© 2014
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI
PUSAT INFORMASI DAN HUMAS disampaikan oleh :
Soekartono http://ppid.kominfo.go.id
08129566504
ė
-
mail : [email protected]KEBIJAKAN PELAYANAN INFORMASI DAN PENGADUAN PUBLIK KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN MEKANISME
STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK
Diselenggarakan oleh Badan Litbang Kementerian Kesehatan
NO TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
(Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2010; pasal 14)
1. Penyediaan Informasi;
Pendokumentasian;
Penyimpanan;
Pengamanan Informasi.
2. Pelayanan Informasi yang cepat, tepat dan sederhana sesuai dengan aturan yang berlaku;
3. Penetapan Prosedur Operasional Penyebarluasan Informasi Pubblik;
-4. Pengujian Konsekuensi ;
5. Pengklasifikasian informasi dan/atau pengubahannya;
6. Penetapan informasi yg dikecualikan yg telah habis jangka waktu pengecualiaannya sebagai informasi publik yang dapat diakses;
7. Penetapan pertimbangan tertulis atas setiap kebijakan yang diambil untuk memenuhi hak setiap orang atas informasi public.
Standar pelayanan
adalah tolok ukur yang dipergunakan
sebagai pedoman
penyelenggaraan pelayanan
dan acuan
penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan janji
Penyelenggara kepada masyarakat dalam rangka pelayanan
yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan terukur.
PRI N SI P- PRI N SI P PELAYAN AN PRI M A
1 . KESED ERH AN AAN
Prosedur pelayanan publik t idak berbelit- belit , m udah dipaham i dan m udah dilaksanakan
2. KEJELASAN
a. Persyarat an t eknis dan adm inist rat if pelayanan publik;
b. Unit ker j a/ pej abat yang berw enang dan bert anggungj awab dalam m em ber ikan pelayanan dan penyelesaian keluhan/ per soalan/ sengket a dalam pelaksanaan pelayanan publik;
c. Rincian biaya pelayanan publik dan t at a cara pem bayaran.
3 . KEPASTI AN W AKTU
Pelak sanaan pelayanan publik dapat diselesaikan dalam kurun w akt u yang t elah dit ent ukan.
4 . AKURASI
Produk pelayanan publik dit erim a dengan benar, t epat , dan sah.
5 . KEAM AN AN
PRI N SI P- PRI N SI P PELAYAN AN PRI M A
6. TAN GGUN G JAW AB
Pim pinan penyelenggara pelayanan publik at au pej abat yang dit unj uk bert anggungj awab at as penyelenggaraan pelayanan dan penyelesaian keluhan/ persoalan dalam pelayanan publik.
7. KELEN GKAPAN SARAN A D AN PRASARAN A
Tersedianya sarana dan prasarana kerj a, peralat an kerj a dan pendukung lainnya yang m em adai t erm asuk penyediaan sarana t eknologi t elekom unik asi dan inform at ika ( t elem at ika) .
8. KEM UD AH AN AKSES
Tem pat dan lok asi sert a sarana pelayanan yang m em adai, m udah dij angk au oleh m asyarakat , dan dapat m em anfaat kan t eknologi t elekom unikasi dan inform at ika.
9. KED I SI PLI N AN , KESOPAN AN D AN KERAM AH AN
Pem beri pelayanan harus ber sikap disiplin, sopan dan sant un, ram ah, ser t a m em berikan pelayanan dengan ikhlas.
10. KEN YAM AN AN
Lingk ungan pelayanan harus t ert ib, t erat ur, disediakan ruang t unggu yang nyam an, bersih, rapi, lingkungan yang indah dan sehat sert a dilengkapi dengan fasilit as penduk ung pelayanan, sepert i park ir, t oilet , t em pat ibadah dan lain-lain.
PEMBERIAN DAN PENOLAKAN PERMINTAAN INFORMASI PUBLIK
(--- PENYEDIAAN INFORMASI PUBLIK---)
BERDASARKAN UNDANG – UNDANG
PEMOHON INFORMASI
PUBLIK
KEWENANGAN
(3). HAK BADAN PUBLIK (2). KEWAJIBAN BADAN PUBLIK (1). HAK PEMOHON (4). KEWAJIBAN PENGGUNA
1. Rahasia Negara 1. Menunjuk PPID 1. Melihat dan Mengetahui 1. Menggunakan Sesuai Per – UU
2. Rahasia Bisnis 2. Menyediakan, memberikan dan/atau menerbitkan Informasi Publik yang akurat, benar, dan tidak menyesatkan yang berada di bawah kewenangannya kepada pemohon Informasi Publik
2. Mendapatkan salinan melalui permohonan dengan mengajukan permintaan disertai alasan
2. Mencantumkan Sumber dari mana memperolehnya baik untuk kepentingan sendiri/ keperluan publikasi (ps.5)
3. Rahasia Jabatan 3. Membuat dan mengembangkan S P L I 3. Menghadiri pertemuan yg bersifat terbuka
4. Rahasia Pribadi 4. Mengumumkan layanan informasi publik 4. Menyebarluaskan Informasi
5. Belum didokumentasikan 5. Mengajukan gugatan
SANKSI PIDANA ( --- UU No. 14 Tahun 2008, pasal 51, 52, 53, 54, 55, 56 --- )
INFORMASI
PUBLIK
*** KATEGORI INFORMASI PUBLIK ***
INFORMASI PUBLIK
INF. YANG WAJIB
DISEDIAKAN & DIUMUMKAN
INF. YANG DIKECUALIKAN
INF. ATAS DASAR PERMINTAAN
BERKALA
RAHASIA NEGARA
RAHASIA BISNIS
RAHASIA PRIBADI
RAHASIA JABATAN
SERTA
MERTA SETIAP SAAT
Setiap Informasi Publik bersifat terbuka,
harus :
dapat diakses oleh setiap Pengguna Informasi Publik.
dapat diperoleh dengan cepat dan tepat waktu, biaya ringan, dan cara sederhana
Informasi Publik yang dikecualikan bersifat rahasia sesuai dengan Undang-Undang, kepatutan, dan kepentingan umum didasarkan pada pengujian tentang konsekuensi yang timbul apabila suatu informasi diberikan kepada masyarakat serta setelah dipertimbangkan dengan saksama bahwa menutup Informasi Publik dapat melindungi kepentingan yang lebih besar daripada membukanya atau sebaliknya.
Informasi Publik yang dikecualikan bersifat ketat dan terbatas
Ketat, artinya untuk mengategorikan informasi yang dikecualikan harus benar-benar mengacu pada metode yang valid dan mengedepankan obyektivitas;
Terbatas, artinya informasi yang dikecualikan harus terbatas pada informasi tertentu untuk menghindari penafsiran yang subyektif dan kesewenangan;
INFORMASI YANG WAJIB DISEDIAKAN DAN DIUMUMKAN SECARA BERKALA
1. Informasi tentang profil Badan Publik
1. Informasi tentang kedudukan atau domisili beserta alamat lengkap, ruang lingkup kegiatan, maksud dan tujuan, tugas dan fungsi Badan Publik beserta kantor unit-unit dibawahnya;
2. Struktur Organisasi, gambaran umum setiap satuan kerja , profil singkat pejabat struktural;
3. Laporan harta kekayaan bagi pejabat negara yang telah dikirimkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ke Badan Publik untuk diumumkan.
2. Ringkasan informasi tentang program dan/atau kegiatan yang sedang dijalankan dalam lingkup badan publik ;
3. Ringkasan informasi tentang kinerja dalam lingkup Badan Publik;
4. Ringkasan laporan keuangan;
Rencana dan L R A
Neraca
Laporan Arus Kas dan C A L K
Daftar Aset dan Investasi
5. Ringkasan laporan akses Informasi Publik;
6. Informasi tentang peraturan, keputusan, dan/atau kebijakan;
7. Informasi tentang hak dan tata cara memperoleh Informasi Publik;
8. informasi tentang tata cara pengaduan penyalahgunaan wewenang;
9. Informasi tentang pengumuman pengadaan barang dan jasa;
INFORMASI YANG WAJIB DIUMUMKAN SECARA SERTA MERTA
1. Standar pengumuman informasi serta merta
2. Informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum
INFORMASI YANG WAJIB TERSEDIA SETIAP SAAT
1. Daftar Informasi Publik
2. Informasi tentang peraturan, keputusan dan/atau atau kebijakan Badan Publik
3. Informasi tentang organisasi, administrasi, kepegawaian, dan keuangan
4. Surat-surat perjanjian dengan pihak ketiga berikut dokumen pendukungnya
5. Surat menyurat pimpinan atau pejabat Badan Publik dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya
6. Syarat-syarat perizinan, izin yang diterbitkan dan/atau dikeluarkan berikut dokumen pendukungnya, dan laporan penaatan izin yang diberikan
7. Data perbendaharaan atau inventaris
8. Rencana strategis dan rencana kerja Badan Publik
9. Agenda kerja pimpinan satuan kerja
INFORMASI YANG WAJIB TERSEDIA SETIAP SAAT
11. Jumlah jenis dan gambaran umum pelanggaran yang ditemukan dalam pengawasan internal serta laporan penindakannya
12. Jumlah jenis dan gambaran umum pelanggaran yang dilaporkan masyarakat serta laporan penindakannya
13. Daftar serta hasil penelitian yang dilakukan
14. Informasi Publik yang telah dinyatakan terbuka bagi masyarakat berdasarkan mekanisme keberatan dan/atau penyelesaian sengketa sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 UU Keterbukaan Informasi Publik
15. Informasi tentang standar pengumuman informasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 bagi Badan Publik yang memberikan izin dan/atau melakukan perjanjian kerja
dengan pihak lain yang kegiatannya berpotensi mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum.
PRINSIP PENGUJIAN KONSEKUENSI
PASAL 17 UU NO. 14 TAHUN 2008
a. Dapat Menghambat Proses Penegakan Hukum;
b. Dapat Mengganggu Kepentingan Perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual dan pelindungan dari persaingan usaha tidak sehat;
c. Dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara;
d. Dapat mengungkapkan kekayaan alam Indonesia;
e. Dapat Merugikan ketahanan ekonomi nasional;
f. Dapat Mengungkapkan merugikan kepentingan hubungan luar negeri;
g. Dapat Mengungkapkan isi akta otentik yang bersifat pribadi dan kemauan terakhir ataupun wasiat seseorang;
h. Dapat Mengungkap Rahasia Pribadi;
i. Memorandum Atau Surat-Surat Antar Badan Publik Atau Intra Badan Publik, Yang Menurut Sifatnya Dirahasiakan Kecuali Atas Putusan Komisi Informasi Atau Pengadilan;
j. Informasi yang tidak boleh diungkapkan berdasarkan Undang-Undang.
UNDANG-UNDANG AZAS
KEPATUTAN
NO. JENIS KLASIFIKASI INFORMASI YANG DIKECUALIKAN
ALASAN JANGKA WAKTU
I UMUM
1 Dokumen keuangan Negara
(Lap.Keuangan Sebelum Diaudit (Unaudited)
(Dokumen adalah data, catatan, dan/atau keterangan yang berkaitan dengan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, baik tertulis di atas kertas atau sarana lain, maupun terekam dalam bentuk/corak apapun) pasal 1, ayat 10 UU No.15 Tahun 2004
1. UU No.14 Tahun 2008; ps.17, huruf j :
UU No. 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara; ps.10 : Dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan,
pemeriksa dapat : (a). meminta dokumen yang wajib
disampaikan oleh pejabat atau pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara; (b). mengakses semua data yang disimpan di berbagai media, aset, lokasi, dan segala jenis barang atau dokumen dalam penguasaan atau kendali dari entitas yang menjadi objek pemeriksaan atau entitas lain yang dipandang perlu dalam pelaksanaan tugas pemeriksaannya;
UU No.17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara; ps. 30 ayat (1) Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang
telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan,
selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
... Tahun
II TUGAS DAN FUNGSI
1 Daftar alokasi frekuensi dan penggunaan frekuensi untuk keperluan pertahanan keamanan negara (TNI/Polri) dan intelijen
UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 17 huruf C: informasi publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada pemohon informasi publik dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara,
... Tahun
MATRIK
NO.
KEWENANGAN
MENYAMPAIKAN
PENERIMA
1. Presiden Laporan Keuangan Audited DPR
2. Gubernur
Bupati
Walikota
Laporan Keuangan Audited DPRD
3. Kepala Satuan Kerja Dokumen Keuangan Auditor
4. Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID)
Ringkasan Laporan keuangan Audited :
1. Rencana dan L R A 2. Neraca
3. Laporan Arus Kas dan C A L K 4. Daftar Aset dan Investasi
Warga Negara Indonesia
Badan Hukum Indonesia KEWENANGAN PEMBERIAN INFORMASI PUBLIK
SESUAI KETENTUAN UNDANG - UNDANG LAPORAN KEUANGAN
Pasal 54 : Setiap Orang/Kelompok orang/Badan Hukum/Badan Publik yang dengan sengaja dan tanpa hak :
1. mengakses dan/atau memperoleh dan/atau memberikan informasi yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 huruf a, huruf b, huruf d, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, dan huruf j dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan pidana denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK
STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK (--- S L I P ---)
S L I P PENGUMUMAN
S L I P
MELALUI PERMOHONAN
WAKTU PENYELESAIAN
MEKANISME
TARIF/BIAYA PRODUK PI
FORMULIR
STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK
MELALUI PERMOHONAN
3 2
1
1KURSI TUNGGU TAMU
URUTNO.:
6 M
6 M
DESK LAYANAN INFORMASI PUBLIK
RUANG AKSES INTERNET
SARANA – PRASARANA – FASILITAS LAYANAN INFORMASI
Layanan akses Internet untuk Masyarakat gratis,
menggunakan 10 PC + 1 PC Register
PERILAKU PELAKSANA DALAM PELAYANAN
1. Adil dan tidak diskriminatif;
2. Cermat;
3. Santun dan ramah;
4. Tegas, andal, dan tidak memberikan putusan yang berlarut-larut;
5. Profesional;
6. Tidak mempersulit;
7. Patuh pada perintah atasan yang sah dan wajar;
8. Menjunjung tinggi nilai-nilai akuntabilitas dan integritas institusi penyelenggara;
9. Tidak membocorkan informasi atau dokumen yang wajib dirahasiakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan;
10. Terbuka dan mengambil langkah yang tepat untuk menghindari benturan kepentingan;
11. Tidak menyalahgunakan sarana dan prasarana serta fasilitas pelayanan publik;
12. Tidak memberikan informasi yang salah atau menyesatkan dalam menanggapi permintaan informasi serta
proaktif dalam memenuhi kepentingan masyarakat;
13. Tidak menyalahgunakan informasi, jabatan, dan/atau kewenangan yang dimiliki;
14. Sesuai dengan kepantasan;
MEKANISME PERMOHONAN INFORMASI PUBLIK
DI KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
1. Pemohon Informasi datang ke desk layanan informasi, mengisi formulir permintaaan informasi dengan melampirkan fotocopy KTP pemohon dan pengguna informasi dan anggaran dasar yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan telah tercatat di Berita Negara Republik Indonesia dalam hal Pemohon adalah Badan Hukum;
2. Petugas memberikan Tanda Bukti Penerimaan Permintaan Informasi Publik kepada Pemohon Informasi Publik;
3. Petugas Memproses Permintaan Pemohon Informasi Publik sesuai dengan formulir permintaan Informasi Publik yang telah ditanda tangani oleh pemohon informasi publik;
4. Petugas menyerahkan informasi sesuai dengan yang diminta oleh pemohon/pengguna informasi. Jika informasi yang diminta masuk dalam kategori dikecualikan PPID menyampaikan alasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
WAKTU PENYELESAIAN
1. Proses penyelesaian untuk memenuhi permintaan pemohon
informasi publik dilakukan setelah pemohon informasi public
memenuhi persyaratan yang telah ditentukan;
2. Waktu penyelesaian dilaksanakan paling lambat 10 (sepuluh)
hari kerja sejak diterimanya permintaan, Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi (PPID) akan menyampaikan
pemberitahuan yang berisikan informasi yang diminta berada
dibawah penguasaannya atau tidak. Dan PPID dapat
memperpanjang waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kerja.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi
menyediakan informasi public secara gratis (tidak
dipungut biaya), sedangkan untuk penggandaan atau
perekaman, pemohon/pengguna informasi publik
dapat melakukan penggandaan/fotocopy sendiri
disekitar gedung Kementerian Komunikasi dan
Informatika atau menyediakan CD/DVD kosong atau
PENGELOLAAN PENGADUAN KEBERATAN
ATAS PEMBERIAN DAN PENOLAKAN
SUBTANSI DAN PROSEDURAL SANKSI PIDANA
1. Penolakan atas permintaan informasi tidak berdasarkan alasan
pengecualian sebagaimana dimaksud dalam pasal 17;
Pasal 54
UU No.14 Tahun 2008
2. Tidak disediakannya informasi berkala;
Pasal 52
UU No.14 Tahun 2008
3. Tidak ditanggapinya permintaan informasi;
4. Permintaan informasi ditanggapi tidak sebagaimana yang diminta;
5. Tidak dipenuhinya permintaan informasi;
6. Pengenaan biaya yang tidak wajar;
7. Penyampaian informasi yang melebihi waktu yang diatur dalam
STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK
http://ppid.kominfo.go.id
RINGKASAN
PROFIL BADAN PUBLIK
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN
RINGKASAN LAPORAN AKSES INFORMASI
*** SARANA PENGUMUMAN INFORMASI PUBLIK ***
BULAN PERMINTAAN IP JUMLAH WAKTU JUMLAH ALASAN PENOLAKAN
JAM MENIT PEMBERIAN PENOLAKAN PROSES
JAN 40 26 54 40
FEB 33 8 2 32 1 Dikecualikan
MAR 18 105 28 18
APR 40 207 56 39
MEI 37 220 42 38 1 Belum dikuasai
JUNI 21 367 11 12 8 Dikecualikan + tidak dalam
penguasaan
JULI 13 11 10 8 5 Tidak dalam penguasaan
AGUS 41 50 29 41
SEPT 15 6 27 15
OKT 26 9 10 22
NOP 22 168 14 23 3 Dikecualikan
DES 39 104 56 38 1
1.281 339
JML : 345 1.286 39 326 18 1
RINGKASAN
Semoga Bermanfaat