• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUDAYA MENULIS MENJADI TOLAK UKUR UTAMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BUDAYA MENULIS MENJADI TOLAK UKUR UTAMA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BUDAYA MENULIS MENJADI TOLAK UKUR UTAMA

SEBAGAI RUANG LINGKUP SASTRA BAHASA

Siti Reski Nanda

Pendidikan Bahasa Inggris

Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan

Universitas muhammadiyah makassar

siti.reskinanda03@gmailcom

A. PENDAHULUAN

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi seperti saat ini, menulis juga bisa dilakukan dengan menggunakan komputer atau laptop. Banyak definisi / pengertian menulis yang di paparkan oleh para ahli. Untuk selengkapnya mengenai pengertian menulis menurut para ahli, silakan simak artikel di bawah ini.

Kemampuan yang dimiliki setiap individu berbeda-beda. Setiap kemampuan saling berhubungan membentuk suatu tindakan. Akhmad

(2)

2 Menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan menyampaikan pesan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Dalam komunikasi tulis setidaknya ada empat unsur yang terlibat yaitu penulis, pesan atau isi tulisan, media berupa tulisan, dan pembaca. Menulis merupakan suatu proses. Untuk menghasilkan tulisan yang baik umumnya orang melakukannya berkali-kali. Sangat sedikit orang yang menghasilkan tulisan yang benar-benar memuaskan dengan hanya sekali tulis. Tujuan menulis adalah untuk mengungkapkan gagasan, pendapat, pengetahuan, dan pengalaman secara tertulis. Menulis memiliki berbagai macam bentuk. Salah satunya adalah menulis karya sastra.

B. PEMBAHASAN

B.1. Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

1. Pengertian Menulis Menurut Djago Tarigan dalam Elina Syarif, Zulkarnaini, Sumarno (2009: 5) menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan. Lado dalam Elina

Syarif, Zulkarnaini, Sumarno (2009: 5) juga mengungkapkan pendapatnya mengenai menulis yaitu: meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain.

2. Pengertian Menulis Menurut Gebhardt dan Dawn Rodrigues (1989: 1) Menulis merupakan salah satu hal paling penting yang kamu lakukan di sekolah. Kemampuan menulis yang baik memegang peranan yang penting dalam kesuksesan, baik itu menulis laporan, proposal atau tugas di sekolah.

(3)

3 akan memberikan latihan kepada guru bahasa Inggris di SMU se-kota Yogyakarta untuk menulis cerita fiksi (narasi) dengan menggunakan bahasa Inggris. Dalam proses menulis cerita fiksi dalam bahasa inggris tentunya tidak secara langsung, tetapi di awal akan dijelaskan secara teoritik mengenai struktur bahasa, isi, dan bentuk dalam buku English Skills (Langan, 1994).

4. Pengertian Menulis Menurut Eric Gould, Robert DiYanni, dan William Smith (1989: 18) Menulis adalah perilaku kreatif, perilaku menulis kreatif karena membutuhkan pemahaman atau merasakan sesuatu: sebuah pengalaman, tulisan, peristiwa.

5. Pengertian Menulis menurut McCrimmon dalam St. Y. Slamet (2008: 141) merupakan kegiatan menggali pikiran dan perasaan mengenai suatu subjek, memilih hal-hal yang akan ditulis, menentukan cara menuliskannya sehingga pembaca dapat memahaminya dengan mudah dan jelas. St. Y. Slamet (2008: 72) sendiri mengemukakan pendapatnya tentang menulis yaitu kegiatan yang memerlukan kemampuan yang bersifat kompleks.

B.2. Manfaat Menulis

1. Menambah Wawasan Dan Mengembangkan Kosakata.

Manfaat yang satu ini yaitu mengasah dan dalam kemampuan otak untuk berfikir dan berimajinasi. Pembendaharaan kata seorang penulis akan membantu kelancaran penuangan ide dalam bahasa tulis. Untuk menambah kekayaan kosakata seorang penulis dapat dilakukan dengan membaca. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula jumlah kosakata yang dikuasai seseorang.

2. Mengembangkan Penguasaan Kaidah Bahasa.

(4)

4 bahasa. Untuk mengembangkan kemampuan seorang penulis dalam menguasai kaidah bahasa dapat dilakukan dengan tekun berlatih membentuk kata (membentuk kata dengan afiksasi dan pengulangan), berlatih membentuk frase, dan latihan mengubah struktur kalimat. Misalnya mengubah kalimat sederhana menjadi kalimat kompleks, mengubah kalimat langsung menjadi kalmiat tidak langsung, mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif, dan lain sebagainya.

3. Mengembangkan Pengetahuan Makna.

Pemahaman sesorang penulis tentang makna akan mepermudah penyampaian pesan kepada pembaca sesuai dengan keinginannya. Untuk itu penulis perlu memahami tentang tata makna. Misalnya, makna leksikan dan makna gramatikal, makna denotatif dan makna konotatif, perluasan makna, penyempitan makna, ameleorasi, peyorasi, sinestesia, asosiasi, kata umum dan kata khusus, sinonim, antonim, homonim, polisemi, majas, ungkapan, dan peribahasa.

4. Tempat Curhat Terbaik Dan Memendam Amarah.

Menurut psikologi, curhat ke teman malah membuat kamu beresiko stres,

lho. Biasa temanmu akan berkata, kertas. Dengan pensil dan penghapus,

atau juga komputer, kamu dapat menuangkan keluh-kesahmu di sana.

Bercerita tentang kisah hidupmu, masalahmu, kebahagiaanmu, kertas akan

senantiasa membuka jalan bagi siapa saja yang ingin curhat padanya.

Menulis adalah obat jiwa terampuh, di mana kamu dapat 'berteriak sekeras

mungkin' pada selembar kertas.

Jika kamu ingin menulis novel, genre yang cocok adalah action. Buatlah

karakter fiksi sesuai dirimu, tuangkan emosimu dan lampiaskan pada

karakter yang akan menjadi lawanmu, dengan begitu kamu akan marah ke

karakter fiksi, bukan teman-temanmu, dan kamu juga tidak merugikan orang

(5)

5 B.3. Peranan Menulis Dalam Dunia Sastra

Sastra sejak dulu sampai sekarang selalu menjadi permasalahan. Tentu saja permasalahan yang bersifat klasik tetapi hangat atau up to date. Masyarakat memandang bahwa Menulis karya sastra hanyalah khayalan pengarang yang penuh kebohongan sehingga timbul klasifikasi dan diskriminasi. Padahal karya sastra memiliki pesona tersendiri bila kita mau membacanya. Menulis Karya sastra dapat membukakan mata pembaca untuk mengetahui realitas sosial, politik dan budaya dalam bingkai moral dan estetika.

Dari dulu sampai sekarang karya sastra tidak pernah pudar dan mati. Dalam kenyataan Menuliskan karya sastra dapat dipakai untuk mengembangkan wawasan seseorang. Menulis Karya sastra dapat memberikan pencerahan pada masyarakat modern. ketangguhan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Di satu pihak, melalui karya sastra, masyarakat dapat menyadari masalah-masalah penting dalam diri mereka dan menyadari bahwa merekalah yang bertanggung jawab terhadap perubahan diri mereka sendiri.

Menuliskan karya Sastra seperti puisi, dogeng, cerpen, syair dan sebagainya dapat memperhalus jiwa dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berpikir dan berbuat demi pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sastra mendorong orang untuk menerapkan moral yang baik dan luhur dalam kehidupan dan menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan memiliki kepribadian yang luhur.

(6)

6 Menulis karya Sastra dapat memperhalus jiwa dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berpikir dan berbuat demi pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Selain melestarikan nilai-nilai peradaban bangsa juga mendorong penciptaan masyarakat modern yang beradab (masyarakat madani) dan memanusiakan manusia dan dapat memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, melatih kecerdasan emosional, dan mempertajam penalaran seseorang. Menulis karaya Sastra tidak hanya melembutkan hati tapi juga menumbuhkan rasa cinta kasih kita kepada sesama dan kepada sang pencipta. Dengan sastra manusia dapat mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu jauh lebih indah dan mempesona.

C. PENUTUP

a. Simpulan

Kita tahu bahwa tidak hanya membaca, menulis juga menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan terutama dalam dunia sastra. Dengan

menulis kita dapat menuangkan segala perasaan, emosi serta khayalan yang selama ini terpendam, melalui goresan pena di atas kertas putih dan menjadi satu kesatuan yang memiliki makna yang indah untuk dibaca dan dipahami

b. Saran

(7)
(8)

8 DAFTAR PUSTAKA

Buku praktis bahasa indonesia jilid 2 2009. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

http://duniabaca.com/pengertian-menulis-menurut-para-ahli.html. Diakses pada 6 April, pukul 22.03 WITA

http://jaririndu.blogspot.co.id/2011/07/peranan-sastra-dalam-dunia-pendidikan.html. Diakses pada 7 April, pukul 20.15 WITA

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memahami hubungan etnik dalam Islam perlu dilihat perkembangan hubungan etnik ini yang bermula pada zaman awal Islam kerana ia permulaan asas model komuniti

Saran dalam penelitian ini adalah PPP Kecamatan Kembang, melaksanakan pendidikan politik dengan menarik melalui bentuk pendidikan politik yang kreatif, sehingga

Dislipidemia, #hususn-a penin#a$an #adar LDL 2er#orelasi denan penin#a$an #ejadian a$eros#lerosis.. Pada pasien7pasien -an a/aln-a memili#i $e#anan darah normal,

Permasalahan puzzle yang diberikan haruslah memiliki jawaban yang unik (one solution). Metodologi Penelitian 2.1.. Puzzle hitori adalah puzzle logika yang diterbitkan tahun 1990

Selvitys keskittyy ensi sijassa pääkaupunkiseudun tilanteeseen, missä ara-vuokra- asuntojen kysyntä on suurinta ja vuokra-asuntotilanne kirein. Tavallisten ara-vuokra-

Ngopi Doeloe adalah sebuah bisnis kreatif yang mulai berkiprah dalam industri restoran sejak tanggal 20 November 2006, yang berarti bisnis kreatif ini sudah

Data primer hasil analisis mikrofosil secara semikuantitatif atau kuantitatif masing-masing penampang (sumur) yang terangkum dalam tabel analisis biostratigrafi diintegrasikan

Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam proses pembuatan bioetanol, karena proses ini menentukan jumlah glukosa yang dihasilkan untuk kemudian dilakukan