• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aktivitas Alelopati Ekstrak Daun dan Ser

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Aktivitas Alelopati Ekstrak Daun dan Ser"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PROSIDING

KONGRES TEKNOLOGI NASIONAL

INOVASI TEKNOLOGI UNTUK KEJAYAAN BANGSA

DAN NEGARA

JAKARTA, 25 – 27 Juli 2016

(3)

ii

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI

INOVASI TEKNOLOGI UNTUK KEJAYAAN BANGSA DAN NEGARA

Penyunting :

Prof. Dr-Eng, Eniya Listiani Dewi, B.Eng.

Desain Layout :

Zulaicha Dwi Hastuti, MT., Amrullah Kamaruddin, ST., MTI

Desain Sampul : Sakina Rahmania, S.Pd

Penerbit : BPPT Press

Cetakan Pertama, September 2016

Buku ini diterbitkan pada September 2016 sebagai Prosiding Kongres Teknologi Nasional 2016 yang diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, tanggal 25

– 27 Juli 2016

ISBN : 978-602-410-048-3

Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi Hak Cipta © 2016 dilindungi oleh Undang-Undang

All right reserved

(4)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

iii

SUSUNAN KEPANITIAAN KTN 2016

1. PENGARAH

1. MenteriKoordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 2. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan

3. Sekretaris Kabinet RI

4. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 5. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral 6. Menteri Pertanian

7. Menteri Kelautan dan Perikanan

8. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

2. KOMISI BIDANG TEKNOLOGI

A. KOMISI ENERGI

Ketua : Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM

Wakil : 1. Direktur PTSEIK – TIEM

2. Kepala B2TKE – TIEM 3. Kepala BTBRD – TIEM

Sekretaris Umum : 1. Dr. Sri Djangkung Sumbogo Murti

2. Ir. Arie Rahmadi, M.Eng.

1. REVIEWER/TIM PERUMUS

Ketua : Dr. As Natio Lasman

Sekretaris : Dr. Edi Hilmawan

Anggota :

Kelistrikan : 1. Dr. Andhika Prastawa, MSEE.

2. Dr. M.A.M. Oktaufik 3. Dr. Agus R. Hoetman

4. Drs. Agus Salim Dasuki, M.Eng. 5. Drs. Adjat Sudradjat, M.Sc. 6. Prof. Dr. Hamzah Hilal 7. Prof. Dr. Herliyani Suharta 8. Hariyanto

9. Dr. Oo Abdul Rosyid

Bahan Bakar : 1. Dr. Adiarso

(5)

iv

2. MATERI : 1. Ir. Maharani Dewi Solikhah, M.Eng.

2. Bina Restituta Barus, ST. 3. Dian Khairiani, Amd. 4. Esti Mega Maulidayanti

3.NOTULENSI/ PIC SESI SIDANG

1. Dr. Edi Hilmawan 2. Dr. Oo Abdul Rosyid

3. Dr. Sri Djangkung Sumbogo Murti 4. Dr. Hens Saputra

5. Dr. Hariyanto

6. Ir. Sudirman Palaloi, MT. 7. Ir. Arie Rahmadi, M.Eng.

8. Ir. Maharani Dewi Solikhah, M.Eng.

B.KOMISI PANGAN

Ketua : Deputi Kepala BPPT Bidang TAB

Wakil :1. Direktur PTPP

2. Direktur PTA 3. Kepala Balai B2TP

4. Kepala Balai Bioteknologi

Sekretaris Umum : Favilia Franziska, S.Psi.

REVIEWER/SELEKSI PAPER

Ketua : Prof. Dr. drh. Herdis, M.Si.

Wakil Ketua : Prof. Netty Widyastuti

Anggota :

(6)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

v

SEKRETARIAT :

1. Dr. Farida Rosana Mira 2. Favilia Franziska, S.Psi. 3. Irni Furnawanthi, M.Si. 4. Linda Novita, M.Si. 5. Siti Zulaeha, S.Si. 6. Eka Nurhangga , S.Si. 7. Delvi Maretta, M.Si. 8. Tati Hertati, SE TIM PERUMUS

Ketua : Dr. Hardaning Pranamuda, M.Eng.

Sekretaris : Dr. Yenni Bakhtiar, M.AgSc.

Anggota :

• Ir. Arief Arianto, MSc. Ir. Nenie Yustiningsih, M.Sc.

• Dr. Aton Yulianto, M.Eng. • Ir. Harianto, M.Si.

• Imam Paryanto, M.Eng. • Ir. Sabirin, M.Sc.

• Prof. Dr. Suyanto Pawiharsono • Ir. Henky Henanto, M.Sc.

• Prof. Dr. Bambang Haryanto, MS. • Drs. Agus Triputranto, MM.

• Prof. Dr. Herdis, M.Si. • Dr. rer.nat Anis H Mahsunah, M.Sc.

• Dr. R.D. Esti Widjayanti • Abdul Latif, S.Si., M. Eng.

• Dr. Is Helianti, M.Eng.

TIM NOTULIS :

• Dr. Rofiq Sunaryanto, S.Si., M.Si. • Delvi Maretta, SP., M.Si.

• Dr. Niknik Nurhayati, S.Si. • Ir. Banon Rustiati

• Ir. Wahju Eko Widodo, M.Sc. • Ir. Retno Windya K., BSc. M. Si.

• Ir. Heri Sadmono, M.Sc. • Alit Pangestu, STP.

• Siti Zulaeha S.Si. • Linda Novita M.Si.

• Eka Nurhangga S.Si. • Syofi Rosmalawati, M.AgrSc.

• Irni Furnawathi M.Si. • Tantry Eko Putri, STP.

TIM BUSINESS GATHERING :

1. Ir. Edi Wahjono, M.Si. 2. Dr. Niknik Nurhayati, S.Si. 3. Dra. Diana Nurani, M.Si.

TIM PROSIDING :

1. Dr. Rofiq Sunaryanto, M.Si 2. Siti Zulaeha, S.Si

(7)

vi

6. Linda Novita, M.Si 7. Dr. Farida Rosana Mira

8 Dr. rer. nat. Catur Sriherwanto, M.Sc

PIC SESI :

1. Favilia Franziska, S.Psi 2. Delvi Maretta, MSi 3. Linda Novita, M.Si 4. Irni Furnawanthi, M.Si 5. Siti Zulaeha, S.Si ASISTEN SOROT :

1. Eka Nurhangga, S.Si. 2. Alit Pangestu, STP

3. Wahyu Tri Anggoro, AMd

C. KOMISI MARITIM

Ketua : Deputi TIRBR

Wakil Ketua : Deputi Bidang TPSA

Anggota : 1. Direktur PTRIM

2.Direktur PTPSW 3.Kepala BTH 4.Kepala BTIPDP 5.Kepala BTeksurla

Sekretaris Umum : Dr.-Ing. Ir. Widjo Kongko, M.Eng.

Anggota

Sekretaris 1/Notulis 1 : Buddin Al Hakim, S. Kel., M.Si.

Sekretaris 2/Notulis 2 : Cahyo Sasmito, ST.

Sekretaris 3/Notulis 3 : Andi Cahyo, ST.

Sekretaris 4/Notulis 4 : Sasmita Liestyasari, ST.

TIM PERUMUS

Ketua : Deputi Bidang TPSA

Anggota :

Sub-Topik 1 : 1. Dr. Hariyanto

2. Prof. Dr. Ir. Buana Ma’ruf, M.Sc. MM.

Sub-Topik 2 : 1. Dr. Ir. Dinar Catur Isyanto, M.Eng.

(8)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

vii

Sub-Topik 3 : 1. Dr. Imam Mudita

2. Dr. Agus Sudaryanto

PIC Sesi Sidang :

1. Kepala BTH 2. Kepala BTIPDP 3. Kepala BTeksurla

4. Adi Slamet Riyadi, M.Sc. 5. Mega Suci Lestari ST. 6. Rizki Adi Nugroho, ST.

PIC Pameran/Exhibition :

1. Ir. Muryadin, MSc, (BTH)

2. Ir. Abdul Kadir, M. Eng., (PTRIM)

3. Buddin Al Hakim, S. Kel., M.Si., (BTIPDP) 4. Trevi Jayanti P., S.Si., (BTSK)

5. Taufan Wiguna S.Si., (BTSK)

D.Tim Perumus Kongres

Ketua : Deputi PKT

Anggota : 1. Deputi TIEM

2. Deputi TAB 3. Deputi TIRBR 4. Deputi TPSA

(9)

viii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga prosiding Kongres Teknologi Nasional, Inovasi Telnologi Untuk Kejayaan Bangsa dan Negara 2016 yang telah diselenggarakan pada 25 – 27 Juli 2016 dapat terselesaikan. KTN ini merupakan kegiatan pertama dan rencananya akan diadakan secara rutin oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Tujuan dari diselenggarakannya KTN 2016 ini adalah untuk memberikan Rekomendasi Teknologi yang diperlukan untuk memperkuat peran dan eksistensi teknologi dalam mendukung pengembangan industri nasional, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, sesuai dengan program pemerintah yang tertuang dalam Program Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahap III 2015-2019.

Topik KTN 2016 ini difokuskan pada Bidang Teknologi Energi, Pangan dan Maritim. Topik energi membahas ketahanan energi nasional, arah kebijakan nasional pemanfaatan bahan bakar, EBT sebagai sumber bahan bakar : tantangan dam inovasi teknologinya, technology session EBT untuk kelistrikan, technology session advanced

power plant, peran teknologi sebagai terobosan pemenuhan kelistrikan nasional dan peran

teknologi sebagai terobosan pemenuhan bahan bakar nasional. Topik pangan membahas tentang dukungan kebijakan dan teknologi untuk kemandirian pangan, ketersediaan pangan untuk ketahanan pangan, teknologi pemuliaan untuk peningkatan produktivitas pertanian, teknologi pasca panen, teknologi pangan fungsional dan industri pertanian. Sedangkan topik maritim membahas tentang teknologi pemanfaatan sumber daya dan industri kelautan, teknologi kepelabuhan untuk konektivitas dan logistik program tol laut, rekayasa industri perkapalan sebagai pilar ekonomi berbasis maritim dan peran teknologi dalam merubah potensi maritim menjadi industri. Pada acara KTN ini juga dilakukan

launching buku Outlook Energy dan buku Outlook Teknologi Pangan. KTN ini dihadiri

oleh narasumber dari dalam dan luar negeri seperti para menteri terkait, anggota DPR komisi IV, VI dan VII, pejabat pemerintah, industriawan, para pakar dan praktisi serta

stake holder lainnya.

Sebanyak 134 abstrak telah dipresentasikan dan dikategorikan pada bidang energi, pangan dan maritim, 99 makalah lengkap disajikan dalam prosiding ini. Prosiding ini menyajikan laporan lengkap dari apa yang dipresentasikan pada KTN 2016. Semua makalah yang dimuat dalam prosiding ini telah melalui peer review.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi pada kegiatan Kongres Teknologi Nasional dan penyusunan prosiding ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan pengembangan Teknologi Nasional.

Jakarta, September 2016

(10)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

xiv

DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Susunan Kepanitiaan ... iii

Kata Pengantar ... viii

Latar Belakang ... ix

Daftar Isi ... xiv

Agenda ... 1

Sambutan dan Arahan ... 8

Materi Komisi Energi ... 10

Materi Komisi Pangan ... 257

(11)

263

DAFTAR MAKALAH BDANG PANGAN

KODE JUDUL HALAMAN

KS-01 Suryamin 269

KS-02 Imam Subowo 269

KS-03 Eniya Listiani Dewi 269

KS-04 Mat Syukur 269

IS-01 Eniya Listiani Dewi 269

IS-02 KEBIJAKAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PERTANIAN UNTUK MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN BANGSA

Muhammad Syakir

269

IS-03 STRATEGI PENGELOLAAN PERIKANAN BUDIDAYA

UNTUK KETERSEDIAAN PANGAN PROTEIN

Slamet Soebjakto

269

IS-04 UPAYA PENCAPAIAN KETAHANAN DAN

KEMANDIRIAN MENUJU KEDAULATAN PANGAN ATAU TEKNOLOGI UNTUK KETAHANAN PANGAN

Hasil Sembiring

269

IS-05 KESIAPAN DAERAH DALAM MENDUKUNG

KEMANDIRIAN PANGAN BERBASIS POTENSI LOKAL

Nurdin Abdullah

270

IS-06 PENINGKATAN PRODUKSI TERNAK DENGAN

PENDAYAGUNAAN SUMBERDAYA LOKAL

Muladno

270

IS-07 GENE TECHNOLOGY FOR IMPROVEMENT OF CROP

PRODUCTIVITY Kaoru Suzuki

270

IS-08 PELUANG DAN TANTANGAN PERTANIAN

INDONESIA DALAM MENGHADAPI PASAR PASAR BEBAS MEA

Gardjita Budi

270

IS-09 INOVASI IPB DALAM MENDUKUNG KETERSEDIAAN

PANGAN

Ibnul Qoyim

270

IS-10 PREDIKSI PRODUKSI DAN KEBUTUHAN BERAS

NASIONAL

Bustanul Arifin

271

IS-11 PENDEKATAN KERANGKA SAMPEL AREA UNTUK

PERAMALAN PRODUKSI PADI

Mubekti

271

IS-12 TEKNOLOGI IRADIASI UNTUK PEMULIAAN MUTASI

TANAMAN PADI DAN SORGUM

Soeranto Human

272

IS-13 INDUSTRI PERBIBITAN SAPI LOKAL INDONESIA

BERBASIS IPTEK

Syahrudin Said

(12)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

264

IS-14 TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH IKAN UNGGUL

Ratu Siti Aliah

274

IS-15 PERANAN BIOTEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN

PRODUKTIVITAS TANAMAN SEREALIA

Amin Nur

275

IS-16 PEMULIAAN KEDELAI HITAM MALLIKA UNTUK

APLIKASI INDUSTRI DAN MENDUKUNG KEDAULATAN PANGAN

Setyastuti Purwanti

276

IS-17 POSTHARVEST TECHNOLOGY TO IMPROVE

COMPETITIVENESS OF TROPICAL FRUITS Sayan Tanpanich

277

IS-18 SKENARIO PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI

UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK PANGAN

Purwiyatno Hariyadi

278

IS-19 AGROINDUSTRI MOCAF: INTEGRATED FARMING

BERBASIS SINGKONG DI LAHAN SUB-OPTIMAL UNTUK MENINGKAT KESEJAHTERAAN DAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Ahmad Subagyo

278

IS-20 TEKNOLOGI PEMANFAATAN SAGU SEBAGAI

PANGAN GLOBAL

Bambang Hariyanto

279

IS-21 NUTRIGENOMICS OF TRADITIONAL HEALTHFUL

FERMENTED FOODS IN ASIA Yoshikatsu Murooka

280

IS-22 PERANAN PANGAN FUNGSIONAL DALAM

MENGATASI MASALAH GIZI GANDA DI INDONESIA

Purwantyastuti Ascobat

282

IS-23 PANGAN FERMENTASI UNTUK PEMENUHAN GIZI

DAN PANGAN FUNGSIONAL

Suyanto Pawiroharsono

283

IS-24 MIKROBIOM DAN KEBUGARAN MANUSIA:

MODULASI IMUNITAS MELALUI PRODUK PANGAN FERMENTASI

Antonius Suwanto

283

IS-25 DUKUNGAN LITBANG DALAM INDUSTRI TERNAK

Dayu Ariasintawati

284

IS-26 PROSPEK INDUSTRI PANGAN FUNGSIONAL DI

INDONESIA

Yunawati Gandasasmita

284

IS-27 PROYEKSI KEBUTUHAN INGREDIENT FUNGSIONAL

DI INDONESIA

Alisjahbana Haliman

284

PP-01 KAJIAN KARAKTERISTIK NASI SORGUM INSTAN

KULTIVAR LOKAL BANDUNG

Endah Wulandari, Een Sukarminah, Indira Lanti, Mariana Eunike

(13)

265

PP-02 INTENSIFIKASI BUDIDAYA UBI CILEMBU PADA

MUSIM KERING MELALUI TEKNOLOGIPEMANENAN AIR LIMPASAN PERMUKAAN

Sophia Dwiratna NP, Nurpilihan Bafdal

296

PP-03 UJI ORGANOLEPTIK FORMULASI MINUMAN

KESEHATAN UNTUK MEMBANTU MENINGKATKAN TROMBOSIT DARI EKSTRAK PATIKAN KEBO

(EUPHORBIA HIRTA) DAN CABE JAWA (PIPER

RETROFRACTUM)

Ai Hertati, Djadjat Tisnadjaja, Nurlaili Ekawati, Herman Irawan, Ela Novianti

306

PP-04 FORMULASI CHEWABLE LOZENGES EKSTRAK KAYU

MANIS SEBAGAI ALTERNATIF TERAPI DM TIPE 2

Ela Novianti, Herman Irawan, Nurlaili Ekawati, Ai Hertati, Djadjat Tisnadjaja

314

PP-05 AKTIVITAS ALELOPATI EKSTRAK DAUN DAN

SERASAH TUMBUHAN INVASIF TERHADAP

PERTUMBUHAN BIJI TUMBUHAN PENGGANGGUDAN TANAMAN BUDIDAYA

Intani Quarta Lailaty

322

PP-06 PENINGKATAN KESEJAHTERAAN USAHA

MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN INOVASI MESIN PEMOTONG TULANG

Didik Aribowo

333

PP-07 PENINGKATAN NILAI GIZI MIE INSTAN DENGAN

PENAMBAHAN TEPUNG HIDROLISAT KEDELAI SEBAGAI MAKANAN PADAT GIZI

Nila Kusumawaty, Noer Laily, Muhamaludin, Iim Sukarti, Sri Istini

334

PP-08 PENGARUH PEMBERIAN MIE BERBAHAN BAKU

HIDROLISAT KEDELAI EZIMATIS TERHADAP

PENYERAPAN KALSIUM DALAM USUS HALUS TIKUS

Sri Peni Wijayanti, Nila Kusumawaty, Muhammaludin, Noer Laily, Sri Istini

343

PP-09 SISTEM KETELUSURAN UDANG VANAME UNTUK

MENINGKATKAN EKSPOR PRODUK AKUAKULTUR INDONESIA

Irvan Faizal, Aditia Ginantaka

350

PP-10 PENERAPAN PUPUK ORGANIK UNTUK UBIKAYU

SUPER

M.C. Tri Atmodjo

357

PP-11 KARAKTERISTIK ASAM LEMAK DAN SENSORI KEJU

LUNAK HASIL FERMENTASI BAKTERI ASAM LAKTAT INDIGENUS

Fifi Afiati, Yopi

363

PP-12 PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI RENNET

TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK KEJU MOZZARELLA

Gunawan P, Fitri Setiyoningrum, Fufu Afiati, Syahrudin Said

(14)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

327 PP-05

AKTIVITAS ALELOPATI EKSTRAK DAUN DAN SERASAH TUMBUHAN INVASIF TERHADAP PERTUMBUHAN BIJI TUMBUHAN

PENGGANGGUDAN TANAMAN BUDIDAYA

Intani Quarta Lailaty

Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Jl. Kebun Raya Cibodas, Sindanglaya, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Indonesia 43253, Tel/fax: +62-263-512233

Email: [email protected]

ABSTRAK

Tumbuhan invasif diduga memiliki senyawa alelopat yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain. Calathea lietzei E. Morren merupakan tanaman hias yang berpotensi invasif. Zat alelokemi dapat ditemukan pada organ tumbuhan tertentu, misalnya daun maupun serasah. Kemampuan alelopat tumbuhan invasif dalam menghambat pertumbuhan tanaman berpotensi digunakan sebagai bioherbisida. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas alelopati tumbuhan invasif (C. lietzei) terhadap pertumbuhanbiji tumbuhan pengganggu (Taraxacum officinale L.)dan tanaman budidaya(Brassica rapa L.). Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Perlakuan berupa variasi ekstrak daun (1 dan 3 minggu) serta serasah (1,2,3,4 minggu) dengan konsentrasi 25; 50; 75; dan 100% serta akuades sebagai kontrol. Parameter pertumbuhan yang diamati, berupa persentase germinasi biji, tinggi batang, panjang akar, berat basah dan berat kering. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas alelopati berbeda-beda pada masing-masing jenis tumbuhan invasif. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun, maka aktivitas penghambatan germinasi biji semakin tinggi untuk kedua tanaman uji, B. rapa dan T. officinale. Konsentrasi optimum dalam penghambatan germinasi biji yaitu 100% ekstrak daun

C.lietzei. Ekstrak serasah C. lietzei mampu menghambat germinasi biji B. rapa dan T. officinale seiring dengan kenaikan konsentrasi. Namun, semua perlakuan ekstrak serasah C. lietzei memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan kontrol untuk parameter

tinggi batang, panjang akar serta berat basah dan berat kering kedua tanaman uji. Ekstrak daun C. lietzei dengan konsentrasi 100% berpotensi digunakan sebagai bioherbisida. Kata kunci: Alelopati, Calathea lietzei E. Morren, Taraxacum officinale L., Brassica

rapa L, Bioherbisida.

ABSTRACT

(15)

328

basis. Research shows that the allelopathic activitieswere differentfor each the invasive plant species. The higherthe concentration of leaf extract, the higher the inhibition activity of seed germination to both test plants, B.rapa and T. officinale. Optimum concentration to inhibit seed germination was 100% leave extract of C. lietzei. The higher concentration of C. lietzei litter extracts could inhibit seed germination of B. rapaand T. officinale. However, all treatment of C. lietzei litter extracts show higher results than control for both model plants (shoot length, root length, also wet weight and dry weight basis). Leaf extract of C. lietzei 100% is potential to be used as bioherbicide.

Keywords: Allelopathy, Calathea lietzei E. Morren, Taraxacum officinale L., Brassica

rapa L., Bioherbicide.

PENDAHULUAN

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang begitu melimpah, salah satunya keanekaragaman jenis tumbuhan. Kebun raya merupakan institusi tempat berbagai koleksitumbuh-tumbuhan hidup yang didokumentasikan untuk tujuan penelitian ilmiah, konservasi, pameran, dan pendidikan(Wyse Jackson and Sutherland 2000). Kebun Raya di kawasan tropis memegang peranan yang penting dalam distribusi, naturalisasi dan penyebaran tumbuhan asing ke seluruh dunia(Dawson et al. 2008). Kebun Raya Cibodas (KRC) adalah lembaga konservasi tumbuhan ex situ bagi jenis-jenis tumbuhan yang berasal dari kawasan dataran tinggi basah bagian barat Indonesia.

Dalam penanganannya Kebun Raya Cibodas memiliki permasalahan, salah satunya adalah adanya tumbuhan invasif di kawasan remnant forest, Wornojiwo. Tumbuhan invasif merupakan tumbuhan asingatau introduksi yang tumbuh mendominasi dan tidak terkendali di suatu wilayah, sehingga kehadirannya dapat mengganggu tanaman asli yang terdapat di wilayah tersebut. Menurut Tjitrosemito (2004), jenis tumbuhan invasif memiliki beberapa kelebihan, antara lain pertumbuhannya cepat, jumlah biji yang dihasilkan banyak, metode penyebaran biji efektif, dan reproduksinya cepat. Selain itu pada tumbuhan invasif banyak terkandung metabolit sekunder seperti senyawa alelopat yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain.

Calathea lietzei E. Morren merupakan tumbuhan asal Brasilia dengan

warna daun bagian atas hijau tua mengkilat, dihiasi garis-garis hijau muda, dan bagian bawah daun berwarna ungu. C. lietzeibanyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Mutaqien et al. (2010),C. lietzeimerupakan salah satu jenis tumbuhan invasif yang terdapat di kawasan Kebun Raya Cibodas. Tumbuhan introduksi ini dianggap memiliki kemampuan hidup yang tinggi dan mengandung senyawa alelokemi.

Alelopat atau alelokemi merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan oleh tanaman, alga, bakteri dan jamur yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Senyawa alelopat dapat ditemukan di seluruh bagian tanaman, tetapi tempat penyimpanan terbesar senyawa ini biasanya berlokasi di akar dan daun (Djazuli 2011). Senyawa alelokemi dilepaskan ke lingkungan dengan beberapa cara, yaitu melalui penguapan, pencucian, melalui akar, dan dekomposisi residu tanaman dalam tanah. Metabolit sekunder tersebut dapat berupa fenolik, flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan cyanogenik glikosida, yang pada umumnya bersifat hidrofilik (Reigosa et al. 2006).

(16)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

329

membandingkan aktivitas alelopati daun dan serasah tumbuhan invasif yang terdapat di kawasan Kebun Raya Cibodas, yaitu C. lietzei E. Morren terhadap pertumbuhan

Taraxacum officinale L. (tumbuhan pengganggu) dan Brassica rapa L. (tanaman

budidaya).

METODE PENELITIAN

Bahan

Bahan berupa daun dan serasahtumbuhan invasif (C. lietzei) dikoleksi dari sekitar Kebun Raya Cibodas.Tumbuhan uji yang digunakan, yaitu biji B. rapa(sawi) produksi PT. Bisi International, Tbk. yang diperoleh dari toko pertanian serta biji T.

officinale(dandellion) yang diperoleh di sekitar wilayah tumbuhan koleksi Kebun Raya

Cibodas.

Pembuatan ekstrak akuades serasahC. lietzei E. Morren

Serasah daun sebanyak 50 gramdicuci bersih dengan air mengalir, kemudian diekstraksi dalam 1liter akuades dengan variasi waktu perendaman 1, 2, 3 dan 4 minggu. Setelah itu filtrat dipisahkan dengan kertas saring Whatmann dan disimpan pada suhu rendah (4oC) sebelum digunakan.

Pembuatan ekstrak akuades daunC. lietzei E. Morren

Daun dicuci dengan air mengalir sampai bersih, kemudian dikeringanginkan di ruangan selama 14 hari. Selanjutnya, daun yang telah kering disimpan pada suhu ruangan sebelum diekstrak. Daun dihancurkan hingga berbentuk serbuk menggunakan blender. Sebanyak 50 gram serbuk daun masing-masing tumbuhan diekstraksi dengan 1 liter akuades pada suhu ruang dengan variasi waktu perendaman 1 dan 3 minggu. Filtrat disaring menggunakan kertas saring Whatmann. Kemudian filtratyang dihasilkan ditetapkan sebagai konsentrasi ekstrak 100%. Larutan ekstrak 100% tersebut dijadikan sebagai larutan stok. Untuk mendapat seri konsentrasi 25; 50; dan 75%, maka dilakukan pengenceran larutan stok dengan akuades.

Uji pengaruh ekstrak akuades terhadap germinasi dan pertumbuhan bijiT.

officinale L.dan B. rapa L.

Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 25; 50; 75 dan 100% dan kontrol (akuades). Biji tanaman uji disterilisasi dalam larutan 2%NaClOselama 15 menit. Selanjutnya, 10 biji diletakkan pada kertas filter yang telah dilembabkan dengan masing-masing konsentrasi ekstrak tanaman sebanyak 5 ml dalam petridish steril yang ditutup dan diberi plastik seal pada suhu ruangan (± 20oC). Setiap perlakuan dilakukan dengan tigakaliulangan. Pengamatan persentasi germinasi dilakukan hingga biji pada perlakuan kontrol mencapai germinasi 100%. Setelah 14 hari, dilakukan pengamatan tinggi batang dan panjang akar. Selanjutnya dilakukan pengujian berat basah dan berat kering untuk masing-masing perlakuan.

Analisis Data

(17)

330

HASIL DAN PEMBAHASAN

Alelopati ekstrak serasah C. lietzei E. Morren

Pada Tabel 1 dan 2, diketahui bahwa persentase germinasi biji semakin menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak serasah C. lietzei pada kedua tanaman, B.

rapa dan T. officinale. Konsentrasi ekstrak serasah C. lietzei 100% menyebabkan

penghambatan germinasi biji paling tinggi. Dari Tabel 3, diketahui bahwa ekstraksi selama 3 minggu menghasilkan persentase germinasi yang paling tinggi pada tanaman B.

rapa. Sementara pada Tabel 5, persentase germinasi T. officinale tertinggi terdapat pada

lama ekstraksi 1 minggu. Hal ini dikarenakan tiap tanaman memiliki sensitifitas dan waktu berkecambah yang berbeda-beda. Lama waktu ekstraksi berpengaruh terhadap kandungan senyawa yang terdapat pada ekstrak tumbuhan tertentu, sehingga persentase germinasi yang dihasilkan juga berbeda.

Tabel 1. Parameter pertumbuhan B. rapa dengan aplikasi ekstrak serasah C. lietzei Ekstrak serasah Germinasi (%) Tinggi batang (cm) Panjang akar (cm) Berat basah (gr) Berat kering (gr)

Kontrol 100b 3,02a 4,19a 0,38a 0,027a 25% 98,33b 4,65b 4,52a 0,45a 0,027a 50% 91,67a 4,86b 4,90a 0,46a 0,030a 75% 90a 5,22b 5,31a 0,44a 0,026a 100% 86,67a 5,24b 5,12a 0,43a 0,024a

Keterangan : Angka-angka yang diikuti dengan huruf yang sama untuk masing-masing kolom tidak berbeda nyata pada uji DMRT 5%.

Tabel 2. Parameter pertumbuhan T. officinale dengan aplikasi ekstrak serasahC. lietzei Ekstrak serasah Germinasi (%) Tinggi batang (cm) Panjang akar (cm) Berat basah (gr) Berat kering (gr)

Kontrol 96,67c 0,67a 0,29a 0,054a 0,0046a 25% 91,67bc 0.93b 0,65b 0,062a 0,0049a 50% 86,67bc 1,15b 0,78b 0,056a 0,0046a 75% 65a 1,17b 0,71b 0,046a 0,0040a 100% 80b 1,22b 0,64b 0,057a 0,0046a

Keterangan : Angka-angka yang diikuti dengan huruf yang sama untuk masing-masing kolom tidak berbeda nyata pada uji DMRT 5%.

Pada parameter pertumbuhan tinggi batang dan panjang akar, Tabel 1 dan

2 menunjukkan bahwa secara umum ekstrak serasah C. lietzei dapat

meningkatkan tinggi batang dan panjang akarB. rapa dan T. officinale.Dari hasil diduga bahwa aktifitas penghambatan sudah terhenti setelah tanaman uji berkecambah secara sempurna, sehingga pertumbuhan tanaman kembali normal. Selanjutnya, produktivitas tanaman uji diukur setelah 14 hari tanam. Produktivitas dapat diketahui melalui berat basah dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian, semakin tinggi konsentrasi ekstrak serasahC.

lietzei, maka dapat meningkatkan berat basah dan berat kering tanaman uji

(18)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

331

Tabel 3. Pengaruh waktu ekstraksi ekstrak serasah C. lietzei terhadap parameter pertumbuhan B. rapa Keterangan : Angka-angka yang diikuti dengan huruf yang sama untuk masing-masing kolom tidak berbeda nyata pada uji DMRT

5%.

Tabel 4. Pengaruh antar perlakuan dari ekstrak serasahC. lietzei terhadap pertumbuhan tanaman B. rapa

Keterangan : ns berarti tidak terdapat perbedaan yang nyata, ** menunjukkan perbedaan yang nyata.

Efek penghambatan alelopati bervariasi pada masing-masing spesies, tergantung dari fitotoksisitasnya. Dari Tabel 4, terlihat bahwa variasi konsentrasi ekstrak serasahC. lietzei memiliki perbedaan yang signifikan dalam persentase germinasi dan tinggi batang B. rapa. Variasi konsentrasi ekstrak tumbuhan mempengaruhi kandungan alelopati yang berdampak pada fitotoksitas dan penghambatan pertumbuhan tanaman.

Menurut penelitian yang dilaporkan Politycka & Lipinska (2005), senyawa alelopati ditemukan pada semua organ tanaman, akan tetapi organ vegetatif, terutama daun mengandung senyawa alelokemi yang paling tinggi. Serasah dari beberapa tanaman dapat menghambat germinasi biji dan pertumbuhan seedling melalui leaching senyawa alelokemi. Hal ini ditunjukkan dengan semakin rendahnya persentase germinasi biji T. officinale dan B. rapa dengan aplikasi ekstrak serasahC. lietzei (Tabel 1 dan 2). Akan tetapi, pada penelitian sebelumnya, ekstrak serasah B. sordidabelum dapat menghambat germinasi biji secara signifikan, ditunjukkan dengan aktivitas germinasi B. rapa yang lebih tinggi daripada kontrol (Lailaty, 2015). Menurut Kelsey & Everett (1995), aktivitas fitotoksik mempengaruhi proses fisiologis, tetapi tidak berefek pada germinasi. Selain itu, pada ekstrak serasah kemungkinan telah terjadi penurunan jumlah dan kualitas ataupun struktur senyawa alelokemi akibat adanya aktivitas detritivor dan dekomposer yang menyebabkan penurunan aktivitas alelopati. Akan tetapi, pada pengujian ini membuktikan bahwa ekstrak serasah berpotensi digunakan sebagai pupuk alami yang dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa alelopati tidak hanya menekan pertumbuhan gulma, tetapi juga memiliki efek positif dalam lingkungan tanah dengan mengubah ketersediaan nutrien bagi tanaman budidaya melalui peningkatan aktivitas mikrobia tanah (P. Wang, Zhang, and Kong 2013).

(19)

332

dikeluarkan melalui dekomposisi jaringan tumbuhan sebagai leachate dan

melalui proses degradasi mikrobia dan transformasi tanah. Penelitian lain

menunjukkan bahwa aktifitas autotoksisitas Alfaalfa (Medicago sativa)

berkontribusi penting dalam penambahan jumlah materi organik di tanah, memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan resapan air tanah (Weston and Mathesius 2013).

Tabel 5. Pengaruh waktu ekstraksi ekstrak serasah C. lietzei terhadap parameter pertumbuhan T. officinale

Waktu Germinasi (%) Tinggi batang (cm) Panjang akar (cm) Berat basah (gr) Berat kering (gr)

1 minggu 84c 1,28c 0,53a 0,058a 0,0042a

2 minggu 82b 1,25c 0,60b 0,065b 0,0062b

3 minggu 82b 0,98b 0,55a 0,055a 0,0046a

4 minggu 83,99a 0,78a 0,70c 0,052a 0,0049a

Keterangan : Angka-angka yang diikuti dengan huruf yang sama untuk masing-masing kolom tidak berbeda nyata pada uji DMRT 5%.

Tabel 6. Hubungan antar perlakuan dari ekstrak serasahC.lietzei terhadap pertumbuhan tanaman T.officinale

Keterangan : ns berarti tidak terdapat perbedaan yang nyata, ** menunjukkan perbedaan yang nyata.

Alelopati ekstrak daun C. lietzei E. Morren

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa ekstrak daunC.

lietzei dapat menghambat germinasi biji B. rapa dan T. officinale. Semakin

tinggi konsentrasi ekstrak daun, maka germinasi biji semakin rendah. Konsentrasi ekstrak daun 100% memiliki aktivitas alelopati yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Lama waktu ekstraksi menghasilkan efek yang berbeda pada kedua tanaman uji. Pada Gambar 1 dan 2 terlihat bahwa waktu ekstraksi 3 minggu menghasilkan persentase germinasi yang lebih rendah dibandingkan dengan waktu 1 minggu. Ekstrak daun C. lietzei memiliki waktu optimum penghambatan germinasi B. rapa dan T. officinale, yaitu 3 minggu. Perbedaan sifat alelokemi pada jenis tumbuhan invasif berpengaruh dalam penghambatan germinasi biji. Alelokemi pada C. lietzei diduga lebih stabil, sehingga aktivitasnya masih terlihat pada penghambatan germinasi kedua tanaman uji. Sedangkan alelokemi pada B. sordida diduga bersifat volatil dan lebih tidak stabil dibandingkan C. lietzei, sehingga waktu ekstraksi 3 minggu pada T. officinale belum dapat menghambat pertumbuhan biji (Lailaty,2015).

Pada parameter tinggi batang, konsentrasi 25% lebih tinggi hasilnya dibandingkan kontrol pada tanaman B. rapa (Tabel 7), sementara itu tinggi batang maksimum pada T.

officinale adalah pada konsentrasi ekstrak 50% (Tabel 8). Hal ini dapat diasumsikan

(20)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

333

produktivitas yang semakin menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak daun C. lietzei. Hal ini ditunjukkan dengan berat basah dan berat kering tanaman B. rapa dan T. officinale yang semakin rendah dibandingkan kontrol (Tabel 7 dan 8).

Tabel 7. Parameter pertumbuhan B. rapa dengan aplikasi ekstrak daun C. lietzei Ekstrak daun Germinasi (%) Tinggi batang (cm) Panjang akar (cm) Berat basah (gr) Berat kering (gr)

Kontrol 100c 3,34c 3,66c 0,41c 0,021c 25% 100c 4,40d 3,79c 0,51d 0,025d 50% 93,33c 3,39c 1,38b 0,36c 0,022cd 75% 65b 1,83b 0,48a 0,13b 0,012b 100% 40a 0,79a 0,15a 0,05a 0,006a

Keterangan : Angka-angka yang diikuti dengan huruf yang sama untuk masing-masing kolom tidak berbeda nyata pada uji DMRT 5%.

Tabel 8. Parameter pertumbuhan T. officinale dengan aplikasi ekstrak daun C. lietzei Ekstrak daun Germinasi (%) Tinggi batang (cm) Panjang akar (cm) Berat basah (gr) Berat kering (gr)

Kontrol 98,33b 0,59a 0,52c 0,052c 0,0039bc 25% 88,33b 0,84ab 0,54c 0,048bc 0,0040c 50% 80ab 1,02b 0,50bc 0,039b 0,0029ab 75% 65a 0,78ab 0,25a 0,023a 0,0022a 100% 65a 0,88ab 0,32ab 0,024a 0,0024a

Keterangan : Angka-angka yang diikuti dengan huruf yang sama untuk masing-masing kolom tidak berbeda nyata pada uji DMRT 5%.

Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun yang diberikan menyebabkan semakin banyak senyawa alelopat yang diserap oleh biji. Senyawa alelopat yang banyak terkandung pada spesies-spesies Asteraceae, meliputi senyawa fenol, syringic, ferulic dan asam chlorogenic (Chon, Kim, and Lee 2003). Senyawa-senyawa fenol yang terserap kedalam biji dapat menghambat metabolisme perombakan endosperm dan dapat merusak daya katalitik enzim germinasi terutama yang terkait dengan perombakan karbohidrat. Penghambatan germinasi disebabkan oleh meningkatnya aktivitas enzim katalase dan peroksidase. Senyawa tanin (golongan polifenol) dapat menghambat aktivitas enzim-enzim germinasi seperti selulase, poligalakturonase, proteinase, dehidrogenase dan dekarboksilase (Einhellig 1995).Selain aktivitas alelokemi, penghambatan germinasi dapat dikarenakan oleh hambatan penyerapan air. Ekstrak daun dan serasah memiliki potensial air yang lebih rendah. Perbedaan potensial air di dalam dan luar selmenyebabkan terhambatnya difusi air ke dalam biji, sehingga menghambat perkecambahan.

(a) (b)

(21)

334

Secara umum, konsentrasi ekstrak daun yang semakin meningkat menyebabkan akar dan batang menjadi semakin pendek (Tabel 7 dan 8). Akar menyerap air untuk dapat tumbuh semakin panjang. Adanya ekstrak daun menyebabkan kandungan air semakin sedikit, namun kandungan alelokemik dalam pelarut semakin tinggi. Senyawa alelopati yang larut dalam akuades, antara lain senyawa fenolik dan turunannya. Senyawa fenolik yang bersifat toksik tersebut diserap oleh membran sel, sehingga dapat menyebabkan terjadinya penghambatan pembelahan sel-sel akar dan batang. Beberapa senyawa alelopati yaitu senyawa fenol dan derivatnya seperti kumarin, asam sinamat, asam benzoat dapat menghambat pembelahan sel-sel akar tumbuhan, menurunkan daya permeabilitas membran sel, menghambat aktivitas enzim, dan menyebabkan kerusakan hormon IAA dan Giberellin (Einhellig 1995). Senyawa fenol dan derivatnya juga dapat meningkatkan dekarboksilasi IAA, sehingga IAA menjadi tidak aktif dan pertumbuhan menjadi terhambat.

Dari Tabel 9, diketahui bahwa variasi konsentrasi ekstrak daun C. lietzei menghasilkan perbedaan yang nyata untuk seluruh parameter pertumbuhan tanaman B.

rapa. Lama waktu ekstraksi daun C. lietzei juga berpengaruh signifikan terhadap

pertumbuhan tanaman B. rapa. Sementara itu, Tabel 10 menunjukkan perbedaan signifikan pada variasi konsentrasi ekstrak daun C. lietzei terhadap parameter persentase germinasi, berat basah dan berat kering T. officinale.

Produktivitas tanaman dapat dilihat berdasarkan kualitas dan atau kuantitas tanaman itu sendiri. Pertumbuhan dapat diukur dengan berbagai parameter yang dapat menggambarkan pertambahan protoplasma, misalnya berat basah dan berat kering. Untuk tumbuhan tingkat tinggi, pengukuran berat basah tidak selalu reliable karena sebagian besar jaringan tumbuhan terdiri atas air yang mencapai sekitar 80%. Kandungan air sangat mudah berubah dan berat basah akan berubah seiring dengan perubahan status air pada tumbuhan. Meskipun demikian pengukuran berat basah mudah dilakukan dan tidak menimbulkan kerusakan. Berat kering merupakanpengukuran protoplasma atau bahan kering. Pengukuran berat kering lebih reliablekarena tidak terpengaruh oleh status air tumbuhan (Lailaty,2015).

Tabel 9. Pengaruh antar perlakuan dari ekstrak daun C. lietzeiterhadap pertumbuhan tanaman B. rapa

Keterangan : ns berarti tidak terdapat perbedaan yang nyata, ** menunjukkan perbedaan yang nyata.

Tabel 10. Pengaruh antar perlakuan dari ekstrak daun C.lietzei terhadap pertumbuhan tanaman T.oficinale

Keterangan : ns berarti tidak terdapat perbedaan yang nyata, ** menunjukkan perbedaan yang nyata

(22)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

335

alelokemi dari masing-masing spesies alelopatik, serta dapat pula mengubah atau memodifikasi alelopat pada jenis tumbuhan tersebut.Pengaruh faktorseperti cahaya, ketersediaan nutrisi, ketersediaan air, pengolahan pestisida dan penyakit dapat mempengaruhi jumlah alelokemi pada tanaman. Umumnya sensitivitas tanaman target penghasil alelokemi dipengaruhiolehstresdan biasanyadapatmeningkat seiring dengan respon stres yang dihadapi oleh tanaman tersebut (Einhellig 1996; Reigosa et al. 1999).

Alelopati dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu self-toxicity (autotoksik) dan alelopati itu sendiri (Wang et al. 2011). Pada penelitian ini digunakan dua tanaman uji, yaitu T. officinale (Asteraceae) dan B. rapa (Brassicacea) yang diduga juga memiliki senyawa alelokemi. Famili Brassicaceae memiliki senyawa alelopat yang potensial dalam melawan tumbuhan budidaya lain dan gulma (Haramoto and Gallandt 2004). Brassica memproduksi senyawa glucosinolate melalui bagian tubuhnya. Konsentrasi alelokemi berbeda-beda untuk tiap bagian organ tumbuhan (Fahey, Zalcmann, and Talalay 2001). Glucosinolate dikeluarkan ke lingkungan melalui volatilasi atau dekomposisi. Selanjutnya, glucosinolate didekomposisi dalam senyawa biologi aktif sebagai isothiocyanate (Morra and Kirkegaard 2002). Pada Asteraceae, senyawa fenol merupakan salah satu jenis alelokemi yang banyak ditemukan. Fenol banyak ditemukan pada tumbuhan, konsentrasi dan perbedaan sensitifitas yang diterima oleh masing-masing spesies merupakan kunci dari aktivitas alelopati (Weir, Park, and Vivanco 2004).

Pada konsentrasi rendah, fenol bersifat sebagai stimulator, namun pada konsentrasi yang lebih tinggi menghambat fungsi pada spesies penerima. Derivat cinnamic acid dan benzoic acid, coumarins dan beberapa senyawa fenolik memiliki multipel target yang mempengaruhi fisiologi tumbuhan (El-Shora and El-Gawad 2014). Secara umum penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun dapat menekan pertumbuhan tanaman asli maupun tanaman budidaya. Hal ini dapat menjadi dasar bahwa tumbuhan invasif yang diamati berpotensi sebagai bioherbisida. Menurut Kruse(2000), pengendalian gulmadimediasi olehalelopati, baik sebagai herbisida alami atau melalui pelepasan senyawa alelopati dari kultivar tanaman hidup maupun dari residu tanaman. Herbisida alami diasumsikan lebih menguntungkan bagi lingkungan dibandingkan dengan herbisida tradisional, karena berasal dari sumber alami. Beberapa penelitian (Macias et al. 1998a; 1998b; Narwal et al. 1998), menunjukkan bahwa senyawa alelopati bersifat

biodegradable dan rendah polusi dibandingkan herbisida tradisional, sehingga tumbuhan

invasif yang memiliki senyawa alelokemi dapat dikembangkan menjadi bahan baku bioherbisida.

KESIMPULAN

Aktivitas alelopati berbeda-beda pada bagian organ tumbuhan invasif C. lietzei. Ekstrak serasah C. lietzei mampu menghambat germinasi biji B. rapa dan T. officinale seiring dengan kenaikan konsentrasi. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun, maka aktivitas penghambatan germinasi biji semakin tinggi untuk kedua tanaman uji. Konsentrasi ekstrak daun 100% dari C. lietzeimerupakankonsentrasi optimum dalam penghambatan germinasi biji kedua tanaman uji.Tumbuhan berpotensi invasif, sepertiC.

lietzeidapat dimanfaatkan dengan penelitian lebih lanjut untuk digunakan sebagai

(23)

336

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih epadaBalai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang telah memberi dukungan dan fasilitas dalam pelaksanaan kegiatan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga penulis berikan kepada Dr. Satya Nugroho, Lili Ismaini, M.Si., M. Imam Surya, Ph.D., yang telah memberikan pengarahan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini.

DAFTAR ISI

Chon, S. U., Y. M. Kim, and J. C. Lee. 2003. “Herbicidal Potential and Quantification of Causative Allelochemicals from Several Compositae Weeds.” Weed Research 43 (6): 444–50. doi:10.1046/j.0043-1737.2003.00361.x.

Dawson, Wayne, Ahmed S. Mndolwa, David F R P Burslem, and Philip E. Hulme. 2008. “Assessing the Risks of Plant Invasions Arising from Collections in Tropical Botanical Gardens.” Biodiversity and Conservation 17 (8): 1979–95.

doi:10.1007/s10531-008-9345-0.

Djazuli, M. 2011."Alelopati pada Beberapa Tanaman Perkebunan danTeknik Pengendalian serta Prospek Pemanfaatannya."Perspektif 10 : 44 – 50.

Einhellig, F.A. 1995. Allelopathy: Current status and future goals. Dalam Inderjit, Dakhsini KMM, Einhellig FA (eds). Allelopathy, Organism, Processes and Applications, American Chemical Society. Washington DC.

Einhellig, F.A. 1996. Physiology and mechanism of action in allelopathy. In First Wold

Congress On Allelopathy (ed. A. Torres, R. M. Oliva, D. Castellano and P. Cross),

pp. 139. SAI (University of Cadiz), Cádiz Spain.

El-Shora, H.M. and Ahmed M. Abd El-Gawad. 2014. "Evaluation of Allelopathic Potential of Rumex dentatus Root Extract and Allelochemicals on Cicer arietinum."

Journal of Stress Physiology & Biochemistry 10(1): 167-180

Fahey, J. W., A. T. Zalcmann, and P. Talalay. 2001. “The Chemical Diversity and Distribution of Glucosinolates and Isothiocyanates among Plants.” Phytochemistry. doi:10.1016/S0031-9422(00)00316-2.

Haramoto, Erin R., and Eric R. Gallandt. 2004. “Brassica Cover Cropping for Weed Management: A Review.” Renewable Agriculture and Food Systems 19 (4): 187– 98. doi:10.1079/RAF200490.

Kelsey, R.G. and Everett, R.L., 1995, Allelopathy. In: Bedunah D, Sosebee R (eds) Wildland Plants: Physiological Ecology and Developmental Morphology. Society for Range Management, Denver, Colo, pp. 479–549.

Kruse,M., M. Strandberg, and B. Strandberg. 2000. Ecological Effects of Allelopathic Plants – a Review. NERI Technical Report, No. 315

Lailaty, I.Q. 2015. Kajian Alelopati Tumbuhan Invasif (Bartlettina sordida) terhadap Germinasi Biji Tumbuhan Budidaya (Brassica rapa) dan Tumbuhan Pengganggu (Taraxacum officinale). Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumber Daya

Alam dan Lingkungan Tahun 2015. hal. 418-424. Universitas Diponegoro.

Semarang.

Macias, F. A., Molinillo, J. M. G., Varela, R. M., Torres, A. and Troncoso, R. O.1998a. "Allelochemicals in sunflowers: Implications for crop andsoil management in agroecosystems." In VII International Congress ofEcology 19-25

(24)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

337

Macias, F. A., Oliva, R. M., Simonet, A. M. and Galindo, J. C. G.1998b.What are allelochemicals? In Allelopathy in rice. Proceedings of theWorkshop on Allelopathy

in Rice, 25-27 Nov 1996. (ed. M. Olofsdotter),pp. 69-79. IRRI Press, Manilla.

Morra, M. J., and J. A. Kirkegaard. 2002. “Isothiocyanate Release from Soil-Incorporated Brassica Tissues.” Soil Biology and Biochemistry 34 (11): 1683–90. doi:10.1016/S0038-0717(02)00153-0.

Mutaqien, Z., V.V. M. Tresnanovia, and M. Zuhri. 2010."Penyebaran Tumbuhan Asing di Hutan Wornojiwo Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat."Prosiding

Seminar Kebun Raya Cibodas LIPI 550-558

Narwal, S. S., Sarmah, M. K. and Tamak, J. C. 1998. Allelopathicstrategies for weed management in the rice-wheat rotation innorthwestern India. In Allelopathy in Rice.

Proceedings of the Workshopon Allelopathy in Rice, 25-27 Nov. 1996, Manila (Philippines):International Rice Research Institute (ed. M. Olofsdotter). IRRI

Press,Manila.

Politycka, B. and Lipinska, H. 2005."Pot Cultures: Simple Tool and Complex Problem."Allelopathy Journal. 16.

Reigosa, M. J., Sánchez-Moreiras, A. and Gonzales,L. 1999."Ecophysiological approach in allelopathy."Critical Reviews in PlantSciences 5, 577-608.

Reigosa MJ, Pedrol N, Gonzales L. 2006. Allelopathy: A Physiologicalprocess with

ecological implications. Springer, Dordrecht.

Tjitrosemito, S., 2004.The Concept of Invasive Alien Species. Regional Training Course

on Integrated Management of Invasive Alien Plant Species. BIOTROP, Bogor,

Indonesia, hal. 16

Wang, Chengxu, Mingxing Zhu, Xuhui Chen, and Qu Bo. 2011. “Review on Allelopathy of Exotic Invasive Plants.” In Procedia Engineering,18:240– 46.doi:10.1016/j.proeng.2011.11.038.

Wang, Peng, Xiaoying Zhang, and Chuihua Kong. 2013. “The Response of Allelopathic Rice Growth and Microbial Feedback to Barnyardgrass Infestation in a Paddy Field Experiment.” European Journal of Soil Biology 56: 26–32. doi:10.1016/j.ejsobi.2013.01.006.

Weir, Tiffany L., Sang Wook Park, and Jorge M. Vivanco. 2004. “Biochemical and Physiological Mechanisms Mediated by Allelochemicals.” Current Opinion in

Plant Biology. doi:10.1016/j.pbi.2004.05.007.

Weston, Leslie A., and Ulrike Mathesius. 2013. “Flavonoids: Their Structure, Biosynthesis and Role in the Rhizosphere, Including Allelopathy.” Journal of

Chemical Ecology 39 (2): 283–97. doi:10.1007/s10886-013-0248-5.

Wyse Jackson, P.S. S, and L.A. A Sutherland. 2000. International Agenda for Botanic

(25)

266

PP-13 OPTIMASI KONSENTRASI RENNET DAN SUHU

PEMASAKAN PADA PEMBUATAN MOZZARELLA

Gunawan Priadi, Fifi Afiati, Fitri Setiyoningrum, Syahruddin Said

381

PP-14 STUDI PEMBUATAN MIESUBSTITUSI TEPUNG

TERIGU OLEH TEPUNG MOCAF DITINJAU DARI TINGKAT KESUKAAN PANELIS DAN ANALISIS USAHATANI

Sri Lestari

389

PP-15 PENINGKATAN MUTU BERAS MERAH ARTIFICIAL

MELALUI PENAMBAHAN PEWARNA ANTOSIANIN

Husniati, Slamet Budijanto

398

PP-16 PEMANFAATAN PUPUK HAYATI AGRIMETH UNTUK

MENGHEMAT PENGGUNAAN PUPUK DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI

Irawan, Etty Pratiwi

406

PP-17 PENGARUH PUPUK ORGANIK TERHADAP

PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS TERUNG (Solanum melongena L.)

Yuliana Galih Dyan Anggraheni, Enung Sri Mulyaningsih

414

PP-18 BISKUIT SUKUN (BIKU): INOVASI OLAHAN BUAH

LOKAL INDONSIA UNTUK MENINGKATKAN DIVERSIFIKASI PRODUK DALAM MENDUKUNG PROGRAM KETAHANAN PANGAN INDONESIA

Zesma Aulia, Dwi Rosiyana, Instansi Puspita Sari

422

PP-19 SONOGRAM DINAMIKA OVARIUM SAPI LIMPO

(LIMOUSIN-PO) YANG DISINKRONISASI DENGAN LASERPUNKTUR

Santoso, Nur Adianto, Rahma Isartina Anwar, Herdis

423

PP-20 PENGARUH PELAPISAN TERHADAP PENINGKATAN

KUALITAS BERAS ANALOG JAGUNG

Purwa Tri Cahyana, Ade Saepudin

431

PP-21 PENGUKURAN PEMADATAN TANAH DI KEBUN

KELAPA SAWIT YANG DIGUNAKAN SEBAGAI LOKASI PENGGEMBALAAN SAPI DI PT. CIPTATANI KUMAI SEJAHTERA KABUPATEN SERUYAN

KALIMANTAN TENGAH

Setiawan Martono, Ruslan A Gopar, Maman Surachman, I. Wayan A Darmawan, M. Nasir

438

PP-22 PEMANFAATAN BIOFUNGISIDA BERBAHAN AKTIF

TRICHODERMA SPP. UNTUK PENGENDALIAN

PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO

Winda Nawfetrias, Eka Nurhangga, Sutardjo

445

PP-23 ANALISIS KERAGAMANMORFOLOGIS TANAMAN

GARUT (Maranta arundinacea L.) TANPA NAUNGAN KOLEKSI KEBUNP LASMA NUTFAH CIBINONG SCIENCE CENTER

Puspita Deswina, Sri Indrayani, Heru Wibowo, Enung Sri Mulyaningsih

(26)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

267

PP-24 APLIKASI TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA

UNTUK MENDUKUNG KEMANDIRIAN PANGAN NASIONAL

Budi Harsoyo, Tri HandokoSeto, M. Bayu Rizky Prayoga

454

PP-25 THE MECHANIZATION IN LAND PREPARATION FOR

CASSAVA

M.C. Tri Atmodjo

463

PP-26 PEMULIHAN TANAH TERCEMAR LUMPUR SIDOARJO

SECARA BIOREMEDIASI MENGGUNAKAN BAKTERI

Pseudomonas sp

Hendi Setiawan, Rudy Laksmono, Firra Rosariawari

464

PP-27 PENGARUH JENIS KEMASAN DAN SUHU

PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN MIKROBIOLOGI CABAI BESAR (Capsicum

annum L.)

Rahayu ST, ET Krestini, Luthfy

472

PP-28 ANALISIS STAKEHOLDERS DALAM

PENGEMBANGAN VARIETAS KENTANG OLAHAN DI KABUPATEN GARUT

Adhitya Marendra Kiloes, Puspitasari

479

PP-29 PENYEDIAAN BENIH SUMBER KENTANG

BERDASARKAN SISTEM MANAJEMEN MUTU MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN

Tri Handayani, Nurmalita Waluyo, Asih K. Karjadi

487

PP-30 TEKNIK PENANAMAN BENIH TSS (TRUE SHALLOT

SEED) YANG RAMAH LINGKUNGAN Gina Aliya Sopha, Suwandi

494

PP-31 KEBERLANJUTAN PROGRAM KAWASAN RUMAH

PANGAN LESTARI (KRPL)UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL (Studi Kasus di Kayen Pacitan Pacitan Jawa Timur)

Khaririyatun N.

502

PP-32 PENGELOLAAN TERPADU UBI KAYU LOKAL

MALUKU TENGGARA MELALUI APLIKASI PUPUK ORGANIK HAYATI, PENGOLAHAN MOCAF ENBAL DAN INISIASI PRODUKSI BIBIT KULTUR JARINGAN

Siti Kurniawati, Hartati, N Sri Hartati

510

PP-33 INDUKSI KALUS SOMATIK EMBRIOGENIK DARI

EKSPLAN DAUN CABAI DENGAN VARIASI KONSENTRASI DUA ZAT PENGATUR TUMBUH DALAM RANGKA MENDAPATKAN BIBIT UNGGUL MELALUI VARIASI SOMAKLONAL

Supatmi, N. Sri Hartati, Enny Sudarmonowati, Wahyuni

520

PP-34 KERAGAMANGENETIKGARUT(Marantaarundinacea)

DIKEBUNPLASMANUTFAH CIBINONGSCIENCE

CENTERDENGANANALISISMARKARANDOM

AMPLIFIEDPOLYMORPHICDNA

Yashanti Berlinda Paradisa, Puspita Deswina, Enung Sri Mulyaningsih

(27)

268

PP-35 OPTIMASI PENEPUNGAN TALAS BENENG (Xantoshoma

undipes) DALAM RANGKA MENINGKATKAN NILAI

TAMBAH BAHAN PANGAN LOKAL BANTEN

Anggita Pradhepti Welasih, Rosi Nurdianti, Tb. Bachtiar Rusbana

537

PP-36 EVALUASI KULTIVARPADI GOGOLOKAL TERHADAP

CEKAMAN ALUMUNIUM DAN KEKERINGAN

Ambar Yuswi Perdani, Heru Wibowo, Enung Sri Mulyaningsih

543

PP-37 FIRJAUKAT (KEFIR KACANG HIJAU DENGAN

PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI ALPUKAT) :

PENGEMBANGAN MINUMAN FUNGSIONAL UNTUK TERAPI PENGIDAP DIABETES

Iis Sa’diah, Agus Indro Priono

551

PP-38 PRODUKSI SKALA LABORATORIUM SERBUK

BETAGLUKAN DARI JAMUR TIRAM (Pleurotus

ostreatus) UNTUK INGREDIEN PANGAN FUNGSIONAL Ida Susanti, Hardaning Pranamuda, Reni Giarni, Adhy Pradana

558

PP-39 PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK BIJI LABU

KUNING DAN JENIS GULA PADA PEMBUATAN

MELLORINE SUSU KACANG MERAH Ratna Handayani, Debora

565

PP-40 KARAKTERISASI DAN PENGEMBANGAN EDIBLE

FILM/COATING DIBUAT DARIFORMULASI DASAR

DAN ANTIMIKROBA UNTUK PENGAWETAN, DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK BUAHSTROBERI

W. Donald R. Pokatong, Katherine K. Gani

574

PP-41 POTENSI JAMUR KONSUMSI (EDIBLE MUSHROOM)

SEBAGAI BAHAN MAKANAN DAN KESEHATAN

Donowati Tjokrokusumo

584

PP-42 STUDI PENGOLAHAN NATA DE CASSAVA DENGAN

PENAMBAHAN AIR KELAPA

Nur Rohmah Lufti A’yuni Hadi Santoso

593

PP-43 PENGARUH TEMPERATUR DAN KONSENTRASI

SUBSTRAT PADA HIDROLISIS ENZIMATIS BIOMASSA LIGNOSELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MENJADI GLUKOSA

Irni Fitria Anggraini, Joko Waluyo, Hendris Hendarsyah Kurniawan, Yanni Sudiyani

598

PP-44 AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL SECARA INVITRO

DARI SEDUHAN “TEH HITAM” DAUN SIRSAK (Annona

muricata)

Hardoko, Laurentius Steven Oei, Tagor M. Siregar

(28)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

269

PP-45 PENENTUAN PELARUT ORGANIK OPTIMUM UNTUK

PEMISAHAN AMILOGLUKOSIDASE DARI HASIL FERMENTASI MENGGUNAKAN Aspergillus niger

Rofiq Sunaryanto

615

PP-46 DIVERSIFIKASI OLAHAN PRODUK OPAK KETAN

PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELATI DI KABUPATEN PANDEGLANG PROVINSI BANTEN

Yati Astuti, Sri Lestari

625

PP-47 KAJIAN INISIASI TUNAS DURIAN (Durio zibethinus

Murr) SECARA IN VITRO

Juwartina Ida Royani

632

PP-48 DETEKSI GENETICALLY MODIFIED ORGANISM PADA

KEDELAI (GLYCINE MAX) DAN PRODUK OLAHAN KEDELAI BERDASARKAN ISO 21570 : 2005

Indra Rachmawati, Anna Safarrida, Siti Zulaeha, Agus Suyono,Nida Ulfah Sa’diyyah

641

PP-49 APLIKASI TEKNOLOGI INDERAJA UNTUK SISTEM

INFORMASI PERTANIAN TERPADU (EYE IN THE SKY

INNOVATION) Sidik Mulyono

649

PP-50 DAMPAK LAMPU PENERANGAN JALAN TERHADAP

PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI DAN KEDELAI

Suharno

659

PP-51 KAJIAN MEDIA KULTUR MURNI DAN BIBIT INDUK

(f1) DALAM BUDIDAYA JAMUR MERANG (Volvariella

volvacea)

Iwan Saskiawan, Nur Hasanah, Rachmat

667

PP-52 INDUKSI MUTASI JAMBU PAPUA (Syzygium sp)

DENGAN PERENDAMAN KOLKISIN DAN IRADIASI SINAR GAMMA

Suluh Normasiwi, Muhammad Imam Surya

679

PP-53 HUBUNGAN ALOMETRIK TANAMAN PENAUNG DI

LAHAN AGROFORESTRY DI NAGRAK, SUKABUMI, JAWA BARAT

Indriani Ekasari, Juanda, Dadang Suherman, Agus Supratman

687

PP-54 STUDI KARAKTERISTIK DAN PERBANYAKAN

Macadamiaspp. SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN

PANGAN

Masfiro Lailati

693

PP-55 PENCITRAAN ULTRASONOGRAFI AMBING DAN

PUTING PADA SAPI PERAH

Tulus Maulana, Edy Sophian, Nova Dillayanthi

(29)

270

PP-56 VISUALISASI ULTRASONOGRAFI SIKLUS OVARIUM

DAN KEBUNTINGAN SETELAH SINKRONISASI PADA KERBAU BELANG

Edy Sophian, Tulus Maulana

708

PP-57 PERTUMBUHAN M1 RUBUS FRAXINIFOLIUS POIR

HASIL IRADIASI SINAR GAMMA SECARA IN VITRO

Lily Ismaini, Suluh Normasiwi, Muhammad Imam Surya dan Destri

715

PP-58 APLIKASI TEKNOLOGI SEXING SPERMA SAPI BALI DI

TECHNO PARK BANYUMULEK NUSA TENGGARA

BARAT

Muhammad Gunawan, Ekayanti M. Kaiin

716

PP-59 TUMBUHAN KOLEKSI KEBUN RAYA CIBODAS

YANG BERPOTENSI SEBAGAI PESTISIDA NABATI

Yati Nurlaeni

723

PP-60 PENGARUH PERLAKUAN BLANCHING DAN LEVEL

DAYA PENGERINGAN MICROWAVE TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG KACANG BOGOR (Vigna subterranea (L.) Verdcourt)

Asri Widyasanti, Silvianur, Sudaryanto Zain

733

PP-61 POTENSI PEJANTAN SAPI BALI DI BIBD

BANYUMULEK NTB UNTUK PRODUKSI SPERMA SEXING

Ekayanti Mulyawati Kaiin, Muhammad Gunawan

745

PP-62 MULTIPLIKASI TUNAS DAN INDUKSI UMBI MIKRO

SATOIMO(COLOCASIA ESCULENTA (L) SCOTT VAR ANTIQUORUM) PADA BEBERAPA KONSENTRASI SUKROSA DAN BENZYAMINOPURIN (BAP) UNTUK MENDUKUNG PANGAN ALTERNATIF

Delvi Maretta, Dwi Pangesti Handayani, Henti Rosdayanti, Armelia Tanjung

752

PP-63 KOMPOSISI ASAM ORGANIK DAN ETANOL BIJI

KAKAO YANG DIFERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN STARTER MIKROBA

Kun Tanti Dewandari, S. Joni Munarso

753

PP-64 ENSILASE HIJAUAN ALTERNATIF SAMPAH

SAYURAN DALAM MEMBANGUN PETERNAKAN SEHAT DAN RENDAH EMISI KARBON

Diah Asri Erowati AS

761

PP-66 PRODUKSI PUPUK HAYATI BIO-SRF DAN PENGUJIAN

EFEKTIVITASNYA PADA TANAMAN BAWANG MERAH

R. Bambang Sukmadi

770

PP-67 MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN PETERNAKAN

MELALUI UNIT GAS BIO

Mochammad Junus

(30)

BPPT, Jakarta, 25-27 Juli 2016

271

PP-68 PEMASYARAKATAN TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN

NILA SALINA DI KOTA PEKALONGAN ; Peluang Dan Tantangannya

Wisnu Sujatmiko, Ratu Siti Aliah, Novi Megawati

772

PP-69 BERAS JANUR (JAGUNG, UBI UNGU DAN GARUT)

SEBAGAI INOVASI BERAS ANALOG KAYA GIZI UNTUK KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Dina Mutiara Magida

780

PP-70 KARAKTERISASI PLANTARICIN REKOMBINAN

SEBAGAI BIOPRESERVATIF PANGAN

Apon Zaenal Mustopa, Fatimah, Hasim

781

PP-71 ANALISA SEKUEN GEN OSWRKY47 TERKAIT

DENGAN SIFAT UMUR GENJAH PADI

Fatimah, Joko Prasetiyono, Tri Joko Santoso

787

PP-73 EFISIENSI GRAFTING ENAM GENOTIP UBI KAYU

HASIL SELEKSI UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN PRODUKSI

Hartati, N. Sri Hartati

796

PP-75 KARAKTERISTIK BERAS ANALOG SAGU DENGAN

PENAMBAHAN TEPUNG BERAS MERAH

Ade Saepudin, Purwa Tri Cahyana, Bambang Hariyanto

804

PP-76 KARAKTERITIK SENYAWA FENOLIK DAN

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARIMINUMAN BROKOLI (Brassica oleracea L. ssp.)TERFERMENTASI OLEH

BAKTERI ASAM LAKTAT

Yati Maryati, Agustine Susilowati, Hakiki Melanie, Puspa D. Lotulung

811

PP-77 PENGARUH PROSES BLANSING TERHADAP

KARAKTERISTIK SENYAWA ASAM FOLAT DALAM SAYURAN HIJAU

Hakiki Melanie, Agustine Susilowati, Yati Maryati, dan Puspa Dewi Lotulung

822

PP-78 ISOLASI FRAGMEN GEN PHYTOENE SYNTHASES (PSY),

BETA CAROTENE HYDROXYLASE (BCH) DANGRANULE BOUND STARCH SYNTHASE (GBSS) TALAS MENTEGA

DAN BENTUL

N. Sri Hartati, Pramesti Dwi Aryaningrum, Enny Sudarmonowati

833

PP-79 PERBEDAAN KARATERISTIK BUBUK KEDELE

(Glycine soja L) TERFERMENTASI OLEH Rhizopus

oligosporus C1 DENGAN DAN TANPA PROSES MIKROFILTRASI SEBAGAI SUMBER ASAM FOLAT UNTUK FORMULA PANGAN PINTAR

Agustine Susilowati, Aspiyanto, Yeti M Iskandar, Hakiki Melanie, Yati Maryati

(31)

272

PP-80 PENGELOLAAN TERPADU UBI KAYU LOKAL

KABUPATEN MALUKU TENGGARA MELALUI

APLIKASI PUPUK ORGANIK HAYATI, PENGOLAHAN MOCAF ENBAL DAN INISIASI PRODUKSI BIBIT KULTUR JARINGAN

Siti Kurniawati, Hartati, N Sri Hartati

848

PP-81 PENILAIAN ORGANOLEPTIK DAN PERANAN

MINUMAN FERMENTASI DAUN SIRSAK SEBAGAI ANTI ASAM URAT PADA TIKUS WISTAR

Adolf JN Parhusip, Evelyn Nathalia

849

PP-82 TEKNOLOGI SINGKONG TEROLAH MINIMAL

Diki Danar Tri Winanti

860

PP-83 STUDI POTENSI SUMBERDAYA IKAN SIDAT DI

PROVINSI BENGKULU: DALAM RANGKA PEMILIHAN LOKASI PUSAT PEMBESARAN BENIH IKAN SIDAT (Anguilla sp.) DI BENGKULU SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT WILAYAH PESISIR

Odilia Rovara, Yulfiperius, Ahmad Pratama Putra, Dedy Yaniharto, Helmi Sukantiyo, Bambang Marwanta

868

PP-84 STRATEGI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI

PENGOLAHAN UNTUK DIVERSIFIKASI PANGAN

S. Joni Munarso

883

PP-85 PENDEKATAN KERANGKA AREA UNTUK ESTIMASI

DAN PERAMALAN PRODUKSI PADI

Mubekti, H. Sadmono, L. Sumargana, Kadarmanto, Iswadi

Gambar

Tabel 1. Parameter pertumbuhan B.  rapaEkstrak serasah  dengan aplikasi ekstrak serasah C
Tabel 3. Pengaruh waktu ekstraksi ekstrak serasah C. lietzei terhadap parameter pertumbuhan
Tabel 5. Pengaruh waktu ekstraksi ekstrak serasah C. lietzei terhadap parameter pertumbuhan T
Tabel 7. Parameter pertumbuhan B.  rapaEkstrak daun   Germinasi (%)      Tinggi batang (cm)    Panjang akar (cm)       dengan aplikasi ekstrak daun C
+2

Referensi

Dokumen terkait

PMTS (Program Pencegahan HIV- AIDS melalui Transmisi Seksual) merupakan program pencegahan HIV-AIDS yang dicetuskan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN),

Kompetensi dasar merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik untuk suatu mata pelajaran tertentu dikelas tertentu. Setiap mata pelajaran mempunyai kompetensi

Pada dasarnya# baik hukum konsumen maupun hukum perlindungan konsumen membi%arakanhal yang sama# yaitu kepentingan hukum konsumen# dengan demikian# hukum perlindungan

Bagi Tunas Kadet Remaja Sekolah( TKRS ) dicadangkan supaya ditubuhkan di semua sekolah rendah seluruh Malaysia agar murid- murid didedahkan lebih

Kesimpulan yang dapatdiambil yaitu: Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan SAVI pada siswa kelas VII A MTs AL-Falah Margoyoso Jepara Tahun Ajaran 2012/2013 dapat

Pemetaan lahan garam di Kabupaten Sampang dengan teknik interpretasi visual citra Worldview-1 bertujuan untuk (1) mengetahui akurasi pengukuran dan akurasi

Segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan segala keajaiban di dunia tempat manusia berpijak. Kekayaan alam dan keindahan panorama yang ada bagai

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Proses Pembelajaran dan Motivasi berpengaruh terhadap Hasil Belajar IPS Siswa di SMP Maulana Pegayaman sebesar