• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemilihan Maskapai Sebagai Tempat On The Job Training (OJT) Bagi Siswa Lembaga Pendidikan Dan Pelatihan (LPP) Penerbangan Dengan Metode Promethee Airline Selection As A Place On The Job Training (OJT) Student Education And Training Institutions (LPP) Flig

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pemilihan Maskapai Sebagai Tempat On The Job Training (OJT) Bagi Siswa Lembaga Pendidikan Dan Pelatihan (LPP) Penerbangan Dengan Metode Promethee Airline Selection As A Place On The Job Training (OJT) Student Education And Training Institutions (LPP) Flig"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

IJCCS, Vol.x, No.x, Julyxxxx, pp. 1~5 ISSN: 1978-1520

Pemilihan Maskapai Sebagai Tempat On The Job

Training (OJT) Bagi Siswa Lembaga Pendidikan Dan

Pelatihan (LPP) Penerbangan Dengan Metode

Promethee

Airline Selection As A Place On The Job Training (OJT)

Student Education And Training Institutions (LPP) Flight

Method Promethee

Safrizal

Universitas Potensi Utama ; Jl. KL. Yos Sudarso Km. 6,5 No. 3-A Tanjung Mulia, Medan Telp. (061) 6640525/fax : (061) 6636830

Program StudiManajemen Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer e-mail:[email protected]

Abstrak

Setiap akhir dari pendidikan dan pelatihan OJT (on the job training) selalu diberikan kepada siswa yang terdaftar pada LPP Penerbangan tersebut, dimana tempat OJT (on the job training) adalah maskapai penerbangan. Sebuah maskapai penerbangan adalah sebuah organisasi yang menyediakan jasa penerbangan bagi penumpang atau barang. Mereka menyewa atau memiliki pesawat terbang untuk menyediakan jasa tersebut dan dapat membentuk kerja sama atau aliansi dengan maskapai lainnya untuk keuntungan bersama. Oleh karena itu maka perlu diadakan proses pemilihan maskapai sebagai tempat OJT bagi siswa Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Penerbangan sesuai dengan minat siswa tersebut dengan penerapan metode promethee. Sehingga didapatkan hasil keputusan maskapai yang diminati oleh siswa LPP Penerbangan tersebut, yang mana hasil maskapai yang menjadi pilihan siswa tersebut bisa memberikan masukkan bagi pihak lembaga untuk menyesuaikan atau melakukan tinjauan program LPP Penerbangan yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh maskapai tersebut. Sehingga setelah siswa LPP Penerbangan selesai melakukan pendidikan dan pelatihan tersebut bias langsung diterima sesuai dengan tempat OJT yang diminatinya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa maskapai Garuda Air memiliki prioritas pertama dengan nilai 0,75, Air Asia menjadi prioritas kedua dengan nilai 0,33, Sriwijaya Air memiliki perioritas ketiga dengan nilai 0,08, Lion Air memiliki prioritas keempat dengan nilai -0,16 dan City Link memiliki perioritas kelima dengan nilai -1,00 dari hasil penyebaran kuesioner.

Kata kunci—DSS, maskapai,on the job training(OJT),promethee

Abstract

(2)

with a value of 0.33, Sriwijaya Air has three priorities with a value of 0.08, Lion Air has a fourth priority to the value -0, 16 and City Link has five priorities with a value of -1.00 on the results of questionnaires.

Key word-DSS, Airline, On The Job Training (OJT), Promethee.

1. PENDAHULUAN

LPP Penerbangan adalah sebuah instansi atau lembaga yang bergerak dibidang pendidikan dan pelatihan singkat siap kerja dalam bidang penerbangan. Dengan tujuan mencetak tenaga yang profesional dan mempunyai kapabilitas dalam bidangnya yang mendidik dan mempersiapkan para SDM yang handal dan berkualitas dalam memberikan pelayanan khususnya dalam bidang penerbangan. On the Job Training merupakan salah satu program dari LPP Penerbangan dimana On the Job Training (OJT) adalah suatu proses yang terorganisasi untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, kebiasaan kerja dan sikap karyawan. Dengan kata lain On the Job Training adalah pelatihan dengan cara pekerja atau calon pekerja ditempatkan dalam kondisi pekerjaan yang sebenarnya, dibawah bimbingan dan pengawasan dari pegawai yang telah berpengalaman atau seorang supervisor. Sebuah maskapai penerbangan adalah sebuah organisasi yang menyediakan jasa penerbangan bagi penumpang atau barang [6].

Setiap akhir dari pendidikan dan pelatihan OJT (onthe job training) selalu diberikan kepada siswa yang terdaftar pada LPP Penerbangan tersebut, dimana tempat OJT (onthe job training) adalah maskapai penerbangan. Sebuah maskapai penerbangan adalah sebuah organisasi yang menyediakan jasa penerbangan bagi penumpang atau barang. Mereka menyewa atau memiliki pesawat terbang untuk menyediakan jasa tersebut dan dapat membentuk kerja sama atau aliansi dengan maskapai lainnya untuk keuntungan bersama[1].

Keputusan dipandang sebagai proses karena terdiri dari suatu seri aktivitas yang berkaitan dan tidak hanya dianggap sebagai tindakan yang bijaksana. Dengan kata lain keputusan merupakan sebuah kesimpulan yang dicapai sesudah dilakukan pertimbangan, yang terjadi setelah satu kemungkinan dipilih, sementara yang lain dikesampingkan. model yang menggambarkan proses pengambilan keputusan. Proses ini terdiri dari tiga fase, yaituIntelligence, Design dan Choice[2]. SPK membutuhkan sejumlah kriteria atau parameter khusus untuk membandingkan alternatif-alternatif tersebut. Kriteria-kriteria tersebut merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh si pembuat keputusan. Kriteria dapat berupa meminimalis atau memaksimalkan Sumber daya atau resource. Semakin dekat suatu alternatif dengan kriteria yang ditetapkan oleh si pembuat keputusan, maka semakin dekat pula si pembuat keputusan dengan tujuanya [5].

Metode Promethee termasuk ke dalam kelompok pemecahan masalah Multi Criteria Decision Making(MCDM) atau pengambilan keputusan kriteria majemuk yang merupakan disiplin ilmu yang sangat penting dalam pengambilan keputusan atas suatu masalah yang memiliki lebih dari satu kriteria (multikriteria). Promethee yang merupakan singkatan dari Preference Ranking Organization Methods for Enrichment Evaluations adalah metode outrankingyang menawarkan cara yang fleksibel dan sederhana kepada user (pembuat keputusan) untuk menganalisis masalah-masalah multikriteria [3].

Berdasarkan hal tersebut diatas maka perlu diadakan proses pemilihan maskapai sebagai tempat OJT bagi siswa Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Penerbangan sesuai dengan minat siswa tersebut dengan penerapan metode promethee. Sehingga didapatkan hasil keputusan maskapai yang diminati oleh siswa LPP Penerbangan tersebut, yang mana hasil maskapai yang menjadi pilihan siswa tersebut bisa memberikan masukkan bagi pihak lembaga untuk menyesuaikan atau melakukan tinjauan program LPP Penerbangan yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh maskapai tersebut. Sehingga setelah siswa LPP Penerbangan selesai melakukan pendidikan dan pelatihan tersebut bias langsung diterima sesuai dengan tempat OJT yang diminatinya.

2. METODE PENELITIAN

(3)

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peringkat dari limamaskapai yang diminati oleh siswa Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Penerbangan sebagai tempat OJTberdasarkan kriteria-kriteria hasil wawancara dan penyebaran kuesioner kepada siswa LPP Penerbangan didalam pemilihan maskapaisebagai tempat OJT yakni Gaji, Jenjang Karir dan Fasilitas.

2.2. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini mengambil kasus pada Garuda Air, Lion Air, Sriwijaya Air, City Link Air dan Air Asia. Selanjutnya dilakukan tahap analisis dan pengumpulan data serta pengolahan data dengan menggunakan metodepromethee.

2.3. Data

1. Metode Pengambilan Data

Data-data penelitian diambil dari beberapa sumber yaitu (1) Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung. Data ini diperolehdengan metode penyebaran kuisioner langsung kepada siswa LPP Penerbangan. (2) Data sekunder diperoleh dari data eksternal yaitu berdasarkan literatur-literatur dan referensi lain yang berada diluar perusahaan tersebut seperti informasi yang bersumber dari buku, artikel, makalah, dan lain sebagainya yang membahas obyek bahasan yang sama.

2. Data yang Diperlukan

Kriteria dalam pemilihan maskapai sebagai temapat OJT yang digunakan adalah Gaji yaitu berupa konpensasi yang didapat pada saat bekerja pada maskapi tersebut, Jenjang Karir yaitu peningkatan statusatau jabatan ke level berikutnya dan Fasilitas yaitu berupa tunjangan.

2.4. Kerangka Penelitian

Adapun kerangka penelitian adalah sebagai berikut : 1. Kajian pustaka

Kajian pustaka dilakukan agar peneliti menguasai terlebih dahulu teorimaupun konsep dasar yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti daribeberapa referensi antara lain laporan-laporan ilmiah dan tulisan-tulisan ilmiahyang dapat nendukung terbentuknya landaan teori ataupun dengan browing kesitus-situs internet yang memuat artiel-artikel dan jurnal tentang Prometheesehingga dapat digunakan sebagai landasan teori yang kuat dalam analisapenelitian. 2. Perumusan Masalah

Perumusan masalah mencakup permasalahan yang akan diteliti. Permasalahanyang diteliti harus jelas terkait dengan latar belakang dan pokok permasalahanyang dinilai perlu untuk diselesaikan. Dalam penelitian ini adapun perumusan masalah yaitu untuk mengetahui peringkat maskapi mana yang menjadi tempat pilihan bagi siswa LPP Penerbangan sehingga bisa memberikat masukan kepada pihak pimpinan didalam menyusun kurikulum dan strategi didalam pendidikan dan pelatihan yang akan kepada siswa agar setelah lulus bisa ditempatkan / diterima sesuai dengan maskapi yang menjadi minat bagi siswa tersebut.

3. Tujuan Penelitian

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan urutan prioritas Maskapai sebagai tempat yang akan dipilih siswa LPP Penerbangan sebagai OJT (On The Job Training). 4. Perancangan Penelitian

Perancangan penelitian adalah menentukan metode penyelesaian yaitu menggunakan penerapan metodeprometheedimana bertujuan untuk penentuan posisi maskapai yang menjadi pilihan atau minat siswa LPP Penerbangan.

5. Pengumpulan Data

Data-data yang diperlukan diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada siswa LPP Penerbangan yang akan diteliti. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan mengenai kriteria-kriteria dari pemilihan maskapai yakni Gaji, Jenjang Karir dan Fasilitas.

6. Pengolahan Data

Data-data yang telah dikumpulkan akan diolah dengan tahap-tahap perhitungan dengan penerapan metodeprometheesebagai berikut [4] :

a. Penentuan deviasi berdasarkan perbandingan berpasangan.

(4)

dimana dj(a,b) menunjukkan perbedaan antara evaluasi dari a dan b pada setiap kriteria,

dimana Pj (a,b) Sebagai fungsi dj (a,b) menunjukkan preferensi alternatif a yang berkaitan dengan alternatif b pada setiap kriteria

Tabel 1. Tipe dari Fungsi Preferensi Kriteria

c. Perhitungan indeks preferensi global jumlah bobot p(a,b) pada setiap kriteria, dan adalah bobot yang berhubungan dengan kriteria ke-j.

d. Perhitungan aliran perangkingan dan peringkat parsial

(4)

dimana masing-masingφ(a)dan φ(a) menunjukkanleaving flowdanentering flowpada

setiap alternatif.

e. Perhitungan aliran perangkingan bersih dan peringkat lengkap

)

dimanaφ(a)adalah net flow, digunakan untuk menghasilkan keputusan akhir penentuan urutan dalam menyelesaikan masalah sehingga menghasilkan urutan lengkap.

7. Penentuan posisi maskapai berdasarkan kriteria pemilihan maskapai

Pada tahap ini ditentukan posisi atau urutan maskapai yang menjadi pilihan atau minat siswa LPP Penerbangan.

(5)

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

Hasil dari pengolahan data ini selanjutnya diinterpretasikan sehingga memberipemahaman yang mendalam tentang pemecahan permasalahan.

13. Kesimpulan dan saran

Setelah mendapatkan posisi maskapai berdasarkan kriteria dalam pemilihan maskapai, maka posisi tersebut dapat dijadikan suatu acuan siswa untukmemilih atau menentukan maskapai yang tepat untuk dipilih dan sebagaimasukan bagi pihak LPP Penerbangan yang bersangkutan agar membangun danmemelihara reputasi LPP Penerbangan berdasarkan dari minat atau pilihan maskapai yang diminati oleh siswa.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Data Kriteria

Data kriteria yang digunakan didalam pemilihan maskapai oleh siswa LPP Penerbangan adalah gaji, jenjang karir dan fasilitas.

Data Alternatif

Maskapai yang diminati dari kuisioner yang disebarkan kepada responden meliputi Garuda Air (A), Lion Air (B), Sriwijaya Air (C), City Link Air (D) dan Air Asia (E).

3.2 Data Hasil kuesioner Siswa tentang Pemilihan Maskapai

Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh siswa melalui sebaran kuesioner yang dilakukan oleh pihak manajemen kepada seluruh siswa pada LPP Penerbangan studi kasus QLTC ditunjukkan pada tabel 1

Tabel 1. Hasil Kuesioner Pemilihan Maskapai Kriteria Maskapai

A B C D E

Gaji 0.50 0.03 0.26 0.07 0.13 Jenjang Karir 0.49 0.03 0.06 0.25 0.15 Fasilitas 0.20 0.03 0.46 0.10 0.20

3.3 Deviasi Berpasangan

Penentuan deviasi berdasarkan perbandingan berpasangan dengan menggunakan persamaan (1) yang ditunjukkan pada tabel 2 sampai dengan tabel 6.

Tabel 2. Nilai deviasi perbandingan berpasangan 1

Kriteria (a,b) (a,c) (a,d) (a,e) f(a) f(b) d f(a) f(c) d f(a) f(d) d f(a) f(e) d Gaji 0.50 0.03 0.47 0.50 0.26 0.24 0.50 0.07 0.43 0.50 0.13 0.37 Jenjang Karir 0.49 0.03 0.46 0.49 0.06 0.43 0.49 0.25 0.24 0.49 0.15 0.34 Fasilitas 0.20 0.03 0.17 0.20 0.46 -0.26 0.20 0.10 0.1 0.20 0.20 0

Tabel 3. Nilai deviasi perbandingan berpasangan 2

Kriteria (b,a) (b,c) (b,d) (b,e) f(b) f(a) d f(b) f(c) d f(b) f(d) d f(b) f(e) d Gaji 0.03 0.50 -0.47 0.03 0.26 -0.23 0.03 0.07 -0.04 0.03 0.13 -0.1 Jenjang Karir 0.03 0.49 -0.46 0.03 0.06 -0.03 0.03 0.25 -0.22 0.03 0.15 -0.12 Fasilitas 0.03 0.20 -0.17 0.03 0.46 -0.43 0.03 0.10 -0.07 0.03 0.20 -0.17

Tabel 4. Nilai deviasi perbandingan berpasangan 3

(6)

Tabel 5. Nilai deviasi perbandingan berpasangan 4

Kriteria (d,a) (d,b) (d,c) (d,e) f(d) f(a) d f(d) f(b) d f(d) f(c) d f(d) f(e) d Gaji 0.07 0.50 -0.43 0.07 0.03 0.04 0.07 0.26 -0.19 0.07 0.13 -0.06 Jenjang Karir 0.25 0.49 -0.24 0.25 0.03 0.22 0.25 0.06 0.19 0.25 0.15 0.1 Fasilitas 0.10 0.20 -0.1 0.10 0.03 0.07 0.10 0.46 -0.36 0.10 0.20 -0.1

Tabel 6. Nilai deviasi perbandingan berpasangan 5

Kriteria (e,a) (e,b) (e,c) (e,d) f(e) f(a) d f(e) f(b) d f(e) f(c) d f(e) f(d) d Gaji 0.13 0.50 -0.37 0.13 0.03 0.1 0.13 0.26 -0.13 0.13 0.07 0.06 Jenjang Karir 0.15 0.49 -0.34 0.15 0.03 0.12 0.15 0.06 0.09 0.15 0.25 -0.1 Fasilitas 0.20 0.20 0 0.20 0.03 0.17 0.20 0.46 -0.26 0.20 0.10 0.1

3.4 Fungsi Preferensi dan Indeks Preferensi Global

Penerapan fungsi preferensi yang digunakan adalah fungsi referensi kriteria umum dengan menggunakan persamaan (2) dan untuk mencari indeks preferensi global dengan menggunakan rumus persamaan (3) ditunjukkan pada tabel 7.

Tabel 7. Nilai Preferensi dan Indek preferensi global

3.5 Tabel Indeks Preferensi Global,Leaving Flow,entering FlowdanNet Flow

Dari perhitungan indeks preferensi untuk seluruh alternatif berpasangan tersebut diperoleh data hasil indeks preferensi dan dari data analisis indeks preferensi, maka selanjutnya dilakukan perhitungan untuk nilaileaving flow,entering flow, dannet flowdengan menggunakan persamaan (4), (5) dan (6)seperti pada tabel 8 dan tabel 9.

Tabel 8. Data indeks preferensi,Leaving FlowdanEntering Flow

Maskapai a B C d e Leaving Flow

a 0 1.00 0.67 1.00 0.67 0.83

b 0.00 0 0.00 0.00 0.00 0.00

c 0.33 1.00 0 0.67 0.67 0.67

d 0.00 1.00 0.33 0 0.33 0.42

e 0.00 1.00 0.33 0.67 0 0.50

Entering Flow 0.08 1.00 0.33 0.58 0.42

Tabel 9. HasilNet Flowdan Rangking Maskapai

Maskapai Leaving Flow Entering Flow Net Flow Ranking Garuda Air (A) 0.83 0.08 0.75 1 City Link Air (B) 0.00 1.00 -1.00 5

(7)

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

Maskapai Leaving Flow Entering Flow Net Flow Ranking Lion Air (D) 0.42 0.58 -0.17 4 Sriwijaya Air (E) 0.50 0.42 0.08 3

Gambar 2. TampilanPromethee Flow Table

Gambar 2. Tampilan Promethee Network

Berdasarkan hasil perhitungan yang ditunjukkan pada tabel 9 dan gambar 1 maka didapat kesimpulan bahwa Garuda Air memiliki perioritas pertama dengan nilai 0.75, hal ini membuktikan bahwa hasil penyebaran kuesioner kepada siswa dalam memilih maskapai yang paling banyak diminati oleh siswa LPP Penerbangan khususnya pada lembaga QLTC adalah maskapai Garuda Air, perioritas kedua adalah maskapai Air Asia, perioritas ketiga adalah Sriwijaya Air, perioritas keempat adalah Lion Air dan perioritas terakhir adalah City Link Air yang ditunjukkan dalam bentuk grafik yang ditunjukkan pada gambar 2.

(8)

Gambar 4. Grafik Hasil Rangking Pemilihan Maskapai berdasarkan kriteria

3.6 Hasil Pengujian

Hasil Pengujian didapat dari hasil perhitungan data sampel dalam memilih dosen berprestasi berdasarkan rekam jejak dosen dapat dilihat pada tabel 11.

Tabel 11. Bobot Final dan Ranking Alternatif

Maskapai Manual Sistem Ranking Garuda Air (A) 0.75 0.7500 1 City Link Air (B) -1.00 -1.0000 5 Air Asia (C) 0.33 0.3333 2 Lion Air (D) -0.17 -0.1667 4 Sriwijaya Air (E) 0.08 0.0833 3

Dari hasil perbandingan, didapatkan hasil akurasi manual dan dengan software terendah 90% dan akurasi tertinggi 100%. Dari hasil pengujian baik dengan manual ataupun software dapat dihasilkan ranking yang layak untuk mendapatkan pemilihan maskapai yang paling diminati oleh siswa LPP Penerbangankhususnya LPP Penerbangan QLTC.

4. KESIMPULAN

Dengan menggunakan sebuah sistem maka akan lebih mudah menentukan keputusan manajemen dalam pemilihanmaskapai yang paling diminati oleh siswa LPP Penerbangan sehingga dapat memberikan masukan kepada pihak manajemen untuk dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan khususnya dalam bidang penerbangan. Penerapan metode promethee sangat membantu didalam mengolah data maskapai sesuai dengan kriteria yang menjadi pilihan oleh siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa maskapai Garuda Air memiliki prioritas pertama dengan nilai 0,75, Air Asia menjadi prioritas kedua dengan nilai 0,33, Sriwijaya Air memiliki perioritas ketiga dengan nilai 0,08, Lion Air memiliki prioritas keempat dengan nilai -0,16 dan City Link memiliki perioritas kelima dengan nilai -1,00 dari hasil penyebaran kuesioner.

5. SARAN

(9)

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak sivitas akademika Universitas Potensi Utama yang telah memberi dukungan financial terhadap penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Rigas Doganis., 2002, Flying Off Course: The Economics of International Airlines, 3rd edition.

[2] Ilham Bashiruddin, (2007). Pemilihan Supplier Cat dengan Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) untuk mengoptimalkan biaya pembelian dan stock (Studi kasus di PT Mediapro Creasindo). Islam Indonesia.

[3] Brans, J.Piere dan Mareschal, B., (1999). How to decide with PROMETHEE (online). Available at http//Ssmg.ulb.ac.be. (diakses pada10 September 2015).

[4] Ramsden, P., 2003, Learning to Teach in Higher Education, 2th.Ed, London & New York : Routledge

[5] Wijanarto, Portabilitas Aplikasi Perangkingan Seleksi Penerimaan Siswa Baru Dengan Metode Promethee, https://wijanarto.files.wordpress.com/2013/11/wijanarto-portabilitas-aplikasi-promethee.pdf. diakses pada tanggal 25 Januari 2016.

Gambar

Tabel 1. Tipe dari Fungsi Preferensi Kriteria
Tabel 4. Nilai deviasi perbandingan berpasangan 3
Tabel 8. Data indeks preferensi, Leaving Flow dan Entering Flow
Gambar 2. Tampilan Promethee Flow Table
+2

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian benda tersebut dipindahkan ke planet lain yang masanya ¼ kali massa bumi dan jari-jarinya 2 kali jari-jari bumi.. Berat benda di planet tersebut

Hal pertama yang harus dilakukan oleh manajemen adalah melakukan audit terhadap ke-34 proses teknologi informasi yang ada di perusahaan untuk melihat ada di

Ekspedisi Kanjeng Sultan Demak Bintoro melawan Kadipaten Blambangan di ujung timur Jawa terjadi pada tahun 1546 yang berakhir dengan pengepungan

Hernia inguinalis dapat terjadi karena kongenital atau karena sebab yang didapat.Insiden hernia meningkat dengan bertambahnya umur karena

Bagi pimpinan perusahaan, diharapkan dapat mempertahankan kinerja dan gaya kepemimpinan transformasional yang tergolong tinggi dengan cara meningkatkan karisma

Memenuhi surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 552/SEK/01/XII/2011, tanggal 19 Desember 2011 Perihal : Penyampaian LAKIP Tahun 2011 dan Dokumen Penetapan Kinerja

Pada Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah cadangan Ni antara metode poligon dan metode inverse distance dan yang mana lebih

Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Al Irsyad Al Islamiyyah Kota Kediri untuk melihat strategi yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja