• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studio Driya Media Bandung (SDM Bandung)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Studio Driya Media Bandung (SDM Bandung)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Studio Driya Media Bandung

(SDM Bandung)

Sejarah Lembaga

Studio Driya Media (SDM Bandung) merupakan sebuah lembaga non profit yang bernaung dibawah Yayasan Bumi Manira. SDM Bandung didirikan pada tahun 1987, sebagai organisasi nirlaba yang menyediakan jasa pelayanan bagi lembaga-lembaga pembangunan lainnya khususnya untuk bidang pengembangan media dan metodologi partisipatif.

Visi SDM

SDM berpandangan bahwa :

• Setiap warga negara berhak dan berkewajiban untuk turut serta memprakarsai dan bergiat dalam usaha-usaha pembangunan, serta menikmati hasilnya.

• Kegiatan-kegiatan pembangunan adalah usaha yang berlanjut untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia

• Namun usaha-usaha itu belumlah menyentuh semua warga masyarakat secara merata; bahkan masih banyak golongan/kelompok masyarakat yang masih berada dalam keadaan serba kekurangan, baik secara fisik maupun dalam hal pemenuhan hak-haknya sebagai warga negara dan manusia

• Pembangunan itu sepatutnya mencerminkan serta terarah pada perwujudan prinsip-prinsip universal keadilan, hak azasi manusia, demokrasi, dan partisipasi masyarakat, dalam batas-batas daya dukung lingkungan fisik dan dengan mempertimbangkan kelestariannya, serta memenuhi aspirasi dan kebutuhan masyarakat pada saat ini dan dimasa yang akan datang

• Selama ini masih ada berbagai kebijakan dan kegiatan pembangunan yang kurang mempertimbangkan, bahkan mengabaikan cita-cita dan prinsip-prinsip tersebut,

• Masih banyak lembaga pelaksana pembangunan (swasta dan pemerintah) yang walaupun menganut cita-cita dan prinsip-prinsip tersebut dalam mewujudkannya terkendala oleh keterbatasan wawasan, pengetahuan dan kemampuan teknisnya; terutama dalam hal pendekatannya pada masyarakat peserta program-program pembangunan,

• Untuk mewujudkan cita-cita dan prinsip-prinsip tersebut dibutuhkan kerjasama antara berbagai pihak - lembaga-lembaga pemerintah dan swasta (baik LSM maupun lembaga-lembaga komersial/perusahaan), organisasi-organisasi kemasyarakatan, lembaga-lembaga pendidikan dan penelitian, dsb. di Indonesia

• Dan karena semua permasalahan itu menyangkut permasalahan kemanusiaan dan bidang-bidang kegiatan yang melampaui batas-batas negara kerja-sama itupun perlu dikembangkan secara regional dan internasional

Misi SDM

Berdasarkan visinya, SDM dikembangkan sebagai suatu lembaga swasta nir-laba yang :

1. Memberikan pelayanan dan dukungan kepada lembaga-lembaga pembangunan masyarakat - khususnya pada lembaga-lembaga yang mempunyai komiten pada golongan/ kelompok masyarakat marginal yang belum terpenuhi hak-hak dasarnya - dalam usaha peningkatan kemampuan mereka dalam melayani masyarakat dampingannya dengan lebih effektif melalui pendekatan dan metodologi komunikasi pembangunan yang partisipatif dan tepatguna. Pelayanan dan dukungan tersebut dapat berupa konsultansi, pelatihan, pengembangan media kependidikan, serta kerjasama operasional di lapangan.

(2)

2. Memberi masukan pada perumusan kebijakan dan perencanaan kegiatan-kegiatan pembangunan (khususnya ditingkat operasional - program dan proyek - namun tidak terbatas pada tingkatan itu) yang menguntungkan seluruh masyarakat, khususnya golongan/kelompok masyarakat marginal - melalui kegiatan-kegiatan konsultansi, studi/ pengkajian, publikasi, dan advokasi

3. Dalam pelayanannya SDM akan menggalang solidaritas dan mengembangkan kerjasama dengan lembaga-lembaga pembangunan di Indonesia khususnya dan di Asia Tenggara, baik pemerintah maupun swasta, yang berpusat di Indonesia sendiri maupun yang berasal dari negara-negara lainnya 4. Bekerja secara profesional tanpa membedakan perorangan/ lembaga/golongan masyarakat

berdasarkan suku, agama, ras, kedudukan sosial, affiliasi politik, jenis kelamin, umur, cacad badaniah, umur, dsb.

5. Mengembangkan staf lembaganya agar dapat bekerja secara profesional melalui kegiatan-kegiatan pengembangan staff serta usaha-usaha untuk memenuhi kesejahteraan yang memadai bagi mereka agar dapat bekerja sesuai dengan visi dan misi lembaga secara optimal dan berlanjut

6. Memanfaatkan dan mengelola daya yang diperolehnya secara sah sebagai sumber-daya yang dipercayakan masyarakat kepadanya secara bertanggung-jawab serta untuk tujuan-tujuan yang sesuai dengan misi ini.

Strategi Umum Pendekatan Program

1. Berdasarkan permintaan/kebutuhan yang dinyatakan

Karena merupakan lembaga pelayanan maka keterlibatan SDM Bandung dalam program dan proyek didasarkan atas permintaan lembaga-lembaga yang bertanggungjawab atas keseluruhan program.

2. Dalam konteks program

Karena proyek-proyek pengembangan media dan metodologi hanya akan efektif jika merupakan bagian dari suatu program yang dirancang dengan baik.

3. Selektif

Mempertimbangkan konteks program dan keterbatasan-keterbatasan SDM.

4. Dalam hubungan kemitraan

SDM Bandung memilih untuk bekerja dalam hubungan kemitraan dengan lembaga-lembaga yang meminta jasanya, dan bukan sekedar hubungan “klien-pemberi jasa”.

5. Melalui kemitraan

Karena kegiatan SDM Bandung pada umumnya merupakan dukungan bagi jaringan kerjasama antar lembaga dan tidak terbatas pada lembaga-lembaga individual. Hal ini memungkinkan dampak yang tidak terbatas pada wilayah atau program tertentu saja.

Bidang program yang dikembangkan :

Dalam rangka penjabaran visi dan misinya, ada empat program utama yang dikembangkan oleh SDM Bandung. Program-program tersebut adalah :

▪ Konsultasi, Pelatihan dan Pengembangan Media.

▪ Konsultasi, Pelatihan dan Pengembangan Metodologi Pendekatan Partisipatif. ▪ Pengembangan jaringan.

(3)

Wilayah program

Sejak awal kehadirannya, SDM tidak membatasi wilayah geografis layanannya. Pembatasan wilayah kerja semata-mata karena pertimbangan praktis sejalan dengan kemampuan lembaga dan pendekatan layanan yang komprehensif.

SDM telah bekerjasama dengan berbagai lembaga mitra yang terlibat dalam Konsorsium Pengembangan Masyarakat Nusa Tenggara sejak 12 tahun lalu. Disamping itu sejak 5 tahun terakhir SDM telah bekerjasama dengan mitra-mitra yang terlibat dalam Sentra Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat, Forum Pengembangan Partisipasi Masyarakat, dan secara terbatas telah bekerja dengan Pemerintahan Kota Bandung, serta bekerjasama dengan mitra-mitra di negara tetangga seperti VietNam, Philipina, Laos, Cambodia, dan Thailand. Partisipasi SDM dalam program yang berbeda diyakini dapat mendorong terbangunnya keterpaduan antara pendekatan kependidikan dengan upaya pengembangan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Jumlah Staf dan Keahlian yang Dimiliki

Pada saat ini SDM Bandung mempunyai 17 orang staf yang terdiri dari 15 orang staf purna waktu, dan 2 orang staf sukarela paruh waktu (volunteer). Adapun bidang keahlian dari staf SDM Bandung adalah pertanian, kehutanan, ilmu sosial, pengembangan metodologi partisipatif, pengembangan media transformatif, desain grafis dan administrasi keuangan.

Program yang Pernah Dikembangkan dan Mitra Kerjasama

A. PENGEMBANGAN MEDIA

A.1. Media Penyuluhan

¨ Media untuk Program Sanitasi Lingkungan: berbagai jenis media penyuluhan untuk Program Pengembangan Masyarakat Perkotaan Cirebon.

¨ Petunjuk Praktis Pertanian Lahan Kering: Rangkaian buklet dengan topik konservasi tanah dan air, pertanian terpadu, pengelolaan kesuburan tanah, wanatani, beternak kambing, dsb. Buku ini dikembangkan bersama World Neighbors dan Yayasan Tananua dan telah mendapat penghargaan “1993 Award of Exelence in Visual Aids” dari the American Society for Training and Development.

¨ Poster pengelolaan kesuburan tanah: poster informasional dan motivasional untuk mendukung program pengembangan pertanian dan kehutanan lembaga-lembaga mitra KPMNT. Karya ini telah memperoleh penghargaan Poster Prize of the “Fifth ACCU Prizes for fully Illustrated Literacy Follow-up Materials” dari The Asia/Pacific Cultural Centre for Unesco, bulan Juni 1996.

¨ Media-media Belajar dari Pengalaman: berbagai bentuk media yang dikembangkan lewat kerjasama dengan mitra-mitra di KPMNT; yang berisi pengalaman-pengalaman lembaga mitra bersama masyarakat dampingannya dalam mengembangkan program dengan berbagai topik.

¨ Poster-poster Kampanye untuk program sanitasi lingkungan di Bali untuk UNV.

¨ Media untuk pendidikan HIV/AIDS: Brosur-brosur, poster-poster kampanye, lembar-balik, dan transparansi untuk berbagai khalayak yang berperilaku berisiko; kerjasama dengan Unit Penelitian dan Latihan Epidemiologi Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali.

¨ Buklet-buklet tentang budidaya rotan di kalangan masyarakat Dayak Benuaq: media untuk mendukung program pengelolaan alam berbasis masyarakat bagi petani dan pengambil kebijakan

(4)

(edisi bahasa Indonesia, Dayak Benuaq dan Inggris); bekerjasama dengan NTFP-EP Filipina dan SHK-Kalimantan Timur.

¨ Media-media tentang Demokrasi Desa: Poster, buklet dan komik strip untuk mendukung program pendidikan politik; kerjasama dengan SHK-Kalimantan Timur, PUTIJAJI, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan KPMNT.

A.2. Media Komunikasi Masyarakat

¨ Berbagai perangkat poster terbuka berangkai untuk diskusi kelompok pada tingkat masyarakat tentang topik-topik kesehatan dan gizi, kesehatan lingkungan, usaha kecil, penyadaran gender.

¨ Buklet diskusi dan permainan informasional tentang HIV/AIDS untuk para pekerja seks komersial, bekerjasama dengan Yayasan Setiabudhi Utama in Jawa Barat.

¨ Permainan analitis untuk penyadaran gender dan pengembangan usaha kecil dengan PERSEPSI di Klaten, SPPM di Jawa Tengah, dan KPMNT.

A. 3. Media Pelatihan

¨ Transparansi dan bahan serahan tentang “Participatory Rural Appraisal” untuk berbagai

pelatihan-pelatihan yang SDM selenggarakan.

¨ Seperangkat “sound-slide” tentang prinsip-prinsip dan proses pelaksanaan PRA untuk orientasi dan pelatihan para petugas lapangan, bersama Bina Swadaya di Timor Timur.

¨ Transparansi dan bahan serahan tentang Pengembangan Media untuk “the International Course in Development Communication” yang diselenggarakan bersama the Internasional Institute for Rural Reconstruction dan World Neighbors di Filipina.

¨ Transparansi dan buku pedoman instruksional tentang perawatan penderita HIV/AIDS untuk para tenaga para-medis, bersama Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan, DepKes RI, dan the Ford Foundation.

A.4. Bahan-bahan Acuan untuk Para Pekerja Pengembangan Masyarakat

¨ ‘Berbuat Bersama, Berperan Setara’; yaitu buku panduan “Participatory Rural Appraisal” untuk

Konsorsium Pengembangan Masyarakat Dataran Nusa Tenggara.

¨ ‘Sustainable Development, Voices from Rural Asia’ dengan CUSO-Asia; Buku yang berisi pandangan umum dari perspektif praktisi di lapangan tentang permasalahan pembangunan yang berkelanjutan.

¨ ‘Belajar Bersama Orang Dewasa’; buku pedoman pengembangan kegiatan-kegiatan dan bahan

belajar keaksaraan fungsional, kerjasama dengan Save the Children in NTB.

¨ ‘Mengembangkan Media Berorientasi Khalayak’; buku ini tentang proses pengembangan media dalam konteks program pembangunan, mulai analisis program/situasi/khalayak (need assessment), penyusunan tujuan dan strategi komunikasi, pengembangan, ujicoba dan produksi media, penggunaan, sampai monitoring dan evaluasi.

(5)

¨ ‘Paket Pelatihan Wanatani’, paket panduan bagi staf lembaga yang bergerak dalam bidang pengembangan wanatani untuk menyelenggarakan pelatihan wanatani bagi petani secara partisipatif. Paket ini dikembangkan bersama oleh mitra-mitra KPMDNT berdasarkan pengelaman pendampingannya di lapangan.

¨ ‘Paket Pembelajaran Metodologi PRA’ versi ujicoba, Pokja PRA - KPMDNT, 2000. Merupakan panduan dan modul untuk pelatihan bagi tim PRA atau fasilitator lapangan.

¨ ‘Menyelenggarakan Pelatihan Kolaboratif dalam Kerjasama Jaringan’ : Laporan Pelatihan POD

dan Metode PRA Pokja PRA – KPMDNT 2001. Merupakan laporan pelatihan (TOT) untuk para fasilitator PRA mitra-mitra KPMDNT yang diselenggarakan di Flores.

¨ ‘Pengalaman Pengembangan Media Koran oleh Anak Jalanan’, buklet tentang bagaimana mengembangkan proses partisipatif dalam kegiatan bersama anak jalanan. Contohnya, penggunaan teknik PRA dalam pengembangan koran, dan juga sebagai alat untuk sharing pengalaman anak.

¨ ‘Dari Akar Rumput, Buku Panduan Pengembangan Kapasitas’; Merupakan terjemahan dari publikasi World Neighbors ‘From the Roots Up’ yang dikembangkan untuk mendukung para praktisi di Indonesia dalam menyelenggarakan penilaian diri terpandu bagi lembaga-lembaga perantara dan masyarakat.

B. PELATIHAN

B.1. Pelatihan dan Lokakarya Pengembangan Media

¨ Untuk berbagai lembaga pemerintah di Indonesia; a.l. Pusat Penyuluhan Departemen Kehutanan, dan Dinas Kesehatan.

¨ Untuk berbagai LSM dan lembaga pemerintah di kawasan Asia Tenggara, a.l. untuk staf LSM di Thailand Utara bersama CUSO-Thailand, untuk staf Dinas Penyuluhan Pertanian Provinsi Bac Thai, VietNam bersama CIDSE, untuk staf beberapa LSM Internasional di VietNam melalui the VietNam Inter-agency Training Project.

¨ The International Course in Development Communication; dilakukan setiap tahun sejak 1994 bersama the Internasional Institute for Rural Reconstruction dan World Neighbors di Filipina.

¨ Lokakarya pengembangan media keaksaraan fungsional dengan para tutor dari beberapa LSM dalam kerangka program keaksaraan untuk wanita pedesaan di NTB dan NTT bersama Save the Children-NTB.

¨ Untuk berbagai LSM di Indonesia; a.l. Yayasan Citra Usadha, sebuah lembaga yang peduli dengan pendidikan AIDS di Bali, Save the Children, mitra-mitra KPMNT, mitra-mitra Sentra Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat.

B.2. Pelatihan Participatory Rural Appraisal

¨ Untuk beberapa universitas dari Pusat Pengkajian Wanita (Universitas Indonesia di Jakarta, Universitas Padjadjaran di Jawa Barat, dan Universitas Lambung Mangkurat di Kalimantan Barat) bersama GTZ.

(6)

¨ Untuk beberapa program/lembaga pemerintah, a.l. Program IDT (bersama Yayasan Agroekonomika), Program P4K-Departemen Pertanian, Program Konservasi DAS Cimanuk (bersama Pemda Garut dan World Bank)

¨ Untuk beberapa rekan LSM, terutama mitra Konsorsium Pengembangan Masyarakat Nusa Tenggara.

¨ Untuk Petugas Penyuluh Kehutanan Lapangan dan Madya (Pusat Penyuluhan Kehutanan) tentang Metodologi Penyuluhan Partisipatif.

B.3. Pelatihan Penyadaran/Analisis Gender

¨ Walaupun tidak termasuk sebagai pelayanan utama, tapi kami telah mengadakan pelatihan khusus tentang hal ini , a.l. untuk LP3ES Jawa Tengah dan Forum Wanita Sumba Barat

C. KONSULTANSI

C.1. Pengkajian/Evaluasi dan Perencanaan Program

¨ Program Kesehatan Primer di Sulawesi Utara yang diselenggarakan oleh Yayasan Kesehatan GMIM bersama Dinas Kesehatan Sulawesi Utara untuk the Swiss Development Cooperation di Indonesia.

¨ Program pengembangan pertanian di Flores, Nusa Tenggara Timur untuk Yayasan Tananua dan World Neighbors.

¨ Evaluasi partisipatif program pembangkit listrik mikrohidro pedesaan untuk Yayasan Mandiri dan GTZ.

¨ Konsultasi perencanaan pengembangan kapasitas pengembangan media untuk Kementrian Kehutanan VietNam melalui Interforest/Jaacko Poury.

¨ Pengkajian media untuk program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS bekerjasama dengan AusAIDS di 3 propinsi (Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi).

¨ Evaluasi dampak secara partisipatif untuk program Yayasan Mitra Tani Mandiri dan World Neighbors di Flores.

¨ Solid Waste Management Program (SWMP), bekerjasama dengan GTZ dan BAPPEDA-Bandung untuk PD Kebersihan (1998-2001). Membantu perencanaan program komunikasi lingkungan, penerapan (termasuk peningkatan kapasitas pihak-pihak yang terkait), monitoring dan evaluasi; Pengembangan dan koordinasi kampanye media massa di tingkat kota, membantu integrasi kampanye media massa, komunikasi lingkungan dan jaringan anak sekolah; Melatih dan mendampingi staf beberapa lembaga yang terlibat dalam SWMP dalam mengembangkan media, serta dalam pengelolaan proyek dan perencanaan-monitoring dan evaluasi; Mendampingi dan membantu masyarakat dalam mengembangkan komunikasi masyarakat sendiri, membantu dan mengembangkan media-media penyuluhan, membantu pengembangan bahan-bahan referensi (modul 3M untuk pelajar senior SMU, dan kurikulum sanitasi lingkungan bagi pelajar SMP), mengembangkan panduan pengembangan program SWMP bagi para pengambil kebijakan.

¨ Pengembangan kurikulum pelatihan PRA bagi petugas program di berbagai tingkatan untuk Direktorat Jenderal Pembangunan Desa, Departemen Dalam Negeri.

(7)

¨ Pengembangan kurikulum pelatihan wanatani bagi petani, petani penyuluh, dan petugas penyuluh di lingkungan KPMNT.

Alamat lembaga : Jalan Ancol Timur IX No. 1 Bandung - Jawa Barat

Telp. (022) 5202471 Faks. (022) 5228273 Email : [email protected]

Kontak Person Eddie B. Handono

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat hubungan yang signifikan antara perencanaan komunikasi (Hubungan koordinasi dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek yang kurang baik antara pihak yang

perencanaan dan keuangan. • Pelaksanaan koordinasi dan pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan. • Pengkoordinasian tertib administrasi pengelolaan dan

Memimpin, melakukan koordinasi, pengawasan dan pengendalian dalam penyelenggaraan kegiatan di Bidang Perencanaan Pembangunan Daerah, monitoring dan evaluasi, serta

Kementerian Sekretariat Negara sebagai penyelenggaraan koordinasi perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan fasilitasi kerja sama teknis antara Pemerintah

 Mempunyai tugas merumuskan kebijakan, melakukan koordinasi, pemantauan, layanan, menganalisis, memberikan bimbingan teknis, monitoring, evaluasi, pelaporan

membantu Kepala Bidang menyiapkan bahan perumusan, penyusunan, koordinasi, pelaksanaan, pembinaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan kebijakan dibidang analisa pendataan

administrasi perubahan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, evaluasi, monitoring serta pengadministrasian pengadaan lahan, koordinasi dengan tim pengadaan lahan, proyek

Membentuk Forum Koordinasi Untuk tercapainya koordinasi yang efektif, perlu ketersediaan suatu wadah sebagai sarana dalam menjalin komunikasi yang efektif antarsemua pihak, sehingga