• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gratifikasi Dalam Persfektif Al Quran Ta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Gratifikasi Dalam Persfektif Al Quran Ta"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Mata Kuliah

TAFSIR SOSIAL

Oleh : MUHAMAD

https://moehs.wordpress.com

(2)

Jokowi

Mengembalikan gitar

(3)

KH. Amidhan

‘diduga’ meminta

(4)

Jokowi sebagai

Penyelenggara negara

khawat ir menerima

grat if ikasi

“ . . saya kan bukan

penyelenggara negara,

(5)

PEMAHAMAN

[ Set iap Individu]

BERBEDA

a. Apakah setiap gratifikasi termasuk SUAP/SOGOK?

Apa PERBEDAAN gratifikasi dan sogok?

Kriteria apa

yang dapat dipahami lebih jelas untuk menentukan

pemberian

yang

diterima

termasuk

kategori

Gratifikasi?

(6)

• Makalah ini mengkaji beberapa ayat yang

dipandang relevan atau memiliki keterkaitan

kuat hanya terhadap gratifikasi dan

sejenisnya.

• Permasalahan yang akan dicarikan

solusinya dibahas khususnya dari sudut

pandang individu

(pelaku/pemberi/penerima/fasilitator)

• Mencari titik temu antara aturan negara

tentang gratifikasi dan suap dengan pesan

atau isyarat Al-Quran serta bagaimana

(7)

GRATIFIKASI

adal ah uang hadiah

kepada pegawai di l uar gaj i yang t el ah

dit ent ukan

(Kamus BI)

Sogok

(

ةوشرلا

)

riswah

, yakni (

ام

ىطعي

إ

(8)

Perbedaan

SUAP

GRATIFIKASI

Pengat uran 1. KUHAP (Wet boek van St raf recht , St aat sbl ad 1915 No 73)

2. UU No. 11 Tahun 1980 t ent ang Tindak Pidana Suap (“ UU 11/ 1980” ) 3. UU No. 20 Tahun 2001 t ent ang Perubahan UU No. 31 Tahun 1999

t ent ang Pemberant asan Tindak Pidana Korupsi sert a diat ur pul a dal am UU No. 30 Tahun 2002 t ent ang Komisi Pemberant asan Korupsi (“ UU Pemberant asan Tipikor” )

1. UU No. 20 Tahun 2001 t ent ang Perubahan UU No. 31 Tahun 1999 t ent ang Pemberant asan Tindak Pidana Korupsi sert a diat ur pul a dal am UU No. 30 Tahun 2002 t ent ang Komisi Pemberant asan Korupsi (“ UU Pemberant asan Tipikor” )

2. Perat uran Ment eri Keuangan Nomor 03/ PMK. 06/ 2011 t ent ang Pengel ol aan Barang Mil ik Negara yang Berasal Dari Barang Rampasan Negara dan Barang Grat if ikasi.

Def inisi Barangsiapa menerima sesuat u at au j anj i, sedangkan ia menget ahui at au pat ut dapat menduga bahwa pemberian sesuat u at au j anj i it u dimaksudkan supaya ia berbuat sesuat u at au t idak berbuat sesuat u dal am t ugasnya, yang berl awanan dengan kewenangan at au kewaj ibannya yang menyangkut kepent ingan umum, dipidana karena menerima suap dengan pidana penj ar a sel ama-l amanya 3 (t iga) t ahun at au denda sebanyak-banyaknya Rp. 15. 000. 000. - (l ima bel as j ut a rupiah) (Pasal 3 UU 3/ 1980).

Pemberian dal am art i l uas, yakni mel iput i pemberian uang, barang, rabat (discount ), komisi, pinj aman t anpa bunga, t iket perj al anan, f asil it as penginapan, perj al anan wisat a, pengobat an cuma-cuma, dan f asil it as l ainnya. Grat if ikasi t ersebut baik yang dit erima di dal am negeri maupun di l uar negeri dan yang dil akukan dengan menggunakan sarana el ekt ronik at au t anpa sarana el ekt ronik (Penj el asan Pasal 12B UU Tipikor)

Sanksi UU 11/ 1980:

Pidana penj ara sel ama-l amanya 3 (t iga) t ahun at au denda sebanyak-banyaknya Rp. 15. 000. 000. - (l ima bel as j ut a rupiah) (Pasal 3 UU 3/ 1980).

KUHP:

pidana penj ara pal ing l ama sembil an bul an at au pidana denda pal ing banyak empat ribu l ima rat us rupiah (Pasal 149)

Pidana penj ara seumur hidup at au pidana penj ara pal ing singkat 4 (empat ) t ahun dan pal ing lama 20 (dua pul uh) t ahun, dan pidana denda pal ing sedikit Rp 200. 000. 000, 00 (dua rat us j ut a rupiah) dan pal ing banyak Rp 1. 000. 000. 000, 00 (sat u mil iar rupiah) (Pasal 12B ayat [ 2] UU Pemberant asan Tipikor)

UU Pemberant asan Tipikor:

(9)

WACANA TAFSIR

(2: 188), (5: 62-63) + Hadist

Weber,

-

Tanggung j awab

Individu (19: 93-95)

-

I

bda binaf sik

-

Pengaruh Individu

t erhadap

f ollower

-nya

(10)
(11)

Mengingat perubahan dimul ai dari

ideas

, maka kemudian para agen

perubahan dal am hal ini adal ah individu-individu harus memil iki

kesadaran unt uk mengapl ikasikan gagasan agama yang dit unt un Al

-Quran kedal am kehidupan kesehariannya, t ermasuk dal am int eraksi

sosial dan bisnis.

Tipisnya bat asan grat if ikasi dengan suap di sat u sisi t erkadang

mempersempit pemahaman, sehingga sul it menent ukan suat u

pemberian t ersebut masuk dal am kat egori grat if ikasi at au sogok.

Dapat dikembangkan pert anyaan yang dipil ah berdasarkan krit eria

sebagai bahan ref l eksi set iap individu (

ist af t a naf sak/ self

assessment

)).

1.

MOTIVASI

2.

HUBUNGAN PEMBERI DAN PENERIMA

3.

DAMPAK PEMBERIAN

(12)

Dasar

: Al-hukmu yadullu ma’a al-illat.

Reflektif

:

Apakah motif dari pemberian yang diberikan?

Indikasi

:

a)

Hukum Umum

Haramnya

memberikan sogok (riswah) QS. Al-Baqarah/2:188 dan Al-Maidah/5:62-63.

Hadis

“Allah melaknat orang yang memberi yang menerima dan memfasilitasi suap”

a)

Dari sisi Penerima

Apabila motifnya ditujukan untuk mempengaruhi keputusan (seseorang sebagai pejabat publik),

maka pemberian tersebut dapat dikatakan cenderung ke arah gratifikasi ilegal dan sebaiknya

ditolak.

Seandainya 'karena terpaksa oleh keadaan' gratifikasi diterima, sebaiknya segera laporkan ke pihak

berwajib

a)

Dari Sisi Pemberi

Memberi 'karena terpaksa atau dalam upaya untuk mengambil hak” Maka hal ini dapat

dibenarkan.

Al-Biqai memahami penutup ayat Al-Baqoroh/2:188 sebagai isyarat tentang bolehnya memberi

sesuatu kepada yang berwenang apabila

pemberian

itu tidak bertujuan dosa, tetapi bertujuan untuk

mengambil hak sendiri. Dalam hal ini yang berdosa adalah yang menerima bukan yang memberi.

(13)

Dasar

<

Ada tiga model hubungan: (1) vertikal-dominatif (seperti hubungan

atasan-bawahan); (2) diagonal (seperti petugas layanan publik-pengguna layanan

publik); dan (3) setara (seperti antara teman dan antar tetangga);

Dua yang

pertama adalah relasi-kuasa yang timpang, berlaku:

لولغ

لامعلا

ايادھ

.

Reflektif :

a) Apakah pemberian tersebut diberikan oleh pemberi yang memiliki hubungan

kekuasaan

/posisi setara dengan Anda atau tidak?

(mis. bawahan-atasan)

b) Apakah terdapat hubungan relasi kuasa yang bersifat strategis?

(menyangkut akses, kontrol aset, dsb)

Indikasi

<

i.

Jika jawabannya (a) adalah ya (memiliki posisi setara), maka bisa jadi

kemungkinan pemberian tersebut diberikan atas dasar pertemanan atau

kekerabatan (sosial), meski demikian untuk berjaga-jaga ada baiknya anda

mencoba menjawab pertanyaan (b).

ii.

Jika jawabannya (a) adalah tidak (memiliki posisi tidak setara) maka anda

perlu mulai meningkatkan kewaspadaan mengenai motif pemberian dan

menanyakan pertanyaan (b) untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut

iii. Jika jawabannya (b) adalah ya, maka pemberian tersebut patut diduga dan

(14)

Dasar

<

"Wanaktubu ma Qoddamu wa atsarohum” (QS. Yasiin)

Hadiah kepada pegawai (gratifikasi) akan merusak tatanan negara

secara keseluruhan dan akan mengganggu kerja pegawai, serta

mencabut rasa amanah dari diri mereka

.

Reflektif :

Apakah pemberian tersebut memiliki potensi menimbulkan konflik

kepentingan

saat ini maupun di masa mendatang?

Indikasi

<

Jika jawabannya (a) adalah ya (memiliki posisi setara), maka bisa jadi

Jika jawabannya ya, maka sebaiknya pemberian tersebut ditolak

(15)

Dasar

<

Watawan

ū

‘ala al-birri wa attaqwa wal

ȃ

taawanu ‘ala al-itsmi wa

al-‘udwan

. Tolong menolong dalam bingkai berbuat dosa

umumnya terselubung, pelaku dan penerima gratifikasi

umumnya melakukan interaksi secara rahasia, bahkan dengan

kode, bahasa dan isyarat tertentu

.

Reflektif

:

Bagaimana

metode

pemberian

dilakukan?

Terbuka

atau

TERSELUBUNG?

Indikasi

<

Patut diwaspadai gratifikasi yang diberikan secara tidak

(16)

Dasar

<

Kepatutan terkait dari posisi dan kewajaran dari besar pemberian yang

diterima. Pengumpul zakat pada masa nabi (dalam riwayat Abu Humaid

as-Sa’idi di atas) dikatakan tidak akan memperoleh pemberian apabila

tidak diberi wewenang (berlaku u/semua pegawai), sehingga tidak patut

menerima pemberian.

Demikian pula kewajaran terkait nilai dan frekuensi pemberian

Reflektif :

Bagaimana

kepantasan/kewajaran nilai

dan

frekuensi pemberian

yang diterima (secara sosial)?

Indikasi

<

Jika pemberian tersebut di atas nilai kewajaran yang berlaku di

masyarakat ataupun frekuensi pemberian yang terlalu sering sehingga

membuat orang yang berakal sehat menduga ada sesuatu di balik

pemberian tersebut, maka pemberian tersebut sebaiknya dilaporkan ke

pihak berwajib atau sedapat mungkin ditolak”

(17)

1.

Grat if ikasi dal am art i pemberian secara l uas t idak sert a mert a

t erl arang, dal am hal ini at uran negara dan agama t el ah memberikan

bat asan yang cukup j el as. Grat if ikasi berbeda dengan sogok,

pemberian grat if ikasi kepada pegawai adal ah t erl arang dan

dikat egorikan sebagai sogok dengan mempert imbangkan beberapa

penciri.

2.

Grat if ikasi dil akukan ol eh individu/ inst it usi kepada individu

(pegawai), j adi

point of int erest nya

adal ah individu. Dengan demikian

maka sol usi t erhadap persoal an ini dapat dil akukan dengan

pendekat an individu

3.

Upaya pencegahan pemberian dan penerimaan grat if ikasi mel al ui

pendekat an individu, dil akukan mel al ui pert anyaan ref l ekt if yang

diaj ukan set iap individu kepada dirinya sendiri (

self assessment

),

yang mencakup mot ivasi, hubungan pemberi dan peneriman, dampak

pemberian, t eknis penyampaian, kepat ut an/ kewaj aran.

4.

Diharapkan mel al ui pemahaman yang benar dari set iap individu

t erhadap bat asan-bat asan grat if ikasi dan sogok, akan t umbuh

(18)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Penetapan Pemenang Paket Pekerjaan PENINGKATAN JALAN SONUO - OLLOT - LAPANGAN OLLOT ARAH

Berdasarkan hasil evaluasi kualifikasi maka dengan ini Pokja Pengadaan Pekerjaan Konstruksi I pada Bagian Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten Gunung Mas

Dengan ini diberitahukan bahwa setelah diadakan penelitian oleh Kelompok Kerja Konstruksi IV (empat) ULP Kabupaten Lampung Tengah menurut ketentuan – ketentuan yang berlaku,

Indikator Kinerja Daerah untuk Setiap Misi

Memperhatikan ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta berdasarkan hasil evaluasi terhadap seluruh

After immersing myself in this area I thought it would useful to me and my research students if I wrote a survey paper on the subject to help them assimilate the concepts and the

PENGARUHCUSTOMER EXPERIENCETERHADAP REVISIT INTENTION DI TAMAN WISATA ALAM KAWAH PAPANDAYAN.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kasus HIV/AIDS tertinggi, dengan proporsi 70% dari seluruh kasus baru HIV.. yang terjadi