• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSES KREATIF PENULISAN DAN PEMANGGUNGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROSES KREATIF PENULISAN DAN PEMANGGUNGA"

Copied!
234
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Y.B. Margantoro
    • Tirto Suwondo
    • P. Ari Subagyo
    • Indra Tranggono
    • Agus Noor
    • Sri Harjanto Sahid
    • Imam Budi Utomo
    • B. Rahmanto
    • Hamdy Salad
    • Landung R. Simatupang
    • Agus Prasetiya
    • Bambang J. Prasetya
    • Nur Iswantara
  • Pengajar:
    • Herry Mardianto, Editor
  • Sekolah: Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Bahasa dan Sastra
  • Topik: Proses Kreatif Penulisan dan Pemanggungan
  • Tipe: Buku
  • Tahun: 2012
  • Kota: Yogyakarta

I. PENGANTAR EDITOR : BELAJAR DARI YANG “TERCECER”

Pengantar ini menjelaskan tentang pentingnya tulisan-tulisan yang tidak terpusat pada dunia keilmuan, tetapi lebih kepada hal praktis dalam proses kreatif penulisan. Buku ini bertujuan memberikan motivasi dan bimbingan kepada pembaca, termasuk guru, dosen, dan mahasiswa, agar memahami langkah-langkah dalam penulisan dan pemanggungan. Dengan menyajikan tulisan-tulisan sederhana, diharapkan pembaca dapat dengan mudah memahami dan mempraktikkan proses kreatif dalam penulisan karya ilmiah maupun sastra.

II. BAHASA JURNALISTIK

Bahasa jurnalistik adalah alat komunikasi yang kompleks dan memerlukan pemahaman terhadap kaidah-kaidah bahasa. Dalam konteks pendidikan, penguasaan bahasa jurnalistik sangat penting untuk menyampaikan informasi dengan efektif. Tiga aspek utama dalam bahasa jurnalistik mencakup penguasaan materi, kalimat yang baik dan benar, serta teknik penyajian yang menarik. Pemahaman ini dapat meningkatkan keterampilan komunikasi mahasiswa dalam menulis berita atau artikel.

III. PROSES KREATIF PENULISAN ESAI DAN FEATURE

Proses kreatif dalam penulisan esai dan feature melibatkan pemilihan topik yang relevan, perumusan masalah, dan penggunaan gaya penulisan yang menarik. Penulis dituntut untuk mengemukakan pendapat secara argumentatif dan persuasif, yang dapat mempengaruhi pembaca. Dalam konteks pendidikan, proses ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berlatih menulis dengan cara yang sistematis dan kreatif, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

IV. MENULIS ESAI, EASY OR NOT EASY?

Menulis esai melibatkan keterampilan berpikir dan mengemukakan pendapat. Esai bukan hanya sekadar tulisan, tetapi juga merupakan bentuk komunikasi yang memerlukan latihan dan praktik. Dalam pendidikan, menulis esai dapat meningkatkan kemampuan analisis dan sintesis mahasiswa terhadap isu-isu sosial. Dengan memahami ciri-ciri esai dan tahap-tahap penulisannya, mahasiswa dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan ide-ide mereka secara tertulis.

V. MENULIS CERITA PENDEK

Menulis cerita pendek merupakan bentuk ekspresi kreatif yang memungkinkan penulis untuk mengeksplorasi imajinasi dan pengalaman pribadi. Dalam konteks pendidikan, menulis cerita pendek dapat membantu mahasiswa memahami struktur narasi dan teknik penceritaan. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan pesan secara jelas dan menarik, yang sangat penting dalam komunikasi efektif.

VI. PUISI, UNSUR PEMBANGUN, DAN APRESIASINYA

Puisi adalah bentuk seni yang mengungkapkan perasaan dan ide dengan cara yang padat dan terstruktur. Dalam pendidikan, puisi dapat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan kreativitas dan sensitivitas mahasiswa terhadap bahasa. Memahami unsur-unsur puisi dan cara apresiasinya dapat meningkatkan kemampuan analisis dan interpretasi mahasiswa terhadap teks sastra, serta mendorong mereka untuk berekspresi secara artistik.

VII. DASAR BERMAIN DRAMA

Bermain drama adalah cara untuk mengekspresikan ide dan emosi melalui peran dan dialog. Dalam konteks pendidikan, drama dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi mahasiswa. Memahami dasar-dasar bermain drama membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan kreatif dan analitis, serta mendorong mereka untuk bekerja sama dalam kelompok.

VIII. PROSES PRODUKSI PEMENTASAN LAKON

Produksi pementasan lakon melibatkan banyak aspek, termasuk penulisan naskah, penyutradaraan, dan pengelolaan pertunjukan. Dalam pendidikan, memahami proses ini memberikan wawasan tentang kerja tim dan manajemen proyek. Mahasiswa dapat belajar bagaimana mengorganisir dan melaksanakan suatu produksi, serta mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan komunikasi yang penting dalam berbagai konteks profesional.

IX. MENUMBUHKEMBANGKAN POTENSI DIRI UNTUK BEREKSPRESI DRAMATIK

Mengembangkan potensi diri dalam ekspresi dramatik membantu mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi. Dalam pendidikan, kegiatan ini dapat mendorong kreativitas dan kepercayaan diri mahasiswa, serta memberikan mereka ruang untuk berekspresi. Melalui latihan dan pengalaman, mahasiswa dapat belajar bagaimana menyampaikan ide dan emosi secara efektif di depan publik.

Referensi Dokumen

  • Hamlet ( William Shakespeare )
  • Hamlet ( Trisno Sumardjo )

Gambar

Gambar Alat Pendukung Vokal

Referensi

Dokumen terkait

Perlu disadari bahwa dalam menulis; (1) Ada hambatan terkait penggunaan tata bahasa, tata kalimat, pengejaan dan kemampuan menulis indah, (2) Fokus kepada mekanisme untuk

Kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan yang telah ada sebelumnya (Conny

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dijadikan suatu instrument.Sebagai orang yang kreatif, guru menyadari bahwa kreativitas merupakan sesuatu yang bersifat

D.W Mc.Kinon (dalam Sayuthi, 2010) menyatakan bahwa selain menghasilkan sesuatu yang baru, seseorang bisa dikatakan berpikir kreatif apabila memenuhi persyaratan

Untuk mengetahui hubungan Penggunaan istilah bahasa asing dengan Kemampuan pengucapan peralatan tata hidang siswa kelas XI Jasa Boga SMK Negeri 8 Medan...

Dalam aktivitas pemecahan masalah, kemampuan berpikir kreatif diperlukan ketika menganalisis atau mengidentikasi masalah, memandang masalah dari berbagai perspektif,

Contoh instruksi: Penguji mengamati proses “pengkajian yang dilakukan peserta ujian”, mencakup kemampuan anamnesis, pemeriksaan fisik dan identifikasi pemeriksaan penunjang