KATA PENGANTAR
Implementasi undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 8, mewajibkan guru memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan pendidikan nasional. Dengan kualifikasi akademik dan setifikasi pendidik, Guru diharapkan memiliki kompetensi minimal dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi anak didik, mulai anak usia dini pada jalur pendidikan formal baik sekolah negeri maupun sekolah swasta, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Selanjutnya pasal 14 dan 15 menyebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas profesionalnya, Guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum. Penghasilan diatas kebutuhan hidup minimum itu meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji dan penghasilan lainnya. Salah satu bentuk penghasilan lainnya tersebut adalah pemberian dana insentif Guru.
Dana insentif Guru ini dibayar setiap triwulan kepada masing-masing Guru yang memenuhi kriteria yang belum mendapat Tunjangan Profesi. Sasaran pemberian dana insentif Guru adalah Guru PNS dan Non PNS disekolah negeri dan
swasta pada jenjang PAUD, PKBM, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SLB, SMA/MA dan SMK. Dalam pelaksanaannya, insentif Guru diberikan kepada Guru yang melaksanakan tugas sebagai tenaga pengajar di setiap jenjang sekolah dan PAUD, TK/RA, PKBM.
Mekanisme pengusulan, seleksi dan tata cara pelaksanaan pembayaran insentif Guru kepada Guru yang memenuhi Kriteria diatur dalam isi pedoman pelaksnaan ini.
Selanjutnya buku pedoman pelaksanaan program insentif Guru ini disusun oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang menjadi acuan bagi pengelola program pemberian dana insentif Guru khususnya Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab/kota.
Semoga isi pedoman ini dapat dipahami dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Medan, 2012
KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA UTARA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Sumatera Utara dan Pemerintah Kab./Kota memiliki tugas , fungsi dan kewajiban meningkatkan kualitas SDM melalui pemberdayaan pendidik, baik formal maupun non formal, undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyebutkan Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Dalam persepsi yang lebih luas, dimensi pembangunan meliputi ekonomi, sosial, budaya dan politik, dalam konteks ini, pendidikan harus berkemampuan melahirkan SDM yang berkualitas, profesional, menguasai teknologi, memiliki kemampuan daya saing sehingga dapat mengantarkan bangsa yang memiliki keunggulan dalam persaingan global, serta mampu melahirkan individu-individu yang memiliki visi
dan idealisme. Selanjutnya pendidikan juga merupakan suatu usaha untuk meletakkan landasan sosial yang kokoh bagi terciptanya masyarakat yang demokratis, termasuk dalam mewujudkan pilar utama masyarakat kelas menengah terdidik yang menjadi bagian penting masyarakat yang demokratis.
Guru merupakan tulang punggung dalam pelaksanaan pendidikan. Dipundak Gurulah, proses pendidikan di percayakan untuk dihantarkan, mulai dari usia dini sampai jenjang sekolah menengah atas. Tanpa Guru pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa tidak mungkin dapat dilakukan. Selanjutnya kepada Guru yang profesional dan kompotenlah diharapkan proses pencerdasan anak bangsa dapat diwujudkan. Dengan demikian sangatlah diperlukan adanya Guru yang profesional, kompeten untuk mendukung upaya pemerintah Pusat dan Daerah melaksanakan pendidikan untuk mencapai SDM yang bermutu dan berdaya saing global.
Untuk mencapai Guru yang Profesional dan kompeten perlu dilakukan berbagai langkah terobosan yang bertujuan memaksimalkan peran Guru dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih menilai dan mengevaluasi anak didik mulai anak usia dini pada jalur pendidikan formal baik sekolah negeri maupun sekolah swasta pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sejalan dengan amanat undang-undang Nomor 14 tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tersebut diatas, dalam pelaksanaan tugasnya, guru mendapatkan dana insentif Guru, baik yang melaksanakan tugas disekolah negeri maupun sekolah swasta. Untuk itu
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melaksanakan program pemberian dana insentif Guru kepada Guru PNS dan Non PNS (GT dan GTT) dari APBD Sumatera Utara melalui alokasi anggaran bantuan keuangan fungsi pendidikan.
B. Dasar Hukum
1. Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 ; Pembukaan pada alinea 4, dan pada BAB XIII Pendidikan , pasal 31 ayat (1) dan ayat (2) .
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional , pasal 3 ;
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan keuangan antara Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah.
5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 14 dan pasal 15.
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ;
8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, tugas, fungsi, susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian.
9. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit organisasi dan Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia;
10. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003/Keppres 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pendapatan dan Belanja Negara.
11. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 129a/U/2004 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan.
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2007, tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
13. Peraturan Gubernur Sumatera Utara, No. 60 tahun 2010, tanggal 10 November 2010 tentang Pedoman dan tatacara Pengelolaan Belanja bagi hasil dan Bantuan Keuangan serta Belanja Tidak Terduga.
C. Tujuan
Tujuan Umum
Program pemberian dana insentif Guru kepada Guru PNS dan Non PNS secara umum bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Guru sehingga penghasilan yang diterima sebagai Guru dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta untuk memberikan penghargaan kepada Guru yang telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
Tujuan khusus
Pemberian dana insentif Guru kepada Guru PNS dan Non PNS bertujuan :
1. Meningkatkan kesejahteraan Guru PNS dan Non PNS 2. Memberikan penghargaan kepada Guru PNS dan Non
PNS Mendorong dan memotivasi Guru PNS dan Non PNS untuk terus meningkatkan kompetensi dan kinerja secara Profesional dan melaksanakan tugas disekolah.
D. Sasaran
Sasaran dari pemberian dana insentif Guru ini adalah Guru yang diangkat satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat atau Daerah dan Guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan status PNS dan Non PNS (Guru Tidak Tetap dan Guru Tetap Yayasan), dengan acuan nama, jumlah Guru yang tertuang pada SIM NUPTK-PTK Dinas Pendidikan Kab./Kota Tahun 2011.
BAB II
INFORMASI UMUM
A. Pengertian Program
Program pemberian dana insentif Guru adalah kegiatan pemberian insentif Guru kepada Guru PNS dan Non PNS yang mengajar disekolah Negeri dan di sekolah Swasta yang melaksanakan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Guru yang dimaksud adalah Guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat atau Daerah atau atau yang diselenggarakan oleh masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan status kepegawaiannya.
B. Sifat Program
Pendidikan APBD Provinsi Sumatera Utara melalui Biro Keuangan Sekretariat daerah Provinsi Sumatera Utara dan bersifat berkelanjutan sesuai amanat Undang-undang No. 14 Tahun 2005 pasal 17 dan 80.
C. Kriteria Guru Penerima Tunjangan
Kriteria Guru penerima dana insentif Guru adalah :
a. Guru PNS yang mengajar di sekolah Negeri dan Swasta jenjang PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SLB, SMA/MA dan SMK, Sudah memiliki masa kerja tugas sebagai Guru minimal dua tahun.
b. Guru Non PNS yang mengajar di sekolah Negeri dan Swasta jenjang PAUD, PKBM, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SLB, SMA/MA, dan SMK dengan status Guru Tetap dan Guru Tidak Tetap sebagai sekolah induk, memiliki jam wajib mengajar setiap minggu, yang dibuktikan dengan SK/Surat Penugasan dari Kepala Sekolah masing-masing, atau pengelola PAUD/TK/PKBM memiliki masa kerja tugas sebagai guru minimal dua tahun atau sudah mulai bertugas sejak bulan Januari 2010 tanpa putus sampai 31 Desember 2011.
c. Guru yang diusulkan harus memiliki Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Bagi Guru yang akan diusulkan tetapi belum memiliki
NUPTK, maka yang bersangkutan diwajibkan mengisi kuisoner NUPTK, selanjutnya akan diproses untuk mendapatkan NUPTK sesuai mekanisme pendataan yang berlaku, terkecuali guru-guru PAUD/TK/RA dan PKBM.
d. Guru yang sudah mendapatkan tunjangan profesi (Guru PNS Daerah dan Non PNS), tidak berhak mendapat dana insentif.
e. Penerima dana insentif hanya berhak menerima dari satu sekolah.
D. Sumber dan Alokasi Dana
Sumber dana untuk pembiayaan dana insentif Guru berasal dari APBD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Alokasi Anggaran Bantuan Keuangan Fungsi Pendidikan Tahun Anggaran 2012.
E. Jumlah Dana Insentif Guru
BAB III
MEKANISME PELAKSANAAN PROGRAM
A. Organisasi Pengelolaan Program
Untuk menjamin pengelolaan program insentif Guru berjalan dengan sebaik-baiknya, tepat waktu dan tepat sasaran, maka perlu dibentuk organisasi pengelola, baik di Provinsi maupun di Kab./Kota yang berfungsi melaksanakan dan atau mengimplementasikan program ini sampai kepada sasaran yang telah ditetapkan. Untuk pengelolaan di Provinsi, organisasi pengelolaan berada di lingkungan Bappedasu, Biro Keuangan Sekretaris Daerah dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumtera Utara
Skema Penyaluran Insentif Guru sebagai berikut :
GUBERNUR SUMATERA UTARA
BIRO KEUANGAN
GURU
BUPATI /WALIKOTA
DINAS PENDIDIKAN
KAB/KOTA
Struktur Organisasi Pemberian Insentif Guru
Keterangan
- Pada tingkat Provinsi disebut Biro Keuangan.
- Pada tingkat Kab./Kota disebut Pemerintah Kabupaten/Kota.
- Pada tingkat Dinas disebut tingkat Dinas Pendidikan.
- Pada tingkat Guru disebut penerima insentif, melalui rekening Guru.
B. Fungsi dan Tugas Pengelola Tingkat Provinsi
Sumatera Utara.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berfungsi pengarah dengan tugas pokok :
1. Menetapkan kebijakan dan strategi pelaksanaan pemberian dan Insentif Guru yang didanai melalui APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2012 2. Penyaluran Dana Insentif Guru ke 33 Kab./Kota
Se-Sumatera Utara
3. Melakukan Pemantauan dan Evaluasi terhadap pelaksanaan pendistribusian dana insentif Guru yang didanai melalu APBD Provinsi Sumatera Utara
C. Fungsi dan Tugas Pemerintah Kabupaten/Kota
1. Mensosialisasikan program pemberian dana insentif Guru kepada Kepala sekolah/Guru di Wilayah masing-masing
2. Menerima usulan calon penerima dan insenif Guru dari Kepala Sekolah, melakukan pemeriksaan atas seluruh data usulan Guru calon penerima dana insentif Guru yang diajukan oleh Kepala Sekolah dengan mengacu kepada Kriteria yang ditetapkan dalam pedoman pelaksnaan ini serta menyeleksi calon penerima dana insentif Guru sesuai dengan kuota masing-masing Kabupaten/Kota.
3. Menetapkan Guru penerima insentif, sebagaimana point (2) tersebut diatas, menyampaikan tembusan kepada Pemerintah Provinsi, setelah seluruh daftar usulan dimaksud diperiksa kebenarannya dan setelah ditandatangani oleh Bupati/Walikota Kab/Kota sebagai tanda persetujuan.
4. Melakukan monitoring secara berkala terhadap kantor mitra kerja di Kabupaten/Kota yang ditunjuk untuk mendistribusikan dana/pembayaran kepada yang berhak, untuk menjamin pelaksanaannya tepat sasaran dan tepat waktu.
5. Mengarsipkan dan atau menyimpan hard copy data individu Guru penerima dana insentif Guru untuk digunakan sebagai acuan pengajuan usulan untuk tahun berikutnya.
D. Pelaksanaan Usulan dan Pembayaran Dana Insentif
Guru
1. Kepala Sekolah mengajukan daftar nama Guru yang diusulkan sebagai calon penerima dana insentif Guru kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Masing-masing Kepala Sekolah mengajukan usulan calon penerima dana Insentif Guru kepada Dinas Pendidiikan Kabupaten/Kota;
2. Berdasarkan daftar usulan yang diajukan oleh Kepala Sekolah, selanjutnya diperiksa oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan mengacu kepada kriteria dan sasaran calon penerima dana insentif Guru sebagaimana yang tercantum pada bagian lain pada buku Pedoman ini. Hasil seleksi/pengecekan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
3. SK Penetapan Guru Penerima dana insentif ini disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Bappeda dan Biro Keuangan) dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.
Sumatera Utara ke Pemerintah Kab/Kota berdasarkan kuota Guru per Kab/Kota yang telah ditetapkan.
5. Pelaksanaan pembayaran dilaksanakan Dinas Pendidikan Kab/Kota, langsung disampaikan ke masing-masing rekening Guru yang bersangkutan.
6. Pelaksanaan pembayaran insentif kepada Guru yang berhak sesuai yang tercantum dalam SK Penetapan 7. Seluruh data Guru yang menjadi penerima dana Insentif
Guru didokumentasikan dan dimasukkan sebagai sajian dari database Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
E. PELAKSANAAN PELAPORAN PEMBAYARAN DANA
TUNJANGAN INSENTIF GURU.
Pemerintah Kab/Kota melalui Dinas Pendidikan Kab/Kota menyampaikan laporan penyaluran ke Gubernur Sumatera Utara, Bupati/Walikota dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.
BAB IV
PENGENDALIAN PROGRAM
INSENTIF GURU
A. Cakupan Pengendalian
Cakupan pengendalian program dana insentif Guru meliputi semua upaya yang dilakukan dalam rangka menjamin pelaksanaan program pemberian dana insentif Guru ini berjalan sebagaimana mestinya, tepat sasaran dan tepat waktu. Pengendalian di fokuskan pada pelaksanaan hal-hal sebagai berikut :
1. Dilaksanakannya sosialisasi program mulai ditingkat Provinsi sampai Kabupaten/Kota dan Kepala Sekolah dengan sasaran utama seluruh pengelola program pemberian dana Insentif.
2. Ketersediaan data Guru yang lengkap di masing-masing Kabupaten/Kota yang dapat dipergunakan sebagai acuan dalam pemberian dana insentif Guru.
B. Pengelolaan Database Guru
Ketersediaan data Guru yang telah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) menjadi keharusan atau pra-syarat atas terlaksananya dengan baik program pemberian dana insentif Guru ini. Pengelola program dana insentif Guru Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten/Kota sebelumnya harus memastikan bahwa telah tersedia data PTK khususnya Guru yang lengkap di wilayah masing-masing sebagai prasyarat terlaksananya pemberian dana insentif Guru. Bila ada Pemerintah Kabupaten/Kota yang belum memiliki database PTK atau Guru di wilayahnya, maka terlebih dahulu data tersebut dilengkapi dan meminta sekolah-sekolah segera mengirimkan data individu Guru di sekolah-sekolah masing-masing dengan menggunakan format pendataan. Guru yang diusulkan untuk menerima dana insentif Guru harus terdaftar dalam database Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Apabila nama guru yang diusulkan tersebut belum terdapat dalam database NUPTK, maka guru yang bersangkutan diwajibkan mengisi kuesioner NUPTK, di Kabupaten/Kota masing-masing selanjutnya akan diproses untuk mendapatkan NUPTK sesuai mekanisme pendataan yang berlaku.
Hanya Guru yang datanya terdaftar atau tersimpan dalam database NUPTK yang dapat menjadi sasaran program dana insentif Guru. Jika ada Guru yang diusulkan oleh Kepala Sekolah sebagai calon penerima dana insentif Guru namun data Guru tersebut belum tercatat dalam database NUPTK, maka Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak boleh memberikan persetujuan, sebelum data Guru tersebut tercatat dalam database NUPTK. Dengan demikian diharapkan Program Dana Insentif Guru ini mendukung tercapainya suatu penyempurnaan database guru melalui NUPTK pada Badan Pengembangan dan SDM Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemdikbud.
C. Pembatalan Pemberian Insentif Guru.
insentif Guru. Namun seorang Guru yang telah ditetapkan menjadi calon penerima dana insentif dapat dibatalkan penetapannya atau haknya sebagai penerima, jika dikemudian waktu ditemukan hal-hal sebagai berikut :
1. Ditemukan bukti bahwa data Guru yang bersangkutan tidak memenuhi kriteria sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pedoman pelaksanaan, baik karena data semula sengaja atau tidak sengaja dipalsukan atau karena kesalahan penilaian oleh pemeriksa dari Pemerintah Kabupaten/Kota dan Sekolah;
2. Guru yang bersangkutan dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan telah memiliki kekuatan hukum tetap karena suatu perkara pidana atau perbuatan kejahatan yang terbukti telah dilakukannya;
3. Yang bersangkutan tidak lagi terdaftar atau tercatat sebagai Guru di sekolah tempat yang bersangkutan diusulkan sebagai penerima insentif Guru;
4. Guru yang bersangkutan telah meninggal dunia;
5. Jika terdapat satu Guru menerima dua tunjangan karena diusulkan dari dua sekolah atau lebih, dimana yang bersangkutan mengajar, maka salah satu dari insentif Guru tersebut harus dibatalkan dan wajib dikembalikan ke kas Daerah.