BAB IV
BAB IV
ANALISI
ANALISIS DAT
S DATA
A
4
4
.1
.1
.
.
T
T
i
i
nj
nj
a
a
ua
ua
n U
n U
mu
mu
m
m
Dal
Dalam am bab Analbab Analisis isis DatData a dimdimulaulai i dardari i penpengumgumpulpulan an datdata a yanyang g dipdiperluerlukan kan daldalamam perencanaan
perencanaan selanjutnya selanjutnya menganalisis menganalisis data data yang yang telah telah dikumpulkan. dikumpulkan. Analisis Analisis ini ini dilakukandilakukan untuk mengolah data mentah yang ada di lapangan sehingga didapat nilai serta informasi untuk mengolah data mentah yang ada di lapangan sehingga didapat nilai serta informasi yang akan digunakan dalam perencanaan nantinya, salah satunya mulai dari analisa data yang akan digunakan dalam perencanaan nantinya, salah satunya mulai dari analisa data angin, data peramalan pasang surut air laut, dan data tanah.
angin, data peramalan pasang surut air laut, dan data tanah.
4.
4.
2.
2.
An
An
al
al
is
is
is
is
Hi
Hi
dr
dr
oo
oo
ce
ce
an
an
og
og
ra
ra
fi
fi
4
4
.
.
2
2
.
.
1
1
.
.
A
A
n
n
g
g
i
i
n
n
Data angin
Data angin digundigunakan sebagai akan sebagai dasar dalam dasar dalam peramperamalan gelombangalan gelombang. . PeramaPeramalan lan tersebutersebutt berupa
berupa tinggi tinggi dan dan periode periode gelombang. gelombang. Data Data yang yang diperlukan diperlukan adalah adalah data data arah arah angin angin dandan kecepatan angin. Data angin tersebut diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan kecepatan angin. Data angin tersebut diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika BMKG! Biak, hal ini dikarenakan tidak adanya data angin dari BMKG daerah Geofisika BMKG! Biak, hal ini dikarenakan tidak adanya data angin dari BMKG daerah "indesi.
"indesi.
am!ar 4. 1.
am!ar 4. 1.
#arak Antara "indesi dan Biak #arak Antara "indesi dan BiakWindesi Windesi
Biak Biak
Dapat dilihat pada Gambar di atas jarak antara lokasi rencana pekerjaan pelabuhan di Dapat dilihat pada Gambar di atas jarak antara lokasi rencana pekerjaan pelabuhan di "indesi dengan tempat pengambilan data angin di Biak kurang lebih $% km yang hanya "indesi dengan tempat pengambilan data angin di Biak kurang lebih $% km yang hanya dibatasi dengan &elat &orenar'a.
dibatasi dengan &elat &orenar'a.
Dat
Data a angangin in yayang ng digdigunaunakan kan yaiyaitu tu datdata a angangin in harharian ian &ta&tasiusiun n (ran(rans s KasiKasiepoepo)Bi)Biak ak Mo
Mokmkmer er sesepapanjanjang ng tatahuhun n *+*+++ ++ --++. . DaData ta anangigin n haharirian an tertersebsebut ut didigugunanakakan n ununtutuk k menentukan arah angin dominan serta pembangkitan gelombang untuk peramalan gelombang menentukan arah angin dominan serta pembangkitan gelombang untuk peramalan gelombang dan menentukan gelombang representatif.
dan menentukan gelombang representatif.
Dari
Dari datdatadaadata ta tertersebusebut t dibdibuat uat proprosentsentase ase kejakejadiadian n angangin in untuntuk uk selaselanjunjutnytnya a dibdibuatuat ma'ar angin
ma'ar angin wind rosewind rose!. Datadata angin tersebut dikelompokan berdasarkan kelompok !. Datadata angin tersebut dikelompokan berdasarkan kelompok inter/alinter/al arah datang dan kecepatan angin yang dimaksudkan untuk mengetahui arah inter/alinter/al arah datang dan kecepatan angin yang dimaksudkan untuk mengetahui arah angin yang dominan. Pembagian arah datang angin dibagi sesuai dengan sudut datang angin angin yang dominan. Pembagian arah datang angin dibagi sesuai dengan sudut datang angin sesuai dengan 0abel 1.*. &edangkan prosentase kejadian angin dapat dilihat
sesuai dengan 0abel 1.*. &edangkan prosentase kejadian angin dapat dilihat pada 0apada 0abel 1.-.bel 1.-.
Ta!el 4. 1.
Ta!el 4. 1.
Arah Mata Angin Berdasarkan Arah Mata Angin Berdasarkan &udut Datang Angin&udut Datang AnginN
Noo.. AArraa" " ##aa$$a a AAnnggiinn SSuudduu$ $ DDaa$$aanng g AAnnggiin n %%...&&''
* *.. 22ttaarra a 22!! %%%%33,,$ $ ----,,$$ --.. 00iimmuur r 44aauut t 0044!! ----,,$ $ 5533,,$$ % %.. 00iimmuur r 00!! 5353,,$ $ ****--,,$$ 1 1.. 00eennggggaarra a 00GG!! ****--,,$ $ **$$33,,$$ $
$.. &&eellaattaan n &&!! **$$33,,$ $ ----,,$$ 5 5.. BBaarraat t DDaayya a BBDD!! ----,,$ $ --1133,,$$ 3 3.. BBaarraat t BB!! --1133,,$ $ --++--,,$$ 6 6.. BBaarraat t 44aauut t BB44!! --++--,,$ $ %%%%33,,$$
Ta!el 4. 2.
Ta!el 4. 2.
Prosentase Kejadian Angin MaksimalProsentase Kejadian Angin MaksimalA(AH A(AH ))**++**,,AATTAAN N %%mm--ss&& TTTTAALL + +AALL## ''//2200 2200// //00 00//11' ' 3 3 11'' 2 2 ,,1177 **,,%%1177 **%%,,556677 11,,--%%77 ,,++1177 ,,--++77 --,,$$--77 0 044 ,,77 ,,**--77 --,,--77 ,,556677 ,,5577 ,,**77 --,,66++77 0 0 ,,77 ,,--1177 33,,--$$77 --,,663377 ,,$$$$77 ,,****77 ****,,**77 0 0GG ,,77 ,,5577 55,,33**77 11,,$$6677 ,,55--77 ,,5577 **--,,--77 & & ,,--77 ,,33**77 **66,,**1177 ++,,--77 *,,*$$77 ,,%%77 --++,,11%%77 B BDD ,,77 ,,5577 **,,661177 ,,331177 ,,**1177 ,,77 --,,336677 B B ,,**77 ,,11$$77 33,,**5577 --,,$$77 ,,$$5577 ,,****77 **,,336677 B B44 ,,**77 ,,**$$77 33,,**77 --,,$$5577 ,,$$6677 ,,**3377 **,,$$3377 0 08800AA44 ,,6677 %%,,**1177 55%%,,++77 -3-3,,%%$$77 11,,11++77 *,,*%%77 **,,77
am!ar 4. 2.
am!ar 4. 2.
Ma'ar Angin Ma'ar Angin Wind RoseWind Rose! 0ahun *+++ 9 -+! 0ahun *+++ 9 -+ BerBerdasadasarkarkan n arah arah oriorientaentasi si dan dan posposisi isi gargaris is panpantai tai 'il'ilayaayah h "i"indendesi, si, angangin in yanyangg berpengaruh
berpengaruh dalam dalam pembangkitan pembangkitan gelombang gelombang adalah adalah Barat Barat 4aut, 4aut, 2tara, 2tara, dan dan 0imur 0imur 4aut.4aut. Berdasarkan hasil analisis prosentase kejadian angin dan
Berdasarkan hasil analisis prosentase kejadian angin dan wind rosewind rose selama tahun *+++ -+ selama tahun *+++ -+ didapatkan arah angin dominan bergerak dari
didapatkan arah angin dominan bergerak dari
U$ara
U$ara
dengan prosentase -,$-7. dengan prosentase -,$-7.4
4
.
.
2
2
.
.
2
2
.
.
e
e
l
l
o
o
m
m
!
!
a
a
n
n
g
g
4.
4.
2
2
.2
.2
.1
.1
.
.
An
An
al
al
is
is
is
is
Fetch FetchPerhitungan
Perhitungan fetch fetch yang digunakan adalah yang digunakan adalah fetch fetch arah Barat 4aut, 2tara, dan 0imur 4aut, arah Barat 4aut, 2tara, dan 0imur 4aut, sesuai dengan arah orientasi dan posisi garis pantai Pelabuhan "indesi yang berpengaruh sesuai dengan arah orientasi dan posisi garis pantai Pelabuhan "indesi yang berpengaruh dalam pembangkitan gelombang. Berikut adalah penjelasan mengenai perhitungan panjang dalam pembangkitan gelombang. Berikut adalah penjelasan mengenai perhitungan panjang fetch
A.
A.
FetchFetchAra" Bara$ Lau$
Ara" Bara$ Lau$
PanjangPanjang fetch fetch yang berasal dari Barat 4aut dapat dilihat pada Gambar di ba'ah ini. yang berasal dari Barat 4aut dapat dilihat pada Gambar di ba'ah ini.
am!ar 4. .
am!ar 4. .
PanjangPanjang Fetch Fetch Arah Barat 4aut Arah Barat 4aut Dari Peta :o. *+5 Dishidros di atas dapat diketahui panjangDari Peta :o. *+5 Dishidros di atas dapat diketahui panjang fetch fetch efektif ses efektif sesuai 0auai 0abel dibel di ba'ah ini.
ba'ah ini.
Ta!el 4. .
Ta!el 4. .
PerhitunganPerhitungan Fetch Fetch ;fektif Arah Barat 4aut ;fektif Arah Barat 4aut5e$c"
5e$c" Ara" BAra" Bara$ Lau$ara$ Lau$ N
Noo.. SSuudduu$ $ %%66&& ++oos s 66 7i 7i %%88mm&& 77i i ccoos s 6 6 %%88mm&&
* * 11-- ,,3311 66,,$$ 55,,%%- -- %%55 ,,66** 6161,,55%% 5566,,1133 % % %% ,,6633 5555,,66 $$33,,66$$ 1 1 --11 ,,++** **11,,5533 **--66,,$$** $ $ **66 ,,++$$ **----,,$$ ****55,,$$ 5 5 **-- ,,++66 **--%%,,1133 **--,,3366 3 3 55 ,,++++ **5566,,++++ **5566,,55 6 6 **,, **66$$,,33%% **66$$,,33%% + + 55 ,,++++ *5*5,,%% **$$,,++11 * * **-- ,,++66 **11,,++ **11,,$$66 * *** **66 ,,++$$ ++33,,$$ ++--,,33%% * *-- --11 ,,++** ++**,,++55 6611,,** * *%% %% ,,6633 ++11,,++66 66--,,--55 * *11 %%55 ,,66** $$$$,,55-- 1111,,++++ * *$$ 11-- ,,3311 $$**,,55 %%66,,%%$$ 0 0oottaall **%%,,$$** **----$$,,66 5 5ee$$cc" " **ffff.. 99''00::
B.
B.
FetchFetchAra" U$ara
Ara" U$ara
PanjangPanjang fetch fetch yang berasal dari 2tara dapat dilihat pada Gambar di ba'ah ini. yang berasal dari 2tara dapat dilihat pada Gambar di ba'ah ini.
am!ar 4. 4.
am!ar 4. 4.
PanjangPanjang Fetch Fetch Arah 2tara Arah 2tara Dari Peta :o. *+5 Dishidros di atas dapat diketahui panjangDari Peta :o. *+5 Dishidros di atas dapat diketahui panjang fetch fetch efektif ses efektif sesuai 0auai 0abel dibel di ba'ah ini.
ba'ah ini.
Ta!el 4. 4.
Ta!el 4. 4.
PerhitunganPerhitungan Fetch Fetch ;fektif Arah 2tara ;fektif Arah 2tara5e$c" Ara" U$ara 5e$c" Ara" U$ara N
Noo.. SSuudduu$ $ %%66&& ++oos s 66 7i 7i %%88mm&& 77i i ccoos s 6 6 %%88mm&&
* * 11-- ,,3311 *3*3,,$$66 **%%,,55 -- %%55 ,,66** *5*5,, **--,,++11 % % %% ,,6633 6363,,6655 3355,,++ 1 1 --11 ,,++** +3+3,,++++ 66++,,$$- -$ $ **66 ,,++$$ ++,,++ 6655,,11$$ 5 5 **-- ,,++66 55,,**33 $$66,,6655 3 3 55 ,,++++ $-$-,,$$-- $$--,,--%% 6 6 **,, $-$-,,33-- $$--,,33- -+ + 55 ,,++++ $1$1,,55++ $$11,,%%++ * * **-- ,,++66 $$55,,%%++ $$$$,,**55 * *** **66 ,,++$$ $$%%,,$$-- $$,,++ * *-- --11 ,,++** $$11,,%%%% 11++,,55%% * *%% %% ,,6633 $$66,,1166 $$,,55$$ * *11 %%55 ,,66** $$--,,5555 11--,,55 * *$$ 11-- ,,3311 1166,,$$66 %%55,,** 0 0oottaall **%%,,$$* * 3366**,,%%
+.
FetchAra" Timur Lau$
Panjang fetch yang berasal dari 0imur 4aut dapat dilihat pada Gambar di ba'ah ini.
am!ar 4. .
Panjang Fetch Arah 0imur 4autDari Peta :o. *+5 Dishidros di atas dapat diketahui panjang fetch efektif sesuai 0abel di ba'ah ini.
Ta!el 4. .
Perhitungan Fetch ;fektif Arah 0imur 4aut5e$c" Ara" Timur Lau$
No. Sudu$ %6& +os 6 7i %8m& 7i cos 6 %8m&
* 1- ,31 $1,66 1,36 - %5 ,6* $$,13 11,63 % % ,63 $$,3 16,-% 1 -1 ,+* $%,++ 1+,%-$ *6 ,+$ $$,*5 $-,15 5 *- ,+6 5*,-1 $+,+ 3 5 ,++ 3-,%% 3*,+% 6 *, 5*,1 5*,1 + 5 ,++ 5$,63 5$,$* * *- ,+6 5-,6 5*,1-** *6 ,+$ 6$,65 6*,55 *- -1 ,+* *-3,** **5,*-*% % ,63 *--,65 *5,1 *1 %5 ,6* *-,*$ +3,- *$ 1- ,31 **6,6% 66,%* 0otal *%,$* *1$,*6 5e$c" *ff. 0:
4.2.2.2. 5a8$or Tegangan Angin %U
A&
&ecara umum, bentuk gelombang sangat komplek dan sulit digambarkan secara matematis karena ketidak linieran, dan mempunyai bentuk yang random. 2ntuk perhitungan faktor tegangan angin 2A! di jelaskan sebagai berikut <
a. Pengolahan data kecepatan angin tiap 1 jam per hari tahun *+++-+. Dari perhitungan analisa fetch diketahui bah'a bangkitan gelombang terjadi pada arah Barat 4aut :"!, 2tara :!, dan 0imur 4aut :;!. &edangkan bangkitan gelombang dari arah 0imur ;!, 0enggara &;!, &elatan &!, Barat Daya &"!, Dan Barat "! diasumsikan tidak berpengaruh terhadap bangkitan gelombang. b. Mencari hubungan korelasi =4! antara kecepatan angin yang diukur di darat
2'! dengan kecepatan angin di laut 24!. Data a'al yang didapat dari BMKG
biasanya data angin yang diukur di daratan, padahal dalam rumus pembangkitan gelombang data angin yang digunakan adalah data angin di atas permukaan laut 2"!, maka diperlukan transformasi data angin di atas daratan dengan data angin
di atas permukaan laut dengan memakai grafik pada Gambar 1.5.
am!ar 4. :.
>ubungan Kecepatan Angin di 4aut dan di Darat &PM, *+61! Gambar di atas merupakan contoh perhitungan nilai korelasi angin darat dengan di laut, mengambil data pada tahun -+ kecepatan angin sebesar 24 ? *1,1* m)sarah Barat "!, nilai korelasi berdasar dari grafik Gambar 1.5 di dapatkan nilai korelasi = 4 ? *,+.
c. &elanjutnya dari nilai = 4 digunakan untuk peramalan pendekatan nilai angin di
atas permukaan laut 2"! dengan rumus berikut <
2"? = 4 @ 24 diketahui = 4 ? *,+!
? *,+ @ *1,1* ? *$,51 m)s
d. &etelah didapat nilai 2", selanjutnya menghitung tegangan angin 2A! dengan
rumus berikut < 2A ? ,3* @ 2"*,-%
? ,3* @ *$,51*,-%
? -,+ m)s
&elanjutnya untuk contoh hasil perhitungan analisa tegangan angin 2A! disajikan
4.2.2.. ,eramalan elom!ang )edalaman Ter$en$u
&etelah didapatkan nilai analisa wind stress factor 2A! pada 0abel di atas serta analisa
panjang fetch effektif (eff !, selanjutnya dilakukan perhitungan analisa peramalan gelombang
pada kedalaman tertentu yakni tinggi gelombang >! dan periode gelombang 0! dengan
menggunakan rumus yang berdasarkan Shore Protection Manual &PM!. Flowchart peramalan gelombang dapat dilihat pada Gambar di ba'ah ini.
am!ar 4. .
Flowchart Peramalan Gelombang &PM, *+61!4angkah 9 langkah dalam perhitungan peramalan tinggi dan periode gelombang berdasarkan flowchart di atas adalah sebagai berikut <
a. Masukkan nilai 2A dan nilai fetch effektif sesuai masingmasing tiap arah angin
pada persamaan diba'ah ini <
56,6
(
gF U A2
)
2 3
3*$ C Non Fully Developed Yes
56,6
(
gF U A2)
2 3 3*$ C Fully Developedb. #ika jenis gelombang Full Developed . Maka tinggi gelombang dicari dengan
menggunakan rumus ! " # -* * . 1%% , - − = dan ! $ =6,*%1. #
c. #ika jenis gelombang Non Fully Developed , maka perlu dicek 'aktu kritis tc!
terhadap 'aktu durasi terjadinya angin pada arah tertentu t! dengan rumus <
tc ? 56,6
(
gF U A2)
2 3 U A g ≤ td. #ika tc t (Fetch %i&ited)' maka tinggi dan periode gelombang dicari dengan
menggunakan rumus > ? *,5 @ *%
(
g F U A)
1 2 U A 2 g dan 0 ? -,63$ @ **(
g F U A2)
1 3 U Ag , dimana Fetch yang digunakan adalah Fetch efektif dari
perhitungan sebelumnya.
e. #ika tc t (Duration %i&ited), maka tinggi dan periode gelombang dicari dengan
menggunakan rumus > ? *,5 @ *%
(
g F U A)
1 2 U A 2 g dan 0 ? -,63$ @ **(
g F U A2)
1 3 U Ag , dimana Fetch yang digunakan adalah Fetch minimum (min!
ditentukan dengan rumus (min ?
(
g t 68,8U A
)
3 2 U A 2 gTa!el 4. .ontoh >asil Perhitungan Peramalan Gelombang > dan 0 Data Angin 0ahun -+
4.2.2.4. #a<ar elom!ang
(Wave Rose)Dari perhitungan pembangkitan gelombang berdasarkan data angin, maka tinggi gelombang selama periode *+++-+ dapat diketahui. Dari data tersebut kemudian dibuat prosentase tinggi gelombang >!. Prosentase yang diambil berdasarkan arah angin yang
berpengaruh terhadap pembangkitan gelombang tersebut sesuai dengan orientasi dan posisi garis pantai di perairan Pelabuhan Perintis "indesi, sehingga arah gelombang yang digunakan yaitu 0imur 4aut, Barat 4aut dan 2tara. Besar prosentase gelombang tersebut dapat dilihat pada 0abel 1.6 dan ma'ar gelombang dapat dilihat pada Gambar 1.6. di ba'ah ini.
Ta!el 4. ;.
Prosentase Kejadian 0inggi Gelombang&esuai orientasi pantai serta hasil perhitungan kejadian gelombang dan wave rose selama tahun *+++ 9 -+, didapatkan tinggi gelombang dominan bergerak dari arah
Bara$
Lau$
dengan prosentase *3,%67.Arah mata angin yang lainnya juga menimbulkan gelombang tetapi dengan arah tidak menuju ke pantai yang bersangkutan. &ehingga kenapa di dalam ma'ar gelombang mempunyai prosentase angin yang tidak menuju ke pantai dermaga "indesi cukup besar prosentasenya.
4.2.2.. S$a$is$i8 ,eramalan elom!ang Signifi8an
Dalam Bab EE telah dijelaskan bah'a untuk mendapatkan bentuk gelombang yang bermanfaat, perlu dianalisa secara statistik. &etidaknya ada dua metode untuk menentukan bentuk gelombang yaitu ero upcrossin ðod dan ero downcrossin ðod . ero upcrossin ðod merupakan metode penentuan bentuk gelombang dengan titik yang dicatat adalah pertemuan antara kur/a naik dan garis nol kur/a, sedangkan ero downcrossin ðod merupakan metode penentuan bentuk gelombang dengan titik yang dicatat adalah pertemuan antara kur/a turun dan garis nol kur/a.
Analisis statistik gelombang diperlukan untuk mendapatkan beberapa karakteristik gelombang, seperti gelombang representatif yang bisa berupa >*7, >*7, >%%7 dan lain
sebagainya. 2ntuk keperluan perencanaan pelabuhan, perlu dipilih tinggi dan perioda gelombang indi/idu individual wave! yang dapat me'akili suatu spektrum gelombang. Gelombang tersebut dikenal dengan gelombang representatif. 0inggi gelombang representatif dihitung dari tinggi gelombang harian tiap tahun yang diurutkan dari besar ke kecil. Bentuk yang paling banyak digunakan adalah >%%7 atau tinggi rerata dari %%7 nilai tertinggi dari
pencatatan gelombang yang juga disebut sebagai tinggi gelombang signifikan >s. ara yang
sama juga dapat digunakan untuk periode gelombang. 0etapi biasanya periode signifikan didefinisikan sebagai periode rerata untuk sepertiga gelombang tertinggi.
4.2.2.:. Analisis elom!ang (e=resen$a$if
2ntuk keperluan perencanaan desain dermaga "indesi digunakan tinggi gelombang representatif, dihitung dari tinggi gelombang harian tiap tahun yang diurutkan dari besar ke kecil. Dari perhitungan tersebut didapatkan hasil gelombang berupa >ma@ dan > representatif
%%7!. Analisis gelombang yang digunakan didapatkan dari hasil peramalan gelombang mulai tahun *+++ -+. 0abel 1.+ merupakan hasil perhitungan gelombang representatif >ma@.
Ta!el 4. 9.
Gelombang =epresentatif >ma@Pada 0abel 1.* diperlihatkan hasil perhitungan gelombang representatif >%%7,
sedangkan 0abel 1.** merupakan gelombang representatif maksimal hasil peramalan dari tahun *+++-+.
Ta!el 4. 1'.
Gelombang =epresentatif >%%74.2.2.. ,er"i$ungan )ala Ulang
Perhitungan kala ulang gelombang menggunakan data gelombang maksimal tiap tahun. Berikut ini adalah - metode yang digunakan dalam perhitungan kala ulang gelombang. 2ntuk melengkapi data gelombang maksimum menjadi *5 tahun pengamatan, maka sebagai pengganti prediksi gelombang dengan menggunakan data angin, didapatkan data prediksi
gelombang maksimum yang dilakukan oleh &tasiun BMKG Biak.
Data prediksi gelombang oleh BMKG &tasiun Meteorologi Biak berupa analisis bulanan terhadap arus dan gelombang maksimum yang terjadi di setiap bulan di tahun -*1. ontoh analisis dapat dilihat pada Gambar 1.+, Gambar 1.*, dan Gambar 1.** berikut ini. &edangkan hasil rekapitulasi besarnya arus maksimum daan besarnya gelombang beserta arahnya dapat disajian pada 0abel di ba'ah ini.
Ta!el 4. 12.
ontoh =ekapitulasi Besarnya Kecepatan Arus dan Gelombang Maksimum Bulanan 0ahun -*1 di &ekitar Perairan "indesi Beserta Arahnya Berdasarkan AnalisisPrediksi 8leh BMKG Biak
No Bulan
)ece=a$an Arus
(a$a/ra$a %V& Ara"Arus )e$inggian elom!ang#a8simum %Hma>&
Ara" elom!ang
%cm-de$& %o& %m& %o&
* #anuari $ *%$ ,$,3$ *6 - (ebruari $ + ,$,3$ *6 % Maret $ *%$ ,$,3$ --$ 1 April $ + ,$ *%$ $ Mei $ *%$ ,$ --$ 5 #uni $ 1$ ,$ --$ 3 #uli $ --$ ,$ --$ 6 Agustus $ --$ ,$ --$ + &eptember $ --$ ,$ *%$ * 8ktober $ --$ ,$ *%$ ** :o/ember $ *%$ ,$ --$ *- Desember $ *%$ ,3$*,-$ --$
am!ar 4. 9.
ontoh Analisis Bulanan Kecepatan Arus =ata=ata Bulan Desember -*1 di &ekitar Perairan Papua BMKG Biak, -*1!am!ar 4. 1'.
ontoh Analisis Bulanan Gelombang Maksimum Bulan Desember -*1 di &ekitar Perairan Papua BMKG Biak, -*1!am!ar 4. 11.
ontoh Analisis Bulanan Gelombang &ignifikan Bulan Desember -*1 di &ekitar Perairan Papua BMKG Biak, -*1!A. #e$ode
Fisher-Tippet Type I>asil perhitungan tinggi gelombang dengan menggunakan metode Fisher*$ippet $ype + disajikan pada 0abel berikut.
Ta!el 4. 1.
Perhitungan 0inggi Gelombang Dengan Kala 2lang Fisher*$ippet $ype + !No.
Uru$ Ta"un Hsm , ?m Hsm?m @m2 %Hsm/Ḧsm&2 sm Hsm/sm
* -% *, ,+$ -,+5 -,+3 6,36 ,$ *,* ,* - -5 ,6+ ,65 *,6+ *,56 %,$3 ,* ,+ ,* % -3 ,6$ ,33 *,%1 *,*1 *,6 ,* ,6$ , 1 -6 ,61 ,56 ,+$ ,6 ,+* , ,6* ,% $ -$ ,6- ,$+ ,51 ,$- ,1* , ,36 ,% 5 -- ,35 ,$ ,%3 ,-6 ,*% , ,35 ,* 3 - ,3- ,1* ,** ,6 ,* , ,3% ,* 6 -+ ,56 ,%- ,*% ,+ ,- ,* ,3* ,% + *+++ ,53 ,-% ,%6 ,-5 ,*$ ,* ,56 ,-* -1 ,5$ ,*1 ,56 ,11 ,15 ,- ,55 ,* ** -* ,5% ,$ *,+ ,5+ *,- ,- ,5- ,- jumlah 6,$* $,$ $,+6 5, *3,1% ,*1 rata rata ,33 ,$ ,$1 ,$$ *,$6 ,*
Ta!el 4. 14.
Koefisien Dalam Perhitungan 0inggi Gelombang Dengan Kala 2lang #e$ode α1 α2 K c ε (0* ,51 + ,+% *,%% "eibull K?,3$! *,5$ **,1 ,5% *,*$ "eibull K?*,! *,+- **,1 ,% ,+ "eibull K?*,1! -,$ **,1 ,5+ ,1 ,3-"eibull K?-,! -,-1 **,1 *,%1 ,$ ,$1Ta!el 4. 1.
0inggi Gelombang Dengan Kala 2lang 0ertentu Fisher*$ippet $ype + !,eriode
ulang %$a"un&@r %m&Hsr ?r r Hs/102; %m& r HsC102; r %m& - ,%3 ,35 ,-% ,% ,3- ,3+ $ *,$ ,63 ,%+ ,$ ,6 ,+% * -,-$ ,+1 ,$1 ,3 ,6$ *,--$ %,- *,% ,3% ,+ ,+- *,*$ $ %,+ *,* ,66 ,** ,+5 *,-1 * 1,5 *,*3 *,% ,*% *, *,%% - $ * -$ $ * .$ .5 .3 .6 .+ *. *.* *.- *.% *.1
rafi8 )ala Ulang Hs #e$ode 5T/I
>sr >s >sF
Kala 2lang >s
am!ar 4. 12.
Grafik 0inggi Gelombang Dengan Kala 2lang Fisher*$ippet $ype + !B. #e$ode
Weibull>asil perhitungan tinggi gelombang dengan menggunakan metode Wei,ull disajikan pada 0abel berikut.
Ta!el 4. 1:.
Perhitungan 0inggi Gelombang Dengan Kala 2lang Wei,ull !No.
uru$ Ta"un Hsm , ?m Hsm?m @m2 %Hsm/Ḧsm&2 sm Hsm/sm
* -% *, ,+5 1,5% 1,51 -*,11 ,$ *,$ ,1 - -5 ,6+ ,63 -,$+ -,% 5,3* ,* ,66 , % -3 ,6$ ,36 *,35 *,1+ %,* ,* ,6- ,% 1 -6 ,61 ,3 *,-5 *,5 *,$+ , ,36 ,5 $ -$ ,6- ,5* ,+- ,3$ ,61 , ,3$ ,5 5 -- ,35 ,$- ,53 ,$* ,11 , ,3% ,% 3 - ,3- ,1% ,13 ,%1 ,-- , ,3- , 6 -+ ,56 ,%$ ,%- ,-- ,* ,* ,3* ,-+ *+++ ,53 ,-5 ,- ,*% ,1 ,* ,3 ,% * -1 ,5$ ,*3 ,** ,3 ,* ,- ,5+ ,1 ** -* ,5% ,+ ,1 ,% , ,- ,56 ,$ jumlah 6,$* $,3% *-,+3 **,$$ %1,$ ,*1 rata rata ,33 ,$- *,*6 *,$ %,*1 ,*
Ta!el 4. 1.
0inggi Gelombang Dengan Kala 2lang 0ertentu Wei,ull !,eriode
ulang %$a"un&@r %m&Hsr ?r r Hs/102; %m& r HsC102; %m& r
- ,5* ,3% ,%1 ,1 ,56 ,36 $ *,6+ ,6% ,6$ ,* ,3 ,+5 * %,1 ,+- *,%1 ,*5 ,3- *,*--$ 1,3$ *,$ -,6 ,-1 ,31 *,%3 $ 5,*5 *,*3 -,5+ ,%* ,35 *,$3 * 3,55 *,-6 %,%1 ,%+ ,36 *,36 - $ * -$ $ * .$ .3 .+ *.* *.% *.$ *.3 *.+
rafi8 )ala Ulang Hs #e$ode ei!ull
>sr >s >sF > s
Berdasarkan perhitungan tinggi gelombang dengan kala ulang menggunakan metode Fisher*$ippet $ype + dan Wei,ull didapatkan perbandingan sebagai berikut.
Ta!el 4. 1;.
Perbandingan >asil Perhitungan > Dan 0 Dari - Metode Kala 2langTa"un ,eriode ulang 5T ei!ull H T H T - *,%1 -,% *,-- *,%-$ *,33 1,*+ *,51 %,*3 * -,$ $,5- -,- 1,61 -$ -,1*$ 3,1-6 -,$6 3,%* $ -,56 6,33 %,1 +,%5 * -,+$ *,* %,$%
**,$-&etelah didapatkan nilai tinggi dan periode gelombang dengan kala ulang tertentu menggunakan metode Fisher*$ippet $ype + dan metode Wei,ull , selanjutnya dipilih hasil dari salah satu metode perhitungan dan kala ulangnya.
Berdasarkan 0abel 1.*6, diambil kala ulang selama $ tahun. Pada laporan ini, digunakan kala ulang dengan metode Fisher*$ippet $ype + . Pemilihan tersebut dikarenakan hasil dari perbandingan antara metode Fisher*$ippet $ype + dan metode Wei,ull menunjukkan bah'a standar de/iasi metode Fisher*$ippet $ype + lebih kecil daripada metode Wei,ull
sehingga tingkat inter/al keyakinannya relatif besar. &ehingga didapat nilai tinggi gelombang sebesar -,56 m dengan periode gelombang 6,33 detik.
4.2.2.;. Deformasi elom!ang
Dalam perjalanan gelombang dari tengah laut sampai ke pantai gelombang mengalami proses perubahan yaitu perubahan kecepatan, tinggi dan mungkin arahnya. Parameter
gelombang yang dianggap tidak mengalami perubahan sepanjang perambatannya adalah periode. Penyebab utama perubahan karakteristik gelombang tersebut adalah kedalaman dan
/ariasi kedalaman. Perubahan parameter itu karena adanya pendangkalan shoalin !, pembelokan refraksi! dan gelombang pecah ,reakin wave!. Bilamana dalam penjalarannya gelombang menemui suatu halangan struktur atau karang, maka gelombang akan mengalami hamburan difraksi. 8leh sebab itu tinggi gelombang rencana yang akan dipergunakan di lokasi pekerjaan harus ditinjau terhadap proses ini.
2ntuk menghitung tinggi gelombang akibat perubahan kedalaman dan gelombang laut dalam eki/alen adalah sebagai berikut <
a. Menghitung panjang gelombang laut dalam dengan menggunakan rumus < 4 ? *,$50
- b. Menghitung cepat rambat gelombang <
E
L0 T
c. Mencari nilai d-%., dengan lampiran 0abel A* 0riatmodjo, -+!.
d. Menghitung arah datangnya gelombang < sinα 1 ?
C
C 0sinα 0
e. Menghitung koefisien refraksi < K r ?
√
cosα 0
cosα 1
f. Menghitung koefisien pendangkalan < K s ?
√
no Lo
n L , nilai n dari 4ampiran A*
berdasarkan nilai d-%. di atas.
g. Menghitung tinggi gelombang akibat perubahan kedalaman < >* ? K s K r >
h. Menghitung tinggi gelombang laut dalam eki/alen >! < >H ? K r >
Dari perhitungan data sebelumnya data gelombang dan periode gelombang rerata yang dipakai >%%7 diambil arah Barat 4aut sebagai contoh!, untuk tinggi gelombang dan periode
gelombang didapat <
• 0inggi gelombang >! ? >%%7 ? ,3+3 m
• Periode gelombang 0! ? 0%%7 ? %,+5+ det
• Kedalaman air d! ? d ? *,$ m dari peta Bathimetri!
• Arah datang gelombang besar dominan adalah 1$ Barat 4aut! atau membentuk
sudut %1 terhadap garis pantai.
4 ? *,$5$ -4 ? *,$5 %,+5+!- ? -1,$3 m ? L0 T ? 24,57 3,969 ? 5,*+- m)dt d L0 ? 1.50 24,57 ? ,5*1
Dengan nilai d
L0 ? ,5*1, dari 0abel A* (ungsi d-% 2ntuk Pertambahan :ilai
d-%. 0riatmodjo, -+! didapat nilai
d L ? ,*$-+. d L ? ,*$-+ L ? d 0,10529 ? 1.50 0,10529 ? *1,* m ? L T ? 14.10 3,969 ? %,$$% m)dt sinα 1 ? C C 0sinα 0 ? 3.553 6,192sin 34 0 ? ,%-61 I *? *6,3* K r ?
√
cosα 0 cosα 1 ?√
cos 340 cos18,710 ? ,+%52ntuk menghitung koefisien pendangkalan, dicari nilai n dari 0abel A* (ungsi d-% 2ntuk Pertambahan :ilai d-%. 0riatmodjo, -+! dan didapat n* ? ,633-. Di laut dalam
nilai n ? ,$J sehingga koefisien pendangkalan adalah <
K s
?
√
no Lo
n L
?
√
0,5 x24,57
0,8772 x14,10 ? ,++3
0inggi gelombang laut dalam eki/alen >!
>H ? K r @ >
? ,+%5 @ ,3+3
? ,315 m
0inggi gelombang pada kedalaman *,$ m >*!
>* ? K s @ K r @ >
4.2.2.9. Analisis elom!ang ,eca"
#ika gelombang menjalar dari tempat yang dalam menuju ke tempat yang makin lama makin dangkal, pada suatu lokasi tertentu gelombang tersebut akan pecah. Kondisi gelombang pecah tergantung pada kemiringan dasar pantai, kecuraman gelombang, dan garis pantai.
Berdasarkan peta bathimetri dan cross section di 'ilayah Pantai "indesi didapatkan nilai kemiringan dasar m! ? ,1$36. &udut yang terbentuk antara garis yang tegak lurus terhadap pantai dan arah datangnya gelombang dapat dilihat pada Gambar di ba'ah ini.
am!ar 4. 14.&udut ang 0erbentuk Antara Gelombang Dari Berbagai Arah Dan Garis 0egak 4urus Dengan Pantai
Dari nilai perhitungan gelombang representatif >%%7 dari arah Barat 4aut sebelumnya
didapat hasil <
• 0inggi gelombang laut dalam " .! ? ,3+3 m
• Periode gelombang $ .! ? %,+5+dt
• Panjang gelombang laut dalam %.! ? -1,$3 m
ontoh perhitungan gelombang pecah arah Barat 4aut <
* Menghitung tinggi gelombang pecah
H b H 0 ? 1 3,3 x
(
H ' 0 L0)
1/3=
1 3,3 x(
0,746 24,57)
1/3=
,+3* m > b ? ,+3* @ > ? ,+3* @ ,3+3 ? ,331 m- Menghitung kedalaman air dimana tinggi gelombang pecah itu terjadi d b!
Dengan menggunakan persamaan db
H b
=
1
b
−
a H b g T 2,
dengan a! dan b!merupakan fungsi kemiringan pantai m!, dari hasil analisis perhitungan kemiringan pantai didapat nilai m ? ,1$36.
I ? 1%,3$ * 9 e*+m ! ? 1%,3$ * 9 e*+@,1$36 ! ? -$,1*6 b ? 1,56
(
1+
e−19,5m)
? 1,56(
1+
e−19,5 x0,04578)
? *,*3 db H b ? 1 b−a H b g T 2db H b ? 1 1,107−25,418 x0,774 9,81 x3,9692 ? *,%3 d b ? *,%3 @ > b ? *,%3 @ ,331 ? ,6- m
A. Analisis elom!ang ,eca" Ara" Bara$ Lau$
Dari nilai perhitungan gelombang representatif >%%7 dari arah Barat 4aut sebelumnya
didapat hasil <
• 0inggi gelombang laut dalam " .! ? ,3+3 m
Periode gelombang $ .! ? %,+5+dt
Perhitungan kedalaman gelombang pecah dengan gelombang datang dari arah Barat 4aut dapat dilihat pada 0abel 1.*+. Dan dari Gambar 1.*$ diketahui bah'a tinggi gelombang pecah adalah ,+ meter pada kedalaman ,+1 meter.
am!ar 4. 1.
Grafik Penentuan 4okasi Gelombang Pecah Dengan Gelombang Datang Dari Arah Barat 4autTa!el 4. 19.Perhitungan Gelombang Pecah Dengan Gelombang Datang Dari Arah Barat 4aut
B. Analisis elom!ang ,eca" Ara" U$ara
Dari nilai perhitungan gelombang representatif >%%7 dari arah 2tara sebelumnya
didapat hasil <
• 0inggi gelombang laut dalam " .! ? ,5+% m
Periode gelombang $ .! ? %,3$*dt
Perhitungan kedalaman gelombang pecah dengan gelombang datang dari arah 2tara dapat dilihat pada 0abel 1.-. Dan dari Gambar 1.*5 diketahui bah'a tinggi gelombang pecah adalah ,6 meter pada kedalaman ,61 meter.
am!ar 4. 1:.
Grafik Penentuan 4okasi Gelombang Pecah Dengan Gelombang Datang Dari Arah 2taraTa!el 4. 2'.Perhitungan Gelombang Pecah Dengan Gelombang Datang Dari Arah 2tara
+. Analisis elom!ang ,eca" Ara" Timur Lau$
Dari nilai perhitungan gelombang representatif >%%7 dari arah 0imur 4aut sebelumnya
didapat hasil <
• 0inggi gelombang laut dalam " .! ? ,$$1 m
Periode gelombang $ .! ? %,$3$dt
Perhitungan kedalaman gelombang pecah dengan gelombang datang dari arah 0imur 4aut dapat dilihat pada 0abel 1.-*. Dan dari Gambar 1.*3 diketahui bah'a tinggi gelombang pecah adalah ,$5 meter pada kedalaman ,$5 meter.
am!ar 4. 1.
Grafik Penentuan 4okasi Gelombang Pecah Dengan Gelombang Datang Dari Arah 0imur 4autTa!el 4. 21.Perhitungan Gelombang Pecah Dengan Gelombang Datang Dari Arah 0imur 4aut
D. Analisis elom!ang ,eca" Dengan )ala Ulang
Pada perencanaan Dermaga "indesi perlu di cek gelombang pecah yang terjadi di lokasi dermaga. Di depan dermaga berada kedalaman yang ber/ariasi dari 1 m sampai $ m. Karena pengaruh perubahan kedalaman laut, tinggi gelombang berubah selama penjalaran dari laut dalam menuju pantai. 0inggi gelombang semakin besar dan akhirnya akan pecah pada kedalaman tertentu.
2ntuk menghitung gelombang pecah di lokasi dermaga digunakan perhitungan periode ulang gelombang pecah dengan kala ulang $ tahun dengan data sebagai berikut <
• 0inggi gelombang laut dalam " .! ? -,56- m
Periode gelombang $ .! ? 6,35+dt
Gelombang dengan kala ulang $ tahun di asumsikan berasal dari arah gelombang dominan yang menuju ke pantai "indesi, yaitu Barat 4aut.
Perhitungan kedalaman gelombang pecah dengan kala ulang $ tahun dapat dilihat pada 0abel di ba'ah ini.
Ta!el 4. 22.Perhitungan Gelombang Pecah Dengan Kala 2lang $ 0ahun
am!ar 4. 1;.
Grafik Penentuan 4okasi Gelombang Pecah Dengan Kala 2lang $ 0ahun Dari Gambar di atas diketahui bah'a tinggi gelombang pecah adalah 1, meter pada kedalaman 1,$ meter. Dengan demikian dapat disimpulkan bah'a gelombang datang dengan kala ulang $ tahun mengalami pecah ketika mengenai struktur dermaga. #ika bangunan berada pada kedalaman sekitar d b ? 1,$ m maka bangunan mengalami serangan maksimumdari gelombang datang. Apabila bangunan berada pada kedalaman kurang dari d b ? 1,$ m
maka bangunan mengalami serangan gelombang pecah. 0inggi gelombang mencapai maksimum ketika gelombang tersebut pecah. &etelah pecah gelombang yang menjalar menuju pantai adalah lebih kecil dari tinggi gelombang pecah.
4.2.2.1'. 5lu8$uasi #u8a Air Lau$
A. 5lu8$uasi #u8a Air Lau$ )arena elom!ang %
Wave Set Up&
2ntuk perhitungan tinggi muka air laut yang disebabkan oleh gelombang adalah sebagai berikut < d b ? *,-6 > b ? *,-6 @ ,331 ? ,++* m L& ? ,*$ d b ? ,*$ @ ,++* ? ,*16 m & b ? 0,536 Hb2 /3 g1 /2T ? 0,536 x0,5112 /3 9,811 /2 x2,169 ? ,$ m
&' Wave Set !p! ? L& & b
? ,+6 9 ,$! ? ,*16 m
B. 5lu8$uasi #u8a Air Lau$ )arena Angin %
Wi! Set Up&
2ntuk perhitungan tinggi muka air laut yang disebabkan oleh angin adalah sebagai berikut < Panjang fetch ? +,53 km ? +.53 m diambil fetch terpanjang! / ? -6 knot ? *1,1* m)det Lh ? ( @ c @ v2 2gd ? +.53 @ %,$ @ *5 @ 14,41 2 2 x9,81 x1,5 ? ,3*- m
+. 5lu8$uasi #u8a Air Lau$ )arena ,emanasan lo!al %
Sea "evel Rise&
2ntuk perhitungan tinggi muka air laut yang disebabkan oleh pemanasan global diambil dari grafik perkiraan kenaikan muka air laut karena pemanasan global 0riatmodjo, *+++!. Gambar berikut menunjukkan bah'a perkiraan kenaikan muka air laut karena pemanasan global di tahun -*5 sebesar * cm.
am!ar 4. 19.
Perkiraan Kenaikan Muka Air 4aut Karena Pemanasan Global 0riatmodjo, *+++!.4.2.2.11.
#esi$ Water "evel%DL&
Desin Water %evel D"4! digunakan untuk mengetahui tinggi rencana bangunan pantai. Adapun penentuan ele/asi D"4 dipengaruhi oleh fluktuasi muka air laut karena
gelombang, angin dan pemanasan global.
Desin Water %evel D"4! yang diperoleh sebagai berikut <
;l/. D"4 ? &' F Lh F fluktuasi muka air laut akibat pemanasan global F >>"4
? ,*16 F ,3*- F ,* F *,6
? -,35 m
4.2..
,asang Suru$
Peramalan pasang surut untuk perencanaan Pelabuhan Perintis "indesi menggunakan data pasang surut jamjaman dengan durasi pengamatan. &elanjutnya dari data pengamatan pasang surut tersebut dapat diolah menjadi grafik berupa besaran >>"4, M>"4, M&4, M4"4, 44"4 yang menunjukkan besar fluktuasi muka air laut. &edangkan dari peramalan pasang surut tersebut kemudian diambil nilai >"4 tertinggi. Kemudian dibandingkan antar
hasil data pasang surut yang diolah dengan >"4 tertinggi dan dari peramalan yang kemudian diambil >"4 yang lebih tinggi, digunakan sebagai dasar perencanaan. Mengenai tabel data pasut bulanan terla&pir !, selanjutnya adalah penjelasan mengenai perhitungan analisa pasut dan penjelasan hasil peramalan pasut. Data pasang surut pada bulan Desember -*% dapat dilihat pada 0abel di ba'ah ini.
Ta!el 4. 2.Data Pasang &urut Bulan Desember -*%
Dari 0abel 1.-% data pasang surut di atas maka dapat dihitung ele/asi >"4, M>"4, M&4, M4"4, 4"4 sebagai berikut <
• >"4 ? *,6 m • M>"4 ?
∑
Max n ? 50,50 31 ? *,5% m • M&4 ?∑
Total∑
n ? 819,90 31 x24 ? *,* m • M4"4 ?∑
Min n ? 12,50 31 ? ,1 m • 4"4 ? ,- mGambar 1.- berikut merupakan grafik pasang surut pada bulan Desember -*% sesuai dengan data yang diperoleh.
am!ar 4. 2'.
Grafik Pasang &urut Bulan Desember -*%2ntuk mengetahui pasang surut jangka panjang maka dilakukan analisis metode #d&iralty. 0abel di ba'ah ini merupakan pengolahan data pasang surut bulan Desember
Keterangan <
A < Besaran amplitudo kur/a pasang surut G < &udut fasa
& < >arga &ean sea level muka air
M- < Konstanta yang dipengaruhi oleh bulan &- < Konstanta yang dipengaruhi oleh matahari
:- < Konstanta yang dipengaruhi oleh jarak akibat bulan yang berbentuk elips
K- < Konstanta yang dipengaruhi oleh jarak akibat lintasan matahari yang berbentuk elips 8* < Konstanta yang dipengaruhi oleh deklinasi bulan
P* < Konstant yang dipengaruhi oleh deklinasi matahari
K* < Konstanta yang dipengaruhi oleh deklinasi bulan dengan deklinasi matahari M1 < Konstanta yang dipengaruhi oleh bulan sebanyak - kali
M&1 < Konstanta yang dipengaruhi oleh Enteraksi antara M- dan
• >"4 ? & F M-F&-F:-FK-FK*F8*FP*! ? *+3,-$ cm • M>"4 ? & F M-F&-! ? *$6,66 cm • M&4 ? & ? **,*% cm • M4"4 ? & M-F&-! ? 5*,%6 cm • 4"4 ? & M-F&-F:-FK-FK*F8*FP*! ? --,31 cm 0ipe pasang surut nilai formhal!<
• ( ? K*F8*! ) M-F&-!
? ,56
Berdasarkan nilai formhal di atas, maka kriteria pasang surut adalah pasang surut tipe campuran condong harian ganda &i/ed tide prevailin se&idiurnal !.
#ika mengacu pada 4"4 sebagai ele/asi , centimeter, maka parameter pasang surut di ba'ah ini < • >"4 ? *31,$* cm • M>"4 ? *%5,*1 cm • M&4 ? 63,%+ cm • M4"4 ? %6,51 cm • 4"4 ? , cm
4.. )e!u$u"an ila?a" ,erairan
2ntuk menetukan kebutuhan 'ilayah perairan pelabuhan dipelukan data kapal rencana yang melayani 'ilayah "indesi, Kabupaten Kepulauan apen. Pada penyusunan 4aporan Akhir ini, kapal rencana yang digunakan dalam Perencanaan Dermaga Pelabuhan Perintis "indesi yaitu kapal dengan bobot $ D"0, yaitu KM. Papua 4ima karakteristik sebagai berikut <
Ta!el 4. 2.&pesifikasi 0eknis Kapal Motor
am!ar 4. 21. %ayout Kapal Perintis =encana
140 %,- m
$* m
4..1.
Alur ,ela?aran
Aspekaspek yang harus diperhitungkan dalam tata letak alur pelayaran masuk pelabuhan <
• Alur pelayaran sedapat mungkin menghindari adanya tikungan 9 tikungan.
• Bila terdapat beberapa tikungan, maka jarak antar tikungan minimal * @ 4 4 ?
panjang kapal rencana!
• &udut sumbu pertemuan tikungan tidak boleh lebih dari %o, bila lebih dari %o, maka
diameter tikungan harus membentuk busur dengan jarijari minimal *4, atau untuk kondisi tertentu dapat N $4 dengan penambahan lebar alur.
2ntuk menghitung kebutuhan lebar alur pelayaran, digunakan kriteria perencanaan alur pelayaran access channel ! berdasarkan P+#N0 1 +#P" 0ode dan 20D+ . &tandar dengan P+#N0 1 +#P" 0ode mempunyai asumsi sebagai berikut <
-
Kecepatan kapal vessel speed ! < maksimum 6 knots.-
Kecepatan arus< maksimum 1 knots sejajar sumbu alur pelayaran.-
Kecepatan angin < &oderate crosswind menurut skala 3eaufort !.-
3ank clearence < *,$ @ B dimana B ? lebar kapal.-
A < lebar lintasan manu/er kapal ? *,6 @ B.-
< ruang bebas antara lintasan manu/er A! ? B, tetapi tidak boleh kurang % m.-
Dengan demikian diperoleh lebar dimensi alur pelayaran untuk - kapal yangberpapasan adalah 3,5 @ B.
am!ar 4. 22.
Dimensi 0ipikal Alur Pelayaran 2ntuk Dua Kapal Bertemu Pada &atu "aktu ang Bersamaan Bruun, P., *+6*!&edangkan menurut 20D+ dimensi lebar alur pelayaran untuk dua kapal yang bertemu secara bersamaan disajikan pada 0abel berikut ini <
Ta!el 4. 2:.
4ebar Alur Pelayaran 8DE, *++*!,anjang Alur )ondisi ,ela?aran Le!ar
=elatif panjang Kapal sering bersimpangan - 4oa
Kapal tidak sering bersimpangan *,$ 4oa
&elain dari alur atas Kapal sering bersimpangan *,$ 4oa
Kapal tidak sering bersimpangan 4oa
Dari dua kriteria perhitungan perencanaan alur pelayaran access channel !, yaitu berdasarkan P+#N0 1 +#P" 0ode dan 20D+ didapat lebar alur pelayaran sebagai berikut <
Ta!el 4. 2.
Perhitungan 4ebar Alur PelayaranA$uran
Asumsi
Le!ar Alur
,ela?aran
PEA: ) EAD> 8D;
- kapal le'at bersamaan
56,1 m 8DE Panjang Alur relatif
Pendek O Kapal &ering bersimpangan
35,$ m
4..2.
)edalaman Alur ,ela?aran
2ntuk mendapatkan kondisi operasional yang ideal, kedalaman air di alur pelayaran harus cukup besar untuk memungkunkan pelayaran pada muka air terendah dengan kapal bermuatan penuh. Kedalaman air ini ditentukan dari berbagai faktor seperti yang ditunjukkan pada Gambar di ba'ah ini.
am!ar 4. 2.
Kedalaman Alur PelayaranK & = P M G d > = + + + + + + dimana <
> ? Kedalaman total air di alur pelayaran saat muka air terendah m!
d ? draft kapal m!
B ? lebar kapal m!
G ? gerakan /ertikal kapal ?
α
sin - × 3
dengan 4 ? sudut oleng kapal diambil $ !
Q ? kecepatan kapal saat mendekat ? 6 knot ? 1,**$5 m)s
g ? percepatan gra/itasi ? +,6*m)sR
h ? kedalaman air di sekitar alur pelayaran m!
h 5
(r ? angka Fraude 6
S ? /olume air yang dipindahkan m%!
4 pp ? panjang garis air m!
? s7uat ?
(
-)
-* . 1 , - Fr %pp F r − ∆ P ? Ketelitian pengukuran m!= ? =uang kebebasan bersih sebagai pengaman m!
Pantai pasir ? ,$ m
Karang ? *, m
& ? ;ndapan sedimen diantara dua pengerukan m!
K ? 0oleransi pengerukan m!
Ta!el 4. 2;.
>asil Perhitungan Kedalaman Alur Pelayaran)ara8$eris$i8 ,ela!u"an ,erin$is %m&
Draft kapal %,-
4ebarB! +,
Gerakan /ertikal kapal G! ,%+ Kedalaman air di sekitar alur pelayaran h! *$ Panjang garis air 4 pp! 1,6
S7uat T! ,-5
Ketelitian pengukuran P! ,-$
=uang kebebasan bersih pantai pasir =! ,$ ;ndapan sedimen &! ,-$
0oleransi pengerukanK! ,-$
Kedalaman alur pelayaran >! $,*
4...
)edalaman )olam ,ela!u"an
Kolam pelabuhan harus tenang, mempunyai luas dan kedalaman yang cukup, sehingga memungkinkan kapal berlabuh dengan aman dan memudahkan bongkar muat barang. &elain itu tanah dasar harus cukup baik untuk bisa menahan angker dari pelampung penambat. Perairan kolam pelabuhan harus memiliki kedalaman yang cukup supaya kapalkapal dapat keluar masuk dengan aman pada saat air surut terendah 4"4!. Berdasarkan 3S*89:; Part :, kedalaman yang dibutuhkan dapat ditentukan secara sederhana yakni berkisar *,$ dma@
hingga *,*$ dma@.
Kedalaman kolam pelabuhan ? *,*$ @ dma@
? *,*$ @ %,- ? %,56 m
&elanjutnya ele/asi kedalaman kolam pelabuhan digunakan 1, meter 4"4.
4..4.
)olam ,u$ar %
Turi$ %asi&
Ka'asan kolam tempat kapal melakukan gerak putar untuk berganti haluan sehingga memberikan ruang cukup luas dan kenyamanan. 2ntuk penentuan dimensi kolam putar sangat dipengaruhi oleh dimensi kapal. Menurut perhitungannya, diameter putar turnin ,asin yang ideal yaitu - @ 4oa.
Diameter Kolam Putar ? - @ 4oa
? - @ $*, ? *-, m
4...
Dimensi Dan )a=asi$as Dermaga
Dermaga adalah suatu bangunan pelabuhan yang digunakan untuk merapat dan menambatkan kapal yang melakukan bongkar muat barang dan menaikturunkan penumpang. Dimensi dermaga didasarkan pada jenis dan ukuran kapal yang merapat dan bertambat pada dermaga tersebut.
Panjang dermaga direncanakan sesuai dengan panjang kapal dan jumlah kapal yang akan bersandar. Panjang dermaga 4 pp! dapat dihitung dengan formula sebagai berikut <
4 pp ? n .4oaF n F *! @ *7 @ 4oa
dimana <
4oa ? panjang kapal rencana
n ? jumlah kapal yang direncanakan bersandar bersamaan
4pp ? * @ $*, F * F *! @ *7 @ $*, ? 5*,- m C 5-, m
Berdasarkan $echnical Standards #nd 0o&&entaries For Port #nd "ar,our Facilities +n <apan, untuk perencanaan ele/asi dermaga menggunakan rumusan sebagai berikut <
;le/asi Dermaga ? >"& F " dimana <
>"& ? "ih Water Sprin m!
" ? 0inggi #agaan m!
Ta!el 4. 29.
;le/asi Dermaga di Atas >"&5or a !er$" <i$" a Tidal range m or more Tidal range less $"an m
"ater depth of 1,$ m or more ,$ m *,$ m *, m -, m "ater depth of less than 1,$ m ,% *, m ,$ m *,$ m (Su&,er = $echnical Standards #nd 0o&&entaries For Port #nd "ar,our Facilities +n <apan' >..>)
Berdasarkan 0abel di atas dan kondisi perairan 'ilayah "indesi, tinggi jagaan untuk perencanaan ele/asi dermaga diambil *, meter dengan kondisi posisi dermaga berada pada
kedalaman kurang dari 1,$ m dan tinggi pasang surut kurang dari % m.
;le/asi Dermaga ? >"& F "
? *31,$* F * ? -31,$* cm C % cm
&elanjutnya ele/asi dermaga yang digunakan adalah F %, m 4"&. ;le/asi ini ditetapkan untuk kemudahan dalam pelaksanaan konstruksi.
&edangkan untuk mencapai dermaga diperlukan jembatan penghubung dari daratan yang disebut dengan trestle. 2ntuk mencapai kedalaman kolam pelabuhan, maka panjang trestle yang dibutuhkan adalah U - meter dengan lebar 1,$ meter dengan pertimbangan bisa dilalui oleh - mobil pick up.
Ta!el 4. '.
=ekap Parameter Desain4ebar Alur Pelayaran 35,$ m
Kedalaman Alur Pelayaran $,$ m ;le/asi Kedalaman Kolam Pelabuhan 1, 4"4
Diameter Kolam Putar *-, m
PanjangDermaga 5-,m
am!ar 4. 24. %ayout Kebutuhan "ilayah Perairan Dermaga
am!ar 4. 2. %ayout Dermaga
4.4. )ondisi eologi Te8ni8
4..
2ntuk mengetahui kondisi tanah "indesi pada 'ilayah perencanaan DermagaPerintis, dilakukan pengeboran tanah dengan kedalaman $ meter pada titik * satu! yang berjarak dari Dermaga ke permukaan tanah . meter dan kedalaman * meter pada titik
-dua!, titik - dua! jarak dari Dermaga ke permukaan tanah 9$. meter. Pekerjaan yang berupa pengeboran Rotary 0ore Drillin !, pada hakekatnya untuk mendapatkan nilai dari standar penetrasi test &P0! yang selanjutnya dijadikan sebagai dasar didalam mengambil keputusan untuk menentukan jenis pondasi yang sesuai dengan kondisi karakteristik dari lapisan tanah di ka'asan lokasi perencanaan. Adapun urutan susunan material pada titik dimana dilakukannya pemboran inti dapat dilihat pada 0abel di ba'ah ini.