Business Plan BUDIDAYA BUAH NAGA

12  46  Download (2)

Teks penuh

(1)

RENCANA BISNIS

“NOGO SEKAR

FARM

BUDIDAYA BUAH NAGA

Malang, 1 Oktober 2016

disusun oleh:

Kalbuadi Joyoputro

Pemilik Perusahaan

Jl. Margo Basuki 39, RT 04/RW 01, Dermo, Kec. Dau, Kab.Malang

(2)

DAFTAR ISI

RINGKASAN EKSEKUTIF ...

BAGIAN I: RENCANA ORGANISASI ...

A. DATA PERUSAHAAN ...

B. DATA PEMILIK PERUSAHAAN ...

C. DATA KEBUN ...

BAGIAN II: RENCANA PRODUKSI ...

A. PROSES PRODUKSI ...

B. KAPASITAS PRODUKSI ...

BAGIAN III: RENCANA PEMASARAN ...

A. SASARAN PASAR ...

B. PERSAINGAN PASAR ...

C. STRATEGI PEMASARAN ...

BAGIAN IV: RENCANA KEUANGAN

A. PROYEKSI BIAYA ...

B. SUMBER DANA ...

C. PROYEKSI PENJUALAN ...

(3)

RINGKASAN EKSEKUTIF

NOGO SEKAR FARM adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan,

khususnya perkebunan dan budidaya buah naga. Target pasar kami adalah toko-toko

buah sampai supermarket besar. Dalam rencana pemasaran produk usaha, selain

melalui jasa para distributor/tengkulak, kami pun menggunakan dunia maya (media

online). Media online akan mempermudah kita dalam berpromosi dan bisa dilihat

oleh semua orang, kapanpun-dimanapun. Dengan prospek pemasaran secara online

ini, kami optimis bisa meningkatkan penghasilan perusahaan kami.

Kami memiliki tanah seluas +2 km persegi yang sudah siap untuk ditanami pohon

buah naga di daerah Wajak, Kabupaten Malang. Untuk sementara, kami akan

menanam 100 tiang yang tiap tiangnya terdapat 4 pohon buah naga. Setiap pohon

bisa menghasilkan 3-5 buah naga. Setiap panen kami menargetkan minimal 500 kg

terjual. Data ini kami dapatkan berdasarkan perhitungan banyak buah per pohon dan

banyak pohon yang kami tanam.

Estimasi modal awal yang kami butuhkan, sekitar Rp 20.000.000,-. Modal tersebut

diperuntukkan untuk pengadaan bibit pohon buah naga, tiang besi tempat pohon

(4)

BAGIAN I: RENCANA ORGANISASI

A. DATA PERUSAHAAN

1. Nama Perusahaan : NOGO SEKAR FARM

2. Bidang Usaha : Perkebunan/Budidaya buah naga

3. Produk : Buah naga

4. Alamat Kantor Pusat : Jl. Margo Basuki 39 RT 04 / RW 01, Dermo, Kec.

Dau, Kab. Malang

5. Alamat Kebun : Wajak

6. Nomor Telepon : 08125282422

7. e-mail : nogosekar@yahoo.com

8. Website : [dalam pengembangan]

B. DATA PEMILIK

1. Nama : Kalbuadi Joyoputro

2. Tempat, Tanggal Lahir : Makassar, 23 April 1996

3. Alamat Rumah : Sengkaling

4. Nomor Telepon : 082232871148

5. e-mail : kalbu_joyo@yahoo.com

6. Pendidikan Terakhir : SMA

C. DATA KEBUN

1. Alamat : Wajak

2. Luas Tanah : + 2 km²

(5)

BAGIAN II: RENCANA PRODUKSI

A. PROSES PRODUKSI a. Pembelian Bibit

Bibit buah naga dibeli dari perkebunan buah naga di daerah Banyuwangi. Bibit

yang dibeli merupakan bibit yang berkualitas (gambar terlampir). Setiap satuan

bibit dibeli dengan harga 10.000 rupiah. Untuk perkembangan selanjutnya,

kami berencana untuk melakukan pembibitan sendiri.

b. Penanaman Bibit Buah Naga

Untuk penanaman pertama, kami akan memasang 100 tiang panjat dari besi

yang mana setiap tiang menjadi tempat tumpuan bagi 4 pohon buah naga.

Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya 2-2,5 meter. Tiang

tersebut ditanam sedalam 50 cm agar kuat berdiri. Di ujung bagian atas diberikan penopang berupa batang kayu atau besi membentuk „+‟. Kemudian tambahkan besi berbentuk lingkaran atau bisa juga ban motor bekas. Sehingga

bagian ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil. Jarak 2-3 meter antar besi.

c. Pemupukan

Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung

banyak unsur nitrogen. Pada fase berbunga atau berbuah, gunakan pupuk yang

banyak mengandung fosfor dan kalium. Pemakaian urea tidak dianjurkan

untuk memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang.

Pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dilakukan setiap 3

bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Pada saat berbunga dan

berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram

per lubang tanam.

d. Penyiraman

Kami menggunakan teknik penyiraman gembor atau irigasi tetes. Sistem

(6)

besar. Penyiraman dilakukan dengan gembor, setiap lubang tanam disiram

dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman 3 kali sehari di musim

kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.

e. Pemangkasan

Terdapat setidaknya tiga tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yakni

pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk

cabang produksi dan pemangkasan peremajaan.

Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan pada batang bibit

tanaman. Tanaman yang baik memiliki batang pokok yang panjang, besar dan

kokoh. Untuk mendapatkan itu pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas

batang awal. Tunas yang tumbuh dibawahnya sebaiknya dipotong saja.

Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang

tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Nantinya

tunas ini akan menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah.

Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm dari

ujung atas.

Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang

produktif. Biasanya sudah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini

bisa dijadikan sumber bibit tanaman.

f. Pemanenan

Budidaya buah naga mulai berbuah untuk pertama kali pada bulan ke 10

hingga 12 terhitung setelah tanam. Namun apabila ukuran bibit tanamannya

lebih kecil, panen pertamanya bisa mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah

tanam. Produktivitas pada panen pertama biasanya tidak langsung optimal.

Ciri-ciri buah yang siap panen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah

(7)

berkurang. Mahkota buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau

berkeriput. Ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram.

B. KAPASITAS PRODUKSI

Diperkirakan pada panen pertama akan mendapat buah naga sebanyak:

(8)

BAGIAN III: RENCANA PEMASARAN

A. SASARAN PASAR

Karena produksi dalam negeri yang masih sangat minim, pemasaran hasil

budidaya buah naga tidak terlalu sulit. Hasil budidaya buah naga juga telah

dikenal ke seluruh dunia karena berbagai kandungannya yang sangat baik bagi

kesehatan.

Pemasarannya dengan cara dijual langsung ke konsumen, dengan mendatangi

dan menawarkan kepada toko-toko buah, supermarket, pedagang-pedagang di

pasar tradisional di daerah Malang dan sekitarnya, atau dapat juga bergabung

di asosiasi atau paguyuban-paguyuban petani buah naga.

B. PERSAINGAN PASAR

Terdapat beberapa pengusaha budidaya buah naga di daerah Ponco Kusumo

dan di Kota Batu. Untungnya, Indonesia tidak terlalu banyak mengimpor buah

naga, sehingga pasar dalam negri dikuasai oleh orang negeri sendiri.

C. STRATEGI PEMASARAN

Kami akan menjual hasil panen langsung ke konsumen, bisa juga dengan

mendatangi dan menawarkan kepada toko-toko buah, supermarket,

pedagang-pedagang di pasar tradisional di daerah Malang dan sekitarnya, atau dapat juga

bergabung di asosiasi atau paguyuban-paguyuban petani buah naga yang telah

memiliki koneksi ke konsumen.

Selain itu kami akan menggunakan media online (website) untuk melakukan

pemasaran dan promosi. Penggunaan media online diharapkan bisa menambah

keuntungan dan mempermudah pemasaran, karena website bisa diakses dan

(9)

BAGIAN IV: RENCANA KEUANGAN

A. PROYEKSI BIAYA

Biaya Produksi Tahun Pertama

Kebutuhan Biaya

Bibit pohon buah naga 400 batang * Rp 10.000,- Rp 4.000.000,-

Pupuk Organik 2.000 kg * Rp 1.500,- Rp 3.000.000,-

Pupuk NPK 2 sak * Rp 130.000,- Rp 260.000,-

Pestisida Rp 350.000,-

Tiang panjat 100 * Rp 15.000,- Rp 1.500.000,-

Tenaga Kerja 12 bulan * Rp 500.000,- Rp 6.000.000,-

Total Rp 15.110.000,-

Biaya Produksi Tahun Kedua

Kebutuhan Biaya

Pupuk Organik 2.000 kg * Rp 1.500,- Rp 3.000.000,-

Pupuk NPK 2 sak * Rp 130.000,- Rp 260.000,-

Pestisida Rp 350.000,-

Tenaga Kerja 12 bulan * Rp 500.000,- Rp 6.000.000,-

Total Rp 9.610.000,-

B. SUMBER DANA

Modal / dana awal didapatkan dari hasil tabungan. Untuk biaya produksi tahun

selanjutnya, diambil dari pemasukan panen sebelumnya.

C. PROYEKSI PENJUALAN

Estimasi Penjualan Tahun Pertama = 800 kg

(dilihat dari Kapasitas Produksi) * Rp 20.000,-

Rp 16.000.000,-

Estimasi Penjualan Tahun Pertama = 800 kg

(dilihat dari Kapasitas Produksi) * Rp 20.000,-

(10)

Keuntungan pada panen pertama, sangat kecil karena biaya produksi yang

besar pada tiang panjat dan bibit pohon naga. Pada panen kedua, kami

menggunakan tiang panjat yang sama dan tidak perlu membeli bibit lagi, maka

dari itu keuntungan di panen kedua, meningkat 100 persen dari keuntungan

(11)

LAMPIRAN

(12)

Bibit pohon buah naga yang didapat dari Banyuwangi.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di