yang sama, Direktur Usaha dan investasi Ditjen Pengolahan dan Pemasaran

Hasil Perikanan (P2HP) Kementrian Kelautan Dan Perikanan (KKP), Made Artajaya,

mengungkapkan hal yang senada. Dia mengatakan, tahun depan pemerintah rencananya akan

menghentikan ekspor rumput laut kering secara bertahap, tidak secara langsung. Alasannya

karena kalau dihentikan secara langsung akan membuat sulit para pelaku usaha yang bergerak di

bidang itu.

Menurut dia, penghentian ekspor rumput laut mentah dilakukan untuk lebih

meningkatkan nilai tambah, dan menghidupkan industri rumput laut dalam negeri. Kebijakan ini

diharapkan produk kosmetik seperti pemutih (whitening), sabun, dan lainnya diproduksi dalam

negeri lalu diekspor.

Made jiiga mengatakan, kebijakan tersebut merupakan stimulus nonfinansial yang luar

biasa nilainya. Made mengakui bahwa penghentian ekspor akan diikuti dengan peningkatan

(18)

Program Usaha Mina Pedesaan (PUMP) berupa bantuan budidaya rumput laut kepada

masyarakat.

Dia lalu menjelaskan, bahwa sejak wacana tersebut dipaparkan di beberapa kesempatan,

industri kosmetik di Filipina khawatir. "Karena memang 80% industri besar di Filipina bahan

bakunya dari Indonesia," katanya.

Menurut dia, ekspor mentah yang dilakukan selama ini, imbasnya pada nilai produk

selalu dimainkan industri diYiegara buyers. Pada tahap awal penyetopan ekspor rumput laut

mentah, pemerintah mensinergikan daerah penghasil dan industri. "Kita tahu 80% rumput laut

Indonesia dari KTI. Sementara industrinya ada di Jawa Timur. Nanti kita sinergikan sambil

membangun industri pengolahan di daerah penghasil," urainya.

Made juga mengatakan, dari total produksi rumput laut yang mencapai 3,9 juta ton setara

basah, 80% dari kawasan timur Indonesia. Di Ambon menurut dia, pada 2010 potensi budidaya

rumput laut pesisir pantai mencapai 193 ribu hektare ditambah 105 ribu hektare tambak mampu

menghasilkan 1,5 it ton rumput laut. "Produksi tersebut terdiri atas jenis cottonii 108 juta ton,

430 ribu ton gracilaria," ucapnya.

Tahun ini, prognosa produksi rumput laut basah mencapai 2,4 jt ton atau naik 24% (setara

kenaikan 9 juta ton) dibandingkan produksi tahun lalu.

"Jadi tidak mulukmuluk kalau kita menargetkan pertumbuhan produksi sampai 353% pada 2014.

Kalau itu terjadi maka pada 2015 Sulsel jadi produsen terbesar rumput laut didunia,"jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Maluku, Karel Albert Rahahalu, memaparkan produksi

rumput laut yang dihasilkan oleh para petani untuk sekali panen setiap bulannya mencapai 504

ton, dengan harga jual Rp7.000 hingga Rp11.000 per kilogram (kering).

"Produksi rumput laut setiap bulan sekitar 504 ton dimana harga per kilogram sangat bervariasi,

minimal Rp7.500 per kilo, dan harga maksimal Rp11.000per kilo," kata Karel

Gambar

Tabel 2 Produksi rumput laut dari beberapa daerah perairan pantai di Indonesia (1979 – 1983)
Tabel 6. Estimasi produksi olahan rumput laut di dunia serta bahan bakunya tahun 1980
Tabel 9. Harga rata-rata rumput laut di beberapa negera.
Tabel 11. Syarat mutu komoditi rumput laut

Referensi

Dokumen terkait

- Untuk campuran beton yang menggunakan agregat kasar Kerikil Alami (Lelema) dengan variasi agregat halus, didapatkan nilai kuat tarik belah tertinggi pada variasi beton

Meskipun, Pemda Kabupaten Kediri telah menganggap final Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor 188 Tentang Penegasan Batas Wilayah yang menyebutkan

Berdasarkan hasil penelitian di KUA Umbulharjo Yogyakarta dapat disimpulkan sebagai berikut : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan calon pengantin tentang

Proyek Ketenagalistrikan Yang Wajib Dilengkapi Dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup..

Menurut data yang diperoleh, responden melakukan pelaksanaan kegiatan pemanenan yang termasuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 34 responden (80,95%), hal ini berarti

Serta di dalam ketentuan Pasal 268 (3) ditentukan bahwa Permintaan peninjauan kembali atas suatu putusan tidak menangguhkan ataupun menghentikan pelaksanaan dari

• What are the current trends in computer hardware platforms.. • What are the current trends in computer

Dari hasil uji statistik inlerensial menggunakan analisis varian didapatkan bahwa ada pengaruh penambahan konsentrasi laktosa : fruktosa terhadap jumlah bakteri