• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengesahan Proposal PKM PE New

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengesahan Proposal PKM PE New"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hipertensi adalah penyakit yang menhyerang pemburuh darah dan dapat menyebabkan tekanan darah didalam tubuh seseorang menjadi naik secara drastis. Seseorang yang mengalami hipertensi tidak dapat mengontrol emosialnya dan dapat menyebabkan menderita stroke, bahkan dapat menyebabkan resiko terjadinya kematian yang tinggi. Penderita hipertensi memiliki beberapa gejala yang biasa ditimbulkan, gejala-gejala tersebut akan mengganggu segala aktivitas yang dilakukan seseorang dan akan menimbulkan rasa sakit pada penderitanya.

Terdapat beberapa gejala yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi adalah sering kelelahan saat melakukan berbagai akrivitas, sangat sensitif dan mudah marah, susah berkonsentrasi dan susah untuk tidur. Gejala penderita hipertensi sering kali dialami oleh sebagian orang dan menyebabkan seseorang merasa tidak nyaman karena sakit yang ditimbulkan. Bagi penderita hipertensi yang sudah parah, bahkan sudah tidak dapat terkontrol dapat menimbulkan komplikasi atau menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh dan seperti gagal jantung, stroke, ginjal bahkan kematian.

Berhubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan perwatan bagi penderita hipertensi yang segera. Perawatan yang terbaik dan murah untuk mengurangi gejala-gejala terjadinya hipertensi adalah dengan menggunakan alternatif lain selain obat-obatan. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang baik untuk menghindari terjadinya hipertensi, salah satunya dengan mengkonsumsi coklat.

Coklat pada umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari yang spesial dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik. Selain sebagai coklat batangan yang umum dikonsumsi, coklat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin. Coklat mengandung beberapa alkaloid-alkaloid sepertiteobromin, fenetilamena, dan anandamida yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh. Coklat yang dimaksud disini adalah coklat hitam (dark chocolate), dimana coklat hitam memang baik untuk kesehatan, karena terdapat kandungan antioksidan yang dapat mengurangi terjadina pembentukan radikal bebas dalam tubuh. Dalam coklat juga mengandung protein 9%, karbohidrat 14%, dan lemak 31%. Pada 9% protein yang terkandung dalam coklat memiliki kandungan fenilalanin, tyrosin, asam aminso triptofan dalam jumlah yang besar. Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak.

(2)

suasana hati menjadi senang dan mood yang baik bagi penderita hipertensi. Hormon serotonin sendiri merupakan hormon yang diproduksi didalam otak, yang berperan aktif untuk meningkatkan konsentrasi, ketenangan, dan kenyamanan dalam berpikir. Dengan produksi serotonin yang bertambah, maka dapat menurunkan resiko terjadinya stres dan depresi yang dapat menghindarkan seseorang dari penyakit darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung.

Sebagai neurotransmitter yang menghantarkan pesan dari satu bagian otak kebagian otak yang lain, secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh hormon serotonin. Hormon serotonin sendiri didistribusikan secara luas, sehingga dapat mempengaruhi keadaan psikologis dan mempengaruhi beberapa fungsi tubuh seseorang. Peran.hormon serotonin terhadap pengaruh kandungan coklat sangat pentig dalam mengatasi timbulnya penyakit hipertensi. Dengan kinerja neurotransmitter yang berperan untuk menghantarkan pesan yang diterima untuk memberikan sinyal-sinyal kepada saraf pusat. Rangsangan yang diterima oleh sistem saraf akan langsung menghantarkannya dalam tubuh dengan hormon serotonin yang berfungsi untuk mengontrol mood dan suasana hati seseorang.sehingga penderita hipertensi akan merasa lebih tenang, rileks dan mampu mengontrol emosinya dengan konsntrasi yang optimal (Amarullah, 2007).

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, ada indikasi bahwa, kandungan yang terdapat pada coklat dapat mempengaruhi hormon serotonin berperan untuk mengontrol mood dan suasana hati pada penderita hipertensi untuk lebih tenang. Sehingga penulis akan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kandungan Coklat Terhadap Hormon Serotonin Tikus pada Kinerja Neurotransmitter Penderita Hipertensi”.

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian tersebut untuk menngetahui adanya pengaruh kandungan coklat pada hormon serotonin terhadap penderita hipertensi melalui kinerja Neurotransmitter yang berada didalam tubuh.

1.3 Luaran yang Diharapkan

(3)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Hipertensi

Hipertensi sering disebut sebagai the silent disease. yang umumnya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Hipertensi dikenal pula sebagai heterogeneous group of disease karena dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur dan kelompok sosial ekonomi (Astawan, 2003). Hipertensi adalah suatu penyakit yang tidak menimbulkan gejala (asimptomatik). Apabila tidak terkontrol maka akan menyebabkan terjadinya gangguan pada organ-organ tubuh, seperti otak, jantung, ginjal, retina, aorta dan pembuluh darah tepi (Santoso, 1989). Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua jenis yaitu : (1) Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya. Sekitar 90 % pasien termasuk katagori hipertensi primer. Berbagai faktor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer seperti bertambahnya umur, stress psikologis, hereditas (genetis), dan jenis kelamin. (2) Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan sebagai akibat dari adanya penyakit lain (Albertus, 2007; Klabunde, 2007) atau dengan kata lain penyebabnya sudah diketahui, seperti adanya penyakit ginjal, kelainan hormonal, kegemukan, konsumsi minuman beralkohol, merokok, kurang olah raga dan pemakaian obat-obatan

(4)

dari kira-kira 135-140 mmHg. Pada hipertensi berat, tekanan arteri rata-rata dapat meningkat sampai 150 hingga 170 mmHg, dengan tekanan diastoliknya setinggi 130 mmHg dan tekanan arteri sistoliknya kadang sampai setinggi 250 mmHg (Guyton dan Hall 1997). Beberapa macam hipertensi yang disebabkan kelainan fungsi pengatur tekanan darah yaitu hipertensi renal, hipertensi hormonal dan hipertensi neurogenik (Guyton, 1994).

Pada tekanan yang tinggi, tekanan arteri rata-rata 50 persen atau lebih di atas normal (Guyton dan Hall, 1997). Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara : (1) Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya. (2) Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Hal tersebut biasanya terjadi pada orang berusia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis. Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi "vasokonstriksi", yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah. (3) Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal tersebut terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat. Menurut (Guytondan Hall, 1997) efek lethal dari hipertensi terutama disebabkan tiga hal berikut : (1) Kelebihan beban kerja pada jantung, yang menimbulkan perkembangan awal dari penyakit jantung kongestif, penyakit jantung koroner, atau keduanya, yang seringkali menyebabkan kematian akibat serangan jantung. (2) Tekanan yang tinggi, yang seringkali menyebabkan rupturnya pembuluh darah utama di otak, yang diikuti oleh kematian pada sebagian besar otak, keadaan ini disebut infark serebral. Secara klinis keadaan ini dikenal dengan nama ‘stroke’. Bergantung pada bagian otak mana yang terkena, stroke dapat menyebabkan kelumpuhan, demensia, kebutaan, atau berbagai gangguan otak yang serius lainnya. (3) Tekanan yang tinggi hampir selalu menyebabkan berbagai pendarahan pada ginjal, yang menimbulkan banyak kerusakan pada area ginjal, dan akhirnya terjadi gagal ginjal, uremia, dan kematian.

2.1 Pengaruh Kandungan Coklat Terhadap Hormon Serotonin

(5)

mengandung protein 9%, karbohidrat 14%, dan lemak 31%. Pada 9% protein yang terkandung dalam coklat memiliki kandungan fenilalanin, tyrosin, asam aminso triptofan dalam jumlah yang besar. Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak.

Beberapa peneliti telah menunjukkan, bahwa mengkonsumsi coklat dapat memicu pelepasan hormon serotonin di otak. Hormon ini mampu memberikan suasana hati menjadi senang dan mood yang baik bagi penderita hipertensi. Hormon serotonin sendiri merupakan hormon yang diproduksi didalam otak, yang berperan aktif untuk meningkatkan konsentrasi, ketenangan, dan kenyamanan dalam berpikir dengan produksi serotonin yang bertambah, maka dapat menurunkan resiko terjadinya stres dan depresi yang dapat menghindarkan seseorang dari penyakit darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung.

Sebagai neurotransmitter yang menghantarkan pesan dari satu bagian otak kebagian otak yang lain, secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh hormon serotonin. Hormon serotonin sendiri didistribusikan secara luas, sehingga dapat mempengaruhi keadaan psikologis dan mempengaruhi beberapa fungsi tubuh seseorang. Peran.hormon serotonin terhadap pengaruh kandungan coklat sangat pentig dalam mengatasi timbulnya penyakit hipertensi. Dengan kinerja neurotransmitter yang berperan untuk menghantarkan pesan yang diterima untuk memberikan sinyal-sinyal kepada saraf pusat. Rangsangan yang diterima oleh sistem saraf akan langsung menghantarkannya dalam tubuh dengan hormon serotonin yang berfungsi untuk mengontrol mood dan suasana hati seseorang.sehingga penderita hipertensi akan merasa lebih tenang, rileks dan mampu mengontrol emosinya dengan konsntrasi yang optimal (Amarullah, 2007).

(6)

fisik dan mental ringan termasuk diantaranya menjadi sensitif dan mudah marah, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, sulit tidur, serta meningkatnya pikiran negatif. Sedangkan gejala fisik yang terjadi akibat kadar serotonin rendah termasuk diantaranya obesitas, gangguan makan, nyeri kronis, dan migrain. Sedangkan gejala mental akibat kadar serotonin rendah meliputi insomnia, penyalahgunaan alkohol, depresi, kecemasan, dan serangan panik.

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis penelitian

Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental murni. Tipe penelitian yang berguna untuk mengembangkan inovasi-inovasi yang berguna dalam meminimalisir terjadinya hipertensi pada manusia. Jumlah keseluruhan sampel tikus wistar jantan (Rattus norvegicus), karena tidak dipengaruhi siklus menstruasi dan proses kehamilan untuk mendapatkan hasil ginetik yang sama. Dalam penelitian ini memakai sampel sebanyak 6 ekor yang setiap kelompok berjumlah 3 ekor tikus wistar. Untuk pengambilan DNA glukosa diambil secara menyeluruh untuk membandingkan dari keseluruhan tikus. Tikus wistar berumur maksimal 3 bulan, berat badan tikus 200 – 250 gram diinjeksi larutan NaCI 8% sebelum pemberian kandungan coklat rendah dan tinggi dengan kadar 35% dan 80%.

Adapun rancangan penelitian ini dapat digambarkan skema sebagai berikut:

K1 P1

K2 P2

Keterangan:

S = Sampel penelitian R = Randomisasi

K1 = Kelompok kandungan coklat rendah

(7)

K2 = Kelompok kandungan coklat tinggi

P1 = Posttest kelompok kandungan coklat rendah

P2 = Posttest kelompok kandungan coklat tinggi

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Laboratorium ilmu faal (fisiologi) FKUB, universitas brawijaya.

3.3 Variabel Penlitian

Variabel-variabel yang terdapat dalam penelitian ini antara lain: 1. Variabel terikat : larutan NaCI 8% pada tikus

2. Variabel bebas : pemberian coklat dosis rendah dan tinggi

3.4 Teknik Pengumpulan Data

a. Persiapan materi dan konsep yang mendukung penelitian (survei pendahuluan)

b. Perlakuan diberikan kandungan coklat dengan dosis rendah dan pada hewan coba.

c. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah dengan mengambil sampel darah hewan coba berupa tikus menggunakan alat d. Setelah penelitian selesai sampai jumlah target terpenuhi, semua data

dicatat dan diolah dengan analisa statistik menggunakan laptop

e. Setelah analisa statistik selesai kemudian dibuat pembahasan dan kesimpulan dari penelitian kedalam laporan hasil penelitian

3.5 Analisis Data

Data dari hasil penelitian akan diolah dengan uji normalitas dan analisis menggunakan software SPSS versi 17 dengan laptop yakni melihat hasil uji laboratorium perlakuan aktivitas fisik submaksimal pada tikus putih jantan (rattus norvegicus) terhadap penurunan kadar glukosa darah. Setiap data berdistribusi normal akan dilakukan uji untuk mengetahui perbedaan penurunan hitung kadar glukosa darah antara kelompok perlakuan dosis rendah dan dosis tinggi.

3.6 Cara Penafsiran

a. Variasi genetik, jenis kelamin, berat badan, dan umur tikus

Tikus putih yang digunakan berjumlah 6 ekor dengan galur Wistar agar variasi genetiknya seragam, berjenis kelamin jantan dan memiliki berat 150-200 gr dan berumur 2-3 bulan.

(8)

Makanan digunakan adalah pakan standar yakni pelet BR-II dan minum selama 7 hari adaptasi dan 7 hari pemberian induksi larutan NaCl. Selanjutnya tikus putih dipuasakan selama lebih kurang 18 jam sebelum perlakuan, tetapi air minum tetap diberikan Tujuannya adalah untuk mengosongkan lambung tikus agar kandungan coklat yang diberikan akan bekerja maksimal.

c. Suhu

Tikus putih dikandangkan selama 14 hari dalam kandang yang sama dengan suhu ruangan berkisar 250-280C agar dapat beradaptasi dan untuk menyamakan kondisi psikologis antar tikus yang dipengaruhi lingkungan sekitar.

d. Variasi kepekaan tikus terhadap zat atau obat yang diberikan

Ada kemungkinan tikus memiliki kepekaan yang berbeda-beda terhadap zat atau obat yang diberikan selama penelitian.

e. Membuat Model Hipertensi pada Hewan UJi

Hewan uji dipuasakan selama 18 jam sebelum perlakuan, setelah diadaptasi selama kurang lebih 1 minggu di tempat percobaan. Hewan uji kemudian dibagi menjadi 2 kelompok secara acak, masing-masing terdiri atas 3 ekor tikus putih jantan. Setelah itu diberi perlakuan Semua kelompok perlakuan sebelumnya diinduksi hipertensi dengan menggunakan larutan NaCl 8% per oral dengan volume 3 ml per hari pada tikus putih jantan selama 14 hari.

Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan pada tikus hipertensi spontan atau hipertensi buatan. Pengukuran tekanan darah dengan cara Tail Cuff method menggunakan alat blood pressure analyzer untuk hewan uji. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengetahui tekanan darah sistolik dan diastolik. Prinsip kerja pengukuran tekanan darah adalah cuff pada 6 ekor yang

digelembungkan sampai mencapai tekanan darah diatas tekanan darah sistolik, sehingga nadi menghilang kemudian tekanan cuff dikurangi perlahan-lahan. Pada saat tekanan darah mencapai di bawah tekanan sistolik nadi akan muncul kembali. Cara pengukuran ini sesuai dengan cara pengukuran tekanan darah menggunakan sphigmomanometer pada manusia..Tekanan darah sistol normal untuk tikus putih jantan adalah 122,25 ± 7,63 mmHg dan diastol 78 ± 9,44 mmHg. Apabila nilai tekanan darah diatas normal maka dapat dikatakan hipertensi.

f. Pemberian Perlakuan

1. Kelompok I yaitu tikus putih jantan diberi dosis rendah (57,5 mg/100 g BB) sebagai kontrol negatif selama 1 hari.

2. Kelompok II yaitu tikus putih jantan diberi dosis tinggi (172,5 mg/100 g BB) sebagai kontrol positif selama 1 hari.

(9)

Tikus Putih Jantan diadaptasi selama

7 hari

Induksi Hipertensi dengan Larutan NaCl 8% 3 ml per hari selama 14 hari

Ukur Tekanan Darah

Tekanan darah hewan uji diukur sebanyak 2 kali yaitu saat sebelum perlakuan pasca induksi dengan larutan NaCl 8% dan setelah pemberian perlakuan sesuai dengan kelompok dosis masing-masing.

3.7 Penyimpulan Hasil Penelitian

Penyimpulan hasil penelitian yang akan dilakukan yakni dengan obyek penelitian dan meng-crosscheck kembali hasil data yang diperoleh berdasarkan hasil hitung kadar gula darah pada hewan percobaan setelah diberi perlakuan diinduksi kandungan coklat dengan dosis rendah dan tinggi dari kondisi yang sebelumnya diinduksi hipertensi dengan menggunakan larutan NaCl 8% per oral dengan volume 3 ml per hari pada tikus putih jantan selama 14 hari. Dari hasil data tersebut nantinya dapat diketahui perubahan hitung kadar gula darah. Selain itu, peneliti saling mendiskusikan dengan anggota dan dosen pendamping agar data yang diperoleh dan penafsiran terhadap data tersebut memiliki validitas yang baik sehingga kesimpulan yang ditarik menjadi akurat dan kokoh.

Penelitian mengikuti diagram alur sebagai berikut :

Kelompok Kontrol Negatif

1. Tikus putih jantan hipertensi

(3 ekor) + kandungan coklat

dosis 57,5 mg/100g BB selama 1 hari

Kelompok Kontrol Positif

2. Tikus putih jantan hipertensi

(3 ekor) + kandungan coklat

(10)

Ukur tekanan darah dari semua kelompok perlakuan

(11)

BAB 4

Cari bahan penelitan dari kampus UM – Pasar Besar Pengiriman hewan coba dari Sawojajar – UM Operasional wawancara dari kampus UB Operasional observasi di kampus UM Kampus UM – Tirto Mulyo No. 16

(12)

N o

Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 1 Persiapan

Penelitia n 2 Persiapan

Alat dan Bahan 3 Penelitia

n 4 Analisa

Hasil dan Data 5 Laporan 6 Publikasi

Referensi

Dokumen terkait

hipotesis peneliti, dilakukan analisis statistik dengan analisis regresi. Cara pengambilannya menggunakan teknik random sampling, yaitu cara pengambilan/pemilihan

Komponen produksi pada tanaman jarak pagar diataranya adalah jumlah bunga betina, rasio bunga betina dan jantan, jumlah buah yang jadi, jumlah biji per buah dan bobot kering

Lebih lanjut, jika dibandingkan Kabupaten Purwakarta yang merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terendah di Jawa Barat, jumlah penduduk di Kabupaten Bogor lebih tinggi 81,6

Tajuk pohon yang banyak dan berlapis-lapis pada tanaman yang ada di hutan akan sangat membantu untuk menahan energi potensial air hujan yang jatuh sehingga aliran air

Data hasil uji statistik yang diperoleh dari daya proteksi formula gel minyak atsiri herba lemon balm (Melissa officinalis L) terhadap nyamuk Aedes aegypti memiliki

Jadi dalam penelitian ini fenomena yang akan diteliti adalah mengenai keadaan penduduk yang ada di Kabupaten Lampung Barat berupa dekripsi, jumlah pasangan usia

Konsentrasi K+ dlm larutan tanah merupakan indeks ketersediaan kalium, karena difusi K+ ke arah permukaan akar berlangsung dalam larutan tanah dan kecepatan difusi tgt pada

Sekolah-sekolah yang dikategorikan sedang cenderung memiliki orientasi penyelenggaraan KBM yang lebih besar dilihat dari biaya operasional dibanding dengan