• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KEPUTUSAN DAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KEPUTUSAN DAN"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS KEPUTUSAN DAN DATA MINING

MODUL 1

ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

Kelompok : E-7 Tgl. Praktikum : 2 April 2014

Nama : 1. Nur Arofati Arbaiyah

Hari praktikum : Rabu

Dikumpulkan tgl : 17 April 2014

Kelas : E Yogyakarta, 17 April 2014

Asisten

(Harifah Haryani W)

Asisten : DM-38

Kriteria penilaian

Format laporan : (maks. 10)

Isi : (maks. 50)

Analisa : (maks. 40)

Total

:

LABORATORIUM DATA MINING JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Deskripsi Permasalahan

Dewasa ini dunia industri tumbuh dengan pesat. Pertumbuhan didunia industri tidak hanya terjadi pada industri berskala besar saja, namun industri-industri kecil juga mengalami peningkatan yang cukup pesat, contohnya adalah UKM (usaha kecil menegah). Menurut Keppres RI No. 99 tahun 1998, UKM merupakan kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dimana tipe bidang usahanya bersifat heterogen serta perlu dilindungi oleh pemerintah untuk mencegah persaingan yang tidak sehat. UKM adalah salah satu bagian penting dari perekonomian suatu Negara maupun daerah, begitu juga dengan negara Indonesia UKM ini sangat memiliki peranan penting dalam meningkatkan laju perekonomian masyarakat.

Dengan semakin banyaknya UKM yang ada saat ini menimbulkan peningkatan persaingan antar unit usaha. Unit-unit usaha ini saling mempertahankan maupun meningkatkan pangsa pasar agar mampu memberikan yang terbaik bagi konsumen. Jumlah pesaing yang semakin banyak bermain di Industri sejenis memberikan kesempatan lebih luas kepada konsumen untuk memilih produk yang mampu memenuhi harapan konsumen. Perusahaan yang selalu berusaha untuk dapat memenuhi keinginan konsumen bisanya selalu memproduksi produk tepat waktu, mengeluarkan biaya rendah dalam bidang persediaan dan penyerahan produk dan mengelola secara cermat, dan fleksibel.

(3)

selalu berubah-ubah, oleh karena itu produsen harus jeli dalam membaca keinginan konsumen dari waktu ke waktu, sehingga ketika tejadi perubahan perusahaan dapat segera menyesuaikan.

Ada banyak faktor yang dapat menentukan nantinya produk yang diproduksi oleh perusahaan itu berkualitas atau tidak, salah satunya adalah bahan baku yang digunakan. Jika berbicara mengenai bahan baku maka erat kaitannya dengan Supplier/pemasok. bisa dibilang bahwa supplier menduduki posisi pertama yang menentukan kualitas barang yang akan diproduksi, sebab supplier merupakan suatu unit usaha yang meyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa tertentu. Supplier juga memegang pearanan sangat penting dalam menjamin ketersediaan barang pasokan yang dibutuhkan oleh konsumen. Dalam dunia industri biasanya terdapat lebih dari satu supplier yang menyediakan bahan baku kepada setiap unti usaha. Oleh karena itu sangatlah penting bagi setiap unit usaha untuk dapat memilih supplier yang tepat sebagai penyedia bahan baku untuk kegiatan produksi, karena jika unit usaha salah memilih supplier maka akan sangat berdampak sekali terhadap keberlangsungan kegiatan produksi yang dilakukan. Ketika unit usaha salah memilih supplier maka akan ada banyak masalah yang timbul, seperti terganggunya jadwal produksi, inventory yang menumpuk, idle time karyawan, dan masih banyak masalah lainnya. Fanri Collection merupakan usaha kecil menengah yang bergerak dibidang produksi kerajinan dari kulit ikan pari. Produk yang dihasilkan berupa tas, ikat pinggang, dompet alas meja, dan lain sebagainya. Bahan baku yang digunakan adalah kulit ikan pari. Saat ini Fanri Collection memiliki 3 Supplier yang menyediakan bahan baku, yaitu supplier dari Bantul, Pekalongan dan Jepara. Sampai saat ini Fanri Collection belum memiliki supplier utama sebagai pemasok utama penyedia bahan baku. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa untuk menentukan supplier mana yang tepat untuk dipilih sebagai penyedia bahan baku utama untuk fanri collection. Pemilihan supplier penting untuk dilakukan karena supplier merupakan penyedia bahan bahan baku menjadi salah satu faktor penentu dalam mendukung aktifitas produksi di Fanri Collection. Selain untuk menunjang kegiatan produksi bahan baku juga berguna untuk dapat memenuhi permintaan produk oleh konsumen.

(4)

supplier yang memiliki bahan baku dengan jumlah yang sesuai dengan yang diinginkan oleh Fanri Collection. sebenarnya ada banyak kriteria yang perlu dilakukan oleh Fanri Collection dalam memilih supplier seperti kualitas, jarak, pelayanan, performance history, harga barang, dan pengiriman barang. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa untuk memilih supplier yang tepat untuk Fanri Collection. pemilihan supplier ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode AHP sehingga bisa didapatkan alternatif supplier terbaik.

Metode analytical hierarchy process (AHP) yaitu suatu metode yang digunakan untuk memodelkan pengambilan keputusan yang dapat menguraikan suatu masalah baik masalah yang memiliki banyak krtiteria (multikriteria) atau masalah yang memiliki banyak factor (multifaktor) menjadi suatu hirarki. Thomas L.Saaty. dengan mengklasifikasikan kriteria-kriteria yang memiliki sub kriteria dan kriteria yang berhubungan langsung terhadap supplier kita dapat melakukan perbandingan atau pertimbangan penilaian (comparative judgments) kemudian kita dapat memprioritaskan kriteria-kriteria terhadap supplier yang memiliki nilai (value) terbesar, sehingga kita dapat menentukan supplier sebagai alternatif terbaik.

1.2 Rumusan masalah

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah :

1. Apa sajakah kriteria, sub-kriteria dan alternatif solusi yang mempengaruhi pengambilan keputusan pada Pemilihan Supplier bahan baku Kulit Ikan Pari di Fanri Collection?

(5)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Deduktif

Permasalahan dalam hal pemilihan supplier bahan baku kulit ikan pari di Fanri Collection maka dapat dilakukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Dengan menggunkan metode ini maka harus dapat diketahui apa saja kriteria dan subkriteria yang dibutuhkan dan juga alternatif solusi apa saja yang digunakan dalam pemilihan supplier kulit ikan pari. Untuk dapat menentukan kriteria, sub-kriteria dan alternatif solusi maka dilakukan wawancara terhadap sumber ahli dan memberikan kuisioner untuk pembobotan antar kriteria ataupun sub-kriteria. Data yang didapatkan akan diolah dengan metode AHP.

AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Beliau adalah professor matematika University of Pittsburgh kelahiran Irak (Thomas L. Saaty, 2001). AHP adalah sebuah metode yang digunakan dalam memecahkan masalah yang kompleks/rumit dalam situasi yang tidak terstruktur menjadi bagian-bagian komponen atau variabel yang tersusun menjadi susunan hirarki. AHP juga dapat diartikan sebagai suatu model pengambilan keputusan yang dapat masalah multi faktor ataupun masalah multi kriteria yang komples menjadi suatu susunan hirarki, menurut Saaty (1993). AHP menggabungkan menggabungkan pertimbangan dan penilaian pribadi dengan cara yang logis dan dipengaruhi imajinasi, pengalaman dan pengetahuan untuk menyusun hirarki dari suatu masalah yang berdasarkan logika, instuisi dan juga pengalaman untuk memberikan pertimbangan.

Hirarki itu sendiri didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria dan seterusnya kebawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hierarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan kedalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis (Modul AHP praktikum datamining, 2014).

(6)

perencanaan hasil, perencanaan sistem, pengukuran performansi, optimasi dan pemecahan konflik (Aditya, W, 2005).

Menurut (Adtya, W, 2005) Prosedur dalam menggunakan metode AHP terdiri dari beberapa tahap yaitu :

1. Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan.

Dalam tahap ini kita berusaha menentukan masalah yang akan kita pecahkan secara jelas, detail dan mudah dipahami. Dari masalah yang ada kita coba tentukan solusi yang mungkin cocok bagi masalah tersebut. Solusi dari masalah mungkin berjumlah lebih dari satu. Solusi tersebut nantinya kita kembangkan lebih lanjut dalam tahap berikutnya.

2. Menyusun hirarki dari permasalahan yang dihadapi.

Penyusunan hirarki yaitu dengan menentukan tujuan yang merupakan sasaran system secara keseluruhan pada level teratas. Level berikutnya terdiri dari kriteria-kriteria untuk menilai atau mempertimbangkan alternatif-alternatif yang ada dan menentukan alternatif-alternatif tersebut. Setiap kriteria dapat memiliki subkriteria dibawahnya dan setiap kriteria dapat memiliki nilai intensitas masing-masing. 3. Menentukan prioritas elemen.

a. Membuat perbandingan berpasangan

Yaitu membandingkan elemen secara berpasangan sesuai kriteria yang diberikan. Untuk perbandingan berpasangan digunakan bentuk matriks. Matriks bersifat sederhana, berkedudukan kuat yang menawarkan kerangka untuk memeriksa kosistensi, memperoleh informasi tambahan dengan membuat semua perbandingan yang mungkin dengan menganalisis kepekaan prioritas secara keseluruhan untuk merubah pertimbangan. Untuk memulai proses perbandingan berpasangan, dimulai dari level paling atas hirarki untuk memilih kriteria. Miasalnya C, kemudian dari level dibawahnya diambil elemen-elemen yang akan dibandingkan, misalnya A1,A2,A3,A4, maka susunan elemen pada sebuah matrik seperti dibawah ini:

Tabel 2.1 matrik perbandingan berpasangan

C A1 A2 A3 A4

A1 1

A2 1

A3 1

A4 1

(7)

Untuk mengisi matrik perbandingan berpasangan yaitu dengan menggunakan bilangan untuk merepresentsikan kepentingan relatif dari suatu elemen terhadap elemen lainya yang dimaksud dalam bentuk skala dari 1 sampai 9. Skala ini didefinisikan dan menjelaskan nilai satu sampai 9 untuk pertimbangan dalam perbandingan berpasangan elemen pada setiap level hirarki terhadap suatu kriteria di level yang lebih tinggi. Menurut Saaty (1988), skala perbandingan berpasangan dibawah ini :

Tabel 2.2 skala penilaian perbandingan berpasangan Intensitas

kepentingan Keterangan

1 Kedua elemen sama penting

3 Elemen yang satu sedikit lebih penting dari pada elemen lainya

5 Elemen yang satu lebih penting dari pada lainya

7 Satu elemen jelas lebih mutlak penting dari pada elemen lainya.

9 Satu elemen mutlak penting dari pada elemen lainya.

2,4,6,8

Nilai-nilai antara kedua nilai pertimbangan-pertimbangan yang berdekatan

kebalikan

Jika elemen i mendapat satu angka dibandingkan elemen j, maka j mempunyai nilai kebalikanya dibanding dengan I ().

Dalam AHP ini, penilaian alternatif perlu dilakukan dengan metode langsung (direct), yaitu metode yang digunakan untuk memasukan data kuantitatif. Biasanya nilai-nilai ini berasal dari sebuah analisis sebelumnya atau dari pengalaman dan pengertian yang detail dari masalah keputusan tersebut. Jika pengambil keputusan memiliki pengalaman atau pemahaman yang besar mengenai masalah keputusan yang dihadapi, maka dia dapat langsung memasukan pembobotan dari setiap alternatif.

c. Sintesis

Pertimbangan-pertimbangan terhadap perbandingan berpasangan disitesis untuk memperoleh keseluruhan prioritas dengan langkah-langkah sebagai berikut:

(8)

2) Membagi setiap nilai dari kolom dengan total kolom yang bersangkutan untuk memperoleh normalisasi matriks.

3) Menjumlahkan nilai-nilai dari setiap matriks dan membaginya dengan jumlah elemen untuk mendapatkan nilai rata-rata.

4) Mengukur konsistensi

Dalam pembuatan keputusan, penting untuk mengetahui seberapa baik konsistensi yang ada, karena kita tidak ingin keputusan berdasarkan pertimbangan dengan konsistensi yang rendah. Karena dengan konsistensi yang rendah, pertimbangan akan tampak sebagai suatu yang acak dan tidak akurat. Konsistensi penting untuk mendapatkan hasil yang valid dalam dunia nyata.

d. Kosistensi logis

Suatu elemen dikelompokan secara logis dan diperingatkan secara konsisten sesuai dengan suatu kriteria yang logis.

Matriks bobot yang diperoleh dari hasil perbandingan secara berpasangan tersebut harus mempunyai hubungan cardinal dan ordinal. Hubungan tersebut dapat ditunjukan sebagai berikut (Suryadi & Ramdhani, 1998):

Hubungan kardinal : Aij . Ajk = Aik

Hubungan ordinal : Ai>Aj, Aj>Ak maka Ai>Ak

Hubungan diatas dapat dilihat dari dua hal sebagai berikut:

1. Dengan melihat preferensi multipikatif, misalnya bila anggur lebih enak empat kali dari mangga dan mangga lebih enak dua kali dari pisang maka anggur lebih enak delapan kali dari pisang.

2. Dengan melihat perferensi transitif, misalnya anggur lebih enak dari mangga dan mangga lebih enak dari pisang maka anggur lebih enak dari pisang.

Pada keadaan sebenarnya akan terjadi beberapa penyimpangan dari hubungan tersebut, sehingga matriks tersebut tidak konsisten sempurna. Hal ini terjadi karena ketidakkonsistenan dalam preferensi seseorang.

(9)

1) Mengalikan nilai pada kolom pertama dengan prioritas relatif elemen pertama, nilai kolom kedua dengan prioritas relatif kedua, dan seterusnya.

2) Menjumlahkan hasil perkalian setiap baris.

3) Hasil dari perhitungan baris dibagikan dengan elemen prioritas relatif yang bersangkutan dan hasilnya dijumlahkan.

4) Membagi hasil diatas dengan banyak elemen yang ada, hasilnya disebut eigen value (λmaks)

5) Menhitung indeks kosistensi (consistency index) dengan rumus CI = (λmaks)/ (n-1)

Diamana

CI : consistency index λmaks : eigen value n : banyak elemen

6) Menghitung konsistensi ratio (CR) dengan rumus : CR = CI/RC

Dimana:

CR : consistency ratio CI : consistency index RC : random consistency

Matriks random dengan skala penilaian 1 sampai 9 beserta kebalikanya sebagai random consistency (RC).

Berdasarkan perhitungan Saaty dengan menggunakan 500 sampel, jika 1/9, 1/8, ….1. 2, …, 9 akan diperoleh rata-rata konsistensi untuk matriks yang berbeda seperti pada table dibawah ini :

Tabel 2.3 Nilai Indeks Random

n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

RI 0 0 0.58 0.90 1.12 1.24 1.32 1.41 1.45 1.49

2.2 Kajian Induktif

2.2.1. Analisis Pemilihan Supplier Bahan Baku Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP)

(10)

supplier tidak bisa menyediakan bahan baku sesuai kebutuhan maka dapat dipastikan bahwa jadwal produksi akan terganggu. Terdapat 5 kriteria yang digunakan digunakan dalam menentukan supplier PT. Mitra Mandiri Perkasa.

Dalam jurnal ini Winda melakukan objek penelitiannya di PT. Mitra Mandiri, metode yang digunkan FAHP, kriteria yang digunakan ada 5 kriteria yaitu kualitas barang, harga barang, pengiriman barang, garansi dan layanan pengaduan, serta kapasitas dan fasilitas produksi. Sedangkan penelitian mengenai permasalahan pemilihan supplier yang kami lakukan mengambil objek penelitian di Fanri Collection, dengan metode AHP, dan kriteria yang digunakan adalah kualitas barang, pelayanan, harga barang, pengiriman barang, jarak dan performance history.

2.2.2 Pengambilan Keputusan untuk pemilihan supplier bahan baku dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process di PR Pahala Sidooarjo.

Dalam jurnal ini peneliti yaitu Miftakhul Jannah, Muhammad Fakhry dan Rakhmawati mendefinisikan bahwa dengan memilih supplier berati juga memilih menentukan kualitas produk yang akan dihasilkan. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan yang digunakan untuk memilih supplier yaitu dengan melihat bahan baku, mengevaluasi sistem dan model yang digunakan oleh supplier. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengevaluasi dan mengembangkan pemilihan supplier bahan baku di PR Pahala. PR Pahala merupakan perusahaan yang bergerak pada industri rokok. Sehingga pemilihan supplier sangat penting untuk dilakukan karena jika salah memilih supplier bahan baku maka akan berdampak pada penurunan produktifitas perisahaan. Adapun kriteria yang digunakan dalam pemilihan supplier di PR Pahala adalah kualitas, responsiveness, pengiriman barang, dan flexibility.

2.2.3 Aplikasi Metode Analytical Hierarchy Process Dalam Menentukan Kriteria Penilaian Supplier

(11)

salah satu mitra bisnis yang memegang peranan sangat penting dalam menjamin ketersediaan barang pasokan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sebuah perusahaan yang sehat dan efisien tidak akan banyak berarti apabila supplier-suppliernya tidak mampu menghasilkan bahan baku yang berkualitas atau tidak mampu memenuhi pengiriman tepat waktu. Oleh karena itu perusahaan perlu menilai supplier secara cermat dan kontinu. Penilaian supplier membutuhkan berbagai kriteria yang dapat menggambarkan performansi supplier secara keseluruhan. Kriteria tersebut terdiri dari kriteria yang dapat menambah value saat ini (current value) dan kriteria yang dapat menambah value pada masa yang akan datang (future value).

2.2.4 Pemilihan Supplier Bahan Baku Tinta dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus di PT. INFIGO)

(12)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Penelitian pengambilan keputusan dengan metode Analytical Hierarchy Proces (AHP) ini dilakukan di UKM Fanri Collection di Jalan Kaliurang Km 13, Sleman Yogyakarta. UKM ini bergerak dalam bidang produksi kerajinan dari kulit ikan pari, seperti kerajinan Tas, ikat pinggang, dompet, dan berbagai jenis kerajinan lainnya yang berasal dari kulit ikan pari. Objek utama yang diteliti adalah Pemilihan Supplier bahan baku kulit ikan pari untuk Fanri Collection.

3.2 Metode Pengumpulan Data

(13)

Sedangkan referansi jurnal digunakan untuk membantu penetapan kriteria dan sub-kriteria berdasarkan penelitian sejenis atau dengan metode sejenis yang digunakan dalam penelitian ini.

3.3 Jenis Data 3.3.1 Data Primer

Data primer pada penelitian ini didapatkan dari observasi langsung dengan cara wawancara dan pengajuan kuistioner terhadap pemilik usaha Fanri Collection. 3.3.2 Data Sekunder

Data skunder didapatkan dari literature-literatur seperti jurnal, artikel, ungkapan-ungkapan para ahli (expert) dalam menentukan pembobotan perbandingan berpasangan.

3.4 Alur Penelitian

(14)

Gambar 3.1 Alur Penelitian Penjelasan Alur Penelitian :

a. Mulai

Penelitian dimulai dengan observasi ke Fanri Collection untuk mengetahui permasalahan yang bisa diselesaikan dengan metode AHP.

b. Pengumpulan Data

Mengumpulkan data berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh Fanri Collection, yaitu berupa factor-faktor yang melibatkan permasalahan seperti kriteria, sub-kriteria dan alternatif.

c. Decompotion

Mengidentifikasikan permasalahan yang ada di Fanri Collection yaitu pemilihan supplier bahan baku kulit ikan pari

d. Perbandingan berpasangan

Dari kriteria, sub kriteria, dan aletrnatif dilakukan penilaian melalui perbandingan berpasangan. Perbandingan dilakukan dengan menilai tingkat kepentingan satu elemen terhadap elemen lainnya. Nilai perbandingan tersebut kemudian diperoleh untuk menentukan peringkat antara alternatif satu dengan alternatif yang lainnya.

e. Sintesis Prioritas

Menetukan prioritas antar kriteria, sub-kriteria dan alternatif berdasarkan skala kepentingannya berdasarkan skala yang telah ditentukan dalam metode AHP.

f. Uji Konsistensi

Uji konsistensi pada setiap matriks perbandingan berpasangan.Dalam uji konsistensi dihitung nilai CI dan CR dengan rumus,

CI = (λmaksn)

(n−1)

CR = CIRI

RI adalah indeks random konsistensi. Jika CR≤10% maka matriks tersebut konsisten. Jika terdapat matriks perbandingan berpasangan yang tidak konsisten maka dilakukan pengulangan perbaikan perbandingan berpasangan. g. Perhitungan alternative weight

Menghitung alternative weight dengan penjumlahan seluruh perkalian antar kriteria, sub-kriteria dan alternatif.

(15)

Mengambil keputusan tentang pemilihan supplier bahan baku kulit ikan pari di Fanri Collection yang didasarkan pada perhitungan perbandingan bobot antar alternative terhadap sub kriteria, didapatkan dari nilai tertinggi pada perhitungan alternative weight.

i. Selesai

Penelitian selesai dan permasalahan teratasi dengan pemberian keputusan tentang pemilihan supplier berdasarkan metode AHP.

BAB IV

HASIL PEMBAHASAN

4.1 Kriteria Dan Sub-Kriteria Model AHP

Berdasarkan Dickson’s Vendor Selection Criteria, terdapat 23 kriteria yang bisa digunakan untuk pengambilan keputusan. Kemudian kriteria-kriteria tersebut divalidasi sesuai dengan kebutuhan pihak perusahaan. Terdapat 6 kriteria yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Kualitas Barang, Harga Barang, Pengiriman Barang, Pelayanan, Jarak dan Performance History. Penetapan kriteria yang digunakan tidak hanya berdasarkan Dickson’s Vendor Selection Criteria tapi juga didapatkan dari proses brainstorming dengan pihak UKM melalui diskusi bersama dengan orang yang ahli dan berpengalaman dalam masalah pasokan bahan baku kulit ikan pari di Fanri Collection, yaitu bapak Sulaiman selaku pemilik dari UKM Fanri Collection.

(16)

kurangnya jumlah bahan baku yang dikirim oleh supplier. Pelayanan dijadikan sebagai kriteria dalam pemilihan supplier karena pelayanan juga memegang peranan penting dalam kegiatan produksi, pelayanan yang baik akan mampu meningkatkan kegiatan produksi yang ada dan jika pelayanan terganggu maka akan menyebabkan permasalah dan bisa mengganggu kegiatan produksi yang ada. Jarak dijadikan sebagai kriteria dalam pemilihan supplier karena jarak akan mempengaruhi besar atau kecilnya biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. Performance history dijadikan kriteria untuk melihat bagaimana catatan sejarah tentang supplier apakah supplier ada mengalami permasalahan atau tidak hal ini penting untuk diperhatikan sebagai penilaian terhadap performace dari supplier kedepannya ketika akan menjadi supplier bahan baku yang terpilih.

Setelah menentukan kriteria apa saja yang akan digunakan dalam penelitian ini, maka selanjutnya adalah menentukan subkriteria dari masing-masing kriteria. Subkriteria dapat menjelaskan secara lebih detail mengenai hal-hal apa saja yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Sama halnya dengan penentuan kriteria, penentuan subkriteria juga dilakukan melalui litaratur jurnal, Sulistiana Winda, Yuliawati Evi. (2011). “Analisis Pemilihan Supplier Bahan Baku dengan Menggunkan Metode Fuzzy Analitical Hierarchy Process”. Teknik Ibdustri Adhi Tama Surabaya. Selain itu juga berasal dari brainstorming dengan para ahli dari pihak perusahaan. Tidak terdapat acuan khusus yang dapat digunakan dalam menentukan subkriteria ini, sehingga penentuan subkriteria pada penelitian ini berdasarkan pengalaman dari ahli yang disesuaikan dengan kebutuhan di Fanri Collection.

Terdapat 4 kriteria yang mempunyai sub kriteria yaitu Kriteria kualitas mempunyai sub-kriteria tingkat kekeringan, kekuatan sobek, dan kelemasan. Selanjutnya Kriteria pelayanan mempunyai sub-kriteria kemudahan dihubungi, kecepatan menanggapi keinginan konsumen, dan garansi barang yang dibeli. Kemudian kriteria harga barang mempunyai sub-kriteria kesesuaian harga, persentase diskon dan ketentuan pembayaran. Untuk kriteria pengiriman barang mempunyai sub-kriteria kontinuitas pengiriman, ketepatan waktu pengiriman, dan ketepatan jumlah pengiriman.

(17)

Berdasarkan hasil wawancara dan pemberian kuisioner kepada sumber ahli yaitu bapak Sulaiman, didapatkan informasi mengenai 3 alternatif dalam pemilihan supplier bahan baku kulit ikan pari yaitu supplier dari Bantul, Jepara dan supplier dari Pekalongan. Dimana ketiga alternatif solusi akan dinilai berdasarkan kriteria dan sub-kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

4.3 Model Struktur AHP

Hierarki Pemilihan Supplier Di Fanri Collection

Gambar 4.1 Struktur Hierarki AHP Pemilihan Supplier

4.4 Perbandingan Berpasangan

Perbandingan berpasangan adalah perbandingan bobot antar kriteria, sub kriteria dan alternatif dari kriteria dan sub kriteria tersebut. Pembobotan kriteria, sub kriteria dan alternative dari kriteria dan sub kriteria didapat dari hasil kuesioner yang diberikan kepada pemilik Fanri Collection yaitu sebagai berikut:

(18)

kriteria kualit

kualitas 1,00 6,00 3,00 7,00 3,00 3,00

Jarak 0,17 1,00 1,00 4,00 2,00 5,00

Pelayanan 0,33 1,00 1,00 6,00 3,00 1,00

Performace

History 0,14 0,25 0,17 1,00 0,33 0,50

Harga

barang 0,33 0,50 0,33 3,00 1,00 0,50

Pengiriman

barang 0,33 0,20 1,00 2,00 2,00 1,00

total 2,31 8,95 6,50 23,00 11,33 11,00

Pada tabel perbandingan berpasangan diatas dilakukan perbandingan berpasangan untuk setiap kriteria yang ada. Hasil dari perbandingan berpasangan untuk kriteria ini adalah memberikan informasi mengenai urutan tingkat kepentingan yang harus diperhatikan ketika akan memilih konsumen. Kriteria yang harus diperhatikan pertama ketika akan menentukan supplier adalah kualitas, karena kualitas akan mempengaruhi produk yang akan dihasilkan. Kriteria kedua yang harus diperhatikan adalah kriteria Pelayanan, selanjutnya adalah kriteria pengiriman barang, harga barang, Jarak dan terakhir adalah kriteria Performance history.

Tabel 4.2 Perbandingan Berpasangan Sub-Kriteria Kualitas Kualitas Tingkat

kelemasan 4,00 2,00 1,00

Jumlah 11,00 3,13 1,75

(19)

memberikan informasi mengenai urutan tingkat kepentingan yang harus diperhatikan ketika akan memilih konsumen. setiap sub-kriteria kualitas yang harus diperhatikan pertama adalah kekuatan sobek, kemudian kelemasan dan terakhir adalah tingkat kekeringan.

Tabel 4.3 Perbandingan Berpasangan Sub-Kriteria Pelayanan Pelayanan Kemudaha

jumlah 3,25 1,7 10,00

Pada tabel perbandingan berpasangan diatas dilakukan perbandingan berpasangan untuk setiap sub-kriteria Pelayanan yang ada. Hasil dari perbandingan berpasangan untuk setiap sub-kriteria Pelayanan ini adalah memberikan informasi mengenai urutan tingkat kepentingan yang harus diperhatikan ketika akan memilih konsumen. setiap sub-kriteria Pelayanan yang harus diperhatikan pertama adalah kecepatan menanggapi keinginan konsumen, kemudahan dihubungi dan terakhir adalah garansi.

(20)

Harga

Jumlah 1,83 4,50 5,00

Pada tabel perbandingan berpasangan diatas dilakukan perbandingan berpasangan untuk setiap sub-kriteria Kesesuaian harga yang ada. Hasil dari perbandingan berpasangan untuk setiap sub-kriteria Kesesuaian harga ini adalah memberikan informasi mengenai urutan tingkat kepentingan yang harus diperhatikan ketika akan memilih konsumen. setiap sub-kriteria Kesesuaian harga yang harus diperhatikan pertama adalah kesesuaian harga, ketentuan pembayaran, dan terakhir adalah persentase diskon.

Tabel 4.5 Perbandingan Berpasangan Sub-Kriteria Pengiriman Barang Pengirima

Jumlah 5 1,83 4,00

(21)

diperhatikan ketika akan memilih konsumen. setiap sub-kriteria Kesesuaian harga yang harus diperhatikan pertama adalah ketepatan waktu pengiriman, ketepatan jumlah dan terakhir adalah kontinuitas pengiriman.

Tabel 4.6 Perbandingan Berpasangan untuk Alternatif berdasarkan Kriteria Jarak Jarak Supplier

Bantul 1,00 4,00 3,00

Supplier

Jepara 1/4 1,00 0,50

Supplier

Pekalongan 0,33 2,00 1,00

Jumlah 1,58 7,00 4,50

Dalam memilih alternatif supplier yang ada maka hal yang perlu diperhatikan adalah jarak. Semakin jauh jarak supplier maka biaya kirim bahan baku akan semakin mahal. Adapun urutan perbandingan berpasangan untuk pemilihan supplier berdasarkan kriteria jarak, maka didapatkan hasil supplier bantul menempati urutan pertama dari segi jarak karena bantul terletak cukup dekat dengan lokasi UKM Fanri Collection, diurutan kedua ada supplier dari Pekalingan dan diurutan terkahir ada supplier Jepara.

Tabel 4.7 Perbandingan Berpasangan untuk Alternatif berdasarkan Kriteria Performance History

(22)

Dalam memilih alternatif supplier yang ada maka hal yang perlu diperhatikan adalah kriteria performance history. Performance history penting untuk melihat catatan bisnis masa lalu dari setiap supplier yang ada, agar ketika kita melakukan kerjasama kedepannya tidak akan ada masalah. Dari perbandingan berpasangan untuk alternatif berdasarkan kriteria performance historymaka didapatkan urutan supplier Pekalongan diurutan pertama, diikuti dengan supplier Bantul dan terakhir adalah supplier Jepara.

Tabel 4.8 Perbandingan Berpasangan untuk Alternatif berdasarkan Tingkat kekeringan Tingkat

Jumlah 2,50 2,50 5,00

Dalam memilih alternatif supplier berdasarkan tingkat kekeringan maka didapatkan urutan tingkat kekringan yang dihasilkan dari masing-masing supplier adalah supplier Bantul, supplier Jepara dan terakhir adalah supplier Pekalongan.

(23)

Kekuatan

Jumlah 5,00 1,58 6,00

Dalam memilih alternatif supplier yang ada maka hal yang perlu diperhatikan adalah bberdasarkan kekuatan sobek. Kekuatan sobek penting untuk dipertimbangakan karena jika kulit yang ada gampang sobek maka untuk mengubah bahan baku kulit tersebut akan sulit. Berdasarkan tabel perbandingan diatas didapatkan informasi bahwa supplier yang menyediakan kulit ikan pari dengan kekuatan sobek yang bagus adalah Supplier jepara, kemudian supplier Bantul dan terakhir adalah supplier Pekalongan.

Tabel 4.10 Perbandingan Berpasangan untuk Alternatif berdasarkan Kelemasan kelemasan Supplier

Bantul 1,00 1,00 1,00

Supplier

Jepara 1,00 1,00 4,00

Supplier

Pekalongan 1,00 0,25 1,00

Jumlah 3,00 2,25 6,00

Dalam memilih alternatif supplier yang ada maka hal yang perlu diperhatikan adalah berdasarkan kelemasan. kelemasan penting untuk diperhatikan karena jika kulit yang ada tingkat kelemasannya tidak bagus maka untuk sulit untuk membetuk pola produk yang diinginkan akan sulit. Berdasarkan tabel perbandingan diatas didapatkan informasi bahwa supplier yang menyediakan kulit ikan pari dengan kelemasan yang bagus adalah Supplier jepara, kemudian supplier Bantul dan supplier Pekalongan.

(24)

Supplier Bantul

1,00 0,50 1,00

Supplier Jepara

2,00 1,00 1,00

Supplier Pekalongan

1,00 1,00 1,00

Jumlah 4,00 2,50 3,00

Dalam memilih alternatif supplier yang ada maka hal yang perlu diperhatikan adalah berdasarkan kemudahan dihubungi. Kemudahan dihubungi penting untuk diperhatikan karena jika supplier tidak mudak dihubungi maka akan terjadi kesulitan komunikasi yang akan menyebabkan banyak permasalahan yang timbul seperti berhentinya produksi karena barang terlambat dipesan karena supplier sulit dihubungi, dan lain sebagainya. Berdasarkan tabel perbandingan diatas didapatkan informasi bahwa supplier yang mudah dihubungi adalah Supplier jepara, kemudian supplier Pekalongan, dan supplier Bantul.

Tabel 4.12 Perbandingan Berpasangan untuk Alternatif berdasarkan Kecepatan Menanggapi Konsumen

Kecepatan menanggap i keinginan konsumen

Supplier Bantul

Supplier Jepara

Supplier Pekalongan

Supplier

Bantul 1,00 0,33 0,20

Supplier

Jepara 3,00 1,00 0,25

Supplier

(25)

Kecepatan

Jumlah 9,00 5,33 1,45

Dalam memilih alternatif supplier yang ada maka hal yang perlu diperhatikan adalah berdasarkan kecepatan menanggapi keinginan konsumen. Kecepatan menanggapi keinginan konsumen penting untuk diperhatikan karena jika supplier tidak cepat menanggapi keinginan konsumen maka akan terjadi UKM akan kesulitan mengembangkan kegiatan produksinya karena keterbatasan dari lemahnya respon supplier. Berdasarkan tabel perbandingan diatas didapatkan informasi bahwa supplier yang mudah dihubungi adalah supplier Pekalongan, supplier Jepara dan supplier Bantul.

Tabel 4.13 Perbandingan Berpasangan untuk Alternatif berdasarkan Garansi Garansi Supplier

Jumlah 9,50 10,00 1,27

(26)

Tabel 4.14 Perbandingan Berpasangan untuk Alternatif berdasarkan Kesesuaian Harga

Jumlah 3,00 2,50 4,00

Dalam memilih alternatif supplier yang ada maka hal yang perlu diperhatikan adalah berdasarkan Kesesuaian Harga ditawarkan oleh suplier. Kesesuaian Harga penting untuk diperhatikan karena apabila apabila ternyata supplier menawarkan harga jauh diatar rata-rata harga yang ditawarkan oleh supplier yang lain maka hal ini akan meningkatkan biaya pembelian bahan baku yang harus dikeluarkan. Berdasarkan tabel perbandingan diatas didapatkan informasi bahwa supplier yang menawarkan kesesuaian harga yang baik adalah supplier Jepara, supplier Bantul, supplier Pekalongan. Namun sebenarnya kesesuaian harga yang ditawarkan oleh masing-masing supplier rata-rata adalah sama.

Tabel 4.15 Perbandingan Berpasangan untuk Alternatif berdasarkan Persentase Diskon Persentase

Bantul 1,00 1,00 0,50

Supplier

Jepara 1,00 1,00 1,00

Supplier

Pekalongan 2,00 1,00 1,00

Jumlah 4,00 3,00 2,50

(27)

mengurangi biaya yang produksi yang harus dikeluarkan. Berdasarkan tabel perbandingan diatas didapatkan informasi bahwa supplier yang menawarkan Persentase Diskon yang baik adalah supplier Pekalongan, supplier Bantul, supplier Jepara. Namun sebenarnya Persentase Diskon yang ditawarkan oleh masing-masing supplier rata-rata adalah sama.

Tabel 4.16 Perbandingan Berpasangan untuk Alternatif berdasarkan Ketentuan Pembayaran

Jumlah 4,25 1,50 11,00

Dalam memilih alternatif supplier yang ada maka hal yang perlu diperhatikan adalah berdasarkan Ketentuan Pembayaran yang ditetapkan oleh suplier. Ketentuan Pembayaran penting untuk diperhatikan karena dapat mempengaruhi kegiatan produksi karena berhubungan dengan keuangan. Adapun urutan pemilihan supplier berdasarkan ketentuan pembayaran adalah supplier Jepara, supplier Bantul dan supplier Pekalongan.

(28)

Supplier Pekalongan

3,00 1,00 1,00

Jumlah 6,00 2,50 2,33

Dalam memilih alternatif supplier yang ada maka hal yang perlu diperhatikan adalah Kontinuitas Pengiriman Kontinuitas Pengiriman penting untuk diperhatikan karena jika ada masalah maka hal ini dapat mempengaruhi kegiatan produksi karena tidak adanya bahan baku yang harus diproses. Adapun urutan pemilihan supplier berdasarkan Kontinuitas Pengiriman adalah supplier Pekalongan, supplier Jepara, dan supplier Bantul.

Tabel 4.18 Perbandingan Berpasangan untuk Alternatif berdasarkan Ketepatan Waktu Pengiriman

Ketepatan waktu pengiriman

Supplier Bantul

Supplier Jepara

Supplier Pekalongan

Supplier Bantul

1,00 0,20 1,00

Supplier Jepara

5,00 1,00 3,00

Supplier Pekalongan

1,00 0,33 1,00

Jumlah 7,00 1,53 5,00

Dalam memilih alternatif supplier yang ada maka hal yang perlu diperhatikan adalah Ketepatan Waktu Pengiriman. Ketepatan Waktu Pengiriman penting untuk diperhatikan karena jika supplier mengirim bahan baku tidak tepat waktu maka hal ini dapat mempengaruhi kegiatan produksi karena keterlambatan bahan baku yang harus diproses. Adapun urutan pemilihan supplier berdasarkan Kontinuitas Pengiriman adalah supplier Jepara, supplier Bantul, dan supplier Pekalongan.

(29)

Ketepatan jumlah pengiriman

Supplier Bantul

Supplier Jepara

Supplier Pekalongan

Supplier Bantul

1,00 0,33 2,00

Supplier Jepara

3,00 1,00 3,00

Supplier Pekalongan

0,50 0,33 1,00

Jumlah 4,50 1,67 6,00

Dalam memilih alternatif supplier yang ada maka hal yang perlu diperhatikan adalah Ketepatan Jumlah Pengiriman. Ketepatan Jumlah Pengiriman penting untuk diperhatikan karena jika supplier mengirim bahan baku tidak sesuai dengan yang dipesan, jika barang ymaka hal ini dapat mempengaruhi kegiatan produksi karena keterlambatan bahan baku yang harus diproses. Adapun urutan pemilihan supplier berdasarkan Kontinuitas ng dipesan berlebih maka akan menimbulkan biaya inventory, biaya perawatan dan juga resiko barang rusak karena tidak langsung diproses atau jika barang yang dikirim oleh supplier kurang maka dapat menimbulkan terhentinya kegiatan produksi karena tidak ada bahan baku yang akan diproses. Adapun urutan pemilihan supplier berdasarkan Ketepatan Jumlah Pengiriman adalah supplier Jepara, supplier Bantul dan supplier Pekalongan.

4.5 Uji Konsistensi

Sebelum melakukan uji konsistensi, terlebih dahulu dilakukan normalisasi agar semua data yang ada sama/normal. Setelah dinomalisasi maka dilakukan uji konsistensi untuk melihat apakah data yang didapatkan itu konsisten atau tidak dilakukan perhitungan matriks untuk Kriteria dan Sub-Kriteria guna mendapatkan harga bobot untuk Kriteria dan Sub-Kriteria.. Berikut ini adalah langkah-langkah perhitungan yang perlu dilakukan :

1. Mencari perkalian vektor dengan perkalian matriks pada nilai selisih kepentingan dengan eigen vektornya.

(30)

3. Mencari λ maks dengan menjumlahkan seluruh nilai pada eigen value, kemudian membaginya dengan jumlah data yang sudah dibandingkan.

4. Menghitung konsistensi Index dengan mengurangi λ maks dengan jumlah data yang sudah dibandingkan (n) dan kemudian dibagi jumlah data yang dibandingkan dikurangi satu (n-1).

5. Menentukan random index sesuai dengan jumlah data yang dibandingkan. 6. Kemudian membagi konsistensi index dengan random index dan akan akan

dihasilkan consistensi ratio.

Berikut ini adalah hasil perhitungannya :

Tabel 4.20 Normalisasi Kriteria Pemilihan Supplier

Tabel 4.21 Uji Konsistensi Kriteria Pemilihan Supplier Bobot

kualitas 0,54 0,67 0,63 0,27 0,38 0,43 2,91 0,49

Jarak 0,09 0,11 0,11 0,18 0,15 0,36 1,00 0,17

Pelayanan 0,09 0,11 0,11 0,27 0,23 0,07 0,88 0,15

Performace History

0,09 0,03 0,02 0,05 0,03 0,04

0,24 0,04 Harga

barang

0,11 0,06 0,04 0,14 0,08 0,04

0,45 0,07 Pengiriman

barang

0,09 0,02 0,11 0,09 0,15 0,07

0,53 0,09

(31)

Uji konsistensi dilakukan untuk melihat apakah hasil perhitungan yang telah kita lakukan benar atau tidak.

Tabel 4.22 Normalisasi Sub Kriteria untuk Kualitas Kualitas Tingkat

sobek 0,55 0,32 0,29 1,15 0,38

kelemasan 0,36 0,64 0,57 1,58 0,53

Jumlah 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.23 Uji Konsistensi Sub Kriteria untuk Kualitas

Tabel 4.24 Normalisasi Sub Kriteria untuk Pelayanan

Pelayanan Kemudahan

dihubungi 0,31 0,29 0,40 1,00 0,33

Kecepatan menanggapi keinginan konsumen

0,62 0,59 0,50 1,70 0,57

Bobot

Lamda CI IR CI/IR

Konsisten ≤ 0,1

0,09 0,27 2,96

3,08 0,04 0,58 0,07

0,38 1,19 3,11

0,53 1,66 3,16

(32)

Pelayanan Kemudahan

Garansi 0,08 0,12 0,10 0,29 0,10

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.25 Uji Konsistensi Sub Kriteria untuk Pelayanan Bobot

3,02 0,01 0,58 0,02

0,57 1,73 3,04

0,10 0,30 3,01

1 3,03 9,07

Tabel 4.26 Normalisasi Sub Kriteria untuk Harga Barang Harga

harga 0,55 0,67 0,40 1,61 0,54

Persentase

diskon 0,18 0,22 0,40 0,80 0,27

Ketentuan Pembayara

n 0,27 0,11 0,20 0,58 0,19

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

(33)

5 8

0,19 0,55 2,82

1,00 3,16 9,31

Tabel 4.28 Normalisasi Sub Kriteria untuk Pengiriman Barang

Pengirima

Pengiriman 0,20 0,18 0,25 0,63 0,21

Ketepatan waktu pengiriman

0,60 0,55 0,50 1,65 0,55

Ketepatan jumlah pengiriman

0,20 0,27 0,25 0,72 0,24

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.29 Uji Konsistensi Sub Kriteria untuk Pengiriman Barang Bobot

3,05 0,02 0,58 0,04

0,55 1,77 3,22

0,24 0,72 2,97

1,00 3,10 9,14

Tabel 4.30 Normalisasi Alternatif berdasarkan Jarak

Jarak Supplier

Bantul 0,63 0,57 0,67 1,87 0,62

Supplier

(34)

Jarak Supplier

Pekalongan 0,21 0,29 0,22 0,72 0,24

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.31 Uji Konsistensi Alternatif berdasarkan Jarak Bobot

3,018 0,009 0,580 0,02

0,137 0,413 3,007

0,239 0,722 3,014

1,000 3,025 9,055

Tabel 4.32 Normalisasi Alternatif berdasarkan Performance History

Performanc

Bantul 0,29 0,27 0,33 0,89 0,30

Supplier

Jepara 0,57 0,55 0,50 1,62 0,54

Supplier

Pekalongan 0,14 0,18 0,17 0,49 0,16

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.33 Uji Konsistensi Alternatif berdasarkan Performance History Bobot

Lamda CI IR CR Konsisten

≤ 0,1

(35)

0,54 1,62 3,01

0,16 0,49 3,00

1,00 3,01 9,03

Tabel 4.34 Normalisasi Alternatif berdasarkan Tingkat Kekeringan Tingkat

Bantul 0,40 0,40 0,40 1,20 0,40

Supplier

Jepara 0,40 0,40 0,40 1,20 0,40

Supplier

Pekalongan 0,20 0,20 0,20 0,60 0,20

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.35 Uji Konsistensi Alternatif berdasarkan Tingkat Kekeringan Bobot

a CI IR CR Konsiste

n

Tabel 4.36 Normalisasi Alternatif berdasarkan Kekuatan Sobek Kekuatan

Bantul 0,20 0,21 0,17 0,58 0,19

Supplier

(36)

Supplier

Pekalongan 0,20 0,16 0,17 0,52 0,17

Jumlah 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.37 Uji Konsistensi Alternatif berdasarkan Kekuatan Sobek Bobot

3,01 0,00 0,58 0,01

0,63 1,91 3,02

0,17 0,53 3,01

1,00 3,01 9,03

Tabel 4.38 Normalisasi Alternatif berdasarkan Kelemasan

kelemasan Supplier

Bantul 0,33 0,44 0,17 0,94 0,31

Supplier

Jepara 0,33 0,44 0,67 1,44 0,48

Supplier

Pekalongan 0,33 0,11 0,17 0,61 0,20

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.39 Uji Konsistensi Alternatif berdasarkan Kelemasan Bobot

0,31 1,00 3,18 3,12 0,06 0,58 0,10

0,48 1,61 3,35

(37)

Bobot

Lamda CI IR CR Konsisten

≤ 0,1

1,00 3,19 9,36

Tabel 4.40 Normalisasi Alternatif berdasarkan Kemudahan dihubungi Kemudaha

Bantul 0,25 0,20 0,33 0,78 0,26

Supplier

Jepara 0,50 0,40 0,33 1,23 0,41

Supplier

Pekalongan 0,25 0,40 0,33 0,98 0,33

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.41 Uji Konsistensi Alternatif berdasarkan Kemudahan dihubungi Bobot

3,05 0,03 0,58 0,05

0,411 1,261 3,068

0,328 1,000 3,051

1,000 3,056 9,161

Tabel 4.42 Normalisasi Alternatif berdasarkan Kecepatan menanggapi keinginan konsumen

Bantul 0,11 0,06 0,14 0,31 0,10

(38)

Kecepatan

Pekalongan 0,56 0,75 0,69 2,00 0,67

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.43 Uji Konsistensi Alternatif berdasarkan Kemudahan dihubungi Bobot

3,09 0,04 0,58 0,07

0,23 0,71 3,07

0,67 2,11 3,17

1,00 3,13 9,26

Tabel 4.44 Normalisasi Alternatif berdasarkan Garansi

Garansi Supplier

Bantul 0,11 0,20 0,10 0,40 0,13

Supplier

Jepara 0,05 0,10 0,11 0,27 0,09

Supplier

Pekalongan 0,84 0,70 0,79 2,33 0,78

Jumlah 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

(39)

Bobot

Tabel 4.46 Normalisasi Alternatif berdasarkan Kesesuaian harga

Kesesuaian

Bantul 0,33 0,40 0,25 0,98 0,33

Supplier

Jepara 0,33 0,40 0,50 1,23 0,41

Supplier

Pekalongan 0,33 0,20 0,25 0,78 0,26

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.47 Uji Konsistensi Alternatif berdasarkan Kesesuaian harga Bobot

3,05 0,03 0,58 0,05

0,41 1,26 3,07

0,26 0,79 3,04

1,00 3,06 9,16

Tabel 4.48 Normalisasi Alternatif berdasarkan Persentase diskon Persentase

(40)

Bantul Supplier

Jepara 0,25 0,33 0,40 0,98 0,33

Supplier

Pekalongan 0,50 0,33 0,40 1,23 0,41

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.49 Uji Konsistensi Alternatif berdasarkan Persentase diskon Bobot

3,05 0,03 0,58 0,05

0,33 1,00 3,05

0,41 1,26 3,07

1,00 3,06 9,16

Tabel 4.50 Normalisasi Alternatif berdasarkan Ketentuan Pembayaran Ketentuan

Bantul 0,24 0,22 0,36 0,82 0,27

Supplier

Jepara 0,71 0,67 0,55 1,92 0,64

Supplier

Pekalongan 0,06 0,11 0,09 0,26 0,09

Jumlah 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.51 Uji Konsistensi Alternatif berdasarkan Ketentuan Pembayaran Bobot

0,27 0,83 3,05 3,05 0,03 0,58 0,05

0,64 1,98 3,10

(41)

Bobot

Lamda CI IR CR Konsisten

≤ 0,1

1,00 3,08 9,16

Tabel 4.52 Normalisasi Alternatif berdasarkan Kontinuitas Pengiriman Kontinuita

Bantul 0,167 0,200 0,143 0,510 0,170

Supplier

Jepara 0,333 0,400 0,429 1,162 0,387

Supplier

Pekalongan 0,500 0,400 0,429 1,329 0,443

Total 1,000 1,000 1,000 3,000 1,000

Tabel 4.53 Uji Konsistensi Alternatif berdasarkan Kontinuitas Pengiriman Bobot

3,02 0,01 0,58 0,02

0,39 1,17 3,02

0,44 1,34 3,03

1,00 3,02 9,05

Tabel 4.54 Normalisasi Alternatif berdasarkan Ketepatan waktu pengiriman Ketepatan

Bantul 0,14 0,13 0,20 0,47 0,16

Supplier

(42)

Ketepatan

Pekalongan 0,14 0,22 0,20 0,56 0,19

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.55 Uji Konsistensi Alternatif Ketepatan waktu pengiriman Bobot

3,03 0,01 0,58 0,03

0,66 2,00 3,06

0,19 0,56 3,01

1,00 3,04 9,09

Tabel 4.56 Normalisasi Alternatif berdasarkan Ketepatan jumlah pengiriman Ketepatan

0,22 0,20 0,33 0,76 0,25

Supplier Jepara

0,67 0,60 0,50 1,77 0,59

Supplier Pekalongan

0,11 0,20 0,17 0,48 0,16

Total 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00

Tabel 4.57 Uji Konsistensi Alternatif berdasarkan Ketepatan jumlah pengiriman Bobot

0,25 0,77 3,04 3,05 0,03 0,58 0,05

(43)

0,16 0,48 3,02

(44)

4.6 Analisis Hasil

Tabel 4.58 Keputusan Atribute

Alt. Weight Jarak

Kualitas Pelayanan Harga Barang Pengiriman Barang Perform

ance History

0,401 0,171 0,086 0,112

TK KS K KD KMKK G KH PD KP KnP KWP KJP

Atribute

Weight 0,190

0,09

1 0,384 0,525 0,334 0,568 0,098 0,537 0,268 0,195 0,211 0,548 0,241 0,039 Alternatif

Supplier

Bantul 0,632

0,40

0 0,200 0,333 0,250 0,111 0,105 0,333 0,250 0,235 0,167 0,143 0,222 0,286 0,318 Supplier

Jepara 0,158

0,40

0 0,600 0,333 0,500 0,333 0,053 0,333 0,250

0,70

6 0,333 0,714 0,667 0,571 0,394 Supplier

Pekalongan 0,211

0,20

0 0,200 0,333 0,250 0,556 0,842 0,333 0,500 0,059 0,500 0,143 0,111 0,143 0,288

Keterangan :

TK: Tingkat Kekeringan KS: Kekuatan Sobek K: Kelemasan KnP: Kontinuitas Pengiriman

KD: Kemudahan Dihubungi G: Garansi KWP: Kontinuitas Pengiriman KJP: Ketepatan Jumlah Pengiriman

(45)

Pada tabel analisis keputusan diatas bobot dari setiap kriteria dan sub-kriteria dapat dijelaskan pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.59 Keterangan Bobot

Bobot keterangan

0,190 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi kriteria Jarak 0,401 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi kriteria Kualitas

0,171 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi kriteria pelayanan

0,086 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi kriteria Harga Barang

0,112 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi kriteria Pengiriman Barang

0,039 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi kriteriaPerformance History

0,091 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi sub-kriteria Tingkat Kekeringan

0,384 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi sub-kriteria Kekuatan Sobek

0,525 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi sub-kriteria Kelemasan

0,334 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi sub-kriteria Kemudahan Dihubungi

0,568 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi sub-kriteria Kecepatan Menanggapi Keinginan Konsumen

0,098 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi sub-kriteria Garansi

0,537 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi sub-kriteria Kesesuaian Harga

0,268 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi sub-kriteria Persentase Diskon

0,195 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi sub-kriteria Ketentuan Pembayaran

(46)

Bobot keterangan

0,548 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi sub-kriteria Ketepatan Waktu Pengiriman

0,241 Bobot ini didapatkan dari hasil normalisasi sub-kriteria Ketepatan Jumlah Pengiriman

Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan Analytical Hierarchi Process (AHP) dimana kedalam perhitungan tersebut dimasukkan nilai eigen vector dari tiap-tiap uji konsistensi atau hasil dari normalisasi tiap-tiap-tiap-tiap kriteria, sub kriteria dan alternative dari kriteria atau sub kriteria didapatkan nilai Alt.Weight Evaluation pada alternative Supplier Bantul sebesar 0,318; alternative supplier Jepara sebesar 0,394 dan supplier Pekalongan sebesar 0,288. Hal tersebut menunjukkan bahwa supplier yang dapat dijadikan alternative dari solusi pemilihan supplyer untuk kebutuhan bahan baku sayur bahan baku untuk Fanri Collection adalah Supplier Jepara karena memiliki Alt.Weight Evaluation paling besar.

Supplier Jepara merupakan pilihan yang tepat, hal tersebut karena supplier Jepara memiliki kualitas yang baik, pelayanan yang baik, harga barang yang baik, pengiriman barang yang baik dan performance history yang baik juga. Oleh karena itu supplier Jepara merupakan alternatif pilihan terbaik dibandingkan supplier Bantul dan supplier Pekalongan

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

(47)

a. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pada pemilihan supplier bahan baku kulit ikan pari di Fanri Collection adalah kriteria kualitas, pelayanan, pengiriman barang, harga barang, jarak dan performance History. Adapun sub-kriteria dari kualitas adalah kekuatan sobek, kelamasan, dan tingkat kekeringa. Sub-kriteria dari pelayanan adalah kecepatan menanggapi keinginan konsumen, kemudahan dihubungi, dan garansi. Sub-kriteria dari pengiriman barang adalah ketepatan waktu pengiriman, ketepatan jumlah pengiriman, dan kontinuitas pengiriman. Sub-kriteria dari harga barang adalah kesesuaian harga, ketentuan pembayaran, dan diskon.

b. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode AHP, pengambilan keputusan yang tepat dan terbaik dalam hal pemilihan supplier di Fanri Collection adalah Supplier Jepara dengan nilai perhitungan alternative weight tertinggi yaitu sebesar 0,394. Hasil ini dapat digunakan sebagai alternatif terbaik karena memenuhi kriteria dan sub kriteria diatas yaitu kualitas yang baik, pelayanan yang baik, pengiriman barang yang baik, harga barang yang baik, dan performance historyyang dibandingkan dengan alternatif lain.

5.2 Rekomendasi

a. Dalam menentukan supplier pemilik Fanri Collection harus berdasarkan kriteria yang diharapkan oleh pemilik karena keputusan pemilihan supplier akan mempengaruhi produk yang akan diproduksi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka direkomendasikan kepada pemilik Fanri Collection untuk memilih supplier Jepara sebagai pilihan supplier terbaik berdasarkan analisis dengan menggunakan metode AHP.

b. Untuk peneliti yang akan memilih supplyer bahan baku kulit ikan pari dengan metode Analytical Hierarchi Process (AHP) diharapkan dapat memilih supplyer dengan kriteria-kriteria yang lebih banyak sehingga dapat dipilih alternatif solusi yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Sevkli, Mehmet, (2008), ”Hybrid analytical hierarchy process model for supplier selection”, Industrial Management& Data System, Emerald Group.

(48)

Muslim, Bilal, Yani Iriani, (2010). “Pemilihan Supplier Bahan Baku Tinta dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus di PT. INFIGO)”. Design and Application of Technology.

Suryadi, Kadarsah dan Ramdani, M. Ali, (1998),“Sistem Pendukung Keputusan”, edisi pertama, PT. Remaja Resdakarya, Bandung.

Gallego Virseda, G, (2011). Review Of Existing Methodes, Models and Tools For Supplier Evaluation, Department of management and engineering.

Harsono Ambar, Hendro Prassetyo dan Naufal Arqom. (2009). “Metode Pemilihan Pemasok Sayuran di Supermarket dengan Metode AHP dan PROMETHEE”. Itenas Rekayasa 13:184-195

Aditya, W. (2005). “Sistem Pendukung Keputusan Dengan Menggunakan metode AHP untuk pembelian barang”. Yogyakarta, Skripsi Ilkom FMIPA UGM. Sulistiana Winda, Yuliawati Evi. (2011). “Analisis Pemilihan Supplier Bahan Baku

Gambar

Tabel 2.1 matrik perbandingan berpasangan
Tabel 2.2 skala penilaian perbandingan berpasangan
Tabel 4.2  Perbandingan Berpasangan Sub-Kriteria Kualitas
Tabel 4.4 Perbandingan Berpasangan Sub-Kriteria Harga Barang
+7

Referensi

Dokumen terkait

Peralatan kerja kayu mempunyai peran besar dan penting dalam menciptakan kegiatan pembelajaran praktikum yang efektif. Untuk mewujudkannya hal yang perlu

Pelaksanaan pembelajaran dikatakan berhasil dilihat dengan adanya evaluasi. Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas, yaitu pendidik

Oleh hal Oleh hal yang demikian, salah satu perkara penting yang perlu dimiliki oleh guru yang demikian, salah satu perkara penting yang perlu dimiliki oleh

Pengukuran kinerja dari aspek keuangan memang penting, tetapi masih ada aspek-aspek lain yang juga penting dan perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap

Salah satu hal yang penting yang perlu dilakukan dan diperhatikan oleh setiap perusahaan adalah mempertahankan pelanggan yang telah ada, kemudian mencari

Kontinuitas jalannya proses produksi dalam perusahaan sangat penting, maka masalah pengendalian persediaan bahan baku merupakan hal yang harus diperhatikan oleh suatu

Sangat penting memilih alternatif yang” baik” dan bukan alternatif yang gampang dan dapat “diterima” dalam hal ini pembuatan keputusan harus dapat mengadakan penyesuaian,

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat dan memilih garnish dalam sebuah hidangan makanan, diantaranya 1) memilih warna yang kontras dengan warna hidangan,