HARD CASE BATU AKIK MENUJU INDUSTRI INDONESIA KREATIF DI KANCAH PEPERANGAN EKONOMI ASEAN
Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community) adalah salah satu keputusan Bali Concord II, yang mensyaratkan sebelum 2015 Asia Tenggara akan menjadi single market dan basis produksi. Dalam artian seluruh aktifitas perdagangan di Asia tenggara bebas dimasuki oleh angota-anggotanya, dan yang paling terpenting adalah semua hl akan memudahkan investor atau pedagang asing masuk ke wilayah kita untuk merauk pundi-pundi rupiah secara gratis tanpa ada pajak dan lain sebagainya. Namun jika kita telalu berlarut-larut dengan maraknya perselisihan para anggota dewan yang selalu saja membuat negara ini merosot, kita sebagai sebagai orang yang bertanggung jawab harus dapat mengalihkan pandangan tersebut hingga SDA (sumber daya alam) yang melimpah ruah ini dapat digali potensinya dengan baik. Salah satu brand topik yang sedang marak-maraknya adalah Batu Akik atau yang sering disebut batu giok dan lain sebagainya, fenomena tersebut adalah potensi yang baru saja lahir ditengah-tengah kesulitan ekonomi negara kita ini, benar sesungguhnya jika Allah SWT itu memberi pintu rezeki diberbagai arah dan bidang dengan kadar dan tingkat kemampuan masing-masing.
Maka trend tersebut adalah sebuah golden ticket yang ditunjukankan bagi negara Indonesia untuk memasuki gerbang ekonomi ASEAN. Kita sebagai masyarakat Indonesia yang selalu berusaha semaksimal mungkin untuk membawa nama baik negri ini harus bertanggung jawab dalam mengelolanya, dan juga termasuk aspek yang berkaitan dengan hal tersebut. Maka jika tadi batu akik sebagai objek yang harus ditinjau aspek-aspeknya mulai dari populasi dan pelestariannya harus dikerjakan dengan baik. Ada banyak sekali potensi dalam perdagangan batu antik tersebut, salah satunya adalah mulai dari membuat produk accesoris hingga hisan-hiasan ruang tamu yang bisa membayar sebuah kepuasan bagi penggila batu akik tersebut.
Dari aspek inilah yang awalnya pengaguran bisa mendapatkan posisi pekerjaan layak, benar jika memang ada semboyan seperti ini “lebih baik ada dari pada tidak sama sekali”. Namun demam batu akik ini diramalkan akan sangat kuat grafik aktifitas prduksi dan pemasaranya mengapa demikian ? karena batu akik sendiri sudah menjadi khasnya negri agraris ini, dan faktanya bahwa salah satu mantan presiden RI kita yang baru saja lengser sangat mengapresiasi betul trend tersebut. Dalam artian hobi yang satu ini sudah sangat mewabah dikalangan masyarakat sekitar, mulai dari golongan bawah, menengah hingga kelas atas sudah menjadi pamor bahkan di beberapa event-event non resmi sosok mantan presiden RI tersebut lebih memilih menggunakan batu antik untuk menemani dirinya dalam melakukan kewajiban menjadi Presiden Republik Indonesia pada masa itu.
Potensi Batu Akik di Indonesia
Gambar.1 Titik-titik potensi batu mulia di Indonesia
Dalam sebuah blog pribadi yang dikelelola oleh mahsiswa teknik lingkungan terkutip bahwa batu akik di Indonesia sendiri sangat banyak sekali ditemukan dan dengan mudah tesebar di bebebrapa titik-titik di santreo nusantara, tercatat ada bebrapa Provinsi yang masuk dalam penghasil batu mulai terbesar di Indonesia seperti : Provinsi Jawa Barat dan Banten, Kalsel, Kaltim, dan Maluku Utara. Lokasi lain adalah di Kabupaten Wonogiri yang memproduksi perhiasan seperti : cincin, giwang, leontin, kalung, gelang dan lain-lain, yang tergabung dalam BIBAM SRI GIRI SEJATI (Unit Bina Industri Batu Mulia) Kabupaten Wonogiri. Pengrajin batu di bilangan Pacitan, Wonogiri dan Wonosari. Gunung Kidul (PAWONSARI) yang selama ini perkembangannya meningkat. Mereka akan bisa belajar lebih mendalami produk kerajinan yang terbuat dari bahan baku mulia dan batu batuan lainnya. Itulah segenggam harapan masyarakat menjelang berdirinya sentra industri kerajinan di Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kab.Pacitan Jawa Timur, binaan Yayasan Sejahtera Bhakti Pratama1.
Salah satu narasumber di kota penghasil batu mulia itu berkata : “bahwa memang Propinsi Banten memiliki potensi tambang batu mulia yang cukup besar, dan dilihat dari kontur kandungan mineral dari dalam bumi terdapat Jalur magma yang mungkin
1 Diakses pada 18- April-2015,
berusia sekitar 1 – 28 Juta tahun”. Kemudian adapun prosesnya selanjutnya pada lempengan bagian selatan, yang telah membeku dan pengalami pendinginan, pengkristalan, dan tekanan dari perut bumi. Selain itu di titik terdapat cadangan fosil kayu (kayu yang telah membantu), dan ini tergolong sangat langka, karena sudah terpendam hampir jutaan tahun didalam bumi. Salah satu Batu yang terkenal yang dihasilkan dari Jawa Barat ini adalah Batu Opal/Kalimaya. Batu ini memiliki keunikan dari paduan warna yang dihasilkan. Semakin tinggi karat yang dihasilkan semakin mahal harga pasarannya. Selain Batu Opal/Kalimaya, dihasilkan juga Agate/ Akik, Fosil Kayu, Kristokola, Kecubung, Opal Biru, Jasper, dan lain-lain.
Sebelumnya jika kita perhatikan sebenarnya sebelum pengolahan batu antik itu pada dasarnya seperti batu biasa, jadi jika bukan ahli dalam memilah-milih batunya sendiri akan salah mengira bahwa itu bukan batu akik yang mereka buru. Karena itu semua sudah terlanjur mewabah dan ruang lingkupnya disegala lapisan masyarakat mulai dari kalangan kelas atas, menengah hingga kalangan bawah pun tak mau kalah dalam berkompetisi ria untuk mendapatkan batu mulia tersebut. Produksi batu akik sendiri di dua bulan terakhir sudah banyak sekali, mamun apakah ada yang dapat menyimpulkan bahwa ada kekurangan dari para maniak itu hanya berburu dan berburu batu nan indah tersebut, apakah ada yang mengelola beserta accesoris yang mana itu bisa saja dikolaborasikan dengan patung-patung historical yang mewah. Tentu ini akan menjadi sebuah terobosan baru bagi industri kreatif di Indonesai, selain tujuan khususnya adalah menabah pundi-pundi rupiah ke dalam kantong sendiri akan tetapi tujuan umunya yaitu melahirkan Industri kreatif untuk menghadapi masyarakat ASEAN.
Menanggapi hal diatas tentunya kita harus lebih banyak melahirkan sebuah inovasi-inovasi terobosan yang kuat karena memang ini sangat membantu sekali, mulai dari komunitas pecinta batu akik hingga mendirikan ukm/toko kecil yang mengolah batu antik itu dengan baik. Mengapa demikian karena memang permintaan publik saat cukup banyak dan penulis yakini sudah banyak sekali kebutuhannya, apalagi wabah ini sudah menyerang ke berbagai golongan. Dalam memabangun sebuah industri kreatif yang bertemakan batu akik dan antek-anteknya itu perlu langkah-langkah pasti yang harus ter-realisasi-kan, adapun langkah-langkah tersebut harus memiliki tujuan utama guna menjadi senjata saat peperangan ekonomi Asia itu dimulai.
kurang adanya sebuah penghargaan dan pemanfaat produk yang terbaik pada saat itu. Sering di temukan hasil dari Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) terlantar diakibatkan kurang adanya sosialisasi dan pemanfaatannya selain itu juga hanya menjadi formalitas dan lain sebgainya.
Sangat ironi memang jika melihat keadaan negri yang kita cintai ini, di satu sisi kita senantiasa memberikan yang terbaik untuknya namun apalah daya jika sebuah kerja keras tidak akan membohongi hasilnya sendiri, maka kita hanya kurang lebih keras lagi dalam memajukan Ibu Pertiwi kita ini untuk lebih maju dan sejahtera. Esensi yang diambil dari beberapa event tersebut memiliki banyak sekali output agar Indonesia menjadi negara yang maju dan berkembang, dan yang perlu digaris bawahi agar event-event seperti ini menjadi sebuah alat bantu dalam memajukan Indonesia khususnya di bidang Industri kreatif adalah sistem pemanfaatan dan juga realisasi yang pasti diterapkan.
Terobosan ide – ide Industri Kreatif dengan potensi batu alam
Jika dibuat skema yang beruntun dalam bentuk program kerja akan sangat mudah bagi pemerintah untuk menjalankannya, namun tidak semudah membalikan tangan memang perlu ada tim khusus untuk dapat mengolah si batu mulia ini. Dan cara jitu yang menjadi aspek utama mengapa penulis mengusung judul tersebut karena penulis sendiri ingin menumpahkan inovasi kreatif guna membangun Industri-industri kreatif yang ada di Indonesia yang selama ini masih terbilang kurang.
Adapun beberapa inovasi pengolahan batu mulia (akik) dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu accesorice dan hiasan :
a) Accesorice yang dimaksud adalah bentuk improvisasi dari yang sebelumnya, jika kita dapati bahwa yang sedang mewabah saat ini adalah hanya bentuk cintin biasa maka akan dirubah menjadi berbagai macam accesorice mulai dari gelang cincin hingga anting-anting namun tetap kadar dalam pemilihan batu mulia tersebut tidak sembarangan, maka jika itu di olah dengan baik maka akan menjadi feed back yang luar biasa. Adapun penggambaran secara gamblangnya adalah seperti gambar berikut,
adalah sebuah kombinasi terbaik, pembahasaanya adalah bagaimana ini bisa menjadi barang yang “Go International ?” maka tentu perlu adanya realisasi untuk kedepannya.
b) Hiasan, maka ini adalah potensi yang belum di gali lebih dalam lagi jadi penulis sendiri lebih banyak menggambarkan potensi batu mulia tersebut diolah menjadi hisan-hisan namun tak lumar seperti pada umumnya. Adapaun pendeskripsian secara singkatnya adalah tergambar pada sebuah peta proses produksi ini,
Maka jika seperti hasil itu akan menabahkan nilai artistik yag tergambar jelas, lalu memperbanya tingkat produktifitas hingga dipasarkan seecara nasional terlebih dahulu, jika memeng strategi tersebut sudah baik maka langsung produksi untuk tingkat Global. Dalam capaianya memang tak mudah untuk meraih predikat layak jual global namun itu semua bisa jika kita selalu memperhatikan kualitas, maka tak ayal jika perusahaan atau perindustrian di luar negri lebih banyak dan sepak terjangnya bagus karena mereka selalu mengedepankan kuaitas produknya dengan cara baik.
Maka jika itu belum terfikirkan oleh kita maka tugas selanjutnya adalah mengolah dan memasarkan produk tersebut di kancah nasional maupun internasional. Ada banyak sekali peluang yang menunjang dalam pengolahan batu alam ini dan juga dalam memproduksinya bukan hal yang sulit, namun itu semua harus dipersiapkan.
Gambar.2 grafik popularitas batu akik
Dari grafik tersebut, terlihat bahwa peningkatan minat terhadap batu akik naik dengan sangat tajam. Dimulai sejak Agustus 2014, dan peningkatan tersebut masih terjadi hingga saat ini. Dan juga jika diperhatikan kurva tersebut akan sangat melambung tinggi jika memang pada saat itu popularitas batu ajaib kian lama melambung tinggi, dan capaiannya pun sudah di tingkat Internasional. Bukan tidak mungkin jika seluruh dunia bisa saja memburu batu yang antik ini karena memang sifat Psikoogi seseorang berbeda, ada yang memang jika sesuatu yang booming dan lumrah dia akan mengikuti trend yang ada, dan sebaliknya ada juga sifat orang yang berbalik berarti disisi lain dia akan membencinya.
Maka perlu ada sebuah realisasi dari pihak yang ingin membangun dunia perindustrian Indonesia menjadi go International, adapun langkah langkah pasti yang harus kita lakukan dalam pengembangan aset negara tersebut adalah :
Dari gambaran diatas maka untuk dapat mengkombinasikan hingga produk bertajuk hard case for batu akik, namun itu semua perlu adanya tanggapan serius dalam menjalankan inovasi ini, mengapa demikian menjadi pusat perhatian karena dalam hal inovasi batu akik sendiri dapat dijadikan beberapa kegunaan, fungsi dan lain sebagainya. Maka tak menutup kemungkina jika ini menjadi salah satu icon yang digembor-gemborkan pada tahun 2015 ini.
B. Kemudian perlu diadakanya penelitian lebih mendalam mengenai populasi batu antik ini di Indonesia karena jika kita tidak memperdulikan hal kecil ini akan berdampak pada keadaan benda antik tersebut di zaman selanjutnya. Adanya perhatian khusus sangat amat mebantu melestarikan batu tersebut, lalu juga perlu adanya pengolahan ulang batu alam tersebut sehingga fungsi dan kegunaanya dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Lalu dalam riset tersebut juga perlu ada penangulangan dalam masalah-masalah pengolahan batu mulia tersebut jadi selain menggali potensi batu mulia di Indonesia juga dapat membantu mengurangi permasalahan-permasalahan yang ada. Dana lain yang juga diperuntukan bagi mereka yang mengerjakan permasalahn tersebut bisa di alokasikan menjadi salah satu alasan untuk merekrut orang baru guna menuju Indonesia kreatif di bidang Industri.
C. Tahap yang terakhir ini di usung oleh penulis sendiri karena memang jika mereka telah berhasil dalam membuat Industri kreatif dengan benar hingga Industri tersebut melenggang naik ketingkat Global tanpa ada yang dapat menyainginya, namun disisi lain pasti mereka akan melupakan tahap yang satu ini yaitu pemeliharaan dan juga menjauhi keterlibatan dengan investor asing dengan dalih-dalih ingin membantu dalam memasarkan produk tapi disisi lain kita tak akan tahu apa maksud dan tujuannya.