• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Diri Remaja pada Masa Pubertas dan Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Konsep Diri Remaja pada Masa Pubertas dan Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

dan Info Artikel:

Diterima 08/01/2014 Direvisi 12/01/2014 Dipublikasikan 28/02/2014

Volume 2 Nomor 1, Februari , Hlm 1-7

dan Impli

Juliana, Indra Ibrahim & Afrizal Sa

Universitas Negeri Padang

Abstract

For students who are in experienced during puberty the rapid body changes tha interviews that there are stu study classified the type of the class VII puberty in SMP findings reveal: in general

Keyword:Self-concept, students a

Copyright © 2014 IICE - Multika Rights Reserved

Indonesian Institute for Counselin

PENDAHULUAN

Masa remaja adalah masa y masa ini bagian-bagian tertentu d mulai mampu berfikir abstrak d Mohammad Ali dan Asrori (2009:1 secara lebih abstrak, dan menguji h

Masa remaja merupakan s remaja ini merupakan tahap transi perubahan pada diri remaja terseb ini biasa juga disebut sebagai m

“pertumbuhan yang sangat cepat sangat cepat terutama terjadi pada

Pubertas adalah periode ya tertentu yang tidak terjadi dalam periode tumpang tindih karena m remaja.

Masa puber merupakan awa Santrock (2007:83) bahwa Puberta yang melibatkan perubahan hormo

Perubahan yang dialami r bahwa perubahan-perubahan yan mempengaruhi semua bagian tub

Elizabeth B. Hurlock (1980:191)

dan

Volume 2 Nomor 1, Februari , Hlm 1-7

Konsep Diri Remaja pada Masa Pubertas

plikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling

l Sano

in puberty, they should have a self-concept in the fac erty. Where they should have the knowledge, hope, and an that occur at that time. But the facts on the ground, from ob students who do not have a good self-concept in the face o of descriptive quantitative research. Research subjects were SMP 13 Sijunjung. The research instrument is the questionn al students have a good self-concept in the face of puberty.

ts at puberty

ltikarya Kons (Padang - Indonesia) dan IKI - Ikatan Konselo

ling and Education (IICE) Multikarya Kons

a yang berada dalam fase perkembangan yang pertumbuhan dari seorang individu sudah semakin kuat dan semakin m k dan memecahkan masalah yang bersifat hipotesis. H 09:10) bahwa pada masa remaja memungkinkan bagi remaja

ji hipotesis.

salah satu tahap di dalam kehidupan manusia yang sang nsisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada tahap in sebut, baik itu perubahan fisik, emosional maupun sosial. M i masa puber. Sebagaimana diungkapkan oleh Elida Pray

at merupakan karakteristik pertumbuhan pada periode rema da periode awal masa remaja yang disebut pubertas”.

yang unik dan khusus yang ditandai oleh perubahan-per m tahap-tahap lain dalam rentang kehidupan. Masa puber a mencakup tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan ta

wal penting yang menandai masa remaja. Sebagaimana diun ertas (puberty) adalah sebuah periode dimana kematangan monal dan tubuh, yang terutama berlangsung di masa remaj i remaja pada masa puber sering merisaukannya. Karena

ang terjadi tersebut sebagai suatu kejanggalan yang sang tubuh, baik di dalam maupun di luar tubuh. Sesuai de

91)”pertumbuhan fisik yang pesat cenderung disertai ke

dan

Ikatan Konselor Indonesia (IKI)

Volume 2 Nomor 1, Februari , Hlm 1-7

ling

face of changes an assessment of observations and e of puberty. This ere 79 students in nnaire. Research ty.

elor Indonesia - All

hannya sangat pesat. Pada n menarik. Remaja sudah Hal ini diperkuat oleh aja untuk mampu berfikir

angat kritis, karena masa p ini banyak sekali terjadi l. Masa perubahan seperti rayitno (2006:19) bahwa

maja. Pertumbuhan yang

perubahan perkembangan er juga dianggap sebagai tahun-tahun awal masa

iungkapkan oleh John W. n fisik berlangsung pesat aja awal.

ena mereka menganggap angat mengganggu, yang dengan yang dinyatakan

(2)

pubertas, sebab mereka harus m Perubahan ukuran dan proporsi tu sudah terbentuk mempengaruhi sik Masa puber anak laki-laki (1980:185)masa puber anak pere puber anak laki-laki berada pada r

anak perempuan lebih dulu menca para remaja diharapkan memiliki k

Konsep diri menurut Epste

(self concept) sebagai pendapat menyangkut materi, fisik (tubuh

seseorang”. Remaja pubertas yan

pendapat tersendiri mengenai peru Sebagai remaja pubertas ya alami. Selain itu mereka juga tent akan melahirkan penilaian yang b begitu maka remaja pubertas akan Calhoun (1995:67) konsep diri a dirinya, dan penilaian seseorang te Fakta di lapangan berdasa tanggal 11 sampai 18 Juni 2012 d saat siswa sedang belajar, dan ju dilakukan peneliti, ditemukan b perubahan yang terjadi pada dirin mulai tumbuh besar, sedangkan. Sehingga untuk menyembunyikan payudaranya. Demikian juga deng enggan saat disuruh guru bicara wajah mereka. Wajah mereka terlih

Selain observasi, peneliti m Juni 2012. Wawancara peneliti lak terjadi pada dirinya, serta pada s perubahan tersebut. Dari hasil sebenarnya tidak terlalu memaham adalah sesuatu yang buruk yang te menjadi terganggu.

Sedangkan dari hasil waw bermasalah dengan perubahan ya perubahan yang mereka alami ada bahwa mereka bukan anak-anak perubahan-perubahan yang mereka

Selanjutnya, peneliti melan SMP N 13 Sijunjung. Wawancara hasil wawancara yang peneliti lak umumnya siswa yang datang untu yang terjadi pada dirinya. Ada sis Mereka juga terganggu dengan su ditumbuhi jerawat. Dan ada juga juga merasa risih dengan bentuk tu sempit. Hal ini membuat mereka m Dalam upaya penyelesaian cukup besar karena salah satu tu

s menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang i tubuh yang terjadi sangat mencolok sehingga keseimban i sikap dan tingkah laku remaja pubertas.

ki berbeda dengan masa puber anak perempuan. Menurut erempuan berada pada rentangan umur 11 sampai umur 15

a rentangan umur 12 sampai 16 tahun”.Dari pendapat di a capai kematangan daripada anak laki-laki. Dan dalam men iki konsep diri yang baik.

stein dkk (dalam Elida Prayitno, 2006: 121) mengungkapk

at atau perasaan atau gambaran seseorang tentang dirin buh), maupun psikis (sosial, emosional, moral, dan k

yang mengalami pertumbuhan fisik yang sangat pesat te

erubahan yang dialaminya tersebut.

yang baik, mereka diharapkan paham dengan adanya perub tentunya punya harapan tersendiri terhadap pertumbuhan fis baik dari remaja pubertas tersebut terhadap perubahan yan kan memiliki konsep diri yang positif dalam hidupnya. Ka i adalah pengetahuan seseorang tentang dirinya, penghara

tentang dirinya

asarkan observasi dan wawancara, melakukan observasi 2 di SMP N 13 Sijunjung. Observasi peneliti lakukan denga juga dengan melihat siswa saat beraktifitas di luar kelas beberapa siswa perempuan maupun siswa laki-laki ya irinya. Misalnya siswa perempuan terlihat minder karena pa

.

ikannya siswa perempuan ini sedikit membungkukkan ba ngan siswa laki-laki yang terlihat tidak nyaman dengan peru ra di depan kelas. Siswa perempuan dan laki-laki juga me

rlihat berminyak dan berjerawat.

liti melanjutkan dengan melakukan wawancara di kelas pada i lakukan terhadap 10 orang siswa yang terlihat bermasalah d a siswa 10 orang siswa yang terlihat seperti tidak meng il wawancara tersebut. Peneliti mendapatkan informasi

ami perubahan-perubahan yang mereka alami, sehingga me g terjadi pada diri mereka. Akibat adanya perubahan terseb

awancara yang peneliti lakukan terhadap 10 orang sisw yang dialaminya. Peneliti mendapat informasi bahwa ba

dalah hal yang baik bagi mereka. Karena mereka tahu bahw ak lagi. Bahkan di antara mereka ada yang merasa lebih eka alami tersebut.

lanjutkan dengan melakukan wawancara pada tanggal 23 J ara dilakukan terhadap 2 orang guru BK yang ada di sekolah i lakukan dengan guru BK di sekolah tersebut, didapatkan

ntuk konseling kepada guru BK adalah siswa yang bermas siswa laki-laki yang merasa bingung saat pertama kali me

suaranya yang berubah menjadi besar, serta wajah mulai ga siswa perempuan yang mengaku takut saat pertama ka k tubuhnya yang mulai berubah, sehingga membuat pakaian

a merasa malu dengan keadaan tersebut.

ian masalah konsep diri remaja pada masa pubertas, guru B tugas guru BK adalah menyelesaikan KES-T (Kehidup

ng terjadi pada dirinya. bangan yang sebelumnya

rut Elizabeth B. Hurlock 15 tahun, sedangkan masa i atas jelas terlihat bahwa enghadapi masa puber ini

pkan bahwa” konsep diri

irinya sendiri, baik yang kognitif) yang dimiliki

t tentunya akan memiliki

ubahan fisik yang mereka fisiknya. Sehingga hal itu yang dialaminya. Dengan Karena menurut James F. arapan seseorang tentang

asi yang dilakukan pada ngan cara masuk ke kelas las. Dari observasi yang yang terganggu dengan payudaranya yang sudah

bahunya untuk menutupi erubahan suara, Sehingga mengalami masalah pada

ada tanggal 20 sampai 22 h dengan perubahan yang ngalami masalah dengan asi bahwasanya mereka mereka menilai bahwa itu sebut penampilan mereka

iswa yang terlihat tidak bagi mereka perubahan-hwa itu merupakan tanda lebih percaya diri dengan

3 Juni 2012 di ruang BK lah tersebut. Berdasarkan an informasi bahwa pada asalah dengan perubahan mengalami mimpi basah. lai berminyak dan mulai kali menstruasai. Mereka ian mereka menjadi terasa

(3)

Terganggu) yang dialami siswa. D menyelesaikan tugas perkembanga permasalahannya yang berkaitan d sebagaimana mestinya agar KES n

Setelah diketahui konsep d yang diterapkan guru BK terhada layanan yang sesuai dengan perm konsep diri remaja pada masa pu permasalahannya.

Dari latar belakang masalah 1. Bagaimana pengetahuan rema 2. Bagaimana pengharapan rema 3. Bagaimana penilaian remaja p

METODOLOGI

Penelitian ini menggunaka ini adalah siswa yang berada pa Penarikan sampel dilakukan deng 79 orang.

Alat yang digunakan untuk kemungkinan jawaban, kuesioner pernyataan pada bagian pengetah paham, dan sangat tidak paham. U kurang berharap, tidak berharap, d adalah sangat baik, baik, kurang b peneliti menggunakan rumus perse

X 100

Keterangan:

P = Persentase f = Frekuensi n = Jumlah respo

HASIL

Berdasarkan hasil pengolah

Tabel 1. Hasil P

No Konsep diri remaja pada masa pubertas

Laki-1. Pengetahuan

P

70%

2. Pengharapan

B 66,2

%

3. Penilaian

B 64,3

%

Rata-rata 66,8

%

. Disini terlihat sekali peran seorang guru BK untuk mamp ngannya, selain itu guru BK juga diminta mampu membantu

n dengan konsep diri siswa pubertas agar mereka bisa men S nya tidak terganggu.

diri remaja pada masa pubertas, maka akan terlihat implik adap remaja pada masa pubertas tersebut. Guru BK dapat

rmasalahan yang dialami oleh siswa tersebut. Jadi dengan pubertas, guru BK dapat berperan dalam membantu siswa

lah di atas, fokus dalam penelitian ini sebagai berikut: maja pubertas tentang perubahan-perubahan yang dialaminy maja pubertas tentang perubahan-perubahan yang dialaminy ja pubertas tentang perubahan-perubahan yang dialaminya d

kan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis deskrip pada masa pubertas di kelas VII SMPN 13 Sijunjung den ngan teknik purposive sampling, sehingga didapatkan samp

tuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesione ner/angket penelitian menggunakan kriteria lima pilihan tahuan pilihan jawabannya adalah sangat paham, paham . Untuk bagian pengharapan pilihan jawabannya adalah san , dan sangat tidak berharap. Sedangkan untuk bagian penila g baik, tidak baik, dan sangat tidak baik. Untuk melihat pers

rsentase:

e i

sponden

lahan data, maka hasil penelitian ini dapat dilihat pada tabel

il Penelitian Mengenai Konsep Diri Remaja Pada Masa

ki-Laki Perempuan

T P TP

30% 64,6

%

35,4 %

TB B TB

33,8 %

64,2 %

35,8 %

TB B TB

35,7 %

63,4 %

36,6 % 33,3

%

64,1 %

35,9 %

mpu mengarahkan remaja antu siswa menyelesaikan enerima keadaan dirinya

plikasinya dalam layanan pat menerapkan layanan-an diketahuinya masalah wa dalam menyelesaikan

inya disaat pubertas inya disaat pubertas a disaat pubertas.

riptif. Populasi penelitian engan jumlah 110 orang. mpel penelitian sebanyak

ioner/angket. Untuk setiap an jawaban yaitu: untuk m, kurang paham, tidak angat berharap, berharap, ilaian pilihan jawabannya ersentase hasil penelitian,

el berikut:

(4)

Dari hasil penelitian, konse yaitu pengetahuan, pengharapan, d seks primer, dan ciri-ciri seks seku Pengetahuan remaja pada adalah baik dengan persentase 70 remaja pada masa pubertas terhad 66,2% bagi siswa laki-laki dan 6 terhadap perubahan-perubahan ya dan 63,4% bagi siswa yang pere perentase 66,8% bagi siswa laki-la

PEMBAHASAN

1. Pengetahuan remaja pubert

Dari temuan penelitian dite terjadi pada masa pubertas. Hal masa pubertas, sudah memiliki p pubertas. Namun demikian 30% Dan 64,6% siswa perempuan pah 35,4% siswa perempuan tidak pa

Dari temuan penelitian di ata 70% dan siswa yang perempuan 6 paham dengan baik tentang perub dikatakan bahwa mereka sudah m James F. Calhoun (1995:67) bahw apa yang diketahui tentang diri se dialaminya saat puber sangatlah yang terjadi pada masa pubertas ak

Di samping itu dapat ju perempuan yang tidak paham te bingung dengan perubahan-peru karena memang kebanyakan rem memasuki masa pubertas tersebu sebagian besar anak-anak mem lamanya waktu yang diperlukan anak menjadi prihatin bila meli memiliki konsep diri yang kurang

2. Pengharapan remaja puber

Dari temuan penelitian d yang terjadi pada masa pubertas pada masa pubertas, memiliki Sedangkan 33,8% siswa laki-laki Dan 64,2% siswa perempuan be menggambarkan bahwa pada um terjadinya perubahan-perubahan terhadap perubahan yang terjadi p

Dari temuan penelitian d mencapai 66,2% dan siswa pere berada pada masa pubertas berha bisa dikatakan bahwa mereka sud

nsep diri remaja pada masa pubertas. Dapat terlihat dari t , dan penilaian individu terhadap perubahan ukuran tubuh, ekunder.

da masa pubertas terhadap perubahan-perubahan yang ter 70% bagi siswa laki-laki dan 64,6% bagi siswa yang pe adap perubahan-perubahan yang terjadi pada masa puber b 64,2% bagi siswa perempuan, sedangkan Penilaian rema yang terjadi pada masa puber baik dengan persentase 64,3 erempuan. Jadi dapat dilihat konsep diri secara keseluruh i-laki dan 64,1% bagi siswa perempuan.

pubertas tentang perubahan-perubahan yang dialaminya dis

ditemukan bahwa 70% siswa laki-laki paham tentang peru al ini menggambarkan bahwa pada umumnya siswa laki-i pengetahuan yang balaki-ik tentang perubahan-perubahan ya % siswa laki-laki tidak paham dengan perubahan-perubaha paham tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada mas paham tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada mas atas dapat dilihat bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh si n 64,6%. Ini menunjukkan bahwa baik siswa laki-laki mau ubahan-perubahan yang dialaminya dalam masa pubertas. D h memiliki konsep diri yang baik. Hal ini sesuai dengan y

ahwa dimensi pertama dari konsep diri adalah pengetahua i sendiri. Dalam hal ini pengetahuan individu terhadap terja

h penting. Karena dengan memiliki pengetahuan yang ba s akan membuat individu memiliki konsep diri yang baik dala t juga dilihat bahwa masih ada sekitar 30% siswa

tentang perubahan-perubahan yang dialaminya di masa p erubahan yang terjadi begitu pesat. Hal ini bisa dikatakan

remaja pubertas tidak dibekali dengan pemahaman yang ebut. Hal ini senada dengan yang diungkapkan Elizabeth emasuki masa puber tanpa memiliki pengetahuan dan an untuk menjadi matang atau tentang pola kematangan elihat perubahan tubuhnya. Hal inilah yang biasanya m ang baik pada masa pubertas

pubertas tentang perubahan-perubahan yang dialaminya dis

ditemukan bahwa 66,2% siswa laki-laki berharap terhadap rtas. Hal ini menggambarkan bahwa pada umumnya siswa

ki pengharapan yang baik terhadap terjadinya perubaha aki tidak berharap terhadap perubahan-perubahan yang terja berharap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada umumnya siswa perempuan juga sudah memiliki pengharap

an pada masa pubertas. Sedangkan 35,8% siswa perem di pada masa pubertas.

di atas dapat dilihat bahwa pengharapan yang dimilik erempuan 64,2%. Ini artinya baik siswa laki-laki maupun rharap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di masa sudah memiliki konsep diri yang baik pada masa pubertas.

i tiga aspek yang diteliti, h, proporsi tubuh, ciri-ciri

terjadi pada masa puber perempuan. Pengharapan er baik dengan persentase maja pada masa pubertas 4,3% bagi siswa laki-laki uhan adalah baik dengan

disaat pubertas

erubahan-perubahan yang ki-laki yang berada pada yang dialaminya di masa han yang terjadi tersebut. asa pubertas. Sedangkan asa pubertas.

siswa laki-laki mencapai aupun siswa perempuan s. Dengan demikian dapat n yang diungkapkan oleh uan, yang merupakan hal terjadinya perubahan yang baik terhadap perubahan

dalam dirinya.

ki-laki dan 35,4% siswa pubertas. Mereka masih kan wajar mereka alami, ng baik sebelum mereka th B. Hurlock (1980:194) n pemahaman mengenai n yang terjadi, akibatnya membuat seorang anak

disaat pubertas?

dap perubahan-perubahan wa laki-laki yang berada ahan-perubahan tersebut. rjadi pada masa pubertas. da masa pubertas. Hal ini rapan yang baik terhadap rempuan tidak berharap

(5)

pendapat Rogers (dalam James F. yang ada dalam diri tentang diri di masa pubertas. Pada saat ses mempunyai satu set pandangan la Atau dengan kata lain dapat dik pengharapan setiap individu itu maka akan melahirkan konsep dir

Di samping itu dapat jug perempuan yang tidak berharap mempengaruhi konsep diri ya diinginkannya, maka mereka tida berbeda antara individu satu deng (1980:201) bahwa pada masa p dirinya, sesuai dengan pandanga karena gelisah akibat tubuhnya perempuan yang berharap bisa m lebar serta tungkai kaki yang lebih

Calden dalam Elizabeth B (1980:201) menyatakan bahwa p bagian-bagian tubuh lainnya leb dimensi tubuh dari pinggang ke a jelaslah bahwa pengharapan ter membentuk konsep diri dalam dir

3. Penilaian remaja pubertas t perubahan-perubahan yang dialaminya disaat pubertas

Dari temuan penelitian perubahan-perubahan yang terjad menilai baik semua perubahan-p siswa laki-laki memiliki penilaia menunjukkan bahwa masih ada bahwa perubahan-perubahan yan memiliki penilaian baik terhadap bahwa pada umumnya siswa pe yang dialaminya sebagai sesuatu penilaian yang tidak baik terhad bahwa perubahan-perubahan ters

Dari temuan penelitian d 64,3% dan siswa perempuan 63,4 masa pubertas memiliki penilaia Berarti sudah bisa dikatakan bah diperkuat oleh James F. Calhou terhadap diri sendiri, dimana seo

hari”. Dalam hal ini dapat dilih

dialaminya selama masa puberta perubahan yang dialaminya. Aka diri yang baik pula dalam hidupn

Di samping itu dapat j perempuan memiliki penilaian ya Hal ini biasa terjadi pada remaj sebagian anak melewati masa p

s F. Calhoun, 1995:71) bahwa dimensi kedua dari konsep d iri seseorang. Dalam hal ini adalah pengharapan terhadap p seseorang mempunyai satu set pandangan tentang siapa d n lain yaitu tentang kemungkinan menjadi seperti apa dirin t dikatakan bahwa setiap orang memiliki harapan bagi d tu berbeda sesuai diri ideal yang di inginkannya. Dan jika diri yang baik pula di dalam dirinya.

juga dilihat bahwa masih ada sekitar 33,8% siswa laki-rap terhadap perubahan-perubahan yang dialaminya di m yang dimilikinya, karena tanpa ada harapan tentang tidak akan memiliki pengharapan diri yang ideal. Penghara engan yang lainnya. Sesuai dengan yang diungkapkan dalam a pubertas, setiap individu akan memiliki pengharapan y

gan ideal diri yang diinginkannya. Seorang individu akan ya yang mulai berubah dan tidak puas terhadap penampi memiliki tubuh yang ramping serta anak laki-laki yang ing ebih berisi.

B. Hurlock

a perempuan menginginkan perubahan dari pinggang ke baw lebih kecil (kecuali payudara). Sedangkan laki-laki mera e atas, mereka menginginkan bagian tubuh yang lebih lebar terhadap diri sendiri sangat berpengaruh terhadap peneri diri individu, terutama individu yang sedang berada dalam m

s tentang

aian yang tidak baik terhadap perubahan yang terjadi pada da di antara siswa laki-laki yang berada pada masa pube yang dialaminya sebagai sesuatu hal yang buruk. Dan 63 ap perubahan-perubahan yang terjadi pada masa pubertas. S perempuan yang berada pada masa pubertas menganggap uatu hal yang baik bagi dirinya. Sedangkan 36,6% siswa hadap perubahan yang terjadi pada masa pubertas. Mere ersebut merupakan hal buruk yang harus mereka alami.

di atas dapat dilihat bahwa penilaian yang dimiliki oleh si 3,4%. Ini artinya baik siswa laki-laki maupun siswa perem ilaian yang baik terhadap perubahan-perubahan yang terj ahwa mereka sudah memiliki konsep diri yang baik pada houn (1990:71) “Bahwasanya dimensi ketiga dari konsep

seorang individu berperan langsung sebagai penilai tentang

ilihat dari penilaian seorang individu terhadap perubahan

rtas berlangsung. Seorang individu yang memiliki penilai kan mampu menerima dirinya dengan baik sehingga akan pnya.

t juga dilihat bahwa masih ada sekitar 35,7% siswa laki yang tidak baik tentang perubahan-perubahan yang dialam

aja di masa pubertas. Sebagaimana menurut Elizabeth B puber tanpa mengembangkan konsep diri yang kurang m

p diri adalah pengharapan p perubahan yang dialami a dirinya, maka dia juga irinya di masa mendatang. i dirinya sendiri, dimana ika pengaharapannya baik

ki-laki dan 35,8% siswa i masa pubertas. Ini akan g seperti apa diri yang arapan diri yang ideal ini lam Elizabeth B. Hurlock n yang berbeda terhadap an sulit menerima dirinya pilannya. Misalnya anak ingin memiliki bahu yang

bawah, dan menginginkan erasa tidak puas dengan bar. Dari pendapat di atas erimaan diri yang akan m masa pubertas

i penilaian baik tehadap nya siswa laki-laki sudah . Namun demikian 35,7% da masa pubertas. Hal ini ubertas yang memandang 63,4% siswa perempuan . Sehingga bisa dikatakan gap perubahan-perubahan iswa perempuan memiliki ereka masih menganggap

siswa laki-laki mencapai empuan yang berada pada terjadi di masa pubertas. da masa pubertas. Hal ini sep diri adalah penilaian tang dirinya sendiri setiap

an fisik yang pesat yang ilaian yang baik terhadap kan menghasilkan konsep

(6)

salah satunya disebabkan oleh p perubahan di masa pubertas.

Implikasi dalam Layanan Bimbing

Sebelum menentukan layan assessmentatau studi kebutuhan. yang dialami siswa. Studi kebu diberikan agar sesuai dengan kebu Studi kebutuhan diawali d dalam penelitian ini dapat diguna yang dialami oleh siswa. Layanan siswa.

Layanan BK yang diberikan BK diberikan untuk mengubah ko Baik (CB) ke arah yang lebih Baik Setelah diketahui permasa selanjutnya direncanakan jalan k pemberian layanan BK. Adapun la adalah:

A. Layanan informasi

Layanan informasi mer yang dibutuhkan individu (P diberikan untuk memberikan Berdasarkan temuan p sebagai berikut : a)perkemba yang penting bagi remaja d di masa puber.

B. Layanan konseling peroranga Layanan konseling pe perlu dialami oleh banyak sis klien datang ke konselor, nam C. Layanan konseling kelomp

Layanan konseling ke memanfaatkan dinamika ke yang dialami anggota kelom mengalami masalah yang sa dialami siswa pubertas dala dengan layanan informasi da beberapa siswa.

D. Layanan bimbingan kelomp Seperti halnya konseli kelompok. Bimbingan kelom yang tidak mengalami masala kelompok bisa membantu sis

Topik yang diberikan d dilakukan dengan topik tuga b)pertumbuhan dan perkemb masa puber

h penilaian oleh individu itu sendiri terhadap bentuk tubu

bingan dan Konseling

yanan yang diberikan kepada, hal yang paling utama dila n. Studi kebutuhan sangat diperlukan dalam menentukan k butuhan merupakan suatu usaha untuk merencanakan ke

butuhan siswa asuh.

li dengan memberikan dan memanfaatkan kegiatan penduk nakan angket penelitian. Dari hasil studi kebutuhan ini nan an Bimbingan dan Konseling diberikan untuk mengentaska

ikan disesuaikan dengan masalah yang dialami siswa. Dalam konsep diri remaja pubertas dari Tidak Baik (TB), Kurang

aik (B) atau Sangat Baik (SB).

asalahan konsep diri yang dialami siswa dalam mengh n keluar yang diberikan untuk mengentaskan masalah

n layanan yang diberikan berkenaan dengan masalah konse

erupakan layanan yang diberikan kepada individu dengan (Prayitno, 2004: 3). Layanan informasi bisa diberikan deng

an jalan keluar dari masalah yang banyak dialami oleh sisw penelitian, maka materi layanan informasi yang mungkin bangan manusia, b)masa remaja dan masa pubertas, c)peru di masa puber, serta d)sikap yang diperlukan dalam meng

ngan

perorangan diberikan kepada siswa yang mengalami mas siswa. Format pelaksanaan layanan konseling perorangan namun bisa juga dengan cara memanggil siswa yang mengala

pok

kelompok merupakan layanan yang diberikan dengan for kelompok dalam mebahas dan membantu mencarikan jala lompok. Layanan konseling kelompok diberikan kepada sama. Layanan konseling kelompok dipilih untuk menge alam menghadapi perubahan yang dialaminya pada masa

dan layanan penguasaan konten, layanan konseling kelomp

mpok

seling kelompok, layanan bimbingan kelompok bisa dite lompok diberikan dengan menggabungkan siswa yang meng

salah dalam menhadapi masa pubertas. Hal ini dimaksudkan siswa yang mengalami masalah tersebut.

n dapat berupa topik tugas ataupun topik bebas. Adapun jik ugas, maka topik yang mungkin dibahas adalah sebagai

mbangan manusia, serta c)perubahan-perubahan fisik pen

buhnya yang mengalami

dilaksanakan adalah need n kebutuhan atau masalah ketepatan layanan yang

dukung yang ada di BK, nanti akan terlihat hal-hal skan masalah yang dilami

lam penelitian ini, layanan ng Baik (KB) dan Cukup

nghadapi masa pubertas, h siswa tersebut berupa nsep diri remaja pubertas

an memberikan informasi engan format klasikal dan

swa.

kin bisa diberikan adalah erubahan-perubahan fisik nghadapi perubahan fisik

asalah tertentu dan tidak an bisa dengan menunggu galami masalah tertentu.

format kelompok dengan jalan keluar dari masalah da kelompok siswa yang ngentaskan masalah yang sa pubertas. Jadi berbeda mpok hanya dialami oleh

iterapkan dengan format engalami masalah dengan kan agar dengan dinamika

(7)

PENUTUP

Berdasarkan penelitian yan pada masa pubertas adalah baik. H terhadap perubahan ukuran tubuh dialaminya pada masa pubertas.

Berkenaan dengan temuan p Bagi siswa yang berada di masa alami dalam menghadapi masa melalui berbagai layanan BK yan dialami siswa dalam menghadap menerapkan dan meningkatkan pro menyusun program pelayanan bi kebutuhan dan perkembangan sis baik

DAFTAR PUSTAKA

Anas Sudijono. 2011.Evaluasi Pe

A.Muri Yusuf. 2005. Metodologi P

Elida Prayitno. 2006.Psikologi Pe

Elizabeth B.Hurlock. 1980.Psikolo

James F. Calhoun. 1995.Psikolog

John W. Santrock. 2007.Remaja.

Mohammad Ali, asrori. 2009.Psik

Prayitno. 2004.Buku Seri Layanan

yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa secara um . Hal ini diketahui dengan melihat pengetahuan, pengharap buhnya, proporsi tubuh, ciri-ciri seks primer, serta ciri-cir .

n penelitian, peneliti mengemukakan beberapa saran kepad sa pubertas, melalui penelitian ini dapat mengetahui perm

a pubertas. Selanjutnya, siswa bisa berusaha menyelesa ang sesuai. Kepada personil sekolah, melalui penelitian in api masa pubertas dan diharapkan bisa membantu sebag program sekolah untuk siswanya.terakhir kepada guru BK, bimbingan dan kegiatan pendukung bimbingan konselin siswa sehingga siswa mampu menghadapi dan melalui ma

i Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada

gi Penelitian. Padang: UNP Press

i Perkembangan Remaja. Padang: Angkasa Raya

ikologi Perkembangan. Jakarta: PT. Aksara Pratama

logi tentang Penyesuaian. Semarang: IKIP Semarang Press

ja.Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama

sikologi Remaja.Jakarta: PT Bumi Aksara

nan Bimbingan Konseling.Padang: BK FIP UNP

mum konsep diri remaja apan, dan penilaian siswa i-ciri seks sekunder yang

ada beberapa pihak yaitu: rmasalahan yang mereka lesaikan permasalahannya ini terlihat masalah yang agai bahan acuan dalam K, sebagai masukan untuk ling yang sesuai dengan masa pubertasnya dengan

Referensi

Dokumen terkait

Kelurahan yang memiliki luas lahan terbesar yang masuk dalam kelas sangat sesuai yaitu Kelurahan Sorosutan dengan luas 130,94 Ha sedangkan yang paling sedikit yaitu Kelurahan

Penelitian ini dilakukan dengan menguji perkembangan kuat tekan beton high volome fly ash pada umur 14 hari, 28 hari dan 56 hari dan sebagai pembanding yaitu kuat tekan

Jika ditemukan, selanjutnya adalah proses penetasan telur yaitu dengan cara kertas saring yang berisi telur, dipindahkan ke nampan plastik yang berukuran 20 x 30 cm atau 30 x

Dilarang melakukan kegiatan atau perbuatan yang bertentangan dengan peraturan peundang- undangan yang berlaku dan atau bertentangan dengan norma-norma yang hidup dan

[r]

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu dibentuk Desa Simpangtiga Kecamatan Patia, Desa Ganggaeng Kecamatan Picung, Desa

Dapat dikatakan demikian karena karbon yang terukur, kemungkinan besar berasal dari kalsium karbid yang tidak bereaksi atau karbon yang berasal dari batu bara

Dikarenakan nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (14,084 > 3,354) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya price earning ratio dan