• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ashadi, Rifka Houtrina, dan Nana Setiawan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ashadi, Rifka Houtrina, dan Nana Setiawan"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

copyright

ANALISA PENGARUH ELEMEN-ELEMEN PELENGKAP JALUR PEDESTRIAN

TERHADAP KENYAMANAN PEJALAN KAKI

STUDI KASUS: PEDESTRIAN ORCHARD ROAD SINGAPURA

Ashadi, Rifka Houtrina, Nana Setiawan

Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

ABSTRAK. Kebutuhan akan pedestrian sebagai ruang terbuka publik semakin dirasakan saat ini, terlebih keterbatasan ruang untuk bersosialisasi tidak banyak yang difungsikan secara optimal. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan dan perancangan pedestrian adalah penyediaan elemen-elemen pelengkap yang justru akan memberikan kenyamanan bagi para penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendefinisikan elemen-elemen apa sajakah yang terdapat pada pedestrian sebagai ruang publik terbuka. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengedepankan data-data primer sebagai data utama dengan survei ke lokasi dan membandingkannya dengan teori yang ada.

Kata kunci: elemen-elemen, pedestrian, Orchard Road

ABSTRACT. The need of pedestrian as a public open space has been increased nowaday, partifularly there is a limitation of space for socialization has been not functioned optimally. There is one thing that should be concerned in planning and designing a pedestrian, there should provide elements within area of pedestrian to give comfort for the user. This research is aimed to explore and define what are elements which have been provided within area of pedestrian as a public open space. The research method that have been conducted is a qualitatif descriptive method.

Keywords: elements, pedestrian, Orchard Road

PENDAHULUAN

(2)

copyright

yang lainya di sudut kawasan ruang publik. Di era modern sekarang ini dalam tata ruang kota, jalur pejalan kaki merupakan elemen penting perancangan kota. Ruang pejalan kaki dalam konteks kota dapat berperan untuk menciptakan lingkungan manusiawi. Pejalan kaki adalah orang yang bergerak dalam satu ruang dengan berjalan kaki. Semua orang adalah pejalan kaki, untuk menuju ke tempat lain atau sebaliknya.

Kawasan pedestrian Orchard Road merupakan kawasan yang menjadi landmark kota Singapura. Pada kawasan Orchard Road ini, setiap orang yang berjalan pada jalur pedestrian ini pada umumnya adalah mereka yang secara teratur dan tertib melakukan kegiatan berjalan kaki. Orchard Road juga merupakan jalur penghubung aktifitas masyarakat di sana selain sebagai tempat perbelanjaan dan wisata. Orchard Road cukup strategis karena dapat di capai oleh segala lapisan masyarakat baik dengan menggunakan MRT atau bis. Berbagai kegiatan masyarakat seperti kegiatan berjalan, berkumpul, bertemu, dan kegiatan-kegiatan di waktu-waktu tertentu.

Hasil penelitian ini akan ditujukan sebagai sebuah studi banding dan contoh dari tata ruang publik terbuka yang berhasil. Selain itu juga dapat dilihat bahwa studi kasus merupakan area pedestrian yang dapat dieksplorasi keberadaan elemen-elemen pelengkap pedestriannya, sehingg pengaruh elemen-elemen pelengkap pada jalur pedestrian tersebut dapat ditemukan.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui fungsi dan kenyamanan jalur pedestrian sisi jalan dan mengidentifikasi pengaruh darI elemen-elemen pelengkap jalur pedestrian Orchard Road.Menganalisa pengaruh dari elemn-elemen pelengkap jalur pedestrian yang menganalisa optimalisasi pedestrian sebagai ruang terbuka bagi pejalan kaki pada landmark kota Singapura yaitu orchard road.

METODE PENELITIAN

(3)

copyright

TEORI TENTANG PEDESTRIAN

Istilah pedestrian atau pejalan kaki berasal dari bahasa Yunani pedester/ pedestris yaitu orang yang berjalan kaki atau pejalan kaki. Pedestrian juga berasal dari kata pedos bahasa Yunani yang berarti kaki sehingga pedestrian dapat diartikan sebagai pejalan kaki atau orang yang berjalan kaki. Pedestrian juga diartikan sebagai pergerakan atau sirkulasi atau perpindahan orang atau manusia dari satu tempat ke titik asal (origin) ke tempat lain sebagai tujuan (destination) dengan berjalan kaki (Rubenstein, 1992). Jalur pedestrian merupakan daerah yang menarik untuk kegiatan sosial, perkembangan jiwa dan spiritual, misalnya untuk bernostalgia, pertemuan mendadak, berekreasi, bertegur sapa dan sebagainya. Jadi jalur pedestrian adalah tempat atau jalur khusus bagi orang berjalan kaki. Jalur pedestrian pada saat sekarang dapat berupa trotoar, pavement, sidewalk, pathway, plaza dan mall.

Jalur pedestrian yang baik harus dapat menampung setiap kegiatan pejalan kaki dengan lancar dan aman. Persyaratan ini perlu dipertimbangkan di dalam perancangan jalur pedestrian. Agar dapat menyediakan jalur pedestrian yang dapat menampung kebutuhan kegiatan-kegiatan tersebut maka perancang perlu mengetahui kategori perjalanan para pejalan kaki dan jenis-jenis titik simpul yang ada dan menarik bagi pejalan kaki. Jalur pedestrian sebagai unit ruang kota keberadaannya dirancang secara terpecah-pecah dan menjadi sangat tergantung pada kebutuhan jalan sebagai sarana sirkulasi.

Fungsi jalur pedestrian yang disesuaikan dengan perkembangan kota adalah sebagai fasilitas pejalan kaki, sebagai unsur keindahan kota, sebagai media interaksi sosial, sebagai sarana konservasi kota dan sebagai tempat bersantai serta bermain. Sedangkan kenyamanan dari pejalan kaki dalam berjalan adalah adanya fasilitas-fasilitas yang mendukung kegiatan berjalan dan dapat di nikmati kegiatan berjalan tersebut tanpa adanya gangguan dari aktivitas lain yang menggunakan jalur tersebut.

(4)

copyright

Pejalan kaki sebagai istilah aktif adalah orang/ manusia yang bergerak atau berpindah dari suatu tempat titik tolak ke tempat tujuan tanpa menggunakan alat lain, kecuali mungkin penutup/ alas kaki dan tongkat yang tidak bersifat mekanis Pejalan kaki adalah orang yang melakukan perjalanan dari satu tempat asal (origin) tanpa kendaraan untuk mencapai tujuan atau tempat (destination) atau dengan maksud lain. Kemudian dari pengertian tersebut pejalan kaki dalam penelitian ini adalah orang yang melakukan perjalanan atau aktivitas di ruang terbuka publik tanpa mengguankan kendaraan. Shirvani (1985), mengatakan bahwa jalur pejalan kaki harus dipertimbangkan sebagai salah satu perancangan kota. Jalur pejalan kaki adalah bagian dari kota dimana orang bergerak dengan kaki, biasanya disepanjang sisi jalan. Fungsi jalur pejalan kaki adalah untuk keamanan pejalan kaki pada waktu bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.

SIRKULASI PEDESTRIAN

(5)

copyright

KARAKTERISTIK PERJALANAN

Perjalanan pejalan kaki biasanya relatif dekat. Karena kebanyakan pejalan kaki berjalan dari tempat parkir atau dari pemberhentian umum yang tidak terlalu jauh pula. Jika maksud perjalanan (purpose trip) dan tipe perjalanan pejalan kaki dipahami maka suatu fasilitas pejalan kaki yang lebih baik dapat dikembangkan atau dibangun. Maksud pejalan kaki terkait dengan tipe pengguna lahan yang dikaitkan dengan asal dan tujuan perjalanan. Sejumlah perjalanan ditarik oleh aktifitas berdasarkan tipe dan skala. Pertokoan eceran biasanya menarik lebih banyak pejalan kaki. Kenyamanan menurut Weisman (1981) adalah suatu keadaan lingkungan yang memberi rasa yang sesuai kepada panca indera dan Antropometry disertai fasilitas yang sesuai dengan kegiatannya.

Antropometry adalah proporsi dan dimensi tubuh manusia serta karakter fisiologis lain-lainnya dan sanggup berhubungan dengan berbagai kegiatan manusia yang berbeda-beda dan mikro lingkungan. Kenyamanan terjadi setelah ditangkap menurut panca indera. Ukuran penting lainnya menurut Uterman (1984) adalah tingkat kenyamanan (comfort level) dan kapasitas sistem ruang pejalan kaki. Namun terpenuhinya kriteria menurut Richard Uterman tersebut dipengaruhi oleh latar belakang kondisi dan persepsi pejalan kaki. Tingkat Kenyamanan pejalan kaki dalam melakukan aktifitas dipengaruhi oleh faktor cuaca dan jenis aktivitas, kondisi ruang pejalan. Tingkat kenyamanan dihubungkan dengan kondisi kesesakan dan kepadatan, dipengaruhi oleh keamanan dan persepsi manusia dan kemudahan untuk bergerak. Kapasitas jalur pejalan kaki meliputi jumlah pejalan kaki persatuan waktu seperti orang berjalan, orang perhari. Adapun kapasitas jalur pejalan kaki (walkway capacity) dipengaruhi oleh penghentian, lebar kalur pedestrian, ruang pejalan kaki, volume, tingkat pelayanan, harapan pemakai, jarak berjalan.

(6)

copyright

JENIS ELEMEN PELENGKAP PEDESTRIAN

Elemen-elemen jalur pedestrian diperlukan pendekatan secara optimal terhadap lokasi dimana jalur pedestrian tersebut berada. Disamping pertimbangan tersebut, yang terpenting dalam perencanaan elemen jalur pedestrian adalah mengenai komposisi, warna, bentuk, ukuran serta tekstur. Elemen pada suatu jalur pedestrian dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

1. elemen jalur pedestrian sendiri (material dari jalur pedestrian), dan

2. elemen pendukung pada jalur pedestrian (lampu penerang, vegetasi, tempat sampah, telepon umum, halte, tanda petunjuk dan lainnya).

IDENTIFIKASI ELEMEN-ELEMEN PELENGKAP PEDESTRIAN DI ORCHARD ROAD

Di Singapura, untuk memenuhi kebutuhan pedestrian dan membuat trotoar nyaman sehingga mendukung aktivitas yang ada, dibagi menjadi beberapa bagian yang diatur oleh URA Agency:

1. Curb Zone, merupakan perbatasan antara jalan dan trotoar. Terintegrasi dengan sistem drainase. Zona ini menghalangi kendaraan masuk ke trotoar.

2. Planter/ Furniture Zone, berada antara zona curb dan zona pedestrian yang merupakan area untuk utilitas, seperti rambu lalu lintas, serta pedestrian ameneties, seperti bangku dan halte yang disebut zona urban green room. Zona ini merupakan zona buffer antara jalan dan trotoar dan membuar pedestrian bebas dari rintangan.

3. Zona pedestrian, sebagai tempat lalu lalang orang.

4. Frontage Zone, merupakan area antara zona pedestrian dan garis bangunan.

(7)

copyright

Tata Ruang Dan Pola Lantai Pedestrian

Penyediaan kantong-kantong peristirahatan sepanjang zona yang bernama Urban Green Room, yang berlaku antara pepohonan dan dibatasi oleh penanaman pohon dalam pot. Ruang ruang ini dapat digunakan sebagai tempat berteduh , seni, dan area pertunjukan. Zona lalu lalang pedestrian di sepanjang Orchard Road mempuyai dimensi yang beragam. Pada umumnya mempunyai dimensi yang lebar sekitar 5-8 meter karena volume pedestrian yang berjalan di sini sangat ramai. Dengan bahan material lantai dari bahan batu Andesit yang beragam ukuran yaitu, 40x80cm, 40x40cm. dan 20x20cm berwarna jingga. Pemasangan pola lantai yang beragam pula ada yang secara miring seperti pola lantai di depan Ion Orchard, vertikal sepanjang jalur pedestrian antara Ion sampai Ngee Ann City Plaza dan persegi beraturan persis di depan Ngee Ann City plaza

(8)

copyright

Gambar 3. Pola Lantai Miring Ukuran 40x80cm Material Andesit Abu abu (sumber: Rifka, 2011)

(9)

copyright

Adapun untuk pola lantai yang di seberang Ion Mall dan Ngee Ann City Plaza dengan bahan material lantainya sama yaitu Batu Andesit Abu abu dan Orange dengan ukuran 20x20cm.

Elemen-elemen material yang digunakan pada jalur pedestrian Orchard Road adalah Paving batu Andesit. Paving batu Andesit dibuat dengan variasi ukuran, bentuk, tekstur, warna, dan variasi. Pemasangan dan pemeliharaannya mudah. Bentuk dapat dibuat untuk

Gambar 5. Pola Lantai Ukuran 40x40cm & 20x20cm, Material Batu Andesit Abu abu & jingga (sumber: Rifka, 2011)

(10)

copyright

pola jalur pedestrian agar tidak terlihat monoton dan memberikan suasana yang berbeda. Batu-Batu merupakan salah satu material yang paling tahan lama, memiliki daya tahan yang kuat dan mudah dalam pemeliharaannya. Batu andesit adalah salah satu yang sering digunakan pada jalur pedestrian yang membutuhkan keindahan.

Fungsi Pedestrian Orchard Road

Jalur pedestrian harus memiliki rasa aman dan nyaman terhadap pejalan kaki, keamanan disini dapat berupa batasan-batasan dengan jalan yang berupa peninggian trotoar, menggunakan pagar pohon, dan menggunakan street furniture. Selain merasa aman, mereka juga harus merasa nyaman dimana jalur pedestrian harus bersifat rekreatif karena hal tersebut sangat menunjang kenyaman pejalan kaki saat menggunakan jalur pedestrian sebagai jalur pejalan kaki.

Pedestrian Kota Singapura terutama Orhard Road yang merupakan Landmark Kota Singapura merupakan area wisatawan, relaksasi, perbelanjaan, dan berbagai macam aktivitas, Dimana sepanjang jalan Orchard Road banyak terdapat gedung-gedung besar diantaranya berbagai macam Mal, Plaza, Hotel, Perkantoran dan stasiun Kereta (MRT) semuanya yang saling berhubungan dan saling berkaitan. Banyaknya para penduduk Singapura sendiri maupun para wisatawan mereka lebih banyak menikmati berjalan kaki di sepanjang pedestrian Orchard Road sambil jalan-jalan dan berbelanja berbagai macam fashion dari brand ternama di dunia

Street Furniture

Street Furniture atau perabot jalan/ taman merupakan perabot yang penting bagi kelangsungan aktifitas di jalan atau taman. Perabot tersebut merupakan lampu penerangan jalan kendaraan dan pejalan kaki, rambu lalu lintas, bangku-bangku, papan reklame, tempat sampah, bollard dan lain-lain. Disain dan penataan street furniture akan membentuk kesan place dan mendukung identitas kawasan.

(11)

copyright

pedestrian yang berjalan di sepanjang trotoar akan membutuhkan makanan kecil dan minuman untuk mengurangi keletihan para pejalan kaki di jalur pedestrian

Vegetasi

Orchard road adalah sebuah kota yang berlokasi dipusat kota Singapura, kota ini sekarang merupakan daerah tujuan wisata dan daerah perbalajaan, Orchad road dikenal dengan jalur pedestrianya yang nyaman, sangat lebar dan teduh. Skala jalan lebih dibentuk oleh tanaman dan jalur pedestrian dibentuk oleh elemen tanaman dan podium bangunan. Penataan Orchard road sesuai dengan iklim daerah setempat, banyak daerah yang dihasilkan oleh pepohonan disepanjang jalan yang diatur jaraknya dan bayangan dari bangunan, sehingga jalan menjadi teduh.

Jalan di Orchad road ini lebih dari sekedar suatu perlengkapan sebuah kota, lebih dari ruang linear yang memindahkan orang dan barang dari sini kesana. Disepanjang jalur pedestrian disisi kanan maupun sebelah kiri Orchad Road ditanam sederetan pohon angsana dengan diameter ± 400 - 600 cm dan titik tanam masing-masing pohon 20 m, yang berfungsi sebagai pelindung pejalan kaki, disisi jalan raya menggunakan tanaman

Gambar 7. Penempatan partisi transparan dari kaca sebagai elemen dekorasi

Gambar 8. Penempatan bangku dengan bentuk organik berwarna merah juga menjadi focal point bagi area depan Ion Mall

(12)

copyright

yang ditempatkan pada planter box/ bak tanaman, sebagai pembatas antara pedestrian dan jalur kendaraan, tetapi ada juga sebagian menggunakan median untuk area hijau yang dapat memberikan kontribusi suasana jalur pejalan kaki.

Heliconia

Bakung Air

mancur

Gambar 9. Tanaman Shrub Heliconia dan Bakung air mancur (sumber: Nana, 2011)

Gambar 10. Tanaman perdu/ semak teh-tehan yang menjadi pembatas pedestrian dengan jalan raya Gambar 11. Pohon angsana, sebagai pohon peneduh di sepanjang pedestrian Orchard Road

(13)

copyright

Sebagaimana telah dikemukakan di perencanaan, urban space juga harus memperhatikan aspek ekologis. Vegetasi memiliki karakteristik khusus yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan aspek ekologi (environmental sustainable) sekaligus pembentuk suasana arsitektural kota. Mulai dari variasi tajuk, bentuk dan warna, daun, bunga, buah maupun aroma yang dihasilkannya dapat merangsang panca indra untuk mencerap keindahannya. Kota merupakan suatu tatanan fisik spesial yang terbentuk oleh elemen-elemen fisik yang saling mempengaruhi. bangunan, pohon, jalan, jalur jalur pedestrian, taman-taman kota merupakan elemen-elemen pembentuk kota.

Ruang Hijau Kota atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah suatu bentuk ruang terbuka di kota (urban space) dengan unsur vegetasi yang dominan. Perancangan ruang hijau kota harus memperhatikan karakter public space, urban space dan open space serta elemen rancang kota lainnya. Sebagaimana telah dikemukakan diperencanaan urban space juga harus memperhatikan aspek ekologis. Vegetasi memiliki karakteristik khusus yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan aspek ekologi (environmental sustainable) sekaligus pembentuk suasana arsitektural kota. Mulai dari variasi tajuk, bentuk dan warna, daun, bunga, buah maupun aroma yang dihasilkannya dapat merangsang panca indra untuk mencerap keindahannya. Kota merupakan suatu tatanan fisik spesial yang terbentuk oleh elemen-elemen fisik yang saling mempengaruhi. bangunan, pohon, jalan, jalur jalur pedestrian, taman-taman kota merupakan elemen-elemen pembentuk kota

KESIMPULAN

(14)

copyright

DAFTAR PUSTAKA

American Assosiation of State Highway and Transportation Officials. (1984). A Policy on Geometric Design of Highway and Street.

Bruce, John A. (1965). John E Baewald: The Pedestrian. Traffic Enggineering Handbook. 3rd ed. Washington, DC

Bhalla, Manmohan K. (1985). Pedestrian traffic on Skywalk System. http://www.ura.gov.sg/cudd/publicspace/sp-orchardrdpm.htm

Iswanto, Danoe. (2006). Pengaruh Elemen-Elemen Pelengkap Jalur Pedestrian Terhadap Kenyamanan Pejalan Kaki.

Listianto, T. Indra Pawaka. (2006). Hubungan Fungsi Dan kenyamanan Jalur Pedestrian.

Gambar

Gambar 1. Tipologi pedestrian di area streetmall, di mana pada kedua ujung pedestrian terdapat anchor sebagai magnet area tersebut (sumber:  Rifka, 2011)
Gambar 2. zona planter/ furniture yang berfungsi  sebagai zona buffer, biasanya berupa boks tanaman perdu, dan bangku-bangku (sumber: Rifka, 2011)
Gambar 3. Pola Lantai Miring Ukuran
Gambar 6: Pola Lantai Ukuran 20x20cm (sumber: Rifka,2011)
+3

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,